Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN STILISTIKA PADA KUMPULAN PUISI KEKASIHKU KARYA JOKO PINURBO Zaharani, Asyifa; Prasetyo, Heru; Munaris , Munaris
WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/wiyatabudaya.v2i1.1193

Abstract

This study uncovers the stylistic beauty in Joko Pinurbo’s poetry collection Kekasihku, highlighting the diverse linguistic expressions that offer emotional depth and aesthetic appeal. Through sharp use of figures of speech, the poems blend irony, metaphor, and personification, depicting the complexities and paradoxes of love. The imagery evoked is vivid, allowing the reader to not only see but also feel and hear the atmosphere, creating a profound multisensory experience. The careful selection of diction weaves each line with a harmonious rhythm, captivating the reader to reflect on every word spoken. Through fresh and poetic language, Joko Pinurbo creates not just literature but a journey of the soul, inviting the reader to explore the complexities of human relationships, with a deep philosophical touch. This work stands as a testament to how stylistics can evoke emotions and shape broader meanings in Indonesian literature. Penelitian ini mengungkap keindahan stilistika dalam kumpulan puisi Kekasihku karya Joko Pinurbo, dengan menyoroti keberagaman gaya bahasa yang menghadirkan kedalaman emosional dan estetika. Melalui permainan majas yang tajam, puisi-puisi ini memadukan ironi, metafora, dan personifikasi, menggambarkan dinamika cinta yang penuh paradoks dan kerumitan. Citraan yang dihadirkan begitu kuat, membawa pembaca merasakan suasana yang tidak hanya terlihat, tetapi juga dapat dirasakan dan didengar, menciptakan pengalaman multisensorial yang mendalam. Pemilihan diksi yang cermat dan penuh arti menyulam setiap baris puisi dengan irama yang harmonis, memikat pembaca untuk lebih merenung dalam setiap kata yang diucapkan. Melalui gaya bahasa yang segar dan puitis, Joko Pinurbo tidak hanya menciptakan karya sastra, tetapi juga sebuah perjalanan batin yang mengajak pembaca menyelami kompleksitas hubungan manusia, dengan sentuhan filosofis yang mendalam. Karya ini menjadi bukti nyata bagaimana stilistika mampu menggugah emosi dan membentuk makna yang lebih luas dalam dunia sastra Indonesia.
ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE PADA ANTOLOGI PUISI SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUISI KARYA JOKO PINURBO Adhelia, Najwa Chautsar; Prasetyo, Heru; Munaris, Munaris
WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/wiyatabudaya.v2i2.1197

Abstract

Poetry is a type of literary work that conveys ideas and feelings of the poet with language as a beautiful medium bound by structure, rhythm, and rhyme. This research aims to conduct a semiotic study of Ferdinand de Saussure on the poetry anthology "Selamat Menunaikan Ibadah Poisi" by Joko Pinurbo with each poem entitled "Pulang Malam", "Pada Mata", and "Ranjang Ibu". The semiotic analysis in this study aims to explore the deeper meaning of a poem by identifying and explaining the relationship between words and symbols used by the poet. The qualitative method was chosen because it allows us to give a richer and deeper interpretation of the poems. The results show that the poems are rich in symbolism that refers to various themes such as love, loss, hope, and death. Puisi adalah jenis karya sastra yang menyampaikan ide dan perasaan penyair dengan bahasa sebagai media indah yang diikat oleh struktur, irama, dan rima. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian semiotika Ferdinand de Saussure pada antologi puisi “Selamat Menunaikan Ibadah Puisi” karya Joko Pinurbo dengan masing-masing puisi yang berjudul “Pulang Malam”, “Pada Matanya”, dan “Ranjang Ibu”. Analisis semiotika dalam penelitian ini bertujuan untuk menggali makna yang lebih dalam dari sebuah puisi dengan cara mengidentifikasi dan menjelaskan hubungan antara kata-kata dan simbol yang digunakan penyair. Metode kualitatif dipilih karena memungkinkan kita untuk memberikan interpretasi yang lebih kaya dan mendalam terhadap puisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi tersebut kaya akan simbolisme yang mengacu pada berbagai tema seperti cinta, kehilangan, harapan, dan kematian.
KAJIAN STILISTIKA DALAM KUMPULAN PUISI SUARAMU JALAN PULANG YANG KUKENALI KARYA ADIMAS IMMANUEL Zahra, Putri Aulia; Prasetyo, Heru; Munaris, Munaris
WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/wiyatabudaya.v2i2.1198

Abstract

Stylistic study on Adimas Immanuel's poetry book, Your Voice is the Way Home that I Recognize. The three main objectives of this study are to reveal the use of diction; the use of images and poetry; and the majas contained in Adimas Immanuel's poetry. To answer these problems, there are three stylistic approaches used. The results show that Adimas Immanuel's poems use a lot of frontal and easy-to-understand language; five poem titles were used as data for this study. Diction is used to describe circumstances related to love. It gives a clear picture of the reader's state. Majas has the purpose of enhancing the meaning of poetry through the use of aesthetic sentences. Kajian Stilistika pada buku puisi Adimas Immanuel, Suaramu Jalan Pulang yang Kukenali. Tiga tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengungkapkan penggunaan diksi; penggunaan gambar dan puisi; dan majas yang terkandung dalam puisi Adimas Immanuel. Untuk menjawab masalah ini, ada tiga pendekatan stilistika yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi karya Adimas Immanuel banyak menggunakan bahasa yang frontal dan mudah dipahami; lima judul puisi digunakan sebagai data penelitian ini. Diksi digunakan untuk menggambarkan keadaan yang berkaitan dengan cinta. Cipta memberikan gambaran yang jelas tentang keadaan pembaca. Majas memiliki tujuan untuk meningkatkan makna puisi melalui penggunaan kalimat yang estetis.
ANALISIS KAJIAN SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE PADA PUISI “TEDUH HUTAN JATI” DAN “BERJALAN DI PEMATANG SAWAH” KARYA BAMBANG SUPRANOTO Safitri , Vinna Cahya; Prasetyo, Heru; Munaris, Munaris
WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): WIYATA BUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/wiyatabudaya.v2i2.1200

Abstract

This research analyzes two poems by Bambang Supranoto, namely "Shady Teak Forest" and "Walking On The Rice Fields", using Ferdinand de Saussure's semiotic theory with a descriptive qualitative approach. This semiotic theory focuses on the relationship between signifier and signified in poetry. The aim of this research is to reveal the meaning contained in the language elements used by poets to convey messages and emotions. The results of the analysis show that in the poem "Shady Teak Forest", markers such as "wind" and "lush teak leaves" describe the soothing calm of nature, with signs of peace and blessings given by God through nature. Meanwhile, in the poem "Walking On The Rice Fields", markers such as "joyful singing" and "lush rice" describe an atmosphere of joy and gratitude for God's grace which is manifested from fertile nature. This second poem shows the harmony between humans and nature, as well as the importance of protecting and being grateful for the existence of nature as a gift from God. It is hoped that this research can add more insight into the dynamics of signs in poetry and enrich readers' understanding of the hidden meanings contained in literary works. Penelitian ini menganalisis dua puisi karya Bambang Supranoto, yaitu “Teduh Hutan Jati” dan “Berjalan di Pematang Sawah”, menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teori semiotika ini menitikberatkan pada hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified) yang ada dalam puisi. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap makna yang terdapat dalam elemen-elemen bahasa yang digunakan oleh penyair untuk menyampaikan pesan dan emosi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam puisi “Teduh Hutan Jati”, penanda seperti “angin” dan “rimbun daun-daun jati” menggambarkan ketenangan alam yang menyejukkan, dengan petanda berupa kedamaian dan keberkahan yang diberikan Tuhan melalui alam. Sedangkan dalam puisi “Berjalan di Pematang Sawah”, penanda seperti “lagu gembira” dan “rimbun padi” menggambarkan suasana gembira dan rasa syukur terhadap karunia Tuhan yang tercermin dalam alam yang subur. Kedua puisi ini menunjukkan keharmonisan antara manusia dengan alam, serta pentingnya menjaga dan mensyukuri keberadaan alam sebagai berkah Tuhan. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan lebih dalam tentang dinamika tanda dalam puisi dan memperkaya pemahaman pembaca terhadap makna tersembunyi yang terkandung dalam karya sastra.
Development of measuring tools for muscle strength and endurance arm for archery sport holding bow digitec test Prasetyo, Heru; Siswantoyo; Prasetyo, Yudik; Wali, Carles Nyoman
Journal Sport Area Vol 7 No 2 (2022): August
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2022.vol7(2).8001

Abstract

This study aims to produce a measuring instrument for arm muscle strength and endurance for “Archery Holding Bow Digitec Test”. It creates a new breakthrough that the “Holding Bow Digitec Test” is a tool for measuring arm muscle strength and endurance with high validity and reliability for archery. This research is a type of research and development (R&D) research that uses the Borg & Gall development model which consists of 10 procedures. The subjects involved in this study amount to 33 subjects consisting of 18 male archers and 15 female archers. Data collection techniques use questionnaires, the delphi method, and measurement tests. Data analysis uses the percentage formula for the questionnaire. The validity test uses content validity which is analyzed using the Aiken's v formula and concurrent validity which is analyzed using product moment correlation. The reliability test used a test-retest approach which is analyzed using product moment correlation. The results of the study are a tool for measuring the strength and endurance of the arm muscles in archery called the “Holding Bow Digitec Test”. The contribution of this research is to present a practical archery tool to measure arm strength and muscle power of adult archery athletes. It is the hope of the researcher that this research is continued with a large range of benefits in terms of subject, place and benefits, not only in one category but the tools developed can be used by categories of children and adolescents.
MENULIS PUISI BERTEMA EKOLOGIS SEBAGAI MEDIA MENANAMKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN Muharsyam Dwi Anantama; Muhammad Fuad; Edi Suyanto; Heru Prasetyo; Wildan Aji Saputra
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.1463

Abstract

Environmental degradation is one of the most pressing issues facing humanity in the 21st century. Climate change, deforestation, pollution, and biodiversity loss have become serious threats to humanity. One way to promote environmental awareness is through poetry. Poetry is a particularly effective medium due to its short yet meaningful form. Poetry can convey environmental values ​​that can influence readers to act in accordance with the meanings conveyed. Considering this issue, the community service program will focus on poetry writing skills for students at the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) at Lampung University. This poetry writing training will focus on ecologically-minded themes, taking into account increasingly pressing environmental issues. The training will be held in the FKIP auditorium at the University of Lampung. After the training, students are expected to have developed the skills and abilities to write poetry. The overall outcome of this training is an increase in understanding, skills, and attitudes toward poetry writing. This will be evident in the differences in the initial and final evaluation results obtained by the training participants. Kerusakan alam merupakan salah satu isu paling mendesak yang dihadapi manusia pada abad ke-21 ini. Perubahan iklim, deforestasi, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati telah menjadi ancaman serius bagi manusia. Salah satu cara untuk mengkampanyekan kepedulian terhadap lingkungan alam melalui puisi. Puisi menjadi media yang cukup efektif karena memiliki bentuk yang pendek tetapi sarat makna. Puisi dapat mengakomodasi nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan yang bisa mempengaruhi pembaca untuk bertindak sesuai dengan makna yang terkandung di dalamnya. Memperhatikan masalah ini, pengabdian yang akan dilakukan difokuskan pada keterampilan menulis puisi pada mahasiswa di FKIP Unila. Pelatihan menulis puisi ini akan difokuskan pada tema-tema berwawasan ekologis dengan pertimbangan isu-isu lingkungan yang semakin mendesak. Kegiatan pelatihan akan dilakukan di aula FKIP Universitas Lampung. Setelah pelatihan ini, para mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan dan kemampuan dalam menulis puisi. Hasil yang dicapai dari pelatihan ini secara umum adanya peningkatan pemahaman, keterampilan, dan sikap terhadap materi menulis puisi. Hal ini akan dapat dilihat dari perbedaan hasil evaluasi awal dan akhir yang diperoleh peserta pelatihan.
PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR DIGITAL DAN PEMANFAATAN PLATFORM PEMBELAJARAN DI ERA KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU SMK YAPEMA GADINGREJO PRINGSEWU Ayu Setiyo Putri; Heru Prasetyo
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.1988

Abstract

The training program on digital instructional materials development at SMK Yapema aimed to enhance teachers' capabilities in designing digital learning resources leveraging Information and Communication Technology (ICT) applications. The three-day initiative was conducted at SMK Yapema and attended by 20 participants. The training methodology encompassed the introduction of digital platforms, the utilization of digital applications to develop learning media, and hands-on practice. Evaluation results indicated a highly positive response, with 60% of participants strongly agreeing and 40% agreeing that the training significantly increased their comprehension. This program is expected to equip teachers with the necessary skills to develop learning media that support the implementation of the Kurikulum Merdeka in the digital technology era. Pelatihan penyusunan bahan ajar digital bagi guru di SMK Yapema bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penyusuan bahan ajar digital yang berbasis aplikasi teknologi informasi komunikasi (TIK) untuk menyusun bahan ajar digital. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari di SMK Yapema dan diikuti 20 peserta. Metode pelatihan meliputi pengenalan platform digital, pengunaan aplikasi digital untuk mengembangkan media pembelajaran, dan praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 60% peserta sangat setuju bahwa pelatihan ini menambah pemahaman mereka, sementara 40% lainnya setuju. Pelatiihan ini diharapkan dapat mempersiapkan media pembelajaran bagi guru untuk mendukung pembelajaran kurikulum merdeka di era teknologi digital.
Co-Authors Abdi Pangestu Alam Abimanyu Wicaksono Adhelia, Najwa Chautsar Aditya Dwi Prima Nanda Adiwena, Maria Widhi Majesta Adzinar Rasyid Afif Rizaldi Afnan Wijayanto Aiman Anwar Akhirta Putra Ali Mustofa Alwan Priyan Ananta Amru Riyas Rofiyandana Ananti, Andini Dara Anisa Syifane Damayanti Annisa Diah Pertiwi Aptur Widitama Putra Astuti, Tria Puji Ayu Setiyo Putri Ayu Setiyo Putri Betrix Teofa Perkasa Wibafied Billy Yachsie Caecilia Alma Putri Christina Yanita Setyawati, Christina Yanita Cindy Agustin Danang Armando Prakoso Deca Danu Qadafi Delvieri Syafril Dienda Lutfi Nur Aulia Edi Suyanto Fidelis Finishtian Krisna Gibran Ikranegara Hakim Akbar Baihaqi Harummi Fakhtiah Herawati, Alya Kinasih Imam Habib Abdillah Imam Wahyu Nalendra Iqbal Hilal Iqbal Hilal Iqbal Muhammad Dzikrullah Kahfie Nazaruddin Khaerul Fikri Liontin Evangelina Setiawan Listya Laksana Dewantara Maharani, Salwa Pramesti Mildawati, Arini Moch. Septian Resi Wibowo Muhammad Bima Akasy Muhammad Dymas Eka Saputra Muhammad Fuad Muhammad Fuad MUHAMMAD FUAD Muhammad Iqbal Faza Muhammad Zidan Alviko Putra Muharsyam Dwi Anantama Mulyanto Widodo Munaris Munaris , Munaris Munaris . Munaris Munaris Munaris Munaris Novica Anzar Sunarno Nugroho, Wahyu Aji Nuradila, Muh Batistuta Fitoni Nurjanah, Vivi Baity Nurlaksana Eko Rusminto Pinulih Mulqi Anisawenda Rumidah Rafli Feby Putra Tri Prasetyo Rahayu, Putri Shogita Rahmat Basuki Rahmat Prayogi, Rahmat Rama Hesa Reza Ananda Kenny Firmansyah Riadi, Bambang Risma Oktaviyani Safa'at Arif Alan Romadhona Safitri , Vinna Cahya Sahara Anggraini Sahira, Luthvi Aulia Sansan Arini Rahmawati Santoso, Septa Ahmad Setyoningsih, Titi Shallma Lushiana Siswantoyo Siti Asmaul Husna Siti Nurazizah Siti Samhati Sri Lestari Stevanus Handy Anggoro Suharto, Priyanto Sumarti Sumarti Sunarti, Iing Takahashi, Tasuku Tri Utaminingsih Wali, Carles Nyoman Wardani, Okta Adelia Waseso, Dito Jati Wayan Tiadilona Wildan Aji Saputra Wirawan, Edythia Rio Yudik Prasetyo Yunaini, Ari Yusuf Wiji Ramadhan Zaharani, Asyifa Zahra, Putri Aulia Zebua Trizga Ramadhona