Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Islamic Education

Nilai-Nilai Pendidikan Islam Berdasarkan Al-Qur'an Surat Al-Ma'idah Ayat 8 Lia Yulianti; Fitroh Hayati; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.272 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.1657

Abstract

Abstract. Humans are social beings who always live together in a community for a long period of time. Therefore, rules are needed that are able to regulate human life fairly. The Quran has set about how humans maintains his relationship with Allah Praise be unto Thee the Almighty, as well as with his fellow human beings. In the Quran, there are many verses that discuss justice, including the word of Allah in Surat Al-Ma'idah verse 8. This research aims to (1) Explore annotator opinions about justice in the perspective of Surat Al-Ma'idah Verse 8 (2) Explore the essence of the Qur'an surah Al-Ma'idah Verse 8 according to the opinion of the muffasir of the Qur'an (3) Explore the concept of justice of the Qur'an surah Al-Ma'idah Verse 8 according to experts (4) Explore the educational values contained in the Qur'an surah Al-Ma'idah Verse 8. In this research, the author uses a qualitative approach with library research techniques using descriptive analysis and the tahlili method, by interpreting the existing data. Data that has been collected, then analyzed with content analysis techniques. The results show that the essence of Surah Al-Maidah verse 8 is, (1) A believer must be honest because Allah Almighty commanded to carry out charity and work honestly only because Allah is All-Seeing and All-Knowing. (2) A believer must be sincere because Allah Almighty, not because he wants praise from others. (3) A believer must have fear of Allah Swt that is, have a good relationship with Allah and can put everything in its place. (4) A believer must be fair in any circumstances and against anyone without any sorting between kinship. The values of Islamic education contained in Surat Al-Maidah verse 8 are: (1) The value of honesty. (2) The value of sincerity. (3) The value of piety. (4) The value of justice. Abstrak. Manusia adalah makhluk sosial yang selalu hidup bersama dalam suatu komunitas masyarakat untuk jangka waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu, diperlukan aturan yang mampu mengatur kehidupan manusia secara adil. Al-Qur’an telah mengatur tentang bagaimana manusia dalam menjaga hubungannya dengan Allah SWT, maupun dengan sesama manusia. Di dalam Al-Qur’an, terdapat banyak ayat-ayat yang membahas tentang keadilan, diantaranya firman Allah dalam Surat Al-Ma’idah ayat 8. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menggali pendapat muffasir tentang keadilan dalam perspektif Surat Al-Ma’idah Ayat 8 (2) Menggali esensi dari Al-Qur’an surat Al-Ma’idah Ayat 8 menurut pendapat muffasir Al-Quran (3) Menggali konsep keadilan Al-Qur’an surat Al-Ma’idah Ayat 8 menurut para pakar (4) Menggali nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur’an surat Al-Ma’idah Ayat 8. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik library research menggunakan deskriptif analisis dan metode tahlili, dengan cara menafsirkan data yang ada. Data yang telah dikumpulkan, kemudian dianalisis dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa esensi dari surat Al-Maidah ayat 8 adalah, (1) Seorang mukmin harus berbuat jujur karena Allah Swt. memerintahkan untuk melaksanakan amal dan pekerjaan secara jujur hanya. (2) Seorang mukmin harus berbuat ikhlas karena Allah Swt. bukan karena ingin pujian dari orang lain. (3) Seorang mukmin harus memiliki ketakwaan kepada Allah Swt. (4) Seorang mukmin harus adil berlaku adil dalam keadaan bagaimana pun dan terhadap siapapun. Adapun nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalam surat Al-Maidah ayat 8 adalah: (1) Nilai kejujuran. (2) Nilai keikhlasan. (3) Nilai ketakwaan. (4) Nilai keadilan.
Implementasi Visi Misi Sekolah dalam Mewujudkan Siswa Berkarakter Religius di SMP Islam Terpadu Baitul Anshor Boarding School Cimahi Usamah Almujahid; Asep Dudi Suhardini; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.042 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.1905

Abstract

Abstract. Student delinquency that is occurs today is the background of this research. Bullying, drug abuse, promiscuity, brawls between students, and other student delinquency are examples of cases that often occur. The development of student behavior is related to the process of implementing activities in schools (Laure, et al., 2020). Therefore, this study looks at how the implementation of the school's vision and mission in realizing students with a religious character. This study aims to determine the planning carried out by the school, find out how the implementation of Islamic boarding school activities and find out how the evaluation is carried out on Islamic boarding school activities in implementing the vision and mission to realize students with a religious character.The research method used in this research is descriptive with survey methods and qualitative approaches. The types of data used are primary and secondary data. Sources of data were obtained from resource persons, namely the Head of School, Head of Islamic Boarding School, Deputy Head of Curriculum, Deputy Head of Student Affairs, Foster Brother, and Teachers. The data collection techniques used in this study were interviews, observations, and direct documentation at the Baitul Anshor Integrated Islamic Junior High School Cimahi.The results showed that by implementing the intracurricular and co-curricular programs in a sustainable and structured manner, the school's vision and mission could be implemented to realize students with religious character at the Baitul Anshor Integrated Islamic Junior High School Cimahi. Abstrak. Kenakalan remaja yang marak terjadi dewasa ini menjadi latar belakang penelitian ini. Bullying, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, tawuran antar pelajar, dan kenakalan remaja lainnya menjadi contoh kasus yang sering terjadi. Perkembangan perilaku siswa memiliki keterkaitan dengan proses pelaksanaan kegiatan di sekolah (Laure, et al., 2020). Oleh karena itu, pada penelitian ini melihat bagaimana implementasi visi dan misi sekolah dalam mewujudkan siswa berkarakter religius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan yang dilakukan oleh sekolah, mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan kepesantrenan dan mengetahui bagaimana evaluasi yang dilakukan terhadap kegiatan kepesantrenan dalam mengimplementasikan visi dan misi untuk mewujudkan siswa berkarakter religius. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei dan pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Sumber data diperoleh dari narasumber yaitu Kepala Sekolah, Kepala Kepesantrenan, Wakil Kepala Bidang kurikulum, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Kaka Asuh dan Guru. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi secara langsung di SMP Islam terpadu Baitul Anshor Boarding School Cimahi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan melaksanakan program intrakulikuler dan kokulikuler secara berkelanjutan dan terstruktur dapat mengimplementasikan visi dan misi sekolah untuk mewujudkan siswa berkarakter religius di SMP Islam terpadu Baitul Anshor Boarding School Cimahi.
Profil Pendidikan Berasrama pada Sekolah dan Madrasah Negeri Wahyu Fajar Faadhilah; Asep Dudi Suhardini; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.13 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2129

Abstract

Abstract. The background of this research is that there are public schools in Bandung which have dormitories for SMA Negeri X Cisarua and MA Negeri 1 Bandung, this study aims to determine the profile of boarding education in the Student Development Dormitory of SMA Negeri X Cisarua and Al-Muraby Integrated Islamic Boarding School, MA Negeri 1 City. Bandung, as well as to find out the education system and the comparison of the two schools. The approach used is a qualitative approach with a descriptive analytical research type with a case study method of multi-case type. The results of the research on the profile of boarding education in the Student Development Dormitory of SMA Negeri X Cisarua and the Al-Muraby Integrated Islamic Boarding School MA Negeri 1 Bandung already have their respective standards in accordance with eight National Education Standards covering graduate competency standards, content standards, process standards, educational assessment standards , standards for teaching and educational staff, standards for infrastructure, management standards, and financing standards. The difference between the two institutions based on these eight standards is that the Student Development Dormitory of SMA Negeri X Cisarua is not part of the school because it is directly owned by the West Java Provincial Government, while the Al-Muraby Integrated Islamic Boarding School, MA Negeri 1 Bandung City, becomes a single unit with the madrasa, so that facilities and infrastructure are integrated. And the research findings are that boarding schools are more supportive of religious knowledge, school materials, student independence, and student discipline. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh terdapat sekolah negeri di Bandung yang memiliki asrama SMA Negeri X Cisarua dan MA Negeri 1 Kota Bandung, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pendidikan berasrama di Asrama Bina Siswa SMA Negeri X Cisarua dan Pesantren Terpadu Al-Muraby MA Negeri 1 Kota Bandung, serta untuk mengetahui sistem pendidikan dan perbandingan dari dua sekolah tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitik dengan metode studi kasus tipe multi kasus. Hasil penelitian profil pendidikan berasrama di Asrama Bina Siswa SMA Negeri X Cisarua dan Pesantren Terpadu Al-Muraby MA Negeri 1 Kota Bandung sudah memiliki standarnya masing-masing sesuai dengan delapan Standar Nasional Pendidikan meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar tenaga pendidik dan kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. Perbedaan dua lembaga tersebut berdasarkan delapan standar tadi adalah Asrama Bina Siswa SMA Negeri X Cisarua itu bukan merupakan bagian dari sekolah karena dipegang langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sedangkan Pesantren Terpadu Al-Muraby MA Negeri 1 Kota Bandung itu menjadi satu kesatuan dengan madrasah, sehingga sarana dan prasarananyapun menyatu. Dan penemuan penelitian adalah sekolah diasrama itu lebih menunjang ilmu agama, materi-materi di sekolah, kemandirian siswa, dan kedisiplinan siswa.
Hubungan Tingkat Kemampuan Memory Al-Qur'an dengan Prestasi Belajar Siswa pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP IMI Tasdiqul Qur’an Bandung Riyan Andriyana; Aep Saepudin; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.666 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2156

Abstract

Abstract. Memorizing the Qur’an is an attempt to stick in the memories and hearts of verses memorized. So in an effort to emorize the necessary high concentrations memorizing can survive well. Habits of a penghafal in concentrate will certainly affect teh ability to learn, so that when the more a person memorize it will affect their ability to learn. A high learning ability will make high academic achievement as well. The purpose of this study was to : (1) determine the level of empirical data Qur’an memorization ability student at SMP IMI Tasdiqul Qur’an Bandung, (2) determine the student achivement in the subjects of Mathematics Islamic Education in SMP IMI Tasdiqul Qur’an Bandung, (3) determine the relationship between the level of ability to memorize the Qur’an and the learning achievement in the subject of Islamic Education students SMP IMI Tasdiqul Qur’an Bandung. To achieve the above objective, quantitative approach was used with the type of correlational research. The data were collected by using questionnaires and documentation then analyzed using pearson product moment correaltion. Furthemore, to determine how much the relationship activities recitation of the Qur’an to the learning achievement of Islamic education using correlation test of determination. The results of the study show that : (1) The application of Al Qur’an memorization of students in Bandung SMP IMI Tasdiqul Qur’an based on the results of the questionnaire is quiti good, students can master the latters, master the tajwid reading, and fluency in the memorization of the Qur’an. (2) The learning achivement of students in Islamic Education subjects after participating in Al Qur’an memorization activities is in the good category. (3) The relationship between the level of memorization of the Qur’an and the learning achievement of students in the subjects of Islamic Education in SMP IMI Tasdiqul Qur’an Bandung with the result of interpretation classified as moderate ot sufficient. There is a contribution of the level of Al Qur’an memorization ability to Islamic Education Learning achievement of 41,7% while 58,3% is determined by other factors. Abstrak. Menghafal Al-Qur’an merupakan upaya untuk melekat dalam ingatan dan hati terhadap ayat-ayat yang dihafal. Sehingga dalam upaya menghafal diperlukan konsentrasi tinggi agar hafalan dapat bertahan dengan baik. Kebiasaan seorang penghafal dalam berkonsentrasi tentunya akan mempengaruhi kemampuan belajarnya, sehingga semakin seseorang menghafal akan mempengaruhi kemampuan belajarnya. Kemampuan belajar yang tinggi akan menghasilkan prestasi akademik yang tinggi pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) mengetahui tingkat data empiris kemampuan menghafal Al-Qur'an siswa di SMP IMI Tasdiqul Qur'an Bandung, (2) mengetahui prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Matematika Pendidikan Agama Islam di SMP IMI Tasdiqul Qur'an Bandung, (3) mengetahui hubungan antara tingkat kemampuan menghafal Al-Qur'an dengan prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa SMP IMI Tasdiqul Qur'an Bandung. Untuk mencapai tujuan di atas digunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan korelasi product moment pearson. Selanjutnya untuk mengetahui seberapa besar hubungan kegiatan tajwid terhadap prestasi belajar PAI menggunakan uji korelasi determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Penerapan hafalan Al Qur'an siswa di SMP IMI Tasdiqul Qur'an Bandung berdasarkan hasil angket cukup baik, siswa dapat menguasai yang terakhir, menguasai bacaan tajwid , dan kelancaran dalam menghafal Al-Qur'an. (2) Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam setelah mengikuti kegiatan menghafal Al Qur’an berada pada kategori baik. (3) Hubungan antara tingkat hafalan Al-Qur’an dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP IMI Tasdiqul Qur’an Bandung dengan hasil tafsir tergolong sedang atau cukup. Terdapat kontribusi tingkat kemampuan menghafal Al Qur’an terhadap prestasi belajar PAI sebesar 41,7% sedangkan 58,3% ditentukan oleh faktor lain.
Implementasi Metode Ummi Secara Daring dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Orang Dewasa Siti Hanifah Najmal Jannah; Asep Dudi Suhardini; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.495 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2188

Abstract

Abstract. The problem that became a phenomenon in recent years that there are still many Indonesian Muslims who have not been able to read the Qur'an, which is divided into several circles, ranging from children, youth aged 20-30 years and the elderly. Muslims should be able to read the Qur'an. Because the Qur'an is the holy book of Muslims and a guide for mankind. Adults should be able to read the Qur'an. So that it can be taught to children. The child is the trust that God has entrusted to the parents. Currently in Indonesia, the method of how to read the Qur'an is the ummi method. The ummi method is a method of how to quickly read the Qur'an easily and touch the heart. This research aims to describe learning planning, stages of implementation, and the results of student achievement. This research is included in qualitative research descriptive methods. Data collection techniques use observation, interviews, and documentation studies. The results of this study show that the planning of ummi methods starts from the formulation of objectives, adjustment of learning materials and objectives, the media used, the methods and specifications of learners determined by the ability of learners. Furthermore, in terms of the implementation of this study takes the implementation of the ummi, tadarus, and ghorib volume classes. As well as the evaluation used in the ummi method consists of daily evaluation, drill, volume increase. As well as this ummi method can improve the ability to read the Qur'an of adults. The supporting factors of ummi method learning consist of teacher certification, more effective in the use of prop media and learning becomes more flexible, while the inhibitory factors in online method learning are network factors and age ranges of learners. Abstrak. Masalah yang menjadi fenomena beberapa tahun tarakhir bahwa masih banyak muslim Indonesia yang belum bisa membaca Al-Qur’an, yang terbagi menjadi beberapa kalangan, mulai dari anak-anak, pemuda umur 20-30 tahun dan lansia . Seyogyanya muslim harus bisa membaca Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam dan petunjuk bagi umat manusia. Begitupun dengan orang dewasa seyogyanya sudah bisa membaca Al-Qur’an. Supaya bisa diajarkan kepada anak. Karena anak adalah amanah yang telah Allah titipkan kepada orang tua. Saat ini di Indonesia bayak sekali metode cara membaca Al-Qur’an dianataranya adalah metode ummi. Metode ummi adalah metode cara cepat membaca Al-Qur’an dengan mudah dan menyentuh hati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran, tahapan-tahapan pelaksanaan , serta hasil pencapaian peserta didik. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kualitatif metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perencanaan metode ummi dimulai dari perumusan tujuan, penyesuaian materi pembelajaran dan tujuan, media yang digunakan, metode serta spesifikasi peserta didik yang di tentukan dari kemampuan peserta didik. Selanjutnya dari segi pelaksanaan penelitian ini mengambil pelaksanaan dari kelas jilid ummi, tadarus, dan ghorib. Serta evaluasi yang digunakan dalam metode ummi terdiri dari evaluasi harian, drill, kenaikan jilid. Serta metode ummi ini bisa meningkatkan kemampuan membaca Al-qur’an orang dewasa. Adapun faktor pendukung dar pembelajaran metode ummi terdiri dari sertifikasi guru, lebih efektif dalam penggunaan media peraga serta pembelajaran menjadi lebih fleksibel, adapun faktor penghambat dalam pembelajaran metode daring adalah faktor jaringan dan rentang umur peserta didik.
Pemikiran Syaikh Abdurrazzaq Bin Abdul Muhsin Al-Badr tentang Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak dalam Buku Rakaaiz Fii Tarbiyatil Abna Sheren Issaura; Asep Dudi Suhardini; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.758 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2415

Abstract

Abstract. Case the most important things that are prioritized and emphasized by the Prophet Muhammad is Tarbiyah (education). Because of this case is very important, we often meet this case in authentic hadiths. Rasulullah SAW guides and gives instructions on what attitudes, roles and what should be done from an early age as the first bearer of responsibility for education of their children. When someone has blessed by Allah SWT with a child, of course he will hope that his son later become a pious child or shalihah. Because a pious child and shalihah is the one who will do good (filial piety) to his parents later in this world and in the hereafter. In order to achieve the efforts of parents in educating their children, the author is interested in researching "The Thoughts of Shaykh Abdurrazzaq Bin Abdul Muhsin Al-Badr on the role of parents in educating children. In his book which entitled “Rakaaiz Fii Tarbiyatil Abna”, mentioned how to be successful in educating children. Study this study aims to (1) find out the anatomy of the 8 success pillars in educating child book by Shaykh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr. (2) know the description of the book Rakaaiz fii tarbiyatil abnaa by Shaykh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr. (3) describe the role of parents in educating children according to Shaykh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr in the book Rakaaiz fii tarbiyatil abnaa. The approach that is used in this study using a qualitative approach. Method that is used in this study using descriptive analytic method. This method was chosen in order to be able to describe systematically and precisely about the role of parents according to Shaykh Abdul Muhsin Al-Badr in his book entitled Rakaaiz Fii Tarbiyatil Abnaa. This method is intended for explain how Sheikh Abdul Muhsin Al-Badr thinks about the role of parents, so that it is expected to be implemented in daily life. Results the research shows that the role of parents in educating children from the perspective of Shaykh Abdurrazzaq which is found in the book Rakaaiz Fii Tarbiyatil Abna, which can be imitated includes: (1) Choosing a Shalihah Wife (2) Praying for Children (3) Choosing a Name Kindness (4) Doing Justice (5) Gentleness and Compassion (6) Advice and Direction (7) Good Friend (8) Good Example. Abstrak. Perkara penting yang sangat diutamakan dan ditekankan oleh Rasulullah SAW diantaranya adalah Tarbiyah (pendidikan), karena sangat pentingnya perkara ini banyak kita jumpai dalam hadist-hadist yang shahih Rasulullah SAW membimbing dan memberikan petunjuk bagaimana seharusnya sikap, peran dan apa saja yang seharusnya dilakukan sejak dini sebagai pengemban tanggung jawab pertama terhadap tarbiyah anak-anaknya. Anak merupakan anugerah dari Allah SWT yang tiada tara. Ketika seseorang telah dikaruniai oleh Allah SWT seorang anak, tentu ia akan berharap agar anaknya kelak menjadi anak yang shalih atau shalihah. Karena anak yang shalih dan shalihah-lah yang akan berbuat baik (berbakti) kepada kedua orang tuanya kelak di dunia dan di akhirat. Agar tercapai usaha orang tua dalam mendidik anak, penulis tertarik untuk meneliti tentang “Pemikiran Syaikh Abdurrazzaq Bin Abdul Muhsin Al-Badr Tentang Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak”. Dalam bukunya yang berjudul “Rakaaiz Fii Tarbiyatil Abna”, disebutkan bagaimana kiat sukses dalam mendidik anak. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui anatomi buku 8 pilar sukses mendidik anak karya syaikh abdurrazzaq bin abdul muhsin al-badr. (2) mengetahui deskripsi buku rakaaiz fii tarbiyatil abnaa karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul muhsin Al-Badr. (3) mendeskripsikan peran orang tua dalam mendidik anak menurut Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam buku rakaaiz fii tarbiyatil abnaa. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Metode ini dipilih bertujuan agar dapat mendeskripsikan secara sistematis dan tepat tentang peran orangtua menurut Syaikh Abdul Muhsin Al-Badr dalam bukunya yang berjudul Rakaaiz Fii Tarbiyatil Abnaa. Metode ini dimaksudkan untuk menjelaskan bagaimana pemikiran Syaikh Abdul Muhsin Al-Badr mengenai peran orangtua, sehingga diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam mendidik anak perspektif Syaikh Abdurrazzaq yang terdapat dalam buku Rakaaiz Fii Tarbiyatil Abna, yang dapat diteladani meliputi: (1) Memilih Istri yang Shalihah (2) Mendoakan Anak (3) Memilih Nama yang Baik (4) Berbuat Adil (5) Lemah Lembut dan Kasih Sayang (6) Nasihat dan Arahan (7) Teman yang Baik (8) Teladan yang Baik.
Implikasi Pendidikan dari Al-Qur’an Surat An-Nahl Ayat 43-44 tentang Tugas Rasul sebagai “Ahlu Dzikri” terhadap Peran Guru sebagai Sumber Pengetahuan Ade Nandar; Enoh; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.039 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2416

Abstract

Abstract. The prophet Muhammad (peace and blessings be upon him) was opposed by the idolaters. Thus, Allah SWT sent down the letter an-Nahl verse 43-44. Allah commanded the uninved to ask the Dzikri, and it was revealed to the prophet Muhammad adz-Dzikr to explain to the people what has been revealed to them so that they may think. This research uses descriptive-analytical methods of collection techniques, namely literature (library research) by studying in depth various interpretations, books and articles related to the subject matter of the research. The implication contained in the Qur'an Surah An-Nahl verses 43-44 is (1) A teacher must become ahlu dzikri, mastering the knowledge to be taught to his learners. (2) A teacher must understand the main duties, functions and roles of the teacher because the teacher not only teaches in the classroom but assumes the responsibility to educate, guide, foster, direct, train, assess, evaluate learners. (3) Allah's Apostle is a good role model for a teacher in carrying out the duties, functions and roles of teachers. Because the duty of the teacher is the same as the duty of the Prophet (peace be upon him) to his people. (4) A good teacher is one who can read and understand the meaning of the Qur'an. (5) The teacher is a source of knowledge for learners both in his words, deeds, and decrees so that it becomes the benchmark of learners in learning therefore a teacher must really understand the teacher's code of ethics. Abstrak. Kerasulan nabi Muhammad SAW ditentang oleh kaum musyrikin. Maka Allah SWT menurunkan surat an-Nahl ayat 43-44. Allah memerintahkan kepada orang yang tidak berpengatahuan agar bertanya kepada Ahli Dzikri, dan diturunkan kepada nabi Muhammad adz-Dzikr untuk menjelaskan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka agar mereka berfikir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis teknik pengumpulan yaitu kepustakaan (library research) dengan mengkaji secara mendalam berbagai tafsir, buku dan artikel yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian.Implikasi yang terdapat dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 43-44 adalah (1) Seorang guru harus menjadi ahlu dzikri, menguasai ilmu yang akan diajarkan kepada peserta didiknya. (2) Seorang guru harus memahami tugas pokok, fungsi dan peran guru karena guru bukan hanya mengajar di kelas akan tetapi memikul tanggung jawab untuk mendidik, membimbing, membina, mengarahkan, melatih, menilai, mengevaluasi peserta didik. (3) Rasullah SAW adalah panutan yang baik bagi seorang guru dalam menjalankan tugas, fungsi dan peran guru. Karena tugas guru sama seperti tugas Rasulullah SAW terhadap umatnya. (4) Seorang guru yang baik adalah yang dapat membaca dan memahami makna Al-Qur’an. (5) Guru adalah sumber pengetahuan bagi peserta didik baik dalam perkataannya, perbuatannya, maupun ketetapannya sehingga menjadi patokan peserta didik dalam belajar maka dari itu seorang guru harus benar-benar memahami kode etik guru.
Efektifitas Model Pembelajran Inqury Tipe Pictorial Riddle dalam Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih pada Siswa XI Madrasah Aliyah Darul Qolam Kab. Bandung Reni Mulyani; Aep Saepudin; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.663 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i1.2422

Abstract

Abstract. One of the problems faced by the world of education is the weakness of the learning process. In the learning process, children are less encouraged to develop thinking skills. The learning process in the classroom is directed at the ability to memorize information, the child's brain is forced to remember and hoard various information it remembers to relate it to everyday life. As a result, when children graduate from school, they are theoretically smart, but they are poor in application. This thesis discusses the effectiveness of the pictorial riddle type inquiry learning model in improving students' critical thinking skills in fiqh subjects, with the aim of (1) knowing the students' abilities before implementing the pictorial riddle type inquiry learning model in improving students' critical thinking skills in fiqh subjects. at MA Darul Qolam Bandung?(2)To determine students' critical thinking skills after using the Pictorial Riddle-type inquiry learning model in Fiqh subjects at MA Darul Qolam Bandung?(3) To determine the effect of the Pictorial Riddle-type inquiry learning model on students' critical thinking skills in Fiqh subjects at MA Darul Qolam Bandung. The type of this research is experimental quantitative research with Control Group Design research design. The population in this study were all students of class XI MA Darul Qolam Kab. Bandung as many as 40 students. The sampling technique in this research is purposive sampling. The number of samples used was 19 students where in class XI MAB with 19 students selected as the experimental class taught by the pictorial riddle-type inquiry learning model and class XI MAA with 21 students selected as the control class taught by direct learning. The data collection technique was carried out using a test instrument in the form of multiple choice as many as 20. The data analysis technique was carried out using descriptive analysis techniques and inferential analysis techniques. The results obtained in the class using the pictorial riddle-type inqury learning model with an average value of 77. Student learning outcomes without using the pictorial riddle-type inqury learning model obtained an average value of 57. This indicates that there is a significant effect between the models. pictorial riddle-type inqury learning on critical thinking skills of class XI MA Darul Qolam students, Bandung Regency. This is supported by the results of the regression analysis obtained by the value of tcount17 > ttable 0.02. Abstrak. Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan adalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berfikir. Proses pembelajaran di dalam kelas diarahkan kemampuan untuk menghafal informasi,otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi yang diingatnya untuk menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Akibatnya, ketika anak lulus dari sekolah, mereka pintar secara teoritis, tetapi mereka miskin aplikasi. Skripsi ini membahas tentang efektifitas model pembelajaran inqury tipe pictorial riddle dalam meningkatkan kemapuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran fiqih, dengan tujuan(1)Untuk mengetahui kemampuan peserta didik sebelum dilaksakanannya model pembelajaran inquiry tipe pictorial riddle dalam meningkatkan kemampuan berpikir keritis siswa pada mata pelajaran fiqih di MA Darul Qolam Bandung ?(2)Untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa setelah menggunakan model pembelajaran inquiry tipe Pictorial Riddle pada mata pelajaran Fiqih di MA Darul Qolam Bandung?(3) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry tipe Pictorial Riddle terhadap kemampuan berpikir keritis siswa pada mata pelajaran Fiqih di MA Darul Qolam Bandung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain penelitian Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MA Darul Qolam Kab.Bandung sebanyak 40 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 19 siswa dimana pada kelas XI MAB dengan jumlah siswa 19 terpilih sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran inqury tipe pictorial riddle dan kelas XI MAA dengan jumlah siswa 21 terpilih sebagai kelas kontrol diajar dengan pembelajaran langsung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes berbentuk pilhan ganda sebanyak 20. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial. Hasil penelitian yang diperoleh pada kelas yang menggunakan model pembelajaran inqury tipe pictorial riddle dengan nilai rata-rata 77. Hasil belajar siswa tanpa menggunakan model pembelajaran inqury tipe pictorial riddle diperoleh nilai rata-rata sebesar 57. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran inqury tipe pictorial riddle terhadap kemapuan berpikir kritis siswa kelas XI MA Darul Qolam Kab.Bandung. Hal ini didukung oleh hasil analisis regresi diperoleh nilai thitung17 >ttabel0,02.
Implementasi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Kurikulum Terpadu di SMP Darul Hikam Integrated School Bandung Violin Arsy Zahran Rahadian; Aep Saepudin; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.843 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.2880

Abstract

Abstract. Exictence of Islamic Education at school is not just about in fullfing of knowledge but it must be implemented in daily activities. Implantation of Islamic values in daily activities will not be able by Islamic teachers at school because limited time allocation. So optimization Islamic education at school must be implemented in integrated. Based on this phenomenon, the problem in this research is formulated as follows: (1) The planning of Islamic Education based on integrated curriculum ? (2)The implementation of Islamic Education based on integrated curriculum? (3) The evaluation of Islamic Education based on integrated curriculum? (4)The Supporting and obsctacle of Islamic Education based on integrated curriculum?. Researcher using correlational analysis technique using a quantitative approach. with qualitative descriptive method. This research was conducted at SMP Darul Hikam Integrated School Bandung. The data collection technique which used in this research are observation, interview and documentation. The data analysis processes are done through data collection, data reduction and conclusion.The results of this study are: The implementation of Islamic Education based on integrated curriculum at SMP Darul Hikam Integrated School is using integrated model by inserting special curriculum of Darul Hikam and integrated higher order thinking skills as implementetaion of Cambdrige international curriculum. Abstrak. Adanya mata pelajaran PAI bukan hanya sekedar dalam memenuhi aspek ilmu pengetahuan saja namun juga harus diterapkan dan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari tidak akan dapat dilakukan oleh guru PAI semata karena alokasi waktu yang disediakan disekolah terbatas. Oleh karena itu optimalisasi Pendidikan Agama Islam mesti dilakukan secara terpadu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) perencanaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis kurikulum terpadu, (2) pelaksanaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis kurikulum terpadu, (3) evaluasi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis kurikulum terpadu serta (4) faktor penunjang dan penghambat mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis kurikulum terpadu di SMP Darul Hikam Integrated School Bandung Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di SMP Darul Hikam Integrated School Bandung dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Impelementasi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Darul Hikam Integrated School menggunakan model integrated dengan menyisipkan kurikulum khas sekolah dan juga mengintegrasikan higher order thinking skills sebagai bentuk implementasi dari kurikulum internasional Cambdrige.
Analisis Pendidikan tentang Akhlak Memuliakan Tamu terhadap Al-Quran Surat Adz-Dzariyat Ayat 24-27 Alya Fadhillah Hidayat; Dedih Surana; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.421 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3317

Abstract

Abstract. Nowadays, it results in perceived negative effects. The decline of adab / ethics, moral morals and spirituality of Islamic values. One of them is that is not paid enough attention to adab / ethics, morals to glorify guests. The large number of people around underestimates this adab, such as welcoming guests soberly, not paying respects for their arrival, often discriminating against guests whether rich or poor and so on. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) How do the mufasir think about glorifying QS guests. Adz-Dzariyat (51) : 24-27? (2) What is the essence contained in QS Adz-Dzariyat (51) : 24-27 about glorifying guests? (3) 3.What do experts think about glorifying guests? (4) What are the educational values of QS Adz-Dzariyat (51) : 24-27 about the morals of glorifying guests? . Researchers use descriptive methods using a qualitative approach. This research makes a complex picture, examines words, detailed reports from the views of respondents and conducts studies on natural situations. With the data collection technique used in this study is a literature study by collecting data from books and other literature. The data analysis techniques are descriptive analysis techniques and inferential analysis techniques. The results of this study revealed that glorifying guests is mandatory for every Muslim, saying his legal greetings sunnah and answering them is mandatory, not discriminating against guests and respecting his guests by giving the best dishes. Abstrak. Dewasa ini, mengakibatkan efek negatif yang dirasakan. Terjadinya kemerosotan adab/etika, akhlak moral dan spiritualitas nilai Islam. Salah satunya yang kurang diperhatikan pada adab/etika, akhlak memuliakan tamu. Banyaknya orang-orang sekitar menyepelekan adab ini, seperti menyambut tamu dengan seadaanya, tidak memberikan penghormatan atas kedatangannya, sering membeda-bedakan kepada tamu baik yang kaya atau miskin dan lain sebagainya. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana pendapat para mufasir tentang memuliakan tamu QS. Adz-Dzariyat (51) : 24-27? (2) Bagaimana esensi yang terkandung dalam QS Adz-Dzariyat (51) : 24-27 tentang memuliakan tamu? (3) 3. Bagaimana pendapat para ahli tentang memuliakan tamu? (4) Apa nilai-nilai pendidikan dari QS Adz-Dzariyat (51) : 24-27 tentang akhlak memuliakan tamu?. Peneliti menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden dan melakukan studi pada situasi yang alami. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan mengumpulkan data-data dari buku-buku dan literatur lainnya. Adapun teknik analisis datanya adalah teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa memuliakan tamu adalah wajib bagi setiap umat Islam, mengucapkan salam hukumnya sunnah dan menjawabnya adalah wajib, tidak membeda-bedakan tamu dan menghormati tamunya dengan memberikan hidangan yang terbaik.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abda Abda Ade Nandar Aep Saepudin Aep Saepudin Alya Fadhillah Hidayat Amalia Rizki Febrianti Andhita Khaerunnisa Annisa Aulia Nur Rahman Arianti, Ipah Arif Hakim Arini, Kaefah Asep Dudi Suhardini Asnita Frida Sebayang Astri Mahesa Aulia Nakhita Hashi Aulia, Elsa Sivia Nur Awit Marwati Sakinah Ayi Sobarna Citra Shenya Adelia Daffa Dhiyaa Ulhaq Salim Dedih Surana Della Indah Fitriani Della Indah Fitriani Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dienan Shafyah Zahrah Dinar Nur Inten Dudi, Asep Eko Surbiantoro Eko Surbiantoro Elsa Selvia Enoh Erham Wilda Erhamwilda Eric Kisswanto eva samantha pertiwi Fahira Aliyarahma Az-Zahra Fauzi, Sabiyla Fitriani Millenia Onesha Ghina Nabila Putri Heru Pratikno Heru Pratikno Hirza Huriah Rachmah Iko Andrean Indah Novianti Suhara Komar Intan Nurfauziah Kamaruddin, Kasimah Binti Kintan Nur’imanda Laksmi dewi Laksmi Dewi, Laksmi Lia Yulianti Lisda Syabaniah Listivia Yunanda Lufi Nur Shalma Luqi Nujhan Dilalurrahman masnipal Mia Rosmiati Muhammad Dwieky Cahyadien Muhammad Fahmi Alwan Muhammad Lucky Fahrezi Muhammad Qais Arrasyid Muhammad Qais Arrasyid Muhammad Zulfikar Mujahid Muna Nabila Mutaqin, Enjen Zaenal Naira Alya Maura Gunawan Nan Rahminawati Naqiya Salsabila Nurgina Kamelia Ahmad Solehudin Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul nurul khofifah Putri Aliyya Maulani Rasyid, A. Mujahid Reni Mulyani Revan Dwi Erlangga Ria Haryati Ningsih Riyan Andriyana Rohaeni, Imas Salma Hanifa Sheren Issaura Sinsin Ummu Jahieda Siti Hanifah Najmal Jannah Siti Sarah Sobar Al Ghazal Sobar Al Ghazal Soca Regita Sisilia Sri Hartini Sugianti, Riestha Suryadi Suryadi Suryadi Syifa Aghnia Zaenal Tasya Azzahra Triastuti, Yulis Ufaira Tsabita Haiman Ulvah Nur'aeni Usamah Almujahid Vania Hasna Lutfiyah Venita Nurpahmi Putri Violin Arsy Zahran Rahadian Wahyu Fajar Faadhilah Windi Wildatul Mala