This Author published in this journals
All Journal Al-Ulum Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Religio : Jurnal Studi Agama-agama Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Tanzil: Jurnal Studi Al-Quran MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Profetika AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Studi Al-Qur'an al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an dan Tafsir Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam An Nabighoh Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Arab Istawa: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Jurnal Ulunnuha Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith JOURNAL OF INDONESIAN COMPARATIVE OF SYARIAH LAW Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Ulumuna AL-AF'IDAH: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Pengajarannya Tatsqifiy: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis Ukazh : Journal of Arabic Studies Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Tarling : Journal of Language Education ELOQUENCE: Journal of Foreign Language Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humanities Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman At Tahfidz Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir International Journal of Halal System and Sustainability El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin Dan Filsafat MANUSKRIPTA Al-A'raf: Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat ATHLA: Journal of Arabic Teaching, Linguistic, And Literature EL-HAYAH Ukazh: Journal of Arabic Studies Wahana Islamika; Jurnal Studi Keislaman Profetika: Jurnal Studi Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Ajaran Resiliensi dalam Al-Qur’an Surat Yusuf untuk Menghadapi Pandemi Covid-19 Moh. Abdul Kholiq Hasan
AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alquds.v6i1.3262

Abstract

The Teaching of Resilience in the Al-Qur'an Surah Yusuf to Face the Covid-19 PandemicThis research aims to investigate the teaching of resilience in Surah Yusuf and its implementation for Indonesia amidst the COVID-19 pandemic. This study employs library research method with qualitative descriptive approach. Content analysis theory was used to analyse the text of Surah Yusuf and relevant commentaries, while the positive psychology approach is used for the implementation of resilience teachings to individuals and society. The results indicate that the concept of resilience in Surah Yusuf is generally built on three main factors including piety (I have), patience (I am), and iḥsān (I can). The aspects of resilience in Surah Yusuf which can be implemented amidst the COVID-19 pandemic in Indonesia are patience, gratitude, resignation, optimism, innovation, solution, self-confidence, reputation, empathy, forgiveness, trust, professionalism, and prayer. In the resilience teaching in Surah Yusuf, the role of spiritual values in the process of building resilience is more decisive, when compared to western model resilience. The higher the individual's spiritual value, the stronger the level of resilience
Kontruksi Pemikiran Keagamaan tentang Nilai-Nilai Nasionalisme Pada Penceramah di Masjid Agung Surakarta dan Sukoharjo Moh Abdul Kholiq Hasan; Kamila Adnani; Moh. Mahbub
Al-Ulum Vol. 18 No. 2 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1267.91 KB) | DOI: 10.30603/au.v18i2.660

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konstruksi pemikiran keagamaan tentang nilai-nilai nasionalisme dan wawasan nasionalisme yang terdapat pada para penceramah di masjid Agung Surakarta dan Sukoharjo. Hasil penelitian penunjukkan bahwa konstruksi pemikiran keagamaan para penceramah dapat dibagi dua tipe. Pertama, penceramah fundamentalis; pemikiran nasionalis yang selalu menjadikan teks-teks agama sebagai pijakan satu-satunya, terlalu idialistik dan normatif. Seperti penceramah HTI dan Salafi. Kedua, penceramah moderat; pemikiran nasionalis yang tidak menjadikan teks-teks agama sebagai pijakan satu-satunya tetapi juga melihat rialita dan maqâsid syarî’ah, fleksibel dan realistik. Seperti penceramah Tarbiyah-PKS dan NU. Sedang wawasan nasionalisme telah mencakup lima hal pokok nilai-nilai nasionalisme. Yaitu Pancasila, cinta tanah air dan NKRI, toleransi dan keragaman, demokrasi dan musyawarah, hormat bendera merah putih serta lagu kebangsaan. Secara umum para penceramah menerima dan mendukungnya. Kecuali terkait dengan demokrasi yang menurut penceramah HTI dan salafi bertentangan dengan Islam. HTI menerima konsep NKRI tetapi dibawah naungan khilafah.
Al-Manhâj al-Fiqhî ‘Inda Jamâ’ah “Muassah al-Da’wah al-Islâmiyah al-Indûnîsiyah” (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) wa Âtsâruhu Fî Istinbâth al-Ahkâm al-Syar’iyyah Moh. Abdul Kholiq Hasan; Iskandar Dzulkarnain; Muh. Nashirudin
AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial Vol. 16 No. 2 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia IAIN Madura collaboration with The Islamic Law Researcher Association (APHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-lhkam.v16i2.5112

Abstract

Indonesian Islamic Da’wa Institution or Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tends to embrace exclusivity and takfiri ideology. Though the group denied the claim, evidences from their fiqh manhaj foundation said the opposite. Employing library research method in descriptive qualitative fashion, this article attempts to address this issue by revealing the fiqh manhaj LDII employs and its influences over the legal decisions LDII takes. Content analysis in tandem with document triangulation and structured interviews was applied to investigate the textual references LDII uses. The findings indicate that LDII employs a fiqh manhaj called manqul, knowledge transmission centered around LDII founder – Nur Hasan ‘Ubaidah. This manhaj is influential for LDII in issuing legal decisions which tend to be exclusive and takfiri. In some cases, the fiqh manhaj of LDII was considered to be contradictory against ahlus sunnah fiqh manhaj which embraces openness and non-takfiri ideology.
TERJEMAHAN AL-HURÛF AL-MUQATHTHA‘AH VERSI INKAR AL-SUNNAH: Telaah Kritis Al-Qur`an dan Terjemah Versi Tadabbur Moh. Abdul Kholiq Hasan; Syamsul Hidayat
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 41, No 1 (2017)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v41i1.367

Abstract

Abstrak:  Penelitian ini mengkritisi al-Hurûf al-Muqaththa‘ah dalam buku al-Qur’an dan Terjemah Versi Tadabbur. Penelitian ini merupakan penelitian semantik kualitatif berbasis kepustakaan, dengan menggunakan metode deskriptif dan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Minardi Mursyid menggunakan tiga pendekatan dalam menerjemahkan al-Hurûf al-Muqaththa‘ah. Pertama, pendekatan fonetik Arab berupa bunyi dasar suara yang terdapat pada al-Hurûf al-Muqaththa‘ah. Kedua, pendekatan tematik dengan cara mengumpulan ayat-ayat lain yang ada kaitannya dengan al-Hurûf al-Muqaththa‘ah yang diterjemahkan. Ketiga, pendekatan matematik dengan memakai rumusan angka 19 temuan Rasyâd Khalîfah. Penulis menyimpulkan bahwa dari ketiga pendekatan tersebut terdapat deviasi kaidah penafsiran dan bahasa Arab. Abstract: Translation of al-Hurûf al-Muqaththa‘ah of Inkar al-Sunnah Version: a Critical Study of Minardi Mursyid’s al-Qur`an dan Terjemah Versi Tadabbur . This study aims to criticize translation of al-Huruf al-Muqathttha'ah in Al-Qur’an dan Terjemah Versi Tadabbur. This research is text-based using semantic qualitative approach. This study reveals that Minardi Mursyid used three approaches in translating al-Huruf al-Muqaththa‘ah. The first approach was Arabic phonetic considering through basic sounds of al-Huruf al-Muqaththa‘ah. The second approach was thematic by collecting other verses related to the translation of al-Huruf al-Muqaththa‘ah. The third approach was mathematic using phenomenon of number 19 found by Rasyad Khalifah. The author affirms that the three above mentioned approaches had deviated from the principles of Quran exegeses and Arabic language. Kata Kunci: Minardi, Inkar al-Sunah, al-Qur’an, al-Hurûf al-Muqaththa‘ah
TANDA TASHIH DAN INDUSTRIALISASI MUSHAF AL-QUR’AN Moh. Abdul Kholiq Hasan; Hikmatul Jazila Daroini
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i2.13086

Abstract

This paper attempt to answer how a Mushaf publisher obtained the letter "Tanda Tashih"? And how is the influence of the letter "Tanda Tashih" Mushaf on consumer confidence in the industrialization of the Mushaf al-Qur'an ?. This field research used a qualitative descriptive method with a phenomenological approach. The results showed that the "Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ)" Ministry of Religion of the Republic of Indonesia has established strict procedures and accountability in issuing the letter "Tanda Tashih" as a legal permit for the circulation of Mushaf in Indonesia. The letter "Tanda Tashih"  or Circular Permit can minimize various errors in publishing the Mushaf al-Qur ʻan. All companies publishing al-Qur'an in  Indonesian is obliged to comply with and follow the procedures and regulations for publishing al-Qur'an that have been established by the LPMA. The aim is to guarantee the correctness of the Al-Quran manuscripts and to give consumers a sense of trust. Surat Tanda Tashih has a far-reaching and profound influence on consumers' confidence in buying the Mushaf of the Qur'an. The existence of the Surat Tashih letter has become one of the most important factors in the development of the industrialization of the Mushaf al-Qur ʻan in Indonesia.
THE COMPONENT CHARACTERISTICS OF A FAVORITE TEACHER IN THE ERA OF INDUSTRIAL REVOLUTION 4.0 (Study in verses 129 and 151 of Surah al-Baqarah) مكونات شخصية المعلم المختارة في عصر الثورة الصناعية الرابعة (دراسة من خلال آيتي 129 و 151 من سورة البقرة) Moh. Abdul Kholiq Hasan
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 23, No. 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v23i1.16794

Abstract

This research aims to investigate the components of chosen teachers’ characteristics in the industrial revolution era 4.0 based on the cue of verse 129 and 151 of surah al-Baqarah. It employed library research method with descriptive qualitative approach. Content analysis theory was used to analyze the texts of verse 129 and 151 of surah al-Baqarah and related commentaries with the contextualization approach of the Qur'an. The results indicate that the components of  chosen teachers’ characteristics in the industrial revolution era 4.0 fit with the cue of verse 129 and 151 of surah al-Baqarah as follows: (1) Having extensive reading and consistent with al-Quran and science and technology related to industry 4.0, (2) Teaching al-Quran and writing, including electronic writing, (3) Teaching wisdom in the form of expertise in interacting with the development of industrial technology 4.0, (4) Purifying the soul from all badness including paying attention to practical ethics with industrial technology 4.0, (5) Continue to increase knowledge of industrial technology 4.0.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompenen karakter guru pilihan di era revolusi indrustri 4.0 sesuai isyarat ayat 129 dan 151 surah al-Baqarah. Menggunakan metode penelitian perpustakaan dengan pendekatan deskreptif kualitatif. Teori konten analisis digunakan untuk menganalisis teks ayat 129 dan 151 surah al-Baqarah dan karya tafsir terkait dengan pendekatan kontentualisasi al-Qur`an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen karakter guru pilihan di era revolusi indrustri 4.0 sesuai isyarat ayat 129 dan 151 surah al-Baqarah adalah (1). Memiliki bacaan yang luas dan konsisten terhadap al-Quran dan ilmu teknologi terkait industri 4.0 (2). Mengajarkan al-Qur`an dan penulisan, termasuk penulisan elektronik (3). Mengajarkan hikmah berupa keahlian dalam berinteraksi dengan perkembangan teknologi indrustri 4.0 (4). Membersihkan jiwa dari segala keburukan termasuk memperhatikan etika praktik dengan teknologi indrutri 4.0. (5) Terus menambah pengetahuan teknologi industri 4.0.ملخص: تهدف الدراسة معرفة مكونات شخصية المعلم المختارة في عصر الثورة الصناعية  4.0 من خلال دراسة آيتي 129 و 151 من سورة البقرة. تعتمد هذه الدراسة منهج البحث المكتبي الوصفي التحليلي بتحليل آراء المفسرين واستنباطاتهم تجاه آيتي  129و 151 من سورة البقرة، بطريقة تحليل المحتوي أو ما يسمى بــ (content analysis)، مع إظهار فهم سياق الآيات للواقع والحياة الإنسانية. وقد أظهرت نتائج الدراسة،  أن مكونات شخصية المعلم المختارة في عصر الثورة الصناعية 4.0 كما أشارت إليها آيتا 129و 151 من سورة البقرة، هي: (1) التلاوة الواسعة والمستمرة سواء كان المتلو هو القرآن أوغيره من العلوم التطبيقية و التقنية الحديثة.  (2) تعليم الكتاب والكتابة، لتشمل معنى الكتابة، الكتابة الإلكترونية (3) تعليم الحكمة وهي الملكة في التعامل مع التقنية الرقمية التي هي من سمة عصر الثورة الصناعية 4.0 (4). تزكية النفوس و الاهتمام بالممارسة الاخلاقية (Ethical Practice) في التعامل مع التطور التكنولوجي في عصر الثورة الصناعية 4.0. (5) الاستزادة المستمرة من العلوم التقنية المبتكرة في عصر الثورة الصناعية الرابعة (4.0)
PENGARUH HAFALAN AL-QUR’AN DAN INTENSITAS SHOLAT TAHAJUD TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN QUR’AN-HADIS Sayidatun Wihardina Awaliah; Moh. Abdul Kholiq Hasan; Ari Anshori
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v18i1.6339

Abstract

The aim of the compiling of the study was to find out and explain the academic matters, was to find out how big the effect of memorizing al-Qur’an and the intentity of tahajud prayer toward academic achievement of Qur’an Hadis either collectively or partially. The study was quantitative with education as its scope. Rather it used the combination of library and field research as its research place. The collecting data used questionnaire and documentation. The validation of the research instrument by analizing items was counted with correlation formula ‘Product Moment’, and the reliability was counted by formula Alpha Cronbach. The technique of analizing data to examine hypothesis was correlation analysis technique of Product Moment and technique double regression two predictors. The result of the study showed that significance level 5% was acquired by the value of t count of either memorizing al-Qur’an or intentity of tahajud prayer was 0,182 and 0,579, whereas the value of t table was 2,026. Since t count t table, it can be inferred that neither memorizing al-Qur’an nor intentity of tahajud prayer has significant effect toward academic achievement of Qur’an Hadis. In addition, based on the result of the study, the test value of F count was 0,389 and based on the table, the value of F table was 3,245. Since F count F table, the conclusion was that there was no significant effect of memorizing al-Qur’an and intentity of tahajud prayer on academic achievement of Qur’an Hadis collectively. Based on the analizing, the researcher found the other factor that could influence students academic achievement was motivation, either motivation of memorizing al-Qur’an or tahajud prayer.Disusunnya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan hal-hal yang terkait dengan problem akademik, yaitu:mengetahui seberapa besar pengaruh hafalan al-Qur’an dan intensitas salat tahajud baik secara bersama-sama atau parsial terhadap prestasi belajar Qur’an Hadis. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan pendidikan sebagai ruang lingkup penelitiannya dan menggabungkan kepustakaan (library research) dan lapangan (field research)sebagai tempat penelitiannya.Metode pengambilan data menggunakan angket dan dokumentasi. Validitas instrument penelitian dilakukan dengan analisis butir hitung dengan rumus korelasi product moment. Reliabilitas instrument dihitung dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Teknik analisis data yang dipakai untuk menguji hipotesis adalah teknik analisis korelasi Product moment dan teknik regresi ganda 2 prediktor.Hasil penelitian menunjukkan dengan taraf signifikan 5% diperoleh nilai t hitung hafalan al-Qur’an dan intensitas salat tahajud secara berurutan sebesar 0,182 dan 0,579, sedangkan  t tabel 2,026.  Karena  t hitung t tabel  maka dapat disimpulkan bahwa  baik hafalan al-Qur’an maupun intensitas salat tahajud tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar Qur’an Hadis. Kemudian berdasar hasil penelitian diperoleh nilai uji F hitung sebesar  0,389 dan berdasar tabel diperoleh nilai F Tabel sebesar 3,245. Karena F hitung F tabel  maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama sama antara hafalan al-Qur’an dan intensitas salat tahajud terhadap nilai mata pelajaran Qur’an Hadis. Berdasarkan analisis yang dilakukan, peneliti menemukan faktor lain yang bisa mempengaruhi prestasi belajar santriwati, yaitu motivasi. Baik motivasi menghafal al-Qur’an ataupun motivasi salat tahajud.
MANUSKRIP MUSHAF AL-QUR‘AN DAUN LONTAR KOLEKSI KIAI ABDURROCHIM (KAJIAN PEMAKAIAN RASM DAN QIRA`AT) Qona’ah Dwi Hastuti; Moh. Abdul Kholiq Hasan
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11060

Abstract

Tulisan ini mengkaji manuskrip mushaf Al-Qur‘an  daun lontar koleksi Kiai Abdurrochim dari Tarub, Jawa Tengah. Hanya ada satu naskah yang menjadi obyek kajian. Fokus yang akan dibahas pada penelitian ini adalah bagaimana penggunaan rasm dan qira`at pada naskah koleksi Kiai Abdurrochim tersebut. Hasil penelitian menemukan bahwa mushaf tersebut dalam penulisan rasm menggunakan kaidah rasm usmani, meskipun ada beberapa kesalahan dalam penulisan namun tidak mempengaruhi tulisan tersebut. Sedangkan pada aspek qira`at mushaf tersebut menggunakan qira`at Imam Ashim riwayat Hafs dalam menyalin teksnya. Meskipun ada beberapa kata dalam lafal-lafal tertentu yang masih merujuk pada qira`at Qalun riwayat Nafi’.This research is analyzing  the manuscript of Al-Qur‘an  on palm leaf collected by Kiai Abdurrochim from Tarub, Central Java. There is only one text being the object of the study. It is focused on how to use rasm and qira`at in the manuscript collected by Kiai Abdurrochim. The researchers found that the manuscript used usmani rasm rules in rasm writing, although there were some writing errors but they did not affect the writing. Whereas in the aspect of the qira`at of the manuscripts uses Imam Ashim’s qira`at based on the narration of Hafs in duplicating the text. Even though there are some words in certain pronunciations that still refer to Qalun’s qira`at based on the narration of Nafi’.
METODE PEMBELAJARAN TAHFĪŻUL QUR’ᾹN DI MADRASAH IBTIDA’IYAH TAHFĪŻUL QUR’ᾹN AL-MA’SHUM SURAKARTA DAN ISY KARIMA KARANGAYAR JAWA TENGAN Moh. Abdul Kholiq Hasan; Muthoifin Muthoifin; Ali Abdurrohim
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9953

Abstract

Abstract: Madrasah Ibtida'iyyah (MI) is an educational institution under a religious ministry that has a special characteristic to deliver learners into a broad-minded generation, proficient in scholarship and noble character. MI al-Ma'shum Surakarta and MI Isy Karima Karangayar, these two madrasahs have a role in educating the students, the family and the life of the nation by conducting educational programs with the national education curriculum (diknas), the Ministry of Religion (kemenag) and the flagship program of tahfîzul Qurᾱn. Both institutions are trying to get the maximum target of education, especially in Tahfīżul Qur'ᾱn learning which became the focus of research, this research was conducted to find out what method applied in MI al-Ma'shum Surakarta and MI Isy Karima Karangayar and how far the effectiveness and efficiency of learning in it. Abstrak: Madrasah Ibtida’iyyah (MI) merupakan sebuah lembaga pendidikan dibawah kementrian agama yang mememiliki ciri khusus untuk mengantarkan peserta didik menjadi generasi yang berwawasan luas, cakap dalam keilmuan dan berakhlak mulia. MI al-Ma’shum Surakarta dan MI Isy Karima Karangayar, kedua madrasah ini memiliki peran dalam mencerdaskan peserta didik, keluarga dan kehidupan bangsa dengan menyelengarakan program pendidikan dengan kurikulum pendidikan nasional (diknas), kementrian agama (kemenag) dan program ungulan berupa tahfîzul Qurᾱn. Kedua lembaga ini berupaya mendapatkan target pendidikan yang maksimal terutama dalam pembelajaran Tahfīżul Qur’ᾱn yang menjadi fokus penelitian, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode apa saja yang diterapkan di MI al-Ma’shum Surakarta dan MI Isy Karima Karangayar dan sejauh mana efektifitas dan efisiensi pembelajaran didalamnya. 
METODE PENDIDIKAN ISLAM DALAM TAFSIR AL-MISHBAH PERSPEKTIF MUHAMMAD QURAISH SHIHAB Sudarno Shobron; Moh. Abdul Kholiq Hasan; Hasan Kapawi
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v18i2.7430

Abstract

Educational methods have an important role in the education process, educators who are engaged in teaching and learning process, if want the goal can be achieved effectively and efficiently, then using appropriate methods in teaching and learning process in accordance with the material being taught and the ability of students. The Qur'an contains normative values of Islamic education, not least the method of Islamic education, because the style of language (uslub) and the expression (tadbir) contained in the Qur'an indicates that these verses contain educational methods with different styles and varieties. Objectives to be achieved in this research are: Describe the method of Islamic education in the Qur'an according to Muhammad Quraish Shihab in Tafsir al-Mishbah. This research is library research with qualitative research method, data analysis of researchers using data analysis techniques used in this study is deductive analysis, that is how to draw specific conclusions from things that are general. The sources of data taken consisted of Tafsir al-Misbah and books relevant to this research.Sources of data are taken from Tafsir al-Misbah and books relevant to this research. The results of the research can be concluded from several Islamic Educational Methods contained in al-qur'an, among others:  (1) The command to ask the one who does not know something (the case) to another who knows more about the matter (the case), (2) Allah revealed the Qur'an which contains the story of the former to direct humanity to a better life, (3) Exemplary of the Prophet Muhammad saw. include matters relating to worship to Allah swt. as well as those relating to fellow human beings, (4) Ibrah taken from stories can explain religious issues, show truth and a straight path, and open the door of mercy for believers, (5) Advice calls on people to implement the Shari'ah that God established and to refrain from various things and deeds that Allah has forbidden, (6) Allah always accepts the repentance of his servant who repents to Allah and regrets his guilt, (7) a great reward is given to those who are patient toward disaster and anyone who is always grateful, that is a high position in the sight of Allah SWT. and they get forgiveness, (8) The Qur'an notices the wrongs of a person, especially Muslims to accept the Shari'a.Metode pendidikan mempunyai peranan penting dalam proses pendidikan. Seorang pendidik yang berkecimpung dalam proses belajar mengajar, apabila menginginkan tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien, maka menggunakan metode yang tepat dalam proses belajar mengajar sesuai dengan m ateri yang diajarkan dan kemampuan anak didik yang menerima. Al-Qur’an memuat nilai-nilai normatif pendidikan Islam, tidak terkecuali metode pendidikan Islam, karena gaya bahasa (uslub) dan ungkapan (tadbir) yang terdapat dalam al-Qur’an menunjukkan bahwa ayat-ayat itu mengandung metode pendidikan dengan corak dan ragam yang berbeda-beda Tujuan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah: Mendeskripsikan metode pendidikan Islam di dalam al-Qur’an menurut Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) dengan metode penelitian kualitatif. Untuk mengolah data, peneliti menggunakan Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deduktif, yaitu cara menarik kesimpulan khusus dari hal-hal yang bersifat umum. Sumber data yang diambil terdiri dari Tafsir al-Misbah dan buku-buku yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan dari beberapa Metode Pendidikan Islam yang terdapat dalam al-qur’an, antara lain: (1) Perintah untuk bertanya bagi orang yang tidak tahu akan suatu hal (perkara) kepada orang lain yang lebih mengetahui akan hal (perkara) tersebut. (2) Allah menurunkan al-Qur’an yang bersisi tentang kisah kaum terdahulu untuk mengarahkan umat manusia menuju kehidupan yang lebih baik, (3) Keteladanan Nabi Muhammad saw.  meliputi hal-hal yang berhubungan dengan ibadah kepada Allah swt. maupun yang berhubungan dengan sesama manusia. (4) Ibrah yang diambil dari kisah-kisah dapat menerangkan persoalan-persoalan agama, menunjukkan kepada kebenaran dan jalan yang lurus, dan membuka pintu rahmat bagi orang yang beriman. (5) Nasiat menyeru manusia agar melaksanakan syariat yang ditetapkan Allah dan mengekangan diri dari berbagai hal dan perbuatan yang diharamkan Allah swt. (6). Allah senantiasa menerima taubat hambanya yang bertaubat kepada-Nya dan menyesali akan kesalahannya, (7) Akan ada pahala yang besar bagi siapa saja yang bersabar terhadap bencana dan siapa saja yang selalu bersyukur, yaitu kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT. dan mereka memperoleh ampunan, (8) Al-Qur’an memperhatikan kesiapan seseorang, khususnya umat Islam untuk menerima syariat.
Co-Authors Abdullah Muhammad Yahya Abdurrohim Abdurrohim Abdurrohim Abdurrohim, Abdurrohim Abdurrohim, Ali Aidah Novianti Putri Ainur Rhain Aisha Bahaaeldin Eprahim Ali Aisha Bahaaeldin Eprahim Ali Aisyah Nurhayati Aisyah Nurhayati Akbar Nurahman Mansur, Andi Ilham Al-Hazmi Wibowo, Moh. Milzam Ali Abdurrohim Ami Bintu Sukardi Hasan Amru Saputra Andri Nirwana AN Ari Anshori Ari Anshori, Ari Ari Hikmawati Ari Hikmawati Arifah Ma’sum, Khusnul Askha, Milati Awaliah, Sayidatun Wihardina Ayatullah Kutub Hardew Az Zahra, Fatimah Bunga Syalsabilla Daroini, Hikmatul Jazila Dewi Umi Hanifah Dhestina Religion Mujahid Ervi Marafaniza Ervi Marafaniza Farhan Lasandi, Naufal Farkhan, Farkhan Fatimah Ummi Fauziah Fauziah, Fatimah Ummi Febriyani, Aniroh Haeria, Wa Ode Hafida Hafidah Haidar Edward Lumbantobing Hakim, Arif Khoirul Haris, Siti Atikah Harjanti, Chikmatul Aprilia Hartafan, Azmil Iman Hasan Kapawi Hastuti, Qona?ah Dwi Hidayati, Siti Desi Hikmatul Jazila Daroini Hikmawati, Ari Ibnu Syahid, Luthfi Afif Ibrahim, Rosmala Ihsan Irfandi Iin Emy Prastiwi, Iin Emy Ikhsan, Sarapuddin Imam Makruf Imron Rosadi Imron Rosyadi Imron Rosyadi Imron Rosyadi Intiha Bima Tafriha Iskandar Dzulkarnain Islam, Saiful Ismail Yahya Kamila Adnani Kapawi, Hasan Kashogi, Septian Khairunnisa, Ni’mah Kharis Nugroho Maimonah, Sri Maimonah Mar'ati Sholihah Marafaniza, Ervi Marinda Noviani Masri, Muh. Miswal Moh. Mahbub Mufidah, Khodijah Muh Nashiruddin Muhammad Imam Syafi'i Muhammad Nanang Qosim Muhammad Parwoko Mujadilah, Saufa Mujahid Abqori Mujahid, Dhestina Religion Mukhtar Arifin Muslimin, Suharmin Mustofa, Achmad Muthoifin Nabil, Ubaidillah Nanang Qosim Naufal Hidayatullah Nur Aini Khasanah, Isna Nur Sahid Nurul izzah amir Putri, Fatimah Arisika Qona’ah Dwi Hastuti Rahmat Hidayat Rahmawati, Sugma Riza Tamami Saiful Islam Salsabila, Laily Sayidatun Wihardina Awaliah Sayuti, Muhammad Sholihah, ‘Amilatu Slamat, Khairunnisa Sudarno Shobron Sudarno Shobron Sudarno Shobron, Sudarno Syamsul Hidayat SYAMSUL HIDAYAT Tegar Khoirul Azmi Triono, Dwi Condro Trisno Susilo Triyono Triyono Triyono Triyono Ummu Hanifah Uswatun Hasanah Veithzal Rivai Zainal Yubas Muhammad Ilham Zaenal Muttaqin Zahida, Aisyah Hana' ‘Amilatu Sholihah