Claim Missing Document
Check
Articles

Coconut Value Added At Tabongo District Gorontalo Regency Indriani, Ria; Imran, supriyo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.02.42

Abstract

Tabongo District is one of the coconut production centers in Gorontalo Regency, with a total plantatio area of 982.88 Ha and a total production of 1.090.10 tons in 2019. The majority of farmer in this area sell coconut in the form of grains, yet other farmers process it into copra and coconut oil. The research aims to determine the marketing and the amount of added value of coconut which conducted for three months, September to November 2021, in Tabongo District. Purposive sampling of 20 farmers were applied as the sample utilizing the READSI (Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative) program and the snowball sampling method to obtain four traders. This survey research method was consisted of primary and secondary data. Marketing analysis and Hayami value-added analysis are used to analyze data. The results showed that the processed form of coconut in Tabongo District is coconut grains, copra and coconut oil. There are three types of coconut marketing routes in the area: 1) copra farmers-wholesalers-Central Sulawesi, 2) coconut oil farmers-consumers, and 3) coconut farmers-traders-treatment factories. Every value added in 1 kg of copra product is Rp 1,150, or 49.92 percent of the product's worth. The profit rate for coconut copra processing is 46.13 percent of the product's value, which is Rp 2,400 per kg. Every added value in 1 kg of coconut oil product is Rp 5,246 or 45.05 percent of the product's worth. The profit rate of coconut oil treatment is 7.07 percent of the product's value, which is Rp 823 per kg. Meanwhile, the marketing added value obtained by coconut grain traders amounted to Rp 1,464.29 / kg or 54.23%.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Jagung Menjadi Produk Olahan dan Kerajinan Tangan Imran, Supriyo; Indriani, Ria; Sirajuddin, Zulham; Arsyad, Karlena; Adam, Echan; Amin, Nur Silfiah; Saman, Widya Rahmawaty
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 8 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i2.3622

Abstract

Ulapato B Village, located in Telaga Biru District, Gorontalo Regency, is one of the leading sectors of the Gorontalo Provincial government. Agriculture is a source of livelihood for people in this area. Corn is one of the farming programs that revives the people in the area. In Ulapato B Village, this corn commodity is very popular. However, corn production also produces waste, which if not managed properly can cause environmental problems. Stalks, seed coats, and cobs are some of the components of corn waste. Most people consider this waste as production residue that has no economic value. As a result, corn waste is often ignored or simply thrown away, which can harm the environment.  Therefore, skills are needed to process corn waste into useful products. So the method used in this service activity is to carry out training in processing corn waste into handicraft products, briquettes and biochar. From this training activity, the community showed a positive response, where the training participants were enthusiastic about processing corn waste and increasing their knowledge about the use of corn waste so that corn waste would not become environmental waste.  Keywords: biochar; briquettes; handycrafts; corn waste; ulapato B Abstrak: Desa Ulapato B yang terletak di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo adalah salah satu sektor unggulan pemerintah Provinsi Gorontalo. Pertanian adalah sumber penghidupan masyarakat di daerah ini. Jagung adalah salah satu program usahatani yang menghidupkan masyarakat di daerah tersebut. Di Desa Ulapato B, komoditas jagung ini sangat populer. Namun, produksi jagung juga menghasilkan limbah, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan masalah lingkungan. Tangkai, kulit biji, dan bonggol adalah beberapa komponen limbah jagung. Sebagian besar orang menganggap limbah ini sebagai sisa produksi yang tidak memiliki nilai ekonomi. Akibatnya, limbah jagung sering diabaikan atau dibuang begitu saja, yang dapat membahayakan lingkungan.  Oleh karena itu, diperlukan keterampilan dalam mengolah limbah jagung ini menjadi produk yang bermanfaat. Sehingga metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu dengan melaksanakan pelatihan dalam pengolahan limbah jagung menjadi produk kerajinan tangan, briket, dan biochar. Dari kegiatan pelatihan ini masyarakat menunjukkan respon yang positif, dimana peserta pelatihan antusias dalam mengolah limbah jagung dan menambah pengetahuan mereka tentang pemanfaatan limbah jagung sehingga limbah jagung tidak akan menjadi sampah lingkungan.Kata kunci: biochar; briket; kerajinan tangan; limbah jagung; ulapato B 
ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK KERIPIK PISANG DI UMKM DAHLIA Haras, Abdul Fajar; Indriani, Ria; Bakari, Yuliana
Jurnal Agristan Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v6i1.7418

Abstract

Sebagai manufakur dalam rantai pasok, UMKM DAHLIA masih melakukan proses pengolahan dan produksi sehingga ketersediaan pasokan bahan baku perlu diperhatikan agar dapat memenuhi permintaan pasar. Oleh karena itu, diperlukannya sebuah manajemen yang mampu membentuk hubungan antara berbagai organisasi demi meningkatkan efisiensi dari sebuah rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja rantai pasok keripik pisang di UMKM DAHLIA. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan Supply chain Operation Reference (SCOR). Hasil analisis menunjukan kinerja rantai pasok keripik pisang secara keseluruhan dapat dikatakan sangat baik. Sebab dari 4 atribut dengan total 7 indikator penilaian, menunjukan 4 indikator yaitu pemenuhan pesanan sempurna, kinerja pengiriman,  dan siklus cash to cash dan siklus pemenuhan pesanan berada pada kategori superior serta 3 indikator lainnya yaitu flesktibilitas volume, lead time, serta persediaan harian berada pada posisi advantage. Total biaya yang dikeluarkan untuk proses manajemen rantai pasok keripik pisang adalah Rp. 7.560.000.
Analisis Perbandingan Pendapatan Petani Program READSI dan Non READSI di Desa Huntu Utara Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango Maneku, Atika; Indriani, Ria; Boekoesoe, Yuriko
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 8, NO 1, 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.18366

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui perbandingan pendapatan padi sawah antara petani program READSI dan petani yang non program READSI, 2) mengetahui kendala yang dihadapi petani padi sawah selama program READSI di Desa Huntu Utara Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Jenis data dalam penelitian ini yakni data primer dan sekunder. Tehnik analisis data yang digunakan yaitu analisis pendapatan dan analisis perbandingan pendapatan uji t hitung. Hasil penelitian yaitu: 1) Pendapatan petani padi sawah yang mengikuti program READSI sebesar Rp. 8.694.396 rata-rata/petani lebih tinggi dibandigkan dengan pendapatan petani padi sawah yang tidak mengikuti program READSI sebesar Rp. 6.894.325 rata-rata/petani. 2) Kendala petani tidak masuk program READSI mencakup: a) Petani tidak memiliki lahan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi disector pertanian serta tidak aktif berpartisipasi dalam kegiatan peningkatan ekonomi disektor pertanian dengan dukungan proyek, b) Petani tidak dapat berperan sebagai “agen perubahan”, c) Petani tidak memiliki lahan sempit, d) Kepala keluarga tidak perempuan yang tidak akan difasilitasi oleh program READSI. 2) Kendala yang dihadapi petani program READSI mencakup: a) Permodalan, b) Keterlambatan saprodi dan kelangkaan saprodi, c) Fenomena cuaca yang sulit diprediksi, d) Ledakan hama penyakit, dan e) Harga produk tidak stabil.
Analisis Perbandingan Pendapatan Petani Padi Sawah Program Anjangsana Di Desa Jambusarang Kecamatan Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mingondow Utara Cang, Putri Ahmad; Indriani, Ria; Boekoesoe, Yuriko
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 8, NO 1, 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.18357

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui pendapatan petani padi sawah yang masuk program Anjagsana dan petani yang tidak masuk program Anjangsana, 2) Mengetahui perbedaan pendapatan petani padi sawah yang masuk program Anjangsana dan petani yang tidak masuk program Anjagsana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian survey dengan menggunakan  pendekatan kuantitatif . Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dan primer adapun jenis Analisisdalam penelitian ini yaitu Biaya, penerimaan, pendapatan dan Uji T. adapun hasil data yang diperoleh: 1) total pendapatan yang diperoleh petani Program Anjangsana dari usahatani padi sawah yaitu dengan hasil rata-rata Rp 11.293.840 dan untuk petani Non program Anjangsana Rp 7.767.280. 2) Berdasarkan hasil perhitungan uji t untuk perbandingan pendapatan petani yang bergabung dalam Program Anjangsana dan petani Non Program Anjangsan diketahui bahwa t hitung lebih besar dibandingkan t tabel yaitu 174.6681.685. Dengan demikian H0 ditolak, dan H1 diterima maka Terdapat perbedaan pendapatan antara petani yang bergabung dalam Program Anjangsana dan petani Non Program Anjangsana.
Rantai Pasok Jagung Di Kecamatan Boliyohuto Kabupaten Gorontalo Rahim, Sri Yundi; Rauf, Asda; Indriani, Ria
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 7, NO 3, 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.18647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui mekanisme rantai pasok jagung di Kecamatan Boliyohuto, 2) Menganalisis efisiensi rantai pasok jagung di Kecamatan Boliyohuto, 3) Menganalisis nilai tambah jagung pipilan. Penelitian ini di lakukan di Kecamatan Boliyohuto Kabupaten Gorontalo. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 orang petani, 4 orang pengumpul, 1 pedagang besar dan 10 pedagang pengecer. Teknik analisis data yang digunakan deskritip kualitatif, efisiensi pemasaran, margin, distribusi margin, farmers share dan nilai tambah hayami. Hasil penelitian ini terdapat tiga saluran rantai pasok jagung pipilan di Kecamatan Boliyohuto. Efisiensi saluran pemasaran yang efisien terdapat pada saluran satu dan dua margin dan distribusi margin pada saluran I yaitu margin sebesar Rp500 dengan distribusi margin pada pengumpul 56,6%, pedagang besar 16,6%, saluran II yaitu margin sebesar Rp200 dengan distribusi margin 16,6% dan saluran III yaitu margin sebesar Rp1000 dengan distribusi margin pada pengecer yaitu 46%. Untuk farmers share pada saluran pemasaran rantai pasok jagung adalah efisien. Nilai tambah diperoleh dari 50 kg jagung pipilan adalah 481.500/kg atau 13.757% dari nilai produk. Sedangkan keuntungan yang diperoleh sebesar 257.076%.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PETANI KELAPA DALAM DI KECAMATAN PULUBALA KABUPATEN GORONTALO Yusup, Alpian; Rauf, Asda; Indriani, Ria
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 8, NO 2, 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.24087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : 1) Menganalisis faktor, umur tanaman, jumlah tanaman kelapa, harga kelapa dan hasil produksi terhadap penerimaan petani kelapa dalam di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. 2 Menghitung besar penerimaan petani kelapa di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo selama tiga bulan dari mulai persiapan sampai dengan penyusunan. Metode pengambilan sampel yang dilakukan acak sederhana (random sampling) dengan jumlah sampel sebanyak 48 petani kelapa dalam. Analisis data menggunakan analisis analisis penerimaan dan analisis regresi linear berganda. Hasil Penelitian menunjukan bahwa 1) Berdasarkan hasil uji regresi berganda menggunakan uji F secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap variabel umur tanaman (X1), jumlah tanaman (X2), harga (X3), dan hasil produksi (X4) terhadap penerimaan petani di Kecamatan Pululaba. Dan secara parsial atau menggunakan uji t variabel jumlah tanaman (X2) dan hasil produksi (X4) berpengaruh signifikan terhadap penerimaan petani. Sedangkan variabel umur tanaman  (X1) dan harga (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan petani di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. 2) Penerimaan rata-rata petani kelapa di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo adalah Rp.4.029.195/panen. 
PROFIL PETANI SAWAH DI DESA HULAWA KECAMATAN TELAGA KABUPATEN GORONTALO Kaina, Melin; Indriani, Ria; Adam, Echan
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 8, NO 2, 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.23241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui Profil Petani Padi Sawah di Desa Hulawa Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Penelitian dilakukan di Desa Hulawa Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo pada Bulan Juni sampai dengan Bulan Juli tahun 2023 dengan metode penelitian survey atau wawancara, metode pengambilan sampel menggunakan rumus slovin. Jenis sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu analisis desktiptif. jumlah sampel dalam Penelitian di Desa Hulawa adalah 44 orang petani padi sawah. Hasil penelitian ini menunjukkan Rata-rata umur petani padi sawah di Desa Hulawa Berusia 40-55 tahun, yakni 30 orang pada kategori usia produktif yaitu 53 Tahun, tingkat Pendidikan di Desa Hulawa telah mendapatkan pendidikan paling tinggi yaitu SD, Untuk pengalaman dalam pemeliharaan tanaman memiliki pengalaman antara 8- 14 tahun, dengan Rata-rata memiliki Pengalaman 10 Tahun. Jumlah tanggungan keluarga petani Memiliki Rata-rata yaitu 3 Orang, Luas lahan padi sawah Memiliki Rata-rata 0,5 Ha dari keseluruhan jumlah sampel. jumlah lahan paling banyak adalah milik sendiri 20 orang Petani Responden, Produksi Petani Terbanyak di Desa Hulawa di bedakan dengan Kelompok Tani yaitu Kelompok Tani Karya Bakti Memiliki Jumlah 15 orang Petani Responden dengan Presentase 40% jumlah Produksi 13.205 Kg. Dengan Rata-rata Produksi 809,2 Kg dari keseluruhan jumlah Produksi Petani yang ada di Desa Hulawa Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo.
MANAJEMEN KELEMBAGAAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN PAGUYAMAN Basoly, Rahmad Ali Imron; Rauf, Asda; Indriani, Ria
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 7, NO 2, 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v7i2.17902

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui manajemen kelembagaan kelompok tani bawang merah di Kecamatan Paguyaman; 2) Menganalisis faktor-faktor apa yang mempengaruhi berkembangnya kelembagan kelompok tani Bawang Merah di Kecamatan Paguyaman, penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai juni 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei menggunakan kuisioner/angket sebagai alat penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam menguatkan kelembagaan kelompok usahatani bawang merah, dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu meningkatkan kesadaran berkelompok, melakukan pembenahan dalam manajemen kelembagaan kelompok usahatani bawang merah, melakukan peningkatan kapasitas sumber daya petani melalui pelatihan tentang teknologi produksi (budidaya), perlindungan tanaman dan teknik pasca panen bawang merah, serta mengembangkan kemitraan usaha antara pengusaha (pedagang dan pengumpul) bawang merah dengan petani bawang merah. Untuk hambatan utama dalam manajemen kelembagaan usahatani bawang merah adalah minimnya pengetahuan petani, dinamika kelompok kurang aktif, rendahnya partisipasi anggota dan lemahnya koordinasi dan interaksi antar kelompok maupun dengan lembaga terkait (stakeholder).
Strategi Adaptasi Bauran Pemasaran pada UKM "Kedai Coffee Panda" di Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo (Studi Kasus di Kedai Coffee Panda) Yunus, Fitra; Indriani, Ria; Bempah, Irwan
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 7, NO 3, 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.18370

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang dapat mendukung dan menghambat pemasaran di UKM Kedai Coffee Panda, dan menyusun strategi bauran pemasaran di UKM Kedai Coffee Panda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi kasus, yang merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tehnik analisis data yang digunakan yaitu analisis SWOT melalui beberapa tahapan pembobotan dan peratingan menggunakan tabel IFE dan EFE. Hasil penelitian berdasarkan penetuan titik koordinat diagram faktor internal dan eksternal maka posisi kuadran usaha Kedai Coffee Panda berada di kuadran I (Grow Oriented Strategy) yang berarti kondisi usaha yang menguntungkan. Sehingga strategi yang baik digunakan berdasarkan analisis SWOT yakni: strategi SO: (1) mengikuti trend (2)menjaga kualitas produk (3) memanfaatkan lokasi yang strategis (4)sering mengadakan ivent tournament game (5)rutin mengupload informasi tentang kedai Coffee Panda. Strategi WO: (1) Menambah karyawan (2) memilih karyawan yang berpengalaman (3)menambah peralatan produksi (4)membangun sistem berbasis teknologi (5)melakukan riset (6) mengoptimalkan pengolahan data (7) membuat website (8) merekrut karyawan khusus mengelola website Kedai Coffee Panda. Strategi ST: (1) melakukan penyesuaian dengan pesaing bisnis (2) memberikan reward kepada pelanggan (3) perbaikan papan nama (baliho) (4) luncurkan promo spesial (5) perhatikan protokol kesehatan (6) menyediakan tempat mencuci tangan (7) menjaga jarak. Strategi WT: (1) meningkatkan pelayanan kepada konsumen. (2) menerapkan 5S pada karyawan yakni (senyum,sapa,sopan,santun dan sabar) terhadap konsumen (3) menyediakan sistem pembayaran noncash (4)meningkatkan kegiatan distribusi (5)membuat situs grabfood dan gofood.