Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERAN MUSIK TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK HAMBATAN INTELEKTUAL RINGAN Natasha Tiurma Putri Situmorang; Tuti Tarwiyah Adi Sam; Indina Tarjiah
Jurnal Penelitian Musik Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Musik
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JurnalPenelitianMusik.41.03

Abstract

This study aims to obtain data on the role of music on the cognitive abilities of children with mild intellectual disabilities. Children with mild intellectual disabilities have intellectual characteristics which include: thinking skills that tend to be low, difficulty in paying attention and remembering things. So that they experience obstacles to work on and complete tasks related to mental and intellectual functions, lack of vocabulary, and lack of ability in abstract thinking. Therefore, a special way is needed to train the cognitive abilities of children with mild intellectual disabilities, namely with one type of art that is easier for children to accept and easier to learn, namely music.The research method used in this study is a literature review or the collection of library data obtained from Google Scholar who has a relationship and connection with the identified problem. Research analysis is done by collecting, analyzing and concluding the data obtained. The results of this study are music has an influence and plays an important role in improving the cognitive abilities of children with mild intellectual disabilities. Music can improve children's cognitive abilities with intellectual disabilities such as stimulating children's brain abilities with mild intellectual disabilities, training children's memory or brain memory, increasing brain intelligence, training language skills by remembering, understanding, and mastering vocabulary, influencing social and emotional development, training concentration and focus on children so that they can develop the potential that exists in children with mild intellectual disabilities.
Pengembangan Inclusive Resource Center Berbasis Program SAPA (Skrining Awal dan Pendampingan ABK) di Kelurahan Jatinegara Kaum Septiyani Endang Yunitasari; Asep Supena; Indina Tarjiah; Muhammad Takdir; Neddyana Pahalawaty; Kholifatul Novita Ningsih; Nur Zahra Aqilla Purwanti; Nusaibah Ghoida Ismatulloh
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5313

Abstract

Pendidikan inklusif membutuhkan sistem layanan yang mampu mendukung identifikasi kebutuhan peserta didik secara dini, pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), serta kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Di Kelurahan Jatinegara Kaum, layanan pendidikan inklusif masih menghadapi keterbatasan dalam pelaksanaan skrining awal, kompetensi guru dalam identifikasi dan pendampingan, dokumentasi perkembangan peserta didik, serta komunikasi dengan keluarga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengembangkan Inclusive Resource Center berbasis Program SAPA (Skrining Awal dan Pendampingan ABK) sebagai pusat layanan pendidikan inklusif di SDN Jatinegara Kaum 14 Pagi. Kegiatan menggunakan pendekatan participatory action melalui tahapan analisis kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, implementasi program, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 23 guru kelas dan guru mata pelajaran. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan angket yang mengukur pengetahuan mengenai ABK dan skrining awal, kesiapan melakukan identifikasi dan pendampingan, serta pemahaman pemanfaatan Inclusive Resource Center. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek yang diukur. Pemahaman guru mengenai skrining awal meningkat dari 21,74 persen menjadi 91,30 persen, sedangkan pemahaman mengenai fungsi Inclusive Resource Center meningkat dari 56,52 persen menjadi 91,30 persen. Selain itu, terbentuk Inclusive Resource Center yang dilengkapi instrumen skrining, media pembelajaran adaptif, sistem dokumentasi perkembangan peserta didik, dan fasilitas konsultasi guru dan orang tua. Program SAPA berbasis Inclusive Resource Center dapat memperkuat kapasitas guru dan membangun sistem layanan pendidikan inklusif yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.