Tengku Hartati
Unknown Affiliation

Published : 112 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS TARI LIKOK PULO DI SANGGAR SENI SEULAWEUT UIN AR-RANIRY Putri, Arinil Khaderi; Supadmi, Tri; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 4 (2022): NOVEMBBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i4.23446

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Struktur Tari Likok Pulo di Sanggar Seni Seulaweut UIN Ar-Raniry. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana struktur gerak tari Likok Pulo dan bagaimana elemen-elemen gerak tari Likok Pulo di Sanggar Seni Seulaweut UIN Ar-Raniry. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Ketua Sanggar Seni Seulaweut yang mencakup sebagai penari Likok Pulo di Sanggar Seni Seulaweut sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah tari Likok Pulo. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur gerak tari Likok Pulo dapat ditinjau dari dua aspek yaitu tari Likok Pulo berdasarkan unsur sikap dan unsur gerak terhadap elemen-elemen gerak yaitu pada bagian kepala mempunyai 4 unsur sikap dan 8 unsur gerak, bagian badan mempunyai 6 unsur sikap dan 4 unsur gerak, bagian tangan mempunyai 5 unsur sikap dan 29 unsur gerak, bagian kaki mempunyai 4 unsur sikap dan 4 unsur gerak. Pada analisis struktur gerak tari Likok Pulo terdapat Tata Hubungan Hierarkis Gramatikal yang memperoleh 8 gugus gerak, 8 kalimat gerak, 69 frase gerak dan 379 motif gerak dan Tata Hubungan Paradigmatis yang terdapat pada gugus ke 3 dan pada gugus ke 5.
PROSES KREATIF PENCIPTAAN TARI AER ULAK KARYA REZKY KURNIA PUTRI Noviati, Tia; Palawi, Ari; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 4 (2022): NOVEMBBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i4.23445

Abstract

Tari Aer Ulak ini terinspirasi dari sebuah tradisi zaman dahulu yang telah punah. Karya tari ini diciptakan oleh Rezky Kurnia Putri pada tahun 2018. Rezky Kurnia Putri mengangkat sebuah garapan tari dengan tema tradisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kreatif penciptaan Tari Aer Ulak karya Rezky Kurnia Putri melalui tahap eksplorasi, improvisasi, evaluasi, dan komposisi. Objek penelitian ini adalah tari Aer Ulak yang dikaji dari proses kreatif yang meliputi elemen-elemen komposisi tari seperti tema, gerak, tata rias, tata busana, iringan, pola lantai, properti dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tema Tari Aer Ulak pada awalnya yaitu berupa ritual yang menggambarkan tentang budaya yang menampilkan kembali budaya yang telah hilang dalam sebuah gerakan seni tari. Urutan gerak yang dilakukan dimulai dari salam pembuka, membawa perasap, ngerajah, mencak, menurunkan lancang serta menanti firasat. Tari ditampilkan dengan menggunakan properti sajen, memakai tata rias wajah yang tegas serta bernuansa seram, serta diiringin oleh keyboard, gendang melayu, biola,bamba, ketipung, dan akordion. Sumber data penelitian ini adalah Rezky Kurnia Putri, selaku koreografer atau pencipta Tari Aer Ulak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data,dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Oleh karena itu, didapatkan hasil penelitian berupa tahap-tahap yang dilakukan oleh Rezky dalam proses kreatif meliputi tahap eksplorasi, improvisasi, evaluasi, dan tahap komposisi yaitu proses penyusunan gerak yang telah didapatkan dari proses eksplorasi, improvisasi, dan evaluasi menjadi satu tarian yang utuh. Selain itu proses kreatif penciptaan Tari Aer Ulak juga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti faktor lingkungan, sarana atau fasilitas, keterampilan atau skill, identitas atau gaya (style), originalitas atau keaslian,dan apresiasi atau penghargaan.
RAGAM BENTUK SUNTNG DARA BAROE DI KOTA BANDA ACEH Novita, Dilla Tria; Sya'i, Ahmad; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i3.23427

Abstract

Penelitian ini berjudul Ragam Bentuk Suntng Dara Baroe di Kota Banda Aceh. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana ragam bentuk suntng dara baroe di Kota Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk mendeskripsikan informasi tentang bagaimana ragam bentuk suntng dara baroe di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian berjumlah 3 orang, yaitu Mursyidah (Perias senior di Kota Banda Aceh), Khairunnisa (Pengurus museum Rumoh Aceh) dan Mukhirah (Dosen Tata Busana PKK FKIP Unsyiah). Sedangkan objek yang diteliti dalam penelitian ini yaitu ragam bentuk suntng dara baroe di kota Banda Aceh. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yaitu, reduksi data, menyajikan data dalam bentuk deskripsi dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saat ini ragam suntng dara baroe di Kota Banda Aceh masih cukup terjaga keberadaannya. Adapun beberapa macam jenis suntng tersebut adalah Cucok Ok (Tusuk Sanggul), Culok Ok (Tusuk Sanggul), Culok Ok Ulat Sangkadu (Tusuk Sanggul Melingkar Seperti Ulat), Ceukam Sanggoy Bungong Keupula/ Bungong Tajok (Tusuk Sanggul Bunga Tanjung), Kembang Goyang, Ayeum Gumbak dan Preuk-preuk. Meskipun demikan, namun sebagian besar masyarakat lebih menyukai penggunaan suntng dara baroe hasil modifikasi. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap ragam bentuk suntng asli yang sudah dipakemkan. Selain itu ditambah dengan adanya upaya pemodifikasian oleh para perias pengantin yang melebihi ketentuan sebesar 30% dalam menghasilkan bentuk suntng yang lebih indah untuk menarik perhatian masyarakat kepada jasa yang mereka punya.
EKSISTENSI SENIMAN TUTUR MULYA BIJEH MATA DARI KABUPATEN BIREUEN Mustaqilla, Syarifah; Ismawan, Ismawan; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i3.23425

Abstract

Penelitian ini berjudul Eksistensi Seniman Tutur Mulya Bijeh Mata dari kabupaten Bireuen mengangkat masalah eksistensi seniman tutur Mulya Bijeh Mata dari kabupaten Bireuen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi seniman tutur Mulya Bijeh Mata dari kabupaten Bireuen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah seniman tutur Mulya Bijeh Mata, dokumentasi pertunjukan, dan hasil wawancara dengan narasumber. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mulya Bijeh Mata adalah seorang seniman tutur yang berasal dari kabupaten Bireuen. Mulya Bijeh Mata memulai karir pada tahun 2013 sampai sekarang ini. Awal mula Mulya menampilkan pertunjukan ketika beliau masih menjadi mahasiswa dan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di suatu daerah. Mulya sudah menampilkan pertunjukannya di tingkat daerah, nasional, dan internasional. Penampilan pertunjukan seni tutur yang sering dilakukan dalam acara upacara pernikahan, pekan kebudayaan, serta acara seremonial tertentu yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak lain. Tema tutur menyesuaikan dengan acara dimana pertunjukan dilakukan.
KAJIAN PEMERANAN TOKOH RITA OLEH ASMAUL HUSNA DALAM NASKAH WAKTU TANPA BUKU DI KOTA BANDA ACEH Fitriah, Fitriah; Ismawan, Ismawan; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i2.22599

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Kajian Pemeranan Tokoh Rita oleh Asmaul Husna dalam naskah Waktu Tanpa Buku di Kota Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemeranan tokoh Rita dalam naskah Waktu Tanpa Buku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemeranan yang dilakukan Asmaul Husna dalam Naskah Waktu Tanpa Buku. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Asmaul Husna. Objek dalam penelitian ini adalah kajian pemeranan tokoh Rita dalam naskah Waktu Tanpa Buku, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeranan tokoh Rita yang dilakukan Asmaul Husna mengkaji tentang pembentukan karakter tokoh Rita dalam naskah Waktu Tanpa Buku dimulai dari pendalaman karakter, ekspresi, gesture, peran sosok Rita dalam naskah, apa saja yang ia lakukan dan teknik pemeranan apa yang ia lakukan.Kata Kunci: kajian, pemeranan, naskah, Waktu Tanpa Buku
SEUDATI INOENG PADA SANGGAR LEMPIA ACEH Ervina, Khana; Hartati, Tengku; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i1.22593

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Seudati Inoeng pada Sanggar Lempia mengangkat masalah bentuk penyajian tari Seudati Inoeng yang ada di Sanggar Lempia Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Seudati Inoeng pada Sanggar Lempia Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitan ini adalah ketua sanggar, penari, dan aneuk syahi di Sanggar Lempia Banda Aceh. Pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penyajian tari Seudati Inoeng meliputi gerak, pola lantai, tata rias, tata busana, panggurng dan syair. Tari Seudati Inoeng ditarikan oleh 8 orang penari wanita. Tari Seudati Inoeng memiliki 6 ragam gerak, yaitu saleum syahi, saleum rakan, likok, saman, kisah dan lani/ekstra. Busana yang digunakan pada tari Seudati Inoeng adalah pakaian adat Aceh, tata rias yang digunakan adalah rias cantik. Pengiring tari Seudati Inoeng adalah berupa syair yang dibawakan oleh aneuk syahi, yang bertempo lambat, sedang dan cepat. Secara keseluruhan tari Seudati Inoeng bisa ditampilkan di ruangan terbuka maupun tertutup. Tari Seudati Inoeng adalah tari kreasi yang merupakan pengembangan dari tari tradisional Seudati Agam.Kata Kunci: Seudati Inoeng, Sanggar Lempia
KEBERADAAN TARI RESAM BERUME DI SANGGAR 1001 KABUPATEN ACEH TENGAH Elviana, Latifah; Ismawan, Ismawan; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i4.22585

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Keberadaan Tari Resam Berume di Sanggar 1001 Kabupaten Aceh Tengah Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah keberadaan tari Resam Berume di sanggar 1001 Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Keberadaan Tari Resam Berume di Sanggar 1001 Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pendiri sanggar 1001 Kabupaten Aceh Tengah. yang menjadi objek penelitian yaitu keberadaan tari Resam Berume di Sanggar 1001 Kabupaten Aceh Tengah. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, peneliti menggunakan metode wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki benda-benda atau mengumpulkan gambar-gambar untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Tari Resam Berume menggambarkan bagaimana kebiasaan berume (bersawah) di Gayo, dimulai dengan mujelbang (mencangkul), dan diakhiri dengan mungamul (mengumpulkan padi) ke dalam karung untuk dibawa pulang. Tari Resam Berume ini bermula dari pengembangan tari kesek-kesek ui yang diciptakan oleh Syaifuddin Qadir. kesek-kesek ui pernah dikolaborasikan dengan berbagai tarian dari Aceh seperti Top Pade, dan Tarek Pukat. Dengan demikian tarian tersebut diberi nama Tari puncak utama yang mewakili daerah Aceh pada pembukaan konversi Asia Afrika pertama pada tahun 1955 di Bandung.Kata Kunci: keberadaan, tari Resam Berume
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN SENI BUDAYA PADA MASA COVID 19 DI SMP FATIH BILINGUAL SCHOOL PUTRI BANDA ACEH Ulya, Raysa Hiyal; Ismawan, Ismawan; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i4.22586

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Efektivitas Pembelajaran Seni Budaya pada Masa Covid 19 di SMP Fatih Bilingual School Putri Banda Aceh. Dengan rumusan masalah bagaimana efektivitas alokasi waktu pembelajaran seni budaya di SPK (Satuan Pendidikan Kerjasama) SMP Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School Banda Aceh. Bertujuan untuk mengetahui efektivitas alokasi waktu pembelajaran seni budaya pada masa Covid 19 di SPK SMP Fatih Bilingual School Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitiannya adalah penelitian deskriptif. Adapun lokasi penelitian ini adalah SPK SMP Teuku Nyak Arief Fatih Bilingal School Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Art dan peserta didik kelas VIII-A SPK SMP Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School Banda Aceh, dan objek dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas pembelajaran seni budaya pada masa Covid 19 di SPK SMP Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi non partisipan, angket, dan wawancara. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi waktu tidak memenuhi standar pembelajaran seni. Sehingga menjadi tidak efektif. Hal ini menyebabkan guru tidak bisa melaksanakan pembelajaran secara utuh, akan tetapi batas ketuntasan minimal (KKM) bisa dicapai.Kata Kunci: Efektivitas, Pembelajaran, Seni Budaya.
ENKULTURASI TARI MELAYU DI SANGGAR BUDAYA ACEH NUSANTARA (BUANA) KOTA BANDA ACEH Rahmina, Ayu; Ismawan, Ismawan; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i4.22583

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Enkulturasi tari melayu di sanggar Budaya Aceh Nusantara kota Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah proses enkulturasi tari melayu di sanggar Budaya Aceh Nusantara (Buana) kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses enkulturasi tari melayu di sanggar Budaya Aceh Nusantara (Buana) kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah penari dan koreografer/pendiri sanggar Budaya Aceh Nusantara. Objek dalam penelitian ini adalah tari melayu yang berjudul tari zapin pekajang. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembelajarannya, metode yang digunakan sebagaimana yang biasa dilakukan dalam mempelajari gerak dalam tari, dalam hal ini mengunakan hitungan di setiap langkah atau pergerakan tangan, namun pada prakteknya ada dua orang peraga tari, satu penari pria dan satu penari wanita yang dipandu oleh koreografer yang memberi intruksi. Proses ini dilakukan secara bertahap dengan lebih dahulu di praktekkan oleh peraga tari yang diarahkan oleh koreografer dan kemudian barulah mengikuti langkah demi langkah sesuai intruksinya. Dalam pengenalan tari melayu kepada anggota sanggar hampir sama sebagaimana yang di terima dari proses awal pembelajarannya, namun dalam hal ini yang dilakukan lebih kepada karakter tari-tari melayu yang ada di nusantara, seperti tari melayu yang ada di Aceh Tamiang, Deli, Riau, Palembang dan lainnya. Proses tahapan yang dilakukan untuk memudahkan peserta didik, yang dilakukan pertama kali adalah pengenalan karakter tubuh (sebagaimana proses pembelajaran awal) dan pembagian azas atau ragam gerak dalam setiap tari yang dipelajari.Kata Kunci: Enkulturasi, Tari Melayu, Zapin Pekajang
PENYUTRADARAAN PERTUNJUKAN TEATER KOLABORASI SUATU KETIKA DI BANDAR LAMURI Fitri, Anisa; Supadmi, Tri; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i3.22577

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Penyutradaraan Pertunjukan Teater Kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri ini mengangkat masalah begaimanakah proses peyutradaraan dalam pertunjukan teater kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penyutradaraan pertunjukan teater kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah sutradara pertunjukan teater kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri. Objek penelitian ini yaitu proses penyutradaraan pertunjukan teater kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan teater kolaborasi Suatu Ketika di Bandar Lamuri ini disutradarai oleh Fauzan Santa, dibantu oleh asisten sutradara yaitu Djamal Syarif, dan kepala bidang-bidang artistik. Fauzan Santa adalah sutradara yang memiliki tipe demokratis yaitu membebaskan para crew dalam berimajinasi dan mawujudkan imajinasinya terhadap naskah. Oleh karenanya, terdapat langkah-langkah yang dilakukan dalam penyutradaraan, yaitu sebagai berikut; 1). Pembuatan naskah yang dilakukan oleh Fauzan Santa, Thompson HS dan Azhari Aiyub dengan membaca novel dan pengadaptasian cerita, 2). Memilih aktor yang dilakukan Fauzan Santa dan melatih aktor yang dilakukan oleh sutradara dan asistennya yaitu Djamal Syarif, 3). Melakukan penataan artistik bersama kepala bidang artistik dan 4). Pertunjukan teater. Pertunjukan ini telah sukses ditayangkan di channel youtube Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh dan banyak mendapatkan apresiasi dari para penonton.Kata Kunci: Penyutradaraan, Teater Kolaborasi
Co-Authors Abdillah Abdillah Ahmad Sya'i Ahmad Syai Aida Fitri Akmalia, Alfi Alfi Akmalia Anggia, Maida Anisa Fitri Ardi Pradita Ardian, Eko Ari Palawi ARIANA, AYU Arifani, Rizka Arinil Khaderi Putri Arrayyan, Ahyar Astia, Rana Ayu Rahmina Ayuni, Ida Baroqah Sabri Yonda Bau Salawati Cut Zuriana Cut Zuriana Dara Ananda Suraya Tiba Dhea Sofiami Sas Dilla Tria Novita Eko Ardian Elviana, Latifah Ernita, Mulia Ervina, Khana Fajriah, Nur Febi Mahqvira Ferdi Junanda Fitri Anggriani Fitri Anggriani Fitri, Aida Fitri, Anisa Fitriah Fitriah Fitriah Fitriah Gayo, Hasan Ali Ginting, Anjali Br Hafid, Mukhsin Putra Hanifa, Nadila Hasan Ali Gayo Hikmah, Daniatul Humaira, Wahyuna Husna Husna Husna Husna Ida Ayuni Indah Nirmala Sari Indah Shasqiah Putri Salwa Intan Fauzatul Zuhra Ismawan Ismawan Ismawan Ismawan, Ismawan Junanda, Ferdi Khairunnisa Khairunnisa Khana Ervina Kurnita, Taat Latifah Elviana Lindawati Lindawati Lindawati Lindawati Mahqvira, Febi Malahayati Malahayati Malahayati Malahayati Maulina, Alvira Mauliza Rahmi Muhammad Naufal Syahputra Mulia Ernita Mulyana, Teguh Mustaqilla, Syarifah Nabila, Adek Nadia Ulfa Nanda Putri Zuhra Nisrina, Putri Noviati, Tia Novita, Dilla Tria Nur Fajriah Nurbiyanti Nurbiyanti Nurbiyanti, Nurbiyanti Nurlaili Nurlaili Nurlaili Nurlaili Nurul Amelia Nurul Husna Nurul Husna Okta Viola Palawi, Ari Permata Sari Pradita, Ardi Putri Maurina Sari Putri Salwa, Indah Shasqiah Putri, Arinil Khaderi Putri, Rizka Kurnia Rahmi, Mauliza Rahmina, Ayu Ramdiana, Ramdiana Rayhana Rizha Raysa Hiyal Ulya Referinda, Hasnah Rida Safuan Selian Rida Safuan Selian Rizha, Rayhana Rizka Arifani Rizki, Devia Ananda Safitri, Devira Salwija, Salwija Samsuri Samsuri Samsuri Samsuri Sari, Indah Nirmala Sari, Permata Sari, Putri Maurina Sas, Dhea Sofiami Sasrita, Bysmira Sharah, Rayda Muna Siti Sarah Siti Sarah, Siti Siti Zahrah Sulistia, Dena Supadmi, Tri Suraya Tiba, Dara Ananda Sya'i, Ahmad Syahputra, Muhammad Naufal Syarifah Mustaqilla Taat Kurnita Teguh Mulyana Tia Noviati Tri Supadmi Ulfa, Maryulan Ulfa, Nadia Ulya, Raysa Hiyal Viola, Okta Yonda, Baroqah Sabri Yuli Astuti Zuhra, Intan Fauzatul Zuhra, Nanda Putri