Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MEDIA BONEKA TANGAN DALAM PEMBELAJARAN MENGONVERSI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI MENJADI TEKS DIALOG PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS: Media Puppets Hand, Speech Mimas Ardhianti
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.116 KB) | DOI: 10.36456/bp.vol11.no20.a1355

Abstract

This study aimed to describe the implementation and results of the application of Hand Puppet media in speech class X Ak-2 SMK Antartika 2 Sidoarjo. Media Hand Puppet is a puppet hand puppet media is driven by a person with the way the rest of his fingers put under clothes doll is used as a learning medium education for children who are used to deliver the message in the storytelling. Research using qualitative descriptive technique. Data were taken for this study is based on the observation sheet and questionnaire. While the source of the data taken at 42 Grade X Ak-2 SMK Antartika 2 Sidoarjo. From the observation and questionnaires can be seen that the results of learning by applying Hand Puppets media can assist students in learning Indonesian. There is 97.6% of students whose value meets the minimum passing standard. Meanwhile, 2.3% of students value does not meet the minimum passing standard for their speaking ability is still lacking. The students become more actively talking with the media application Hand Puppet.
Pelatihan Penulisan Artikel Hasil Penelitian Tindakan Kelas Guru SMPN N 1 Gresik eko cahyo; Taufik Nurhadi; Luluk Isani Kulup; Henricus Supriyanto; Mimas Ardhianti5
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no2.a2854

Abstract

Abstrak Seorang guru harus dapat mempublikasikan artikel ilmiah hasil PTK. Namun demikian kegiatan menulis artikel PTK nampaknya belum menjadi kebiasaan rutin bagi guru. Untuk meningkatkan publikasi artikel ilmiah hasil PTK, perlu pelatihan dan pendampingan bagi guru-guru dalam menulis artikel ilmiah. Oleh sebab itu, program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, semester Gasal 2020/2021 ialah memberikan pelatihan penulisan penulisan artikel hasil penelitian tindakan kelas bagi guru SMPN 1. Pelaksanaan program dilakukan melalui kemitraan dengan Guru SMPN 1 Gresik, Kabupaten Gresik. Dalam melaksanakan kegiatan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Tindakan Kelas, melalui metode direct instruction. Hasil pelatihan yang telah dilakukan pada Guru SMPN 1 Gresik, yang telah dilakukan oleh Pogram Studi Pendidikan Bahasa Indonesia ialah sebagai berikut; 1) hasi pelatihan penyusunan artikel hasil PTK ialah peserta dapat menyusun artikel ilmiah hasil PTK dengan baik. Hal tersebut dapat dibuktikan dari 40 produk artikel yang ditulis oleh Guru SMPN 1 Gresik, yang memenuhi kriteria artikel yang baik dengan memperhatikan aspek pada setiap artikel ialah sebesar 94%, yang artinya pelatihan sudah mencapai tujuan pelatihan.
ANALISIS PRAGMATIS PADA BERITA ACARA PEMERIKSAAN (BAP) KASUS PEMBUNUHAN DI SURABAYA Mimas Ardhianti
Belajar Bahasa Vol 3, No 2 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v3i2.1586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis pragmatis pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus pembunuhan di Surabaya. Kajian pragmatik ini mengacu pada tindak tutur dan implikatur pada BAP kasus pembunuhan di Surabaya. Penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif.Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan sebagai proses penelisikan dan eksplorasi permasalahan sosial.Data dalam penelitian ini berupa kata-kata kata-kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang ditemukan dalam BAP. Sumber data dalam penelitian ini adalah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus pembunuhan tahun 2015 di Polrestabes Surabaya. Hasil analisis diketahui data yangmengandung tindak tutur dan implikatur ditemukan di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus pembunuhan. Jenis tindak tutur pada berita acara pemeriksaan dalam kasus pembunuhanditemukan tindak tutur lokusi, ilokusi, perlukosi, dan implikatur. Rincian tindak tutur dalam Berita Acara Pemeriksaan dalam kasus pembunuhan ditemukan dua puluh tuturan diantaranya, tiga tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi fungsi representatif tiga tuturan, fungsi direktif dua tuturan, fungsi deklarasi tiga tuturan, tindak tutur perlokusi tiga tuturan sedangkan tindak tutur ilokusi fungsi ekspresif tidak ditemukan pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam kasus pembunuhan karena dalam tuturannya tersebut tidak ada yang mengandung suatu bentuk evaluasi tentang hal yang diujarkannya. Sedangkan implikatur percakapan pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam kasus pembunuhan ditemukan enam tuturan diantaranya, tiga tuturan implikaturcancellability dan tiga tuturan implikatur nondetachability.Kata Kunci: Berita Acara Pemeriksaan (BAP), kasus pembunuhan, pragmatis
Stigma Negatif Masyarakat terhadap Pasien Korona: Kajian Pragmatik Mimas Ardhianti
Belajar Bahasa Vol 6, No 1 (2021): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indone
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v6i1.4196

Abstract

Situasi pandemi covid-19 telah memunculkan berbagai stigma negatif di kalangan masyarakat Indonesia sehingga memunculkan diskriminasi terhadap korban. Stigma merupakan pemberian nama terhadap korban yang dirasa memiliki kekurangan dan tidak sama dengan masyarakat pada umumnya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan dan mendeskripsikan stigma negatif masyarakat terhadap pasien positif korona dengan menggunakan kajian pragmtik. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Objek penelitian ini berasal dari kumpulan berita-berita yang berisi stigma negatif masyarakat terhadap pasien positif korona. Data penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat yang berisi stigma negatif masyarakat terhadap pasien positif korona. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah mengumpulkan, memilah, menyeleksi data, menjelaskan dan mendeskripsikan data berupa pernyataan- pernyataan masyarakat terhadap pasien positif korona. Teknik analisis data adalah mengabsahkan temuan penelitian dan verifiksi serta penarikan simpulan. Hasil analisis membuktikan stigma negatif terhadap pasien korona dibuktikan melalui adanya data lingual yang mengandung unsur penghinaan, pencemaran nama baik berupa label.
Perbandingan Sistem Vokoid Minimal Bahasa Indonesia Antara Penyandang Hambatan Majemuk dan Anak Normal Rahayu - Pujiastuti; Mimas - Ardhianti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i2.5202

Abstract

The limitations of people with multiple disabilities cause the development of vocoid production in children to be different from normal children. Therefore, this study aims to describe the differences and similarities of minimal Indonesian vocoid produced by persons with multiple disabilities and normal children. Through these differences and similarities, there was hope can be made that an appropriate response to vocoids the production of multiple disabilities. The approach used is descriptive qualitative with longitudinal data collection methods. The data is in the form of minimal vocoid that provides information on the differences and similarities of the Indonesian minimal vocoid system with multiple disabilities and normal children. Data collection uses observation techniques supported by fishing, recording, and field recording techniques. Data analysis uses techniques of sorting, turning, and connecting. The validity of the data used triangulation of theories, sources, and methods. The results of the study found differences, the minimal vocoid system of normal Indonesian children in sequence [a], [i], [u], while those with multiple disabilities were [a], [o], [u]. The similarity, there is a universal minimum vocoid system in Indonesian with multiple disabilities and normal children based on the position of the tongue and mouth shape due to the use of minimum effort rules. AbstrakKeterbatasan yang dimiliki penyandang hambatan majemuk menyebabkan perkembangan produksi vokoid anak berbeda dengan anak normal. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perbedaan dan persamaan vokoid minimal bahasa Indonesia yang dihasilkan penyandang hambatan majemuk dan anak normal. Dengan mengetahui perbedaan dan persamaan tersebut diharapkan dapat dilakukan penyikapan yang tepat terhadap produksi vokoid penyandang hambatan majemuk. Pendekatan yang digunakan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data longitudinal. Data berupa vokoid minimal yang memberi informasi perbedaan dan persamaan sistem vokoid minimal bahasa Indonesia penyandang hambatan majemuk dan anak normal. Pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan yang didukung teknik pemancingan, perekaman, dan pencatatan lapangan. Penganalisisan data menggunakan teknik pilah, balik, dan hubung. Keabsahan data menggunakan triangulasi teori, sumber, dan metode. Hasil penelitian menemukan perbedaan, yaitu sistem vokoid minimal bahasa Indonesia anak normal berurutan [a], [i], [u], sedangkan penyandang hambatan majemuk [a], [o], [u]. Persamaannya, ada keuniversalan sistem vokoid minimal bahasa Indonesia penyandang hambatan majemuk dan anak normal berdasarkan posisi lidah dan bentuk mulut karena penggunaan kaidah usaha minimal.
ANALISIS DEIKSIS NASKAH DRAMA CALIGULA KARYA ALBERT CAMUS Melly Novitasari; Mimas Ardhianti; Henricus Supriyanto
Jurnal Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis deiksis pada naskah drama Caligula. Dapat dikatakan deiksis bahwa sebuah kata atau ungkapan yang rujukannya bisa berpindah tergantung apa yang menjadi pembicara, waktu, dan tempat dimana dituturkan satuan bahasa tersebut. Deiksis pada naskah drama Caligula karya Albert Camus menggunakan deiksis persona, deiksis ruang, dan deiksis waktu menurut teori Bambang Kaswanti Purwo. Masalah dalam penelitian ini yakni menganalisis deiksis persona, deiksis ruang, dan deiksis waktu pada naskah drama Caligula karya Albert Camus. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti memilih naskah drama Caligula lalu membaca dan mengamati naskah drama serta menganalisis deiksis yang sesuai lalu melakukan pengkodean data. Peneliti memakai metode penelitian kualitatif karena pada naskah drama ini lebih tepat untuk melakukan penelitian kondisi atau situasi objek penelitian yakni naskah drama Caligula karya Albert Camus. Hasil analisis data, terdapat deiksis persona meliputi kata seperti aku, kita, kami, imbuhan –ku, ku- yang merupakan kata ganti orang pertama. Kata kamu, engkau, kalian, imbuhan –mu merupakan kata ganti orang kedua. Kata dia, Ia, mereka, dan imbuhan –nya sebagai kata ganti orang ketiga. Pada deiksis ruang terdapat kata ini, itu, di sini, di sana imbuhan di-, ke- yang menunjukkan ruang (tempat). Pada deiksis waktu terdapat kata malam, pagi, siang, petang, hari, abad yang menunjukkan waktu. Dapat disimpulkan bahwa pada naskah drama Caligula karya Albert Camus menggunakan deiksis persona sebagai kata ganti orang, deiksis ruang untuk menggambarkan ruang (tempat), dan deiksis waktu sebagai bentuk waktu. Kata kunci: deiksis, pragmatik, naskah drama Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis deiksis pada naskah drama Caligula. Dapat dikatakan deiksis bahwa sebuah kata atau ungkapan yang rujukannya bisa berpindah tergantung apa yang menjadi pembicara, waktu, dan tempat dimana dituturkan satuan bahasa tersebut. Deiksis pada naskah drama Caligula karya Albert Camus menggunakan deiksis persona, deiksis ruang, dan deiksis waktu menurut teori Bambang Kaswanti Purwo. Masalah dalam penelitian ini yakni menganalisis deiksis persona, deiksis ruang, dan deiksis waktu pada naskah drama Caligula karya Albert Camus. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti memilih naskah drama Caligula lalu membaca dan mengamati naskah drama serta menganalisis deiksis yang sesuai lalu melakukan pengkodean data. Peneliti memakai metode penelitian kualitatif karena pada naskah drama ini lebih tepat untuk melakukan penelitian kondisi atau situasi objek penelitian yakni naskah drama Caligula karya Albert Camus. Hasil analisis data, terdapat deiksis persona meliputi kata seperti aku, kita, kami, imbuhan –ku, ku- yang merupakan kata ganti orang pertama. Kata kamu, engkau, kalian, imbuhan –mu merupakan kata ganti orang kedua. Kata dia, Ia, mereka, dan imbuhan –nya sebagai kata ganti orang ketiga. Pada deiksis ruang terdapat kata ini, itu, di sini, di sana imbuhan di-, ke- yang menunjukkan ruang (tempat). Pada deiksis waktu terdapat kata malam, pagi, siang, petang, hari, abad yang menunjukkan waktu. Dapat disimpulkan bahwa pada naskah drama Caligula karya Albert Camus menggunakan deiksis persona sebagai kata ganti orang, deiksis ruang untuk menggambarkan ruang (tempat), dan deiksis waktu sebagai bentuk waktu. Kata kunci: deiksis, pragmatik, naskah drama
Hedges and Boosters in Student Scientific Articles within the Framework of a Pragmatic Metadiscourse Mimas Ardhianti; Jimat Susilo; Asep Nurjamin; Eko Cahyo Prawoto
Journal of Languages and Language Teaching Vol 11, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v11i4.9018

Abstract

The ability of students to edit scientific papers is still low, especially in mastering the use of hedge (fencing devices) and boosters (strengthening devices). Hedges and boosters are forms of expression of the author's attitude towards propositional content through epistemic modalities. This study aims to describe hedges and boosters in student scientific articles within the framework of a pragmatic metadiscourse. A qualitative descriptive approach was used in this study. The data used is in the form of editing words, sentences, and paragraphs in scientific articles editing courses. The source of this research data is a scientific article by PGRI Adi Buana University Surabaya students in 2022. Data collection techniques use documentation techniques and recording techniques. Data analysis techniques to identify hedges and word lists of boosters using the AntConc application built by Lawrence Anthony. Data that has been obtained from the AntConc application found the frequency of hedges and boosters in scientific articles. The results of this study showed that the use of modal verb hedges in the first position was 214 frequencies, followed by 59 adverbs of hedges, and verb hedges were 3 frequencies, while the use of booster in the first position was 202 frequencies, followed by adverbs booster of 63 frequencies, and booster verbs of 6 frequencies. This study shows that students ability to tendency to (1) use epistemic modalities in modal verbs, (2) tend to use more capital verbs that mean certainty and possibility, and (3) tend to use adverbs to mean epistemic modalities.
Pelatihan Penulisan Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru SMP-SMA di Kecamatan Waru, Sidoarjo Eko Cahyo Prawoto; Taufik Nurhadi; Luluk Isani Kulup; Mimas Ardhianti
Kanigara Vol 1 No 2 (2021): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v1i2.4063

Abstract

Penelitian tindakan merupakan penelitian yang diarahkan untuk memecahan masalah atau perbaikan. Guru-guru mengadakan pemecahan terhadap masalah-masalah yang dihadapi dalam kelas, kepala sekolah mengadakan perbaikan terhadap manajemen di sekolahnya. Penelitian ini difokuskan kepada perbaikan proses maupun peningkatan hasil kegiatan. Oleh sebab itu, diperlukan pelatihan bagi pendidik dalam pelatihan penulisan penelitian tindakan kelas dalam bentuk Program Pengabdian Kepada Masyarakat. Program Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut dilaksanakan oleh Tim Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia pada 14 Februari 2021 sampai dengan 14 Mei 2021dengan tema “Pelatihan Penulisan Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru SMP-SMA” dengan Subtema “Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas”, direncanakan selama tiga bulan sesuai dengan program Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia semester Genap Kegiatan PPm yang diselenggrakan oleh Tim Prodi PBI UNIPA Surabaya berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pelatihan yang dilaksanakan bahwa semua peserta dapat menyusun Penelitian Tindakan Kelas. Direncanakan selama 1 bulan sesuai dengan program Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia semester Genap UNIPA Surabaya. Kegiatan PPM yang diselenggarakan oleh Tim Prodi PBI UNIPA Surabaya berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil perlatihan yang telah dilaksanakan, bahwa semua peserta dapat menyusun Penelitian Tindakan Kelas, serta hampir semua peserta (32 orang) memberikan respon positif terkait dengan pelatihan yang dilaksanakan karena peserta mendapat banyak wawasan Penelitian Tindakan Kelas, melalui pelatihan Penelitian Tindakan Kelas diharapakan dapat digunakan sebagai formula baru untuk merancang penelitian yang lebih efektif serta efisien.
Perlatihan Menulis Best Practice Guru SMPN 2 Sukodono Kabupaten Sidoarjo Agung Pramujiono; Mimas Ardhianti; Nur Rohmah
Kanigara Vol 2 No 1 (2022): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v2i1.4624

Abstract

Perlatihan penulisan best practice ini bertujuan untuk memberi wawasan tentang penulisan best practice dan memberikan perlatihan penulisan best practice. Berdasarkan hasil studi lapangan dan diskusi dengan Kepala Sekolah dan Waka SMPN 2 Sukodono Sidoarjo, mereka masih kesulitan dalam menyusun Penelitian Tindakan Kelas dan memilih aktivitas yang bisa ditulis sebagai Best Practice. Oleh sebab itu, diperlukan perlatihan bagi pendidik dalam pelatihan penulisan best practice dalam bentuk Program Pengabdian Kepada Masyarakat. Program Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut dilaksanakan oleh Tim Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia pada 16 Agustus 2021 sampai dengan 16 September 2021 dengan tema “Optimalisasi Pembudayaan Literasi Sekolah di SMPN 2 Sukodono Sidoarjo” dengan Subtema “Penyusunan Best Practices di Sekolah”, direncanakan selama satu bulan sesuai dengan program Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia semester Ganjil Kegiatan PPM yang diselenggrakan oleh Tim Prodi PBI UNIPA Surabaya berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pelatihan yang dilaksanakan bahwa semua peserta dapat menyusun Best Practice. Direncanakan selama 1 bulan sesuai dengan program Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia semester Genap UNIPA Surabaya. Kegiatan PPM yang diselenggarakan oleh Tim Prodi PBI UNIPA Surabaya berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil perlatihan yang telah dilaksanakan, bahwa semua peserta dapat menyusun Best Practice, serta hampir semua peserta (52 orang) memberikan respon positif terkait dengan pelatihan yang dilaksanakan karena peserta mendapat banyak wawasan Best Practice, melalui pelatihan Best Practice diharapakan dapat digunakan sebagai formula baru untuk merancang penelitian yang lebih efektif serta efisien.
PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA RAGAM ILMIAH PADA KARYA TULIS BEST PRACTICE GURU SMPN SE-KABUPATEN SIDOARJO Pujiastuti, Rahayu; Ardhianti, Mimas; Pramujiono, Agung; Catur Budiyono, Sunu
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 1 No. 4 (2022): ABDIMAS PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melaksanakan pembelajaran yang inovatif dan publikasi ilmiah merupakan wujud profesionalitas guru. Keberhasilan guru memecahkan masalah dengan melaksanakan pembelajaran yang inovatif merupakan best practice yang harus ditindaklanjuti dengan mengembangkan menjadi karya tulis, baik berbentuk laporan maupun artikel untuk publikasi ilmiah. Sebagai karya ilmiah, best practice wajib ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia ragam ilmiah. Namun, berdasarkan observasi awal pada best practice yang dihasilkan para guru SMP Negeri se-Kabupaten Sidoarjo diperoleh informasi bahwa karya ilmiah para guru masih banyak yang belum menggunakan ragam bahasa ilmiah. Hal tersebut dikuatkan dengan adanya pretes. Oleh karena itu, tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu meningkatkan kemampuan guru menggunakan bahasa Indonesia ragam ilmiah pada karya tulis best practice. Program dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan memberi sosialisasi dan pendampingan. Program diikuti 12 dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas PGRI Adi Buana Surabaya sebagai narasumber dan pendamping serta 100 guru SMP Negeri se-Kabupaten Sidoarjo sebagai sasaran program. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan pelatihan, yaitu peningkatan kemampuan menggunakan bahasa Indonesia ragam ilmiah pada guru SMP Negeri se-Kabupaten Sidoarjo. Hal tersebut diketahui dari hasil pretes dan postes. Selain itu, hasil penilaian diri tentang peningkatan pemahaman para guru SMP Negeri se-Kabupaten Sidoarjo setelah pelatihan tentang penggunaan bahasa Indonesia ragam ilmiah pada karya tulis best practice.