Claim Missing Document
Check
Articles

Bahan Ajar Bahasa Indonesia Tematik Berkarakter dan Berbudaya dengan Sastra Anak Bagi Siswa SD Irawati, Retno Purnama
Jurnal VARIDIKA Volume 25 No. 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2224.035 KB) | DOI: 10.23917/varidika.v25i2.722

Abstract

The development of character values and cultural values is a long process start- ing from the initial incoming students to completion of an educational unit. In fact, the pro- cess starts from the kindergarten continues to elementary school and lasted at least until the 9th grade or last grade of junior high school. The development process of character and cultural values carried by each subject, and in each curricular and extracurricular activities, through all subjects, personal development, and education unit. This study seeks to describe the profile of Indonesian subjects teaching materials in the current elementary school according to teachers and students opinions and the needs of students and teach- ers towards Indonesian subjects thematic teaching materials which contains character and cultural values. Research and development is applied to the field of education . The subjects of research were elementary school students and elementary schools teachers in Ungaran and Semarang. 27 people (29 %) of teachers declared that there are Indonesian textbooks were still least helpful in teaching. 8 people (9 %) of teachers stated that the Indonesian textbooks were incomplete. 85 people (91 %) of teachers want the Indonesian textbook to be more complete, making it easier for teachers to teach.
PENGGUNAAN ISTILAH BAHASA ARAB OLEH AKTIVIS ROHIS DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (ANALISIS SEMANTIK DAN SOSIOLINGUISTIK) miftahuddin, ahmad miftahuddin; Ayuningtias, Suci Utami; Irawati, Retno Purnama; Busri, Hasan
Lisanul' Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2017): Lisanul Arab
Publisher : Program studi Pendidikan Bahasa Arab UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.025 KB) | DOI: 10.15294/la.v6i1.14387

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Aktivis Rohis Universitas Negeri Semarang sering menggunakan istilah bahasa Arab dalam komunikasi. Penggunaan istilah bahasa Arab oleh aktivis Rohis merupakan fakta menarik, karena hal ini menyebabkan makna baru terbentuk, dan penggunaan istilah ini dapat berupa alih kode atau campur kode. Hal ini menarik perhatian peneliti untuk menganalisis istilah bahasa Arab ditinjau dari perspektif semantik dan soiolinguistik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desasin etnografi. Data dalam penelitian ini bersumber dari aktivis Rohis Universitas Negeri Semarang dengan sampel aktivis Rohis Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) UNNES. Pengumpulan data ini melalui observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Instrument penelitian meliputi pedoman observasi, pedoman wawancara, lembar angket, serta kartu dan lembar rekapitulasi. Analisis data menggunakan teknik analisis data penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan istilah bahasa Arab oleh aktivis Rohis terjadi pada berbagai suasana, meliputi resmi ada 18 peristiwa tutur, agak resmi ada 24 peristiwa tutur, santai ada 12 peristiwa tutur dan akrab ada 15 peristiwa tutur. (2) Perubahan makna meliputi perluasan makna ada 8 istilah, penyempitan makna ada 33 istilah, perpindahan makna ada 22 istilah, dan makna tetap ada 38 istilah. (3)  Relasi makna meliputi sinonim ada 79 istilah, antonim ada 1 istilah, polisemi ada 2 istilah,  homonimi ada 18 istilah, dan hiponimi ada 1 istilah. (4) Alih kode dan campur kode ditemukan 8 alih kode berupa 7 alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab dan 1 alih kode dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Campur kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab 68 dan 1 campur kode dari bahasa Jawa ke bahasa Arab. (5) Motivasi dalam menggunakan istilah bahasa Arab ini aktivis Rohis lebih menyukai menggunakan bahasa Arab karena bahasa Arab lebih mudah, lebih sederhana, dan sopan digunakan. Selain itu mereka berusaha menambah istilah dan bertanya saat ada istilah yang tidak dimengerti. Adapun istilah bahasa Arab yang sering digunakan adalah adab syuro, afwan, akhi, akhwat, annisa, hijab, hijrah, dan jamaah.   Abstract ___________________________________________________________________ Rohis Activist Semarang State University often uses the Arabic term in communication. The use of the Arabic term by Rohis activists is an interesting fact, as it causes new meanings to be formed, and the use of this term can be either code transfer or code mixing. This draws the attention of researchers to analyze the Arabic term in terms of semantic and soiolinguistic perspectives. This research uses qualitative research type with desasin ethnografi. The data in this research comes from activist Rohis State University of Semarang with sample of Rohis activist Faculty of Mathematics and Science (FMIPA) UNNES. This data collection through observation, interview, questionnaire and documentation. Research instruments include observation guides, interview guides, questionnaires, as well as cards and recapitulation sheets. Data analysis using qualitative research data analysis techniques. The result of the research shows that: (1) The use of Arabic term by Rohis activist occurs in various atmosphere, covering official there are 18 speech events, rather official there are 24 speech events, relax there are 12 speech events and familiar there are 15 events said. (2) Changes in meaning include the extension of the meaning there are 8 terms, narrowing the meaning there are 33 terms, displacement meaning there are 22 terms, and the meaning remains there are 38 terms. (3) The relation of meaning includes synonyms there are 79 terms, antonyms have 1 term, polysemy there are 2 terms, homony there are 18 terms, and hyponimi there is 1 term. (4) The code and code interfaces are found to be 8 codes in the form of 7 transfers from Indonesian to Arabic and 1 from Arabic to Indonesian. Mix code from Indonesian to Arabic 68 and 1 mix code from Java language to Arabic. (5) The motivation in using this Arabic term Rohis activists prefer to use Arabic because Arabic is easier, simpler, and decently used. In addition they try to add terms and ask when there are terms that are not understood. The Arabic term that is often used is adab syuro, afwan, akhi, akhwat, annisa, hijab, hijrah, and totally changed. From those data, we found 24 words which use essence words and 47 for figurative words.
EFEKTIVITAS MODEL REFLECTIVE TEACHING BAGI PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DAN MEMBACA BAHASA ARAB SISWA KELAS VIII MTS AL IRSYAD GAJAH DEMAK Himam, Muhammad Wafaul; Rosiyana, Shilvia; Irawati, Retno Purnama; Busri, Hasan
Lisanul' Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2017): Lisanul Arab
Publisher : Program studi Pendidikan Bahasa Arab UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.674 KB) | DOI: 10.15294/la.v6i1.14391

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Tujuan penelitian ini adalah penerapan model Reflective Teaching dan efektivitas model Reflective Teaching bagi peningkatan keterampilan berbicara dan membaca bahasa Arab siswa kelas VIII MTs Al Irsyad Gajah Demak. Jenis dan desain penelitian ini adalah kuantitatif dan eksperimen (true experiment design) dengan desain non equivalent control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan nontes. Instrumen tes yang digunakan berupa tes berbicara dan tes uraian sedangkan instrumen nontes yang digunakan adalah angket tertutup. Hasil nilai rata-rata keterampilan berbicara pada kelas kontrol terjadi peningkatan sebesar 3.12 dan pada kelas eksperimen terjadi peningkatan sebesar 4.15. Sedangkan keterampilan membaca pada kelas kontrol terjadi penurunan sebesar 4.57 dan pada kelas eksperimen terjadi peningkatan sebesar 1.21. Diperoleh thitung 1.25 dan ttabel 0.68, karena thitung > ttabel maka Ha diterima dan H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa ?Model Reflective Teaching efektif bagi peningkatan keterampilan berbicara dan membaca bahasa Arab?. .   Abstract ___________________________________________________________________ The purpose of this research is the application of Reflective Teaching model and the effectiveness of Reflective Teaching model for improving the speaking and reading skills of Arabic students of grade VIII MTs Al Irsyad Gajah Demak. The type and design of this research is quantitative and experimental (true experiment design) with non equivalent control group design design. Techniques of collecting data using tests and nontes. The test instrument used is a speaking test and a description test while the nontal instrument used is a closed questionnaire. The result of the average score of speaking skill on the control class was increased by 3.12 and in the experimental class there was an increase of 4.15. While reading skill in control class happened decrease equal to 4.57 and experiment class happened an increase of 1.21. Obtained tcount 1.25 and ttable 0.68, because thitung> ttabel then Ha accepted and H0 rejected. It can be concluded that "Reflective Teaching Model is effective for improving Arabic speaking and reading skills".
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BAGI PENINGKATAN PENGUASAAN TATA BAHASA ARAB, KETERAMPILAN MENULIS DAN KARAKTER SISWA KELAS X MAN 2 SEMARANG Himam, Muhammad Wafaul; Ma'rifah, Maya; Irawati, Retno Purnama; Busri, Hasan
Lisanul' Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 6 No 1 (2017): Lisanul Arab
Publisher : Program studi Pendidikan Bahasa Arab UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.754 KB) | DOI: 10.15294/la.v6i1.14395

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Tata bahasa Arab dan menulis merupakan salah satu unsur dan keterampilan berbahasa yang harus dicapai siswa dalam pembelajaran bahasa Arab. Penguasaan tata bahasa Arab dan  menulis siswa kelas X MAN 2 Semarang tergolong masih rendah. Hal penting yang sering diabaikan dalam pembelajaran yaitu adanya nilai-nilai karakter yang dapat memperbaiki karakter siswa. Oleh karena itu, guru harus menerapkan strategi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yaitu think talk write. Jenis dan desain penelitian ini adalah kuantitatif dan kuasi eksperimen dengan pola nonequivalent control group design (pretest-posttest yang tidak ekuivalen). Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan nontes. Instrumen tes yang digunakan berupa tes uraian dan non tes berupa angket dan dokumentasi. Berdasarkan data penelitian yang dihimpun, 56,25% siswa menyatakan sangat senang dengan model pembelajaran think talk write bahkan 46,87% menyatakan bahwa penerapan model pembelajaran ini memudahkan mereka dalam belajar tata bahasa dan menulis bahasa Arab. Peningkatan yang signifikan terjadi pada hasil pretest-posttest kelompok eksperimen yang diberi treatment. Hal itu bila dengan dibandingkan kelompok kontrol yang tidak diberi treatment. Perolehan nilai rata-rata pada kelompok eksperimen dari pretest ke posttest meningkat hingga 20,41 , yaitu dari 59,15 meningkat 79,56. Adapun nilai rata-rata pada siswa kelompok kontrol dari pretest ke posttest meningkat 10,37 saja, yaitu dari 60,84 meningkat menjadi 71,06 dan diperoleh  4,28 dan  1,99 karena . Hipotesis yang diterima dalam penelitian ini adalah hipotesis kerja atau alternatif ( ) yaitu model pembelajaran think talk write efektif bagi peningkatan penguasaan tata bahasa Arab, keterampilan menulis dan karakter siswa.   Abstract ___________________________________________________________________ Arabic grammar and writing is one of the elements and language skills that students must achieve in learning Arabic. Mastery of Arabic grammar and writing class X MAN 2 Semarang is still low. Important things that are often ignored in the learning of the existence of character values ??that can improve the character of students. Therefore, teachers should implement learning strategies using a learning model that is think talk write. The type and design of this research is quantitative and quasi experimental with a nonequivalent control group design (unequal pretest-posttest). Techniques of collecting data using tests and nontes. Test instruments used in the form of test description and non-test in the form of questionnaires and documentation. Based on the research data collected, 56.25% of students stated very happy with the model of think talk write even 46.87% stated that the implementation of this learning model makes it easier for them to learn grammar and write Arabic. Significant improvement occurred in the pretest-posttest results of treated experimental groups. This is when compared to the control group that was not given treatment. The average score in the experimental group from pretest to posttest increased to 20.41, ie from 59.15 to 79.56. The mean score on control group students from pretest to posttest increased by 10.37 alone, ie from 60.84 increased to 71.06 and obtained t_hitung 4.28 and t_tabel 1.99 because t_table?t_count. Hypothesis accepted in this research is hypothesis of work or alternative (H_a) that is model of effective talk talk write study for improvement of mastery of Arabic grammar, writing skill and character of student.
PENGEMBANGAN MODUL BAHASA ARAB BERBASIS TEORI PSIKOLOGI PERKEMBANGAN REMAJA ELIZABETH B. HURLOCK KELAS X MA Mujab, Ahmad Saiful; Irawati, Retno Purnama; Rahmawati, Nailur
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 7 No 1 (2018): Lisanul Arab
Publisher : Program studi Pendidikan Bahasa Arab UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.146 KB) | DOI: 10.15294/la.v7i1.26068

Abstract

The development of adolescents led to several changes, including in terms of thinking and how to learn. Adjustmentof teaching materials to students' progress will help them understand the material presented. This research designusing research and development research design (R & D). The results of this study are: 1) the number of studentswho stated that the subjects of Arabic is a difficult subject is 87.3% or a number of 42 students and 95.7% or anumber of 45 students stated that the need for development of textbooks tailored to the development the psychologyof the students of grade X Madrasah Aliyah. SWOT analysis of textbooks that have been used are books durusullughotil arabiyah and Student Worksheet "Hikmah" generate advantages, weaknesses, opportunities and threatsof both books which are then used as a basis for development of adolescent-based development module, 2) prototypemodule based on the development of adolescents written with attention to the results of SWOT analysis of textbooksthat have been used and add some things about the characteristics of adolescent development, 3) expert assessmentof the prototype of the juvenile-based module develops average grade with feasible category with details of 3.25 forthe content feasibility aspect, 3.32 for the language feasibility aspect, 3.37 for feasibility aspects of presentation, and2.95 for eligibility aspect of the maximum total score of 4. Perkembangan remaja menyebabkan beberapa perubahan, diantaranya dalam hal pemikiran dancara belajar. Penyesuaian bahan ajar dengan perkembangan siswa akan membantu mereka dalammemahami materi yang disajikan. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian research anddevelopment (R&D). Hasil penelitian ini yaitu: 1) jumlah siswa yang menyatakan bahwa matapelajaran bahasa Arab merupakan mata pelajaran yang sulit adalah 87,3% atau sejumlah 42 siswadan 95,7% atau sejumlah 45 siswa menyatakan bahwa perlu adanya pengembangan buku ajar yangdisesuaikan dengan perkembangan psikologi siswa Madrasah Aliyah kelas X. Analisis SWOTterhadap buku ajar yang sudah digunakan yaitu buku durusul lughotil arabiyah dan Lembar KerjaSiswa “Hikmah” menghasilkan kelebihan, kelemahan, peluang dan ancaman kedua buku tersebutyang selanjutnya digunakan sebagai dasar pengembangan modul berbasis perkembangan remaja, 2)prototipe modul berbasis perkembangan remaja ditulis dengan memperhatikan hasil analisis SWOTbuku ajar yang sudah digunakan serta menambahkan beberapa hal mengenai karakteristikperkembangan remaja, 3) penilaian ahli terhadap prototipe modul berbasis perkembangan remajamemperoleh rata-rata nilai dengan kategori layak dengan rincian 3,25 untuk aspek kelayakan isi,3,32 untuk aspek kelayakan bahasa, 3,37 untuk aspek kelayakan penyajian, serta 2,95 untuk aspekkelayakan kegrafikan dari skor total maksimal 4.
PENGEMBANGAN MEDIA BONEKA TANGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA ARAB SISWA KELAS IV MI DI KABUPATEN PEKALONGAN Afifah, Nur; Irawati, Retno Purnama; Busri, Hasan
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 8 No 1 (2019): Lisanul Arab
Publisher : Program studi Pendidikan Bahasa Arab UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.243 KB) | DOI: 10.15294/la.v8i1.32539

Abstract

Sebagian besar siswa MI merasa kesulitan dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Arab karena kurangnya kreativitas guru dalam menggunakan media pembelajaran, yaitu guru hanya menggunakan buku ajar saja. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan guru dan siswa menghendaki adanya media pembelajaran berbentuk media boneka tangan berbasis kearifan lokal untuk keterampilan berbicara bahasa Arab. Media ini terdiri atas empat komponen yaitu, boneka tangan berpakaian adat, panggung boneka, pelengkap yang berupa tas media, dan buku pedoman yang berisi KI dan KD, kosa kata, materi, serta evaluasi. Penilaian ahli media dan ahli materi menunjukkan hasil kesesuaian yaitu aspek kelayakan media dengan nilai rata-rata 3,6 (sangat layak). Pada aspek kelayakan isi dan materi memiliki rata-rata 3.57 (sangat layak). Pada aspek kontekstual memiliki rata-rata 3.55 (sangat sesuai). Pada aspek kelayakan penyajian memiliki rata-rata 3.7 (sangat layak). Pada aspek kelayakan bahasa memiliki rata-rata 3.52 (sangat layak).
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN INDUKTIF KATA BERGAMBAR UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS VII MTS NEGERI 1 SEMARANG Furoida, Qonita; Irawati, Retno Purnama; Rahmawati, Nailur
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 8 No 2 (2019): Lisanul Arab
Publisher : Program studi Pendidikan Bahasa Arab UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.19 KB) | DOI: 10.15294/la.v8i2.36162

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan pembelajaran Induktif Kata Bergambar dan efektif atau tidak model pembelajaran Induktif Kata Bergambar terhadap peningkatan keterampilan menulis bahasa Arab siswa kelas VII MTs Negeri 1 Semarang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes dan non tes. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes (pretest dan posttest) dan teknik non tes (observasi, wawancara, angket). Teknik analisis data adalah uji hipotesis. Rata-rata pretest kelas kontrol 38,18 dan nilai posttest kelas kontrol 56.85. sedangkan nilai rata-rata pretest kelas eksperimen 79,00 dan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen 83,50. Dan perhitungan menggunakan rumus t-test diperoleh thitung =1,42 sedangkan untuk ttabel untuk dk= 30+31 = 61 adalah 0,51, karena thitung berada dalam daerah penerimaan H0 maka Ha ditolak. Dengan kata lain model pembelajaran Induktif Kata Bergambar tidak efektif (tidak cocok diterapkan) untuk meningkatkan keterampilan menulis bahasa Arab siswa kelas VII MTs Negeri 1 Semarang.
ISM AL-JAM’I DAN ISM AL-JINSI AL-JAM’I DALAM AL-QUR’AN (ANALISIS SINTAKSIS) Basit, Abdul; Irawati, Retno Purnama; Rahmawati, Nailur
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 8 No 2 (2019): Lisanul Arab
Publisher : Program studi Pendidikan Bahasa Arab UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.728 KB) | DOI: 10.15294/la.v8i2.36163

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk tunggal dari kata-kata yang tergolong sebagai ism al-jam’i (plural) dan ism al-jinsi al-jam’i (plural noun of genus), jenis kasus dan jenis fungsi sintaksisnya, dan penanda gramatikal dalam al-Qur’an,. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian library research. Data berupa ism al-jam’i (plural) dan ism al-jinsi al-jam’i (plural noun of genus) bersumber dari al-Qur’an dengan teknik tujuan (purposive sampling). Adapun analisis datanya dilakukan dengan menggunakan teknik agih (distribusional). Hasil penelitian ini menunjukkan sejumlah 103 data dalam al-Qur’an, dengan rincian 49 data ism al-jam’i dan 54 data ism al-jinsi al-jam’i. Data yang dianalisis hanya 36 data dikarenakan ada beberapa data yang sama, dengan rincian 8 data ism al-jam’i (plural) dan 28 data ism al-jinsi al-jam’i (plural noun of genus). Dari 36 data tersebut, jumlah fungsi sintaksis ism al jam’i dalam al-Qur’an yaitu; musnad: 0, musnad ilayh (mafu<l bih): 7, dan fadhlah: 1. Adapun fungsi sintaksis ism al-jinsi al-jam’i-nya yaitu; musnad: 3, musnad ilayh (mafu<l bih): 22, dan fadhlah: 3. Adapun jumlah kasus atau penanda gramatikal ism al jam’i dalam al-Qur’an sejumlah; nominatif (sufiks vokal /-u/): 1, akusatif (sufiks vokal /-a/): 3, dan genetif (sufiks vokal /-i/): 3. Dan kasus ism al jinsi al jam’i-nya yaitu; nominatif: 8, akusatif: 11, dan genetif: 9. Sementara untuk penanda gramatikal huruf terdapat 4 dengan rincian; 3: /ة/ dan 1: /ي/.
INTEGRASI BAHASA INGGRIS KE DALAM BAHASA ARAB DI BIDANG PENDIDIKAN PADA KAMUS ISTILAH PENDIDIKAN DAN PSIKOLOGI KARYA DR. HASSAN SHEHATA DAN ZAINAB AN NAJAR ANALISIS FONOLOGI DAN SEMANTIK Safitri, Galuh Kiki; Miftahuddin, Ahmad Miftahuddin; Irawati, Retno Purnama
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 9 No 1 (2020): Lisanul Arab
Publisher : Program studi Pendidikan Bahasa Arab UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.421 KB) | DOI: 10.15294/la.v9i1.39300

Abstract

Artikel ini membahas proses integrasi bahasa Inggris ke dalam bahasa Arab di bidang pendidikan. Akibat perkembangan berbagai bidang ilmu pengetahuan, sehingga terciptalah kata dan istilah baru. Oleh karena kata maupun istilah baru tersebut berasal dari bahasa asing terutama bahasa Inggris, maka diperlukan berbagai cara pembentukannya dalam bahasa Arab, yaitu dengan melibatkan proses integrasi. Adapun proses integrasi yang dijadikan pedoman dalam penelitian ini menurut Qunaibiy yaitu meliputi isytiqa:q, tarjamah, nacht, ta’ri:b, dan tadkhi:l. Pertama, isytiqa:q yakni pembentukan kata dari bentuk lainnya dengan kesesuaian asal dan hasil bentukannya. Kedua, tarjamah yakni penerjemahan dari bahasa asing ke dalam bahasa Arab. Ketiga, nacht yakni perangkaian sebuah kata dari dua kata atau lebih dengan cara dipendekkan atau disingkat. Keempat, ta’’ri:b yakni penyerapan sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab baik secara pengucapan maupun penulisan. Kelima, tadkhi:l yakni penyerapan yang tidak sepenuhnya sesuai dengan penulisan dan pengucapannya dalam bahasa Arab. Selain proses integrasi, artikel ini akan membahas mengenai perubahan bunyi vokal dan bunyi konsonan serta perubahan makna yang terjadi dalam proses integrasi.
ANALISIS ISI SILABUS, RPP, DAN BAHAN AJAR MATA PELAJARAN BAHASA MANDARIN SMP NUSA PUTERA, SMP KEBON DALEM, DAN SMP KARANGTURI SEMARANG Afdilla, Dian Lailisa; Irawati, Retno Purnama; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.045 KB)

Abstract

Abstract___________________________________________________________________The curriculum is one of the educational variables which have an important role in improving the education quality. Every educational unit has been given the freedom to arrange and develop its own curriculum which is based on the arrangement guideline developed by the National Education Standards(BSNP). Meanwhile, the government doesnt provide the curriculum of Mandarin subject at junior high school level, so that the curriculum arrangement responsibility given to each educational unit. The purpose of this study is to determine the content and the curriculum development of Mandarin subject in the scope of syllabus and lesson plan at junior high school grade VII. The research approach which was used in this research is descriptive qualitative. Based on the findings in the form of Mandarin subject curriculum content analysis from SMP Nusa Putera, SMP Karangturi and SMP Kebon Dalem had been known that there are differences between the curriculum contents of each school. From the research findings, it is known that there is still weakness in the curriculum arrangement, both components and development. It is necessary to do further socialization for schools and the teachers in arranging the curriculum content in order to create a more effective and efficient curriculum.Abstrak__________________________________________________________________Kurikulum merupakan salah satu variabel pendidikan yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Setiap satuan pendidikan diberi keleluasaan untuk menyusun dan mengembangkan kurikulumnya sendiri yang berpedoman pada panduan penyusunan yang dikembangkan BSNP. Kurikulum bahasa Mandarin untuk tingkat SMP pemerintah tidak mengeluarkan sehingga penyusunannya diserahkan kepada masing-masing pihak satuan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui isi dan pengembangan kurikulum bahasa Mandarin dalam lingkup Silabus dan Rancangan Program Pembelajaran (RPP) SMP kelas VII. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang berupa analisis terhadap isi kurikulum bahasa Mandarin dari SMP Nusa Putera, SMP Karangturi dan SMP Kebon Dalem diketahui bahwa terdapat perbedaan antara masing-masing isi kurikulum sekolah tersebut. Dari hasil penelitian masih terdapat kekurangan dalam penyusunan kuirikulum tersebut baik dari segi komponen maupun pengembangannya. Hal ini diperlukan sosialisasi lebih lanjut untuk pihak sekolah dan para pengajar dalam menyusun isi kurikulum agar dapat tercipta kurikulum yang lebih efektif dan efisien.