Claim Missing Document
Check
Articles

Kesulitan Guru dalam Menerapkan Pembelajaran IPA Berbasis Etnosains di Sekolah Dasar Alfiana Alfiana; Achmad Fathoni
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3123

Abstract

Pendidikan di Indonesia disarankan untuk menggunakan pendekatan etnosains dalam pembelajaran. Dalam kurikulum 2013, menjelaskan juga untuk pembelajaran di Sekolah Dasar dikembangkan secara tematik dan menghargai etnosains. Pada dasarnya dengan menggunakan pembelajaran berbasis etnosains akan memudahkan guru dalam mengjarkan sains yang dikaitkan dengan budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kesulitan guru dalam menerapkan pembelajaran IPA berbasis etnosains di Sekolah Dasar Muhammadiyah Alam Surya Mentari Surakarta. Metode yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengalami berbagai kesulitan pada saat menerapkan pembelajaran IPA berbasis etnosains yaitu kurangnya pelatihan pembuatan RPP berbasis etnosains yang menyebabkan guru masih kurang memahami untuk mengintegrasikan materi dengan lingkungan, adanya keterbatasan waktu pembelajaran jika semua mata pelajaran dilakukan dengan pembelajaran berbasis etnosains karena sekolah harus mengejar ketercapaian target materi yang diberikan oleh Dinas Pendidikan, siswa terlalu aktif ketika berada diluar kelas, dan penyusunan kalimat dari siswa kurang terstruktur sehingga sulit bagi guru melakukan evaluasi.
Pembelajaran CIRC dalam Menumbuhkan Keterampilan Membaca Siswa Sekolah Dasar Melania Farikha Karim; Achmad Fathoni
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan metode pembelajaran CIRC dalam menumbuhkan keterampilan membaca siswa kelas IV di SDN Kliwonan 2, proses pelaksanaan metode pembelajaran CIRC dalam menumbuhkan keterampilan membaca siswa kelas IV di SDN Kliwonan 2, serta cara mengevaluasi metode pembelajaran CIRC dalam menumbuhkan keterampilan membaca siswa kelas IV di SDN Kliwonan 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan dalam menumbuhkan keterampilan membaca paragraf narasi siswa melalui metode pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) terbukti dari siklus I aspek hasil belajar siswa yang sudah mencapai KKM 41%, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 75%. Terjadi peningkatan sebesar 34% dengan menggunakan metode pembelajaran CIRC. Penerapan metode pembelajaran CIRC ini memberikan dampak yang sangat baik dalam menumbuhkan keterampilan membaca siswa.
Penerapan Karakter Disiplin melalui Pembiasaan pada Peserta Didik Sekolah Dasar Anggit Fadilah Putra; Achmad Fathoni
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan karakter disiplin melalui pembiasaan pada peserta didik di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data diperoleh dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dalam penelitian ini berupa deskripsi tentang penerapan karakter disiplin melalui pembiasaan pada peserta didik di SD Negeri 2 Ngepungsari. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas, dan beberapa peserta didik di SD Negeri 2 Ngepungsari. Penulis mengangkat judul ini karena banyak peserta didik di SD tersebut belum dapat menerapkan kedisiplinan dalam berbagai hal. Sehingga perlu adanya upaya dari guru dalam menangani permasalahan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menerapkan karakter disiplin pada peserta didik, SD Negeri 2 Ngepungsari memberikan pembiasaan kepada peserta didik untuk melakukan hal-hal yang termasuk dalam karakter disiplin. Misalnya datang ke sekolah tepat waktu, memakai seragam sekolah sesuai jadwal, masuk ke kelas sebelum bel masuk, dan mempersiapkan peserta didik untuk selalu berjabat tangan ketika bertemu guru. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yakni memberikan sosialisasi kepada peserta didik akan pentingnya disiplin, guru selalu memantau peserta didik di lingkungan, dan memberikan nasihat kepada peserta didik. memakai seragam sekolah sesuai jadwal, masuk ke dalam kelas sebelum bel masuk, dan mempersiapkan peserta didik untuk selalu berjabat tangan ketika bertemu guru. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yakni memberikan sosialisasi kepada peserta didik akan pentingnya disiplin, guru selalu memantau peserta didik di lingkungan, dan memberikan nasihat kepada peserta didik. memakai seragam sekolah sesuai jadwal, masuk ke dalam kelas sebelum bel masuk, dan mempersiapkan peserta didik untuk selalu berjabat tangan ketika bertemu guru. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yakni memberikan sosialisasi kepada peserta didik akan pentingnya disiplin, guru selalu memantau peserta didik di lingkungan, dan memberikan nasihat kepada peserta didik.
Analisis Faktor Hambatan Guru dalam Melaksanakan Authentic Assesment di Sekolah Dasar Sofia Inov Putri Arsita; Achmad Fathoni
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3319

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah: (1) mendiskripsikan pelaksanaan Authentic Assessment di kelas IV SD Negeri Jetis 3 Karanganyar; dan (2) menganalisis faktor-faktor yang dapat menjadi kendala bagi guru dalam melakukan Authentic Assessment di kelas IV SD Negeri Jetis 3 Karanganyar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas IV dan kepala sekolah SD Negeri Jetis 3 Karanganyar. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi dengan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat tiga kompetensi dalam penilaian autentik yaitu kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, serta kompetensi keterampilan. Pada penilaian afektif menggunakan teknik observasi, jurnal, dan penilaian teman sebaya. Penilaian kognitif menggunakan tes tertulis, lisan, dan penugasan. Penilaian keterampilan menggunakan teknik penilaian kinerja, produk, dan portofolio. Faktor penghambat guru dalam Authentic Assessment yaitu kurangnya pemahaman guru terhadap format penilaian autentik, guru kesulitan dalam mengkategorikan kriteria penilaian afektif dan psikomotorik, dan terbatasnya waktu untuk guru melakukan penilaian afektif dan psikomotorik.
Hambatan Guru Berlatar Pendidikan Non Bimbingan Konseling Sebagai Pelaksana Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar Aditya Dwi Nugroho; Achmad Fathoni
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Pelaksanaan program bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar; 2) Hambatan guru berlatar belakang pendidikan non bimbingan konseling sebagai pelaksana program bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar; 3) Solusi guru berlatar pendidikan non bimbingan konseling dalam melaksanakan program bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi serta validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini adalah: 1) Pelaksanaan program bimbingan dan konseling dilaksanakan oleh guru kelas dalam bimbingan pribadi, karier, dan belajar; 2) Hambatan yang dialami guru kelas lulusan non bimbingan konseling adalah belum mampu menguasai kompetensi profesional, pengalaman yang masih kurang, pemberian layanan kepada peserta didik masih secara instan tidak menggunakan mekanisme yang sesuai, serta program bimbingan konseling yang belum terstruktur dan terorganisir; 3) Solusi yang didapatkan dari guru kelas lulusan non bimbingan konseling adalah harus diberikan pembelakan kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki sebagai seorang pelaksana program bimbingan konseling dari tenaga ahli profesional, selalu berkomunikasi dengan orang tua untuk bekerja sama terkait perkembangan dan masalah anak, serta kemampuan guru kelas yang masih kurang akan bertambah dari hasil pengalaman yang dilalui. 
Penerapan E-Learning dalam Pembelajaran Tematik Terintegrasi Siswa Sekolah Dasar Atika Mayang Sari; Achmad Fathoni
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.3014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Penerapan E-Learning Dalam Pembelajaran Tematik Terintegrasi Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Sekolah Dasar Negeri 1 Sambirejo dan kendala serta solusi yang dilakukan guru pada saat proses penerapan E-Learning Dalam Pembelajaran Tematik Terintegrasi . Peneliti ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji Keabsahan data yang digunakan yaitu Triangulasi teknik dan teriangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-learning dalam pembelajaran tematik terintegrasi siswa kelas V sekolah dasar ditinjau dari beberapa aspek diantaranya perencanaan, penerapan dan evaluasi. Kendala yang dihadapi guru pada saat proses penerapan e-learning dalam pembelajaran tematik terintegrasi siswa kelas V sekolah dasar yaitu media pembelajaran yang kurang memadahi, kurangnya partisipasi orang tua dan siswa yang tidak memahami materi yang disampaikan oleh guru pada saat pembelajaran.
Peran Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa pada Pelajaran Matematika Sekolah Dasar Ayu Novitasari; Achmad Fathoni
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3168

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika; (2) penggunaan media pembelajaran untuk mengatasi kesulitan belajar matematika; (3) mendeskripsikan hambatan yang dialami guru dalam upaya mengatasi kesulitan belajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mengatasi kesulitan belajar matematika dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: (1) perubahan model pembelajaran yang dapat menarik minat belajar siswa; (2) penggunaan media pembelajaran yang menarik sesuai dengan materi pembelajaran; (3) melibatkan siswa dalam menggunakan media pembelajaran; (4) memberi kebebasan untuk siswa bertanya mengenai materi yang belum dipahami; dan (5) memberikan remedial bagi siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM. Media pembelajaran matematika siswa kelas V yang tersedia di sekolah yaitu jaring-jaring bangun ruang, dakota FPB dan KPK, serta tangga pintar. hambatan yang dirasakan oleh guru yaitu: (1) jumlah media yang tidak sebanding dengan jumlah siswa, sehingga banyak siswa yang tidak bisa menggunakan media saat pembelajaran; (2) kondisi media pembelajaran matematika banyak yang sudah tidak terpakai; (3) siswa merasa kesulitan dalam menggunakan media pembelajaran matematika.
Kelayakan Buku Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Problem Based Learning (PBL) pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Sekolah Dasar Andi Arfianto; Sutama Sutama; Achmad Fathoni
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1985

Abstract

Penelitian pada artikel ini secara umum bertujuan untuk menguji kelayakan buku LKPD berbasis problem based learning (PBL) pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Secara khusus ditujukan untuk menguji kelayakan produk yang dikembangkan pada aspek: 1) media, 2) meteri, 3) strategi pembelajaran, dan 4) evaluasi pembelajaran. Jenis penelitian ini secara umum penelitian dan pengembangan. Jenis penelitian pada artikel ini evaluatif kualitatif. Data diperoleh dari penilaian validasi ahli materi, ahli media, strategi pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Teknik analisis data dengan metode alir dan komparasi konstan. Hasil penelitian, penilaian ahli media memperoleh nilai 75,5 dengan kategori layak, penilaian ahli materi memperoleh nilai 100 dengan kategori layak, sedangkan strategi pembelajaran memperoleh nilai 98,6 dengan kategori sangat layak dan evaluasi pembelajaran memperoleh nilai 98,7 dengan kategori sangat layak. Berdasarkan penilaian tersebut, dapat disimpulkan bahwa buku LKPD berbasis problem based learning(PBL) layak digunakan sebagai media pembelajaran.
Kendala Implementasi Penilaian Autentik Selama Masa Pandemi Covid-19 di Tingkat Sekolah Dasar Fajar Octavia Widiasari; Tjipto Subadi; Achmad Fathoni
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 15 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.587 KB) | DOI: 10.24905/cakrawala.v15i2.283

Abstract

The aim of the study is to explore: (1) the implementation of authentic assessment in elementary schools, (2) the obstacles of teachers in carrying out authentic assessments in elementary schools, (3) solutions to minimize obstacles in the implementation of authentic assessments in elementary schools. The research method uses qualitative research. The samples used were fourth, fifth, and sixth-grade teachers who were randomly selected. Collecting data through interviews, observation, and documentation. Triangulation technique used to estimate the validity of data. Data analysis uses reduction, presentation, and conclusion techniques. The results showed that (1) the implementation of authentic assessments in schools had not gone well, (2) the teacher had problems in entering students' final grades into their report cards, the lack of students' ability to understand questions and obstacles in implementing the skills domain, which took a lot of funds so that sometimes not going well, (3) the solution offered to minimize the constraints of authentic assessment is a change in the authentic assessment paradigm which is more flexible. The flexibility of authentic assessment can be achieved by utilizing digital-based assessments because the assessment system can be done at any moment.
PELATIHAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM PENGGUNAAN APLIKASI PERSENTASI POWTOON DAN SPARACOL Achmad Fathoni; Ajib Rosyadi; Indra Gunawan; Muhamad Taufik Hidayat
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 3, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.509 KB) | DOI: 10.33330/jurdimas.v3i1.327

Abstract

Abstract: The purpose of this social service is to provide learning media training based on the presentation application, Sparcol and Powtoon. This activity was given to teachers in Elementary School 9 Purwodadi. The social service session consists of installing an application, creating an account, adding images and text, changing the background, and saving the results that have been made. The model used is a workshop model with lectures, demonstrations, question and answer and direct practice methods. Evaluation is done by distributing information and motivation questionnaires to participants and product checklists. In general, participants claimed that the training schedule was right, the time sharing (lectures, demonstrations, question-answer and direct practice) was also felt positively by the participants. Participants are satisfied with the topic presented and feel that most of the expectations and objectives of the social service are fulfilled. Evaluation results indicate that the material delivered can be followed well.Keyword: Powtoon Training, Sparcol Training, Elementary School  Abstrak: Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pelatihan media pembelajaran berbasis aplikasi presentasi Sparcol dan Powtoon. Kegiatan pengabdian ini diberikan kepada guru-guru SD Negeri 9 Purwodadi. Sesi pengabdian terdiri dari instal aplikasi, membuat akun, menambah gambar dan teks, merubah background, dan menyimpan hasil yang telah dibuat. Model yang digunakan adalah model lokakarya dengan ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan metode praktik langsung. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan angket informasi dan motivasi kepada peserta dan daftar periksa produk. Secara umum, peserta mengklaim bahwa jadwal pelatihan sudah tepat, pembagian waktu (ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan praktik langsung) juga dirasakan positif oleh peserta. Peserta puas dengan topik yang disajikan dan merasa bahwa sebagian besar harapan dan tujuan pengabdian terpenuhi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat diikuti dengan baik. Kata Kunci: Pelatihan Powtoon, Pelatihan Sparcol, Sekolah Dasar
Co-Authors Aan Yunianto Aditya Dwi Nugroho Afrin Puspasari Ahmad Muhibbin Ajib Rosyadi Akhmad Azlan Khoirurrozikin Al-Amin Alfauziah Rahmadani Alfiana Alfiana Ali Muckromin Alif Lutfi Ghozali Alifia Rosyida Anang Ma'ruf Anang Andi Arfianto Andri Wicaksono Andy Ariyanto Anggit Fadilah Putra Ani Budiarti Anik Ghufron Anton Adi Suryo Kusuma Arsyafa Arienda Zahra Atika Mayang Sari Ayu Novitasari Bambang Sumardjoko Bima Febriyanto Cettra Shandilia Latunusa Ambawani Damai Ari Kontesa Dian Permata Mayasari Djalal Fuadi Eki Fajarwati Eko Sudarmanto Endang Fauziati Erika Susilo Yuniati Erna Widyasari Fajar Octavia Widiasari Febriana Murtianingsih Fika Dwi Haris Nugroho Heni Marlinawati Heni Ramhawati Hesti Risqiyanti Ikhsan Maulana Indra Gunawan Kadita Fasih Daswananda Kaila Sifana Kurniawati Laili Etika Rahmawati Luqmanul Hakim Markhamah Maryadi Melania Farikha Karim Minsih Mohammad Ahmad Bani Amer Muh Jauhar Nafis Muhamad Taufik Hidayat Muhammad Adam Ilham Mizani Murfiah Dewi Wulandari Nofi Animah Kusumastuti Okhtafiana Nor Hidayah Pipit Saraswati Indriasari Pramono Pramono Purwanti Purwanti Rini Budiwati Rita Dwi Nawanti Rubiyanto, Eko Sabar Narimo Salsabila Anindya Putri Shodiq Purnomo Sigit Haryanto Siti Aminuriyah Siti Malikah Siti Nurjanah Sofia Inov Putri Arsita Sofyan Anif Sulistyawan Sumardi Sutama Thitha Meista Mulya Kusuma Tjipto Subadi Ummisyia Shabira Untoro Adi Aristina Vinandita Putri Utami Wafrotur Rohmah Wahyudi Taufan Santoso Wahyuni Baturetno Wariso Wariso Yeny Prastiwi Yulia Maftuhah Hidayati Yuni Yati Yuslia Vera Handayani Zainab Alqudsi