Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Embrio

Fermentasi Bagase Tebu Dengan Neurospora sitophila dan Pengaruhnya Terhadap Nilai Gizi dan Kecernaan Secara in Vitro Nurhaita Nurhaita; N Definianti; R Zurina
Jurnal Embrio Vol 5 No 01 (2012): Jurnal embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.865 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v5i01.127

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of fermentation on the nutritional value and digestibility of sugarcane bagase. Research is using completely randomized design with 4 treatments and 4 replications. The treatments tested were several levels of inoculum Neurospora sitophila ie A = 0%; Neurospora sitophila; B = 2% Neurospora sitophila; C = 4% Neurospora sitophila and D = 6% Neurospora sitophila. Parameters measured were 1. Nutritional value of sugarcane bagase fermentation (dry matter, crude protein, crude fiber and crude fat) and 2. The content of the fiber fraction (NDF, ADF, cellulose, hemicellulose and lignin) 3. In-vitro digestibility of dry matter and organic matter. The results showed that the inoculum level of Neurospora sitophilla on the fermentation significantly improve the quality of sugarcane bagase, this is reflected in the increase in crude protein content of 2.34% to 3.52%, a decrease in crude fiber content of 39.92% to 31, 25%. Lignin content of fermented sugar cane decrease from 8.74% to 7.20%. This matter caused increased on in-vitro digestibility of dry matter from 46.48% to 56.46% and the digestibility of organic matter increased from 48.19% to 56.32%. From this study it can be concluded that fermentation with Neurospora sitophilla can enhance the nutritional value and digestibility of sugarcane bagase. The best inoculum level of Neurospora sitophilla is 6%.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG AZOLLA MICROPHYLLA DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMAN BURUNG PUYUH Nurhaita Nurhaita
Jurnal Embrio Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v15i1.890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung azolla microphylla dalam ransum terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum burung puyuh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan tepung azolla microphylla yaitu, A= 0%, B= 2%, C= 4%, D= 6%, dan E=8%. Pakan yang digunakan terdiri dari jagung giling kuning, dedak padi, kosentrat ayam pedaging, tepung azolla microphylla, dan top-mix, dengan kandungan protein 23% dan energi metabolisme 2800 kkal/kg. Percobaan membutuhkan 200 ekor burung puyuh umur 15 hari, setiap unit percobaan berisi masing – masing dengan 10 ekor puyuh. Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum (gram/ekor/hari), pertambahan bobot badan (gram/ekor/hari), dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung azolla microphylla dalam ransum burung puyuh berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Konsumsi ransum berkisar antara 16,45 sampai 16,79 (gram/ekor/hari), pertambahan bobot badan berkisar antara 3,73sampai 3,75 (gram/ekor/hari) dan konversi ransum berkisar antara 4,38 sampai 4,49. Hal ini menunjukkan pakan memiliki kualitas gizi dan palatabilitas yang hampir sama. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung azolla microphylla sampai level 8% dalam ransum tidak mempengaruhi performan burung puyuh.