Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

EDUKASI DAN PROGRAM PENDAMPINGAN PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA DI GUWOSARI BANTUL Puspitasari, Chandra Dewi; Muttaqi, Nabila Ihza Nur; Hayati, Iffah Nur; Kuncorowati, Puji Wulandari``; Widhiastuti, Setiati
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i4.665

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan upaya nyata untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat adalah dengan melakukan edukasi program pendampingan pencegahan kenakalan remaja. Pengabdian ini bertujuan untuk pengetahuan dan pemahaman remaja tentang upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk meminimalisir angka kenakalan remaja melalui serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Iroyudan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk remaja, orang tua, pemangku kepentingan di Iroyudan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi atau edukasi, diskusi, pendampingan, dan kegiatan sosial lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan kenakalan remaja. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi dampak kegiatan terhadap peningkatan wawasan peserta. Hasil Pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesadaran akan pentingnya pengetahuan mengenai pencegahan kenakalan remaja guna meminimalisir angka kejahatan jalanan yang marak dilakukan oleh remaja. Dengan demikian, pengabdian kepada masyarakat di Iroyudan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul berhasil meningkatkan wawasan pencegahan kenakalan remaja di Iroyudan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul.
PENGARUH SUHU HEAT MOISTURE TREATMENT (HMT) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA PATI TALAS BENENG Wulandari, Puji; Vega Yoesepa Pamela; Abidin Mustofa; Ghasany Taqiyya Salsabila Zulafa Iskandar
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.6.2.355-362

Abstract

Heat-moisture treatment (HMT) is known as one of physical modification techniques that improves the functional property of starch. Taro beneng starch isolated from taro beneng tuber was modified by HMT to improve its application in the food product. The aim of this research is to determine the physical and functional properties of taro beneng starch modified by HMT. HMT were applied to the taro beneng starch using three different temperatures (90,100, and 100oC). This research was conducted using a randomized-complete design. The results showed that the temperature did not had a significant effect on the whiteness degree and lightness, however had a significant effect on the resistant starch content and flowability of the modified starch. Future studies about its effect on the nutritional and crystallinity characteristics of this starch need to be done to provide a better understanding of the implications of this technique.
Implementation and violations of election principles in the 2024 Presidential and Vice-Presidential elections of the Republic of Indonesia Eny Kusdarini; Puji Wulandari Kuncorowati; Nurdiyana Nurdiyana; Ali Masykur Fathurrahman
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v23i1.90585

Abstract

This study examines the implementation of electoral principles mandated in Article 22E of the 1945 Constitution—direct, universal, free, confidential, honest, and fair elections—in the 2024 Indonesian presidential and vice-presidential elections, which were marked by legal controversy following Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023. A socio-legal approach was employed, combining document analysis, in-depth interviews, and focus group discussions with election organisers and supervisory bodies. Data were analysed qualitatively using the Miles, Huberman, and Saldana interactive model, involving data reduction, display, and conclusion drawing. The principles of direct and universal suffrage were generally upheld. However, the principles of free, confidential, honest, and fair elections were only partially implemented. Violations identified include money politics, lack of institutional neutrality, power intervention, and vote mobilisation practices. These findings indicate persistent structural weaknesses in Indonesia’s electoral democracy, particularly in the 2024 elections. The study highlights the urgent need for strengthening institutional integrity, improving coordination among supervisory bodies, and enforcing election law more effectively. Enhancing public participation and oversight mechanisms is essential to ensure the full realisation of democratic electoral principles in future elections.
Media Sosial Tiktok dan Dinamika Gaya Komunikasi Remaja Wulandari, Puji; Sumarlan, Iman
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7711

Abstract

Di era digital, media sosial telah menjadi ruang penting bagi remaja untuk berinteraksi, mengekspresikan diri, dan membentuk identitas sosial. Di antara berbagai platform yang berkembang, TikTok menjadi salah satu media yang paling populer karena format video pendek, tren viral, dan sistem algoritmanya yang berpotensi memengaruhi cara remaja berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media TikTok terhadap gaya komunikasi remaja di era digital, khususnya pada siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 5 Yogyakarta. Permasalahan penelitian berfokus pada bagaimana intensitas penggunaan TikTok membentuk perubahan komunikasi verbal dan nonverbal remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok memengaruhi gaya komunikasi verbal melalui penggunaan bahasa gaul, istilah viral, serta gaya bicara yang lebih singkat dan cepat. Selain itu, terjadi perubahan komunikasi nonverbal berupa peniruan ekspresi wajah, gesture, dan gaya komunikasi yang lebih performatif. Paparan konten yang intensif dan berulang, didukung oleh sistem algoritma TikTok, mendorong internalisasi pola komunikasi tertentu yang kemudian dianggap sebagai norma dalam pergaulan remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok berperan sebagai media yang mengultivasi gaya komunikasi baru yang lebih ekspresif, simbolik, dan berorientasi pada tren digital, sehingga membentuk identitas sosial remaja dalam lingkungan komunikasi modern.
Rekonstruksi Civic Virtue Digital Berbasis Piil Pesenggiri dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Indonesia Ahmad Nur'Afief Dwianugraha; Yayuk Hidayah; Suyato; Puji Wulandari Kuncorowati; Sumantin Sitorus
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i8.4304

Abstract

Era disrupsi nilai memicu krisis etika berupa disinformasi, polarisasi, dan degradasi moral yang mengancam stabilitas sosial. Tantangan ini diperburuk oleh dominasi perspektif Barat dalam pendidikan kewarganegaraan digital yang kurang menyentuh akar budaya lokal. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka kerja pendidikan kewarganegaraan digital berbasis etnopedagogi Piil Pesenggiri sebagai strategi mitigasi disrupsi nilai di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif studi pustaka, ditemukan bahwa nilai-nilai Juluk Adek, Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, dan Sakai Sambayan dapat direkonstruksi menjadi fondasi civic virtue digital meliputi integritas identitas, etika komunikasi empatis, partisipasi inklusif, dan kolaborasi kolektif yang bertanggung jawab. Hasil kajian menunjukkan internalisasi kearifan lokal Lampung ini berfungsi sebagai "benteng moral" yang menjembatani identitas digital dengan nilai sosial masyarakat. Simpulan penelitian menegaskan bahwa rekonstruksi etnopedagogi ini sangat krusial untuk membangun karakter warga digital yang bertanggung jawab sekaligus membumikan nilai-nilai luhur keindonesiaan dalam ekosistem global yang homogen demi penguatan identitas nasional yang berkelanjutan di masa depan secara komprehensif utuh.
Civic Culture dalam Integrasi Tradisi Ngalungi Sapi di Dukoh Dresi Wetan Kasmi Kasmi; Suyato; Puji Wulandari Kuncorowati; Alil Rinenggo
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i7.4330

Abstract

Arus globalisasi saat ini berdampak pada terkikisnya identitas budaya lokal dan karakter kewarganegaraan di kalangan generasi muda. Kondisi ini menuntut adanya langkah nyata dalam memperkuat ketahanan budaya, salah satunya melalui integrasi tradisi lokal ke dalam sistem pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tradisi Ngalungi Sapi di Dukoh Dresi Wetan dapat dijadikan sumber pengembangan civic culture dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa tradisi ini memanifestasikan nilai civic skills melalui gotong royong pembuatan ketupat, serta civic disposition dalam praktik weweh sedulur. Selain itu, ritual pengalungan ketupat mencerminkan etika lingkungan sebagai bentuk civic virtue, acara selametan memperkokoh aspek spiritualitas masyarakat. Secara teoretis, nilai-nilai tersebut sejalan dengan pilar pengetahuan, keterampilan, dan watak kewarganegaraan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal Ngalungi Sapi sangat efektif sebagai strategi pembelajaran kontekstual untuk mempertebal tanggung jawab sosial dan jati diri nasional di tengah tantangan era digital.
Peran Nilai Dalihan Na Tolu dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik sebagai Dimensi Pengetahuan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sumantin Sitorus; Suyato Suyato; Puji Wulandari Kuncorowati; Ahmad Nur'Afief Dwianugraha; Kasmi Kasmi
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i6.4336

Abstract

Kajian ini menelaah kedudukan nilai “Dalihan Na Tolu” dalam pembentukan karakter peserta didik remaja sebagai dimensi pengetahuan serta relevansinya bagi Pendidikan Kewarganegaraan. Gejala permasalahan moral, berkurangnya penghormatan sosial, dan rendahnya penghayatan terhadap budaya lokal memperlihatkan kebutuhan akan penguatan pendidikan karakter yang lebih kontekstual. Pendekatan yang dipakai berupa Systematic Literature Review dengan acuan PRISMA 2020, melalui penelusuran pada database Scopus, selama periode 2022–2026, sehingga diperoleh 18 artikel layak telaah. Sintesis data memperlihatkan bahwa nilai somba marhula-hula, manat mardongan tubu, dan elek marboru berperan dalam menumbuhkan sikap hormat, tanggung jawab, solidaritas, empati, serta kesadaran sosial peserta didik. Temuan tersebut menempatkan dalihan na tolu sebagai civic values berbasis kearifan lokal yang menguatkan civic culture, civic knowledge, dan civic disposition. Kebaruan kajian ini terletak pada penegasan budaya lokal sebagai sumber pembelajaran kewarganegaraan kontemporer.
Non-Punitive Policy in Addressing Violence and Sexual Harassment Among Middle School Students in Sleman Regency Nabila Ihza Nur Muttaqi; Chandra Dewi Puspitasari; Iffah Nur Hayati; Puji Wulandari Kuncorowati; Setiati Widhiastuti
Widya Pranata Hukum : Jurnal Kajian dan Penelitian Hukum Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/widyapranata.v8i1.2206

Abstract

This study aims to analyze non-penal policies implemented in addressing violence and sexual abuse among junior high school students in Sleman Regency. Violence and sexual abuse in educational settings, particularly at the junior high school level, are pressing issues that affect students' physical and psychological well-being. Non-penal policies, which focus on prevention, victim recovery, and education for students and educators, are expected to be a more humane alternative to legal approaches that tend to be reactive. This study uses a qualitative approach with a literature study method, which examines relevant policies, as well as reports and official documents available in Sleman Regency. The findings show that effective non-penal policies involve various elements, such as counseling for students and educators, establishing a safe reporting mechanism for victims, and implementing educational programs on sexual violence. In addition, the success of these policies also depends on the commitment of schools and the support of parents and the community. This study recommends that non-penal policies be expanded and implemented more comprehensively in all schools in Sleman Regency to create a safe educational environment that supports the recovery of victims of sexual violence and abuse.
Co-Authors A, Eliana Iskandar, Taufik Abidin Mustofa Abrina Anggraini, Sinar Perbawani Ahmad Nur'Afief Dwianugraha Ainun Nafisah AINUN NAFISAH Ali Masykur Fathurrahman Alil Rinenggo Annazhifah, Nurul Arpannudin, Iqbal Azzahra, Fitriani Chandra Dewi Puspitasari Chandra Puspitasar Dian Satria Charismana Dwi Cahyani Sutopo, Sukma Annisa Dzikribillah, Muhammad Dhabit Fakhira, Nadya Firmansyah, Akmal Fitria Riany Eris Ghasany Taqiyya Salsabila Zulafa Iskandar Hamidah Nayati Utami Hariyanti, Rahma I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani IFFAH NURHAYATI, SRI HARTINI, ANANG PRIYANTO, Izzah, Annisa Nurul Johan Dwi Saputro Kasmi Kasmi KHOIRUNNISAK, ANIS Kusumasari, Septariawulan Marzuki Marzuki Miftahuddin - Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin Mohamad Ana Syabana Muhammad Dhabit Dzikribillah Mukhamad Murdiono Mustofa, Abidin Muthmainah, Sayyidah Nabila Ihza Nur Muttaqi Nabila Ihza Nur Muttaqi Najah, Zulfatun Nasiwan nasiwan Nia Ariani Putri Nurdiyana Nurdiyana Putra, Irvine Chanty Putra, Rozi Dwi Putri, Nezly Nurlia Putri, Nia Ariani Rahayu Subekti Rahma Hariyanti Rifqi Ahmad Riyanto Riyanto, Rifqi Ahmad Sariani, Novita Setiati Widhiastuti Setiati Widihastuti Siti Agustina, Siti Sukarti, Sri Endang Edi Sumantin Sitorus Sumantin Sitorus Sumarlan, Iman Sunarso Sunarso Suyato Suyato Toba Sastrawan Manik TSZI, Ghasany Tubagus Bahtiar Rusbana Tubagus Bahtiar Rusbana, Tubagus Bahtiar Vega Yoesepa Pamela Widhiastuti, Setiati Winda Nurtiana Yayuk Hidayah Yusriyanti, Isfah Zamala, Sitti Zulfatun Najah