Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Ruang Sirkulasi Pasar Blimbing Malang (Kajian Arsitektur dan Perilaku) Made Bayu Permana Antara; Jenny Ernawati; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.572 KB)

Abstract

Mengamati kecenderungan pemanfaatan ruang sirkulasi di pasar tradisional dilatar-belakangi oleh pentingnya kelangsungan operasional pasar itu sendiri. Sebagai salah satu pasar tradisional di Malang, Pasar Blimbing juga dituntut mampu mempertahankan keinginan masyarakat untuk tetap terlibat sedangkan efektifitas ruang sirkulasinya diperlukan untuk menjamin setiap ruang operasional pasar berjalan optimal. Arsitektur dan perilaku adalah pendekatan yang menunjukkan hubungan peran manusia dan ruang dimana ruang/teritori yang diperuntukkan bersama disebutkan cenderung rentan terhadap intervensi. Perhatian penelitian ini dititik-beratkan pada bagaimana ruang sirkulasi Pasar Blimbing dimanfaatkan sehingga bisa diterjemahkan menjadi rekomendasi perancangan. Teknik behavioral mapping diterapkan untuk mengamati, merekam, dan mengerti bagaimana kecenderungan itu terbentuk, didukung oleh data melalui wawancara jenis in-depth interview untuk mendapatkan indikasi penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap intervensi sifatnya memotivasi kecenderungan-kecenderungan berikutnya dimana personalisasi ruang sirkulasi oleh pedagang merupakan perilaku pertama. Mereka memiliki persepsi bahwa ruang pun menyediakan peluang untuk diintervensi sehingga yang diperlukan adalah ruang yang mampu mengendalikan peruntukkannya sendiri dan mengantisipasi intervensi terjadi kembali.Kata kunci: pemanfaatan ruang sirkulasi, pasar tradisional, arsitektur dan perilaku
Pola Pemanfaatan Ruang pada Taman Tematik di Kota Malang (Studi Kasus : Merbabu Family Park dan Taman Slamet) ariadne hartati; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka memfasilitasi kebutuhan masyarakat, sejumlah taman di Kota Malang dikembangkan menjadi taman tematik. Taman Slamet memiliki tema Hidden Paradise yang terdiri dari beberapa fasilitas spot pengambilan gambar yang menarik sedangkan Merbabu Family Park memiliki tema taman keluarga terdiri dari fasilitas bermain dan berolahraga mulai dari kalangan anak-anak hingga lansia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya pengaruh perbedaan tematik taman terhadap pola pemanfaatan ruang yang terbentuk pada kedua taman tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan behavioral mapping yaitu place centered mapping. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam desain pembangunan serta pengembangan taman kota agar memiliki tema yang sesuai kebutuhan masyarakat. Pengamatan dalam penelitian ini dilaksanakan pada saat pagi hari, siang hari dan malam hari pada di hari kerja (Senin-Jumat) serta hari libur (Sabtu-Minggu) dengan setting ruang aktivitas yaitu pada Taman Slamet terdapat 8 macam ruang aktivitas sedangkan pada Merbabu Family Park terdapat 6 macam ruang aktivitas. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa tematik taman berpengaruh terhadap pemanfaatan ruang taman. Pada Taman Slamet yang terdiri atas fasilitas ruang estetik, dan memiliki sculpture pola pemanfaatannya menyebar sedangkan pada Merbabu Family Park pola pemanfaatan ruangnya terklaster berdasarkan hobi, tujuan serta klasifikasi usia.Kata Kunci : pola, pemanfaatan, taman tematik
Childern’s Sense Of Place Base On The Kampung-Forming Elements In Pakisaji Art Kampong Anggie Nabila Pitaloka; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Malang, there are five art villages and Kampong Seni Pakisaji considered as one of them. This village held a long history and culture which has been deeply rooted for its people. The sole purpose of this research is to evaluate every element in forming the village which affecting child sense of place element, so that in the future any improvement made in this area will have to consider its’ use of space. There are several elements considered as forming elements of a village and those are physical element, social element, and personal element. Combination of those three elements create meaning of space. In this research, writer using architectural psychology approach to know user’s perspective specifically children perspective using deep interview method and cognition mental mapping. Qualitative descriptive analysis will be use as the analysing method in terms of defining the key terms and naration. The result of the analysis shows that social aspect having more effect on the children’s sense of that place. In conclusion, forming elements affecting Kampong Seni Pakisaji consecutively are social, personal and physical.
Kenyamanan Spasial Ruang Pejalan Kaki di Koridor Jalan Kawi Atas Kota Malang Menurut Persepsi Masyarakat Vanbalden Halasson Sihaloho; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor Jalan Kawi Atas merupakan salah satu koridor komersial yang terletak di Kota Malang dengan peruntukan sebagai kawasan perdagangan dan jasa sehingga koridortersebut merupakan koridor komersial memiliki tingkat mobilitas cukup pesat, baik pada siang maupun malam hari. Dengan tingginya mobilitas pejalan kaki makadiperlukan penelitian untuk meningkatkan kenyamanan spasial ruang pejalan kaki. Tentunya keragaman aktivitas yang terjadi pada koridor tersebut tidak lepas darifungsi bangunan yang berada pada koridor jalan tersebut, sehingga untuk mendukung kegitan tersebut dibutuhkan kenyaman spasial yang baik. Tujuan dilakukan penelitianini adalah untuk mengetahui kenyamanan spasial yang berada di Jalan Kawi Atas KotaMalang.mengambil 150 responden sebagai sampel. Sehingga didapatkan persepsi masyarakat mengenai kenyamanan spasial yang akan dijadikan sebagai analisis terhadap lokasipenelitian yang terdapat di Jalan Kawi Atas Kota Malang. Hasil penelitian yang didapatkan dari penelitian ini ialah persepsi masyarakat mengenai kenyamanan spasialdi koridor Jalan Kawi Atas yang cukup beragam, mulai dari nilai negatif hingga positif. Nilai tersebut tersebar di beberapa titik dari lokasi penelitian. Dimana nilai secarakeseluruhan yang di dapat ialah 4,76 yaitu diantara netral dan agak nyaman. PenelitianinimenggunakanmetodekualitatifdankuantitatifdenganKata kunci: Koridor jalan, Kenyamanan spasial, persepsi ABSTRACT Kawi Atas Street is one of the commercial streets in Malang City. It is functioning as a trade and service area. With the high mobility of pedestrians, research is needed toimprove the side walk's spatial comfort. Of course, the diversity of activities that occur in the street can not be separated from the function of the building on the street. Thoseactivities require excellent spatial comfort. Therefore, the purpose of this research is to discover people's perception of the spatial comfort of Kawi Atas Street in Malang. Thisstudy uses qualitative and quantitative methods by taking 150 respondents as research participants. The qualitative method is carried out by making direct observations of theplace while the quantitative method employed questionnaires to collect the data from participants. Pedestrians' comfort was measured on seven-point multiple rating scalescontaining the level of pedestrian comfort. The research results indicated that overall, people felt that spatial comfort is somehow comfortable (M=4.76).  However, the findingsshow that people's perceptions of spatial comfort in Kawi Atas Street are quite diverse, ranging from negative to positive values. These values are scattered at several pointsalong the street.Keywords: Commercial street, spatial comfort, perception
DAYA TARIK KORIDOR JALAN JETIS PADA KAMPUNG BATIK JETIS SIDOARJO BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT Annisa Sukma Ningrati; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor Kawasan Kampung Batik Jetis merupakan kawasan bersejarah yang banyak rumah dihuni oleh para pengerajin batik dan merupakan salah satu sentra batik terbesar di Kabupaten Sidoarjo. Kampung Batik Jetis sendiri sebagai sentra produksi dan pemasaran batik sangat mendukung fungsi ekonomi bagi Kabupaten Sidoarjo. Kesan kampung batik dan kawasan bersejarah dirasa masih kurang menonjol untuk dijadikan sebagai daya tarik kampung pariwisata bagi pengunjung, karena terdapat elemen pembentuk citra koridor tersebut terkesan masih kurang. Kurangnya tingkat ketertarikan masyarakat terhadap daya tarik dari kawasan Kampung Batik Jetis yang menjadi fokus masalah penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tarik pada koridor Jalan pada Kampung Batik Jetis Sidoarjo berdasarkan persepsi masyarakat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mixed-methods (Kualitatif-kuantitaif). Penelitian ini dengan mengumpulkan data berupa survey melalui kuisioner online sedapatnya (accidental sampling, non-probability sampling) dan berupa observasi. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan analisis mean score, analisis faktor dan analisis regresi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa elemen daya tarik “baik”,”cukup” dan “kurang”. Pada tahap analisis faktor terbentuk 3 faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap daya tarik koridor tersebut. Faktor “Atraksi, Fasilitas dan Keramahan” yang memberikan pengaruh signifikan terhadap daya tarik Koridor Kampung Batik Jetis berdasarkan persepsi masyarakat.
Preferensi Masyarakat terhadap Setting Elemen Fisik Ruang Terbuka Publik Di Era New Normal Covid-19 Dita Ayu Alferina; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman kota merupakan salah satu ruang terbuka public yang diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat dan menghadirkan kenyamanan didalamnya. Namun kini Covid-19 membuat aktivitas ruang terbuka publik menurun. Kini setting elemen fisik taman kota perlu berubah dan menyesuaikan dengan prokol kesehatan. Hal tersebut memicu perubahan preferensi masyarakat terhadap setting elemen fisik ruang terbuka publik. Sehingga kini perlu diketahui preferensi masyarakat terhadap setting elemen fisik taman kota di era New Normal. Objek studi penelitian berada di Alun-alun Jember. Metode yang akan digunakan pada penelitian adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan analisis mean score serta regresi berganda. Penelitian ini terdiri atas variabel preferensi dan kenyamanan (Aksesibilitas, Kebersihan, Keindahan, dan Vitalitas). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, masyarakat cenderung menyukai elemen fisik yang masuk ke dalam kategori Kenyamanan Tinggi. Selain itu, Aksesibilitas dan Vitalitas mempengaruhi preferensi masyarakat. Keduanya merupakan hal yang menjadi penting di era New Normal.
POLA PEMANFAATAN RUANG JALUR PEJALAN KAKI KORIDOR JALAN MALIOBORO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Aldy Adyargha; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Yogyakarta merupakan salah satu Kota pada Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang termasuk banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Koridor kawasan Jalan Malioboro menjadi salah satu destinasi wisata saat mengunjungi Kota Yogyakarta. Banyaknya wisatawan dan kurangnya penataan yang baik pada Koridor Jalan Malioboro, terutama ruang jalur pejalan kaki, memicu dilakukan pembenahan. Kemudian pada tahun 2018 pemerintah Kota Yogyakarta melakukan arahan penataan Jalan Malioboro menjadi kawasan jalur pejalan kaki (RTRW Kota Yogyakarta pasal 80 ayat 2).  Penataan ini berfokus pada penataan jalur pejalan kaki, dan beberapa penataan pendukung seperti pedagang, dan mempercantik kawasan sekitar jalur pejalan kaki. Penataan ini tentunya akan berdampak pada pola pemanfaatan ruang. Oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat bagaimana pola pemanfaatan ruang setelah dilakukannya penataan pada koridor Jalan Malioboro terutama pada jalur pejalan kaki. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif - kualitatif dengan menggunakan analisis behavior mapping yakni metode analisis placed centered mapping. Hasil pola pemanfaatan ruang menunjukkan pola yang terdapat pada jalur pejalan kaki koridor Jalan Malioboro adalah pola linear cluster, dengan faktor pembentuk pola dipengaruhi oleh kondisi setting fisik yang ada, serta pelaku aktivitas didalamnya
The Visual Elements of Building Façade Forming Image of Jalan Besar Ijen as a Historic Area Kartika Lestari Gladysia; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Besar Ijen is the most famous area in Malang City for its beautiful environments and buildings. This area is one of the historical areas of the Dutch Colonial people which has a row of residential buildings in colonial architectural style. Seeing the condition of Jalan Besar Ijen, there are few research and books stating that the image of Jalan Besar Ijen has changed as a historic area due to land conversion and rapid investment in Malang. Where changes occur mainly in the building facade. One way that can be done is to maintain the visual elements of the building facade. This study aims to discover how does the visual elements of building facades affect the image of Jalan Besar Ijen  as a historic area based on public perception. This type of research is a descriptive study with a quantitative approach. The results of this study indicate that the visual elements of the building facade have a 45.1% influence on the image of the historic area on Jalan Besar Ijen. And there are 4 variables that have a significant influence, namely shape, color, decoration on the building facade, and architectural style.
Revitalisasi Kawasan RW 06 Kelurahan Penanggungan sebagai Kampung Wisata Kerajinan Gerabah Rendy Utama; Subhan Ramdlani; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1407.608 KB)

Abstract

Adanya indikasi dari kemunduran vitalitas kawasan pada Pusat Kerajinan Gerabah Kelurahan Penanggungan ditandai dengan menurunnya aktivitas bahkan jumlah pengrajin kerajinan gerabah. Adanya kejadian tersebut secara tidak langsung dapat mengancam identitas kawasan sebagai sentral kerajinan gerabah di Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan revitalisasi kawasan pada Kelurahan Penanggungan RW 6 sebagai Kampung Wisata berdasarkan variabel dan kriteria revitalisasi kawasan dengan pendekatan kampung wisata. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif serta pada objek penelitian menggunakan pendekatan kampung wisata yang dijadikan variabel penelitian dari berbagai sumber seperti buku, jurnal peraturan pemerintah dan penelitian terdahulu yang terkait dengan kampung wisata. Tahapan analisa yang dilakukan yaitu terlebih dahulu mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemunduran vitalitas menggunakan pengukuran dengan sistem scorring. Setelah itu menganalisa kawasan kerajinan gerabah dengan pendekatan kampung wisata melalui tiga komponen kampung wisata yaitu aksesibilitas, atraksi dan fasilitas. Hasil analisa tersebut kemudian dilakukan proses sentesis sehingga menghasilkan rekomendasi desain yang layak untuk dilakukan revitalisasi.Kata Kunci : Revitalisasi, Kampung Wisata, Kerajinan gerabah
Pola Aktivitas Pengunjung dalam Ruang Penghubung Kawasan Stasiun Depok Baru dan Terminal Margonda Widya Agatha Putri; Jenny Ernawati; Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun Depok Baru dan Terminal Margonda berperan dalam memberikan akses bagi masyarakat komuter melalui penyediaan moda kereta api, bus, serta angkot sebagai layanan transportasi publik Kota Depok. Terdapat kebijakan pemerintah mewujudkan keduanya sebagai pusat transportasi terpadu dengan penyediaan hubungan ruang berdasar pada pola yang terbentuk dari pergerakan serta aktivitas. Studi bertujuan untuk mengetahui pola yang terbentuk sebagai pertimbangan menghasilkan wujud ruang penghubung yang sesuai. Environment behavior menjadi pendekatan studi melihat adanya keterkaitan antara pelaku, ruang, serta aktivitas membentuk kecenderungan perilaku pemanfaatan ruang. Penjelasan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan variabel berupa aspek perilaku dan arsitektural. Teknik behavioral mapping merekam kecenderungan pola yang terbentuk selama jangka waktu observasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan antara aktivitas dengan ruang, serta aktivitas lainnya saling mempengaruhi. Perilaku awal yang terbentuk mempengaruhi munculnya perilaku pengunjung lainnya. Perlunya batasan dalam mengarahkan dan membatasi teritori ruang aktivitas pengunjung sehingga terwujud ruang penghubung sesuai fungsi peruntukkan melalui penyediaan ruang peralihan tansportasi yang strategis dengan memperhatikan ketersediaan elemen fisik, dimensi, serta konfigurasi ruang, serta penataan perabot antara dua kawasan.Kata kunci: ruang penghubung, pola aktivitas, environment behavior
Co-Authors Abidzar Al Ghifari Abraham M. Ridjal Abraham M. Ridjal Adelia Ayu Astrini Adisty Yoeliandri Putri Agung Murti Nugroho Agus Dwi Wicaksono Aisyah Ridha Rahmawati Al Farisa, Zai Dzar Aldo Wicaksono Siregar Aldy Adyargha Almira Ramadanti Ana Adiba Anggie Nabila Pitaloka Annisa Sukma Ningrati Annisa Tjahya Fitrianty Antariksa Antariksa Antariksa Sudikno Antonio Heltra Pradana ariadne hartati Ashiddiqy Adha Atikah Hardiyana Aurelia Karen Ayunastuti Dian Pratiwi Baskoro Azis Budi Tri Wijaya Chairil Budiarto Amiuza Cynthia Luna Kanadeva Damayanti Asikin Damayanti Asikin Damayanti Asikin Dea Andia Deandra Putri, Putu Ratih Desy Suryya Fatmaningtyas Dewantara, I Dewa Agung Wasthu Devasya Dita Ayu Alferina Dyaning Wahyu Primasari Elita Merry Pratiwi Ema Y. Titisari Ema Y. Titisari Eni Zuliana Erisa Ardiansari Erisa Ardiansari, Erisa Erwin Feisal Fahmi Esperanza, Dhiba Faisal Bahar Faizal Ardiansyah Sangadji Faizal Ardiansyah Sangadji, Faizal Ardiansyah Fanda, Aigan Mubiena fenny widiana frida ayu auliyah ardina Gabira Prakhasa Harianto Galih W. Pangarsa Galih W. Pangarsa Ganesha Alif Ramadhan Haru Agus Razziati Helena Ramantika Herry Santosa Herry Santosa Herry Santosa I Kadek Rama Saputera Imroatin Nurillah Indyah Martiningrum Jhon Andrew Hasudungan Joko Triwinarto Joko Triwinarto Santoso Juniawan Adhari Kartika Lestari Gladysia Kukuh Alfandhi Kurniawan Kusdiwanggo, Susilo Lilla Arifah Lisa Dwi Wulandari M. Miftah Luqmanul Hakim Made Bayu Permana Antara Mala Azizatul Mukhoyyaroh Mohammad Amarullah Mohammad Bisri Muhammad Nurhasbi Mutiah Abdat Nabila Az Zuhroh Nabila Marsha Herawati Nadia Pusparini Ni Putu Tenesya Mutiara Oktamaya Laksmi Nisa Nurillah, Luthfiyatun Noviani Suryasari Nugroho, Rahadian Nur Fauziah Nur'izzah, Nadhilah Olivia Caterine Dora Maran PANGARSA, Galih Widjil Pertiwi, Nanda Dewi Putri, Putu Ratih Deandra Rahadian Nugroho Rendy Utama Retty Puspasari Reza Hidayatullah Ridjal, Abraham Mohammad Rinawati P. Handajani Rinawati Pudji Handajani Ririn Dwi Lestari rizkiyana syafira zahra Rr. Putri Salsabila Azka Nadya Halim saviratri sekar nusa Savria Vilia Roza Shabrina Ghaisani Sigmawan Tri Pamungkas sindyarti mulia jaya Slamet . Slamet Slamet Sofie Ikharul Januarti Subhan Ramdlani Sudiaryandari Sudiaryandari Susilo Kusdiwanggo, Susilo Tito Haripradianto Triandriani Mustikawati Triwinarto, Joko Tyas Pinendita U Bayu Santosa Vanbalden Halasson Sihaloho Vidya Septianty Viriya Panna Peksirahardjo Wasiska Iyati Wayan Gita Tresna Anggari WENTI HIDAYAH NUR SYADZA Widiana, Fenny Widya Agatha Putri Wildha Mardhatillah Woro Nimas Sekar Ayu Intan Kartikasari Wulan Astrini Zai Dzar Al Farisa Zati Ulwa Lina Fadia