Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Kemampuan Air Rendaman Limbah Media Jamur Tiram dan Serbuk Gergaji untuk Mengendalikan Penyakit Bercak Cokelat pada Tanaman Tomat Istifadah, Noor; Rohmah, Nanda Dea Nikmatu; Suganda, Tarkus
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.40460

Abstract

Penyakit bercak cokelat yang disebabkan oleh Alternaria solani Sorr. merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman tomat. Limbah jamur konsumsi dan serbuk gergaji merupakan limbah organik yang berpotensi untuk mengendalikan penyakit tanaman. Artikel ini membahas hasil penelitian yang mengevaluasi kemampuan air rendaman limbah jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dan serbuk gergaji kayu albasia (Albizia chinensis ) untuk menghambat pertumbuhan A. solani secara in vitro dan menekan penyakit bercak cokelat pada daun tomat. Percobaan in vitro menggunakan rancangan acak lengkap dengan metoda poisonous food dan perlakuan berupa air rendaman limbah jamur tiram dan serbuk gergaji (steril dan non steril), fungisida (klorotalonil) serta kontrol. Percobaan pada tanaman tomat menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakuan serupa dengan percobaan in vitro, namun tanpa perlakuan air rendaman limbah steril. Hasil percobaan in vitro menunjukkan bahwa air rendaman limbah jamur tiram dan serbuk gergaji non-steril dapat menghambat pertumbuhan A. solani sebesar 69,3%-80,8%. Air rendaman non-steril limbah jamur tiram dan serbuk gergaji juga dapat menekan perkembangan bercak cokelat pada daun tomat sebesar 87,2% dan 62,1%.
Potensi Tiga Jenis Khamir dalam Mengendalikan Penyakit Bercak Cokelat (Alternaria solani Sorr.) pada Tomat Hartati, Sri; Istifadah, Noor; Aoliya, Salwa Rohmatul; Meliansyah, Rika; Mayanti, Tri
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.54374

Abstract

Penyakit bercak cokelat yang disebabkan oleh Alternaria solani Sorr. merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman tomat yang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 86%. Salah satu pengendalian yang dapat dilakukan untuk penyakit tersebut yaitu dengan agens biokontrol berupa khamir. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi tiga spesies khamir dalam menghambat pertumbuhan A. solani secara in vitro dan menekan penyakit bercak cokelat pada tanaman serta buah tomat. Percobaan dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Proteksi Tanaman dan Rumah Kaca Kebun Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Percobaan in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap, sedangkan percobaan in vivo menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan pada pengujian in vitro dan in vivo berupa spesies khamir, terdiri dari Aureobasidium pullulans Dmg 11 DEP, Candida tropicalis Lm 13 BE, Rhodotorula minuta Dmg 16 BEP, fungisida berbahan aktif klorotalonil 75% (untuk pengujian in vivo), dan kontrol. Pengujian in vitro dilaksanakan dengan metode dual culture antara patogen A. solani versus khamir antagonis. Pengujian in vivo dilakukan dengan penyemprotan pada tanaman dan pencelupan buah tomat dalam suspensi sel khamir. Hasil percobaan in vitro menunjukkan bahwa khamir yang diuji dapat menghambat pertumbuhan koloni A. solani sebesar 23,67 % – 40,56%. Uji penekanan penyakit secara in vivo menunjukkan bahwa khamir yang diuji dapat menekan penyakit bercak cokelat sebesar 47,62% – 75,29% pada tanaman tomat dan 49,86% – 62,18% pada buah tomat. Khamir A. pullulans memberikan penekanan tertinggi, baik terhadap pertumbuhan koloni A. solani maupun terhadap penyakit bercak cokelat pada tanaman dan buah tomat.
Application Methods of Compost and Vermicompost for Suppressing Damping off Disease (Rhizoctonia solani) in Tomato Seedling Istifadah, Noor; Baharudin, Aziz; Hartati, Sri
CROPSAVER Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cropsaver.v7i1.55226

Abstract

Damping off caused by Rhizoctonia solani is an important soil-borne disease in tomato nursery. In addition to their role as organic fertilizer, compost and vermicompost are able to suppress plant diseases. Compos and vermicompost can be applied directly or in the form of their soaking water or teas. This study evaluated the abilities of compost, vermicompost, compost tea and vermicompost tea to inhibit R. solani in vitro and suppress damping off disease in tomato seedlings. The in vitro experiment used completely randomized design, while the experiment in tomato seedlings used randomized complete block design. The in vitro experiment examined nonsterile and sterile suspension or teas of compost and vermicompost. The treatments in tomato seedling experiment were compost or vermicompost applied in the growth media (25% v/v), compost or vermicompost tea applied to the tomato seedlings every 3 days or 7 days, and untreated check. The results showed that in the agar media containing suspension of compost or vermicompost nonsterile was dominated by Trichoderma spp. colonies and therefore the growth of R. solani was inhibited by 58.5-60.0%. The sterile preparation of compost, vermicompost and their teas did not inhibit the pathogen. Compost and vermicompost incorporated to the growth media suppressed damping off disease caused by R. solani by 54.2-66.7%. The abilities of compost and vermicompost to suppress the disease and support plant growth were better than their teas. Drenching the seedlings with compost tea every 3 or 7 days suppress damping off disease by 31.0-41.7%. However, vermicompost tea showed disease suppression (27.6-37.1%) only if it was applied every 3 days.
Dragon Fruit (Hylocereus polyrhizus) Cultivation in Pareugreug Hill, Pajagan Village: A Community Service Case Budiarto, Rahmat; Mubarok, Syariful; Kusumiyati; Farida; Sutari, Wawan; Soleh, Mochamad Arief; Nuraini, Anne; Djaya, Luciana; Rasiska, Siska; Istifadah, Noor
Indonesian Journal of Community Services Cel Vol. 4 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Services Cel
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70110/ijcsc.v4i1.86

Abstract

Red-fleshed dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) has gained popularity in Indonesia due to its nutritional value and economic potential. This work was aimed to report the community service about dragon fruit cultivation in Pareugreug Hill, Pajagan Village, Sumedang. The consultation was held during January to February 2025. This study documented the sustainable agricultural practices such as implementation of vegetative propagation, organic fertilization, and natural climbing supports for dragon fruit. At 15 months after planting, 5% of the 400 plants had entered the fruiting stage. However, challenges such as pathogen attacks remain, requiring further research to improve disease management and ensure sustainable cultivation.
Heterologous expression of maize-derived antimicrobial peptide ZmES4 in Escherichia coli for potential plant pathogen control Amien, Suseno; Nurdiana, Dadi; Istifadah, Noor; Wicaksana, Noladhi; Salsabila, Haifanisa
Kultivasi Vol 24, No 1 (2025): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v24i1.62598

Abstract

ZmES4 is a plant-derived antimicrobial peptide (AMP) from maize that shows promise as a biocontrol agent against plant pathogenic organisms. In the context of growing challenges in sustainable agriculture, AMPs like ZmES4 represent innovative alternatives to chemical pesticides. This study focuses on the structural characterization and heterologous expression of the ZmES4 peptide in Escherichia coli (E. coli). The gene encoding ZmES4 was obtained from the maize female gametophyte (NCBI Reference Sequence: NM_001112150.3) and cloned into the pET24d(+) expression vector using NcoI and XhoI restriction sites. Transformation into E. coli BL21 (DE3) cells enabled recombinant expression upon induction with isopropyl β-D-1-thiogalactopyranoside (IPTG). Sodium dodecyl sulfate-polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE) and Bradford assays confirmed the expression of ORF-ZmES4, with protein concentrations ranging from 14.647 to 63.606 mg/mL. The successful expression of ZmES4 in E. coli highlights its potential application as a recombinant AMP for future plant disease management strategies.
Kemampuan Senyawa Volatil Aureobasidium pullulans pada Beberapa Kerapatan Sel dalam Menekan Antraknosa Stroberi Hartati, Sri; Nurjihan, Khansa; Susanto, Agus; Istifadah, Noor; Mayanti, Tri
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.62929

Abstract

Antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum acutatum menjadi salah satu penyakit utama pada buah stroberi. Pemanfaatan senyawa volatil khamir dapat menjadi salah satu alternatif pengendalian penyakit pascapanen yang aman dan ramah lingkungan. Kerapatan sel khamir dapat berpengaruh terhadap keefektifan cara pengendalian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan senyawa volatil khamir Aureobasidium pullulans Dmg 11 DEP pada beberapa kerapatan sel dalam menghambat pertumbuhan C. acutatum dan menekan penyakit antraknosa pada buah stroberi, serta untuk mendapatkan kerapatan sel khamir yang mampu menghasilkan penekanan tertinggi terhadap penyakit antraknosa pada buah stroberi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dilakukan secara in vitro dan in vivo. Perlakuan terdiri atas kerapatan sel khamir A. pullulans Dmg 11 DEP yaitu 106 sel/ml, 107 sel/ml, 108 sel/ml, 109 sel/ml, dan kontrol. Pengujian in vitro dilakukan dengan metode double dishes system pada media PDA. Pengujian in vivo dilakukan pada buah stroberi varietas Mencir dengan menempatkan khamir tanpa kontak fisik dengan buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa volatil khamir A. pullulans Dmg 11 DEP pada beberapa kerapatan sel mampu menghambat pertumbuhan C. acutatum secara in vitro sebesar 34,98% - 42,64% dan mampu menekan penyakit antraknosa pada buah stroberi sebesar 18,27% - 36,46%. Kerapatan sel 108 sel/ml menunjukkan persentase penekanan penyakit antraknosa tertinggi pada buah stroberi.
Melon Cultivation Guidance for Empowering Women in Pajagan Village, Sumedang Regency Budiarto, Rahmat; Sutari, Wawan; Farida; Soleh, Mochamad Arief; Nuraini, Anne; Mubarok, Syariful; Kusumiyati; Rasiska, Siska; Istifadah, Noor; Djaya, Luciana
Indonesian Journal of Community Services Cel Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Services Cel
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70110/ijcsc.v4i2.96

Abstract

Background: As one of popular fruit, melon is potentially to cultivate in homeyard by housewives.Aims: This community service is carried out in July 2025, for empowering women in Pajagan Village, Cisitu District, Sumedang Regency through melon cultivation guidance.Method: Thirty-five participants joined, mostly local women housewives aged 25–50 from the PKK organization, along with 15 students aged 20–22 conducting fieldwork. This work documents the initial stages of home melon cultivation through a participatory approach and provides hands-on experience in melon seedling cultivation.Results: Participants’ enthusiasm and confidence in applying the seeding techniques learned reflect the effectiveness and practicality of the training methods in supporting home-based melon cultivation. This work is hoped to empowers women in managing home gardens, contributing to both economic resilience and household food security.
Sosialisasi dan Praktik Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga untuk Mendukung Budidaya Tanaman Sayuran Secara Ramah Lingkungan Di Desa Cinanjung, Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat Istifadah, Noor; Hartati, Sri
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 2, No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v2i3.65972

Abstract

Budidaya tanaman sayuran di sekitar rumah merupakan salah satu kegiatan yang mendukung ketahanan pangan keluarga. Guna mendukung budidaya sayuran yang ramah lingkungan, sampah organik dari rumah tangga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan kompos dan pupuk cair yang juga dikenal sebagai mikroorganisme lokal (MOL). Salah satu kendala dalam budidaya adalah adanya hama dan penyakit tumbuhan. Bumbu dapur dan juga tanaman sekitar rumah juga dapat dimanfaatkan untuk pestisida nabati. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menyosialisasikan pemanfaatan sampah rumah tangga dan bumbu dapur untuk mendukung budidaya tanaman sayuran secara ramah lingkungan. Khalayak sasaran yaitu kelompok Belian dan kelompok Wanita Tani Malati Asih, Desa Cinanjung, Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain penyuluhan dan praktik mengenai pemanfaatan sampah organik untuk pembuatan kompos dan pupuk cair atau MOL serta aplikasinya dalam mendukung budidaya tanaman sayuran. Selain itu dilakukan pula penyuluhan dan fasilitasi budidaya tanaman secara ramah lingkungan serta praktik pembuatan pestisida nabati. Peningkatan wawasan dan keterampilan yang diberikan telah mendorong peserta untuk menerapkannya guna mendukung budidaya tanaman sayuran di pekarangan. Setelah kegiatan, dilakukan pula pendampingan dan konsultasi baik secara langsung maupun melalui berbagai media komunikasi.
Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Sampah Menjadi Pakan Maggot dan Pupuk Kompos di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Nasahi, Ceppy; Istifadah, Noor
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 1 (2023): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i1.50200

Abstract

Kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk memisahkan dan mengolah sampah menjadi salah satu penyebab sampah bertebaran dimana-mana khususnya di sungai Cibeusi. Hal inilah yang menjadi masalah di Rukun Warga (RW) 05 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Padahal sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi produk-produk yang bermanfaat seperti pakan maggot dan pupuk kompos. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan metode pemaparan materi dan praktik pembuatan pakan maggot dan pupuk kompos oleh peserta/masyarakat. Partisipasi dan dukungan dari Narasumber, masyarakat, dan Ketua Rukun Warga (RW) 05 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang menjadi kunci dari terlaksananya kegiatan sosialisasi. Manfaat dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini antara lain masyarakat dapat mengolah sampah rumah tangga menjadi pakan maggot dan pupuk kompos serta meningkatnya pengetahuan dalam pengelolaan dan pengolahan sampah sehingga dampaknya lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman, produktivitas sampah daur ulang (nilai ekonomis), dan meminimalisir polutan.
The Abilities of Bacillus subtilis and Trichoderma sp. to Suppress Powdery Mildew Disease on Tomato Leaves Istifadah, Noor; Maharani, Febry Aulia Riski
CROPSAVER Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cropsaver.v6i2.49011

Abstract

Powdery mildew caused by Oidium sp. is an important disease on tomatoes cultivated in the greenhouse. Biological control is an environmentally-friendly method for plant disease control. The objective of this study was to examine the abilities of Bacillus subtilis and Trichoderma sp. isolated from compost tea to suppress powdery mildew disease on tomato leaves. The experiments were arranged in randomized complete block design with seven treatments consisting application of B. subtilis, Trichoderma sp., the combination of both microbes, molasses (1%), water and control (untreated leaves). In the first experiment, the treatments were applied on the infected leaves as curative strategy, while in the second experiment the treatments were applied at 7, 4, and 1 day before and every 3 days after pathogen inoculation. The results showed that B. subtilis, Trichoderma sp. or combination of both microbes that were applied in the infected leaves only reduced the disease severity by 29–33%. However, the application of B. subtilis every three days started at 7 days before pathogen inoculation suppressed powdery mildew by 93.7%, whereas combination of B. subtilis and Trichoderma sp. reduced the symptom on inoculated leaves by 85.3%. Spraying tomato leaves with 1% molasses reduced the infection rate and suppressed powdery mildew by 78.6%. Mixing the molasses with Trichoderma sp. suspension (10%, v/v) did not improve the level of suppression. This study showed that application of B. subtilis regularly as preventive measure is very potential for biological control of powdery mildew disease.