Claim Missing Document
Check
Articles

Pemeriksaan kesehatan kucing di Yogyakarta: Health Examination of Cat in Yogyakarta Soedarmanto Indarjulianto; Hastari Wuryastuty; Slamet Raharjo; Hary Purnamaningsih; Guntari Titik Mulyani; Ida Tjahajati
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v4i1.337

Abstract

Cats are pets that many people, including in Yogyakarta, are keeping. Various kinds of diseases can attack cats, but not all owners are able to check their cat's health status. This community service aims to carry out health checks for cats owned by the community especially animal owners who are customers of the Veterinary Clinic of Internal Medicine, FVM-UGM. The service was carried out from April to October 2022 by checking the cat's health status directly. The service has been conducted and can carry out examinations and therapy of 20 cats. Based on the examination, it was found that 17 cats (85%) were diagnosed as sick and three healthy cats (15%). The three main diseases found were skin, digestive and urinary systems. Through medical examinations by students accompanied by veterinarians in the Department of Internal Medicine, cat owners have been invited to watch and given information regarding disease diagnosis, therapy, and how to administer medicine. The owner already understands the cat’s health status, agree to the action and treatment and can provide medicine for the sick cat. It was concluded that the community service for cat health examination had been successfully carried out on 20 cats, and the owner knew the condition of the cat and was able to give the medicine given. Key words: Cat Examination; Community Service; Veterinary Clinic
Gejala Klinis Ehrlichiosis Pada Pasien Anjing Di Yogyakarta Yustinus Oswin Primajuni Wuhan; Ida Tjahajati; Aris Haryanto
Jurnal Veteriner Nusantara Vol 5 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jvn.v5i2.9553

Abstract

Canine monocytic ehrlichiosis is a potentially fatal disease in dogs and requires an early diagnosis to start therapy properly so that it produces a good prognosis. The research was conducted to determine ehrlichiosis in Yogyakarta based on clinical, hematological, and molecular diagnoses using the gltA gene. A total of 51 dog patients who were suspected of ehrlichiosis were performed anamnesis, clinical examination, then blood samples were taken for molecular examination with PCR. The molecular examination results of dog patients who were positive for ehrlichiosis based on PCR were 33.3% (17/51), with clinical symptoms which were 58.8% weak (10/17), 47% anorexia (8/17), 47% (8/17) gastrointestinal disorders (diarrhea and vomiting), 41.1% (7/17) pale mucosa, 35.2% (6/17) tick infestation, 35.2% (6/17) fever, 29,4% (5/17) dehydration, 11.7% (2/17) bleeding. The conclusion of this study is that the clinical of patients with erhlichiosis are very varied.
Kejadian Penyakit Toxocariasis pada Pasien Anjing dan Kucing di Klinik Hewan Jogja Periode 2019-2020 Farhan Arhabi Prima; Fa'iz Ihsanul Kamil; Ida Tjahajati; Tri Ari Widiastuti; Gustaf Eifel Silalahi
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.77271

Abstract

Latar Belakang: Toxocariasis merupakan penyakit infeksi yang sering menyerang pada hewan kesayangan anjing kucing disebabkan oleh cacing Toxocara sp. Penyakit ini termasuk dalam golongan penyakit zoonosis karena dapat menular pada hewan dan pada manusia dapat menyebabkan visceral larval migrans. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian penyakit zoonotik Toxocariasis pada pasien anjing dan kucing yang ditangani di Klinik Hewan Jogja selama masa pandemi Covid-19 tahun 2019-2020. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran angka kejadian penyakit zoonosis Toxocariasis pada anjing kucing, yang selanjutnya akan sangat bermanfaat untuk dasar edukasi ke masyarakat luas untuk pencegahan atau antisipasi penyakit zoonosis tersebut. Metode: Penelitian dilakukan dengan wawancara, dan melakukan pemeriksaan secara langsung pada pasien anjing kucing yang terindikasi menderita cacingan yang ditangani di KHJ selama covid-19 tahun 2019-2020. Selanjutnya dilakukan anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium feses, dan penanganan pasien. Apabila ditemukan telur cacing Toxocara sp pada pemeriksaan mikroskopis feses, maka pasien dinyatakan positif menderita Toxocariasis. Penelitian juga memanfaatkan data medical record yang ada di Klinik Hewan Jogja. Hasil data yang diperoleh, selanjutnya dicatat, disajikan dalam bentuk tabel, dan dianalisis secara diskriptif. Hasil: Berdasar pada hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian penyakit zoonosis Toxocariasis tahun 2019 dan 2020 adalah pada pada anjing 1,60% dan 1,58%, dan pada kucing 4,30% dan 6,66%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama covid-19 sepanjang tahun 2019-2020 Januari sampai Desember di Klinik Hewan Jogja selalu menangani pasien anjing dan kucing  yang menderita Toxocariasis.Simpulan Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa kejadian penyakit zoonosis Toxocariasis selalu ada di masyarakat, sehingga edukasi ke masyarakat luas untuk pencegahan atau antisipasi penyakit zoonosis tersebut harus terus dilakukan, sehingga masyarakat sehat terbebas dari penyakit zoonosis Toxocariasis.
Profil Biokimia Serum dan Cairan Asites Kasus Feline Infectious Peritonitis tipe Efusif Bagas Pria Prasetyo; Soedarmanto Indarjulianto; Ida Tjahajati; Imron Rosyadi; Akbar Wicaksono
Jurnal Veteriner Vol 25 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2024.25.1.55

Abstract

Feline Infectious Peritonitis (FIP) merupakan penyakit fatal yang terjadi pada kucing di seluruh dunia yang disebabkan oleh Feline Coronavirus. Diagnosis antemortem FIP sulit akibat tanda klinis dan laboratoris yang kurang spesifik. Diagnosis yang cepat dan andal sangat penting untuk tujuan prognostik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi profil biokimia serum dan cairan asites kucing penderita FIP efusif. Penelitian ini menggunakan lima ekor kucing yang diduga kuat menderita FIP efusif. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan klinis, uji Rivalta dan rapid test antibodi FIP terhadap sampel cairan asites. Kucing diambil serum darah dan cairan asites untuk pemeriksaan total protein, albumin, globulin, dan rasio albumin/globulin (A/G). Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan 5/5 (100%) kucing mengalami asites. Uji Rivalta terhadap sampel cairan asites didapatkan hasil positif eksudat dan rapid test antibodi positif FIP. Profil biokimia serum dan cairan asites menunjukkan rata-rata total protein serum dan cairan asites masing-masing sebesar 7,14 ± 1,36 g/dL dan 6,12 ± 0,33 g/dL (P<0,05); terjadi hipoalbuminemia pada sampel serum dengan rata-rata sebesar 1,94 ± 0,33 g/dL dan albumin cairan asites sebesar 1,69 ± 0,32 g/dL (P<0,05), globulin serum memiliki rata-rata sebesar 5,06±1,32 g/dL dan globulin asites sebesar 4,80 ± 0,88 g/dL (P>0,05). Semua kucing memiliki rata-rata rasio A/G yang rendah, yaitu 0,37 ± 0,36 pada serum dan 0,34 ± 0,01 pada cairan asites (P>0,05). Disimpulkan bahwa profil biokimia serum dan cairan asites pada FIP efusif kucing antara lain total protein serum dan asites normal, hipoalbuminemia, globulin serum normal dan penurunan rasio albumin-globulin. Namun demikian, perbedaan profil biokimia serum dan asites hanya terjadi pada total protein dan albumin, tetapi tidak pada globulin dan rasio A/G.
The Effect of Clove's and Lemongrass's Essential Oil in Basal Feed on Performances and Hematology Profile of Streptozotocin-Induced Diabetic Rat Baidlowi, Ahmad; Nesti, Dela Ria; Tjahajati, Ida
Veterinary Biomedical and Clinical Journal Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.456 KB) | DOI: 10.21776/ub.VetBioClinJ.2019.001.02.1

Abstract

This research was conducted to determine the effect of Clove’s and Lemongrass’s essential oil (EO) in basal feed on performances and hematology profile of Sterptozotocin-induced diabetic rat. 20 rats aged 40 days were divided into four groups of feed treatments, which are: negative control feed (basal feed-non-diabetic) (R1); positive control feed (commercial diabetic food) (R2); basal feed+Clove’s EO (R3); and basal feed+Lemongrass’s EO (R4). Each treatments using 5 rats. Collected data were performances and blood hematology profile. Data were analyzed using one way ANOVA design, the significance of different was tested using Least Significant Different (LSD) test. The result from this research showed that Clove’s and Lemongrass’s EO were significantly affected (P<0.05) on post-induction initial weight (5.41%; 3.30%; and 5.21%) compared to R2 group. It also significantly affected (P<0.05) on total gain (56.66% and 3.30%) and final weight (5.47% and 3.48%) compared to R1 group. Hematology profile’s data showed that both of Clove’s and Lemongrass’s EO did not affect to erythrocyte level, however, Clove’s EO did significantly affect to thrombocyte, hemoglobin and leukocyte level compared to R2 group, consecutively: (25.70%; 87.79%; and 37.59%), while Lemongrass’s EO significantly affected hemoglobin level (51.17%) compared to R2 group. It can be concluded that the addition of Clove’s and Lemongrass’s EO on basal feed could maintain the performance and improve the hematology profile of diabetic rat.
Parameter combination norfloxacin and tylosin on poultry: A review Wibisono, Cahyo; Pamudya, Kanya Gabriella Sasri; Wijayanti , Agustina Dwi; Widiasih , Dyah Ayu; Tjahajati, Ida; Indarjulianto , Soedarmanto
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v15i1.489

Abstract

The use of antibiotics is currently one of the most widely used drugs. Various types of antibiotics that have been distributed, both broad spectrum and narrow spectrum, have caused several side effects. One of the side effects currently occurring is antibiotic residue and antimicrobial resistance. Antibiotic residues occur due to remaining drug metabolism residues not being excreted in full. Antimicrobial resistance occurs due to the use of antibiotics at inappropriate doses. If this incident occurs continuously it will have significant global effects which will directly affect human and animal health in the future. Pharmacokinetic studies really need to be carried out to determine the profile of a drug in the body. Pharmacokinetics describes the time course of drug levels in body fluids as a result of absorption, distribution and elimination of the drug after administration to avoid antimicrobial resistance and provides information regarding the pharmacokinetic parameters of the use of the combination of norfloxacin and tyrosin in birds and as well as information regarding the pharmacokinetic description of the combination of norfloxacin and tyrosin in poultry.
Management of chronic kidney disease in a young adult-aged male domestic cat Rizky , Asri; Decline , Vega; Viastika , Yanita Mutiaraning; Tjahajati , Ida; Rahayu , Pudji; Wardani , Sundika; Wibowo , Sarwo Edy
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 1 (2025): ARSHI Veterinary Letters - February 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.1.11-12

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (CKD) adalah suatu kondisi yang tidak dapat disembuhkan yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal secara terus-menerus. Penurunan ini menghambat kemampuan tubuh untuk mengatur metabolisme, cairan, dan elektrolit. Tulisan ini melaporkan kasus seekor kucing domestik jantan muda berusia dewasa bernama Kuning yang dibawa ke klinik dengan gejala berat antara lain hematemesis, anoreksia, dan dehidrasi, serta mendapat terapi cairan intravena melalui kateter 24G. Pada hari ketiga rawat inap, ultrasonografi menunjukkan kelainan ginjal yang signifikan, termasuk permukaan kortikal yang tidak teratur, batas kortiko-meduler yang tidak jelas, area hiperekoik fokal di korteks, dan tanda cincin meduler. Kandung kemih tampak utuh dengan lumen anechoic. Ultrasonografi hati menunjukkan tepi tumpul pada lobus kanan dan kiri serta perubahan difus hyperechoic fokal pada parenkim, menunjukkan keterlibatan hati. Setelah mendapat perawatan intensif, kondisi Kuning membaik. Pemeriksaan hematologi rutin pada hari ke 9 dan 16-23 menunjukkan tren positif, dengan peningkatan jumlah trombosit dan peningkatan kadar leukosit. Fungsi hati membaik dibandingkan penilaian awal namun masih berada di luar kisaran normal. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis, dan temuan diagnostik, Kuning didiagnosis menderita CKD. Setelah 27 hari dirawat di rumah sakit intensif, Kuning menunjukkan pemulihan yang stabil, menyoroti pentingnya diagnosis dini dan manajemen komprehensif dalam kasus CKD.
Gejala Klinis dan Gambaran Darah pada Anjing Konjungtivitis Harjono, Habib Prasetyo; Indarjulianto, Soedarmanto; Pramono, Agung Budi; Tjahajati, Ida
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.103749

Abstract

Konjungtivitis merupakan peradangan pada konjungtiva mata yang dapat disebabkan oleh agen infeksi, alergi atau faktor lingkungan. Gejala klinis konjungtivitis bervariasi dan dapat disertai perubahan gambaran darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gejala klinis dan gambaran darah pasien anjing penderita konjungtivitis. Penelitian ini menggunakan 8 sampel anjing yang mengalami konjungtivitis. Semua anjing diperiksa secara klinis, terutama bagian mata, serta diambil sampel darah untuk diperiksa gambaran darahnya. Hasil pemeriksaan klinis anjing konjungitivitis, ditemukannya 8 (100%) pasien mengalami hiperemia, inflamasi, dan hiperlakrimasi, 6 (75%) pasien terdapat eksudat, dan 1 (12,5%) pasien mengalami kerusakan mata. Hasil pemeriksaan darah rutin menunjukkan 1 (12,5%) sampel mengalami penurunan nilai MCHC. Jumlah leukosit, limfosit, monosit, granulosit, dan trombosit dari 8 sampel berada pada kisaran normal. Disimpulkan bahwa anjing penderita konjungtivitis menunjukkan gejala klinis terutama adalah hiperemi, inflamasi, adanya eksudat, dan hipelakrimasi pada mata dengan gambaran darah yang normal.
Manajemen bedah dan suportif hernia perineal bilateral pada seekor anjing shih tzu Sukma, Salsabila Ayuningtyas; Tjahajati, Ida; Sinusi, Muhammad Zulfadillah
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 3 (2025): ARSHI Veterinary Letters - August 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.3.75-76

Abstract

Hernia perineum adalah kondisi yang ditandai dengan melemahnya dan terpisahnya otot serta fasia yang menopang diafragma pelvis. Terbentuknya cincin hernia dapat disebabkan oleh cacat bawaan selama perkembangan embrio atau cedera traumatis. Penanganan standar untuk kondisi ini adalah hernioplasti, prosedur pembedahan yang bertujuan untuk memperbaiki dan memperkecil ukuran cincin hernia yang disebabkan oleh kelemahan otot. Seekor anjing Shih Tzu berusia 12 tahun datang ke Klinik Hewan Jogja, Indonesia dengan riwayat konstipasi. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya massa di regio pelvis dorsal, yang diidentifikasi sebagai akumulasi feses yang abnormal. Evaluasi diagnostik komprehensif, termasuk hematologi, biokimia serum, dan radiografi, dilakukan untuk memastikan diagnosis hernia perineum bilateral. Koreksi bedah melalui hernioplasti dilakukan untuk menutup cincin hernia. Penatalaksanaan pascaoperasi terdiri dari terapi antibiotik dan analgesik, suplementasi suportif, dan pengaturan pola makan.
Perkembangan penyakit mulut kuku dan lumpy skin disease pada peternakan rakyat di wilayah Kabupaten Gunung Kidul: The progress of foot mouth disease and lumpy skin disease on folk farming in the Gunung Kidul District Area Guntari, Guntari Titik Mulyani; Indarjulianto, Soedarmanto; Widiyono, Irkham; Tjahajati, Ida; Wuryastuty, Hastari; Purnamaningsih, Hary; Yanuartono, Yanuartono; Raharjo, Slamet; Datrianto, Dwi S.; Widyastuti, Retno
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i2.447

Abstract

ABSTRACT  Foot and mouth disease (FMD) and Lumpy Skin Disease (LSD) have been designated as an infectious disease outbreak in livestock in Indonesia. The spread of this case has reached most farms in Indonesia, including livestock warehouses in the Special Region of Yogyakarta, namely Gunung Kidul district. The aim of this activity is to monitor and handle cases of PMK and LSD in Semanu, Playen and Panggang in Gunung Kidul Regency. This community service activity was carried out jointly with the Semanu, Playen and Panggang health centers in Gunung Kidul Regency, the Department of Internal Medicine, FKH UGM, and large animal internal clinic co-assistance students from the PPDH FKH UGM study program. Based on reports from breeders who entered the Puskeswan in June and July 2023, clinical trials were carried out on livestock and livestock treatment. In the Semanu area there was a decrease in FMD cases from one case to no cases, for LSD cases there was also a decrease from 10 to 6 cases. The decline in FMD cases also occurred in Playen District, from one case to zero cases, while LSD cases increased from five cases to seven cases. FMD cases increased in Panggang sub-district from one case to two cases, and LSD cases decreased from 22 to 4 cases. The conclusion from this activity is that cases of FMD and LSD are still found in the Semanu, Playen and Panggang Districts, but are decreasing. Treatment of sick animals and vaccination of healthy animals is the advice given.  Keywords: Gunung Kidul; LSD; Livestock; PMK   ABSTRAK Penyakit mulut dan kuku (PMK) telah ditetapkan sebagai wabah penyakit menular pada peternakan di Indonesia. Bersamaan dengan kejadian PMK, juga ditemukan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) di Provinsi Riau pada Februari 2022. Penyebaran kasus ini telah mencapai di sebagian besar peternakan di wilayah Indonesia, termasuk gudang peternakan di  Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu kabupaten Gunung Kidul.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk monitoring dan penanganan kasus PMK dan LSD di Semanu, Playen dan Panggang di Kabupaten Gunung Kidul. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama sama dengan puskeswan Semanu, Playen dan Panggang Kabupaten Gunung Kidul, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKH UGM, dan mahasiswa koasistensi klinik interna hewan besar prodi PPDH FKH UGM. Dari laporan peternak yang masuk ke Puskeswan pada bulan Juni dan Juli 2023,  dilakukan uji klinis pada ternak dan pengobatan ternak. Di wilayah Semanu terjadi penurunan kasus PMK dari satu kasus  menjadi tidak ada kasus,  untuk kasus LSD juga terjadi penurunan dari 10 menjadi 6 kasus. Penurunan kasus PMK juga terjadi di Kecamatan Playen, yaitu satu kasus menjadi nol kasus, sedangkan kasus LSD meningkat dari lima kasus menjadi tujuh kasus. Kasus PMK meningkat di kecamatan Panggang dari satu kasus menjadi dua kasus, dan kasus LSD menurun dari 22 menjadi 4 kasus. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah masih ditemukan kasus PMK dan LSD masih terjadi di Kecamatan Semanu, Playen, dan Panggang, namun mengalami penurunan. Pengobatan terhadap hewan yang sakit dan vaksinasi terhadap hewan yang sehat adalah saran yang diberikan. Kata kunci: Gunung Kidul; LSD; PMK; Ternak
Co-Authors Achmad Fauzi Adellyna Chrissandra Adi Utarini Ahmad Baidlowi Ahmad Baidlowi Aidah Rahmanita Akbar Wicaksono Alan Chandrasaputra Albert Jackson Yang Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi, Alfarisa Alfariza Nururozi Angeline Ganapragasam Anggi D Prayitno Aris Haryanto Aris Haryanto Asri Rizky Bagas Pria Prasetyo Baidlowi, Ahmad Bambang Hariono Begum F R Aditya Budiono Santoso Datrianto, Dwi S. Decline , Vega Dionisius M. . Dwi Priyowidodo Dzul Himam Isnan Ali E Rrarindah Fa&#039;iz Ihsanul Kamil Fajar Budi Lestari Farhan Arhabi Prima Fathur Rohman Haryadi Fatiha, Azzahra Jasmine Febri Ariyanti Guntari Titik Mulayni Guntari Titik Mulyani Gustaf Eifel Silalahi Gustaf Eifel Silalahi Hardyanto Soebono Hardyanto Subono Harjono, Habib Prasetyo Hary Purnamaningsih Hary Purnamaningsih Hastari Wuryastuty Hastari Wuryastuty Hastari Wuryastuty Hastari Wuryastuty Herawati, Okti I Gusti Made Krisna Erawan Imron Rosyadi Indarjulianto , Soedarmanto Irkham Widiyono Kelviano Muqit L Rifiyanta Laksono Trisnantoro Latifah, Khilda Tsania Lily Gunawan M A Candra Moch Dea Zein Muh. Disna Faizal Muhammad Fatkhurohman Muhammad Rosyid Ridlo Muhammad Zulfadhillah Sinusi Nabilah Putroe Agung Nesti, Dela Ria Nobuyuki Harada Pamudya, Kanya Gabriella Sasri Pramono, Agung Budi Prihanani, Nur Ika Raden Wisnu Nurcahyo Rahayu , Pudji Retno Widyastuti, Retno S I Astuti Slamet Rahardjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Soedarmanto Indarjulianto Soedarmanto Indarjulianto Soedarmanto Indarjulianto Soedarmanto Indarjulianto Soedarmanto Indarjulianto Sri Hartati Sri Hartati Sri Hartati Sri Indah Astuti Subronto Prodjoharjono Subronto Prodjoharjono Sukma, Salsabila Ayuningtyas Syazwina, Alvina Meita T A Widiastuti Tri Ari Widiastuti Tri Ayu Widiastuti Viastika , Yanita Mutiaraning Wahyuningtyas, Helfi Wardani , Sundika Wibisono, Cahyo Wibowo , Sarwo Edy Widagdo Sri Nugroho Widiasih , Dyah Ayu Widya Asmara Wijayanti , Agustina Dwi Wisnu Nurcahyo Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono, Yanuartono Yeo Suan Jiao Yuriadi . Yuriadi Yuriadi Yuriadi Yuriadi Yuriadi Yuriadi Yuriadi Yuriadi, Yuriadi Yustinus Oswin Primajuni Wuhan