Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Agro

Enhancing microbial population and biomass of water spinach grown in tailing and inceptisols by manure amendment Hindersah, Reginawanti; Suryatmana, Pujawati; Herdiyantoro, Diyan; Hamdani, Jajang Sauman
Jurnal AGRO Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/39611

Abstract

The impact of tailings accumulated on agricultural land is the loss of soil profile and decreased soil quality, making plants difficult to grow. This study aimed to observe the effect of cow dung manure (CM) doses to gold mine tailings on total fungal and bacterial populations of soil surrounding roots and water spinach biomass and to analyze the correlation between fungal and bacterial populations with water spinach growth parameters. The experiment was designed in a randomized block design with five treatments and five replications. The treatments included without CM (control) and 5, 10, 15, and 20% of CM in tailing. Similar treatments were added to plants grown in mineral soil, i.e. Inceptisols. The results determined the retarded plant growth in tailing compared to that in Inceptisols. The plant grown in tailing was more responsive to manure amendment. The CM increased total fungal and bacterial populations in the soil around the roots, plant height, leaf number, stem thickness, wet weight, and dry weight of intact plants. Applying 5% of CM caused better growth of water spinach than other treatments. Total fungal and bacterial populations were strongly correlated with water spinach height and dry weight. ABSTRAK Dampak negatif penumpukan tailing di lahan pertanian adalah hilangnya profil tanah dan penurunan kualitas tanah sehingga tanaman sulit tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi pengaruh pemberian dosis pupuk kotoran sapi (PKS) pada tailing tambang emas terhadap populasi jamur dan bakteri total biomassa kangkung darat (Ipomoea reptans (L.) Poir.) serta menganalisis korelasi antara populasi jamur dan bakteri di tanah sekitar perakaran dengan parameter pertumbuhan kangkung. Percobaan pot di rumah kaca disusun dalam rancangan acak kelompok dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan percobaan adalah tanpa dan dengan penambahan 5, 10, 15 dan 20% PKS ke dalam tailing. Perlakuan yang sama diberikan pada tanaman kangkung dengan tanah Inceptisol. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pertumbuhan kangkung di tailing terhambat dibandingkan di tanah Inceptisols, tetapi tanaman di tailing lebih responsif terhadap aplikasi PKS. Pupuk kotoran sapi mampu meningkatkan populasi jamur dan bakteri total di sekitar perakaran, tinggi tanaman, jumlah daun, ketebalan batang, bobot basah serta bobot kering tanaman di tailing. Pemberian 5% PKS lebih meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Populasi jamur dan bakteri masing-masing berkorelasi positif dengan hubungan yang sangat kuat dengan bobot kering serta tinggi tanaman kangkung. Percobaan ini menjelaskan bahwa bahan organik penting untuk memperbaiki kualitas tailing dan pertumbuhan tanaman.
Corn growth on gold-mine tailings inoculated with nitrogen-fixing and phosphate-solubilizing bacteria Sunarya, Yaya -; Priyadi, Rudi; Arifin, Mahfud; Hindersah, Reginawanti
Jurnal AGRO Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/37408

Abstract

Gold-mine tailings, challenging environment for plant growth, was our study focus. Introducing nitrogen-fixing bacteria (NFB) and phosphate-solubilizing bacteria (PSB) provides nutrients and phytohormones for plant growth. A pot experiment was designed to assess the corn growth on tailing inoculated with NFB and PSB. The research, conducted in a completely randomized block design, was replicated seven times; the treatments were : without inoculation (control), single inoculation of Azo-7.2, single inoculation of BPF-9, a mixture of Azo-7.2 and BPF-9. The results revealed that inoculation of NFB and PSB significantly increased plant height, stem diameter, leaf number, and P-uptake but did not affect leaf area, chlorophyll content, root length, S/R ratio, N-uptake, and plant biomass, and NFB and PSB count in the rhizosphere. Single inoculants of BPF-9 and mixed inoculants increased plant height by 1.2% to 7%, stem diameter, leaves number, and S/R ratio; only mixed inoculation increased N-uptake, however, Azo-7.2 potential to enhance leaf area, chlorophyll content, and corn biomass. The population of NFB and PSB in the rhizosphere of all treated and control plants was slightly lower than the initial population. The research, in particular, verified that the corn growth on tailings inoculated with NFB and PSB was better than that of uninoculated. ABSTRAK Tailing tambang emas yang merupakan tantangan untuk pertumbuhan tanaman, menjadi fokus penelitian ini. Inokulasi bakteri pengikat nitrogen (BPN) dan bakteri pelarut fosfat (BPF) menyediakan nutrisi dan fitohormon yang penting untuk pertumbuhan tanaman. Percobaan pot dirancang untuk mengevaluasi kinerja pertumbuhan jagung (Zea mays L.) pada tailing yang diinokulasi dengan BPN dan BPF. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak kelompok yang diulang sebanyak tujuh kali; perlakuan percobaan adalah tanpa inokulasi (kontrol) dan dengan inokulasi tunggal BPN Azo-7.2 dan BPF-9 serta campuran Azo-7.2 dan BPF-9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi BPN dan BPF dengan nyata meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun tetapi tidak mempengaruhi luas daun, kandungan klorofil, panjang akar, biomassa tanaman, serta jumlah BPN dan BPF di rizosfer. Inokulan tunggal BPF-9 dan inokulan campuran campuran meningkatkan tinggi tanaman 1,2% sampai 7%, diameter batang, jumlah daun, dan rasio S/R secara signifikan. Namun Azo-7.2 berpotensi untuk meningkatkan luas daun, kandungan klorofil, dan biomassa jagung. Populasi BPN dan BPF di rizosfer seluruh tanaman yang diberi perlakuan dan kontrol sedikit lebih rendah dibandingkan populasi awal sebelum percobaan. Penelitian ini, secara khusus, memastikan bahwa performansi pertumbuhan jagung pada tailing yang diinokulasi dengan BPN dan BPF lebih baik dibandingkan dengan tanaman di tailing tanpa inokulasi.
Biofertilizers and chemical fertilizer application for increasing the growth and yield of foxtail millet (Setaria italica (L.) P. Beauv.) in a pot experiment Hindersah, Reginawanti; Chotimah, Andina; Matsuura, Asana; Dewi, Yeni Wispa; Karuniawan, Agung
Jurnal AGRO Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/28983

Abstract

Biofertilizers are recommended to improve crops yield but researches regarding biofertilizer inoculation on foxtail millet in Indonesia is still Tlimited. The objective of the experiment was to analyze the growth and yield responses of five local-millet accessions to Bacillus biofertilizer with reduced NPK fertilizer dose; and the germination rate of millet seeds. The pot experiment was arranged in randomized block design with 10 treatments and 10 replications. The treatments were combination of five millet accessions with one dose of NPK fertilizer, and half dose of NPK fertilizer with biofertilizer. Generally, half dose of NPK with Bacillus inoculation did not change the height of six-weeks old plant, and panicle weight and length of millet compared to one dose of NPK. However, this combined fertilizer increased plant height and panicle length of Mani-Mani 79. Reduced dose NPK with Bacillus inoculation increased panicles number of J3 but reduced that of Polman 3; moreover, this combined fertilizer increased the grain weight of J3 and J4, but decreased the yield of Polman 3. The Enrekang and Polman 3 accession had better germination rate; 92% and 89.33%, respectively. This research considered that Bacillus biofertilizer reduced NPK fertilizer dose by 50% and is suggested for growing millet.ABSTRAKPupuk hayati banyak disarankan untuk meningkatkan produksi tanaman tetapi riset mengenai inokulasi pupuk hayati pada jewawut aksesi lokal Indonesia belum banyak dilakukan. Percobaan ini bertujuan untuk menganalisis respons pertumbuhan dan hasil lima aksesi jewawut lokal terhadap inokulasi pupuk hayati Bacillus dan pengurangan dosis pupuk NPK; serta daya berkecambah biji jewawut setelah panen. Percobaan pot disusun dalam rancangan acak kelompok dengan 10 perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan percobaan adalah kombinasi lima aksesi jewawut dengan satu dosis pupuk NPK, dan setengah dosis pupuk NPK disertai pupuk hayati. Umumnya, tinggi tanaman umur enam minggu, serta bobot dan panjang malai jewawut dengan setengah dosis NPK disertai inokulasi Bacillus sama dengan tanaman yang diberi satu dosis NPK. Namun, tinggi tanaman dan panjang malai Mani-Mani 79 meningkat setelah aplikasi setengah dosis NPK dengan inokulasi Bacillus. Jumlah malai aksesi J3 meningkat sedangkan Polman 3 menurun dengan aplikasi setengah dosis NPK disertai inokulasi Bacillus. Kombinasi pupuk ini meningkatkan bobot biji J3 dan J4 tetapi  menurunkan hasil Polman 3. Aksesi Enrekang dan Polman 3 memiliki daya berkecambah yang lebih baik; masing-masing sebesar 92% dan 89,33%. Penelitian ini menunjukkan bahwa pupuk hayati Bacillus dapat mengurangi dosis pupuk NPK sampai 50% dan dapat disarakan untuk tanaman jewawut.
Corn growth on gold-mine tailings inoculated with nitrogen-fixing and phosphate-solubilizing bacteria Sunarya, Yaya -; Priyadi, Rudi; Arifin, Mahfud; Hindersah, Reginawanti
Jurnal AGRO Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/37408

Abstract

Gold-mine tailings, challenging environment for plant growth, was our study focus. Introducing nitrogen-fixing bacteria (NFB) and phosphate-solubilizing bacteria (PSB) provides nutrients and phytohormones for plant growth. A pot experiment was designed to assess the corn growth on tailing inoculated with NFB and PSB. The research, conducted in a completely randomized block design, was replicated seven times; the treatments were : without inoculation (control), single inoculation of Azo-7.2, single inoculation of BPF-9, a mixture of Azo-7.2 and BPF-9. The results revealed that inoculation of NFB and PSB significantly increased plant height, stem diameter, leaf number, and P-uptake but did not affect leaf area, chlorophyll content, root length, S/R ratio, N-uptake, and plant biomass, and NFB and PSB count in the rhizosphere. Single inoculants of BPF-9 and mixed inoculants increased plant height by 1.2% to 7%, stem diameter, leaves number, and S/R ratio; only mixed inoculation increased N-uptake, however, Azo-7.2 potential to enhance leaf area, chlorophyll content, and corn biomass. The population of NFB and PSB in the rhizosphere of all treated and control plants was slightly lower than the initial population. The research, in particular, verified that the corn growth on tailings inoculated with NFB and PSB was better than that of uninoculated. ABSTRAK Tailing tambang emas yang merupakan tantangan untuk pertumbuhan tanaman, menjadi fokus penelitian ini. Inokulasi bakteri pengikat nitrogen (BPN) dan bakteri pelarut fosfat (BPF) menyediakan nutrisi dan fitohormon yang penting untuk pertumbuhan tanaman. Percobaan pot dirancang untuk mengevaluasi kinerja pertumbuhan jagung (Zea mays L.) pada tailing yang diinokulasi dengan BPN dan BPF. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak kelompok yang diulang sebanyak tujuh kali; perlakuan percobaan adalah tanpa inokulasi (kontrol) dan dengan inokulasi tunggal BPN Azo-7.2 dan BPF-9 serta campuran Azo-7.2 dan BPF-9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi BPN dan BPF dengan nyata meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun tetapi tidak mempengaruhi luas daun, kandungan klorofil, panjang akar, biomassa tanaman, serta jumlah BPN dan BPF di rizosfer. Inokulan tunggal BPF-9 dan inokulan campuran campuran meningkatkan tinggi tanaman 1,2% sampai 7%, diameter batang, jumlah daun, dan rasio S/R secara signifikan. Namun Azo-7.2 berpotensi untuk meningkatkan luas daun, kandungan klorofil, dan biomassa jagung. Populasi BPN dan BPF di rizosfer seluruh tanaman yang diberi perlakuan dan kontrol sedikit lebih rendah dibandingkan populasi awal sebelum percobaan. Penelitian ini, secara khusus, memastikan bahwa performansi pertumbuhan jagung pada tailing yang diinokulasi dengan BPN dan BPF lebih baik dibandingkan dengan tanaman di tailing tanpa inokulasi.
Enhancing microbial population and biomass of water spinach grown in tailing and inceptisols by manure amendment Hindersah, Reginawanti; Suryatmana, Pujawati; Herdiyantoro, Diyan; Hamdani, Jajang Sauman
Jurnal AGRO Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/39611

Abstract

The impact of tailings accumulated on agricultural land is the loss of soil profile and decreased soil quality, making plants difficult to grow. This study aimed to observe the effect of cow dung manure (CM) doses to gold mine tailings on total fungal and bacterial populations of soil surrounding roots and water spinach biomass and to analyze the correlation between fungal and bacterial populations with water spinach growth parameters. The experiment was designed in a randomized block design with five treatments and five replications. The treatments included without CM (control) and 5, 10, 15, and 20% of CM in tailing. Similar treatments were added to plants grown in mineral soil, i.e. Inceptisols. The results determined the retarded plant growth in tailing compared to that in Inceptisols. The plant grown in tailing was more responsive to manure amendment. The CM increased total fungal and bacterial populations in the soil around the roots, plant height, leaf number, stem thickness, wet weight, and dry weight of intact plants. Applying 5% of CM caused better growth of water spinach than other treatments. Total fungal and bacterial populations were strongly correlated with water spinach height and dry weight. ABSTRAK Dampak negatif penumpukan tailing di lahan pertanian adalah hilangnya profil tanah dan penurunan kualitas tanah sehingga tanaman sulit tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi pengaruh pemberian dosis pupuk kotoran sapi (PKS) pada tailing tambang emas terhadap populasi jamur dan bakteri total biomassa kangkung darat (Ipomoea reptans (L.) Poir.) serta menganalisis korelasi antara populasi jamur dan bakteri di tanah sekitar perakaran dengan parameter pertumbuhan kangkung. Percobaan pot di rumah kaca disusun dalam rancangan acak kelompok dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan percobaan adalah tanpa dan dengan penambahan 5, 10, 15 dan 20% PKS ke dalam tailing. Perlakuan yang sama diberikan pada tanaman kangkung dengan tanah Inceptisol. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pertumbuhan kangkung di tailing terhambat dibandingkan di tanah Inceptisols, tetapi tanaman di tailing lebih responsif terhadap aplikasi PKS. Pupuk kotoran sapi mampu meningkatkan populasi jamur dan bakteri total di sekitar perakaran, tinggi tanaman, jumlah daun, ketebalan batang, bobot basah serta bobot kering tanaman di tailing. Pemberian 5% PKS lebih meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Populasi jamur dan bakteri masing-masing berkorelasi positif dengan hubungan yang sangat kuat dengan bobot kering serta tinggi tanaman kangkung. Percobaan ini menjelaskan bahwa bahan organik penting untuk memperbaiki kualitas tailing dan pertumbuhan tanaman.
Introducing microbial-coated fertilizer to increase the yield and quality of broccoli in a pot experiment Hindersah, Reginawanti; Rochimi Setiawati, Mieke; Rahmatika Risanti, Rara; Aditya, Fasa; Bina Nugraha, Gita
Jurnal AGRO Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/j.agro.51511

Abstract

Increasing broccoli yield and quality is essential to meet consumer expectations for nutrient-rich vegetables. Implementing a balanced mix of chemical fertilizers and biofertilizers may support this goal. A greenhouse experiment was conducted to examine the effect of Bacillus-coated NPK combined fertilizer (BCN) on the growth, nutrient uptake, yield, and vitamin content of broccoli heads. The experiment was arranged in a Randomized Block Design with seven treatments and four replications. These treatments included different combinations of BCN type and dose, two levels of NPK, and a control without fertilizer. Results showed that BCN did not affect plant growth or N, P, and K content in the soil, but it increased the chlorophyll content index, nutrient uptake, and the shoot-to-root ratio. Although BCN did not influence yield, it enhanced Vitamin B-complex and K levels in the broccoli heads. The study concluded that in this short-term experiment, BCN improved N, P, and K levels in the shoots and increased the nutritional value of broccoli heads.  ABSTRAK Peningkatan hasil dan kualitas brokoli merupakan salah satu cara untuk memenuhi harapan konsumen akan sayuran bernilai gizi tinggi. Penerapan pupuk berimbang antara pupuk kimia dan pupuk hayati dapat mendukung harapan tersebut. Percobaan di rumah kaca dilakukan untuk mengamati pengaruh pupuk kombinasi NPK berlapis Bacillus (NBB) terhadap pertumbuhan, penyerapan hara, hasil, dan kandungan vitamin pada bonggol brokoli. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari tujuh perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari kombinasi jenis dan dosis NBB, dua dosis NPK, dan satu perlakuan kontrol tanpa ABSTRAK Peningkatan hasil dan kualitas brokoli merupakan salah satu cara untuk memenuhi harapan konsumen akan sayuran bernilai gizi tinggi. Penerapan pupuk berimbang antara pupuk kimia dan pupuk hayati dapat mendukung harapan tersebut. Percobaan di rumah kaca dilakukan untuk mengamati pengaruh pupuk kombinasi NPK berlapis Bacillus (NBB) terhadap pertumbuhan, penyerapan hara, hasil, dan kandungan vitamin pada bonggol brokoli. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari tujuh perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari kombinasi jenis dan dosis NBB, dua dosis NPK, dan satu perlakuan kontrol tanpa pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NBB tidak memengaruhi pertumbuhan tanaman dan kandungan N, P, dan K dalam tanah, tetapi meningkatkan indeks kandungan klorofil, penyerapan hara, dan rasio pucuk terhadap akar. Meskipun tidak mempengaruhi hasil panen, NBB meningkatkan vitamin B kompleks dan K di bunga brokoli.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam percobaan jangka pendek, NBB meningkatkan nutrisi N, P, dan K  pada tajuk serta nilai gizi bunga brokoli.
Co-Authors A.M. Kalay Abraham Talahaturuson, Abraham Adawiah, Aliya Zahrah Adawiyah, Aliya Z Ade Setiawan Ade Setiawan Adita Rizky Syntianis Aditya, Fasa Aditya, Fasa Aditya, Fasa Agnia Nabila Agung Karuniawan Agung Muhammad Yusuf Agus Jacob Ai Siti Santriyani Aisyah, Ayu Siti Akustu, Masako Alia Halimatusy Aliya Zahrah Adawiah Alyani Shabrina amiruddin teapon Ane Nurbaity Ani Yuniarti ANNE NURBAITY Anne Nurbaity Anni Yuniarti Anny Yuniarti Antonio Yusuf Ardelia, Zahra Ariani, Nabila Syifa Arief Harsono Asep Purnama Hidayat Ashwath, Nanjappa Asmiran, Priyanka Aten Komarya Bagus Adityo Bang, Sunbaek Bari, Ichsan Nurul Benito R. Kurnani Benny Joy Betty N. Fitriatin Betty Natalie Fitriatin Betty Natalie Fitriatin Betty Natalie Fitriatin Bina Nugraha, Gita Chotimah, Andina D Herdiyantoro D. A Sulaksana Dadang Epi Sukarsa Damayani, Maya Dedeh H. Arief Dedeh Hudaya Arief Dedi Nursyamsi Dedi Nursyamsi Dedi Nursyamsi Dedi Nursyamsi Dedi Nursyamsi Dedy Nursyamsi Dewi, Yeni Wispa Dewikusuma Ikhsani Dewikusuma Ikhsani Adhiningtyas Diana Nafitri Cahayaningrum Diky Indra Wibawa Dirga Sapta Sara Diyah Sri Utami DIYAN HERDIYANTORO Diyan Herdiyantoro Diyan Herdiyantoro Dwi Suci Rahayu Emma Trinurani Sofyan Endo, Kenji Erni Suminar Erwin Erwin Etty Pratiwi Farida Damayanti Fauzul Amri Febby Nur Indriani Febby Nur Indriani Fera Siti Meilani Ferra Langoi Fiky Yulianto Wicaksono Fiky Yulianto Wicaksono Fitriatin, Betty Fitriatin, Betty N Fitriatin, Betty Natalie Gina Nurhabibah H Yulina Handayani, Sri Harry Rum Haryadi Harsono, dan Arief Henry Kesaulya Herman Rehatta Hidiyah Ayu Ratna Ma’rufah Ibnu Haikal Iis Nur Asyiah Iis Nur Asyiah Imam Mudakir Imran Makatita Indra Herliana Irene A. Ngabalin Ishak, Lily Jajang Sauman Hamdani James Matheus June A Putinella June Putinella Juniart Leklioy Kaffah, Ruhnayati Latifah, Tipah Lilipaly, Elena F. L. Lukman Gunarto M Riadh Uluputty Maharani, Nadhira Saniya Mahdi Argawan Putra Mahfud Arifin Mardiyani Sidayat Marenda Ishak Sonjaya Sule Marina Jamlean Martha Fani Cahyandito Matsuura, Asana Maulana, Haris Maulana, Nurzen Mauludy, Noor Muhammad Maya Damayani Mayang Agustina Meddy Rachmadi Mieke Rochimi Setiawati Mieke Rochimi Setiawati Mudiyati Rahmatunnisa Mulyadi Mulyadi Nadia Nuraniya Kamaluddin Nakayama, Masakazu Nandha Afrilandha NANJAPPA ASHWATH Neni Rostini NENNY NURLAENY Nenny Nurlaeny Nia Kurniati Nia Kurniati Nia Kurniati Ninda Meiditia Putri Nini Mila Rahmi Nizar Ulfah Nono Carsono Nugraha, Gita Bina Nugraha, Gita Bina Nugraha, Gita Bina Nurfitriana, Nofalia Nurmayulis Nuryani, dan Oktaviani, Meira Osok, Rafael M Oviyanti Mulyani Priyanka Asmiran Priyanka Asmiran PRIYANKA PRIYANKA Probo Condrosari Pudjawati Suryatmana Pujawati Suryatmana Puji Syara Anggia Putri Sri Judiani Purba Rachelita, Nadia Rachmat Harryanto Rahmatika Risanti, Rara Rara Rahmantika Risanti Rhasajati, Dhia Rhazista Noviardi Rhazista Noviardi Riadh Uluputty Rija Sudirja Rina Devnita Risanti, Rara Risanti, Rara Rahmatika Risanti, Rara Rahmatika Rita Harni RITA HARNI Robby Risamasu Robi Risamasu Rochimi Setiawati, Mieke Rudi Priyadi Rustam Rustam Salsabilla, Camilla Sandra Amalia Riyadi Sandrawati, Apong Saon Banerjee Sarita Sarkar Setiawati, Mieke Setiawati, Mieke Richimi Setiawati, Mieke Rochimi Shabrina Rahma Fauzia Soetijoso Soemitro Solihin, Amir Sondi Kuswaryan Suman Samanta Sumbada, Rifyal Achmad Rivaldi Sunardi Sunardi Sunarya, Yaya - Tarkus Suganda Toto Sunarto Tri Hanggono Achmad Tri Mulya Hartati Triani Dewi Triani Dewi Triyani Dewi Triyani Dewi Triyani Dewi Tualar Simarmata Vera Oktavia Subarja Vira Kusuma Dewi Wahyuda Rachman, Wahyuda Wawan Kurniawan Wawan Rachman Wilhelmina Rumahlewang Wilhelmina Rumahlewang Wilhemina Rumahlewang Yansen Lakburlawal Yuliati Mahfud Yusi Firmansyah Yusuf Rahman Yusup Hidayat Zellya Handyman