Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN DETOKSIFIKASI ASAM SIANIDA PADA KETELA POHON (Manihot esculenta Crantz) MELALUI PEMETIKAN PUCUK BATANG T.G. Belawa Yadnya; A.A.A.S. Trisnadewi
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 7 No 1 (2017): Pastura Vol. 7 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.364 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2017.v07.i01.p04

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengatahui pengaruh pemetikan pucuk batang terhadap detoksifikasi asam sianida pada ketela pohon. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu ketela pohon tanpa dipetik pucuk batang (A), ketela pohon dipetik pucuk batang setiap 2 minggu (B), ketela pohon dipetik pucuk batang setiap 3 minggu (C), dan ketela pohon dipetik pucuk batang setiap 4 minggu. Variabel yang diamati kadar HCN pada daun, isi umbi dan kulit, dan kadar pati pada daun, isi umbi dan kulit ubi ketela pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetikan setiap 2, 3, dan 4 minggu terjadi penurunan kadar HCN secara nyata (P<0,05). Hal yang sama juga terjadi penurunan kadar pati pada pemetikan pucuk batang setiap 2 dan 3 minggu secara nyata (P<0,05), sedangkan pada pemetikan setiap 4 minggu tidak berbeda nyata (P>0,05) dibandingkan dengan ketela pohon yang tidak dipetik pucuk batangnya (kontrol). Dari hasil penetian dapat disimpulkan bahwa pemetikan pucuk batang dapat menurunkan kadar asam sianida dan menurunkan kadar pati, kecuali pada pemetikan setiap 4 minggu tidak berpengaruh terhadap kadar pati ketela pohon. Kata kunci: detoksifikasi asam sianida, kadar HCN, kadar pati, ketela pohon.
KAJIAN PEMBERIAN KULIT UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) TERFERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP NON KARKAS DAN DAGING GIBLET ITIK BALI UMUR 22 MINGGU Riadiantara I W.S.; Yadnya T.G.B.; Trisnadewi A.A.A.S.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kulit ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) terfermentasi dalam ransum terhadap non karkas dan daging giblet itik bali umur 22 minggu. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar selama 10 minggu. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu perlakuan A: ransum tanpa kulit ubi jalar ungu sebagai kontrol., B: ransum 10% kulit ubi jalar ungu tanpa fermentasi., C: ransum 10% kulit ubi jalar ungu terfermentasi., D: ransum 20% kulit ubi jalar ungu tanpa fermentasi dan E: ransum 20% kulit ubi jalar ungu terfermentasi, masing – masing perlakuan terdiri atas tiga ulangan dan setiap ulangan menggunakan lima ekor itik bali umur 12 minggu dengan rata – rata bobot awal berkisar 866,6 ± 67,06 gram. Variabel yang diamati bobot potong, bobot non karkas, persentase non karkas dan daging giblet meliputi bobot hati, jantung, empedal dan daging giblet serta persentase hati, jantung, empedal dan daging giblet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ransum yang mengandung 10% dan 20% kulit ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) terfermentasi dan tanpa fermentasi secara statistik berbeda tidak  nyata terhadap bobot potong, bobot non karkas, dan persentase non karkas dibandingkan dengan pemberian perlakuan kontrol (A). Secara satatistik pemberian perlakuan C, D dan E dapat meningkatkan bobot hati dan daging giblet, serta daging empedal dapat ditingkatkan dengan pemberian perlakuan E, namun pemberian perlakuan B menunjukkan berbeda tidak nyata dibandingkan dengan kontrol (A).  Pada pemberian perlakuan B, C, D dan E tidak berpengaruh terhadap persentase hati, jantung, empedal dan daging giblet, kecuali pada perlakuan D berpengaruh terhadap persentase hati. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian 10% dan 20% kulit ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) tanpa terfermentasi  atau terfermentasi tidak berpengaruh  terhadap bobot non karkas tetapi berpengaruh terhadap daging giblet, kecuali pada pemberian 10% kulit ubi jalar ungu tanpa fermentasi (B).
Kecernaan In Vitro dan Produk Fermentasi dari Silase Jerami Padi yang Dibuat dengan Penambahan Cairan Rumen Saputra I K. T. A.; A. A. A. S Trisnadewi; I G. L. O. Cakra
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.506 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kecernaan in vitro dan produk fermentasi dari pembuatan silase jerami padi dengan penambahan cairan rumen.Pembuatan silase dilakukan di Desa Sidemen, Kabupaten Karangasem, dan analisis silase dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama enam (6) bulan, dari bulan Juni 2018 sampai dengan Desember 2018. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan A (jerami padi tanpa cairan rumen), perlakuan B (jerami padi+ 50 ml cairan rumen steril/kg jerami), perlakuan C (jerami padi + 25 ml cairan rumen segar/kg jerami + 25 ml cairan rumen steril/kg jerami), dan perlakuan D (jerami padi + 50 ml cairan rumen segar/kg jerami). Variabel yang diamati adalah kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, pH, NH3 (Amonia), dan VFA (volatile fatty acid).Hasil penelitian menunjukkan setiap variabel kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, NH3, dan VFA pada perlakuan A, B, C, dan D berbeda nyata (P<0,05), sedangkan untuk nilai pH tidak berbeda nyata (P>0,05). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan cairan rumen pada pembuatan silase jerami padi meningkatkan kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, NH3 (amonia), VFA, dan tidak mempengaruhi nilai pH. Kata kunci: silase jerami padi, cairan rumen, kecernaan in vitro, prodak fermentasi
NERACA ENERGI KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG HIJAUAN DENGAN LEVEL KONSENTRAT BERBEDA Wibawa IM.S.P; Suryani N.N; Sri Trisnadewi A.A.A
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.327 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui neraca energi kambing peranakan etawah (PE) yang diberi ransum mengandung hijauan dengan level konsentrat berbeda. Penelitian dilaksanakan di Teaching Farm Fakultas Peternakan, Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran. Penelitian menggunakan kambing PE jantan yang berjumlah sembilan ekor dengan berat rata rata ±15 kg. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga perlakuan ransum dengan tiga kelompok berat badan kambing sebagai ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah :  A : 15% rumput gajah + 20% jerami padi + 25% gamal + 10% kaliandra + 30% konsentrat, B : 30% rumput gajah + 30% gamal + 40% konsentrat, dan C : 20% rumput gajah + 20% gamal + 60% konsentrat. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumsi energi pada perlakuan C tidak nyata (P>0,05) daripada perlakuan A, namun konsumsi energi pada kambing perlakuan B nyata (P<0,05) lebih rendah daripada perlakuan A. Energi feses pada perlakuan B 446,27 kkal/h dan A 416,12  kkal/h masing-masing lebih tinggi daripada perlakuan C 465,14 kkal/h, akan tetapi secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Energi tercerna tidak menunjukan perbedaan yang nyata(P>0,05) diantara semua perlakuan. Energi urin perlakuan A 49,32 kkal/h dan B 35,77 kkal/h lebih rendah daripada kambing yang mendapatkan perlakuan C 62,37 kkal/h dan secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Energi metan perlakuan B 106,42 kkal/h dan C 124,55 kkal/h lebih rendah daripada kambing yang mendapatkan perlakuan A 130,90 kkal/h dan secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Energi termetabolis perlakuan B 741,79 kkal/h dan C 904,82 kkal/h lebih rendah daripada kambing yang mendapatkan perlakuan A 1039,90 kkal/h dan secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum dengan hijauan beragam dengan level konsentrat yang berbeda dapat memberikan pengaruh terhadap konsumsi energi, tetapi terhadap energi feses, energi urin, energi tercerna, energi metan dan energi termetabolis tidak memberikan pengaruh.
KANDUNGAN NUTRIEN SILASE JERAMI JAGUNG YANG DIFERMENTASI INOKULUM BAKTERI LIGNOSELULOLITIK Karo E. K.; I M. Mudita; A. A. A. S. Trisnadewi
Jurnal Peternakan Tropika Vol 9 No 2 (2021): Vol. 9 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrien silase jerami jagung yang difermentasi menggunakan inokulum bakteri lignoselulolitik. Penelitian dilaksanakan dari September sampai Oktober 2020 bertempat di Farm Sesetan dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan yaitu: jerami jagung difermentasi tanpa inokulum bakteri lignoselulolitik sebagai kontrol (JP0), jerami jagung difermentasi inokulum Bacillus substilis BR4LG (JP1), jerami jagung difermentasi inokulum Bacillus substilis BR2CL (JP2), jerami jagung difermentasi inokulum Aneurinibacillus sp. BT4LS (JP3), jerami jagung difermentasi inokulum Bacillus sp. BT3CL (JP4), jerami jagung difermentasi inokulum Bacillus sp. BT8XY (JP5). Masing-masing perlakuan memiliki 4 ulangan. Variabel yang diamati yaitu, bahan kering (BK), bahan organik (BO), protein kasar (PK), serat kasar (SK), lemak kasar (LK) dan abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan inokulum bakteri lignoselulolitik mampu meningkatan (P<0,05) kandungan protein kasar, lemak kasar dan bahan anorganik/abu serta menurunkan (P<0,05) kandungan serat kasar silase jerami jagung, namun tidak mempengaruhi kandungan bahan kering dan bahan organik (P>0,05). Penggunaan inokulum bakteri Aneurinibacillus sp. BT4LS (JP3) menghasilkan silase dengan bahan protein kasar tertinggi (P<0,05) sedangkan Penggunaan inokulum bakteri Bacillus substilis BR2CL (JP2) menghasilkan silase dengan serat kasar terendah (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan inokulum bakteri lignoselulolitik mampu meningkatkan kandungan nutrien khususnya protein kasar, lemak kasar, dan abu, serta menurunkan kandungan serat kasar dari silase jerami jagung. Kata kunci: inokulum bakteri lignoselulolitik, jerami jagung, kandungan nutrien, silase
RESPON RUMPUT LOKAL PADA PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK UREA Rifais A.; A. A. A. S. Trisnadewi; I W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 2 (2018): May - August 2018
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.384 KB)

Abstract

This study aimed to obtain information the response of grass Leersia hexandra Sw, Heteropogon contortus, and Chloris barbata at various dosage of urea and its interactions. This research was conducted at greenhouse in Sading Village, Mengwi Sub-district, Badung Regency, Bali. The study lasted for 10 weeks, using completely randomized design (CDR) split plot pattern consists of three main plot grass of Leersia hexandra sw, Heteropogon contortus, and Chloris barbata, then four subplots / subplots consist of urea fertilizer various dosages of 0 kg/ha (D0), 50 kg/ha (D1), 100 kg/ha (D2) and 150 kg/ha (D3) so there are 12 treatment combinations repeated four time so that there where 48 unit experiment. Variables observed were growth, production and characteristics plants. Results of the research significant interaction between the grass kind and fertilizer dosage to leaf area variable. HD3 treatment combination gives the highest while LD0 treatment combination gives the lowest of growth and production of local grass and urea fertilizer dosage. Showed kind of local grass significantly effect to leaf of number, tiller of number, leaf dry weight, stem dry weight, all forage dry weight, all forage dry wight with root dry weight and leaf area. The provision of urea fertilizer was significant effect to all variables except for plant height, root dry weight and dry weight of leaf ratio with stems ratio.Based on the result of research it can be concluded that there was local grass Heteropogon contortusgive the best result compared to the type off grass Leersia hexandra Sw and Chloris barbatain fertilazition urea. Urea fertilizer dosage 150 kg/ha give the best response of local grass. There was a significant interaction between the grass type and the fertilizer dosage leaf area. Keywords: local grass, urea, dosage, growth, production
APLIKASI BERBAGAI JENIS SLURRY DAN TINGKAT KADAR AIR TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL HIJAUAN Stylosanthes guianensis Suwartama I K.; A. A. A. S. Trisnadewi; M. A. P. Duarsa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.166 KB)

Abstract

The researchhas been to know the effect of various types of slurry and different soil water content and interaction to the growth and yield of Stylosanthes guianensis for 10 weeks at glass house research station of Animal Husbandry Faculty, Udayana University. Randomize block design was used in this experiment with split plot pattern. The main plot was type of slurry (cattle slurry, pig slurry and cattle bio-slurry) and the sub plot was soil water content {100% field capacity (FC) 85% FC, 70% FC, and 55%FC)}, therefore were 12 treatment combinations Per each unit of treatment repeated 3 times. Variables observed were plant height increase, number of leave increase, number of stern increase, dry weight of leaves, stem, root and total of forage, dry weight of leaves and stem ratio, dry weight of total forage and root, and leaves area. Results of the experiment showed that does not significantly interaction between type of slurry with high moisture content of the soil. To factors that type of slurry was not significantly different except on number of stern increase. Soil water content was not significantly different except on the increase of plant height, stem and total forage dry weight and dry weight of leaves and stem ratio. Based on the variables of the experiment, it could be concluded does not interaction between type of slurry and soil water content at all variables. That types of slurry was not significantly different, however cattle bio-slurry tend to give the highest result. Soil water content until 55% FC gave no affect both in growth and yield of Stylosanthes guianensis. Keywords: type of slurry, soil wter content, growth, Stylosanthes guianensis
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT BENGGALA (Panicum maximum cv Trichoglume) PADA BERBAGAI JENIS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK WIDANA G. A. A; G. K. RONI; A. A. A. S. TRISNADEWI
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 2 (2015): E-Journal Peternakan Tropika Vol 3 No 2
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.585 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan dosis pupuk organik yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi rumput benggala, dilaksanakan di Rumah Kaca Laboratorium Tumbuhan Pakan Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 3 bulan, menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah jenis pupuk organik (sapi, ayam+sapi, kambing+sapi) dan faktor kedua adalah dosis pupuk ( 10, 20, dan 30 ton/ha), sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak empat (4) kali sehingga terdapat 48 unit perobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan jenis dan dosis pupuk organik berpengaruh nyata terhadap jumlah dan berat kering bunga. Jenis pupuk berpengaruh nyata terhadap jumlah bunga, berat kering daun, berat kering batang, berat kering bunga, dan berat kering tajuk, sedangkan dosis pupuk berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah anakan, jumlah bunga, berat kering daun, berat kering batang, berat kering bunga, berat kering tajuk, dan luas daun per pot. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa interaksi antara perlakuan jenis dan dosis pupuk organik berpengaruh nyata terhadap jumlah dan berat kering bunga, jenis pupuk organik sapi dan ayam+sapi dapat menghasilkan pertumbuhan dan produksi rumput benggala yang lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk organik kambing+sapi. Semua dosis pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan, produksi dan karakteristik rumput benggala dan pada jenis pupuk  ayam+sapi cenderung optimal pada dosis 20 ton/ha.
KUALITAS KIMIA SILASE JERAMI PADI YANG DISUPLEMENTASI DAUN GAMAL DAN KALIANDRA Arta I W. M.; I G. L. O. Cakra; A. A. A. S. Trisnadewi
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 3 (2020): Vol. 8 No. 3 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to determine the chemical quality of rice straw silage supplemented with gliricidia and calliandra leaves. The study used a completely randomized design (CRD), consisting of four (4) treatments and each treatment was repeated five (5) times. The treatments given were: P0 (90% rice straw + 5% molasses + 5% polar), P1 (60% rice straw + 30% gamal leaves + 5% molasses + 5% polar), P2 (60% rice straw + 15 % gamal leaves + 15% calliandra leaves + 5% molasses + 5% polar) and P3 (60% rice straw + 30% calliandra leaves + 5% molasses + 5% polar). The variables observed in the study were chemical quality, namely: dry matter content, water content, organic matter, ash content, crude protein, crude fiber, gross energy, crude fat, TDN and BETN. Chemical quality of P1 treatment is 94,667% dry matter, 5,333% water content, 84,934% organic matter, 15,066 ash content, 17,759% crude protein, 23,355% crude fiber, 3,800 Kcal/g gross energy, 5,726% crude fat, 31,832% TDN and 32,761% BETN. The chemical quality of P2 treatment is 95.692% dry matter, 4.308% water content, 87.625% organic matter, 12.3755 ash content, 14.277% crude protein, 21.196% crude fiber, 4.041 Kcal/g gross energy, 4.989% crude fat, 35.757% TDN and 42.854% BETN. The chemical quality of P3 treatment is 96,644% dry matter, 3,356% water content, 87,353% organic matter, 12,647% ash content, 15,102 crude proyein, 22,029 crude fiber, 4,011 Kcal/g gross energy, 3,735 crude fat, 32,519a TDN and 43,131 BETN. Based on the research results, it can be concluded that gliricidia and calliandra leaf supplementation can improve the chemical quality of rice straw silage. Keywords: rice straw, chemical quality silage, supplementation, gliricidia leaves, calliandra leaves
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KELOR (moringa oleifera Lam.) YANG DIBERI BEBERAPA DOSIS PUPUK FOSFAT DAN DITANAM PADA BERBAGAI JENIS TANAH Kusnaedi I K.; A. A. A. S. Trisnadewi; I W. Suarna
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 3 (2019): Issue 7 No. 3 - 2019
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.974 KB) | DOI: 10.24843/ejpt.2019.v07.i03.p07

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman kelor (Moringa oleifera Lam.) yang ditanam pada berbagai jenis tanah dan dipupuk dengan beberapa dosis pupuk fosfat. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan di Rumah Kaca, Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola tersarang. Faktor pertama adalah jenis tanah, terdiri atas: tanah mediteran, tanah latosol, dan tanah regosol dan faktor kedua adalah dosis pupuk fosfat (TSP), terdiri atas: P0 = kontrol, P50 = 50 kg/ha, dan P100 = 100 kg/ha. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, hasil dan karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman kelor (Moringa oleifera Lam.) yang ditanam pada berbagai jenis tanah secara statistik menunjukkan hasil yang berbeda nyata, namun berbeda tidak nyata terhadap panjang akar. Pemberian beberapa dosis pupuk fosfat menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata pada seluruh variabel pertumbuhan. Variabel hasil menunjukkan hasil berbeda nyata, namun berbeda tidak nyata pada pemberian beberapa dosis pupuk fosfat. Karakteristik tumbuh menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata, namun berbeda nyata terhadap variabel nisbah berat kering daun dengan berat kering akar, nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar dan luas daun. Pemberian beberapa dosis pupuk fosfat menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata. Dapat disimpulkan penanaman tanaman kelor memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik pada tanah regosol dan latosol dibandingkan pada tanah mediteran. Pemberian dosis pupuk fosfat 50 kg/ha dan 100 kg/ha belum memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kelor. Kata kunci: pertumbuhan dan hasil, tanaman kelor, jenis tanah, dosis pupuk fosfat