Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Implementasi Kurikulum Pendidikan Islam Madrasah WAK Tanjong Al Islamiyah di Singapura Nahwiyah, Sopiatun; Helmiati, Helmiati; Nazir, M.
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1930

Abstract

Sebagai negara maju, Singapura tentunya membutuhkan Sumber Daya Manusia yang memadai atau memiliki skill yang mumpuni salah satunya melalui pendidikan madrasah. Maka madrasah akan berkolaborasi dalam kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Singapura tersebut, terutama pada bidang kurikulum yang diterapkan di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum di Madrasah Wak Tanjong al Islamiah di Singapura menggunakan metodologi penelitian library research dengan menelaah buku, jurnal serta website resmi yang berkaitan dengan Madrasah Wak Tanjong al Islamiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum yang diterapkan di Madrasah Wak Tajong al Islamiah Negara Singapura adalah pendekatan separated curriculum atau kurikulum terpisah. Hal ini karena ada pengelompokan-pengelompokan pada mata pelajaran yang diterapkan di Madrasah Wak Tajong al Islamiah. Pada tingkat dasar, menengah dan pra universitas, diwajibkan mengikuti penialaian akhir yang ditetapkan oleh pemerintah seperti Primary School Leaving Examination, General Certificate of Education Ordinary Cambridge General Certificate of Education Advanced Level. Dengan ditetapkan penilaian oleh pemerintah maka kurikulum yang diterapkan oleh Madrasah harus menyertakan pelajaran umum yang setara dengan sekolah pemerintah. Terdapat tiga kelompok mata pelajaran yang diterapkan di Madrasah Wak Tanjong al Islamiah  yaitu mata pelajaran umum, mata pelajaran bahasa Arab dan mata pelajaran agama.
Analysis of Islamic Educational Policy: Thailand Case Study Harahap, Koiy Sahbudin; Rajab, Khairunnas; Helmiati, Helmiati; Sawaluddin, Sawaluddin
JURNAL AL-TANZIM Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.369 KB) | DOI: 10.33650/al-tanzim.v6i1.3223

Abstract

This study aims to analyze the policy of Islamic education in Thailand. The method used is a case study qualitative method. The data collection technique is done through interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used consists of three co-occurring activities: data reduction, data presentation, conclusion drawing/verification. The results showed that; Islamic education policies in the field of curriculum, namely policies carried out by requiring general subjects such as mathematics, science, geography; Islamic education policy regarding the Thai language, namely using and developing the Thai language in student learning; Islamic Education Policy regarding teachers, namely providing training for teachers and education personnel to improve their abilities and knowledge. This research implies that it can be used as input for the government, stakeholders, leaders, teachers in making policies so that the quality of education is more qualified and able to compete with other countries.
TRANSMISI KEILMUAN UNIVERSITAS AL-AZHAR MESIR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PONDOK PESANTREN DI INDONESIA Mas’udan, Ahmad; Helmiati, Helmiati; Nazir, M.
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.40078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transmisi ilmu dari Universitas Al-Azhar Mesir serta dampaknya terhadap perkembangan Pondok Pesantren di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review), dengan data yang diperoleh dari berbagai sumber akademik yang membahas proses transmisi keilmuan. Teknik analisis data dilakukan melalui pemetaan tematik berdasarkan hasil penelitian terdahulu dan teori-teori relevan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa transmisi ilmu berlangsung melalui peran ulama Indonesia yang menjalankan ibadah haji sembari menimba ilmu di Makkah, lalu melanjutkan pendidikan mereka di Universitas Al-Azhar Mesir. Setelah menyelesaikan studi, mereka kembali ke Indonesia dan mendirikan pondok pesantren. Selain itu, kurikulum di Pondok Pesantren di Indonesia banyak mengadopsi kitab-kitab karya para ulama Al-Azhar, khususnya dalam bidang fikih, ilmu pengetahuan, dan tafsir. Dengan demikian, terjadi transfer ilmu secara langsung maupun tidak langsung antara Universitas Al-Azhar dan Pondok Pesantren di Indonesia.
Epistemological Analysis of the Integration of the Merdeka Curriculum and Deep Learning Technology in Islamic Education in the Digital Era Syuhada, Muhammad Nadhif; Helmiati, Helmiati; Hasyim, Hariza
Educate: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : Educate: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/edu.v4i3.12845

Abstract

The transformation of education in the digital era has shifted the paradigm from conventional learning systems toward more adaptive, personalized, and technology-based models. This study aims to analyze the epistemological integration between the Merdeka Curriculum and deep learning technology within the development of Islamic education in the digital age. The research employed a library research method using content analysis of academic books, scholarly articles, and relevant policy documents. The findings reveal that the integration offers significant opportunities, including enhanced learning personalization, strengthened spiritual digital literacy, and pedagogical efficiency through adaptive learning systems. However, the study also identifies several epistemological and ethical challenges, such as value bias within algorithms, the risk of reducing spiritual dimensions into computational data, and limitations in digital competence among Islamic education teachers and institutional infrastructures. Epistemologically, the integration of technology in Islamic education must remain grounded in the principles of tawhid, adab, and maq??id al-tarbiyah to prevent fragmentation between knowledge and values. This study contributes theoretically by proposing an epistemological integration framework between curriculum and technology, and practically by offering insights for developing Islamic pedagogy that remains ethically and spiritually rooted while adapting to digital advancements.
The Impact of Government Policy on Curriculum Changes and Its Implications for the Quality of Islamic Religious Education in Elementary Schools Syamsurizal, Oky; Helmiati, Helmiati; Hasyim, Hariza
Ar-Rosikhun: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam ARJMPI Vol 4, No 3, August 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/rosikhun.v4i3.39622

Abstract

Curriculum changes are part of the government's strategic policy to improve the quality of national education. This article aims to analyze government policies related to changes in the education curriculum over time until the birth of the Independent Curriculum, and examine its implications for improving the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning in elementary schools. This study uses a qualitative approach with a library research method. Data were obtained from various written sources such as books, scientific journals, policy documents, and relevant laws and regulations, then analyzed using content analysis techniques. The results of the study indicate that curriculum changes in Indonesia, starting from the 1994 Curriculum, the 2004 KBK, the 2006 KTSP, the 2013 Curriculum, and the Independent Curriculum, reflect the government's ongoing efforts to adapt education to current developments and student needs. The implementation of the Independent Curriculum has positive implications for Islamic Religious Education (PAI) learning in elementary schools, especially in encouraging more flexible, contextual, and student-centered learning. This curriculum opens up space for Islamic Religious Education (PAI) teachers to innovate through project-based learning and authentic assessment, thus enhancing not only knowledge but also students' religious attitudes and noble morals. Therefore, the Independent Curriculum has the potential to holistically improve the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning if supported by teacher and school readiness
Marginalisasi dan Inovasi: Jejak Kebijakan Pendidikan dari Kolonial ke Orde Lama dalam Perkembangan Pendidikan Islam Indonesia Toedien, Faisal Amir; Helmiati, Helmiati; Hasyim, Hariza
Instructional Development Journal Vol 8, No 3 (2025): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v8i3.38362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kebijakan pendidikan pada masa-masa Kolonial dan Orde Lama serta menjelaskan implikasinya terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia dengan memaparkan gambaran marginalisasi tindakan setiap pemerintahan kala itu terhadap pendidikan itu sendiri. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami bagaimana kebijakan pendidikan kolonial dan pascakolonial membentuk arah, akses, dan posisi pendidikan Islam dalam sistem nasional. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan yang menelaah beragam sumber, seperti arsip kolonial, dokumen kebijakan pendidikan, peraturan perundang-undangan, serta literatur akademik dari buku dan jurnal ilmiah. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis melalui metode analisis isi dan pendekatan historis untuk menafsirkan isi teks kebijakan pendidikan, mengidentifikasi pola ideologis, dan menelusuri dampaknya terhadap pendidikan Islam. Keabsahan data dijaga dengan triangulasi pustaka dan audit trail guna memastikan objektivitas hasil interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan kolonial bersifat diskriminatif dan membatasi ruang pendidikan Islam melalui regulasi seperti Ordonansi Guru dan Sekolah Liar. Sebaliknya, kebijakan pendidikan pada masa Orde Lama lebih tergambar adanya upaya untuk mulai mengintegrasikan pendidikan Islam ke dalam sistem nasional yang berlangsung kala itu, meskipun belum sepenuhnya sejajar dengan pendidikan umum. Penelitian ini memberikan kontribusi baru berupa refleksi historis yang dapat memperkaya wacana kebijakan pendidikan Islam kontemporer menuju sistem yang lebih inklusif, berkeadilan, dan kontekstual.