Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kecepatan Pertumbuhan Pohon Potensial untuk Restorasi Lahan Kritis Gunung Ungaran Billa, Alfiah Maula Salsa; Zukhoiri, Shinta Fatma; Saufatikha, Nasytha Saski; Nadifa, Jasmine Augi; Akbar, Bintang Faisal; Irsadi, Andin
Life Science Vol 13 No 1 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v13i1.77493

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Gunung Ungaran untuk mendukung program konservasi dan kelestarian daerah tersebut yang mengalami peningkatan lahan kritis akibat alih fungsi lahan oleh petani kopi. Penelitian dilakukan dari Mei hingga Oktober 2023 dengan metode survei vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pohon potensial untuk ditanam di lahan kritis berdasarkan kecepatan pertumbuhanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis pohon yang paling potensial untuk ditanam di lahan kritis berdasarkan kecepatan pertumbuhan tinggi adalah Engelhardia serrata, Homalanthus populneus, dan Bischofia javanica. Berdasarkan kecepatan pertumbuhan diameter batang, bibit yang potensial adalah Peleman, Castanopsis argentea, dan Wuru Kopi. Selain itu, berdasarkan analisis vegetasi, jenis-jenis pohon paling potensial untuk restorasi lahan berdasarkan nilai Indeks Nilai Penting (INP) adalah Litsea sp. dan Ndog-ndogan pada strata 1, Parastemon urophyllus pada strata 2, dan Castanopsis argantea pada stratifikasi 3. Jenis-jenis pohon ini direkomendasikan untuk ditanam di lahan kritis Gunung Ungaran karena memiliki tingkat pertumbuhan dan kesuksesan yang tinggi. Upaya ini penting untuk memitigasi ancaman terhadap keanekaragaman hayati dan sumber air di Gunung Ungaran serta untuk mendukung masyarakat yang bergantung pada gunung ini.
EKSPLORASI KETERSEDIAAN, KUALITAS, DAN PROYEKSI KEBUTUHAN AIR BERSIH DI WILAYAH KELURAHAN GAJAHMUNGKUR KOTA SEMARANG Rahmalidya, Alfia; Irsadi, Andin
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Gajahmungkur merupakan salah satu wilayah cakupan IPA Kaligarang yang belum diketahui jumlah kebutuhan air bersih penduduk dan pelanggan pada tahun ini maupun tahun mendatang. IPA Kaligarang yang mendistribusikan air bersih ke berbagai wilayah di Kota Semarang juga belum memiliki data terkait ketersediaan sumber airnya pada rentang waktu yang sama. Peneliti akan mengkaji ketersediaan sumber air di Sungai Kaligarang yang akan diolah melalui IPA Kaligarang dan mengkaji kebutuhan air bersih penduduk maupun pelanggan yang terdapat di Kelurahan Gajahmungkur. Data pandangan masyarakat juga dilibatkan dalam penelitian ini sebagai aspek yang dapat mempengaruhi keberlanjutan sumber air bersih di Sungai Kaligarang. Ketersediaan Sungai Kaligarang sebagai sumber air baku hanya mencukupi kebutuhan air bersih pelanggan pada tahun 2020 hingga 2023, sedangkan tidak mencukupi pada tahun 2024 hingga 2028. Sungai Kaligarang juga tidak mampu mencukupi kebutuhan air bersih penduduk pada tahun 2020 hingga 2023 serta pada tahun proyeksi. Kebutuhan air bersih penduduk dan pelanggan pada tahun proyeksi memiliki rata – rata secara berturut – turut sebesar 4.65 liter/detik dan 0.89 liter/detik. Air olahan yang diperoleh dari sampel yang sudah ditentukan tidak menunjukkan adanya pencemaran yang dibuktikan dari nilai uji setiap parameter di bawah ambang batas.
PENGUATAN KOMPETENSI GURU-GURU BIOLOGI INDONESIA DI THAILAND TENTANG PEMANFAATAN LINGKUNGAN BERORIENTASI KONSERVASI SEBAGAI SUMBER BELAJAR Saptono, Sigit; Irsadi, Andin; Mubarok, Ibnul; Mustikaningtyas, Dewi; Listiaji, Prasetyo
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 12 (2024)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya memelihara, melakukan konservasi, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah untuk dijadikan sumber ajar merupakan strategi alternatif untuk meningkatkan kualitas proses belajar Biologi. Guru akan bertambah kemampuan inovasi dan kreativitasnya dalam mengembangkan proses pembelajaran dan siswa lebih tertarik jika proses belajar Biologi bersentuhan dengan objek belajarnya di lingkungan terdekat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan menambah wawasan serta penguatan bagi para guru Biologi Indonesia yang mengajar di Thailand dalam upaya meningkatkan kualitas proses belajar bagi siswanya. Pemanfaatan dan perawatan lingkungan sekolah yang dijadikan sumber belajar dapat memberikan kontribusi: (1) guru memahami manfaat lingkungan sekitar sekolah yang dapat dijadikan sebagai sumber ajar, (2) meningkatnya kualitas proses belajar siswa dengan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber ajar, (3) guru dapat menyiapkan rencana sumber belajar biologi di lingkungan sekitar sekolah. Metode kegiatan meliputi 4 (empat) tahapan, yaitu informasi dan penguatan kompetensi, pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber ajar, monitoring-evaluasi. Teknik kegiatan dilakukan melalui pendampingan.
Partnership to Create a Food Independent Urban Village in Tanjung Mas, Semarang City Irsadi, Andin; Partaya, Partaya; Jabbar, Abdul
Jurnal Abdimas Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/mxh08234

Abstract

Tanjung Mas Village, North Semarang District is one of the areas in Semarang City that is vulnerable to food insecurity. This food insecurity is caused by the high level of poverty in this region. Poverty has a big impact on food security because poor people are unable to provide sufficient amounts of food, either by producing it themselves or by buying it. This condition encourages the government and society to start trying to fulfill their food needs independently through farming. However, these efforts are hampered by limited agricultural land availability. The aim of the community service program is to provide knowledge, skills and facilitate urban farming facilities to achieve food independence in the Tanjung Mas, Semarang City. The methods used are socialization, counseling, dissemination, training and facilitation of urban farming facilities. The results of this community service program are that the community has an understanding of urban farming, knows the technologies in urban farming, has verticulture skills, and verticulture facilities are available as learning demonstration plots.
REVITALISASI GREENHOUSE DAN TAMAN HALAMAN SMA NEGERI 14 SEMARANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR KEANEKARAGAMAN HAYATI BERORIENTASI KONSERVASI DALAM MENDUKUNG TERWUJUDNYA GREEN SCHOOL Saptono, Sigit; Mubarok, Ibnul; Purwantoyo, Eling; Irsadi, Andin; Hadiyanti, Lutfia Nur; Ramadhan, Ahmad Naharuddin; Kartijono, Nugroho Edi; Lukitasary, Deasy Arta
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA Negeri 14 Semarang merupakan salah satu sekolah mitra Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang memperoleh penghargaan Adiwiyata Mandiri sejak tahun 2019. Secara global, program Adiwiyata setara dengan program Green School. Sebagai sekolah yang menyandang penghargaan Adiwiyata, tentu SMA Negeri 14 Semarang memiliki prasyarat utama yang memenuhi kriteria yang ditentukan. Jargon BERKELAS (Bersih, Estetik, Religius, Kreatif, Etik, Lugas, Adaptif, dan Sportif) yang dimiliki, merupakan gambaran semangat para pengelola sekolah tersebut untuk menjaga dan mempertahankan Adiwiyata. Seiring berjalannya waktu, kondisi prasarana hardware Adiwiyata, seperti keberadaan greenhouse dan tanaman-tanaman di halaman sekolah, perlu mendapat perhatian. Greenhouse mengalami penurunan fungsi, hanya tanaman tertentu saja yang masih hidup, tanaman di halaman sekolah banyak yang mati dan harus diganti. Ditinjau dari aspek green school dan keindahan sudah seharusnya dibenahi, dan perlu dipertimbangkan juga pemanfaatan greenhouse dan taman halaman sekolah sebagai sumber belajar siswa, terutama pada topik Keanekaragaman Hayati, mata pelajaran Biologi. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk melakukan revitalisasi dan pembenahan kembali keberadaan greenhouse dan taman halaman sekolah agar dapat memenuhi dua tujuan, yaitu mempertahankan Adiwiyata dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar siswa yang berorientasi pada kesadaran dan perilaku berkonservasi di SMA Negeri 14 Semarang. Kegiatan ini juga mendukung implementasi pendidikan berkelanjutan (Education for Sustainable Development), sebagai salah satu SDGs. Metode yang diterapkan untuk memecahkan masalah dalam kegiatan ini adalah (1) analisis permasalahan mitra di SMA Negeri 14 Semarang, (2) merumuskan solusi/revitalisasi/inovasi, (3) pelaksanaan kegiatan, dan (4) monitoring dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa telah dilakukan perbaikan fisik greenhouse, penambahan species tanaman, serta penataan greenhouse dan taman halaman sekolah. Greenhouse dan taman halaman sekolah SMA Negeri 14 Semarang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar siswa, khususnya pada materi Keanekaragaman Hayati.
PENINGKATAN KETERAMPILAN TEKNIK KULTUR JARINGAN ANGGREK PADA PEGIAT KONSERVASI DI DESA NGESREPBALONG : Untuk Memperkuat Program Desa Wisata Rahayu, Enni; Ulung Anggraito, Yustinus; Irsadi, Andin; Arum Sasi, Fitri; Khairunnisa; Umam, Mirzalul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 2 (2025): AGUSTUS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jpmbr.v8i2.8396

Abstract

Ngesrepbalong yang terletak di Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah sangat aktif melakukan kegiatan konservasi alam, antara lain konservasi anggrek spesies dari Gunung Ungaran. Untuk mendukung konservasi anggrek, pada tahun 2023 di desa tersebut telah didirikan laboratorium kultur jaringan tanaman (KJT) skala sederhana, namun keterampilan mitra menggunakannya baru mencapai 30%. Permasalahan tersebut diakibatkan oleh  1)  keterampilan menggunakan alat laboratorium dan melaksanakan tahap-tahap KJT belum optimal, serta  2) jumlah dan jenis alat dan bahan laboratorium belum mencukupi. Solusi yang telah dilakukan adalah menyelenggarakan pelatihan tentang 1) teknik penggunaan alat laboratorium  dan teknik melaksanakan tahap-tahap KJT, serta 2)  pengadaan tambahan alat dan bahan laboratorium KJT.  Peserta kegiatan atau mitra sasaran adalah 13 orang pegiat konservasi. Kegiatan yang dilakukan  meliputi pelatihan, peragaan, praktek, pengadaan alat dan bahan laboratorium, pendampingan, monitoring dan evaluasi.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa  1) 77% peserta mencapai pemahaman kategori baik dan sangat baik tentang penggunaan alat dan teknik KJT dan 100%  peserta mempunyai ketrampilan yang baik dalam membuat media KJT dan melakukan aklimatisasi plantlet, dan 2) terdapat peningkatan 18 jenis alat dan 20 jenis bahan laboratorium sehingga Laboratorium KJT Desa Ngesrepbalong memadai untuk melakukan perbanyakan anggrek dengan teknik KJT skala sederhana. Ketrampilan melakukan teknik KJT yang baik  ditunjukkan dari  media kultur yang dibuat peserta 100% berhasil memadat, homogen dan tidak mengalami kontaminasi dan 98% plantlet hasil aklimatisasi tumbuh secara optimal di rumah kasa.  Adanya laboratorium dan ketrampilan  KJT dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi alternatif obyek kunjungan wisata berbasis pendidikan  di Desa Ngesrepbalong yang telah ditetapkan sebagai desa wisata.
Co-Authors Abdillah, Irkhamni Abdul Jabbar Aditya Marianti Aidah Wuryaningtyas Aji, Halim Sukma Akbar, Bintang Faisal Al Ayyubi, Sholahudin Hasby Yusuf Alaina Mawadah, Alaina Alif Mahbub Zainal Fajeri, Alif Mahbub Zainal ALIFIANSYAH, JUANDRA Amin Retnoningsih Ananto Aji, Ananto Ani Rusilowati Ardiansari, Anidya Arif Widiyatmoko Arif Widiyatmoko, Arif Arum Sasi, Fitri Arumsasi, Fitri Asi, Maolina Avif Intan Linawati, Avif Intan Ayutika Proboningrum, Ayutika Bambang Priyono Bayu Dwi Hadmoko Bayu, Bagus Adi Billa, Alfiah Maula Salsa Devi Alvitasari, Devi Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Mustikaningtyas Dewi, Novi Ratna Eling Purwantoyo Ellianawati, Ellianawati Erna Muktisari, Erna ES, Sri Mulyani F Putut Marin HB, F Putut Marin Fenny Widiyanti Fitri, Nur Khikmah Fitri, Nur Khikmah Fretty Anandita Normala Hakim, Muhammad Afif Heri B, F Putut Martin Heri B, F Putut Martin Heri Tjahjono Heriyanti, Andhina Putri Ibnul Mubarok Iffa Faiza Choirunnisa, Iffa Faiza Intan Armenia Izza, Fika Rofiuddin Khair, Amar Sharaf Eldin Khairunnisa Kharisma Nur Laila, Kharisma Nur Khasanah, Khumairotul Khomsah, Irma Khomsah, Irma Krispinus Kedati Pukan Kuntoro Budiyanto, Kuntoro Laksono Trisnantoro Listiaji, Prasetyo Lukitasary, Deasy Arta Lutfia Nur Hadiyanti, Lutfia Nur Maolina Asi Maolina Asi Margareta Rahayuningsih Nugroho Edi K Matsna, Maratul Meidina Rahmawati Melina Siska Ayuwaningsih Mentari Setiawati, Mentari Mutiatari, Dhita Pracisca Nadifa, Jasmine Augi Naharuddin Naharuddin Nana Kariada Trimartuti Nana T.M. Kariada Noor Aini Habibah Novi Ratna Dewi Novita Ana Anggraini Nugroho Edi Kartijono Nur Kusuma Dewi Nur Rahayu Utami Nurafiani, Gita Nurmasitoh, Qonita Amalia Okky Irmina Safitri, Okky Irmina Partaya, Partaya Priyantini Widiyaningrum Rahayu, Enni Rahmalidya, Alfia Ravy, Hun Retno Sri Iswari Roihana, Rizky Zulfa Roihana, Rizky Zulfa Saiful Ridlo Sandy Arief Satya Budi Nugraha Saufatikha, Nasytha Saski Shoimatun Febriyani, Shoimatun Sigit Saptono Siti Alimah Siti Zumrotul Muafiah Somantri, Dadang Sri Mulyani ES, Sri Mulyani Sri Ngabekti Stephani Diah Pamelasari, Stephani Diah Sudarmin Sudarmin Susanto Susanto Sutopo, Agung Talitha Widiatningrum Tjaturahono Budi Sanjoto Umam, Mirzalul Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur Wahida, Afia Firna Wiwi Isnaeni Wulandari -, Wulandari Yustinus Ulung Anggraito Zukhoiri, Shinta Fatma