p-Index From 2021 - 2026
12.51
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Nurse Media Journal of Nursing Journal of Educational, Health and Community Psychology Jurnal Skolastik Keperawatan (e-Journal) JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Universa Medicina Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Keperawatan Padjadjaran JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) JURNAL CITRA KEPERAWATAN Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) Journal of Health Science and Prevention Media Keperawatan Indonesia LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Holistik Jurnal Kesehatan Journal of Nursing Care Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Jurnal Perawat Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Human Care Journal Real in Nursing Journal Bali Medika Jurnal NURSING UPDATE JURNAL ILMIAH ILMU KEPERAWATAN Journal Of Bionursing PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Community Empowerment for Health Jurnal Ners Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Journal of Telenursing (JOTING) BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Babali Nursing Research Jurnal Inovasi Penelitian Ners Muda Jurnal Kesmas Asclepius Jurnal Mitra Kesehatan Caring : Indonesian Journal of Nursing Science Jurnal Gema Keperawatan JOSING: Journal of Nursing and Health Quality : Jurnal Kesehatan JRKN Jurnal Cakrawala Ilmiah JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Journal Of Health & Cardiovascular Nursing Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic (Jurnal Pendidikan dan Praktik Keperawatan Indonesia) An Idea Nursing Journal Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Jurnal Keperawatan JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Keperawatan PPNI Jawa Barat Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Holistik Jurnal Kesehatan Nursing Arts Medical Journal of Soeradji NurseLine Journal Indonesian Journal of Global Health Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Pendekatan Teori Virginia Henderson pada Pasien Diseksi Aorta: Case Study Mulida Arifiati; Sri Yona; Tuti Herawati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 1 No 2 (2021): Perawatan Lansia di Posyandu
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v1i2.235

Abstract

Pendahuluan: Diseksi aorta akut merupakan kondisi gawat darurat yang sering terlewat saat pemeriksaan awal. Keterlambatan diagnosis meningkatkan mortalitas, tetapi presentasi dapat menyerupai beberapa  kondisi umum lainnya. Diseksi aorta adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan ketika lapisan interior aorta robek dan darah bisa mengalir ke dalam lumen palsu. Asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat sangat mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan yang akan diterima oleh pasien. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan tersebut salah satunya dengan mengaplikasikan teori virginia henderson. Tujuan: mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan dimulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi kepada pasien diseksi aorta. Metode: Desain studi kasus asuhan keperawatan diseksi aorta dengan pendekatan teori Virginia Henderson dilakukan  dengan cara mengumpulkan data yang dimulai dari pengkajian, menentukan diagnosis, melakukan perencanaan, melaksanakan tindakan, dan melakukan evaluasi yang diberikan pada satu orang pasien dengan gangguan sistem kardiovaskular, tidak membatasi umur dan tidak menentukan jenis kelamin yang akan dijadikan dalam sebuah studi kasus. Analisa data dilakukan sejak peneliti melakukan asuhan keperawatan yang dilakukan mulai awal pengkajian dan dilakukan pendokumentasian pada setiap hari untuk mengetahui perkembangan dari pasien. Hasil: Penerapan teori Virginia Henderson efektif diterapkan pada pasien dengan diseksi aorta. Simpulan: Teori Virginia Henderson dapat digunakan pada asuhan keperawatan pasien dengan pasien diseksi aorta untuk meningkatkan kemandirian akibat perubahan fisik dan psikologis.  
Use of mHealth in Atrial Fibrillation Telemonitoring: A Literature Review Beti Ningrum; Tuti Herawati
Journal of Nursing Care Vol 6, No 2 (2023): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v6i2.44081

Abstract

Management of atrial fibrillation (AF) is limited to low detection, treatment non-adherence and several other considerations, resulting in the utilization of mobile health devices  (mHealth) for comprehensive and continuous telemonitoring  of atrial fibrillation. This study aims to identify the use of mHealth in atrial fibriullation telemonitoring. The reseach design is a literature review using the PRISMA method approach. Literature search used the keywords “mHealth” and “telemonitoring” and “atrial fibrillation” from the PubMed, Science Direct, Scopus and ProQuest databases, with inclusion criteria namely article on the use technology or mobile health-based applications in telemonitoring atrial fibrillation (AF), articles less than 5 years, fulltext and open access. The seven articles analyzed, six articles on the use of mHealth can be used for atrial fibrillation telemonitoring and one article shows the use of applications for educational media. Further development is needed in line with increasing needs, ease of use and technological developments in the health sector.  
Efektivitas Intervensi Limb Raising Terhadap Nyeri Dan Swelling Pasca Intervensi Koroner Perkutan Dengan Akses Arteri Radialis I Nengah Adiana; Elly Nurachmah; Tuti Herawati; Rita Sekarsari; Agus Susanto
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v7i2.507

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Penyakit jantung koroner (PJK) sebagai penyebab kematian terbesar di dunia. Penatalaksanaan PJK dilakukan dengan mengurangi atau mengendalikan faktor risiko serta mengembalikan suplai darah miokardium dengan intervensi koroner perkutan (IKP). Perawatan pasien paska tindakan intervensi koroner perkutan melalui akses arteri radialis untuk menurunkan nyeri dan swelling dengan penerapan limb raising. Tujuan: Mengidentifikasi efektivitas intervensi limb raising terhadap penurunan nyeri dan swelling paska intervensi koroner perkutan melalui akses arteri radialis. Metode: Menggunakan desain quasi eksperimen dengan 32 responden (masing-masing 16 responden untuk kelompok intervensi dan kelompok kontrol) menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilaksanakan bulan November 2019 - Januari 2020 di RSJPD Harapan Kita, Jakarta. Data di analisis menggunakan uji independen t-test dengan program SPSS. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan rerata skor nyeri dengan mean different -1.063, p = 0.035 dan swelling dengan mean different -2.188 dengan p = 0.045 pada masing-masing kelompok paska intervensi limb raising. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan penerapan intervensi limb raising terhadap penurunan nyeri dan swelling paska tindakan intervensi koroner perkutan. Intervensi limb raising dapat dijadikan intervensi keperawatan dalam manajemen nyeri dan swelling paska tindakan intervensi koroner perkutan dengan akses arteri radialis Kata Kunci: limb raising, nyeri, swelling
Effect of Physical Exercise On Heart Failure Patients Wida Sri Kurniyanti; Tuti Herawati; Denissa Faradita Aryani
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.5854

Abstract

The incidence of heart failure is a health problem that often occurs in society. Globally it reaches more than 23 million patients worldwide and is expected to grow to 46% by 2030. Patients with heart failure characterized by low activity tolerance, low quality of live, increased mortality and re-hospitalization, and increased treatment cost. Heart failure patients experience shortness of breath, fatigue, anxiety. Where the signs and symptoms of heart failure are chronic and progressive. The writing method uses the PRISMA literature review method, via the remote-lib.ui.ac.id database which facilities a literature search engine and is linked to various scientific publications such as Scopus, ProQuest, Clinical Key for Nursing, PubMed with several keywords, (HFrEF OR (Heart Failure)) AND (physical exercise) AND (Physical capacity). From the first search we get 1512 articles, then selected to become 7 articles with cardiovascular restrictions, last 5 years, nursing, English. Activity management in Heart failure is an important intervention to provide, both while in the treatment room and as self-management and self-care. Non-pharmacological and pharmacological nursing management as a way to improve self-care and self-management in heart failure patients is important to provide because it can increase the achievement of treatment goals.
The The Effect of Electronic Triage on Nurses' Decisions in Patient Care in the Emergency Department : Literature Review Nurul Azizatunnisa; Tuti Herawati
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 7 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Kemajuan teknologi telah memberikan dampak signifikan terhadapsemua aspek kehidupan, termasuk pelayanan kesehatan. Instalasi Gawat Darurat (IGD)sebagai bagian dari fasilitas pelayanan kesehatan rumah sakit perlu menerapkan rekammedis elektronik, salah satunya Electronic Triage (E-Triage). Tujuan : memberikangambaran pengaruh penggunaan E-Triage dengan keputusan perawat dalam pelayananpasien di Instalasi Gawat Darurat. Metode: Literature review dilakukan denganmelakukan pencarian pada google scholar dan jurnal pada perpustakaan UniversitasIndonesia yang terbit 5 tahun terakhir. Pembahasan : Triase yang akurat dipengaruhioleh reliabilitas, validitas, keahlian dan keterampilan perawat dalam memberikankeputusan. Oleh karena itu, diperlukan teknologi yang mendukung proses triase sepertiE-Triage dan Decision Support System (DSS) yang terintegrasi dalam rekam mediselektronik atau Electronic Health Record (EHR) di rumah sakit. Kesimpulan : Triasepada pelayanan gawat darurat merupakan bagian tak terpisahkan yang memerlukankecepatan, ketepatan dan tingkat akurasi yang tinggi dalam pemberian keputusan.Implikasi yang diharapkan adalah peningkatan kompetensi perawat dalam penggunaanteknologi dalam pelaksanakan triase.Keyword : electronic triage, electronic health record, pengambilan keputusanIntroduction: Technological advances have had a significant impact on all aspects of life,including health services. The Emergency Room (IGD) as part of the hospital health servicefacility needs to implement electronic medical records, one of which is Electronic Triage(E-Triage). Objective: to provide an overview of the influence of using E-Triage on nurses'decisions in caring for patients in the Emergency Department. Method: Literature reviewwas carried out by searching on Google Scholar and journals in the University of Indonesialibrary published in the last 5 years. Discussion: Accurate triage is influenced by reliability,validity, expertise and skills of nurses in making decisions. Therefore, technology is neededthat supports the triage process, such as E-Triage and Decision Support Systems (DSS)which are integrated in electronic medical records or Electronic Health Records (EHR) inhospitals. Conclusion: Triage in emergency services is an inseparable part that requiresspeed, precision and a high level of accuracy in making decisions. The expected implicationis an increase in nurses' competence in using technology in carrying out triage.Keyword : electronic triage, electronic health record, decision making
Effectiveness of prolonged prone positioning in acute respiratory distress syndrome using mechanical ports: A systematic review Dewa Ayu Ari Rama Dewi; Tuti Herawati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2024): Volume 18 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i2.193

Abstract

Background: Acute respiratory distress syndrome (ARDS) is a pulmonary condition that triggers a systemic inflammatory response with different etiologies that has distinctive pathological clinical characteristics. This study discusses the provision of prolonged prone position as supportive therapy to improve oxygenation status in ARDS patients as well as the complications that may arise from prolonged prone position. Purpose: To compile and collect the latest evidence on prolonged prone positioning therapy in ARDS patients. Method: Design a systematic review with PRISMA guidelines using databases from ScienceDirect, Proquest, PubMed, and Scopus. Search for articles with the keywords “prolonged prone position” AND “ARDS” AND “benefits” AND “complications”. Results: All nine articles recognized the positive influence of prolonged prone position on oxygenation status in ARDS patients, but had no effect on patient mortality rates. However, prolonged prone positioning has several complications related to nerve disorders in parts of the body that are under pressure for a long time, prolonged use of sedation medication which affects the prolonged use of mechanical ventilation, long ICU stay, and other complications. In terms of efficiency, prolonged prone positioning provides convenience for health workers because it does not require more time and energy in changing the patient's position repeatedly. Conclusion: Prolonged prone positioning has been proven to be effective and safe for patients. This position can be used and reduces the workload of health care workers, but complications related to this position require good monitoring regarding clinical and neurological parameters. Suggestion: Further research needs to be done regarding the appropriate duration of proneness so that it can provide an optimal positive impact and possibly minimize the risk of complications. Further research involving patient groups may provide a deeper understanding of the benefits and risks of prolonged prone positioning interventions.   Keywords: Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS); Benefit; Complication; Prolonged Prone Position.   Pendahuluan: Acute respiratory distress syndrome (ARDS) merupakan kondisi paru yang memicu respon inflamasi sistemik dengan etiologi yang berbeda yang memiliki ciri-ciri klinis patologis khas. Penelitian ini menganalisis tentang pemberian posisi prolonged prone position sebagai terapi suportif untuk meningkatkan status oksigenasi pada pasien ARDS serta komplikasi yang mungkin ditimbulkan dari pemberian prolonged prone position tersebut. Tujuan: Untuk menyusun dan mengevaluasi bukti-bukti terkini tentang terapi prolonged prone position pada pasien ARDS. Metode: Systematic review design dengan panduan PRISMA menggunakan database dari ScienceDirect, Proquest, PubMed, dan Scopus. Pencarian artikel dengan kata kunci “prolonged prone position” AND “ARDS” AND “benefit” AND “complication”. Hasil: Kesembilan artikel mengakui pengaruh positif prolonged prone position terhadap status oksigenisasi pada pasien dengan ARDS, namun tidak berpengaruh pada tingkat mortalitas pasien. Namun pemberian prolonged prone position memiliki beberapa komplikasi terkait dengan gangguan neurologis pada bagian tubuh yang mendapat penekanan dalam waktu yang lama, penggunaan obat sedasi yang lama yang berpengaruh pada penggunaan ventilasi mekanik yang lama, lama perawatan ICU, dan komplikasinya. Dari segi efisiensi, prolonged prone position memberikan kemudahan bagi tenaga kesehatan karena tidak memerlukan waktu dan tenaga lebih dalam perubahan posisi pasien yang berulang-ulang. Simpulan: Pemberian prolonged prone position (PPP) telah terbukti efektif dan aman untuk pasien. Posisi ini dapat dilakukan untuk mengurangi beban kerja petugas layanan kesehatan, namun komplikasi terkait pemberian posisi ini perlu dilakukan pemantauan yang baik terkait parameter klinis dan neurologisnya. Saran: Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait durasi prone yang tepat, sehingga dapat memberikan dampak positif secara optimal dan kemungkinan risiko komplikasi yang minimal. Penelitian lanjutan yang melibatkan kelompok pasien dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait manfaat dan risiko dari intervensi prolonged prone position.
The effect of bioenergy therapies on blood pressure and anxiety levels: A systematic review Agus Setiawan; Tuti Herawati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 3 (2024): Volume 18 Nomor 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i3.350

Abstract

Background: Hypertension cases globally reach 22% of the world's total population, and are estimated to continue to increase every year. The impact of hypertension can cause complications of other heart diseases. Management techniques that can be used to overcome this with complementary therapy are energy-based or bioenergy therapy. Although several studies have used energy therapy, there has been no systematic examination of the effect of energy therapy on changes in blood pressure and anxiety. Purpose: To identify the bioenergetics actions that most influence changes in blood pressure, pulse rate and anxiety. Method: Systematic review research using PRISMA, PICO flow diagram, and searching for English language articles published in 2013 -2023. The databases used are PubMed, Scopus, Science Direct, Taylor & Francis. This research uses tools for the data selection process to extraction and CASP instruments to evaluate articles. Results: All articles used a randomized controlled trial design. The number of samples used ranged from 42-150 people from Asian and American ethnicity. Three articles about healing touch and Reiki can lower systolic, diastolic blood pressure and anxiety. Meanwhile, in one of the articles, Reiki is able to reduce systolic and diastolic blood pressure. One article healing touch affects anxiety. Both healing touch and Reiki articles had no effect on reducing systolic, diastolic blood pressure or anxiety. All research has medium and high method quality and meets the quality assessment components. Of the seven articles studied, there were differences in the influence on changes in blood pressure and anxiety. Conclusion: Bioenergy therapy can reduce blood pressure and anxiety.   Keywords: Anxiety; Bioenergy; Blood pressure; Complementary Therapies; Hypertension.   Pendahuluan: Kasus hipertensi secara global sebesar 22% dari total populasi dunia, diperkirakan setiap tahunnya meningkat. Dampak dari hipertensi dapat menyebabkan komplikasi penyakit jantung lainnya. Teknik manajemen yang dapat digunakan dalam mengatasinya dengan terapi komplementer yaitu terapi berbasis energi atau bioenergi. Meskipun beberapa penelitian banyak menggunakan terapi energi, namun belum ditemukan sistematis yang meneliti terapi energi yang berpengaruh terhadap perubahan tekanan darah dan anxiety. Tujuan: Untuk mengidentifikasi tindakan bioenergi yang paling berpengaruh terhadap perubahan tekanan darah, nadi, dan anxiety. Metode: Penelitian sistematik review menggunakan diagram alur PRISMA, PICO, dan mencari artikel bahasa Inggris yang diterbitkan dari tahun 2013 -2023.  Database yang digunakan adalah PubMed, Scopus, Science Direct, Taylor & Francis. Penelitian menggunakan tool covidence untuk proses seleksi data sampai ekstraksi dan instrumen CASP dalam mengevaluasi artikel. Hasil: Semua artikel menggunakan desain randomized controlled trials, Jumlah sampel yang digunakan berkisaran 42--150 orang dari etnik Asia dan Amerika. Tiga artikel healing touch dan Reiki dapat menurunkan tekanan darah sistolik, diastolic, dan anxiety. Sedangkan satu artikel Reiki dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Satu artikel healing touch memengaruhi anxiety. Dua artikel healing touch dan Reiki tidak memiliki pengaruh terhadap penurunan tekanan darah sistolik, diastolic, maupun anxiety. Seluruh penelitian memiliki kualitas metode sedang dan tinggi serta memenuhi komponen penilaian kualitas. Dari ketujuh artikel yang diteliti terdapat perbedaan pengaruh terhadap perubahan tekanan darah dan anxiety. Simpulan: Terapi energi bioenergi dapat memengaruhi penurunan tekanan darah dan anxiety.   Kata Kunci: Anxiety; Bioenergi; Hipertensi; Tekanan Darah; Terapi Komplementer.
PENGGUNAAN ROBOTIC SURGERY PADA OPERASI PROSTATEKTOMI : LITERATURE REVIEW Nurinto, Heru; Masfuri, Masfuri; Herawati, Tuti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v14i1.247

Abstract

Robotic surgery atau robotic-assisted surgery memiliki peran penting dalam tindakan pembedahan. Salah satu teknologi informasi di bidang kesehatan ini dapat membantu tenaga kesehatan dalam tindakan operasi yang memiliki kelebihan dibanding teknik operasi lainnya. Tindakan prostatektomi dengan bantuan robot lebih banyak memberikan manfaat daripada operasi terbuka. Tujuan dari telaah literatur ini untuk mengetahui berbagai kelebihan robotic surgery pada operasi prostatektomi. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review yang berfokus pada pemanfaatan robotic surgery pada prostatektomi. Penggunaan robotic surgery pada operasi prostatektomi memiliki banyak kelebihan dibanding dengan metode operasi terbuka. Kelebihan tersebut diantaranya dapat menurunkan length of stay (LOS), menurunkan readmisi atau penerimaan kembali pasien rawat inap dengan keluhan yang sama, risiko venous thromboembolism (VTE) tinggi tidak terjadi, menghemat biaya, dan dapat menghasilkan peningkatan fungsi berkemih.
Efektivitas Telenursing untuk Pengenalan Secara Dini Tanda dan Gejala Acute Coronary Syndrome (ACS) dalam Menurunkan Angka Kematian Yuniaty, Yuyun; Herawati, Tuti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk303

Abstract

Acute Coronary Syndrome (ACS) is a disease that interferes with heart function, which is caused by myocardial muscles that lack blood supply due to narrowing and clogging of heart blood vessels. This disease is still a frightening health problem, both in developed or developing countries, because it is the number one cause of death in the world. Early introduction Signs and symptoms of ACS can make management become fast and precise, so that it can reduce complications and prevent death. Therefore telenursing is needed that can help the community and health workers who have not been trained to make early recognition, so that the expected goals are achieved. This study is a literature review of the use of telenursing methods for early recognition of signs and symptoms of patients with ACS in reducing mortality. The results of a review in 10 articles show that the use of telenursing methods in ACS patients is effective in introducing ACS early, in an effort to reduce mortality. Telenursing is expected to continue to be used and increased reach, especially for remote areas.Keywords: Acute Coronary Syndrome; signs and symptoms; Telenursing ABSTRAK Acute Coronary Syndrome (ACS) merupakan penyakit yang mengganggu fungsi jantung, yang disebabkan oleh otot miokard yang kekurangan suplai darah akibat adanya penyempitan dan tersumbatnya pembuluh darah jantung. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan yang menakutkan, baik di negara maju ataupun berkembang, karena menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Pengenalan secara dini tanda dan gejala ACS dapat membuat tatalaksana menjadi cepat dan tepat, sehingga bisa mengurangi komplikasi dan mencegah kematian. Oleh karena itu diperlukan telenursing yang dapat membantu masyarakat maupun tenaga kesehatan yang belum terlatih untuk melakukan pengenalan secara dini, sehingga tercapai tujuan yang diharapkan. Studi ini merupakan literature review tentang penggunaan metode telenursing untuk pengenalan dini tanda dan gejala pasien dengan ACS dalam menurunkan angka kematian. Hasil tinjauan pada 10 artikel menunjukkan bahwa bahwa penggunaan metode telenursing pada pasien ACS efektif untuk melakukan pengenalan ACS secara dini, dalam upaya menurunkan angka kematian. Telenursing diharapkan tetap digunakan dan makin ditingkatkan jangkauannya, khususnya untuk daerah terpencil.Kata kunci: acute coronary syndrome; tanda dan gejala; telenursing
Terapi Akupresur pada Pasien Paska CABG Kurnia, Pasti; Herawati, Tuti; Maria, Riri; Waluyo, Agung
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 1 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i1.9077

Abstract

This study aims to determine the effect of acupressure therapy on patients who experience various complaints of nausea, vomiting, pain, sleep disorders, constipation, and anxiety after cardiac surgery. The method used is searching for several sources using Scoping Review using the PRISMA flow diagram, searching for sources from PubMed, EMBASE, Science Direct, and Scopus. The research results showed that ten articles reviewed the effects of acupressure therapy after CABG heart surgery, such as nausea, vomiting, pain, sleep disorders, constipation, and anxiety. In conclusion, acupressure intervention can be applied to reduce various complaints after CABG heart surgery at the Neiguan (PC6), Shenmen (HT7), Fengchi (GB20), Jiache (ST6), Yintang (EX-HN3), Yongquan (KI1), Hegu ( LI4). Keywords: Acupressure, Open Heart Surgery, Cardiac Surgical Procedures
Co-Authors Achmad Masfi Adam Adam Adam Adam Adam, Muhamad Adelia Pradita Agung Waluyo Agus Setiawan Agus Sudaryanto Agus Susanto Amelia Amelia Amelia Amelia Amelia Amelia Amelia Kimin Anggri Noorana Zahra Anggri Noorana Zahra Anisa Muliyawati Antarika, Gde Yasa Apriyani, Santi Arcellia Farosyah Putri Arifiati, Mulida Aris Purnomo Aris Purnomo Armalia, Nurul Artati Artati Aryani, Denissa Faradita Baidhowy, Arief Shofyan Bambang Budi Siswanto Bawa, Ngakan Nyoman Rai Beti Ningrum Candradewi Mahardika Ranukusuma Chaera Maya Sari Daryani, D Dea Devya Rifai Denissa Faradita Aryani Devi Susanti Devi Susanti Dewa Ayu Ari Rama Dewi Dewi Gayatri Dewi Sartika Dian Herdiana Dikha Ayu Kurnia Dinny Atin Amanah Dinny Atin Amanah Amanah Dwi Retnoningrum Edian Fitriana Effita Piscesiana Elly Nurachmah Elya Sespa Fachry Abda El Rahman Fahmi, Ismail Haryati Haryati Heksa Prihartini Herdiana, Dian Herdiana, Dian Herdiana Hermin Esti Dianingtyas Hermin Esti Dyaningtyas Hermin Esti Dyaningtyas Heru Nurinto Holifah, Ketut I Made Kariasa I Nengah Adiana Ibnu Sofa Indra Gilang Pamungkas Irianti, Ana Dwi Irza Mirharina Isnaeni Nur Khayati Israh Israh Jeanny Rantung Juita Juita Juliana G.E.P Massie Kapriana Tanty Natalia Khairunisa, Prima Krisna Yetti Krisna Yetti Kristian Ade Chandra Kurnia, Dikha Ayu Kurnia, Pasti Kusumastuti, Kartikaningtyas Lestari Sukmarini Liniyarti Liniyarti liniyarti, Liniyarti Liya Arista Maemun, Siti Maria, Riri Marthafanny, Conny Masfuri - Moh. Alhadi Haq Muhamad Adam Muhamad Adam Muhamad Adam Muhamad Adam Muhammad Adam Muhammad Adam Muhammad Adam Muhammad Adam, Muhammad Muhammad Putra Ramadhan Muliantino, Mulyanti Roberto Mulida Arifiati Mulida Arifiati Muliyawati, Anisa Mutia Annisa Nadeak, Sari Eprina Ni Made Sridarmayanti Nia Khusniyati Nia Khusniyati Nindithya Wahyu Pradina Ningrum, Beti Nora Dwi Purwanti Nova Maulana Nova Tri Handriyanto Nova, Prima Agustia Nugroho, Rico Maulana Nurahayu, Sri Nurinto, Heru Nurul Aini Jamal Nurul Azizatunnisa Okti Sri Purwanti Osty Histry Kapahang Pasti Kurnia Pramita, Senja Pratiwi, Tiara Zakiyah Prima Agustia Nova Prima Agustia Nova Prima Trisna Aji Puti Rahmitha Sany Rahmadiya, Siska Rahmadiya, Siska Rambu Inanda Dwihasti Rasmiati Rasmiati Rasmiati, Rasmiati Ratna Esmayanti Ratna Sitorus Ratna Sitorus Ratna Sitorus Riki Satya Nugraha Riri Maria Rista Tri Wulandari Risyda Zakiyah Hanim Rita Sekarsari Rohmah, Assyfa Siti Rosiana Waicang Rumayara, Abraham Bernadus S., Chiyar Edison Sahrudi Sahrudi Sari Eprina Nadeak Sibulo, Megawati Sri Yona Sri Yoona Sungkono Sungkono Sungkono Sungkono Sungkono Tatu Meri Tutut Riana Hapsari Wayan Wardiyana Wella Meitri Wida Sri Kurniyanti Widia Astuti Wilson Simangunsong Yahya, Ifyar Adhita Yulia Yulia Yuniaty, Yuyun Yunisman Roni Yuniyas Ihsanidar