Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Civic Culture dalam Integrasi Tradisi Ngalungi Sapi di Dukoh Dresi Wetan Kasmi Kasmi; Suyato; Puji Wulandari Kuncorowati; Alil Rinenggo
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i7.4330

Abstract

Arus globalisasi saat ini berdampak pada terkikisnya identitas budaya lokal dan karakter kewarganegaraan di kalangan generasi muda. Kondisi ini menuntut adanya langkah nyata dalam memperkuat ketahanan budaya, salah satunya melalui integrasi tradisi lokal ke dalam sistem pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tradisi Ngalungi Sapi di Dukoh Dresi Wetan dapat dijadikan sumber pengembangan civic culture dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa tradisi ini memanifestasikan nilai civic skills melalui gotong royong pembuatan ketupat, serta civic disposition dalam praktik weweh sedulur. Selain itu, ritual pengalungan ketupat mencerminkan etika lingkungan sebagai bentuk civic virtue, acara selametan memperkokoh aspek spiritualitas masyarakat. Secara teoretis, nilai-nilai tersebut sejalan dengan pilar pengetahuan, keterampilan, dan watak kewarganegaraan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal Ngalungi Sapi sangat efektif sebagai strategi pembelajaran kontekstual untuk mempertebal tanggung jawab sosial dan jati diri nasional di tengah tantangan era digital.
Peran Nilai Dalihan Na Tolu dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik sebagai Dimensi Pengetahuan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sumantin Sitorus; Suyato Suyato; Puji Wulandari Kuncorowati; Ahmad Nur'Afief Dwianugraha; Kasmi Kasmi
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i6.4336

Abstract

Kajian ini menelaah kedudukan nilai “Dalihan Na Tolu” dalam pembentukan karakter peserta didik remaja sebagai dimensi pengetahuan serta relevansinya bagi Pendidikan Kewarganegaraan. Gejala permasalahan moral, berkurangnya penghormatan sosial, dan rendahnya penghayatan terhadap budaya lokal memperlihatkan kebutuhan akan penguatan pendidikan karakter yang lebih kontekstual. Pendekatan yang dipakai berupa Systematic Literature Review dengan acuan PRISMA 2020, melalui penelusuran pada database Scopus, selama periode 2022–2026, sehingga diperoleh 18 artikel layak telaah. Sintesis data memperlihatkan bahwa nilai somba marhula-hula, manat mardongan tubu, dan elek marboru berperan dalam menumbuhkan sikap hormat, tanggung jawab, solidaritas, empati, serta kesadaran sosial peserta didik. Temuan tersebut menempatkan dalihan na tolu sebagai civic values berbasis kearifan lokal yang menguatkan civic culture, civic knowledge, dan civic disposition. Kebaruan kajian ini terletak pada penegasan budaya lokal sebagai sumber pembelajaran kewarganegaraan kontemporer.
Non-Punitive Policy in Addressing Violence and Sexual Harassment Among Middle School Students in Sleman Regency Nabila Ihza Nur Muttaqi; Chandra Dewi Puspitasari; Iffah Nur Hayati; Puji Wulandari Kuncorowati; Setiati Widhiastuti
Widya Pranata Hukum : Jurnal Kajian dan Penelitian Hukum Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/widyapranata.v8i1.2206

Abstract

This study aims to analyze non-penal policies implemented in addressing violence and sexual abuse among junior high school students in Sleman Regency. Violence and sexual abuse in educational settings, particularly at the junior high school level, are pressing issues that affect students' physical and psychological well-being. Non-penal policies, which focus on prevention, victim recovery, and education for students and educators, are expected to be a more humane alternative to legal approaches that tend to be reactive. This study uses a qualitative approach with a literature study method, which examines relevant policies, as well as reports and official documents available in Sleman Regency. The findings show that effective non-penal policies involve various elements, such as counseling for students and educators, establishing a safe reporting mechanism for victims, and implementing educational programs on sexual violence. In addition, the success of these policies also depends on the commitment of schools and the support of parents and the community. This study recommends that non-penal policies be expanded and implemented more comprehensively in all schools in Sleman Regency to create a safe educational environment that supports the recovery of victims of sexual violence and abuse.
PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN DI LAPAS PEREMPUAN YOGYAKARTA Puji Wulandari; Era Revika; Anugerah Destia; Widy Nurwiandani
Jurnal Kebidanan VOLUME 18, NO.01 JUNI 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v18i01.1017

Abstract

Latar belakang: Infeksi menular seksual (IMS) tetap menjadi persoalan kesehatan global dengan lebih dari 500 juta kasus baru setiap tahunnya. Di Indonesia, prevalensi IMS seperti HIV, sifilis, dan gonore masih tinggi, termasuk di lembaga pemasyarakatan. Narapidana merupakan kelompok berisiko tinggi karena keterbatasan informasi, stigma, serta perilaku berisiko. Studi pendahuluan di Lapas Perempuan Yogyakarta menunjukkan rendahnya pengetahuan warga binaan mengenai IMS. Intervensi edukatif seperti penggunaan booklet terbukti berhasil meningkatkan pemahaman dan sadar terhadap pencegahan IMS. Peran bidan sangat penting dalam memberikan edukasi serta pemberdayaan kesehatan reproduksi, khususnya pada kelompok rentan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pemberian edukasi kesehatan melalui booklet terhadap tingkat pengetahuan dan sikap warga binaan pemasyarakatan mengenai IMS di Lapas Perempuan Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi experimental pre and posttest with control group. Sampel berjumlah 94 warga binaan, terdiri atas 47 orang kelompok eksperimen dan 47 orang kelompok kontrol, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil: Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Uji beda man Whitney. Hasil menandakan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap yang signifikan pada kelompok yang menerima perlakuan setelah intervensi (p=0,000), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan bermakna terhadap sikap (p=0,003). Kesimpulan: Edukasi menggunakan booklet terbukti lebih berhasil dibandingkan leaflet dalam membuat pengetahuan meningkat dan sikap warga binaan terkait infeksi menular seksual. Kata kunci: Edukasi, Infeksi Menular Seksual (IMS), Booklet, Pengetahuan, Sikap