Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA (BLT- DD) DALAM MERINGANKAN BEBAN MASYARAKAT MISKIN TERDAMPAK COVID-19 DI DESA MANGGAR RAYA KECAMATAN TANJUNG LAGO KABUPATEN BANYUASIN Winata, Prayogi; Isabella, Isabella; Walidain, Amaliatul
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Vol 7, No 1 (2023) : April
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.171 KB) | DOI: 10.22437/jisipunja.v7i1.23955

Abstract

Implementasi program bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) dalam meringankan beban masyarakat miskin terdampak covid-19 di Desa Manggar Raya Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin menggunakan teori Van Meter Van Horn untuk di analisa terdapat enam indikator yaitu standar dan sasaran kebijakan. Pada indikator ini ditemukan adanya masalah tidak tepat sasaran, dimana terdapat masyarakat yang menerima dua bantuan disebabkan oleh data dari DTKS yang tidak valid dan tidak di update kembali oleh pemerintah desa. Indikator lainnya seperti Sumber Daya sudah cukup, karakterisitik Agen Pelaksana/Implementor sudah memiliki SOP yang baku, komunikasi sudah berjalan dengan baik dari adanya sosialisasi, Kecenderungan Sikap/Disposisi sudah jelas mengarah kepada kepentingan masyarakat. Indikator terakhir terkait kondisi ekonomi, sosial, dan politik. Pada kondisi sosial muncul kecemburuan sosial ditengah masyarakat tetapi dapat diatasi oleh Pemerintah Desa Manggar Raya, pada kondisi ekonomi pemerintah peduli terhadap rakyat miskin di desa sehingga adanya program BLT-DD. Pada kondisi sosial politik, masyarakat dituntut untuk lebih beperan aktif agar tidak terjadi mal-administrasi oleh pemerintah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dan metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukan implementasi program BLT-DD di Desa Manggar Raya Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin sudah berjalan dengan baik walaupun terdapat beberapa hambatan tetapi dapat diatasi oleh pihak yang telibat dalam program bantuan ini.
Cultivating Tech-Savvy Communities: Revitalizing Digital Literacy in Palembang City Isabella, Isabella; Alfitri, Alfitri; Saptawan, Ardiyan; Nengyanti, Nengyanti; Mahadika, Alam
Journal Public Policy Vol 10, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v10i2.7994

Abstract

This digital literacy is motivated by the COVID-19 Pandemic, people must adapt to new cultures such as work, school, and economic activities through online media. Advances in digital-based information technology cannot be stopped anymore and have become part of today's society's need., For this reason, it is necessary to increase public knowledge in the field of digital literacy. This study aims to determine the implementation of digital literacy programs in the community in Palembang City, among and students. This study uses a qualitative method, using the four pillars of digital literacy, digital skills, digital culture, digital ethics, and digital safety. The theory used in this study is the implementation theory of Grindle, in which determined by the content of the policy and the context of its implementation. The basic idea of this theory is that after the policy is transformed, its implementation takes place. Data analysis in this study used interactive model analysis of qualitative data from Miles and Saldana consisting of Data Condensation, Data Display, and Conclusion drawing or verifications. Based on this research, the four pillars of digital literacy are very important indicators in digital literacy programs. Digital skills are the most basic pillars of interest for the public to learn as basic knowledge of digital literacy. Then followed by digital ethics as further knowledge that needs to be studied so that people know ethics when using digital media. Based on this research, it can be concluded that the implementation of digital literacy will be successful if it is also supported by regulations, rules, and policies for equal distribution of internet networks in all regions of Indonesia, including in the city of Palembang. The government and relevant stakeholders should continuously improve the facilities and infrastructure related to digital literacy, such as expanding stable internet networks and boosting the economy through the development of various online businesses. The shared programs between the government and other communities in educating the masses need to be implied regulary, so that the people, especially in Palembang have an increase of digital literacy as a whole.
Urgensi Pemahaman Masyarakat Sipil tentang Radikalisme di Sumatera Selatan Nofrima, Sanny; Isabella, Isabella; Baidawi, Ahmad; Saputra, Herdin Arie
Society Vol 12 No 2 (2024): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v12i2.700

Abstract

Radicalism is an important element of social movements advocating for individuals or groups seeking ideological emancipation, fostering critical perspectives, and striving for change directly linked to broader adversaries and goals. Vulnerability to radicalism exists at varying intensities, rendering individuals or groups susceptible to radicalization. This research examines a significant issue of potential radicalism identified in previous studies, which appears to surpass society's understanding. The study aims to investigate several dimensions, including understanding, attitudes, and actions with the potential for radicalization. A quantitative method involving face-to-face interview techniques was utilized. The research sample consisted of 400 stratified random samples, which were selected based on characteristics such as gender, marital status, age, occupation, and religion, using the Slovin formula: n = N / (1 + (N x e²)) with a sampling error of 5%, and three hypotheses concerning attitude, understanding, and action. This research also employs a Scopus-based mapping of radicalism, analyzing the network in detail. The findings of the research show that attitude, understanding, and action have a direct impact on radicalism. Additional findings reveal that attitudes exert the greatest influence on the potential for radicalism, followed by understanding and actions. When viewpoints become extreme, inflexible, or intolerant, attitudes can reveal a person's propensity toward a particular ideology or societal issue. By encouraging the avoidance of possible radicalism and supporting improved decision-making in society, healthy social interactions can raise awareness of the hazards of radicalism. The interaction between attitudes, understanding, actions, and the potential for radicalism is a dynamic process that progressively leads to radical involvement within a specific context.
Peran Camat dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Program UMKM Hafizah, Pradillah; Isabella, Isabella; Amaliatulwalidain, Amaliatulwalidain
Jurnal Manajemen & Budaya Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Manajemen dan Budaya
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/manajemen.v4i1.554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran camat dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat melalui program usaha mikro kecil dan menengah di kecamatan sako kota Palembang. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif, dimana menurut proses, penelitian kualitatif melibatkan upaya-upaya penting diantaranya, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, prosedur-prosedur, mengumpulkan data spesifik dari informan. Upaya tersebut dilakukan peneliti pada wilayah Kecamatan Sako Kota Palembang untuk melihat bagaimana peran Camat dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat melalui program usaha mikro kecil dan menengah menggunakan teori Transformasional oleh Bernard M. Bass, yaitu 1) Idealized Influence (Pengaruh Idealis), 2) Inspirational Motivation (Motivasi yang memberi informasi), 3) Intellectual Stimulation (Stimulasi Intelektual) dan 4) Individualized Consideration (Pertimbangan Individu). Dapat disimpulkan bahwa peran camat dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat melalui program UMKM ini sudah cukup baik dengan berbagai upaya yang dilakukan, walaupun upaya-upaya tersebut tidak sepenuhnya berjalan dengan optimal
Literasi Digital sebagai Upaya Membangun Karakter Masyarakat Digital Isabella, Isabella; Iriyani, Atrika; Puji Lestari, Delfiazi
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 8 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v8i3.3236

Abstract

In an effort to shape the culture of a digital society in Palembang, this study examines digital literacy. The purpose of this study is: Analyze the supporting and impeding factors for this program. Identify the implementation of digital literacy programs as an endeavor to develop the character of the digital society in the city of Palembang. In this study, a qualitative descriptive methodology was utilized to describe and assess how the Digital Literacy program was implemented in an effort to shape the characteristics of a digital society in Palembang. The analytical methods employed involve qualitative data analysis methods using FGD, interviews, and documentation. Additionally, the NVivo 12 Plus and SmartPLS analysis complement this research data. The theory applied is Merilee S. Grindle's theory of policy implementation. Digital Skills, Digital Culture, Digital Ethics, and Digital Safety are some of the supporting indicators in the Kominfo RI framework for digital literacy. The study's findings show that promoting digital literacy is a movement that cannot be carried out by one institution alone; instead, the government, society, and stakeholders all need to get involved if we want to avoid falling behind. People who are learning to use digital operating systems in daily life are concerned with developing their digital skills. The government is known to be interested in creating news in the media or online, therefore it requires journalists who are impartial and can speak the truth without instilling fear. Still other discoveries.
Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pelayanan Pembuatan e-KTP di Zona VIII Kecamatan Sematang Borang Ramadhan, Rama; Isabella, Isabella; Kencana, Novia
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v9i1.3721

Abstract

The ability of the State Civil Apparatus to provide services to the community is crucial in ensuring the smooth running of government administrative processes at the lowest level. Through this research, the researcher intends to find out how the State Civil Apparatus performs, especially in the process of providing e-KTP services to the community. This research itself is located in Zone VIII, Sematang Borang District, using qualitative methods and a case study approach. The results of this research show that the e-KTP making service in Sematang Borang District has not been running optimally, which is caused by various factors, including facilities or work tools that often have errors when they are used, which makes work a little hampered by the large number of people who want to make an e-KTP, the place can be said to be not very suitable because it is still shaped like a normal house, the parking space is narrow, and the human resources are minimal. The solution that the author can provide is that it is necessary to carry out evaluation and restructuring measures in terms of work facilities or tools in Zone VIII, Sematang Borang District, expanding the premises and also adding Human Resources, so that work is optimal and in accordance with applicable operational hours.
Peran Kesbangpol Dalam Pencegahan Bahaya Radikalsime Dan Terorisme Di Sumatera Selatan Rafi, Muhammad; Isabella, Isabella; Kencana, Novia
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 9 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11178678

Abstract

Tujuan dari penelitian ini merupakan untuk mengetahui apa saja peran yang dilakukan oleh kesbangpol dalam pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme di Sumatera Selatan. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dimana dapat menghasilkan suatu data secara akurat serta terukur melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Pada penelitian ini akan menuju langsung kelapangan yang bersifat deskriptif yang berusaha menjelaskan melalui persoalan yang terjadi dan melalui permasalahan apa yang sedang berlangsung. Didasarkan pada teori konsep strategi yang terdapat 3 (tiga) indikator yaitu: penentuan tujuan/sasaran, perumusan kebijakan, pelaksanaan (operasional). Dapat disimpulkan bahwa peran yang dilakukan oleh kesbangpol dalam pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme di Sumatera Selatan dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan rapat koordinasi Bersama pihak FKPT dan kepolisian sudah baik dengan kegiatan tersebut pihak kesbangpol melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta melakukan rapat koordinasi selama 3 bulan 1 kali, akan tetapi masih belum merata nya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak kesbangpol karena masih banyak nya masyarakat awam yang belum mengetahui ap aitu radikalisme bagaimana ciri-ciri dari radikalisme dan bagaimana cara mencegah dari aksi radikalisme tersebut.
Akuntabilitas Kepala Desa Dalam Pembangunan Jalan Di Desa Taja Mulya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin VALENTIN, PUPUT; Isabella, Isabella; Amaliatulwalidain, Amaliatulwalidain
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 9 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11180810

Abstract

This study uses the theory of accountability from Syahrudin Rasul, there are 5 (five) indicators, namely 1. Honesty and Law 2. Managerial 3. Program 4. Policy 5. Finance. From the results of the research conducted, it was found that the accountability of the village head in road construction in Taja Mulya Village was not effective enough because there were still many damaged roads and also many roads that had not been cast or were still in dirt. The problems in the road construction process are constrained funds for the construction and repair of village roads so that road construction carried out in villages uses more funds from third parties such as the aspirations of the DPRD. The suggestion in this research is that the village government is more concerned with and pays more attention to the condition of village road construction and prioritizes the construction of damaged roads in order to facilitate access to schools and to the gardens where the community works.
PERAN KELIAN ADAT DALAM MENJAGA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA BAYAT ILIR KECAMATAN BAYUNG LENCIR KABUPATEN MUSI BANYUASIN Andriani, Seli; Nofrima, Sanny; Isabella, Isabella
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35370

Abstract

Kehidupan beragama pada masyarakat khususnya di Indonesia merupakan hal yang unik namun bisa menimbulkan perselisihan ditengah perbedaan tersebut sehingga perselisihan dapat berubah menjadi konflik bila tidak diselesaikan. Untuk mewujudkan suatu kerukunan diperlukan para pemimpin Bangsa/Negara atau pemerintah, tokoh Agama dan tokoh masyarakat sebagai panutan yang berperan penting dalam mewujudkan ataupun mempertahankan kerukunan salah satunya adalah Kelian Adat yang merupakan tokoh masyarakat pada agama hindu. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui Peran Kelian Adat dalam Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Desa Bayat Ilir Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin. Metode pada penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian bersifat lapangan (field research). Objek pada penelitian ini yaitu beberapa masyarakat yang beragama Islam & Hindu dan Seorang Tokoh agama Hindu (Kelian adat) atau yang sering disebut Kelian adat yang berjumlah 10 narasumber. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah perolehan data, akan dilakukan analisis dengan model penelitian Miles dan Huberman yang terdiri dari beberapa tahap yaitu reduksi data, merangkum data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari analisis data ditemukan hasil bahwa peran yang harus dimiliki oleh seorang kelian adat untuk Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Desa Bayat Ilir dari pengelompokan masyarakat diantaranya harus bisa berperan sebagai fasilitatif, peran edukasional, peran representatif, dan peran teknik. Berdasarkan peran tersebut kelian adat memiliki tugas dan fungsi yang sealur. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kelian adat mampu menciptakan suasana bermasyarakat yang sesuai dengan tri kerukunan (kerukuna intern umat beragama, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah).
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) DI DESA RANTAU SIALANG KEC. SUNGAI KERUH KAB. MUSI BANYUASIN TAHUN 2023(PERATURAN PRESIDEN NO. 12 TAHUN 2005) Oktavion, Undika; Amaliatulwalidain, Amaliatulwalidain; Isabella, Isabella
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35483

Abstract

Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dilembagakan pada Oktober 2005 sebagai bagian dari kerangka kebijakan perlindungan sosial menyeluruh. Mekanisme ini berfungsi sebagai inisiatif bantuan sosial yang dirancang untuk membantu orang miskin dalam mempertahankan kebutuhan mendasar mereka, mencegah kemerosotan kesejahteraan mereka karena kesulitan ekonomi, dan meningkatkan akuntabilitas sosial. Mengadopsi metodologi ini, sebagaimana diartikulasikan oleh Van Meter dan Van Horn, memerlukan jalan yang menjanjikan untuk menggambarkan dinamika prosedural dengan memeriksa pelaksanaan keputusan kebijakan daripada hanya mengkorelasikan variabel independen dan dependen secara sewenang-wenang. Kriteria pemilihan komunitas penerima manfaat harus selaras dengan kondisi aktual yang lazim di masyarakat untuk memastikan integritas data penerima BLT. Selanjutnya, proses identifikasi dan penggambaran populasi target penerima BLT di Desa Rantau Sialang harus dilengkapi dengan kerangka kerja pengawasan yang komprehensif, diterapkan di berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari dokumentasi di tingkat Lingkungan Rantau (RT) dan berpuncak pada kompilasi data di tingkat kabupaten atau kota. Pengawasan proses pendaftaran bagi individu yang berhak menerima bantuan ini sangat penting untuk mengurangi ketidakakuratan dalam identifikasi komunitas target, sehingga memastikan bahwa dukungan BLT dialokasikan kepada individu-individu yang benar-benar membutuhkan bantuan pemerintah dalam kehidupan sehari-hari mereka. Inisiatif BLT di Desa Rantau Sialang, yang terletak di Kabupaten Musi Banyuasin, dapat dicirikan sebagai program pemerintah yang manjur, dibedakan dengan pengambilan keputusan yang tepat, perumusan tujuan yang akurat, pelaksanaan tepat waktu, dan sistem pemantauan yang diakui oleh masyarakat, menghasilkan dampak positif baik secara ekonomi maupun dari segi manfaat. BLT memiliki potensi untuk memberikan keuntungan yang signifikan kepada masyarakat, terutama dalam memfasilitasi kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.