Claim Missing Document
Check
Articles

RESPONSE OF ADDITIONAL Moringa oleifera LEAF MEAL IN RATION CONTAINS RICE HULL SUPLEMENTED WITH STARPIG TO PRODUCTION AND EGG PHYSICAL QUALITY OF BALI DUCK Trisnadewi A. A. A. S.; I. B. G. Partama; T. G. B. Yadnya
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 1 (2020): Vol. 23 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.31 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i01.p02

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon pemberian tepung daun kelor (Moringa oleifera) dalamransum mengandung sekam padi disuplementasi Starpig terhadap produksi dan kualitas telur itik bali. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu ransum kontrol (tanpa sekam padi, tepung daun kelor, dan starpig = A), ransum mengandung 10% sekam padi (B), ransum mengandung 10% sekam padi dan tepung daun kelor (C), ransum mengandung 10% sekam padi, tepung daun kelor dan Starpig (D). Setiap perlakuan dengan empat ulangan dan setiap ulangan berisi tiga ekor itik bali betina. Variabel yang diamati adalah produksi dan kualitas telur terdiri atas konsumsi ransum, jumlah telur, hen day production, bobot telur rerata, bobot telur total, dan feed conversion rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan (B) nyata menurunkan jumlah telur dan produksi telur harian daripada pemberian perlakuan A, tetapi pemberian perlakuan C dan D nyata meningkatkan jumlah telur, produksi telur harian, bobot telur rerata, dan bobot telur total dibandingkan dengan pemberian perlakuan kontrol (A). Pemberian perlakuan B dapat meningkatkan konsumsi ransum tetapi pemberian perlakuan C dan D tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum. Pemberian perlakuan D nyata menurunkan FCR telur dibandingkan dengan pemberin perlakuan A. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberiantepung tepung daun kelor (Moringa oleifera) dalam ransum sekam padi disuplementasi dengan Starpig dapat memperbaiki produksi dan kualitas fisik telur itik bali.
RESPON PEMBERIAN DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L), DAUN MENGKUDU (Morindacitrifolia L), DAN DAUN SIRIH (Piper betle L) DALAM RANSUM TERHADAP PENAMPILAN ITIK BALI Trisnadewi A. A. A. S.; T. G. B. Yadnya; A. A. P. P. Wibawa; I M. Mudita
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 2 (2019): Vol. 22 No.2 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.857 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i02.p02

Abstract

The experiment was carried out to study the response of additional leaves of purple sweet potato (Ipomoea batatasL.), noni (Morinda citrifolia L.) and betle (Piper betle L.) in diets on performance of bali duck. The experimentused completely randomized design with four treatments consists of control diet A (diet without leaves), diet B (dietcontaining with purple sweet potato leaf, diet C (diet containing noni leaf), and diet D (diet containing beetle leaf).Each treatment conducted with three replications and each replications consist of five ducks. The variables observedwere feed consumption, antioxidant consumption, body gain, and FCR and of bali ducks. Feed consumption of baliducks in treatment B, C and D were significantly lower, however, the antioxidant consumption significantly higherthan control diet. In contrast, body weight gain in treatments B, C and D increased significantly but decreased FCRcompared to treatment A. The treatments of B, C, and D can increase the carcass weight, and carcass percentagesignificantly. These were offered to bali ducks could increase percentage of meat and bone but significantly decreasefat of carcass including their skin for bali ducks fed with A (control treatment). It can concluded that the leaves ofpurple sweet potato, noni, and betle leaf in diets improved the performance and carcass of bali ducks.
PENAMBAHAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) DALAM RANSUM MENGANDUNG SEKAM PADI DAN STARPIG TERHADAP KARKAS ITIK BALI TRISNADEWI A. A. A. S.; I G. SURANJAYA; I W. WIRAWAN
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 24 No 3 (2021): Vol. 24 No. 3 (2021)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2021.v24.i03.p08

Abstract

The aim of this study was to determine effect of the addition of Moringa oleifera leaf in ration containing rice hull supplemented with starpig on performnace of bali duck. The study used a randomized block design (RBD) with four treatments included control ration (A), 12.5% ration of rice hull (B), 12.5% ration of rice hull and Moringa leaf (C), 12.5% ration of rice hull, Moringa leaf and starpig (D). Each treatment consisted of four replicate and each rep- licate consist of of four female bali ducks aged 36 weeks. The observed variables egg production and feed conversion ratio. The observed variables were performance, production, and carcass quality. From the results of the study it is expected that the addition of Moringa leaf in the ration containing rice hull supplemented with starpig can im- prove the performance, production, and quality of carcass on bali ducks. Treatment B significantly reduced carcass weight, carcass percentage, and meat, while treatment C and D increased significantly carcass weight, carcass per- centage and meat of bali duck compared to treatment A. Bone and fat including skin decreased with treatment B and treatment C and D showed a significant effect compared to treatment A. The conclusion of the research results that the addition of Moringa oleifera leaf in ration contain rice hull supplemented by starpig could improve carcass weight, carcass percentage, and meat percentage, as well as reduced bone and fat percentages including skin.
THE EFFECT OF CONCENTRATED BALANCE WITH UREA-LIME-M OLASSES STRAW ON DIGESTIBILITY, RUMEN METABOLITES AND BLOOD CHEMICAL OF ETAWAH GOAT BREED CAKRA I G. L. O.; A. A. A. S. TRISNADEWI; I W. WIRAWAN
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 3 (2020): Vol. 23 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i03.p08

Abstract

Penelitian untuk mengetahui pengaruh imbangan konsentrat dengan jerami urea kapur dan molasis (JUKM) dalam ransum terhadap kecernaan, kadar metabolit rumen dan kimia darah, telah dilakukan pada kambing peranakan etawah dengan menggunakan rancangan bujur sangkar latin 4 × 4. Perlakuan yang diberikan adalah perlakuan A (JUKM 60% dan konsentrat 40%) perlakuan B (JUKM 50% dan konsentrat 50%), perlakuan C (JUKM 40% dan konsentrat 60%), perlakuan D (JUKM 30% dan konsentrat 70%). Peubah yang diamati adalah konsumsi bahan kering jerami dan konsentrat, koefesien cerna, kadar kimia darah, kadar metabolit dan populasi protozoa rumen. Hasil penelitian ini mendapatkan, penggunaan konsentrat 40-70% dalam ransum JUKM menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata terhadap konsumsi bahan kering, kadar glukosa dan N urea plasma darah. Terjadi peningkatan kecernaan nutrien, kadar trigliserida, total protein dan kolesterol darah seiring dengan meningkatnya tingkat penggunaan konsentrat. Dari hsil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan JUKM sebagai pakan serat dalam ransum ternak kambing sampai pada tingkat penggunaan 60% dari keperluan bahan kering, tidak berpengaruh terhadap konsumsi bahan kering, kadar glukosa dan N urea plasma darah.
STUDY OF OFFERING DIETS CONTAINING RICE HULL, MONOSODIUM GLUTAMAT SUPPLEMENTED WITH EFFECTIVE MICROORGANISMS-4 (EM-4) OF THE CARCASS AND MEAT QUALITY OF THE CAMPBELL DUCKS yadnya T. G. B; I M. Nuriyasa; N. M. S. Sukamawati; A. A. A. S. Trisnadewi
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 22 No 3 (2019): Vol. 22 No.3 (2019)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.421 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2019.v22.i03.p03

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengatahui pemberian ransum dengan sumber serat yang berbeda denganMonosodium Glutamat disuplementasi Effective Microorganisms-4 (EM-4) terhadap karkas dan kualitas dagingitik Campbell. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan empat perlakuan yaitu pemberianransum kontrol (A), ransum dengan 4,54% sekam padi, 3,36% MSG, dan EM-4 (B), Ransum dengan 5,97% sekampadi, 5,94% MSG, dan EM-4 (C), dan ransum dengan 6,94% sekam padi, 6,36% MSG dan EM-4 (D). Setiapperlakuan dengan empat ulangan, dan setiap ulangan berisi empat ekor itik Campbell. Variabel yang diamati adalahbobot karkas, persentase karkas dan kualitas daging termasuk kadar air, daya ikat air, dan pH. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemberian perlakuan B dan C bobot potong masing-masing adalah 18,18% dan 10,38%berpengaruh nyata, sedangkan dengan perlakuan D tidak berpengaruh terhadap bobot karkas dibandingkandengan perlakuan A. Pemberian perlakuan B, C, dan D tidak berpengaruh terhadap persentase karkas. Pemberianperlakuan B, C, dan D dapat meningkatkan persentase daging dan tulang, sedangkan pada persentase lemak karkasterjadi penurunan secara nyata daripada perlakuan A. Penilaian kualitas daging secara obyektif, pada pemberianperlakuan B, C, dan D tidak berpengaruh terhadap pH dan kadar air daging, sedangkan pada daya ikat air terjadipeningkatan berbeda nyata dibandingkan dengan pemberian perlakuan A. Penilaian kualitas daging secaraorganoleptik, pada pemberian perlakuan B, C dan D dapat meningkatkan secara nyata aroma, cita rasa dan tekstur,kecuali pada perlakuan C dan D tidak berpengaruh terhadap cita rasa daripada pemberian perlakuan A. Dari hasilpenelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum dengan 4,94% sekam padi dan 3,36% MSG dan EM-4(perlakuan B) menghasilkan karkas dan kualitas daging yang terbaik diantara perlakuan.
KAJIAN PEMANFAATAN SEKAM PADI YANG DIFERMENTASI EFFECTIVE MICROORGANISM-4 (EM-4) DISUPLEMENTASI DAUN SIRIH (Piper betle L) TERHADAP PERFORMANS DAN KARKAS ITIK BALI UMUR 22 MINGGU Partama I. B. G.; T. G. Belawa Yadnya; A. A. A. S. Trisnadewi; A. A. P. P. Wibawa; I. M. Mudita
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 21 No 3 (2018): Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.786 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2018.v21.i03.p02

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan sekam padi difermentasi larutan EffectiveMicroorganism-4 (EM-4) dalam ransum disuplementasi daun sirih (Piper betle L.) terhadap performans dan karkasitik bali betina, umur 22 minggu. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan yaituransum tanpa sekam padi (A), ransum mengandung 12,50% sekam padi (B), ransum mengandung 12,50 % sekampadi difermentasi EM-4 (C), ransum mengandung 12,50% sekam padi dan daun sirih (D), serta ransum 12,50%sekam padi difermentasi EM-4 dan daun sirih (E). Setiap perlakuan terdiri atas empat ulangan dan setiap ulanganberisi lima ekor ituik bali betina, Variabel yang diamati konsumsi ransum, konsumsi antioksidan ransum, bobotbadan akhir, pertambahan bobot badan, feed conversion ratio dan karkas meliputi bobot potong, bobot karkas danpersentase karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 12,50 % sekam padi difermentasi EM-4 sertadisuplementasi daun sirih tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum(P>0,05), namun dapat menghasilkanbobot badan akhir, pertambahan bobot badan lebih tinggi (P<0,05), serta FCR yang lebih rendah (P<0,05) sertabobot karkas dan persentase karkas yang lebih baik daripada perlakuan yang lainnya. Dapat disimpulkan bahwapemberian sekam padi yang difermentasi EM-4 serta disuplementasi daun sirih dapat memperbaiki performansdan karkas yang lebih baik daripada perlakuan yang lainnya.
THE USE OF RICE HULL FERMENTED IN DIETS SUPPLEMENTED PURPLE SWEET POTATO(IPOMOEA BATATAS L.) LEAVES MEAL ON PERFORMANCE OF 36 WEEKS OF AGE BALI DUCKS SUSILA T. G. O.; T. G. B. YADNYA; A. A. A. S. TRISNADEWI
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 21 No 2 (2018): Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.211 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2018.v21.i02.p01

Abstract

The experiment was carried out to study the effect on fermented rice hull in diets supplemented with purplesweet potato (Ipomoea batatas L.) leaves meal on performance of bali ducks. A completely randomized design withfive treatments such as diet without rice hull (A), diet contaning 10% rice hull (B), diet containing 10% fermentedrice hull (C), ration contaning 9% rice hull and 1% purple sweet potato leaf meal (D), diet containing 9% fermentedrice hull and 1% purple sweet potato leaf meal (E). Each treatment in three replications consists of 5 female ducks.The variables observed were feed consumption, antioxidant capacity, total egg weight and FCR, and total eggs, eggproduction per day, and means of eggs weight. It showed that diet feed consumption of ducks fed E treatment found3.32% lower (P<0,05), total eggs 47,56% higher (P<0,05) compared to A. In addition, E treatment can increasetotal amount of eggs, egg production per day, and 29,16%, 29,15% dan 12,12% means of eggs (P<0,05) compared toA treatment. It can be concluded that ducks fed diets containing fermented rice hull and purple sweet potato leafmeal supplemented can improve efficiency of diets and production of eggs.
THE UTILIZATION OF AMONIATED AND BIOFERMENTED RICE HULL IN DIETS AND SUPPLEMENTED PIPER BEETLE LEAF ON PERFORMANCE OF MALE BALI DUCK IN GROWTH PHASE PARTAMA I. B. G.; T. G. B. YADNYA; A. A. A. S. TRISNADEWI
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 21 No 2 (2018): Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.921 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2018.v21.i02.p02

Abstract

An experiment was carried out to study the effect on the use of amoniated and biofermented rice hull in diets andPiper beele leaf supplemented on performance of male bali ducks in growth phase. A completely randomized design(CRD) was used with five treatments, such as diet without rice hull (A), diets containing 10% rice hull (B), dietscontaining 10% amoniated and biofermented rice hull (C), diets containing 10% rice hull and Piper beetle leaf (D),diets containing 10% amoniated and biofermented rice hull and Piper beetle leaf (E). There were five female duckswith four replications in each treatment. The variables observed were diets consumption, degestible of diets, finalbody weight, body weight gain, and feed convertion ratio (FCR). It showed that 10% amoniated and biofermentedof rice hull fed to the ducks did not give effect to diets consumption (P>0,05). In contrast, feed digestibility, finalbody weight, body weight gain were significantly higher (P<0.05). Moreover, the FCR was lower compared to othertreatments. It can be concluded that amoniated and biofermented of rice hull, supplemented Piper beetle leaf canimprove performance of male bali duck in growth phase compared to other treatments.
THE EFFECT OF RICE HULL WITHOUT AND WITH FERMENTED WHICH SUPLEMENTED WITH BETLE LEAVES IN RATION TO SLAUGHTERING WEIGHT, EXTERNAL NON CARCASS, AND ABDOMINAL FAT OF FEMALE BALI DUCK Bayu Anggara I W.; I. B. G. Partama; A. A. A. S. Trisnadewi
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 23 No 2 (2020): Vol. 23 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2020.v23.i02.p06

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sekam padi tanpa dan dengan fermentasi yang disuplementasi daun sirih (piper betle L) dalam ransum terhadap bobot potong, non karkas eksternal dan lemak abdominal itik bali betina umur 24 minggu. Penelitian dilaksanakan di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati ? Kabupaten Gianyar selama 12 minggu, dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dengan 4 ulangan dan setiap ulangan berisi 4 ekor itik. Adapun perlakuan tersebut adalah: A kontrol (ransum tanpa tambahan sekam padi, sekam padi fermentasi dan daun sirih), B (ransum mengandung 12,5% sekam padi), C (ransum mengandung 12,5% sekam padi fermentasi), D (ransum mengandung 12,5% sekam padi dan 1% daun sirih) dan E (ransum mengandung 12,5% sekam padi fermentasi dan 1% daun sirih). Variabel yang diamati adalah bobot potong, non karkas eksternal dan lemak abdominal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum mengandung 12,5% sekam padi fermentasi dan disuplementasi 1% daun sirih berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot potong, non karkas dan lemak abdominal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian sekam padi tanpa dan dengan fermentasi yang disuplemetasi daun sirih (Piper betle L) dalam ransum dapat meningkatkan bobot potong dan bobot non kerkas eksternal tetapi menurunkan berat lemak abdominal itik bali betina.
GROWTH AND YIELD OF DWARF ELEPHANT GRASS (Pennisetum purpureum cv. Mott) GIVEN SOME DOSAGE OF LIQUID FERTILIZER COMBINATION OF DRAGON FRUIT WASTE AND BIOURINE Rachmanto Effendy; A. A. A. S. Trisnadewi; N. G. K. Roni
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 1 (2021): Pastura Vol. 11 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2021.v11.i01.p05

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil rumput gajah kate (Pennisetum purpureumcv. Mott) yang diberi beberapa dosis pupuk cair kombinasi limbah buah naga dan biourin. Penelitian dilakukandi Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana. Penelitian berlangsungselama 8 minggu, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan lima ulangan sehingga terdapat 30 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah dosis pupuk cair kombinasi limbah buah naga dan biourin yang terdiri atas 0 l ha-1, 2500 l ha-1, 5000 l ha, 10000 l ha-1, 12500 l ha-1. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cair kombinasi limbah buah naga dan biourin dapat meningkatkan variabel pertumbuhan yaitu pada tinggi tanaman, variabel hasil yaitu berat kering batang, berat kering akar, dan berat kering total hijauan, serta variabel karakteristik tumbuh yaitu nisbah berat kering daun dengan berat kering batang dan luas daun per pot. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk cair kombinasi limbah buah naga dan biourin dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott) dan dosis 12500 l ha-1 memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik. Kata kunci: biourin, dosis, limbah buah naga, pupuk cair, rumput gajah kate