Claim Missing Document
Check
Articles

Prediction of Dengue Fever in Coastal Areas of North Sumatera (Kuala Namu and Belawan) With Random Forest and Support Vector Machine (SVM) Methods Surbakti, Suzi; Hayatunnufus, Hayatunnufus; T. Henny Febriana
Data Science: Journal of Computing and Applied Informatics Vol. 7 No. 2 (2023): Data Science: Journal of Computing and Applied Informatics (JoCAI)
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jocai.v7.i2-14355

Abstract

Dengue Fever is a really infectious disease. This disease may cause death. The lack of health facilities in several regions can increase the number of cases and death. Thus, a proper prevention is needed so the number of cases can be decreased and the spread of the fever can be prevented especially in remote area like the coast area of North Sumatera. Because of this, a system that can predict the number of cases based on several parameters is needed to prevent the spread of fever in several areas, using Random Forest dan Support Vector Machine method. Both methods have different forecast results but the number is close to the actual number of cases. Random Forest can predict more accurate with MSE value at 43.
Gerakan Peduli Kesehatan Gigi dan Mulut: Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut untuk Anak Prasekolah TK Istiqbal Ngagel Rejo Isnanto, Isnanto; Yulyana Sendia Martina; Hayatunnufus, Hayatunnufus; Laily, Rohisotul; Dwi Septiarini
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v4i3.1520

Abstract

Dental caries is a condition that can be experienced by anyone and can appear on one or more tooth surfaces. If left untreated, caries can develop deeper, from the enamel to the dentin, and reach the pulp. This disease is one of the most common dental health problems in children and is a major cause of tooth loss at an early age. The high incidence of dental caries in children is influenced by various factors, including bad habits in maintaining dental hygiene and unhealthy eating patterns. The importance of maintaining dental and oral health must be introduced from an early age so that children understand how to maintain dental hygiene properly. Educational activities regarding dental and oral health maintenance aim to increase awareness and knowledge of preschool children, such as those carried out in the program at Istiqbal Ngagel Rejo Kindergarten. The activity method used was counseling (lectures, questions and answers, and demonstrations of brushing teeth) using phantom teeth, toothbrushes, and flip charts. The results of the activity were an increase in the knowledge of preschool children at Istiqbal Kindergarten from the less to sufficient category. However, it did not reach the planned target, namely that the majority received the good category.
Tinjauan Tentang Tata Rias Pengantin Modifikasi pada Pengantin Koto Gadang, Sumatera Barat Azizah, Aulia; Hayatunnufus, Hayatunnufus
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 5 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i5.4084

Abstract

This research aims to describe the forms and characteristics of makeup, clothing, and accessories for modified brides from Koto Gadang, West Sumatra. The background of the research is based on the phenomenon of changes in traditional bridal makeup into modifications that combine cultural elements with modern trends, thus generating both pros and cons among the community. This study employs a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The informants include bundo kanduang, makeup artists, and bridal clothing rental business owners in Nagari Koto Gadang. The data analysis techniques used are data reduction, data display, decision making, and verification. The research results show that the modified bridal makeup of Koto Gadang has undergone a transformation from a bold style with bright colors to soft, natural, and flawless makeup using modern techniques such as cut crease, ombre lips, and fiber eyebrow shaping. The modified attire still retains traditional elements such as tilakuang, kodek, and salendang, but is presented in soft colors, with the addition of sequins and the use of kebaya. The modified bridal accessories still follow the typical Koto Gadang form but are used more selectively and many are made from lighter and more affordable alternative materials. The study concludes that the modification of bridal makeup in Koto Gadang is a form of adaptation to the times that still preserves cultural identity, although it potentially reduces the symbolic meaning of traditional forms.
Hubungan Perilaku Personal Hygiene Terhadap Timbulnya Jerawat Pada Remaja Putri di SMAN 4 Kota Pariaman Amanda, Friska; Hayatunnufus, Hayatunnufus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jerawat umumnya terjadi pada usia muda dan disebabkan oleh berbagai faktor, seperti iklim, kebersihan, penggunaan kosmetik dan lainnya. Personal hygiene atau kebersihan pribadi merupakan konsep dasar dari kebersihan dan langkah pertama untuk menjaga kesehatan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku personal hygiene dan timbulnya jerawat pada remaja putri di SMA Negeri 4 Kota Pariaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu siswa SMA Negeri 4 Kota Pariaman yang berjumlah 119 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling berjumlah 54 responden. Instrumen pengumpulan data terdiri dari kuesioner dan observasi, kemudian diukur menggunakan skala likert yang telah teruji validitas dan reabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki perilaku personal hygiene kategori buruk sebanyak 47 orang responden (87%) . Selain itu, sebanyak 37 responden 68,5% dari remaja yang mengalami jerawat dengan kategori berat. Terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene dan timbulnya jerawat, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang artinya terdapat hubungan dengan arah positif.
Pengaruh Lidah Buaya Dan Mayones Sebagai Krim Creambath Untuk Perawatan Rambut Kering Maudita, Vina; Hayatunnufus, Hayatunnufus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan permasalahan rambut yang dapat mempengaruhi kesehatan rambut, salah satunya rambut kering. Untuk itu, harus ada alternatif untuk mengatasi rambut kering yaitu dengan memakai krim creambath. Bahan tradisional yang dapat dijadikan krim creambath adalah lidah buaya dan mayones. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemakaian krim creambath lidah buaya dan mayones untuk perawatan rambut kering dengan frekuensi perlakuan 1 x 2 hari dan 1 x 3 hari selama tiga minggu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, jenis penelitian eksperimen, desain penelitian pre-eksperimen. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa Tata Rias dan Kecantikan angkatan 2020. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik pengambilan data menggunakan  metode observasi, dokumentasi dan lembar penilaian. Teknik analisis data yaitu menggunakan SPSS.30 untuk melihat hasil uji persyaratan analisis dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) Pada perlakuan 1 x 2 hari diperoleh 2 orang (66,6%) memilih tingkat kelembapan rambut yaitu Lembab (L) dan 1 orang (33,3%) memilih tingkat kelembapan rambut yaitu Sangat Lembab (SL). (2) Pada perlakuan 1 x 3 hari diperoleh 2 orang (66,6%) memilih tingkat kelembapan rambut yaitu Normal (N) dan 1 orang (33,3%) memilih tingkat kelembapan rambut yaitu Lembab (L). (3) Hasil Uji-t menunjukkan nilai p= 1.000 (p<0,01), artinya terdapat perbedaan signifikan pengaruh penggunaan krim creambath lidah buaya dan mayones.
Assessing the Multifaceted Determinants of Collaborative Competence Among Students in the Digital Learning: A Comprehensive Analysis Saputra, Indra; Sari, Resti Elma; Mahniza, Melda; Hayatunnufus, Hayatunnufus; Rahmiati, Rahmiati; Yanita, Merita; Yupelmi, Mimi
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.8.4.2202

Abstract

The study background related to the students' collaborative competence in digital learning is still relatively low. The objective of this study is to examine the elements influencing collaborative competence. The study involved 107 cosmetology and beauty education students. The method used was a survey with data collection using questionnaires developed based on predetermined variable indicators. The analysis of data employed Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) with Smart PLS 4.0 software. The SEM results describe the Convergent Validity (Loading Factor and Average Variance Extracted) and Discriminant Validity (Fornell Larcker Criterion and Cross Loading), which states that the measurement model is valid. Furthermore, the Composite reliability and Cronbach's Alpha conclude that the measurement model is reliable. The analysis results indicate a positive and significant correlation of predictor variables, including project-based learning, social media, instructional approach, and material relevance to collaborative competence. Based on the variable analysis, material relevance becomes the highest aspect, followed by project-based learning, which increases the collaborative competence of students. Conversely, social media as a mediator variable weakens the level of correlation of the predictor variables to collaborative competence. This study contributes to understanding factors affecting students' collaborative competence in digital learning environments, with significant implications for educators, institutions, and policymakers in shaping digital learning frameworks enhancing collaborative competence. Future research, including longitudinal studies, could investigate the lasting impact of digital learning environments on developing collaborative competence over time.
Edukasi ketahanan mental generasi muda: program pengabdian untuk pencegahan bunuh diri Saputra, Indra; Rahmiati, Rahmiati; Hayatunnufus, Hayatunnufus; Silvia, Febri; Oktarina, Rahmi; Putri, Elviza Yeni; Mahniza, Melda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23593

Abstract

AbstrakLatarbelakang kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya fenomena bunuh diri di kalangan generasi muda menjadi isu global dan juga menjadi isu yang terus meningkat di Indonesia. Fenomena ini disebabkan oleh masalah kesehatan mental remaja yang disebabkan tekanan akademis, masalah keluarga, kesulitan hubungan sosial, serta pengaruh negatif media sosial. Masalah selanjutnya juga terkait dengan kurangnya dukungan psikososial dan ketidakmampuan mengelola stres bagi remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait kesehatan mental remaja untuk mencegah terjadinya bunuh diri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dan praktik. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang dengan latar belakang profil dan daerah asal yang beragam. Kegiatan mencakup persiapan, pelaksanaan dan evaluasi yang mencakup antara lain penyampaian materi edukasi, diskusi dan tanya jawab, pendampingan dalam penyusunan rencana strategis pencegahan bunuh diri dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan mendeskripsikan bahwa seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan dapat memahami substansi kegiatan dengan baik. Hasil berikutnya adalah peserta dapat menyusun rencana strategis pencegahan bunuh diri yang dapat diimplementasikan dalam konteks individu maupun masyarakat. Rencana strategis pencegahan tersebut antara lain program pelatihan ketahanan mental di sekolah, sistem pendukung peer counselor (konselor sebaya), kampanye kesadaran kesehatan mental, workshop orang tua dan guru, layanan konseling terintegrasi, program edukasi dan latihan mindfulness, pusat informasi dan dukungan kesehatan mental, program ekstrakurikuler yang menunjang kesehatan mental. Secara keseluruhan, tujuan kegiatan edukasi ini dapat dicapai dengan maksimal. Terakhir, saran yang dapat diberikan adalah agar program pendampingan yang sejalan dapat diberikan secara berkala dan berkelanjutan. Kata kunci: edukasi; ketahanan mental; generasi muda; bunuh diri. Abstract The background of this community service activity is the increasing phenomenon of suicide among young people, which has become a global issue and is also rising in Indonesia. This phenomenon is caused by mental health problems among teenagers due to academic pressure, family issues, social relationship difficulties, and the negative influence of social media. Additionally, there is a lack of psychosocial support and an inability to manage stress among teenagers. This community service activity aims to provide education related to teenage mental health to prevent suicide. The methods used in this activity include delivering educational materials, discussions and Q&A sessions, assistance in formulating strategic suicide prevention plans, and activity evaluation. The results of the activity indicate that all participants could follow the activity well and understand its substance. Furthermore, the participants were able to develop strategic suicide prevention plans that can be implemented on both individual and community levels. These strategic prevention plans include mental resilience training programs in schools, peer counselor support systems, mental health awareness campaigns, workshops for parents and teachers, integrated counseling services, education and mindfulness training programs, mental health information and support centers, and extracurricular programs that support mental health. Overall, the educational objectives of this activity were successfully achieved. Finally, it is recommended that similar supportive programs be provided regularly and continuously. Keywords: education; mental resilience; young generation; suicide.
KELAYAKAN EKSTRAK WORTEL (DAUCUS CAROTA L) SEBAGAI PEWARNA ALAMI EYESHADOW COMPACT POWDER Enjely, Ramona; Hayatunnufus, Hayatunnufus
FLAWLESS: Jurnal Pendidikan Tata Rias Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL FLAWLESS EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/fls.v5i1.56325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan eyeshadow compact powder menggunakan ekstrak wortel, untuk menganalisis kelayakan eyeshadow compact powder  dari ekstrak wortel (daucus carota l) ditinjau dari uji laboraturium (kandungan karetonoid, uji ph, dan uji homogenitas), dan untuk menganalisis kelayakan eyeshadow compact powder dari  ekstrak wortel (daucus carota l) ditinjau dari uji organoleptic (warna, aroma, daya lekat, dan tekstur) dan uji hedonic (kesukaan panelis). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimental laboraturium. Objek ini penelitian ini adalah ekstrak wortel yang  dijadikan sebagai pewarna alami pada sediaan eyeshadow compact powder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi,dokumentasi, kuesioner. Data analisis menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini adalah : 1) Cara pembuatan eyeshadow compact powder ekstrak wortel dilakukan dengan mengekstrak wortel terlebih dahulu dengan metode maserasi  lalu mencampurkan bahan sediaan eyeshadow compact powder, 2)Kelayakan ekstrak wortel (daucus carota l) sebagai pewarna alami eyeshdow compact powder dilihat dari hasil pengujian laboraturium positif mengandung kandungan karetonoid. Hasil ß-karoten dan ekstrak wortel memiliki nilai RF standar ß-karoten adalah 0,7 dan ekstrak wortel adalah 0,6, memiliki rentang pH 5 dan dari hasil pengujian homogenitas menunjukkan sediaan homogen. 3)Kelayakan ekstrak wortel (daucus carota l) sebagai pewarna alami eyeshadow compact powder ekstrak wortel dilihat dari uji organoleptik bahwa tekstur eyeshadow  yang dinilai halus,  warna yang dinilai bewarna oranye, aroma dinilai cukup beraroma khas ekstrak, daya lekat dinilai cukup melekat dan sebagian besar panelis menyatakan penilaian hedonik (kesukaan panelis) cukup suka
PENGETAHUAN KOSMETIKA PERAWATAN DAN DEKORATIF PADA MAHASISWI DEPARTEMEN TATA RIAS DAN KECANTIKAN Dewi, Desi Hastika; Hayatunnufus, Hayatunnufus
FLAWLESS: Jurnal Pendidikan Tata Rias Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL FLAWLESS EDISI JUNI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/fls.v5i2.62065

Abstract

Permasalahan yang ditemui masih terdapat mahasiswi Departemen  Tata Rias dan Kecantikan angkatan 2021 yang belum memperhatikan kandungan kosmetika dan belum menerapkan pengetahuan yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan kosmetika perawatan kulit wajah dan untuk menganalisis pengetahuan tentang kosmetika dekoratif pada mahasiswi Departemen  Tata Rias dan Kecantikan angkatan 2021. Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di Departemen  Tata Rias dan Kecantikan FPP UNP pada Desember 2023.  Populasi penelitian mahasiswi Angkatan 2021 dengan sampel berjumlah 52  dengan teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling dengan rumus slovin. Teknik pengumpulan data metode observasi dan kuisioner. Instrument penelitian soal untuk menguji pengetahuan mahasiswi, uji coba instrument dengan analisis butir soal terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, uji daya pembeda, uji tingkat kesukaran. Teknik analisis data tabulasi dan analisis desrkriptif untuk tingkat capaian responden (TCR). Hasil penelitian pada pengetahuan mahasisiswi tentang kosmetika perawatan secara keseluruhan memperoleh nilai tingkat pengetahuan baik sebanyak 18 responden (35%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 4 orang responden (8%) dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 30 responden (58%). Pengetahuan pada indikator pengetahuan tentang kosmetik memperoleh nilai tertinggi pada kategori kurang sebanyak 29 responden (56%), indikator cara penggunaan kosmetik memperoleh nilai tertinggi pada kategori kurang sebanyak 28 responden (54%), indikator kosmetika berbahaya memperoleh  skor tertinggi pada kategori kurang sebanyak 30 orang responden (58%). Pengetahuan mahasisiswi tentang kosmetika dekoratif secara keseluruhan memperoleh nilai tingkat pengetahuan baik  sebanyak 21 responden (40%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 1 orang responden (2%) dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 30 responden (58%). Pengetahuan pada indikator pengetahuan tentang kosmetika memperoleh nilai tertinggi pada kategori kurang sebanyak 29 responden (56%), indikator cara penggunaan diperoleh nilai tertinggi pada kategori kurang dengan presentase sebanyak 30 responden (58%), indikator kosmetika berbahaya memperoleh nilai tertinggi pada kategori kurang sebanyak 21 responden (52%).  Adapun saran yang peneliti berikan bagi mahasiswi diharapkan untuk lebih mempelajari lagi tentang kosmetika perawatan dan dekoratif sebagai bentuk kemampuan untuk terjun didunia industri kecantikan.
Integrating e-module craft and wedding gifts course; the effect on creative thinking and attitudes student in vocational education students Hayatunnufus, Hayatunnufus; Yanita, Merita; Dewi, Ika Parma; Sari, Adha Kurnia; Hanafi, Hafizul Fahri; Ismail, Mazeni
Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan Vol 7 No 4 (2024): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jptk.v7i4.39723

Abstract

Society 5.0 envisions a future that emphasizes the integration of advanced technologies with human life to foster a more human-centered, sustainable, and inclusive community. A key skill in this context is found in the craft and wedding gift course. This course not only equips students with comprehensive knowledge of crafting techniques for wedding gifts but also prepares them to engage in the rapidly expanding field of entrepreneurship. The objective of this study is to develop an e-module focused on teaching wedding gift-making skills for vocational students. This e-module will be tailored to fulfill students' needs for an interactive, engaging, and flexible learning experience. The research employs a development research (R&D) approach, aiming to enhance the quality of education by implementing the ADDIE model. The developed e-module received a very valid assessment, with 90.67% from the media validator and 90.25% from the material validator In addition, this e-module was also considered very practical by lecturers with a score of 85% and by students with a score of 92%. The decision-making criteria were if the sig value (2-tailed) <0.05, then the proposed hypothesis was accepted.
Co-Authors Agustina, Fadiya Aini, Wirdatul Amanda, Friska Amelia Widiatuti Asri, Diahning Aulia Azizah Ayuning, Geby , Denada Betris Sonita Br Sirait, Friska Pegrisentia Darmurtika, Linda Ayu Dedy Arisandi Dewi, Desi Hastika Dewi, Siska Miga Divia Indri Paramita Dwi Septiarini Eka Putri, Nela Aprilia Enjely, Ramona Fabitiary, Annisa Rizqa Fadilah, Rahmi Fandiga, Irfan Fatmawati, Eva Febrina, Eci Feriantano Sundang Pranata Fransisca, Devi Dwi Hanafi, Hafizul Fahri Harlini, Siti Miki Hidayatullah, M Wildan Hutasuhut, Nurul Inayah Ibrahim, Taupik Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Parma Dewi Indra Saputra Ismail, Mazeni Isnanto Isnanto Jaya, Nurhadi Khunaefi, Rafli Komala, Yulia Linardita Ferial, Linardita Lindawati, Ayu Mandalika, Mandalika Marbun, Resida Damiana Mardani, Nuzra Maudita, Vina Melda Mahniza Murni Astuti Mursyida, Lativa Muzakiyah Qurrata A'yuni Nafiz Annas Ningrum, Mercylia Noviarti, Geni Eka NURHASANAH, AYU Nurhasanah, Rossy Oktarina, Rahmi Pratiwi, Novika Pulungan, Aflah Mutsanni Purnamasari, Fanindia R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rafsanjani, Ayatullooh Rahmadani Rahmadani Rahmiati Rahmiati Reflianto, Reflianto Reni Haerani Resmita, Resmita Ria Andriani Riska Desriani Saputri RIZA, YULIA Rohisotul Laily Rosalina, Linda Rostamailis Rostamailis RR, Maylina Safrina, Adhelia Permata Sahbani, Fazira Sari, Adha Kurnia Sari, Resti Elma Setiawati, Erlin Silvia, Febri Simangunsong, Daisy Sere Damara Sri Melvani Hardi SUKRISTIANI, DWI Surbakti, Suzi Syamsul Arifin SYOFIA MELISA PUTRI T. Henny Febriana Tania, Shifa TATI NURHAYATI Toyib, Abu Vici Syahril Chairani Yanita, Merita Yasnita Yasnita Yeni Elviza Febrianti Yolalalita, Suci Yolanda, Siska Septia Yuliana Yuliana yulyana sendia martina YUPELMI, MIMI Yusia Peni Yusmar Emmy Katin Yusuf, Rifki Maulana Zera, Yevawelita