Tengku Hartati
Unknown Affiliation

Published : 112 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERKEMBANGAN TARI RATEB MEUSEUKAT TUNANG DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Putri Salwa, Indah Shasqiah; Ismawan, Ismawan; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i2.22574

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Perkembangan tari Meuseukat Tunang di Kabupaten Aceh Barat Daya adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah bagaimana perkembangan bentuk penyajian tari Meuseukat Tunang di Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan bentuk penyajian tari Meuseukat Tunang di Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang diperoleh menggunakan teknik observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Sumber data dalam penelitian ini adalah Sanggar Putri Sabawa Desa Blang Makmur Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya dan Sanggar Putri Karya Desa Lhok Puntoy Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perkembangan dalam bentuk penyajiannya. Di sanggar Putri Subawa, tari tradisional Rateb Meuseukat aktif sejak tahun 1972 dan mengalami perkembangan menjadi tari kreasi Meuseukat Tunang tahun 1996. Di sanggar Putri Karya, tari tradisional Rateb Meuseukat aktif pada tahun 1985 dan berkembang menjadi tari kreasi Meuseukat Tunang pada tahun 2000. Unsur yang mengalami perkembangan berdasarkan unsur bentuk penyajian tari yaitu adanya perubahan jumlah penari yang awalnya 12 penari dan 1 syeh berkembang menjadi penari yang beranggotakan 8, 10 bahkan bebas. Gerak pada tari tersebut mengalami perkembangan yang awalnya monoton sambil duduk, kini berubah menjadi lincah dengan adanya berdiri dan melompat. Pola Lantai yang awalnya duduk berjajar bekembang menjadi pola lantai yang bervariasi dalam berbagai bentuk dan merubah pertunjukan tari ini dalam beberapa kelompok dalam sekali penampilan. Yang terakhir yaitu unsur pendukung tari yaitu properti yang awalnya tidak ada kini ditambah dengan penggunaan Batee Ranup di akhir penampilan sedangkan tata rias dan busana tidak mengalami perkembangan.Kata kunci: Perkembangan, tari Meuseukat Tunang
PROSES PEMBELAJARAN SENI BUDAYA MELALUI SISTEM SHIFT DI MAN 2 KABUPATEN BIREUEN DALAM MASA PANDEMI COVID-19 Yonda, Baroqah Sabri; Hartati, Tengku; Samsuri, Samsuri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i2.22572

Abstract

ABSTRAKPenelitian dengan judul proses pembelajaran Seni Budaya Melalui Sistem Shift di MAN Negeri 2 Kabupaten Bireuen dalam Masa Pandemi Covid-19 mengangkat masalah bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran seni budaya menggunakan sistem shift dalam masa pandemi Covid-19 di MAN Negeri 2 Kabupaten Bireuen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran seni budaya pada materi seni rupa dua dimensi sudah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yaitu dimulai dengan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup dengan menggunakan Metode penelitian pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dan menerapkan model pembelajaran luring method . Sistem Shift yang dilakukan adalah pembagian siswa ke dalam dua bagian yaitu Shift a yang berjumlah 12 orang dan Shift b yang berjumlah 11 orang dengan alokasi waktu 30 menit perjam. Setiap Shift masing-masing dibagi perminggu untuk satu Shift persub-materi pembelajarannya. Langkah pembelajaran juga mengikuti protokol kesehatan seperti anjuran untuk siswa agar mencuci tangan terlebih dahulu, memakai masker untuk menghindari penularan virus dan saling menjaga jarak dengan menerapkan sistem Shift didalam proses pembelajaran tersebut termasuk semua siswa, guru dan seluruh orang yang berada diruang lingkup sekolah harus melaksanakan aturan sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam masa pandemi Covid-19. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan guru menunjukan bahwa capaian dari target pembelajaran untuk siswa tercapai namun tidak sebaik dari pembelajaran yang normal (tidak memakai Shift).Kata Kunci: Pembelajaran, Seni, Shift, Pandemi Covid-19.
PERKEMBANGAN MUSIK TERBANGAN DI DESA SERBAJADI KECAMATAN DARUL MAKMUR KABUPATEN NAGAN RAYA Mahqvira, Febi; Syai, Ahmad; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i1.22564

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul Perkembangan Musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan pertunjukan musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan Mendeskripsikan, perkembangan musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah anggota musik Terbangan di Desa serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Objek penelitian ini yaitu musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik obeservasi untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, wawancara untuk menggali keterangan yang lebih mendalam dan dokumentasi yang dilakukan dengan cara menyelidiki musik Terbangan untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa grup musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya suatu komunitas musik yang menggunakan musik perkusi dengan cara ditabuh. pada tahun 1990-an musik Terbangan hanya dimainkan oleh sekumpulan orangtua saja, dari segi lirik, pemain, alat musik dan penonton mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Namun sekarang sajian musik Terbangan dimainkan oleh sekumpulan muda mudi dari segi lirik juga telah diseuaikan dengan situasi pertunjukan, tiap-tiap pemain memegang satu rebana dan penontonnya juga ikut meramaikan pertunjukan musik Terbangan. Dalam hal pertunjukannya grup musik Terbangan hanya menggunakan alat musik rebana beserta vokal oleh khalifah pada grup Terbangan itu sendiri. Grup musik Terbangan di Desa Serbajadi Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya sering melakukan kegiatannya pada acara-acara pernikahan, sunah rasul dan aqikahan.Kata Kunci: Perkembangan, Musik, Terbangan
ANALISIS UNSUR GERAK SENI RAPAI GELENG Rahmi, Mauliza; Hartati, Tengku; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i3.22553

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Analisi Unsur Gerak Seni Rapai Geleng. Penelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana penerapan unsur tenaga, ruang dan waktu pada gerak tari Rapai Geleng. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur tenaga, ruang dan waktu pada gerak tari Rapai Geleng. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif , subjek penelitian adalah Tari Rapai Geleng, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah unsur gerak tari. Data diperoleh dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Rapai Geleng terdiri dari tiga babak yaitu Saleum, Kisah dan Lani. Cenderung menggunakan tenaga yang ringan dan kuat. Ruang pada tari Rapai Geleng cenderung menggunakan level sedang dan rendah, namun ada juga yang menggukan level tinggi pada saat tangan menepuk ke atas kepala. Dan waktu dalam tari Rapai Geleng ini meliputi tempo lambat, tempo sedang, tempo cepat, tempo sedang ke lambat dan tempo sedang ke cepat, dalam hal ini biasa tempo yang cepat dapat mempengaruhi tenaga menjadi kuat.Kata kunci: Analisis, Unsur Gerak, Seni, Rapai Geleng
PEMBELAJARAN TARI RATOH JAROE DAN TARI LIKOK PULO DI SANGGAR POCUT BAREN BANDA ACEH Arifani, Rizka; Hartati, Tengku; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i4.15296

Abstract

Penelitian ini berjudul Proses Pembelajaran Tari Ratoh Jaroe dan Tari Likok Pulo di Sanggar Pocut Baren Banda Aceh, bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran tari Ratoh Jaroe dan tari Likok Pulo di sanggar Pocut Baren Banda Aceh, dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam pembelajaran tari Ratoh Jaroe dan Likok Pulo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini bertempat di sanggar Pocut Baren MAN Model Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran tari Ratoh Jaroe dan Likok Pulo dilaksanakan dalam beberapa tahapan kegiatan yaitu, kegiatan pra instruksional meliputi kegiatan awal dan kegiatan inti. Kegiatan instruksional meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan evaluasi tindak lanjut. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, dan metode latihan atau latihan praktik. Faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam mempelajari tari Ratoh Jaroe dan tari Likok Pulo yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang terdapat dalam diri individu yang sedang belajar, meliputi faktor jasmaniah dan faktor psikologis. Sedangkan faktor ekstrern adalah faktor yang terdapat di luar diri individu yang sedang belajar, meliputi keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat.Kata Kunci : Pembelajaran, Tari Ratoh Jaroe, Likok Pulo
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI SMP NEGERI 2 DARUL IMARAH Sari, Putri Maurina; Zuriana, Cut; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i4.15293

Abstract

Penelitian dengan judul Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 2 Darul Imarah mengangkat masalah bagaimana pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya dan apa saja kendala dalam proses pelaksanaan pembelajaran Pantomim pada Siswa Kelas VIII-B di SMP Negeri 2 Darul Imarah. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 2 Darul Imarah khusunya pada materi konsep rancangan pementasan pantomim. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan metode jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya pada materi konsep rancangan pementasan pantomim sudah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yaitu dimulai dengan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kendala-kendala yang dihadapi guru Seni Budaya yaitu berasal dari siswa, kurangnya sarana dan prasarana, reverensi yang kurang, dan kemampuan guru yang terbatas. Sedangkan kendala yang dihadapi siswa yaitu kurangnya minat belajar, sarana dan prasarana yang tidak mendukung dan tidak adanya dukungan dari orang tua siswa.Kata Kunci: Pembelajaran, Pantomim.
TRADISI BERBALAS PANTUN DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT ACEH TAMIANG DILEMA KEUTUHAN DAN KEBERLANJUTANNYA Sarah, Siti; Hartati, Tengku; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i1.13137

Abstract

Penelitian ini berjudul Tradisi Berbalas Pantun dalam Adat Perkawinan Masyarakat Aceh Tamiang Dilema Keutuhan dan Keberlanjutannya, dengan rumusan masalah bagaimana tradisi berbalas pantun dalaam adat perkawinan masyarakat Aceh Tamiang, faktor apasaja yang menyebabkan hilangnya beberapa tahapan berpantun dalam adat perkawinan masyarakat aceh tamiang, dan faktor apa saja yang menyebabkan perubahan bentuk dalam pantun dalam adat perkawinan masyarakat Aceh Tamiang. Tujuan penelitin ini adalah untuk mendeskripsikan tradisi berbalas pantun adat perkawinan di masyarakat Aceh Tamiang, faktor yang menyebabkan hilangnya beberapa tahapan berpantun dalam adat perkawinan di masyarakat Aceh Tamiang, dan mengetahui perubahan bentuk berbalas pantun dalam adat perkawinan di masyarakat Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakaan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah para Syeh atau pemantun yang sudah lama melestarikan tradisi berbalas pantun yaitu Wak Alang, Wak Uteh, dan Wak Yo. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) tradisi berbalas pantun dalam adat perkawinan masyarakat Aceh Tamiang masih bertahan hingga saat ini (2) penyebab hilangnya beberapa tahapan berbalas pantun dalam adat perkawinan di masyarakat Aceh Tamiang adalah perkawinan berbeda suku yang pengantin pria tidak memahami proses-proses dalam adat perkawinan masyarakata Aceh Tamiang. (3) penyebab perubahan bentuk berbalas pantun dalam adat perkawinan di masyarakat Aceh Tamiang dikarenakan masyarakat yang menginginkan tradisi berbalas pantun dalam adat perkawinan masyarakat Aceh Tamiang yang menghibur dan mengikuti perkembangan zaman.Kata Kunci: tradisi berbalas pantun, adat perkawinan.
ANALISIS STRUKTUR GERAK TARI LANDOK SAMPOT DI DESA LAWE SAWAH KECAMATAN KLUET TIMUR KABUPATEN ACEH SELATAN Rizha, Rayhana; Supadmi, Tri; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i1.13133

Abstract

Penelitian tentang Analisis Struktur Gerak Tari Landok Sampot di Desa Lawe Sawah Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan ini mengangkat masalah tentang bagaimana analisis gerak tari Landok Sampot. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah T Raja Amat dan Wahallem selaku seniman sekaligus pemimpin sanggar cahyo keluwat sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah tari Landok Sampot. Data diperoleh dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis struktur gerak tari Landok Sampot dapat di tinjau dari 2 aspek yaitu aspek sikap meliputi gerak kepala, gerak badan, gerak tangan, gerak kaki dan aspek gerak meliputi motif gerak, frase gerak, kalimat gerak dan gugus gerak. Tari Landok Sampot terdiri dari 6 babak yaitu jalan masuk berbaris, salam main, landok kedayung, landok kedidi sembar, Landok Sampot, dan landok main pedang. Sedangkan tata hubungan yang terdapat didalamnya yaitu tata hubungan Hierarkis Gramatikal dimana didalamnya terdapat tata hubungan sintagmatis yang terdapat pada gugus ke 6 kalimat gerak ke 12 frase ke 47 dan motif ke 186-193. Sedangkan tata hubungan paradigmatis yang terdapat pada gugus ke 2 kalimat gerak ke 2 frase ke 6 dan motif ke 21-32 dapat di pertukarkan dengan gugus ke 4 kalimat ke 6 frase ke 34 dan motif ke 135-137.Kata Kunci: Tari Landok Sampot, Analisis, Struktur
STRUKTUR TARI TUAK KUKUR DI SANGGAR GAYO NUSANTARA ETNIK KABUPATEN BENER MERIAH Sas, Dhea Sofiami; Supadmi, Tri; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i4.13118

Abstract

Penelitian ini berjudul Struktur tari Tuak Kukur di sanggar Gayo Nusantara Etnik Kabupaten Bener Meriah, dengan rumusan masalah bagaimana tata hubungan gerak tari Tuak Kukur, dan bagaimana elemen-elemen sikap dan gerak tari Tuak Kukur. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan tata hubungan gerak tari Tuak Kukur, dan untuk mendeskripsikan elemen-elemen sikap dan gerak tari Tuak Kukur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif yaitu berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata hubungan yang terjadi di dalam tari Tuak Kukur adalah tata hubungan paradigmatis yang terdapat pada gerakan memakai kain panjang (Seluk kelubung), gerak petik, mengayunkan kain panjang, dan mengayunkan tampah.Tari Tuak Kukur secara keseluruhan ragam gerak terjadi pengulangan-pengulangan gerakan. Selain itu, pola irama di setiap syair mempunyai kesamaan atau kesatuan antara satu syair dengan syair yang lain. Sehingga dapat dikatakan gerakan dalam struktur tari ini saling menggantikan hubungan dengan komponen yang lainnya.Hasil analisis data yang diperoleh adalah tata hubungan tari Tuak Kukur terdiri dari 3 gugus, 13 kalimat, 44 frase, dan 227 motif. Elemen dasar tari adalah tubuh dibagi menjadi 4 bagian yaitu kepala, badan, tangan, dan kaki, masing-masing bagian dibagi menjadi dua yaitu unsur sikap dan unsur gerak. Bagian kepala terdiri dari 6 unsur sikap dan 7 unsur gerak, bagian badan terdiri dari 6 unsur sikap dan 7 unsur gerak, bagian tangan terdiri dari 8 unsur sikap dan 16 unsur gerak, bagian kaki terdiri dari 8 unsur sikap dan 7 unsur gerak.Kata Kunci: Analisis, struktur, tari Tuak Kukur
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP IMPLEMENTASI ADAT SEUMANOE PUCOK DI MASYARAKAT MEUKEK ACEH SELATAN Viola, Okta; Hartati, Tengku; Fitri, Aida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v3i3.13115

Abstract

Penelitian yang berjudul Persepsi Masyarakat Terhadap Implementasi Adat Seumanoe Pucok di Masyarakat Meukek Aceh Selatan. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi masyarakat Kecamatan Meukek terhadap implementasi adat Seumanoe Pucok dan makna yang terkandung dalam unsur-unsur penyajian Seumanoe Pucok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat Kecamatan Meukek terhadap implementasi adat Seumanoe Pucok dan makna yang terkandung dalam unsur-unsur penyajian Seumanoe Pucok. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat, tuha peut serta seniman. Objek dalam penelitian ini adalah implementasi adat Seumanoe Pucok di masyarakat Meukek Aceh Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner (angket), wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), conclusion drawing/verification (penarikan kesimpulan), dan menggunakan rumus skala likert. Hasil analisis data dari hasil persentase jawaban angket menunjukan bahwa 98% pelaksanaan adat di Kecamatan Meukek sudah berjalan dengan baik, Seumanoe Pucok bukanlah termasuk salah satu adat melainkan resam dalam acara perkawinan maupun sunat rasul, dan Seumanoe Pucok memiliki makna perbuatan terakhir yang dilakukan oleh kedua orang tua kepada anaknya dan juga memiliki makna pensucian, adapun makna yang terkandung dalam unsur-unsur penyajiannya ada 4 yaitu memayungi, syair, peusijuk dan siraman terakhir.Kata kunci: persepsi, implementasi, adat, Seumanoe Pucok
Co-Authors Abdillah Abdillah Ahmad Sya'i Ahmad Syai Aida Fitri Akmalia, Alfi Alfi Akmalia Anggia, Maida Anisa Fitri Ardi Pradita Ardian, Eko Ari Palawi ARIANA, AYU Arifani, Rizka Arinil Khaderi Putri Arrayyan, Ahyar Astia, Rana Ayu Rahmina Ayuni, Ida Baroqah Sabri Yonda Bau Salawati Cut Zuriana Cut Zuriana Dara Ananda Suraya Tiba Dhea Sofiami Sas Dilla Tria Novita Eko Ardian Elviana, Latifah Ernita, Mulia Ervina, Khana Fajriah, Nur Febi Mahqvira Ferdi Junanda Fitri Anggriani Fitri Anggriani Fitri, Aida Fitri, Anisa Fitriah Fitriah Fitriah Fitriah Gayo, Hasan Ali Ginting, Anjali Br Hafid, Mukhsin Putra Hanifa, Nadila Hasan Ali Gayo Hikmah, Daniatul Humaira, Wahyuna Husna Husna Husna Husna Ida Ayuni Indah Nirmala Sari Indah Shasqiah Putri Salwa Intan Fauzatul Zuhra Ismawan Ismawan Ismawan Ismawan, Ismawan Junanda, Ferdi Khairunnisa Khairunnisa Khana Ervina Kurnita, Taat Latifah Elviana Lindawati Lindawati Lindawati Lindawati Mahqvira, Febi Malahayati Malahayati Malahayati Malahayati Maulina, Alvira Mauliza Rahmi Muhammad Naufal Syahputra Mulia Ernita Mulyana, Teguh Mustaqilla, Syarifah Nabila, Adek Nadia Ulfa Nanda Putri Zuhra Nisrina, Putri Noviati, Tia Novita, Dilla Tria Nur Fajriah Nurbiyanti Nurbiyanti Nurbiyanti, Nurbiyanti Nurlaili Nurlaili Nurlaili Nurlaili Nurul Amelia Nurul Husna Nurul Husna Okta Viola Palawi, Ari Permata Sari Pradita, Ardi Putri Maurina Sari Putri Salwa, Indah Shasqiah Putri, Arinil Khaderi Putri, Rizka Kurnia Rahmi, Mauliza Rahmina, Ayu Ramdiana, Ramdiana Rayhana Rizha Raysa Hiyal Ulya Referinda, Hasnah Rida Safuan Selian Rida Safuan Selian Rizha, Rayhana Rizka Arifani Rizki, Devia Ananda Safitri, Devira Salwija, Salwija Samsuri Samsuri Samsuri Samsuri Sari, Indah Nirmala Sari, Permata Sari, Putri Maurina Sas, Dhea Sofiami Sasrita, Bysmira Sharah, Rayda Muna Siti Sarah Siti Sarah, Siti Siti Zahrah Sulistia, Dena Supadmi, Tri Suraya Tiba, Dara Ananda Sya'i, Ahmad Syahputra, Muhammad Naufal Syarifah Mustaqilla Taat Kurnita Teguh Mulyana Tia Noviati Tri Supadmi Ulfa, Maryulan Ulfa, Nadia Ulya, Raysa Hiyal Viola, Okta Yonda, Baroqah Sabri Yuli Astuti Zuhra, Intan Fauzatul Zuhra, Nanda Putri