Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESULITAN MAHASISWA SEMESTER VI ANGKATAN 2013 PRODI PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DALAM MEMAHAMI TEKS??PADA ?????? ( HSK ) LEVEL IV Irawati, Retno Purnama; Anggraeni, Anggraeni
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.625 KB)

Abstract

Abstract_________________________________________________________________________An international Chinese Proficiency Test (HSK) is for non-native Chinese speakers (including foreigners, overseas Chinese, and Chinese minority candidates) set up Chinese language proficiency exam normalized. HSK held annually in China and overseas, where test scores who reach the required standard, receive the appropriate level of Chinese Proficiency Certificate. Chinese Ministry of Education to establish a national HSK committee, which sole leadership HSK, and awarded HSK certificates. HSK (four) consist of three section: listening, reading, and writing. HSK (four) is designed for students to discuss a range of relative topics in China, and able to communicate with native speakers with high standart. Students should be able to memorize 1200 vocabulary. This paper discusses about analysis of students difficulties in understanding the HSK fouth reading text. Data collection technique were used by interviews, questionnaires, and test. Based on research results, the case of difficulty is the first and second reading section.Abstrak_________________________________________________________________________Hanyu shuiping kaoshi (HSK) adalah sebuah perangkat tes bertaraf internasional untuk penutur bahasa Mandarin (termasuk orang asing, orang China yang berada di luar negeri, dan suku minoritas di China) sebagai ujian kemahiran berbahasa Mandarin. HSK diadakan setiap tahun baik di China atau di Luar Negeri, dimana peserta yang bisa mencapai standar skor yang telah ditetapkan, akan menerima sertifikat resmi. Departemen pendidikan China membentuk komite khusus HSK, kepemimpinan HSK, dan komite pemberian sertifikat resmi HSK. Program studi Pendidikan Bahasa Mandarin menetapkan HSK level IV sebagai salah satu syarat mengikuti sidang skripsi. HSK level IV terdiri dari tiga bagian soal, yaitu ?? (mendengar), ?? (membaca), dan ?? (menulis). Dirancang untuk peserta didik yang dapat membahas berbagai macam topik yang relative di Tiongkok dan mampu berkomunikasi dengan penutur bahasa Mandarin dengan sebuah standar yang tinggi. Pembelajar HSK level IV dituntut untuk bisa menghafal 1200 kosakata. Pada penelitian ini, dibahas tentang analisis kesulitan mahasiswa dalam memahami teks ?? pada ????????. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesulitan yang dialami mahasiswa saat mengerjakan soal membaca pada tes HSK. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester VI angkatan 2013 prodi Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Semarang dengan sampel sebanyak 24 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket dan tes.Berdasarkan hasil penelitian, kesulitan yang banyak terjadi adalah pada soal membaca bagian pertama dan kedua. Responden atau mahasiswa banyak melakukan kesalahan dalam mengisi kalimat rumpang dan menyusun tiga kalimat menjadi suatu paragraf padu.
PERENCANAAN BAHASA ARAB DI WILAYAH KOTA SEMARANG (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Afriyanti, Sisca; Kuswardono, Singgih; Irawati, Retno Purnama
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 9 No 2 (2020): Lisanul Arab
Publisher : Program studi Pendidikan Bahasa Arab UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/la.v9i2.42653

Abstract

Fenomena retensi bahasa yang terjadi di wilayah Kota Semarang merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji dari perspektif kajian sosiolinguistik karena fenomena ini berkaitan dengan perencanaan bahasa yang melibatkan ranah pemerintahan, ranah pendidikan, dan ranah sosial masyarakat yang mana. mencakup berbagai aspek kebijakan, pedoman, dan kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui bentuk-bentuk retensi bahasa Arab yang ada di pemerintahan; 2) mengetahui bentuk-bentuk retensi bahasa Arab yang ada di dunia pendidikan; 3) mengetahui bentuk-bentuk pelestarian bahasa arab dalam masyarakat sosial Jenis penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif, sedangkan objek penelitiannya adalah mempelajari segala bentuk retensi bahasa arab yang ada dalam ranah pemerintahan, pendidikan, dan masyarakat sosial. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilengkapi dengan instrumen kartu data. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut: 1) Ada 3 jenis retensi bahasa Arab dalam ranah pemerintahan yang terbagi dalam 1 pedoman dan 2 kegiatan; 2) Retensi Bahasa Arab dalam pendidikan ada 20 macam, yang terbagi dalam 6 kebijakan, 3 pedoman, dan 11 kegiatan; 3) Retensi dalam lingkup sosial kemasyarakatan ada 6 jenis yang terbagi menjadi 2 kebijakan dan 4 kegiatan.
KATA TANYA (ISTIFHÂM) DALAM AL-QUR’AN JUZ 20 (ANALISIS SEMANTIK) Lisana, Ni’matul; Busri, Hasan; Irawati, Retno Purnama
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 10 No 1 (2021): Lisanul Arab
Publisher : Program studi Pendidikan Bahasa Arab UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/la.v10i1.48178

Abstract

The Qur'an, apart from being a basic guideline in religion, has long been a primary data source in various studies and studies because of the richness of scientific concepts contained in it. Istifhâm as one of the various sentences used as a medium of interaction in the Al-Qur'an. In this study, the researcher discusses the istifhâm in the 20th Al-Qur'an juz. This research is a qualitative research with a research library research design. The purpose of this study was to describe the types and functions of the interrogative words (istifhâm) contained in Al-Qur'an juz 20. The data was collected using purposive sampling technique. The research instruments were data cards and recapitulation sheets. The data analysis technique used the content analysis method. The results of this study indicate that the researchers found 32 data in the form of adawatul istifhâm, including hamzah, man, hal, maa, aina, kaifa, maadzaa, am, and ayyana consisting of 26 istifhâm majazi and 8 istifhâm haqiqi data which are divided into 9 functions and istifhâm goals. Al Qur’an selain sebagai pedoman pokok dalam beragama sejak dahulu telah menjadi sumber data primer dalam berbagai penelitian dan studi karena kekayaan konsep keilmuan yang ada di dalamnya. Istifhâm sebagai salah satu ragam kalimat yang digunakan sebagai media interaksi dalam Al-Qur’an. Dalam penelitian ini peneliti membahas istifhâm pada Al-Qur’an juz ke 20. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain penelitian library research. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis dan fungsi kata tanya (istifhâm) yang terdapat dalam Al-Qur’an juz 20. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik sampling pertimbangan (purposive sampling). Instrumen penelitian berupa kartu data dan lembar rekapitulasi. Teknik analisis data menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peneliti menemukan 32 data yang berupa adawatul istifhâm antara lain hamzah, man, hal, maa, aina, kaifa, maadzaa, am, dan ayyana yang terdiri atas 26 istifhâm majazi dan 8 data istifhâm haqiqi yang dibedakan menjadi 9 fungsi dan tujuan istifhâm.
Analisis Dialek Mandarin Tiongkok Dan Dialek Mandarin Taiwan Dari Film The Ex-File 3 : The Return Of The Exes (Tiongkok) Dan Film Our Times (Taiwan) Amanda, Amelia; Anggraeni, Anggraeni; Irawati, Retno Purnama; Marsuki, Ria Riski
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v4i1.32576

Abstract

Bahasa Mandarin merupakan bahasa dengan penutur terbanyak di dunia, termasuk merupakan bahasa nasional yang digunakan di Taiwan. Meskipun berasal dari sumber yang sama yaitu Beifanghua, namun terdapat perbedaan yang dapat dijumpai diantara keduanya terutama pada aspek fonologi dan leksikal. Untuk itu peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan sumber data berupa film untuk membahas perbedaan yang ditemukan dalam film tersebut.Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan perbedaan fonologis dialek Mandarin Tiongkok dan dialek Mandarin Taiwan yang ditemukan di dalam film, (2) Mendeskripsikan perbedaan leksikal dialek Mandarin Tiongkok dan dialek Mandarin Taiwan yang ditemukan di dalam film. Hasil penelitian dari total 85 kosa kata data fonologi yang ditemukan dalam film The Ex-File 3 : The Return Of The Exes (Tiongkok) dan film Our Times (Taiwan) ditemukan perubahan konsonan dan nada yang meliputi konsonan zh [tʂ], ch [tʂ‘], sh [ʂ] dimana dialek Mandarin Taiwan pelafalannya menyerupai konsonan z [ts], c [ts‘] dan s [s], perubahan konsonan r [ʐ] menjadi l [l] dan pengurangan konsonan g [k] pada dialek Mandarin Taiwan, serta perubahan nada dimana dialek Mandarin Tiongkok didominasi oleh nada ringan sedangkan dialek Mandarin Taiwan lebih bervariasi tanpa mengubah arti kata.Mandarin is the most spoken language in the world, including the national language spoken in Taiwan. Even though they come from the same source, namely Beifanghua, there are differences that can be found between the two, especially in the phonological and lexical aspects. For this reason, researchers conducted research using a data source in the form of a film to discuss the differences found in the film.The objectives of this study were: (1) Describing the phonological differences between Mandarin Chinese dialects and Mandarin Taiwanese dialects found in the film, (2) Describing the lexical differences between Mandarin Chinese dialects and Mandarin Taiwanese dialects found in the film. The research results from a total of 85 vocabulary words of phonological data found in The Ex-File 3: The Return of the Exes (China) and Our Times (Taiwan) films found changes in consonants and tones including the consonants zh [tʂ], ch [tʂ '], sh [ʂ] where the Chinese Taiwanese dialect is pronounced like the consonant z [ts], c [ts'] and s [s], changes the consonant r [ʐ] to l [l] and the reduction of the consonant g [k] in the dialect Mandarin Taiwan, as well as the change in tone where the Mandarin Chinese dialect is dominated by light tones while the Mandarin Taiwan dialect is more varied without changing the meaning of the word. 
Konservasi Bahasa Jawa Melalui Pelatihan Ceramah dan Pembuatan YouTube pada Para Guru Milenial di Kabupaten Klaten Lestari, Prembayun Miji; Irawati, Retno Purnama; Marasti, Pinta
Varia Humanika Vol 2 No 2 (2021): Publish
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v2i2.51393

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan nilai-nilai agama dan konservasi bahasa Jawa melalui pelatihan ceramah pada para guru milenial di Kabupaten Klaten. Program pengabdian ini dipilih lantaran para guru di Kabupaten Klaten (khususnya di Sekolah Dasar Islam Terpadu Permata Bangsa yang menjadi sasaran pengabdian) mengalami kesulitan dalam menyampaikan kajian keagamaan berbahasa Jawa. Padahal kebanyakan para guru ini sebagai pendakwah milenial yang berhadapan dengan audiens masyarakat Jawa yang menggunakan bahasa Jawa untuk komunikasi. Selain itu di jaman yang serba digital ini dibutuhkan keterampilan guna menyampaikan kebaikan melalui platform baik berupa video YouTube atau media sosial berbahasa Jawa lain yang disenangi generasi muda. Keterampilan mengenai hal ini sangat dibutuhkan para guru di sekolah tersebut. Tentu ini menjadi kebutuhan utama dalam pengembangan keterampilan ceramah-dakwah digital dan pelestarian bahasa Jawa ke depan. Berdasarkan analisis situasi dan analisis permasalahan mitra, pelatihan ini sangat penting dilakukan. Konservasi Bahasa Jawa melalui Pelatihan Ceramah dan Pembuatan YouTube pada Para Guru Milenial di Kabupaten Klaten ini terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan: (1) penyampaian materi dan diskusi terkait ceramah menggugah; pada kegiatan ini sekaligus diberikan contoh bagaimana menyampaikan ceramah berbahasa Jawa yang menarik dan terarah; (2) penyampaian materi dan diskusi terkait dakwah digital fenomenal; pada kegiatan ini disampaikan cara membuat konten YouTube; (3) praktik pelatihan ceramah berbahasa Jawa dan membuat konten Youtube; (4) evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan. Hasil kegiatan tidak hanya dilatih berceramah berbahasa Jawa, namun juga menghasilkan konten YouTube serta kegiatan terpublikasi di media massa.
INTEGRASI BAHASA INGGRIS KE DALAM BAHASA ARAB DI BIDANG PENDIDIKAN PADA KAMUS ISTILAH PENDIDIKAN DAN PSIKOLOGI KARYA DR. HASSAN SHEHATA DAN ZAINAB AN NAJAR ANALISIS FONOLOGI DAN SEMANTIK Safitri, Galuh Kiki; Miftahuddin, Ahmad Miftahuddin; Irawati, Retno Purnama
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 9 No 1 (2020): Lisanul Arab
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/la.v9i1.39300

Abstract

Artikel ini membahas proses integrasi bahasa Inggris ke dalam bahasa Arab di bidang pendidikan. Akibat perkembangan berbagai bidang ilmu pengetahuan, sehingga terciptalah kata dan istilah baru. Oleh karena kata maupun istilah baru tersebut berasal dari bahasa asing terutama bahasa Inggris, maka diperlukan berbagai cara pembentukannya dalam bahasa Arab, yaitu dengan melibatkan proses integrasi. Adapun proses integrasi yang dijadikan pedoman dalam penelitian ini menurut Qunaibiy yaitu meliputi isytiqa:q, tarjamah, nacht, ta’ri:b, dan tadkhi:l. Pertama, isytiqa:q yakni pembentukan kata dari bentuk lainnya dengan kesesuaian asal dan hasil bentukannya. Kedua, tarjamah yakni penerjemahan dari bahasa asing ke dalam bahasa Arab. Ketiga, nacht yakni perangkaian sebuah kata dari dua kata atau lebih dengan cara dipendekkan atau disingkat. Keempat, ta’’ri:b yakni penyerapan sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab baik secara pengucapan maupun penulisan. Kelima, tadkhi:l yakni penyerapan yang tidak sepenuhnya sesuai dengan penulisan dan pengucapannya dalam bahasa Arab. Selain proses integrasi, artikel ini akan membahas mengenai perubahan bunyi vokal dan bunyi konsonan serta perubahan makna yang terjadi dalam proses integrasi.
PERENCANAAN BAHASA ARAB DI WILAYAH KOTA SEMARANG (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Afriyanti, Sisca; Kuswardono, Singgih; Irawati, Retno Purnama
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 9 No 2 (2020): Lisanul Arab
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/la.v9i2.42653

Abstract

Fenomena retensi bahasa yang terjadi di wilayah Kota Semarang merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji dari perspektif kajian sosiolinguistik karena fenomena ini berkaitan dengan perencanaan bahasa yang melibatkan ranah pemerintahan, ranah pendidikan, dan ranah sosial masyarakat yang mana. mencakup berbagai aspek kebijakan, pedoman, dan kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui bentuk-bentuk retensi bahasa Arab yang ada di pemerintahan; 2) mengetahui bentuk-bentuk retensi bahasa Arab yang ada di dunia pendidikan; 3) mengetahui bentuk-bentuk pelestarian bahasa arab dalam masyarakat sosial Jenis penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif, sedangkan objek penelitiannya adalah mempelajari segala bentuk retensi bahasa arab yang ada dalam ranah pemerintahan, pendidikan, dan masyarakat sosial. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilengkapi dengan instrumen kartu data. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut: 1) Ada 3 jenis retensi bahasa Arab dalam ranah pemerintahan yang terbagi dalam 1 pedoman dan 2 kegiatan; 2) Retensi Bahasa Arab dalam pendidikan ada 20 macam, yang terbagi dalam 6 kebijakan, 3 pedoman, dan 11 kegiatan; 3) Retensi dalam lingkup sosial kemasyarakatan ada 6 jenis yang terbagi menjadi 2 kebijakan dan 4 kegiatan.
KATA TANYA (ISTIFHÂM) DALAM AL-QUR’AN JUZ 20 (ANALISIS SEMANTIK) Lisana, Ni’matul; Busri, Hasan; Irawati, Retno Purnama
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 10 No 1 (2021): Lisanul Arab
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/la.v10i1.48178

Abstract

The Qur'an, apart from being a basic guideline in religion, has long been a primary data source in various studies and studies because of the richness of scientific concepts contained in it. Istifhâm as one of the various sentences used as a medium of interaction in the Al-Qur'an. In this study, the researcher discusses the istifhâm in the 20th Al-Qur'an juz. This research is a qualitative research with a research library research design. The purpose of this study was to describe the types and functions of the interrogative words (istifhâm) contained in Al-Qur'an juz 20. The data was collected using purposive sampling technique. The research instruments were data cards and recapitulation sheets. The data analysis technique used the content analysis method. The results of this study indicate that the researchers found 32 data in the form of adawatul istifhâm, including hamzah, man, hal, maa, aina, kaifa, maadzaa, am, and ayyana consisting of 26 istifhâm majazi and 8 istifhâm haqiqi data which are divided into 9 functions and istifhâm goals. Al Qur’an selain sebagai pedoman pokok dalam beragama sejak dahulu telah menjadi sumber data primer dalam berbagai penelitian dan studi karena kekayaan konsep keilmuan yang ada di dalamnya. Istifhâm sebagai salah satu ragam kalimat yang digunakan sebagai media interaksi dalam Al-Qur’an. Dalam penelitian ini peneliti membahas istifhâm pada Al-Qur’an juz ke 20. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain penelitian library research. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis dan fungsi kata tanya (istifhâm) yang terdapat dalam Al-Qur’an juz 20. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik sampling pertimbangan (purposive sampling). Instrumen penelitian berupa kartu data dan lembar rekapitulasi. Teknik analisis data menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peneliti menemukan 32 data yang berupa adawatul istifhâm antara lain hamzah, man, hal, maa, aina, kaifa, maadzaa, am, dan ayyana yang terdiri atas 26 istifhâm majazi dan 8 data istifhâm haqiqi yang dibedakan menjadi 9 fungsi dan tujuan istifhâm.
SEMIOTIKA DALAM LIRIK LAGU ‘AL BARQ AL YAMANI’ OLEH NISSA SABYAN DAN ADAM ALI Al-Falah, Adib; Kuswardono, Singgih; Irawati, Retno Purnama
Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching Vol 10 No 2 (2021): Lisanul Arab
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/la.v10i2.51936

Abstract

Song lyrics are basically part of literary works, they belong to poetry type literary works because both have similarities in their elements. So the analysis of the meaning of the lyrics of the song Al Barq Al Yamani which was popularized by Nissa Sabyan and Adam Ali is carried out using a semiotic analysis of Michael Riffaterre's model which focuses on poetry analysis (song lyrics). This study aims to find the meaning ofsong lyrics Al Barq Al Yamani's by describing (1) the unsustainability of the expression, (2) heuristic reading, (3) hermeneutic reading, (4) matrix, model and variant, and (5) hypogram. This research is a descriptive-qualitative research with a semiotic approach and the lyrics of the song Al Barq Al Yamani as its corpus. The design used in this research is library research.The results of this study are as follows. (1) the continuity of expressions includes: (a) displacing of meaning shown through the use of personified figurative language, metaphor and synecdiction, (b) distorsing of meaning through ambiguity and nonsense, (c) creating of meaning caused by rhyme, enjambement and typography (2) The heuristic reading describes the longing and desires of a person (writer) for his lover. (3) Hermeneutic reading describes the longing and desires of a person (writer) for his lover, namely the Prophet Muhammad SAW. A depiction of longing to meet and hope to be by his side. (4) Matrix: Prophet Muhammad SAW, model: longings and desires, as well as variants that spread throughout the verse. (5) Hypogram consists of potential and actual hypograms
Analisis Kelayakan Materi, Penyajian dan Bahasa pada Modul Bahasa Mandarin SMK Negeri 2 Semarang Salsabila, Fitria Dewi; Anggraeni, Anggraeni; Irawati, Retno Purnama; Siregar, Sheyra Silvia
Longda Xiaokan: Journal of Mandarin Learning and Teaching Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/longdaxiaokan.v4i2.34516

Abstract

Dari hasil pengamatan yang dilakukan bahwa bahan ajar sangat penting untuk sumber belajar siswa, akan tetapi masih ada bahan ajar yang memiliki kekurangan. Salah satunya bahan ajar berupa modul Bahasa Mandarin SMK Negeri 2 Semarang yang memiliki kekurangan dari segi kelayakan materi, penyajian dan bahasa. Berdasarkan latar belakang tersebut tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan uji kelayakan materi, uji kelayakan penyajian dan uji kelayakan bahasa pada modul Bahasa Mandarin SMK Negeri 2 Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan kuesioner. Hasil penelitian yang diperoleh dari uji kelayakan materi ketiga instrumen adalah dari total 14 butir uji kelayakan materi, terdapat dua butir yang mendapat perolehan skor terendah. Hasil uji kelayakan penyajian dari ketiga instrumen menunjukkan bahwa analisis kelayakan penyajian pada modul Bahasa Mandarin SMK Negeri 2 Semarang memiliki rentang perolehan skor yang bervariatif, indikator teknik penyajian dan pendukung penyajian memiliki perolehan skor yang rendah. Hasil uji kelayakan bahasa dari ketiga instrumen memperoleh hasil bahwa modul Bahasa Mandarin SMK Negeri 2 Semarang mendapat kriteria sesuai pada seluruh butir.From the observations made that teaching materials are very important for student learning resources, but there are still teaching materials that have shortcomings. One of the teaching materials is in the form of a Mandarin language module at SMK Negeri 2 Semarang which has shortcomings in terms of material feasibility, presentation and language. Based on this background, the purpose of this research is to describe the material feasibility test, presentation feasibility test and language feasibility test in the Mandarin language module at SMK Negeri 2 Semarang. The type of research used is descriptive qualitative. Data collection techniques using documentation and questionnaires. The results of the research obtained from the material feasibility test of the three instruments are from a total of 14 items of the material feasibility test, there are two items that get the lowest score. The results of the presentation feasibility test of the three instruments show that the presentation feasibility analysis on the Mandarin language module at SMK Negeri 2 Semarang has a varied score range, presentation technique indicators and presentation support have low scores. The results of the language feasibility test of the three instruments showed that the Mandarin language module of SMK Negeri 2 Semarang received the appropriate criteria for all items.