Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN FUNGSI PERINTAH PADA MIKROKONTROLER ATMEGA8535 MELALUI ROUTER WI-FI Prastomo, Ragil Aji; Triwiyatno, Aris; Isnanto, R. Rizal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.596 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.688-693

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi informasi telah mencapai era nirkabel. Hampir seluruh perangkat yang ada saat ini memiliki fasilitas nirkabel, yaitu berupa inframerah, bluetooth, atau Wi-Fi. Teknologi nirkabel mendukung sebuah komunikasi antar perangkat menjadi praktis karena tidak menggunakan kabel. Salah satu contoh implementasi sistem nirkabel adalah pada sistem otomatisasi rumah (home automation). penelitian ini bertujuan untuk mewujudkan suatu komunikasi antar perangkat secara nirkabel. Perangkat yang digunakan adalah ATMega8535 sebagai objek penerima perintah, Router Wi-Fi sebagai penyedia layanan nirkabel, dan perangkat seperti ponsel, komputer tablet, atau laptop sebagai pemberi perintah. Pengujian dilakukan guna mengetahui tingkat keberhasilan pengiriman perintah secara nirkabel dengan jarak-jarak tertentu.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa ATMega8535 dapat menerima perintah dari komputer secara nirkabel, yaitu 96,36 % keberhasilan melalui terminal, 100% melalui halaman web, dan 100% dengan jarak 20 meter, 40 meter, dan 60 meter. Hal ini disimpulkan bahwa Router Wi-Fi dapat mewujudkan adanya sebuah sistem pemberian perintah ATMega8535 secara nirkabel. Kata Kunci : Wi-Fi, ATMega8535, nirkabel.  Abstract The development of information technology has reached the wireless era. Almost all of the devices nowadays have the wireless feature in the form of infrared, Bluetooth, or Wi-Fi. The wireless technology supports communications among devices to be practical, because it does not use wire to do it. One of the wireless implementation system examples is on the home automation system. This research aims to create a communication between devices wirelessly. The devices used were ATMega8535 as the command receiver object, Wi-Fi Router as the wireless system supplier, and device like mobile phone, tablet computer, or laptop as the command giver. A test was done to identify the success level of the command sending wirelessly in certain distances.The result of the test showed that ATMega8535 could receive commands from the computer wirelessly, that is 96,36% successful rate with the terminal, 100% successful rate with the web page, and 100% successful rate with 20 meters, 40 meters, dan 60 meters distances. The conclusion is Wi-Fi Router can perfoms command giving system at an ATMega8535 wirelessly. Key words: Wi-Fi, ATMega8535, wireless
PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PRESENSI MAHASISWA MENGGUNAKAN QR CODE PADA SISTEM OPERASI ANDROID Setyawan, Antonius Hendry; Satoto, Kodrat Iman; Isnanto, R. Rizal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.723 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.241-246

Abstract

Abstrak Sistem presensi memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan belajar mengajar di universitas presensi merupakan faktor yang penting. Selama ini presensi dilakukan masih secara manual. Presensi dilaksanakan dengan pengisian tanda tangan. Di era modern seperti sekarang ini smartphone (ponsel pintar) dapat dimanfaatkan untuk sistem presensi mahasiswa. Ponsel pintar memiliki beragam fitur yang mendukung, antara lain kamera. Salah satu ponsel pintar yang berkembang saat ini adalah ponsel berbasis android. Dengan ponsel berbasis android diharapkan dapat membangun sistem presensi mahasiswa menggunakan QR Code. QR Code merupakan evolusi kode batang dari satu dimensi menjadi dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave. QR Code memiliki keunggulan kapasitas besar, mudah dibaca dari berbagai arah, ukuran kecil, tahan terhadap kotor dan rusak. Pada tugas akhir ini dibangun sistem presensi mahasiswa menggunakan QR Code pada android. Sistem presensi yang dibangun terdiri atas administrator, generator, dan reader. Aplikasi dibuat dengan Eclipse pada Windows 7. Implementasi dilakukan pada Samsung Galaxy Tab 2 7.0. Berdasarkan hasil pengujian dapat diambil kesimpulan bahwa QR Code dapat dimanfaatkan sebagai alat identifikasi karena keunggulan yang dimiliki, antara lain tahan terhadap kotor dan rusak. QR Code masih dapat terbaca dengan kondisi rusak mencapai 15%. QR Code juga dapat dibaca dengan posisi terbalik. Ponsel berbasis android dapat dimanfaatkan untuk sistem presensi dengan QR Code karena dapat menjalankan aplikasi dengan baik. Kata kunci : Android, QR Code, sistem presensi.  Abstract Attendance system has an important role in everyday life. In teaching and learning activities in university attendance is an important factor. However, it is still carried out manually by signature. In the modern era smartphone can be used as student attendance system. The smartphone has variety of features such as cameras. One of the smartphone is android. By using android it is possible  to make the attendance system using a QR Code. QR Code is a barcode evolution from one-dimensional to two-dimensional code and it is developed by Denso Wave.QR has several advantage such as large capacity, easy to read from any direction, small size, resistance to dirty and tough. In this thesis student attendance system was built using a QR Code on android. The system consist of administrator, generators, and reader. Applications created by using Eclipse on Windows 7. Implementation is applied on the Samsung Galaxy Tab 2 7.0. Based on the experiment results it can be concluded that the QR Code can be used as an identification tool with several advantages, such as resistant to dirty and tough. QR Codehas possibility to be read with damaged condition up to 15%. QR Code can also be read in the inverted position. It is concluded that Android based phones can be used for attendance system with QR Code because it run the application properly. Keywords : Android, presence system, QR Code.
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI BERDASARKAN STANDAR ISO/IEC 27001:2005 (Studi Kasus Pada Sebuah Bank Swasta Nasional) Widodo, Nugroho Arif; Isnanto, R. Rizal; Rochim, Adian Fatchur
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.995 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.627-634

Abstract

Abstrak Informasi merupakan suatu elemen yang sangat penting bagi organisasi masa kini. Kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi memiliki peran yang vital dalam menunjang kinerja organisasi. Oleh karena itu, mutlak diperlukan suatu tindakan pengamanan informasi agar penggunaan informasi dapat berjalan secara efektif, efisien, dan terpadu.Sebuah sistem manajemen keamanan informasi (SMKI) adalah seperangkat kebijakan yang  berkaitan dengan manajemen keamanan informasi. Prinsip yang mengatur di balik SMKI adalah bahwa organisasi harus merancang, menerapkan dan memelihara seperangkat kebijakan, proses dan sistem untuk mengelola risiko aset informasi mereka, sehingga memastikan tingkat risiko keamanan informasi yang dapat diterima.Penelitian ini bertujuan untuk membantu merancang, mengimplementasikan, mengoperasikan, memonitor, memelihara, dan meningkatkan  pengamanan informasi pada sebuah bank swasta nasional.Dari perencanaan dan implementasi sistem manajemen keamanan informasi ini, dihasilkan daftar nilai risiko akhir aset-aset kritikal dan dokumen-dokumen tata kelola penunjang SMKI. Penelitian ini juga menghasilkan beberapa  rekomendasi untuk perbaikan proses pengamanan informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan informasi serta menjadi acuan untuk memperoleh  sertfikasi sistem manajemen keamanan informasi dengan standar  ISO/IEC 27001:200. Kata-kunci: keamanan, informasi, risiko, ISO/IEC 27001:2005  Abstract Information is a very important element for today's organizations. Confidentiality, integrity, and availability of information has a vital role in supporting organizational performance. Therefore, it is absolutely necessary an information security measure in order to use the information to run effectively, efficiently, and integrated. An information security management system (ISMS) is a set of policies related to information security management. Governing principle behind ISMS is that an organization should design, implement and maintain a set of policies, processes and systems to manage the risk of their information assets, thereby ensuring information security risk level is acceptable. This study aims to help design, implement, operate, monitor, maintain, and improve the security of information on a national private banks. Of planning and implementation of the information security management system, resulting lists final risk value assets and critical documents supporting ISMS governance. The study also produced several recommendations for improvement of information security process that can be used to improve the security of information as well as a reference to obtain certification of information security management system standard ISO / IEC 27001:2005. Keyword :security, information, risk, ISO / IEC 27001:2005
PENGEMBANGAN SISTEM PEMANTAUAN ASET TEKNOLOGI INFORMASI (IT FACILITY MONITORING SYSTEM) PADA PT PERTAMINA (PERSERO) Endriawan, Endriawan; Syafei, Wahyul Amien; Isnanto, R. Rizal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.546 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.851-857

Abstract

Abstrak PT Pertamina (Persero) merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru dan terbarukan. PT Pertamina (Persero) memiliki banyak unit operasi dimana setiap unit operasi tersebut memiliki banyak divisi. Tiap unit operasi, divisi dan pekerja tentu saja membutuhkan aset teknologi informasi untuk mendukung kinerjanya. Aset teknologi informasi tersebut ada yang dibeli secara langsung oleh perusahaan ataupun menggunakan sistem kontrak. penelitian ini melakukan penelitian untuk merancang sebuah sistem informasi yang dapat mengelola aset, meliputi, mencatat aset perusahaan pada unit operasi, mencatat aset perusahaan pada cost center mencatat aset perusahaan yang dibawa oleh pekerja, memungkinkan sentralisasi pencatatan aset perusahaan sehingga dapat mengawasai aset perusahaan, membantu pelaporan aset teknologi informasi dan membantu proses perpanjangan kontrak aset teknologi informasi pada vendor. Pengujian pada sistem informasi ini, menunjukkan bahwa sistem sudah dapat dirancang dan dibuat untuk memenuhi tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mencatat aset perusahaan pada unit operasi, mencatat aset perusahaan pada cost center, mencatat aset perusahaan yang dibawa oleh pekerja, memungkinkan sentralisasi pencatatan aset perusahaan sehingga dapat mengawasai aset perusahaan, membantu pelaporan aset teknologi informasi dan proses perpanjangan kontrak aset teknologi informasi pada vendor. Kata kunci : Aset teknologi informasi, sistem informasi  Abstract PT Pertamina (Persero) is a state-owned company engaged in the field of energy include oil, gas and renewable energy. It  has many operating units where each unit operation has many divisions. Each operating unit, division and course workers need information technology assets to support its performance. The information technology assets purchased directly by the company or through a contract. This research is to research a design of system that can manage information technnology assets, including, noting the company's information technology assets in the operating units and cost center,  noted the company's information technology assets that have been brought by workers, provides centralized recording of the company's information technology assets that can monitor the company's assets, helping IT asset reporting and assist in the extension of the contract on the vendor's information technology assets. The information system test, indicate that the system can be made to meet the goals of this research which are noting the company's assets in the operation unit and cost center, noted that the company's information technology assets brought by workers, provides centralized recording of the company's assets, helping IT asset reporting and assist in the extension of the contract on the vendor's information technology assets. Keywords:Information Technoloyi Asset, information systems
LAYANAN CALL CONFERENCE MENGGUNAKAN ASTERISK DI DALAM JARINGAN LOKAL Andaltria, Irwan; Sudjadi, Sudjadi; Isnanto, R. Rizal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.809 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.1.202-208

Abstract

Abstrak Teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol) adalah teknologi yang melewatkan paket data suara digital melalui jaringan internet. Penerapan VoIP dengan protokol SIP dewasa ini bisa dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak yang khusus dibuat untuk memberikan layanan komunikasi VoIP, Asterisk adalah salah satu perangkat lunak tersebut. Asterisk berperan sebagai server SIP yang melakukan otentikasi pengguna, membuat rute pensinyalan, dan menghubungkan antar pengguna VoIP. Asterisk mampu memberikan layanan Call Conference yang mampu meningkatkan efisiensi koordinasi di dalam lingkungan kerja sebuah organisasi. penelitian ini membahas mengenai pemasangan dan konfigurasi Asterisk sebagai server SIP guna memfasilitasi kebutuhan layanan call conference melalui fitur ConfBridge. Penerapan Asterisk pada penelitian ini dilakukan di dalam lingkungan jaringan lokal nirkabel. Setiap pengguna yang berada dalam cakupan sinyal jaringan lokal nirkabel (WiFi) ini dapat saling berkomunikasi atau melakukan konferensi melalui perangkat telepon SIP.   Kata kunci : VoIP, SIP, Asterisk, Linux, ConfBridge, LAN, komunikasi, Qos, MOS     Abstract The technology of VoIP (Voice over Internet Protocol) is a technology of digital voice data packets passing through the Internet. In this way, VoIP can replace analog phone system functions as a means of voice telecom. Implementation of VoIP with SIP today can be done using software specifically designed to provide VoIP communication services, Asterisk is one such software. Asterisk acts as a SIP server to authenticate users, create signaling routes, and linking between VoIP users. Asterisk Conference Call is able to provide services that  improves the efficiency of co-ordination in the working environment of an organization. This project is about planning, implementing and configuring Asterisk as a SIP server to facilitate Call Conference service through ConfBridge feautre. Implementation of Asterisk in this research is done within the local wireless network. Each user within the scope of the local network signal (WiFi) will be able to communicate or conduct a conference via SIP phone devices. Key words: VoIP, SIP, Asterisk, ConfBridge, Linux, LAN,communication, QoS, MOS
PENGENALAN IRIS MATA MENGGUNAKAN METODE ANALISIS KOMPONEN UTAMA (PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS - PCA) DAN JARINGAN SARAF TIRUAN PERAMBATAN BALIK Shabrina, Mutiara; Isnanto, R. Rizal; Hidayatno, Achmad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.751 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.370-374

Abstract

Abstrak Ciri biometrik merupakan pembeda identitas yang dimiliki secara personal yang dapat dijadikan sebagai penunjuk identitas seseorang terutama iris. Pada tugas akhir ini metode Principal Component Analysis dan jaringan saraf tiruan digunakan sebagai metode pengenalan iris mata. Sistem dibangun menggunakan platform PC dan penulisan program komputer menggunakan MATLAB. Terdapat dua tahap dalam pengenalan iris mata ini, tahap pelatihan  dan tahap pengenalan. Citra mata yang masuk akan melalui tahap prapengolahan. Setelah itu akan di ekstraksi cirinya dengan PCA sehingga keluarannya akan masuk kedalam Jaringan Saraf Tiruan Perambatan Balik untuk dilatihkan. Pada tahap pengenalan ini akan menggunakan nilai bobot dan bias yang telah didapatkan dari proses pelatihan JST dalam tahap pelatihan sebelumnya. Kemudian setelah melalui tahap ekstraksi ciri, nilainya akan dibandingkan dengan nilai hasil keluaran jaringan. Pada pengujian pengaruh jumlah komponen utama diperoleh pengenalan tertinggi sebesar 87,5% pada penggunaan 15 komponen. Semakin banyak komponen utama yang digunakan maka persentase keberhasilan pengenalan akan semakin baik. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi hasil pengenalan yaitu kurangnya variasi pada citra latih yang disajikan ke dalam sistem untuk setiap jenis iris mata dan variasi iris mata yang berbeda dengan variasi iris mata citra latih. Kata kunci:Pengenalan Iris Mata, PCA, Jaringan Saraf Tiruan Perambatan Balik  Abstract Biometric features are an identity differentiator of a personal which can be used as an indicator of a person’s identity espescially iris. In this final report, Principal Component Analysisandneural networkare usedas a method ofiris recognition. The systemis builtusinga PCplatformand writing computer program using MATLAB. There are twostagesin theiris recognition, training phase and recognition phase. Image of the eye will go through the preprocessing stagetolook the circularirisandbe changedtopolar coordinates. After thatthe characteristic will beextracted with PCA so thatthe outputwill enter the Back Propagation Neural Networktobe trained. At the recognitionstage ,the weightsandbiasesthat have been obtained from the training process in the trainingphasebeforehandwillbe used. Thenafter going through astage offeature extraction, the valuewill becompared with theoutputvalue ofthe network. In testing, theeffect ofnumber of principal component sobtained the highestrecognitionfor 87.5% on the use of15components. The more principal components are used the better the percentage of succeful recognition. Severalfactors thatinfluence the outcome ofthe recognition arethelack of varietyin the training image presentedto the system for any type ofirisandirisvariations which are different with variations in training irisimage. Keywords: Iris Recognition, PCA, Backpropagation Neural Network
PAIN (PARENTAL ADVISORY VIA INTERNET) SEBAGAI MONITORING AKTIVITAS INTERNET SECARA MOBILE DAN DINAMIS Laksono, Candra; Isnanto, R. Rizal; Satoto, Kodrat Iman
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.874 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.603-607

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi saat ini begitu cepat dan berperan penting dalam aktivitas manusia salah satu nya adalah internet.   Penggunaan internet tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa namun juga anak-anak. Penggunaan internet oleh anak-anak sangat mengkhawatirkan orang tua karena dapat mengakses konten yang tidak baik.Untuk mengatasi hal tersebut, dibangun sebuah aplikasi yang bernama “PAIN” (Parental Advisory via Internet) yang berguna untuk memonitoring kegiatan anak ataupun keluarga yang sedang menggunakan perangkat komputer/laptop melalui email. Adapun penggunaan ”PAIN” adalah dengan merekam semua aktifitas atau penekanan papan ketik dan dapat menangkap URL yang diakses serta mengirimkan semua rekaman tersebut ke email yang telah ditentukan. Disamping itu, program ini juga dapat memonitor aktivitas perangkat komputer secara langsung. Perangkat lunak yang digunakan adalah Visual Basic 6.0 .Sistem yang dibangun diharapkan dapat digunakan untuk membantu orang tua dalam mengawasi penggunaan internet oleh anak-anak. Sehingga penggunaan sistem ini dapat memiliki manfaat untuk mengontrol internet oleh orang tua. Kata Kunci : PAIN, Email, Internet, Monitoring,Keylogger  Abstract Nowadays technological development growing so fast and giving an important role in human activity, one of them is Internet. Internet usage is not only done by adults but also children. Internet use by children is worrying parents because they can access explicit content without filtering. To overcome those problem we built an application called PAIN (Parental Advisory via Internet) that useful to monitoring children or family that using computer/laptop via email. PAIN records all keyboard stroke activities and can capture URL that accessed also send all the records via email that sets before. Beside that, this application can also monitoring internet activity real time. The software used is Visual Basic 6.0. The developed system is expected to be used to help parents in monitoring the use of the internet by children Keyword: PAIN, Email, Internet, Monitoring,Keylogger
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SERVER DAN JARINGAN KOMPUTER MENGGUNAKAN IPV6 Syahrial, M. Wirdan; R, Adian Fatchur; Isnanto, R. Rizal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.086 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.1.176-182

Abstract

Abstrak   IPv6 adalah protokol internet baru yang dikembangkan oleh IETF.IPv6 memiliki fitur-fitur baru seperti pengalamatan yang lebih banyak hingga 2128 alamat.Beberapa format baru juga terdapat dalam IPv6 yaitu, format header yang berbeda dari IPv4, metode penulisan alamat IPv6, penambahan fitur keamanan, dan konfigurasi routing yang baru dan lebih mudah.Spesifikasi dari IPv6 ini dibuat dengan maksud sebagai pengembangan dari internet yang sudah ada.            Penelitian ini melakukan perancangan sistem, implementasi dan pengujian sistem.Perancangan sistem menggunakan Linux dengan server milik Undip. Implementasi dilakukan dengan menggunakan tunneling 6to4 sebagai metode transisi IPv4 ke IPv6 pada IPv4 milik Undip serta implementasi aplikasi-aplikasi server-client (web server, database server, mail server, DNS server), CMS dan multi blogging yang dikonfigurasikan untuk mendukung IPv4 dan IPv6. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah mengukur dan membandingkan besar throughput dari jaringan IPv4 dan jaringan IPv6 yang menggunakan metode 6to4. Hasil pengujian yang diperoleh adalah server dengan IPv4 milik Undip telah terhubung dengan jaringan IPv6 publik menggunakan tunneling 6to4.Aplikasi-aplikasi server-client (web server, database server, mail server, DNS server), CMS dan multi blogging juga telah mendukung IPv6 dan dapat diakses menggunakan jaringan IPv4 maupun IPv6. Hasil dari pengujian juga mendapat kesimpulan bahwa tunneling 6to4 dapat dijalankan menggunakan Linux, namun pengujian bandwidth pada metode tunneling 6to4 pada penelitian ini menunjukkan kelemahan metode tersebut yaitu pengurangan bandwidth pada jaringan IPv6 dengan rata-rata sebesar 40% pada TCP dan 18% pada UDP.   Kata Kunci : IPv4, IPv6, 6to4 Abstract IPv6 is the new internet protocol developed by the IETF. IPv6 has new features such as addressing the more up to 2128 addresses. Some of the new format is also available in IPv6, different header format of IPv4, IPv6 addresses writing method, the addition of security features, and a new routing configuration and easier. Specifications of IPv6 was created with the intention of a development of the existing internet. This final perform system design, implementation and testing of the system. The design of the system using a Linux server owned Undip. Implementation is done using 6to4 tunneling as a method of transition IPv4 to IPv6 in IPv4 Undip property and the implementation of application-server-client applications (web server, database server, mail server, DNS server), and multi-blogging CMS are configured to support IPv4 and IPv6. Tests conducted in this thesis is to measure and compare the throughput of the network IPv4 and IPv6 networks using 6to4.  The test results are obtained with Undip IPv4 servers been connected with public IPv6 network using 6to4 tunneling. Server-client applications (web server, database server, mail server, DNS server), and multi-blogging CMS also has IPv6 support, and can be accessed using IPv4 or IPv6 network. The results of these tests also have concluded that the 6to4 tunneling can be run using Linux, but testing bandwidth on 6to4 tunneling method in this thesis shows the weakness of these methods of reducing bandwidth in IPv6 network with an average of 40% TCP and 18% UDP.   Keywords : IPv4, IPv6, 6to4
EKSTRAKSI CIRI CITRA TELAPAK TANGAN MENGGUNAKAN GELOMBANG SINGKAT ORTOGONAL PADA SISTEM PENGENALAN BIOMETRIK Stephen, Adrianus; Isnanto, R. Rizal; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.368 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.4.891-894

Abstract

Adanya kemajuan perkembangan teknologi informasi memberi pengaruh terhadap teknologi komputer sebagai alat pengenalan identitas seseorang secara otomatis. Pengenalan identitas berdasarkan biometrika menggunakan bagian tubuh dimana setiap orang memiliki ciri khas. Telapak tangan merupakan salah satu bagian tubuh manusia dengan permukaan area yang memiliki ciri-ciri unik, seperti ciri garis-garis utama, garis geometri, garis kusut, titik delta, dan minusi. Sistem identifikasi pada telapak tangan adalah dengan mengekstraksi ciri unik tersebut. Penelitian ini merancang perangkat lunak Matlab yang melakukan pengenalan telapak tangan dengan pengambilan ciri menggunakan alihragam gelombang singkat ortogonal yaitu Daubechies orde 1-3, Symlet orde 2-4, dan Coiflet orde 1-3. Proses pengenalan dalam penelitian ini menggunakan  perhitungan jarak Eucldean. Parameter keberhasilan pengenalan adalah jika telapak tangan uji mampu dikenali sebagai salah satu telapak tangan dari basisdata. Penelitian ini dilakukan dengan menguji 60 citra telapak tangan kiri. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat pengenalan tertinggi adalah sebesar 100% pada 19 variasi alihragam gelombang singkat, orde dan level dekomposisi. Selanjutnya, pengujian pada citra luar diketahui tingkat pengenalan tertinggi pada metode alihragam gelombang singkat Coiflet orde 2 level dekomposisi 3 yaitu sebesar 90% dengan 20 citra  uji. Untuk penelitian selanjutnya dapat digunakan gelombang singkat ortogonal dengan orde yang lain pada telapak tangan.
SISTEM IDENTIFIKASI JENIS TANAMAN OBAT-OBATAN BERDASAR POLA DAUN MENGGUNAKAN TUJUH INVARIAN MOMEN HU DAN JARINGAN SARAF TIRUAN PERAMBATAN BALIK Eskanesiari, Eskanesiari; Hidayatno, Achmad; Isnanto, R. Rizal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.4 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.1.97-102

Abstract

Abstrak Akhir-akhir ini obat-obatan herbal (berasal dari tumbuh-tumbuhan) kembali menjadi tren di Indonesia. Masyarakat kembali menggunakan bahan-bahan tersebut sebagai alternatif pilihan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Bahkan untuk jenis penyakit kronis seperti kanker, jantung, hepatitis, serta gangguan ginjal dan jantung. Namun sulitnya dalam mengenali tanaman dengan benar dikarenakan beragamnya jenis tanaman obat-obatan dan khasiatnya yang berbeda-beda membuat identifikasi menjadi sulit, serta minimnya informasi dan pengetahuan tentang manfaat dari tanaman obat-obatan tersebut. Oleh karena itu pada Tugas Akhir ini dirancang sebuah sistem yang dapat mengenali berbagai jenis tanaman obat-obatan. Pada sistem ini proses identifikasi citra daun diawali dengan pengolahan citra menggunakan proses pengambangan. Tahap ekstraksi ciri dengan tujuh invarian momen. Tahap terakhir adalah proses pengklasifikasian dengan menggunakan jaringan saraf tiruan perambatan balik. Dari percobaan yang telah dilakukan, dihasilkan angka rata-rata pengenalan sebesar 83,7% dengan tingkat pengenalan terendah sebesar 80% untuk daun beringin, daun keji beling, daun mengkudu, daun salam, dan daun sirsak. Untuk daun binahong, daun jarak, daun laos, dan daun sirih merah memiliki tingkat pengenalan sebesar 86%. Yang terakhir daun pepaya memiliki tingkat pengenalan tertinggi yaitu sebesar 93%. Kata kunci: pengambangan, tujuh  invarian momen Hu, jaringan saraf tiruan perambatan balik  Abstract In Recently the herbal medicines becomes popular in Indonesia. People use the herbal medicines again as an alternative choice to heal kinds of diseases, even for chronic diseases such as cancer, hepatitis, kidney and heart attack. However, knowing the right herbal and the difference of merit. It makes the identification turns difficult. It also lacked information and knowledge about merit of the herbal. Therefore this final project designed as a system which is able to know kinds of herbal. First step in identification of leaves image is image processing with thresholding process. The next step is feature extraction from the image using  Hu’s seven moment invariant. And the last step isback propagation neural network that used for identification process. From the research, it can be concluded that the average recognition is 83,7% with the lowest identification, 80% for banyan leaves, keji beling leaves, noni leaves, bay leaves, and soursop leaves. Identification rate of binahong leaves, castor leaves, galangal leaves, and red betel leaves is 86%. Papaya leaves have the highest identification rate which is 93%. Keywords: thresholding, Hu’s seven moment invariants, backpropagation neural network
Co-Authors Achmad Hidayatno Adi Dhama Kameswara Adi Mora Tunggul Adian Fatchur R Adian Fatchur Rochim Adrian Khoirul Haq Adrianus Stephen, Adrianus Afrizal Mohamad Riand Aghus Sofwan agung setiawan Agung Wicaksono Agustiyar Agustiyar Ahmad Bahauddin Ahmad Fashiha Hastawan Ajub Ajulian Zahra Macrina Ali, Sarifa Isna Ali, Sarifa Isna Alwin Indra Fatra Aminullah Ruhul Aflah Anang Paramita Wahyadyatmika Andino Maseleno Andre Lukito Kurniawan, Andre Lukito Angga Setiawan Anggie Salsa Saputra Antonius Dwi Hartanto Antonius Hendry Setyawan Ardian Wijaya Arfriandi, Arief Arie Firmansyah Permana Aris Triwiyanto Aris Triwiyatno Bagus Hario Setiadji Basuki Rahmat Masdi Siduppa Bondhan Tunjung Bowo Leksono Budi Setiyono Budi Warsito Candra Laksono Catur Edi Widodo Causa Prima Wijaya Chairunnisa Adhisti Prasetiorini Chandra Yogatama Chauhan, Rahul Darmawan Surya Kusuma Dela Nurlaila Dewi Lestari Dian Wijayanto Dictosendo Noor Pambudi Rahayu Djoko Windarto Donny Zaviar Rizky Dony Bagus Rudiyanto Dyah Kusuma Mauliyani, Dyah Kusuma Eko Didik Widianto Eliezer, Petrick Jubel Enda Wista Sinuraya Endang Purbowati Endriawan Endriawan Eskanesiari Eskanesiari Fachrul Rozy Fachry Abda El Rahman Fajar Adi Nugroho Fara Mantika Dian Febriana, Fara Mantika Fardana, Nouvel Izza Febry Santo Ferry Hadi Fifiana Wisnaeni Fikri Ahmad Affandi Habiba, A. Herdhian Cahya Novanto Herjuna Dony Anggara Putra, Herjuna Dony Anggara Heru Prastawa Ilina Khoirotun Khisan Iskandar Imam Santoso Irwan Andaltria Iswanti, Arie Kholid, Kholid Kodrat Imam Satoto Kurnia, Dita Juni Lasmedi Afuan Lathifah Alfat, Lathifah Lukas Aditratika M. Azwar A. G. N. M. Ikhsan Mulyadi M. Wirdan Syahrial Maman Somantri Maria Fitriana Mario Christy Sinuraya Martha Irene Kartasurya Meet Shah, Meet Meidiana Dwidiyanti Melly Arisandi Muhammad Satriya Utama Mukharrom Edisuryana Munawar Agus Riyadi Mutiara Shabrina Nanang Trisnadik Nani Purwati Natanael Benino Tampubolon, Natanael Benino Novettralita, Ucky Pradestha Nugroho Arif Widodo Nur Arifin Akbar Nur Rizky Rosna Putra Nurul Ifan Purba Oky Dwi Nurhayati Parlika, Rizky Patel, Raj Praseti, Agung Budi Praseti, Agung Budi Prasetijo, Aging Budi Pringgo Budi Utomo R. Edith Indera Bagaskara R. G Alam Nusantara P.H, R. G Alam R. Mh. Rheza Kharis Rachmad Arief Setiawan Ragil Aji Prastomo Rahmat Gernowo Raidah Hanifah Raithatha, Bhavya Ramchandani, Paras Relung Satria D Rico Eko Wibowo Rody Verdika Cahyadi RR. Ella Evrita Hestiandari Saputra, I Gede Dharma Setyowati, Ro'fah Shabrina Mihanora Sharma, Ansh Shriyal, Harsh Siboro, Septihadi Klinsman Sompura, Jayesh Sudjadi Sudjadi Sumardi . Suseno, J.Endro Teguh Dwi Prihartono Theodora Anita Fidelia Tito Tri Pamungkas Tri Murwanto Tri Prasetyo Wahyul Amien Syafei Widyati, Dian Ami Yuli Christiyono Yuli Christyono Yuli Syarif Zaka Bil Fiqhi