Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Kawasan Wisata Bunga Sidomulyo Kota Batu Berdasarkan Preferensi Masyarakat Adelia Ayu Astrini; Jenny Ernawati; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak dicanangkan sebagai kota wisata, Kota Batu terus mengembangkan potensiwisatanya terutama pada aspek agrowisata. Subsektor pertanian seperti bunga potongdan bunga hias menjadi potensi wisata yang kini mulai dimanfaatkan oleh petanisetempat. Melihat fenomena ini, Pemerintah Kota Batu menyusun Rencana IndukPengembangan Desa Wisata yang memuat rencana pengembangan desa-desa denganpotensi wisata tinggi di Kota Batu menjadi desa wisata. Hal ini dijadikan sebagai bahanpenelitian mengenai preferensi masyarakat akan pengembangan desa wisata kedepannya. Penelitian ini berlokasi di Desa Sidomulyo, yang telah dikenal sebagaikawasan wisata bunga namun belum banyak dikenal oleh wisatawan. Dengan menelitikualitas kawasan sesuai preferensi masyarakat, yang meliputi petani lokal danpengunjung lokasi studi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dankeinginan masyarakat mengenai desa wisata. Pengukuran preferensi dilakukan denganalat kuesioner menggunakan Skala Likert, dan dianalisis menggunakan weighted meanscore. Pernyataan kuesioner berdasarkan aspek pembentuk pariwisata yaitu attraction,facilities, transportation, infrastructure dan hospitality. Hasil pengukuran preferensimenunjukkan penilaian kualitas yang berbeda-beda menurut tiap kelompok responden,yang kemudian dikelompokkan menjadi nilai positif dan negatif, sehingga dapatdiketahui aspek mana yang paling membutuhkan perbaikan sesuai kebutuhankelompok pengguna kawasannya.Kata kunci: preferensi, wisata bunga, kualitas kawasan
Penerapan Konsep Healing Garden Pada Pusat Rehabilitasi Narkoba di Batu Jhon Andrew Hasudungan; Jenny Ernawati; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1498.496 KB)

Abstract

Narkoba (narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya) sangat pesat perkembangannya di seluruh negara, negara indonesia termasuk dalam kategori yang pesat dalam perkembangan penggunaan narkoba setiap tahunnya. Kenaikan angka pengguna narkoba negara indonesia tidak tinggal diam, dengan alasan tersebut harus adanya fungsi fasilitas yaitu pusat rehabilitasi narkoba, yang dapat memulihkan kondisi pecandu narkoba dalam hal fisik, mental, psikologis, medis dan sosial. Pusat rehabilitasi narkoba merupakan sebuah lingkungan penyembuhan yang desain nya memiliki tujuan untuk mempercepat proses penyembuhan dan memberikan pelayanan bagi pecandu narkoba. Bangunan pusat rehabilitasi narkoba harus mendukung keadaan psikologis dan emosional para penderita narkoba untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Berdasarkan perilaku pecandu Narkoba dan kebutuhan dari rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial, pengguna narkoba dapat dikategorikan sebagai pasien yang sedang mengidap suatu penyakit (fisik & psikis) fasilitas yang diberikan kepada pasien harus seimbang antara fasilitas medis maupun kebutuhan untuk psikis pasien. Menciptakan suatu pengobatan yang optimal dari fasilitas-fasilitas dari bangunan rehabilitasi narkoba tersebut seperti bagian luar bangunan yang dapat berperan untuk membantu dalam proses penyembuhan, seperti menambahkan fasilitas Healing Garden. Penerapan ruang luar dengan konsep healing garden dikarenakan, manfaatnya lebih berkaitan bahwa taman ini dapat terintegrasi dengan kesehatan dan suatu kegiatan yang dapat membantu suatu proses penyembuhan seseorang.Kata kunci : Healing garden, Pusat rehabilitasi narkoba
Konsep Taman Sensori sebagai Healing Environment pada Pusat Layanan Autis Kota Malang Tyas Pinendita; Lisa Dwi Wulandari; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.798 KB)

Abstract

Autisme merupakan merupakan bagian dari Kelainan Spektrum Autisme atau Autism Spectrum Disorders (ASD). Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penyandang autisme pada tahun 2010 diperkirakan sebanyak 2,4 juta jiwa (Tempo,2012). Terus meningkatnya jumlah anak penyandang autisme perlu didukung dengan fasilitas dan pelayanan untuk anak penyandang autisme. Pada tahun 2012, pemerintah mulai membangun 26 Pusat Layanan Autis di berbagai kota termasuk diantaranya ialah Pusat Layanan Autis Kota Malang sebagai PLA pertama yang didirikan di Indonesia. Ruang luar khususnya taman sensori sebagai healing environment yaitu suatu desain lingkungan terapi yang memadukan antara unsur alam,indera, dan psikologis. Taman sensori merupakan taman yang memiliki fungsi untuk merangsang kelima panca indera manusia agar dapat bekerja lebih peka (Sensory Trust, 2013 dan Worden & Moore, 2013). Untuk mencapai hasil berupa konsep taman sensori, telah dilakukan riset mengenai pola perilaku anak hipersensitif dan hiposensitif di ruang luar pada PLA Kota Malang.Kata kunci: Taman Sensori, healing environment, Pusat Layanan Autis Kota Malang
Identitas Alun-Alun Merdeka Sebagai Ruang Publik di Kota Malang Mutiah Abdat; jenny ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Central Bureau of Statistics (BPS) Malang City 2017 mentions that there are 856,410 inhabitants of the city of Malang, within an area of ​​110.06 km2. In addition, there are 100 units of lodging such as hotels and guest houses, 141 units of factories, and 706 units of restaurants and cafes. For a balance development, the city government of Malang began to revitalize urban parks and urban forests into open green public space. This is one of the government's efforts in providing decent public space for the community, mainly supporting the city of Malang as the City of Children's Worth. For example, the Merdeka Square itself has been revitalized in 2015, with considerable physical changes. From its establishment in 1882, the Merdeka Square experienced many physical changes and functions that repeatedly changed its identity. Now with its image as a modern city park, researcher want to know how the identity of the Town Square after the revitalization as a public space according to the user. The method used is mixed method, i.e. observation, place-centered mapping, questionnaire, and cognitive maps. The results shown the identity of Merdeka Square is amphitheater, Jami 'Mosque, and signage "Alun-Alun Malang", circulation paths (Northern path, Western path, and Southern path), and also crowded activities in the amphitheater and playground area. Keywords: public space, place identity, cognitive maps
Pola Pemanfaatan Ruang pada Brawijaya Edupark Vidya Septianty; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edupark atau taman edukasi merupakan suatu sarana atau media bagi anak-anak usia sekolah dasar untuk memiliki rasa ingin tahu terhadap keilmuan atau sains sehingga miliki motivasi untuk mempelajarinya. Di Malang Jawa timur, terdapat salah satu taman edukasi yaitu Brawijaya Edupark. Taman ini menggunakan metode “Fun Learning Through Playing”. Taman ini juga berencana untuk mengembangkan sebuah High “Quality Edupark” sebagai sarana pengembangan pendidikan anak informal di luar sekolah untuk meningkatkan kepedulian orang tua terhadap pembentukan karakter anak. Saat ini pemanfaatan ruang pada Brawijya Edupark masih terlihat belum merata. Aktivitas yang terjadi juga masih belum sesuai dengan fungsi taman edukasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan tujuan mengidentifikasikan pola pemanfaatan ruang yang ada. Metode observasi yang digunakan adalah teknik placed-centered mapping untuk mengetahui pola aktivitas yang terjadi. Penelitian ini dilakukan pada hari biasa yaitu Senin-Jumat dan hari libur yaitu Sabtu dan minggu di waktu pagi hari pukul 08.00-09.00 dan siang hari pukul 12.00-13.00. Hasil temuan pola pemanfaatan ruang pada Brawijaya Edupark adalah pada hari biasa pola yang terbentuk adalah linear-grid sedangkan pada hari libur adalah grid-linear.
Penataan Fasilitas Wisata Waduk Selorejo U Bayu Santosa; Jenny Ernawati; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1414.269 KB)

Abstract

Wisata Waduk Selorejo merupakan salah satu kawasan yang sangat berpotensi keindahaan alamnya. Namun pada kenyataanya, pengunjung yang datang berwisata di kawasan ini mengalami penurunan yang cukup drastis. Fenomena ini didukung oleh hasil penelitian sebelumnya yaitu penataan elemen fisik kawasan wisata Waduk Selorejo dinilai negatif oleh masyarakat (Aisyah, 2015). Tujuan dari penataan ini untuk menata fasilitas wisata sehingga menjadi kawasan yang menarik, aman, dan nyaman. Metode yang digunakan dalam menganalisis objek studi menggunakan metode analisis deskriptif dengan memaparkan kondisi eksisting sesuai dengan variabe amatan untuk mendapatkan permasalahan yang ada, kemudian dilanjutkan penataan fasilitas wisata Waduk Selorejo dengan menggunakan metode pragmatis. Hasil penataan fasilitas wisata Waduk Selorejo yang dihasilkan sesuai dengan variabel amatan yaitu penataan organisasi massa dan ruang luar, penataan elemen fisik kawasan, serta mengembangkan pariwisata di Wisata Waduk Selorejo, dengan memenuhi aspek something to see, something to do, dan something to buy.Kata kunci: Fasilitas Wisata, Waduk Selorejo
Tingkat Kenyamanan Fungsional Alun-alun Batu sebagai Ruang Publik Ayunastuti Dian Pratiwi; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.875 KB)

Abstract

Keberadaan alun-alun dalam suatu kawasan/kota sangatlah penting. Selain berfungsi sebagai landmark suatu kawasan/kota, alun-alun juga merupakan ruang publik yang mewadahi aktifitas dari warga/masyarakatnya ataupun sekedar menjadi titik kumpul. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi elemen perancangan ruang publik, pola aktivitas didalamnya, serta mengetahui tingkat kenyamanan fungsional Alun-alun Batu berdasar persepsi pengunjung terkait elemen perancangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, place centered mapping, dan wawancara terstruktur berupa kuisioner. Dengan demikian akan didapatkan hasil temuan berupa elemen yang paling berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan Alun-alun Batu beserta saran atau rekomendasinya. Hasil dari penelitian nantinya dapat digunakan sebagai kajian dan pembanding dalam penelitian selanjutnya maupun terhadap Alun-alun Batu sebagai objek penelitian. Kata kunci: kenyamanan, alun-alun, ruang publik
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daya Tarik Kawasan Situ Cileunca sebagai Kawasan Wisata Salsabila Azka Nadya Halim; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.932 KB)

Abstract

Kawasan Wisata Situ Cileunca yang terletak di Pangalengan, Jawa Barat merupakansalah satu kawasan wisata danau dengan potensi berlimpah, diantaranya pemandanganalam Danau Cileunca yang indah, perkebunan teh, kebun kopi, kebun strawberry, jugafasilitas pendukung lainnya seperti camping ground, arung jeram, perahu dayung, danjembatan cinta. namun potensi yang ada belum dapat menarik pengunjung untuk datangke kawasan wisata ini. tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahuifaktor-faktor yang mempengaruhi daya tarik kawasan terhadap minat pengunjunguntuk datang ke Kawasan Wisata Situ Cileunca. Metode yang digunakan adalahdeskripsif kualitatif dan kuantitatif dari data yang diperoleh dari observasi lapangan dankuisioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor utama yangmempengaruhi daya tarik kawasan adalah dari faktor atraksi utama dan atraksi alam diKawasan Wisata Situ Cileunca. Dari aspek atraksi tersebut terdapat aspek-aspek yangmasih dapat dikembangkan sehingga dapat lebih mendukung daya tarik wisata.Kata kunci: daya tarik wisata, atraksi, amenity, infrastructure, accessibility
Visual Quality of Heritage Area of Pahlawan Street, Pasuruan City Desy Suryya Fatmaningtyas; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Historic area has its own charm when it is well-designed. One of the historic area that recognized as heritage area by Pasuruan City Government is Jalan Pahlawan. For the sake of supporting the vitality of the heritage area, the city's government will revitalize Pahlawan Street by carrying heritage theme. So far, the revitalitation that have been done are pedestrian path improvement and colonial-themed street attributes addition. These effort have been realized  in half segment  of  Pahlawan Street. The visual quality study can be used as measurement tool in assessing the aesthetics of Pahlawan Street, with a mean score statistical method. The object of study is divided into two segments, segment I is a section of road that has not been revitalized and segment II, is a section of road that has been revitalized. This study uses a questionnaire survey method with 120 respondents in each segment with a nonprobability sampling technique.. Visual quality was tested using 6 aspects of visual quality, i.e: complexity, coherence, legibility, attractiveness, uniqueness and harmony in the form of questionnaires, and measured using a 7 point Likert scale. The study findings that the revitalized segment II as a whole is considered to have better visual quality and more representative of the historic area than segment I, also found that visually revitalized roads are more enjoyable than those that have not been revitalized.
Perancangan Lingkungan Pondok Sosial Kota Malang dengan Pendekatan Perilaku Savria Vilia Roza; Jenny Ernawati; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.97 KB)

Abstract

Jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) cenderung mengalami kenaikan tiap tahunnya dan menjadi permasalahan yang belum dapat terselesaikan hingga saat ini. Permasalahan yang sering dijumpai di kota-kota besar adalah gelandangan dan pengemis (gepeng), anak jalanan (anjal), lansia terlantar, gelandangan psikotik, dan wanita tuna susila (WTS) yang sering dijumpai di sudut-sudut kota sehingga meresahkan warga dan mengurangi keindahan kota. Salah satu upaya untuk mengurangi jumlah PMKS yang berkeliaran di sudut-sudut kota adalah dengan menyediakan tempat penampungan berupa Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos). Akan tetapi, Liponsos yang ada saat ini belum mampu menjalankan tugasnya sebagai tempat penampungan dan rehabilitasi sosial karena kurangnya fasilitas penunjang dan kurang layaknya bangunan penampungan yang ada. Karena Liponsos mewadahi beberapa karakter manusia yang berbeda-beda, diperlukan pendekatan yang berbasis pada perilaku setiap jenis PMKS. Dengan menggunakan metode Place Centered Mapping dan Annotated Diagram pada perancangan Liponsos, diharapkan dapat menghasilkan kebutuhan ruang dan jenis ruang yang cocok bagi setiap jenis PMKS.Kata kunci : lingkungan pondok sosial, place centered mapping, annotated diagram
Co-Authors Abidzar Al Ghifari Abraham M. Ridjal Abraham M. Ridjal Adelia Ayu Astrini Adisty Yoeliandri Putri Agung Murti Nugroho Agus Dwi Wicaksono Aisyah Ridha Rahmawati Al Farisa, Zai Dzar Aldo Wicaksono Siregar Aldy Adyargha Almira Ramadanti Ana Adiba Anggie Nabila Pitaloka Annisa Sukma Ningrati Annisa Tjahya Fitrianty Antariksa Antariksa Antariksa Sudikno Antonio Heltra Pradana ariadne hartati Ashiddiqy Adha Atikah Hardiyana Aurelia Karen Ayunastuti Dian Pratiwi Baskoro Azis Budi Tri Wijaya Chairil Budiarto Amiuza Cynthia Luna Kanadeva Damayanti Asikin Damayanti Asikin Damayanti Asikin Dea Andia Deandra Putri, Putu Ratih Desy Suryya Fatmaningtyas Dewantara, I Dewa Agung Wasthu Devasya Dita Ayu Alferina Dyaning Wahyu Primasari Elita Merry Pratiwi Ema Y. Titisari Ema Y. Titisari Eni Zuliana Erisa Ardiansari Erisa Ardiansari, Erisa Erwin Feisal Fahmi Esperanza, Dhiba Faisal Bahar Faizal Ardiansyah Sangadji Faizal Ardiansyah Sangadji, Faizal Ardiansyah Fanda, Aigan Mubiena fenny widiana frida ayu auliyah ardina Gabira Prakhasa Harianto Galih W. Pangarsa Galih W. Pangarsa Ganesha Alif Ramadhan Haru Agus Razziati Helena Ramantika Herry Santosa Herry Santosa Herry Santosa I Kadek Rama Saputera Imroatin Nurillah Indyah Martiningrum Jhon Andrew Hasudungan Joko Triwinarto Joko Triwinarto Santoso Juniawan Adhari Kartika Lestari Gladysia Kukuh Alfandhi Kurniawan Kusdiwanggo, Susilo Lilla Arifah Lisa Dwi Wulandari M. Miftah Luqmanul Hakim Made Bayu Permana Antara Mala Azizatul Mukhoyyaroh Mohammad Amarullah Mohammad Bisri Muhammad Nurhasbi Mutiah Abdat Nabila Az Zuhroh Nabila Marsha Herawati Nadia Pusparini Ni Putu Tenesya Mutiara Oktamaya Laksmi Nisa Nurillah, Luthfiyatun Noviani Suryasari Nugroho, Rahadian Nur Fauziah Nur'izzah, Nadhilah Olivia Caterine Dora Maran PANGARSA, Galih Widjil Pertiwi, Nanda Dewi Putri, Putu Ratih Deandra Rahadian Nugroho Rendy Utama Retty Puspasari Reza Hidayatullah Ridjal, Abraham Mohammad Rinawati P. Handajani Rinawati Pudji Handajani Ririn Dwi Lestari rizkiyana syafira zahra Rr. Putri Salsabila Azka Nadya Halim saviratri sekar nusa Savria Vilia Roza Shabrina Ghaisani Sigmawan Tri Pamungkas sindyarti mulia jaya Slamet . Slamet Slamet Sofie Ikharul Januarti Subhan Ramdlani Sudiaryandari Sudiaryandari Susilo Kusdiwanggo, Susilo Tito Haripradianto Triandriani Mustikawati Triwinarto, Joko Tyas Pinendita U Bayu Santosa Vanbalden Halasson Sihaloho Vidya Septianty Viriya Panna Peksirahardjo Wasiska Iyati Wayan Gita Tresna Anggari WENTI HIDAYAH NUR SYADZA Widiana, Fenny Widya Agatha Putri Wildha Mardhatillah Woro Nimas Sekar Ayu Intan Kartikasari Wulan Astrini Zai Dzar Al Farisa Zati Ulwa Lina Fadia