Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN CROSS CULTURAL UNDERSTANDING (PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA) DALAM BAHAN AJAR NUSUS ADABIYYAH (ANALISIS TEKS SASTRA) Busri, Hasan; Irawati, Retno Purnama; Nawawi, Muchlisin
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 33, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v33i1.7663

Abstract

Nusus Adabiyah (Analisis Teks Sastra) is one of the new subject in competence and conservation based curriculum in Arabian Education Department of FBS UNNES. Nusus Adabiyah (Analisis Teks Sastra) is given in 6th semester as a continuity of subject Pengantar Ilmu Sastra (1st Adab or Sejarah Sastra Arab (4th semester) and subject Tarikh semester). Nusus Adabiyah (Analisis Teks Sastra) needs to be improved through the development of lesson plan and suitable materials. The implementation of Cross Cultural Understanding (CCU) in the materials will help students in learning the literature text analysis as well as improving their awareness in culture and analysis ability. This article analyse the students’ need of Nusus Adabiyyah material, the students’ response toward Nusus Adabiyyah material and the utilization of CCU in Nusus Adabiyyah material. Research and Development Approach is used in this study while the subject of  this study is students of Arabian Eduaction which have studied Pengantar Ilmu Sastra and Tarikh Adab or Sejarah Sastra Arab in the previous semesters. Method of collecting the data in this study includes test and and non-test methods: questionaire, interview, and documentation. 27 students (54%) need materials which focus on the Arabian literature work and its analysis technique. The other materials beside those two are not yet needed because students still have difficulties in analysing the Arabian literature work. The learning of Nusus Adabiyah by inserting CCU makes the students become more motivated to learn, to think positively, and they are also encouraged to learn Arabian culture.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR BAHASA INDONESIA TEMATIK BERKARAKTER BAGI SISWA SD MELALUI SASTRA ANAK Retno Purnama Irawati; Zaim Elmubarok
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 5, No. 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.998 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v0i2.2179

Abstract

Abstrak: Pengembangan karakter dapat dilakukan melalui setiap subjek dan unit-unit pendidikan serta setiap kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. Artikel ini mencoba untuk menggambarkan profil bahan ajar bahasa Indonesia di sekolah dasar, kebutuhan siswa dan guru pada buku teks bahasa Indonesia tematik berkarakter, dan prototipe buku teks bahasa Indonesia yang tematik berkarakter untuk sekolah dasar melalui sastra anak-anak. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang diterapkan pada bidang pendidikan. Subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar dan guru sekolah dasar di Kota Ungaran dan Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan: (1) sebanyak 67 guru (72 %) menyatakan bahwa guru perlu buku teks bahasa Indonesia baru dan sebanyak 26 guru (28 %) me- nyatakan bahwa guru tidak perlu buku bahasa Indonesia baru; (2) 14 orang (15 %) guru menganggap bahwa buku teks bahasa Indonesia dapat membantu guru untuk mengajarkan pendidikan karakter kepada anak didiknya; (3) 49 orang (53 %) guru menganggap buku teks bahasa Indonesia saat ini tidak membantu untuk mengajarkan pendidikan karakter kepada anak didiknya; dan (4) 20 orang (22 %) guru menganggap buku teks bahasa Indonesia tidak dapat membantu untuk mengajarkan pen- didikan karakter kepada anak didiknya. Kata Kunci: buku ajar, tematik, karakter, dan sastra anak
Bahan Ajar Bahasa Indonesia Tematik Berkarakter dan Berbudaya dengan Sastra Anak Bagi Siswa SD Retno Purnama Irawati
Jurnal VARIDIKA Volume 25 No. 2, Desember 2013
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2224.035 KB) | DOI: 10.23917/varidika.v25i2.722

Abstract

The development of character values and cultural values is a long process start- ing from the initial incoming students to completion of an educational unit. In fact, the pro- cess starts from the kindergarten continues to elementary school and lasted at least until the 9th grade or last grade of junior high school. The development process of character and cultural values carried by each subject, and in each curricular and extracurricular activities, through all subjects, personal development, and education unit. This study seeks to describe the profile of Indonesian subjects teaching materials in the current elementary school according to teachers and students opinions and the needs of students and teach- ers towards Indonesian subjects thematic teaching materials which contains character and cultural values. Research and development is applied to the field of education . The subjects of research were elementary school students and elementary schools teachers in Ungaran and Semarang. 27 people (29 %) of teachers declared that there are Indonesian textbooks were still least helpful in teaching. 8 people (9 %) of teachers stated that the Indonesian textbooks were incomplete. 85 people (91 %) of teachers want the Indonesian textbook to be more complete, making it easier for teachers to teach.
Pemanfaatan Cross Cultural Understanding (Pemahaman Lintas Budaya) dalam Bahan Ajar Nusus Adabiyyah (Analisis Teks Sastra) retno purnama irawati
Jurnal Lingua Idea Vol 7 No 1 (2016): June
Publisher : Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.499 KB)

Abstract

Mata kuliah Nusus Adabiyyah (Analisis Teks Sastra) merupakan salah satu mata kuliah yang baru muncul dalam kurikulum berbasis kompetensi dan konservasi prodi Pendidikan Bahasa Arab FBS UNNES. Pembelajaran Nusus Adabiyyah (Analisis Teks Sastra) diberikan bagi mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab UNNES semester 6, yang merupakan kelanjutan dari mata kuliah Pengantar Ilmu Sastra (ditempuh pada semester 1) dan Tarikh Adab (Sejarah Sastra Arab, yang ditempuh pada semester 4). Pembelajaran Nusus Adabiyyah (Analisis Teks Sastra) memerlukan penyempurnaan melalui pengembangan perangkat pembelajaran dan bahan ajar yang sesuai. Penerapan Cross Cultural Understanding (selanjutnya disingkat CCU) atau pemahaman lintas budaya dalam bahan ajar Nusus Adabiyyah (Analisis Teks Sastra) akan mengantarkan mahasiswa mempelajari analisis teks sastra sekaligus meningkatkan kepekaan budaya dan daya analisis mahasiswa. Artikel ini akan membahas mengenai kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar Nusus Adabiyyah melalui CCU, respon mahasiswa terhadap bahan ajar Nusus Adabiyyah melalui CCU, dan pemanfaatan CCU dalam bahan ajar Nusus Adabiyyah. Jenis dan pendekatan penelitian yang dimanfaatkan adalah penelitian dan pengembangan (research and develpment) yang diterapkan pada bidang pendidikan. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab UNNES yang mengambil mata kuliah Nusus Adabiyyah, yang telah menempuh mata kuliah Pengantar Ilmu Sastra (ditempuh pada semester 1) dan Tarikh Adab (Sejarah Sastra Arab, yang ditempuh pada semester 4). Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini mencakup metode tes dan non-tes meliputi teknik angket, wawancara, dan dokumentasi. 27 orang mahasiswa (54%) membutuhkan materi yang fokus pada karya sastra Arab dan teknik analisis karya sastra Arab. Materi di luar pembahasan mengenai karya sastra Arab dan teknik analisis sastra belum dibutuhkan oleh mahasiswa, mengingat praktek menganalisis karya sastra Arab menggunakan teori sastra modern masih dirasakan sulit oleh mahasiswa. Pembelajaran Nusus Adabiyyah dengan memasukkan materi mengenai pemahaman lintas budaya, memang hal baru bagi mahasiswa. Konsep pemahaman lintas budaya membuat mahasiswa lebih termotivasi untuk belajar, lebih terpacu untuk berpikir positif, dan terdorong untuk memahami budaya dari bahasa sasaran
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA FILM ANIMASI NEW GODS:NEZHA REBORN Rana Az-Syahra Soelistyo; Sheyra Silvia Siregar; Retno Purnama Irawati; Anggraeni Anggraeni
Asas: Jurnal Sastra Vol 11, No 2 (2022): ASAS : Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ajs.v11i2.37155

Abstract

Nilai pendidikan karakter dapat diberikan secara integrasi pada semua materi pembelajaran, salah satunya melalui film animasi sebagai media pembelajaran. Film animasi berjudul New Gods: Nezha Reborn merupakan sebuah film bergenre aksi fantasi animasi 3D asal Tiongkok yang rilis pada tahun 2021 berdasarkan karakter Nezha dari novel dinasti Ming yang berjudul Investiture of the Gods. Dalam film ini terdapat beberapa nilai pendidikan karakter dan pesan moral yang bisa diimplementasikan dalam pendidikan karakter. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai pendidikan karakter menurut kemendikbud dan mendeskripsikan nilai pendidikan karakter menurut Apeid yang terdapat dalam film animasi China yang berjudul “New Gods: Nezha Reborn”.  Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diambil berupa dialog dan situasi yang terdapat dalam film animasi tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak catat. Hasil penelitian yang didapat  berjumlah 20 data dan mengandung 14 nilai karakter dari 18 nilai karakter yang ditentukan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. Nilai-nilai karakter yang terdapat dalam film animasi Nezha yang telah diteliti diantaranya adalah religius, jujur, disiplin. kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli social, tanggung jawab.
TRANSFORMASI PERALATAN RUMAH TANGGA TRADISIONAL MASYARAKAT JAWA DI ERA INDUSTRI DAN UPAYA KONSERVASI Prembayun Miji Lestari; Retno Purnama Irawati; Mujimin Mujimin
Widyaparwa Vol 50, No 2 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.133 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v50i2.1163

Abstract

The purpose of this study is to describe the transformation of Javanese traditional household appliances in the industrial era, and to describe the conservation efforts of the Javanese traditional household appliances lexicon which is threatened with extinction due to technological transformation. The research data consists of a lexicon of traditional Javanese household appliances that have undergone a transformation in Javanese society in the regencies of Klaten, Boyolali, and Semarang obtained from interviews, observations, and literature review. The results of the study show that the transformation of traditional household appliances in modern Javanese society cannot be separated from the times and has experienced a language shift from Javanese to a foreign language, especially English. Some traditional Javanese household appliances that have been transformed into modern household appliances are classified based on whether traditional tools are still used by the community today. Conservation efforts that can be done to preserve traditional household appliances in era 5.0 include: documenting the names of traditional Javanese household appliances and distributing them to the wider community through articles; preservation of the physical visual form of the utensil, through pictures, replicas of traditional utensils, displays of traditional household utensils in strategic public places for individuals, communities, or official institutions. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan transformasi peralatan rumah tangga tradisional masyarakat Jawa di era industri, dan memaparkan upaya konservasi leksikon peralatan rumah tangga tradisional masyarakat Jawa yang terancam punah karena transformasi teknologi. Data penelitian terdiri atas leksikon peralatan rumah tangga tradisional Jawa yang mengalami transformasi pada masyarakat Jawa di Kabupaten Klaten, Boyolali, dan Semarang. Data pelenilitian diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bentuk transformasi peralatan rumah tangga tradisional masyarakat Jawa modern tidak terlepas dari perkembangan zaman dan mengalami pergeseran bahasa dari bahasa Jawa ke bahasa asing utamanya bahasa Inggris. Beberapa alat rumah tangga tradisional Jawa yang bertransformasi menjadi alat rumah tangga modern diklasifikasikan berdasar masih tidaknya perkakas tradisonal dipergunakan oleh masyarakat hingga saat ini. Upaya konservasi yang bisa dilakukan untuk melestarikan peralatan rumah tangga tradisional di era 5.0 diantaranya: mendokumentasi nama peralatan rumah tangga tradisional Jawa dan menyebarkannya ke masyarakat luas melalui artikel; pelestarian bentuk visual secara fisik dari perkakas tersebut, melalui gambar, replika peralatan tradisional, displai peralatan rumah tangga tradisional di tempat umum yang strategis secara pribadi, komunitas, atau lembaga resmi. 
TRANSFORMASI ALAT PERTANIAN TRADISIONAL KE ALAT PERTANIAN MODERN BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT JAWA TENGAH Prembayun Miji Lestari; Retno Purnama Irawati; Mujimin Mujimin
Widyaparwa Vol 47, No 1 (2019)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.455 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v47i1.312

Abstract

The ancestors of the Javanese community have knowledge of farming methods on agricultural land and various tra-ditional farming equipment passed down from generation to generation, which is still simple in nature, used by a group of hereditary communities and is part of the technology system they possess according to their cultural con-ception. There are two types of agricultural equipment used, namely traditional and modern farming tools. Traditi-onal farming tools are simple and driven using human labor, while modern agricultural tools are driven by machines. The transformation of traditional agricultural tools to modern agricultural tools needs to be studied more deeply. This article will discuss about the traditional agricultural tools used by the Javanese people, especially Cen-tral Java, along with the transformation of traditional agricultural tools into modern agricultural tools. This article is derived from research that utilizes qualitative descriptive research approach. Data were collected using interview technique, observation, and literature study. Interviews were conducted with informants (rice farmers and owner of agricultural land) who were considered to know and master the problems of traditional farming equipment in Klaten District. The reasons for use of traditional farming tools by farmers are (1) farmers feel that traditional farming tools are more appropriate than modern farming tools, (2) unprocessed areas, (3) able to reach narrow areas, (4) practical and easy to carry as well as used, and (5) low prices and such tools are easy to find. Some traditional farming tools have undergone transformation into modern agricultural tools. These modern agricultural tools are operated by machines, can be grouped into (1) modern soil implements, (2) modern cultivators, and (3) modern harvesters.Nenek moyang masyarakat Jawa memiliki pengetahuan cara bercocok tanam di lahan pertanian dan berbagai macam peralatan pertanian tradisional yang diwariskan secara turun temurun, yang masih sederhana sifatnya, digunakan oleh sekelompok masyarakat secara turun temurun dan merupakan bagian dari sistem teknologi yang mereka miliki menurut konsepsi kebudayaannya. Ada dua jenis alat pertanian yang digunakan, yakni alat pertanian tradisional dan mo-dern. Alat pertanian tradisional bentuknya sederhana dan digerakkan menggunakan tenaga manusia, sedangkan alat pertanian modern digerakkan dengan menggunakan mesin. Transformasi alat pertanian tradisional menuju alat pertanian modern perlu untuk dikaji lebih dalam. Artikel ini akan membahas tentang alat pertanian tradisional yang dimanfaatkan masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah, berikut transformasi alat pertanian tradisional menjadi alat pertanian modern. Artikel ini berasal dari penelitian yang memanfaatkan pen-dekatan penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi pustaka. Wawancara dilakukan dengan para informan (para petani padi dan petani ladang) yang dianggap mengetahui dan menguasai masalah alat pertanian tradisional di Kabupaten Klaten. Penggunaan alat pertanian tradisional oleh petani ini dengan alasan (1) petani merasa alat pertanian tra-disional lebih tepat dipergunakan daripada alat pertanian modern, (2) area yang diolah tidak luas, (3) mampu menjangkau area yang sempit, (4) praktis dan mudah dibawa serta digunakan, dan (5) harga murah dan alat tersebut mudah ditemukan. Beberapa alat pertanian tradisional telah mengalami transformasi menjadi alat pertanian modern. Alat pertanian modern ini dioperasikan dengan mesin, da-pat dikelompokkan menjadi (1) alat pengolah tanah modern, (2) alat tanam modern, dan (3) alat pemanen modern. 
ANALISIS ALIH KODE DAN CAMPUR KODE BAHASA ARAB DALAM NOVEL CAHAYA CINTA PESANTREN KARYA IRA MADAN (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Eva Ma'atus Syafa'ah; Nafis Azmi Amrullah; Singgih Kuswardono; Retno Purnama Irawati
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i2.22418

Abstract

Alih kode adalah suatu peristiwa peralihan antar kode yaitu dari satu kode ke kode lainnya dalam suatu peristiwa tutur yang terjadi antar bahasa, antar ragam-ragam, dan antar gaya-gaya dalam suatu bahasa. Sedangkan campur kode merupakan sebuah kondisi dimana penutur memasukkan unsur – unsur bahasa lain ke dalam bahasa yang sedang dipakai untuk memperluas gaya bahasa Data berupa tuturan para tokoh pada novel yang di dalam tuturan tersebut terdapat alih kode, dan campur kode bahasa Arab.  Sedangkan sumber data nya adalah dokumen tertulis yang berupa naskah (teks) sastra yaitu novel yang berjudul Cahaya Cinta Pesantren karya Ira Madani. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dengan teknik analisis dokumen menggunakan teknik baca dan catat. Peneliti menemukan data berupa wujud alih kode, wujud campur kode, bentuk satuan bahasa alih kode, wujud campur kode, penyebab terjadinya alih kode, dan penyebab terjadinya campur kode.
PELATIHAN DAKWAH DIGITAL BAGI PARA GURU DI KABUPATEN KLATEN Prembayun Miji Lestari; Retno Purnama Irawati; Nur Fateah; Pintha Marasti; Febriana Ika W
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12211

Abstract

Di Indonesia, salah satu yang menjadi perhatian utama adalah meluasnya masalah radikalisme yang dikaitkan dengan seruan atau dakwah agama. Pelatihan dakwah digital di saat sekarang bisa menjadi sarana untuk meminimalisir adanya radikalisme. Melalui pelatihan dakwah digital bagi para guru di Kabupaten Klaten, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih para guru agar mampu menyerukan kebaikan secara digital, utamanya dengan bahasa Jawa. Para guru sasaran pengabdian merasa kesulitan memilih dan menyampaikan materi berbahasa Jawa yang humanis melalui aplikasi digital. Selain itu, para peserta mengharapkan bisa menyampaikan kebaikan lewat platform seperti video YouTube, Instagram, atau platform media sosial lainnya yang populer di kalangan generasi muda di era digital ini. Analisis situasi dan masalah yang dihadapi mitra pengabdian, menunjukkan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk dilakukan. Pelaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi pemberian materi: (1) cara               memilih materi dakwah digital yang menarik; pada kegiatan ini diberikan contoh dakwah digital berbahasa Jawa yang bersumber dari media sosial seperti Youtube; (2) penyampaian materi dakwah digital yang humanis; pada kegiatan ini disampaikan cara membuat konten dakwah digital, (3) praktik pembuatan konten dakwah digital berbahasa Jawa, dan (4) evaluasi kegiatan pengabdian. Pada kegiatan tersebut tidak hanya dilatih untuk menyerukan kebaikan yang anti radikal, namun juga praktik dakwah digital yang humanis melalui media sosial. Kegiatan dilakukan dua kali melalui pertemuan secara langsung. Luaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini: 1) artikel dalam jurnal, 2) publikasi di media massa Republika Online, dan 3) hasil kegiatan pengabdian berupa video, flyer atau meme yang dipublikasikan di media sosial Youtube, Instagram, dan WA.
Pemahaman Remaja Mengenai Bullying dan Dampak Negatif Jangka Panjang yang Ditimbulkannya Retno Purnama Irawati; Prembayun Miji Lestari; Siminto Siminto
Darma Sabha Cendekia Vol 3 No 2 (2021): Darma Sabha Cendekia - Juli 2021
Publisher : Pasca Sarjana | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.374 KB) | DOI: 10.20884/1.dsc.2021.3.2.3616

Abstract

Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan terjadi berulang-ulang untuk menyerang seorang target atau korban yang lemah, mudah dihina dan tidak bisa membela diri sendiri. Kasus bullying di Indonesia sering kali terjadi di institusi pendidikan. Perilaku bullying merupakan tindakan negatif yang dilakukan secara berulang oleh seseorang atau sekelompok orang yang bersifat menyerang karena adanya ketidakseimbangan dan kekuatan antara pihak yang terlibat. Contoh tindakan bullying adalah mengejek, menyebarkan gosip, menghasut, mengucilkan, menakut-nakuti, mengintimidasi, mengancam, menindas, memalak, hingga menyerang secara fisik seperti mendorong, menampar, atau memukul. Deteksi dini perilaku bullying sangat penting dilakukan, terutama pada SMP berbasis agama yang berpola sekolah berasrama (boarding school). Deteksi dini akan meminimalisir meluasnya perilaku bullying, sehingga dampak negatif yang buruk di kemudian hari dapat dihindarkan. Berdasarkan analisis situasi dan analisis permasalahan mitra, dapat diketahui bahwa deteksi dini perilaku bullying sangat penting dilakukan, terutama bagi siswa pada usia remaja (SMP), dalam hal ini SMP berbasis agama yang berpola sekolah berasrama. Kegiatan seminar dan workshop Pemahaman Dampak Negatif Bullying oleh Remaja dan Upaya Pencegahannya yang diselenggarakan di Kabupaten Semarang ini di dalamnya terdapat kegiatan (1) ceramah dan tanya jawab mengenai bullying dan dampak negatif bullying terhadap remaja; (2) paparan dampak negatif yang pernah dirasakan korban bullying; (3) review materi dan refleksi diri oleh siswa peserta kegiatan, dan (4) evaluasi kegiatan pengabdian pada masyarakat yang telah dilakukan. Sebanyak 133 orang peserta atau 70% responden menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan pelatihan secara keseluruhan berlangsung sangat baik. Peserta kegiatan berpendapat bahwa kegiatan talkshow ini memberikan penyegaran dan masukan yang baru tentang bullying dan bahayanya bagi remaja