Claim Missing Document
Check
Articles

Pola Pemanfaatan Taman Wisata Wendit di Kabupaten Malang sindyarti mulia jaya; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman wisata wendit adalah suatu wilayah terbuka yang di tumbuhi berbagaitanaman yang memiliki fungsi sebagai obyek wisata, yang dapat dinikmati dan memilikidaya tarik wisata utama berupa kolam pemandian dan habitat jenis monyet ekorpanjang. Dengan adanya taman wisata dapat memberikan sarana rekreasi denganberbagai hiburan dan aktivitas di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui pola pemanfaatan ruang pada Tawam wisata Wendit yang sesuai dengankeadaan desain fisik yang ada. Metode yang digunakan adalah analisis kualiytatef,menggunakan pemetaan place centered mapping. Hasil dari penelitian yang dilakukan inidapat berguna sebagai acuan dalam usaha pengembangan taman wisata di harikedepannya, sehingga perubahan yang dilakukan tepat pada komponen yang perlu.Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengamatan dilakukan pada zonazonayang telah dibagi pada area taman wisata Wendit, pada saat siang hari dan sore haridan dilakukan pada saat hari kerja (senin-kamis) dan hari libur (sabtu-minggu). Daripenelitian ini dapat diketahui bahwa pemanfaatan taman wisata wendit tidaklah meratabeberapa area seperti pasar wisata, area hutan dan area kolam perahu kurangtermanfaatkan. Pola yang muncul dari pemanfaatan taman wisata berupa pola linear.Kata Kunci : pola, pemanfaatan, taman wisata
Kualitas Enclosure (Keterlingkupan) Ruang Terbuka Publik Koridor Jalan Sukarno Hatta Kota Malang I Kadek Rama Saputera; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka publik merupakan elemen kota yang penting terutama koridor jalan.Koridor jalan utama di Kota Malang umumnya berada di kawasan komersial,khususnya pada Koridor Jalan Sukarno Hatta. Koridor ini memiliki berbagai potensi.Namun, percepatan pembangunan yang terjadi berdampak pada aspek fisik ketinggiandan setback bangunan yang bervariasi sehingga belum dapat mengakomodasi kualitasenclosure dengan baik. Penelitian dilakukan melalui pengukuran aspek fisik enclosurepada kawasan studi, yakni tinggi dinding jalan, setback dinding jalan, dan lebar lantaijalan. Perhitungan derajat enclosure menggunakan rasio d/h (jarak dibagi tinggidinding jalan yang saling berhadapan). Adapun, tahap analisis data dilakukan melaluitahap klasifikasi data, overlay data, penentuan cluster jalan, penentuan derajatenclosure, dan analisis kualitas enclosure. Sementara, sintesis data dilakukan denganmengompilasi hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas enclosurepada koridor ini didominasi oleh kualitas enclosure dengan kategori “lemah” (2 m<d/h≤4 m), sekaligus diperoleh strategi untuk peningkatan enclosure melaluipenelusuran karakteristik pada cluster dengan kualitas enclosure “sedang” (1 m<d/h≤2 m ). Strategi tersebut dapat ditempuh melalui penyesuaian terhadap karakteristikzona dan fungsi bangunan, ketinggian dan setback vegetasi, pagar, serta bangunan. 
Kawasan Wisata Waduk Selorejo (Penataan Berdasarkan Evaluasi Masyarakat) Aisyah Ridha Rahmawati; Jenny Ernawati; Haru Agus Razziati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan wisata Waduk Selorejo merupakan kawasan wisata yang memiliki daya tarik panorama alam yang unik, karena terdiri dari alam darat dan perairan. Tetapi, saat ini grafik jumlah pengunjung yang datang ke kawasan wisata Waduk Selorejo semakin menurun. Selain itu. terdapat banyak permasalahan pada penataan lingkungan fisik di kawasan wisata Waduk Selorejo. Penurunan jumlah pengunjung dapat disebabkan oleh penataan kawasan wisata Waduk Selorejo yang tidak tertata dengan baik dan menarik. Persepsi masyarakat terhadap lingkungannya memiliki peranan penting dalam pengembangan kawasan wisata. Sehingga diperlukan kajian evaluasi masyarakat terhadap penataan kawasan wisata Waduk Selorejo. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana evaluasi masyarakat terhadap penataan kawasan wisata Waduk Selorejo saat ini dan bagaimana rekomendasi penataan untuk meningkatkan kualitas kawasan wisata Waduk Selorejo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran dengan pendekatan deskriptif. Metode kulitatif dengan menggambarkan kondisi eksisting kawasan, sedangkan kuantitatif dengan teknik kuesioner yang dianalisis menggunakan mean score. Pemilihan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan perhitungan rumus Slovin. Hasil studi yang diperoleh menunjukkan bahwa secara garis besar evaluasi masyarakat terhadap penataan kawasan wisata Waduk Selorejo bernilai negatif sehingga diberikan rekomendasi penataan untuk meningkatkan kualitas kawasan.Kata kunci: penataan, kawasan wisata, evaluasi
Kualitas Walkability pada Koridor Jalan Kayu Aya Seminyak Bali Cynthia Luna Kanadeva; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.921 KB)

Abstract

Bagi suatu kawasan wisata dengan fungsi-fungsi penunjang berdekatan didalamnya,moda transportasi non-motorized yang paling efisien dan mudah diakses olehmasyarakat ialah berjalan kaki. Guna mendukung kegiatan berwisata pada kawasantersebut, wisatawan membutuhkan kualitas berjalan yang baik (walkability). Jl. KayuAya yang memiliki karakter koridor jalan dengan fungsi perdagangan dan jasa dikawasan wisata Seminyak memiliki potensi dan masalah terkait kualitas walkabilitytersebut. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah guna mengetahui kualitas walkabilitypada koridor jalan Kayu Aya Seminyak beserta pengaruh dari kualitas walkabilityterhadap preferensi berjalan masyarakat di koridor jalan tersebut. Penelitian inimelibatkan 180 responden sebagai sampel. Metode penelitian yang digunakan ialahmetode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Untuk mengetahui pengaruh kualitaswalkability terhadap preferensi berjalan masyarakat dilakukan analisis data statistikregresi. Hasil yang didapatkan adalah kualitas walkability di koridor Jalan Kayu Ayamenunjukkan hasil bervariasi mulai dari kualitas rendah hingga tinggi. Kualitastersebut turut mempengaruhi preferensi berjalan masyarakat dalam beberapa faktorseperti estetika street furniture, rest spot area, daya tarik aspek sosial, amenities koridorjalan wisata, keamanan pejalan kaki, penanda jalan dan fasilitas penyeberangan.Kata kunci: Walkability, koridor jalan, pedestrian way, preferensi
Sistem Seting Dan Sistem Aktivitas Pada Kampung Nelayan Tambakrejo (Tamban) Kabupaten Malang Kukuh Alfandhi Kurniawan; Jenny Ernawati; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.172 KB)

Abstract

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang sebagian besar nenek moyang bekerja sebagai nelayan. Tetapi kenyataannya belakangan ini permukiman nelayan kurang tertata dan diperhatikan. Ada juga beberapa permukiman yang rawan akan bencana alam seperti ombak pasang, tsunami, dan banjir, salah satunya adalah Kampung Nelayan Tambakrejo. Hal itu juga yang menyebabkan adanya wacana relokasi ke tempat yang baru. Maka dari itu perlu adanya penelitian tentang sistem seting dan aktivitas pada Kampung Nelayan Tambakrejo supaya nantinya bisa menjadi masukan rencana desain pada relokasi. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan survei lapangan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem seting dan sistem aktivitas Kampung Nelayan Tambakrejo. Pada pesisir pantai Tambakrejo terdapat berbagai macam seting dan aktivitas yang dilakukan oleh penduduk maupun pengunjung. Berdasarkan analisis yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa ada beberapa sistem seting yang harus dimasukan dalam rencana relokasi Kampung Nelayan Tambakrejo, tetapi ada pula yang sebaiknya tetap berada pada kawasan eksisting Kampung Nelayan Tambakrejo.Kata kunci: permukiman nelayan, sistem seting, sistem aktivitas, relokasi
Tingkat Kenyamanan Desain Interior pada Perpustakaan (Studi Kasus : Perpustakaan Umum Kota Tuban, Jawa Timur) Imroatin Nurillah; Chairil Budiarto Amiuza; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.328 KB)

Abstract

Perpustakaan Umum Kota Tuban membutuhkan peningkatan kualitas kenyamanan interior khususnya pada aspek tata ruang, pencahayaan, pewarnaan dan sirkulasi. Studi ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan teknik penelitian survey tingkat kenyamanan pengguna terhadap desain interior di perpustakaan. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode campuran (mixed), yaitu penggunaan metode kualitatif dalam menjelaskan kondisi eksisting objek observasi dan metode kuantitatif dalam pengambilan data persepsi pengguna perpustakaan malalui teknik survey. Analisis yang dilakukan merupakan analisis dari hasil pengamatan lapangan, analisis data kuantitatif dari survey kuisioner dan analisis dengan standar yang ada. Hasil studi ini menarik kesimpulan bahwa pada elemen tata ruang pengguna merasa masih tidak nyaman hingga penulis memberikan beberapa masukan untuk mengatasi hal ini. Pada pewarnaan ruang di beberapa ruang sudah memenuhi kenyamanan pengguna. Sedangkan pada pencahayaan alami maupun buatan dinyatakan sudah nyaman dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna. Sirkulasi ruang masih berada pada tingkat kenyamanan antara nyaman-tidak nyaman sehingga perlu adanya perbaikan. Dengan temuan hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan masukan kepada pengelola Perpustakaan khususnya dalam mendesain interior untuk meningkatkan kualitas layanan.Kata kunci: Desain interior perpustakaan, tingkat kenyamanan pengguna.
Persepsi Pengguna terhadap Kenyamanan Beraktivitas pada Kawasan Alun - Alun Kota Probolinggo Mala Azizatul Mukhoyyaroh; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Kota merupakan pusat kegiatan manusia dalam melakukan berbagai aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, politik, dan pemerintahan serta penyedia layanan untuk masyarakat. Berbagai kepentingan di perkotaan menyebabkan kota mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat pesat, yang diiringi dengan penurunan kualitas lingkungan. Sebagai salah satu solusi adanya penurunan kualitas tersebut, maka perlunya pengadaan ruang terbuka hijau, terlebih lagi yang dapat mewadahi aktivitas masyarakat dalam hal ini disebut sebagai ruang terbuka publik. Pada ruang terbuka publik aspek kenyamanan sangat penting agar masyarakat dapat tertarik untuk mengunjunginya. Penelitian ini berdasar pada latar belakang yang bertujuan untuk mengetahui persepsi pengguna terhadap kenyamanan beraktivitas pada kawasan Alun – Alun Kota Probolinggo. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan kondisi eksisting kawasan penelitian dan metode kuantitatif digunakan untuk mengetahui persepsi pengguna terhadap kenyamanan beraktivitas dan apa saja yang mempengaruhinya. Jumlah responden sebanyak 230 orang yang terbagi ke dalam enam zona lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna merasakan cukup nyaman dalam beraktivitas di dalam kawasan Alun – Alun Kota Probolinggo. Faktor – faktor yang mempengaruhi kenyamanan beraktivitas pada lokasi penelitian ini yaitu perasaan senang beraktivitas, kesesuaian layout dan desain ruang untuk beraktivitas, proporsi visual elemen ruang, dan tatanan vegetasi.   Kata kunci: kenyamanan, aktivitas, ruang terbuka publik   ABSTRACT   A city is a center of human being activities such as social activity, economic, education, politic, government activity, and society service provider. Multifarious activities in the city induce a huge population growth, and accompanied by decreasing environment quality. As a solution of decreasing environment quality, it is necessary to construct a green space, even a green space which facilitate activities as known as public open space. Public open space has an aspect that is comfort which is very important to attract people to visit it. This research based on a background which has purpose to known people perception on how comfort they are doing activities in Alun – Alun Probolinggo. The research contains two methods such as qualitative and quantitative method. Qualitative method is used to describe an existing condition of object study and quantitative method is used to know how people perception to feel comfort doing activities in public open space. This research has 230 respondents who divide into six zones of object study. The result of this research is user of Alun – Alun Probolinggo feel comfort enough doing activities inside it. The factors that influenced the comfort of activities in open public space especially this research location are feeling pleasure, presence of suitability layout and good design, presence of visual elements proportion, and plan of vegetations. Keywords: comfort, activities, public open space
Kampung Akuarium: Keterkaitan antara Partisipasi Warga dengan Pembentukan Ruang Sosial pada Kampung Abidzar Al Ghifari; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses terbentuknya ruang sosial di Kampung Akuarium oleh partisipasi warga dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih untuk menelusuri proses partisipasi yang terjadi sejak sebelum kampung ini digusur pada tahun 2016. Partisipasi warga terwujud dalam bentuk aktivitas sosial yang dilakukan oleh subjek. Aktivitas ini dilakukan sebagai bentuk keikutsertaan warga dalam membentuk ruang sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa partisipasi yang terjadi di Kampung Akuarium adalah partisipasi yang sifatnya kontinu. Artinya, aktivitas yang dilakukan oleh warga ikut membentuk struktur ruang kampung secara keseluruhan. Temuan ini juga menunjukkan bahwa struktur ruang kampung terbentuk secara organik sebagai manifestasi dari aktivitas warganya. Kemudian, korelasi antara partisipasi dengan ruang sosial adalah korelasi timbal-balik yang melibatkan unsur subjek, aktivitas, dan ruang. Ketiga unsur ini saling mempengaruhi satu sama lain sehingga tanpa adanya salah satu unsur maka struktur ruang kampung tidak akan terbentuk. Partisipasi yang terjadi terbagi menjadi dua jenis: Partisipasi Pembangunan dan Partisipasi Pemanfaatan. Artinya, aktivitas warga dapat membentuk struktur ruang yang baru atau dapat memanfaatkan ruang yang telah ada. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan penataan pada Kampung Akuarium tidak dapat dilakukan secara top-down mengingat sifat organik dari struktur ruang Kampung Akuarium.   Kata kunci: partisipasi, aktivitas, ruang sosial, warga,
Walkability Jalur Pedestrian by Design di Area Kampus Universitas Brawijaya Malang Antonio Heltra Pradana; Jenny Ernawati; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.312 KB)

Abstract

Kampus Universitas Brawijaya telah mencanangkan diri menuju Green Campus. Salah satu poin penting dalam penataan berbasis Green Campus ialah kualitas jalur pejalan kaki. Kedekatan kampus dengan lingkungan permukiman dan rumah kos di area barat kampus UB menyebabkan banyak aktivitas berjalan kaki tetapi. Kondisi ini tidak diimbangi adanya jalur pejalan kaki dengan kualitas yang baik. Aspek walkability kemudian digunakan untuk mengukur tingkat kualitas sirkulasi jalur pejalan kaki. Aspek kenyamanan, keamanan, dan kemenerusan jalur merupakan pendekatan yang diambil untuk mengkaji aspek walkability ini. Penelitian dilakukan dengan metode observasi dan kuisioner. Observasi dilakukan pada lokasi amatan yang memiliki keterhubungan antara gerbang masuk (origin) di area barat dengan lingkungan fakultas (destination). Kuisioner disebar pada 90 mahasiswa untuk mendapatkan tanggapan terhadap aspek walkability. Data yang didapat kemudian dianalisa menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil yang didapatkan yaitu jalur pejalan kaki di area barat kampus UB sudah cukup baik. Walkability pada jalur pejalan kaki masih bisa ditingkatkan kualitasnya terutama pada aspek kenyamanan.Kata kunci: Walkability, Kenyamanan, Keamanan, Kemenerusan
Tata Ruang Hunian Pengrajin Akar Jati Desa Tempellemahbang Kabupaten Blora WENTI HIDAYAH NUR SYADZA; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempellemahbang village is one of the villages which produce teak root craft in Blora town. In 2008 Tempellemahbang community realized that the teak root as one of material that has high artistic value if processed properly, with the increasing demand of teak root craft, many people were interested to become teak root craftsmen. In the residential of teak root craftsman there is a change of occupancy dwelling either macro, meso and micro that is associated with the typology of residential space. The purpose of this study is to determine the layout of the home teak root craftsmen in accordance with the activities of craftsmen and related factors to be the basis of the concept of settlement arrangement of craftsmen. The research method used is descriptive- qualitative with field data collection is done by observation method and observation of observated object. The results obtained by the analysis of spatial layout based on community activities related elements of nature, network, society, man and shells are divided into macro, meso and micro of residential spatial . The macro pattern of settlements formed based on the natural structure commonly called the organic pattern. Macro spatial residential contained in this research is the discovery of irregular path patterns on the settlement. In the micro occupancy is divided into two typologies there is typology of mixed space (production room is in the one building with residence) and the typology of separate spaces (production room is in the different buildings with residence).
Co-Authors Abidzar Al Ghifari Abraham M. Ridjal Abraham M. Ridjal Adelia Ayu Astrini Adisty Yoeliandri Putri Agung Murti Nugroho Agus Dwi Wicaksono Aisyah Ridha Rahmawati Al Farisa, Zai Dzar Aldo Wicaksono Siregar Aldy Adyargha Almira Ramadanti Ana Adiba Anggie Nabila Pitaloka Annisa Sukma Ningrati Annisa Tjahya Fitrianty Antariksa Antariksa Antariksa Sudikno Antonio Heltra Pradana ariadne hartati Ashiddiqy Adha Atikah Hardiyana Aurelia Karen Ayunastuti Dian Pratiwi Baskoro Azis Budi Tri Wijaya Chairil Budiarto Amiuza Cynthia Luna Kanadeva Damayanti Asikin Damayanti Asikin Damayanti Asikin Dea Andia Deandra Putri, Putu Ratih Desy Suryya Fatmaningtyas Dewantara, I Dewa Agung Wasthu Devasya Dita Ayu Alferina Dyaning Wahyu Primasari Elita Merry Pratiwi Ema Y. Titisari Ema Y. Titisari Eni Zuliana Erisa Ardiansari Erisa Ardiansari, Erisa Erwin Feisal Fahmi Esperanza, Dhiba Faisal Bahar Faizal Ardiansyah Sangadji Faizal Ardiansyah Sangadji, Faizal Ardiansyah Fanda, Aigan Mubiena fenny widiana frida ayu auliyah ardina Gabira Prakhasa Harianto Galih W. Pangarsa Galih W. Pangarsa Ganesha Alif Ramadhan Haru Agus Razziati Helena Ramantika Herry Santosa Herry Santosa Herry Santosa I Kadek Rama Saputera Imroatin Nurillah Indyah Martiningrum Jhon Andrew Hasudungan Joko Triwinarto Joko Triwinarto Santoso Juniawan Adhari Kartika Lestari Gladysia Kukuh Alfandhi Kurniawan Kusdiwanggo, Susilo Lilla Arifah Lisa Dwi Wulandari M. Miftah Luqmanul Hakim Made Bayu Permana Antara Mala Azizatul Mukhoyyaroh Mohammad Amarullah Mohammad Bisri Muhammad Nurhasbi Mutiah Abdat Nabila Az Zuhroh Nabila Marsha Herawati Nadia Pusparini Ni Putu Tenesya Mutiara Oktamaya Laksmi Nisa Nurillah, Luthfiyatun Noviani Suryasari Nugroho, Rahadian Nur Fauziah Nur'izzah, Nadhilah Olivia Caterine Dora Maran PANGARSA, Galih Widjil Pertiwi, Nanda Dewi Putri, Putu Ratih Deandra Rahadian Nugroho Rendy Utama Retty Puspasari Reza Hidayatullah Ridjal, Abraham Mohammad Rinawati P. Handajani Rinawati Pudji Handajani Ririn Dwi Lestari rizkiyana syafira zahra Rr. Putri Salsabila Azka Nadya Halim saviratri sekar nusa Savria Vilia Roza Shabrina Ghaisani Sigmawan Tri Pamungkas sindyarti mulia jaya Slamet . Slamet Slamet Sofie Ikharul Januarti Subhan Ramdlani Sudiaryandari Sudiaryandari Susilo Kusdiwanggo, Susilo Tito Haripradianto Triandriani Mustikawati Triwinarto, Joko Tyas Pinendita U Bayu Santosa Vanbalden Halasson Sihaloho Vidya Septianty Viriya Panna Peksirahardjo Wasiska Iyati Wayan Gita Tresna Anggari WENTI HIDAYAH NUR SYADZA Widiana, Fenny Widya Agatha Putri Wildha Mardhatillah Woro Nimas Sekar Ayu Intan Kartikasari Wulan Astrini Zai Dzar Al Farisa Zati Ulwa Lina Fadia