Claim Missing Document
Check
Articles

Diagnosis and molecular characterization of Anaplasma platys in dog patients in Yogyakarta area, Indonesia Muh. Disna Faizal; Aris Haryanto; Ida Tjahajati
Indonesian Journal of Biotechnology Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.238 KB) | DOI: 10.22146/ijbiotech.42750

Abstract

Anaplasma platys is a tick-borne, Gram-negative bacterium that causes anaplasmosis, a companion vector-borne disease impacting dogs. Information on this disease remains limited in Indonesia. Its symptoms are not specific, so molecular analysis is required for a rapid and accurate diagnosis. GroEL is an essential gene commonly used for classification and species identification of many groups of bacteria, including Anaplasma spp. In this study, a molecular diagnosis of anaplasmosis based on the groEL gene sequence was conducted using PCR. In addition, the genetic diversity of Anaplasma platys in infected dogs was determined. Blood samples were collected from 51 dogs suspected of anaplasmosis from Prof. Dr. Soeparwi Animal Hospital, animal clinics, and pet shops in the Yogyakarta area, Indonesia, based on anamnesis, histories of tick infestations, and clinical symptom examinations. DNA extraction and PCR targeting the groEL gene were performed, followed by sequencing. Phylogenetic tree analysis and construction were carried out using the BLAST and MEGA programs. Positive PCR sample results (amplicon length of 624 bp) were found in 6 of 51 dogs. Samples A1 (KHJ/C2), A2 (KHJ/A2), A3 (KSK/L), A4 (KHJ/L), and A5 (KNP/M2) had close ties to Anaplasma platys (AF478129.1) from GenBank. Phylogenetic analysis showed a very high homology value (100%) and bootstrap value of 100%. It can be concluded that there was no genetic diversity in the Anaplasma platys found in infected dogs in the Yogyakarta area.
ISOLASI DAN UJI SENSITIVITAS BAKTERI SALURAN PERNAFASAN KAMBING PE PENDERITA PNEUMONIA Yuriadi .; Ida Tjahajati
Jurnal Sain Veteriner Vol 20, No 2 (2002): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1162.614 KB) | DOI: 10.22146/jsv.283

Abstract

Telah dilakukan penelitian isolasi dan uji sensitivitas bakteri
EFEKTIVITAS IVERMECTIN DAN FIPRONIL DALAM MENGATASI SERANGAN CAPLAK PADA ANJING = THE EFFECTIVENESS OF IVERMECTIN AND F1PRONIL FOR TICK ERADICATION IN DOG Hary Purnamaningsih; Ida Tjahajati
Jurnal Sain Veteriner Vol 20, No 1 (2002): Juli
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3795.156 KB) | DOI: 10.22146/jsv.316

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas ivermectin dan fipronil dalam mengatasi serangan caplak pada anjing. Penelitian. menggunalcan 16 ekor anjing dengan !criteria bebas parasit, baik ektoparasit maupun endoparasit. Anjing dibagi secara acak menjadi 4 kelompok, masing-masing 4 ekor. Kelompok I dan 11 dibuat sebagai kelompok infestasi ringan, dan kelompok dan IV sebagai kelompok berat. Kelompok I dan m diberi pengobatan injeksi subkutan ivermectin 1% dengan dosis 400 µg/kg BB. Kelompok II dan IV diberi pengobatan fipronil 3 ml/kg BB dengan cara disemprotkan pada anjing dan diratakan dengan telapak tangan. Pengobatan diulang selang 4 minggu untuk menghindari terjadinya infestasi ulang. Waktu hilangnya caplak terns diikuti, dengan jalan menghitung jumlah caplak dewasa setiap hari sekali, sejak pemberian obat pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengobatan denganfipronil lebih efektif dibandingkan dengan ivermectin, untuk infestasi caplak ringan, (2) pengobatartfiprond pada infestasi caplak ringan, akan lebih efektif dengan pemberian dua kali selang 4 minggu.
EFEKTIVITAS DORAMECTIN UNTUK PENGOBATAN SKABIES PADA KUCING = THE EFFECTIVENESS OF DORAMECTIN FOR SCABIES TREATMENT IN CAT Ida Tjahajati
Jurnal Sain Veteriner Vol 20, No 1 (2002): Juli
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5039.204 KB) | DOI: 10.22146/jsv.317

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas doramectin dalam pengobatan skabies pada kucing. Penelitian menggunakan kucing yang menderita skabies dengan infestasi terbatas pada daerah kepala sebanyak 15 ekor, dibagi dalam 3 kelompok masing-masing 5 ekor. Kelompok I, II dan HI berturut-turut diinjeksi subkutan doramectin dengan dosis 150 [tg, 200 pg dan 250 ug/kg berat badan. Pengobatan diulang apabila kucing masih menunjukkan positif adanya tungau pada pemeriksaan mikroskopis. Perkembangan penyakit diamati sampai 2 minggu setelah pengobatan. Peng,amata.n meliputi perubahan lesi pada kulit, hasil pemeriksaan kerokan kulit secara mikroskopis, dan gambaran darah sebelum dan sesudah pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 150 µg/kg BB tidak efektif mengatasi skabies pada kucing, sedang dosis 200 p.g/kg dan 250 ug efektif membasmi skabies pada kucing. Doramectin dosis 200 1./g/kg berat badan dapat digunakan sebagai alternatif untuk pengobatan skabies pada kucing.
KORELASI PANJANG EKOR DAN PANJANG TUBUH TERHADAP JENIS KELAMIN ULAR SANCA BATIK (Python reticulatus Slamet Raharjo; Dionisius M. .; Guntari Titik Mulayni; Soedarmanto Indarjulianto; Ida Tjahajati
Jurnal Sain Veteriner Vol 26, No 2 (2008): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3180.481 KB) | DOI: 10.22146/jsv.325

Abstract

The unique of Python reticulatus has been studied, however the correlation of the length and body weighthaven't studied yet. This objective ofthe research was to study the correlation of the tail and the body length ofPython reticulatus. Ten Python reticulatus, 2 weeks of old, were used in this research. The snakes wereplaced in individually cage at room temperature, consumed I to 2 mice and white mouse weekly and water adlibitum. The tail and body length of the snakes were measured at the beginning and the end of this research.The datas were analyzed using correlation regretion method. The result of this experiment showed that therewas a significan correlationbetweenthe lengthand body weight (R=O,85).The result of this research showedthat there is a significan correlation with R=O,98 in male snake, and R=O,71 in female snake. It's means thatthere is correlation between tail and body length on Python reticulates sexing.Key words: Python reticulatus, tail and body lengt, sexing
Kasus Ankilostomiasis Pada Pasten Anjing di Klinik Penyakit Dalam, Rumah Sakit Hewan FKH.UGM Selama Tahun 2005 = Case of Ancylostomiasis in Dog Patiens in Department of Internal Medicine, Animal Hospital, ... Ida Tjahajati; Hary Purnamaningsih; Guntari Titik Mulyani; Yuriadi .
Jurnal Sain Veteriner Vol 24, No 1 (2006): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2225.469 KB) | DOI: 10.22146/jsv.343

Abstract

Ancylostoma caninum rnerupakan cacing tarnbang yang banyak irenyeriuig pada manusia dan hewan kesayangan seperti anjing. Meskipun kasus ankilostomiasis banyak ditemukan namun angka kejadian penyakit ankilostomiasis pada pasien anjing di Klinik Penyakit Dalam RSH FKH-UGM belurn pernah diteliti secara final dan dipublikasikan. Kajian bertujuan untuk mengungkap angka kejadian ankilostomiasis pada pasien anjing yang ada di Klinik Penyakit Dalam RSH selama tahun 2005. Kajian dilakukan dengan metode retrospektif, dengan menggunakan data dari medical record pasien yang ada di Klinik Penyakit Dalam, RSH FKH-UGM selama tahun 2005. Data ankilostomiasis pada anjing didasarkan pada adanya telur cacing Ancylostoma sp pada pemeriksaan tinja. Data yang diperoleh diolah sehingga diperoleh angka juinlah penderita ankilostomiasis per bulan, dan persentase penderita ankilostomiasis dibanding dengan penyakit lainnya tiap bulannya dalam periode sate tahun. Hasi! penelitian menunjukkan bahwa kasus ankilostomiasis pada pasien anjing di Klinik Penyakit Dalarn RSH FKH-UGM selalu ada sepanjang tahun 2005. Dibanding dengan penyakit lainnya kasus ankilostomiasis anjing merupakan penyakit yang paling dominan, dan mencapai puncaknya (23,33%) pada bulan Oktober. Berdasar pada banyaknya kasus di sepanjang tahun dan dominannya penyakit ankilostomiasis pada anjing yang punya risiko untuk menular pada manusia, maka penyuluhan kepada pemilik anjing dan kewaspadaan untuk pencegahan penularan ke manusia sangat penting untuk diupayakan.
Gambaran Darah Kucing Yang Diinfeksi Mycobacterium tuberculosis Ida Tjahajati; Widya Asmara; Bambang Hariono
Jurnal Sain Veteriner Vol 23, No 1 (2005): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6517.249 KB) | DOI: 10.22146/jsv.360

Abstract

elah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran darah kucing yang diinfeksi dengan M.tuberculosis. Penelitian menggunakan 20 ekor kucing sehat (jantan, umur 1-2 tahun, berat badan 1-2 kg) dibagi dalam 4 kelompok secara acak, masing-masing kelompok 5 ekor. Kelompok I adalah kelompok yang diinfeksi secara per oral (PO) M.tuberculosis dengan dosis 1x105 cfu, kelompok II diinfeksi secara intraperitoneal (IP), kelompok III diinfeksi secara intramuskular (IM), dan kelompok IV sebagai kelompok kontrol tidak diinfeksi. Setelah dilakukan infeksi, secara periodik 5 ml darah diambil untuk dilakukan pemeriksaan darah rutin, yaitu pada minggu ke0, 1, 2, 4, 12, dan 24 setelah infeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran lekosit kucing yang diinfeksi M.tuberculosis pada awal infeksi mengalami lekositosis dengan neutrofilia, kemudian gambaran bergeser ke monositosis pada petengahan (minggu ke-12) sampai akhir penelitian (minggu ke-24). Iumlah eritrosit, nilai PCV, kadar Hb dan TPP masih dalam batas kisaran normal namun ada kecenderungan term menurun pada akhir penelitian.
EFIKASI' DORAMECTIN UNTUK PENGOBATAN Ancylostomiasis PADA ANJING Ida Tjahajati
Jurnal Sain Veteriner Vol 18, No 1 (2000)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.402

Abstract

Telah dilakukan penditian yang bertujuan untuk mengetahui efikasi injeksi doramectin terhadap Ancylostomiasis pada anjing. Penelitian menggunakan 10 ekor anjing yang rnenderita Ancylostomiasis secara _ alami dengan infestasi berat. infestasi berat didasarkan pada uji apung dengan kriteria positif 3 dan 4 (lebib dari 25.000 telurigram tinja). Semua anjing diinjeksi secara subkutan dengan doramectin dosis 200 p.g/kg BB sekali pemberian. Perkernbangan penyakit diamati dengan melakukan pemeriksaan telur racing dalam tinja dan pemeriksaan gejala klinis sampai 2 minggu setelah pengobatan. Anjing dinyatakan sembuh apabila memberikan respon yang baik terhadap pengobatan yang secara klinis ditandai dengan normalnya napsu makan dan minuet, serta tidal( adanya diare, secara laboratorik iidak diternukk telur cuing dalam tinja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua anjing memberi respon yang positip terhadap pengobatart yang diberikan_ Dapat disimpulkan bahwa doramectin efektif dalam rnengatasi infestasi Ancylostoma sp pada anjing
SIMETIDN MENGHAMBAT ELIMINASI STJLFAMETOKSAZOL PADA KELINCI (Orydolagus cuniculus Ida Tjahajati
Jurnal Sain Veteriner Vol 18, No 1 (2000)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.403

Abstract

Simetidin dilaporkan menghambat eliminasi banyak obat . lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh simetidin terhadap eliminasi sulfametoksazol pada kelinci. Penelitian menggunakan 20 ekor kelinci, sehat, umur ± 10 bulan, jenis kelamin jantan. Kelinei dibagi dalam 4 kelompoic, masingmasing 5 ekor. Kelompok I sebagai kelompok kontrol diinjeksi intramuskuler 25 mg sulfametoksazol. Kelompok II diinjeksi intramuskuler 25 mg sulfametoksazol, dengan praperlakuan 12,5 simetidin 30 menit sebelum injeksi. Kelompok III diinjeksi intramuskuler 25 mg sulfametoksazol, dengan praperlakuan 25 mg simetidin 30 menit sebelum injeksi. Kelompok IV diinjeksi intramuskuler 25 mg sulfametoksazol, dengan praperlakuan 50 mg simetidin 30 menit sebelum injeksi. Satu mililiter sarnpel darah diarnbii pada jam ke0,25; 0,75; 1,75, 3,75; 10 dan 24 setelah injeksi sulfametoksazol. Kadar sulfametoksRzol dianalisis dengan metode Bratton-Marshall. Hasil parameter farmakokinetik eliminasi dianalisis secara statistik menggunakan anava. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simetidin secara signifikan menunrunkan nilai kbrens total sulfametoksazol (P
Korelasi Antara Panjang Tubuh Terhadap Berat Tubuh Ular Sanca Batik (Phytonreticulatus) Slamet Rahardjo; Albert Jackson Yang; Guntari Titik Mulayni; Soedarmanto Indarjulianto; Ida Tjahajati
Jurnal Sain Veteriner Vol 26, No 1 (2008): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2208.618 KB) | DOI: 10.22146/jsv.409

Abstract

.
Co-Authors Achmad Fauzi Adellyna Chrissandra Adi Utarini Ahmad Baidlowi Ahmad Baidlowi Aidah Rahmanita Akbar Wicaksono Alan Chandrasaputra Albert Jackson Yang Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi, Alfarisa Alfariza Nururozi Angeline Ganapragasam Anggi D Prayitno Aris Haryanto Aris Haryanto Asri Rizky Bagas Pria Prasetyo Baidlowi, Ahmad Bambang Hariono Begum F R Aditya Budiono Santoso Datrianto, Dwi S. Decline , Vega Dionisius M. . Dwi Priyowidodo Dzul Himam Isnan Ali E Rrarindah Fa'iz Ihsanul Kamil Farhan Arhabi Prima Fathur Rohman Haryadi Febri Ariyanti Guntari Titik Mulayni Guntari Titik Mulyani Gustaf Eifel Silalahi Gustaf Eifel Silalahi Hardyanto Soebono Hardyanto Subono Harjono, Habib Prasetyo Hary Purnamaningsih Hary Purnamaningsih Hastari Wuryastuty Hastari Wuryastuty Hastari Wuryastuty Hastari Wuryastuty Herawati, Okti I Gusti Made Krisna Erawan Imron Rosyadi Indarjulianto , Soedarmanto Irkham Widiyono Kelviano Muqit L Rifiyanta Laksono Trisnantoro Lily Gunawan M A Candra Moch Dea Zein Muh. Disna Faizal Muhammad Fatkhurohman Muhammad Rosyid Ridlo Muhammad Zulfadhillah Sinusi Nabilah Putroe Agung Nesti, Dela Ria Nobuyuki Harada Pamudya, Kanya Gabriella Sasri Pramono, Agung Budi Raden Wisnu Nurcahyo Rahayu , Pudji Retno Widyastuti, Retno S I Astuti Slamet Rahardjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Soedarmanto Indarjulianto Soedarmanto Indarjulianto Soedarmanto Indarjulianto Soedarmanto Indarjulianto Soedarmanto Indarjulianto Sri Hartati Sri Hartati Sri Hartati Sri Indah Astuti Subronto Prodjoharjono Subronto Prodjoharjono Sukma, Salsabila Ayuningtyas T A Widiastuti Tri Ari Widiastuti Tri Ayu Widiastuti Viastika , Yanita Mutiaraning Wardani , Sundika Wibisono, Cahyo Wibowo , Sarwo Edy Widagdo Sri Nugroho Widiasih , Dyah Ayu Widya Asmara Wijayanti , Agustina Dwi Wisnu Nurcahyo Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono, Yanuartono Yeo Suan Jiao Yuriadi . Yuriadi Yuriadi Yuriadi Yuriadi Yuriadi Yuriadi Yuriadi Yuriadi, Yuriadi Yustinus Oswin Primajuni Wuhan