Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KUALITAS HUBUNGAN ANTARA ORANG TUA – ANAK DAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA Himawan, Rizka
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kualitas hubungan orang tua (ayah-anak), hubungan orang tua (ibu-anak) dan interaksi teman sebaya dengan perilaku seksual remaja. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah deskriptif. Peneliti menentukan sampel dengan menggunakan proporsional random sampling. Pada penelitian ini, peneliti mengambil besar sampel sejumlah 156 siswa. Uji yang digunakan menggunakan uji koefisien korelasi person dan uji analisis regresi linier. Didapatkan hasil uji regresi dari ketiga variabel yaitu kualitas hubungan orang tua (ayah-anak), kualitas hubungan orang tua (ibu-anak) dan interaksi teman sebaya memiliki nilai P Value 0,001 < 0,05 yang artinya ketiga variabel memiliki hubungan dengan variable terikat yaitu perilaku seksual remaja. Pada variable interaksi teman sebaya memiliki koefisien yang paling tinggi yaitu (0,167), dibandingkan dengan variable kualitas hubungan orang tua (ibu-anak) (-0,021) dan kualitas hubungan orang tua (ayah-anak) (-0,083). Ada hubungan antara kualitas hubungan orang tua – anak dan interaksi teman sebaya dengan perilaku seksual remaja.
Tipe Kepribadian, Dukungan Suami dengan Frekuensi Muntah Penderita Hiperemesis Gravidarum di RSUD dr. Loekmonohadi Kudus Hidayah, Noor; Murwati, M; Himawan, Rizka
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mual dan muntah yang berlebihan pada ibu hamil atau di kenal dengan Hiperemesis Gravidarum beresiko memberikan dampak dehidrasi, gangguan fungsi liver dan terjadi Ikterus, bahkan mortaitas ibu dan janin. Pada kasus lanjutan penderita harus mendapat pertolongan dengan di rawat di rumah sakit. Kasus di RSUD DR Loekmono Hadi Kudus tahun 2016 sebanyak 63 kasus dan tahun 2017 sebanyak 58 kasus . Wiknjosastro 2010 menyatakan Faktor resiko dalam frekuensi mual dan muntah diantaranya adalah kepribadian dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian dan dukungan suami dengan frekuensi muntah pada hiperemesis gravidarum di RSUD dr. Loekmonohadi Kudus. Adapun Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data secara kuantitatif. Dengan populasi pasien dengan hiperemesis gravidarum yang rawat inap di RSUD dr. Loekmonohadi Kudus. Teknik sampling dengan Aksidental Sampling, besar sampel 36 responden. Analisis data dengan Chi Square. Hasil Penelitian ini Analisa tidak ada ada hubungan antara frekuensi muntah dengan Tye kepribadian sedangankan dukungan suami dan frekwensi muntah ada hubungan dengan nilai p 0.069 dan nilai p 0.000.
Fine Motor Development in Preschool Age Children at Al Ikhlas Kindergarten Jetak Pucakwangi Pati Regency Amalia, Rizka; Pradania, Fara; Rusnoto, R; Himawan, Rizka
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Perkembangan motorik halus merupakan perkembangan kontrol pergerakan badan melalui koordinasi aktivitas saraf pusat, saraf tepi dan otot. Perkembangan motorik halus merupakan salah satu aspek penting yang dilalui anak pada masa tumbuh kembangnya. Secara umum perkembangan motorik halus meliputi koordinasi mata dan tangan keterampilan ini membutuhkan kecermatan yang tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik halus anak adalah faktor status pekerjaan dan tingkat pendidikan Ibu. Tujuan : Untuk mengetahui perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah di TK Al Ikhlas Jetak Pucakwangi Kabupaten Pati. Metode : Metode penelitian Kuantitatif Jenis penelitian Deskriptif Korelatif dengan pendekatan cross sectional. Peneliti menggunakan sampel acak stratifikasi dengan mengambil jumlah populasi sebanyak 54 responden. Analisa Bivariat menggunakan uji chi square dan instrument yang digunakan adalah tes DDST II. Hasil : Perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah di TK Al Ikhlas Jetak Pucakwangi kabupaten Pati, dari 54 responden sebagian responden memiliki perkembangan motorik halus normal sebanyak 41 (75,9%) dan perkembangan motorik halus suspeck (tidak normal) sebanyak 13 (24,1%). Kesimpulan : Perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah di TK Al Ikhlas Jetak Pucakwangi kabupaten Pati, dari 54 responden didapatkan perkembangan motorik halus normal sebanyak 41 (75,9%).
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Ddtk Anak Balita Di Posyandu Pasar Indah Desa Sowan Kidul Jepara Zumaroh, Siti; Indanah, I; Himawan, Rizka
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dalam pertumbuhan dan perkembangan balita membutuhkan orang tua yang berpengetahun terkait Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK). Pengetahuan tersebut misalnya diberikan informasi kepada oraang tua tentang pemberian pendidikan kesehatan DDTK. Angka kelainan perkembangan anak di Dunia untuk WHO tercatat 52,9 juta anak-anak yang memiliki gangguan perkembangan pada tahun 2016. Di indonesia keterlambatan tumbuh kembang ana 33% dari total populasi 83 juta anak pada tahun 2019. Di jepara cakupan deteksi tumbuh kembang 77,56% dengan standart yang diharapkan 100% dengan faktor yang mempengaruhi salah satunya pemahaman dan pengetahuan orang tua. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan Deteksi Dini Tumbuh Kembang terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang DDTK di Posyandu Pasar Indah Desa Sowan Kidul Jepara. Metode : Jenis penelitian Quasi Eksperimental Design dengan rancangan penelitian Pretest And Posttest With Control Group dan menggunakan teknik Probability Sampling. Peneliti mengambil jumlah populasi sebanyak 60 responden. Analisa bivariate menggunakan uji Paired Sampels T Test dan instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa Ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang DDTK Di Posyandu Pasar Indah Desa Sowan Kidul Jepara dengan p Value < ? 0,05 yaitu p value sebesar = 0,000 < ? = 0,005. Kesimpulan : Ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang DDTK Di Posyandu Pasar Indah Desa Sowan Kidul Jepara.
Hubungan Tingkat Pendapatan dan Dukungan Keluarga dengan Kemandirian Ibu Merawat Bayi Baru Lahir Hidayah, Noor; Himawan, Rizka; Sari, Etik Nila; Jauhar, Muhamad
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian merupakan kemampuan seseorang untuk bertindak dan mengembangkan diri dengan kepercayaan diri serta tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa bergantung pada orang lain. Perawatan bayi baru lahir sebagai suatu tindakan perawatan pada bayi baru lahir dimulai sejak pemulihan pasca kelahiran sampai keluar dari rumah sakit. Masalah perawatan neonatal yang dialami masyarakatadalah kurangnya kemandirian ibu dalam perawatan bayi baru lahir sehingga perawatan dilakukan orang lain. Peran ibu dalam merawat bayi dipengaruhi oleh faktorfaktor seperti motivasi ibu, dukungan keluarga, dan pendapatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pendapatan dan dukungan keluarga dengan kemandirian ibu merawat bayi baru lahir. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimen dengan menggunakan desain penelitian analitik korelasi. Populasi dalam penelitian adalah jumlah rata-rata ibu yang memiliki bayi baru lahir selama 4 bulan yaitu 51 orang. Sample 51 orang dengan tehnik total sampling. Hasil penelitian dengan uji spearman rank menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai tingkat pendapatan rendah sebanyak 26 orang (51%), memiliki dukungan keluarga baik yaitu sebanyak 29 orang (56,9%), dan sebanyak 41 orang (80,4%) mandiri dalam merawat bayi baru lahir. Hasil uji statistik pada uji hipotesis pertama dan kedua di dapatkan nilai 0,000 yang artinya terdapat hubungan antara tingkat pendapatan dan dukungan keluarga dengan kemandirian ibu merawat bayi baru lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Tambakromo Pati.
EFEKTIVITAS AMBULASI DINI TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI DI RSUD KUDUS Yuni Rustianawati; Sri Karyati; Rizka Himawan
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 4, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Nyeri merupakan pengalaman pribadi yang diekspresikan secara berbeda. Tindakan medis yang sering menimbulkan nyeri adalah pembedahan seperti laparatomi. Komplikasi tindakan pembedahan laparatomi adalah nyeri. Pasien post laparatomi memerlukan perawatan yang maksimal untuk mempercepat pengembalian fungsi tubuh. Hal ini dilakukan dengan pemberian intervensi mobilisasi dini (latihan gerak sendi, gaya berjalan, toleransi aktivitas sesuai kemampuan dan kesejajaran tubuh). Ambulasi dini pasca laparatomi dapat dilakukan sejak di ruang pulih sadar (recovery room) dengan miring kanan/kiri dan memberikan tindakan rentang gerak secara pasif. Latihan ambulasi dini dapat meningkatkan sirkulasi darah yang akan memicu penurunan nyeri.Tujuan : Efektivitas ambulasi dini terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi laparatomi di RSUD Kudus.Metode Penelitian : Penelitian ini termasuk jenis penelitian Quasi Ekperimen dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien operasi laparatomi di RSUD Kudus sebanyak 20 orang pada bulan Januari-Pebruari 2013. Teknik pengambilan sampel dengan Accidental Sampling sehingga besar sampel sebanyak 20 responden. Uji analisa data dengan uji Independent Samples T test.Hasil Penelitian : Uji Independent Samples T Test, pada hari ke 1 didapatkan nilai p value = 0.009, hari ke 2 didapatkan nilai p value 0.000 dan hari ke 3 didapatkan nilai p value 0.000. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan rata-rata intensitas nyeri hari ke 1, 2 dan 3 antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Ha diterima dan Ho ditolak).Kesimpulan : Terdapat perbedaan rata-rata intensitas nyeri pada hari ke I, II dan III antara kelompok eksperimen yang melakukan ambulasi dini dan kelompok kontrol yang tidak melakukan ambulasi dini. Untuk itu diperlukan prosedur tetap terhadap intervensi ambulasi dini pada pasien pasca laparatomi dan diperlukan kecakapan perawat dalam pemberian terapi.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR (WUS) DENGAN KEMAUAN IMUNISASI TT2 (STUDI KASUS DI PUSKESMAS BANGSRI I) Rusnoto Rusnoto; Rizka Himawan
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 2 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Program Imunisasi TT untuk wanita usia subur,  diharapkan bayi yang dikandungnya tidak terjangkit penyakit menular degeneratif tetanus neonatorum. Puskesmas Bangsri I merupakan salah satu Puskesmas di Kabupaten Jepara di Provinsi Jawa Tengah dengan jumlah penduduk 57.597 ribu jiwa pada tahun 2007. Data dari Puskesmas Bangsri I menunjukkan bahwa dalam periode 2006-2007 cakupan TT2 calon wanita usia subur mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2006 jumlah kujungan wanita usia subur  di Puskesmas Bangsri I yaitu 620 orang dengan cakupan Imunisasi TT2 sebesar 45%. Hal ini belum mencapai target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 95%. Sedangkan pada tahun 2007 terjadi peningkatan yaitu sebesar 48% untuk cakupan TT2 dari jumlah Kujungan wanita usia subur  sebanyak 652 orang. Jadi cakupan TT2 di Puskesmas Bangsri I  belum mencapai target yang ditetapkan yaitu 95%.Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan karakteristik dan tingkat pengetahuan dengan kemauan Imunisasi TT2 pada  wanita usia subur  di Puskesmas Bangsri I tahun 2008.Metode penelitian : jenis penelitian ini adalah studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah wanita usia subur yang datang ke Puskesmas untuk melakukan imunisasi    TT 1 pada tahun 2007 yaitu sejumlah 652 orang, Sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 45 orang hasil ini didapatkan dari perkiraan rata-rata yang diambil dari tiap bulan.yang diambil dengan tehnik random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan metode pengumpulan data adalah angket. Analisa data untuk menguji hipotesa digunakan uji statistik chi square.Hasil penelitian : Dari sejumlah 45 WUS, sebagaian besar pada kelompok umur antara 17 – 24 Tahun sebesar 65 % , 53,3 % berpendidikan SLTP sederajat dan 44,4 % berpendidikan SLTA  sederajat , dari 45 WUS 51 % tidak bekerja, 49 % mempunyai pekerjaan tetap. Dari sejumlah 45 WUS yang mau mengimunisasikan TT2 sebanyak 36  orang ( 80 % ), sedangkan yang tidak mau mengimunisasikan TT2 ada 9 orang ( 20 % )Kesimpulan : Ada hubungan antara tingkat pendidikan WUS dengan kemauan Imunisasi TT2 sesuai dengan hasil uji statistik Spearman,s rho sebesar 0,001
TERAPI BERPIKIR POSITIF DAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Anny Rosiana Masithoh; Rizka Himawan; Noor Hidayah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 2 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi  merupakan satu penyakit dengan angka kejadian tertinggi di dunia. Terapi berpikir positif adalah Suatu jenis terapi kognitif yang digunakan untuk memodifikasi perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi berpikir positif terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Welahan I Jepara.metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian pre experimental one group pretest-posttest. Populasinya sebanyak 291 orang dengan sampel 30 responden. Teknik pengambilan sampel non probability sampling berupa purposive sampling. Hasilnya adalah p value = 0,000 (0,05) yang berarti ada pengaruh terapi berpikir positif terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Welahan I Kabupaten Jepara.
HUBUNGAN SIKLUS MENSTRUASI DAN INDEK MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA DI SMK ISLAM JEPARA Rizka Himawan; Noor Cholifah; Rusnoto Rusnoto; Trisnawati Trisnawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i2.865

Abstract

Latar Belakang :. Wanita mengalami kehilangan  zat besi akibat menstruasi sehingga zat besi yang harus diserap adalah 1,4 mg per hari menyebabkan meningkatnya kebutuhan rata-rata zat besi setiap harinya. Rendahnya IMT mempengaruhi durasi atau lamanya menstruasi. Tujuan :Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan siklus menstruasi dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Di SMK Islam Jepara. Metode :Jenis penelelitian Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Peneliti menggunakan stratified sampling dengan mengambil jumlah populasi di SMK Islam Jepara sebanyak 401 siswi, maka peneliti menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu menggunakan rumus Slovin sekitar 81 siswi. Analisa Bivariat menggunakan uji Chi Square dan Instrumen menggunakan lembar kuesioner dan cheklist sedangkan alat ukur yamg digunakan GcHb dan Timbangan. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara Indeks Massa Tubuh dengan kejadian Anemia didapatkan nilai p value sebesar 0,019 (α = 0,05) yang berarti Ho ditolak maka Ha diterima .Tidak ada hubungan bermakna antara siklus menstruasi dengan kejadian Anemia didapatkan nilai p value sebesar 0,749 (α = 0,05) yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Kesimpulan : Ada hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian anemia di SMK Islam Jepara. Tidak ada hubungan siklus menstruasi dengan kejadian anemia di SMK Islam Jepara.
STATUS GIZI, PSIKOLOGI IBU NIFAS 1-7 HARI HUBUNGANNYA DENGAN KEBERHASILAN MENYUSUI DI BPS SRI WANITO RAHAYU DAWE KUDUS TAHUN 2012 Noor Hidayah; Rizka Himawan; Yuni Maratus Sholihah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyusui adalah suatu proses alamiah. Berjuta-juta ibu diseluruh dunia berhasil menyusui bayinya tanpa pernah membaca buku tentang ASI. Bahkan ibu yang buta huruf pun dapat menyusui anaknya dengan baik. Walaupun demikian, dalam lingkungan kebudayaan kita saat ini melakukan hal yang alamiah tidaklah selalu mudah. Menyusui akan menjamin bayi tetap sehat dan memulai kehidupannya dengan cara yang paling sehat. Menyusui sebenarnya tidak saja memberikan kesempatan pada bayi untuk tumbuh menjadi manusia yang sehat secara fisik, tetapi juga lebih cerdas, mempunyai emosional yang lebih stabil, perkembangan spiritual yang positif, serta perkembangan sosial yang lebih baik (Roesli, 2009). Psikologis ibu dalam menyusui juga sangat menentukan apakah ASInya keluar dengan lancar atau tidak. Proverawati dan Rahmawati (2010) menyatakan keadaan ibu yang stress, khawatir ASInya kurang bisa menyebabkan produksi ASI berkurang. Kristiansari (2009) menjelaskan kenapa hal tersebut muncul dikarenakan jika ibu cemas maka hormon oksitosin tidak dapat keluar sehingga mempengaruhi let-down reflex keluarnya  ASI terhambat, yang memicu bendungan ASI di payudara.Tak kalah pentingnya gizi ibu juga mempengaruhi keberhasilan menyusui, beberapa penilitian membuktikan ibu dengan gizi yang baik, umumnya mampu menyusui bayinya selama minimal 6 bulan. Sebaliknya ibu yang gizinya kurang, biasanya tak mampu menyusui selama itu, bahkan tidak jarang air susunya tidak keluar. Ibu membutuhkan 300-500 kalori tambahan setiap hari untuk dapat menyusui bayinya dengan sukses. Sebanyak 300 kalori yang dibutuhkan oleh bayi berasal dari lemak yang ditimbun selama kehamilan. Artinya, seorang ibu menyusui tidak perlu makan berlebihan, tetapi cukup menjaga agar konsumsi gizinya seimbang, dan asalkan si ibu selalu memenuhi rasa laparnya (Proverawati dan Asfuah, 2009). Survey awal untuk mengetahui tentang status gizi dan keadaan psikologis ibu nifas 1 – 7 hari kaitannya dengan produksi ASI pada tanggal 7 April -  21 April  2011 diperoleh data ibu menyusui yang sebelumnya melahirkan di BPS Sri Wanito Rahayu Dawe Kudus bulan Februari - Maret 2011 sejumlah 40 orang. Kemudian studi pendahuluan dengan wawancara pada 10 ibu menyusui post partum minggu pertama untuk mengetahui status gizi ibu dan keadaan psikologis ibu terhadap keberhasilan menyusui didapatkan data status gizi ibu menyusui 4 (40 %) orang buruk dan  keluar ASInya sedikit, serta bayi yang disusuinya rewel dan status gizi ibu menyusui 6 (60 %) orang baik dan keluar ASInya cukup banyak serta bayinya tidak rewel. Adapun untuk  psikologis  ditemukan data 7 orang ibu menyusui yang cemas dan ASI yang keluar pada antara hari 1 -7 jumlahnya sedikit  sedangkan  3 orang ibu menyusui yg tidak cemas pada hari 1 – 7 setelah persalinan ASI yang keluar cukup. Penelitian ini dilakukan bulan Januari – Maret 2011, tempat Penelitian di BPS Sri wanito Rahayu Kudus,Subyek Penelitian pengetahuan ibu – ibu nifas hari 1 -7 tentang status gizi dan kondisi psikologis, alasan yang mendasari hasil survey awal yang telah dijelaskan dalam pendahuluan  Sumber data ibu-ibu dalam masa nifas yang proses persalinannya di BPS Sumiati, Penelitian inii menggunakan prosedur total sampling yakni dengan mengambil obyek penelitian ibu – ibu yang melahirkan bulan Desember, Januari dan  Februari di BPS Sri Wanito Rahayu, peneliti melakukan kunjungan rumah untuk mendapatkan data dengan kuesioner/angket. Adapun analisis data menggunakan analisis kuantitatif dengan bantuan program SPSS 13,5 , karena skala variabel nominal-nominal maka untuk menilai hubungan digunakan Chi Square. Hasil penelitian ini  Ada hubungan antara status gizi dengan produksi ASI dan juga ada hubungan antara faktor psikologis dengan produksi ASI namun kekuatannya lemah karena  masing – masing kofiesien kontingensi 0,370 dan 0.35  kurang dari 0,5.