Articles
SOSIALISASI “PENGURANGAN RESIKO BENCANA” DI KECAMATAN TEMPURSARI KABUPATEN LUMAJANG SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN MITIGASI BENCANA
Akhmad Jufriadi;
Hena Dian Ayu;
Akhmad Afandi;
M Rahman;
Raehanayati Raehanayati;
Sandy Vikki Ariyanto;
Ika Karlina Laila Nur Suciningtyas
Erudio Journal of Educational Innovation Vol 1, No 1 (2012): ERUDIO (JOURNAL OF EDUCATIONAL INNOVATION)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (74.822 KB)
Usaha dalam melakukan Pengurangan terhadap resiko bencana belum dilakukan secara optimal. Rendahnya perhatian terhadap pengurangan resiko bencana, pengetahuan, inovasi, pendidikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap budaya keselamatan dan ketahanan pada semua lapisan. Dalam hal ini sosialisasi pengurangan resiko bencana di Kecamatan Tempursari salah satu upaya untuk memberikan pendidikan langsung secara informal kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan informasi tentang pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pengurangan resiko bencana. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan sebagai bagian masyarakat dijadikan sebagai sumber data. Penggalian data dilakukan dengan wawancara, diskusi dan kuestioner. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan perhitungan persentase dan dimaknai secara kualitatif dengan melakukan reduksi dan kategori data, sehingga dapat dipahami secara komprehensif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa 1) Pemahaman masyarakat tentang kebencanaan relatif cukup baik dinilai dari aspek sensitivitas dalam merespon bencana, cara merefleksi bencana, kesadaran untuk mengurangi bencana dan tindakan menghindari yang dilakukan saat terjadi bencana. 2) Pemahaman tentang pendidikan mitigasi bencana relatif sudah ada. 3) Pendekatan pengetahuan kebencanaan merupakan modal penting bagi pendidikan mitigasi bencana relatif sudah dimiliki oleh masyarakat. 4) Pelaksanaan sosialisasi pengurangan resiko bencana dinilai baik sebagai upaya pendidikan mitigasi bencana.
Interactive E-module Based on H-Guided Inquiry: Optimize the ICT Skills and Learning Achievements
Nur Rohmah Utami;
Akhmad Jufriadi;
Hena Dian Ayu
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2020): October 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/bipf.v8i3.8604
This study aimed to optimize the ICT skills and the learning achievement of the students on the subject of the regular circular motion through the development of the interactive e-module that is based on the Hybrid Guided Inquiry with good criteria. As a result, it could be utilized to help the learning process in class. The learning and development model used was the ADDIE model that stood for Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation to generate the interactive e-module that could be utilized in the learning process based on the expert’s assessment. The final result of the e-module development revealed that it was included in a good category with the content eligibility score was 3.58, and the language eligibility score was 3.4. Meanwhile, the percentage of the ideals score of the interactive module was 87.1%. The result of the small-scale assessment on the 26 of students was 3.32 within the “good” category. The N-gain score that was utilized as the proving suggestions of the ICT skill optimization was 0.85 that was included into ”high” category, and 0.61 for the achievement optimization of the students that were categorized into “medium” category after being given the treatment. In this way, the interactive e-module that is based on Hybrid Guided Inquiry on the subject of the regular circular motion was feasible to be utilized as the learning media in class. It was also effective to ease the learning process in optimizing the ICT skills and the learning achievements of the students.
The Just In Time Teaching: The Effect on Student Learning Achievements Viewed from Learning Motivation
Alvina Barikhlana;
Sholikhan Sholikhan;
Hena Dian Ayu;
Akhmad Jufriadi
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/bipf.v7i2.6402
The purpose of this study is to determine the effect of Just In Time Teaching using schoology and learning motivation on students learning achievement. This research was conducted in Malang Middle School. The type of research is quantitative with quasi-experimental research design. The population of this study is VIII grade students; the sample of this study is class C and D each number bout 32 students. The sample was selected using a purposive sampling technique. Data collection techniques are collected by learning achievement tests and learning motivation observation sheets. Data analysis used by two-way ANOVA analysis. The results of the study indicate that; 1) There are differences in Physics learning achievement between students who learn in using the Schoology-based on Just In Time Teaching and students who learn in using conventional learning, 2) There are differences in Physics learning achievement between students who have high learning motivation and motivated students low learning, 3) There is no interaction effect using school-based on Just In Time Teaching with learning motivation towards learning achievement. It can be concluded that Just in Time Teaching can be one solution to increase student learning achievement. Students who learn with the Schoology-based on Just In Time Teaching and students who have high motivation can improve students learning achievement.
APPLICATION OF THE DISCOVERY LEARNING MODEL TO IMPROVE CRITICAL THINKING ABILITY IN VIBRATION AND WAVE MATERIALS
Oliviana Monik Boi;
Nurul Ain;
Akhmad Jufriadi
Journal of Teaching and Learning Physics Vol 7, No 1 (2022): Journal of Teaching and Learning Physics (Februari 2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/jotalp.v7i1.16384
The aims of this study are (1) to determine the quality of the application of discovery learning learning models in improving students' critical thinking skills on vibration and waves, (2) whether the application of discovery learning models can improve students' critical thinking skills on vibrations and waves. This type of research is Classroom Action Research with a research design using the Lewin model. The subjects of this study were students of class VIII.2 SMP Nahdlatul Ulama, totaling 30 students. Data on the implementation of learning was obtained from the observation sheet on the implementation of learning, while the data on critical thinking skills was obtained from a multiple-choice test with reasoned. The results showed that, (1) The application of the discovery learning learning model can improve students' critical thinking skills in students' science learning, this can be seen from the results of the observation analysis of the implementation of the discovery learning learning model cycle I and cycle II which experienced a good increase of 18, 07%, that is from 62.93% to 81%. (2) There is an increase in critical thinking skills by applying the discovery learning learning model in terms of aspects, namely critical thinking indicators, namely the first cycle of 65% and the second cycle of 77% with an increase of 12%. Based on the results of the study, it can be concluded that by applying the discovery learning model, it can improve students' critical thinking skills in science learning with good improvement.
PENGEMBANGAN MODUL IPA FISIKA BERBASIS ASESMEN AUTENTIK UNTUK SISWA SMP/MTs. KELAS VII
Ana Lailatul Fitriyah;
Akhmad Jufriadi;
Hestiningtyas Yuli Pratiwi
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 1 No. 2 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21067/jtst.v1i2.3428
Diberlakukanya kurikulum 2013, menyebabkan terjadinya pergeseran penilaian dari penilaian tes yang hanya mengukur kompetensi pengetahuan menuju penilaian autentik yang mengukur aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di sekolah di Kabupaten Malang, didapatkan bahwa dalam mengevaluasi pembelajatan IPA guru masih kesulitan melaksanakan penilaian autentik secara utuh. Sehingga aspek afektif dan psikomotorik belum terlaksana secara maksimal. Hal ini dikarenakan belum tersedianya bahan ajar atau modul yang memberikan contoh lengkap untuk melaksanakan penilaian autentik. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa modul IPA Fisika berbasis asesmen autentik untuk siswa SMP/MTs kelas VII yang teruji kelayakannya untuk pegangan guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kegiatan autentik. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan memanfaatkan modifikasi dari langkah-langkah penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Borg & Gall. Modul IPA Fisika dinyatakan sangat layak dengan rerata persentase oleh ahli materi sebesar 87% dan ahli media sebesar 85%. Hasil respon siswa dan guru terhadap modul IPA Fisika berbasis asesmen autentik secara keseluruhan dinyatakan sangat baik dengan rerata persentase sebesar 90,28% untuk siswa dan kriteria baik sebesar 77,78 % untuk guru.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS PEER TUTORIAL
Albertus Pati Molan;
Akhmad Jufriadi;
Hestiningtyas Yuli Pratiwi
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 1 No. 4 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21067/jtst.v1i4.4118
Berdasarkan observasi yang dilakukan, motivasi belajar siswa masih sangat rendah sehingga prestasi belajar yang diperoleh siswa SMP Negeri 23 Malang Tahun Ajaran 20 16/2017, pada mata pelajaran IPA menjadi sangat rendah pula. Rata-rata ketuntasan berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 68.51. Sedangkan nilai KKM maka yang dipakai di SMP Negeri 23 Malang adalah 75. Dilihat dan persyaratan ketuntasan tersebut siswa yang mencapai KKM untuk kelas VIII 3 hanya 13 siswa dan 33 siswa atau 37,17%. Dengan demikian peneliti akan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis peer tutorial untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 23 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VIII 3 SMP Negeni 23 Malang dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis peer tutorial subyek penelitian mi adalah siswa kelas VIII 3 SMP Negeni 23 Malang yang berjumlah 35 siswa. Penelitian mi menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua sikius dengan tahapan-tahapan: (1) perencanaan, (2) pelaksanaaan, (3) observasi, (4) refleksi. Hasil penelitian keterlaksanaan pembelajaran pada sikius I adalah 78,35% berada pada kategori baik dan pada sikius II adalah 93,75% berada pada kategori sangat baik. Sedangkan untuk presentase motivasi belajar siswa path sikius I adalah 65,38% berada pada kategori cukup baik dan pada siklus I adalah 82.04% berada pada kategori baik. Dan presentase prestasi belajar siswa path siklus I adalah 65,71% dengan kategori cukup baik, dan pada siklus II meningkat menjadi 85,51% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penelitian model pembelajaran inquiri terbimbing berberbasis peer tutorial dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa.
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN PROBLEM SOLVING TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA
Elisabeth Tai;
Akhmad Jufriadi;
Hestiningtyas Yuli Pratiwi
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 1 No. 4 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21067/jtst.v1i4.4120
Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah (1) Mengetahui perbedaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dibandingkan dengan model pembelajaran Problem Solving dalam pencapaian prestasi belajar fisika. (2) Mengetahui efektifitas penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Problem Solving terhadap prestasi belajar fisika. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan posttest-only control design yang terdiri dari dua variable bebas dan satu variable terikat. Variable bebas adalah perbedaan model pembelajaran Problem Based Learning dan model pembelajaran Problem Solving sedangkan variable terikat adalah prestasi belajar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X salah satu SMK Negeri di kota Malang. Penelitian ini menggunakan simple random sampling. Setelah dilakukan random dihasilkan kelas X MM-2 sebagai kelas eksperimen (28 siswa) dan kelas X MM-3 sebagai kelas control (32 siswa). Kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sedangkan kelas control dengan Problem Solving. Data dikumpulkan dengan soal posttest. Data posttest dianalisis dengan menggunakan statistic ANOVA dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata post-test kelas eksperimen Problem Based Learning sebesar 78,75 dan kelas kontrol Problem Solving sebesar 72. Selisih nilai rata-rata post-test antara kedua kelas tesebut adalah 6,75. Selain itu uji hipotesis dengan ANOVA hasil yang diperoleh signifikansi sebesar 0,003 < 0,05 yang berarti ditolak karena sig. < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan pada mata pelajaran Fisika yang pembelajarannya menggunakan model Problem Based Learning dengan pembelajarannya yang menggunakan model Problem Solving dan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving.
IMPLEMENTASI MODEL INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR
Odilla Fransiska Manehat;
Akhmad Jufriadi;
Hestiningtyas Yuli Pratiwi
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 2 No. 2 (2020): Juni
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21067/jtst.v2i2.4716
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas XI MIPA salah satu SMAK di kota Malang dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan mind mapping subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 yang berjumlah 33 siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus dengan tahapan-tahapan: (1) perencanaan, (2) pelaksanaaan, (3) observasi, (4) refleksi. Hasil penelitian keterlaksanaan pembelajaran pada siklus I adalah 63.87% berada pada kategori cukup baik dan pada siklus II adalah 86.19% berada pada kategori baik. Sedangkan untuk presentase motivasi belajar siswa pada siklus I adalah 75.31% berada pada kategori baik dan pada siklus II adalah 89.37% berada pada kategori baik. Dan presentase prestasi belajar siswa pada siklus I adalah 69.69% dengan kategori cukup baik, dan pada siklus II meningkat menjadi 87.87% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penelitian model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan mind mapping dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa XI MIPA 1 SMAK Frateran Malang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA FISIKA SISWA KELAS VIII A SMPN 17 MALANG
Oktavianus Ama Kii;
Akhmad Jufriadi;
Kurriawan Budi Pranata
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 3 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21067/jtst.v3i1.5154
Abstrak. Dalam dunia pendidikan, siswa merupakan elemen penting yang menjadi sasaran utama dari perbaikan mutu pendidikan, sehingga menjadi kewajiban sekolah untuk menyiapkan siswa agar memperoleh prestasi belajarnya secara maksimal. Tujuan penelitian yaitu untuk membuktikan penggunaan model inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap meningkatnya motivasi dan prestasi belajar IPA Fisika. Pelaksanaan penelitian berpedoman pada jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dirancang berdasarkan model berbentuk spiral oleh Kemmis dan Mc. Teggart. Sasaran utama penelitian adalah siswa kelas VIII A SMPN 17 Malang dengan komposisi (17 laki-laki dan 16 perempuan) dari total 33 orang siswa dengan latar belakang pendidikan yang heterogen. Alat pengumpulan bahan penelitian berupa lembar soal kompetensi dan lembar observasi motivasi belajar. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan tindakan mengindikasikan adanya peningkatan pembelajaran, baik dari aspek motivasi belajar sebesar (86,39%) maupun aspek aspek prestasi belajar sebesar (80,61%).
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATERI GERAK LURUS
Susanti Maryeni Putri Ledi;
Sholikhan;
Akhmad Jufriadi
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 3 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21067/jtst.v3i2.5932
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) mengetahui kualitas keterlaksanaan model pembelajaran Inkuiri terbimbing dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa (2) mengetahui adanya peningkatan motivasi belajar siswa dengan model pembelajaran Inkuiri terbimbing (3) mengetahui adanya peningkatan prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran Inkuiri terbimbing. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di MTs Bahrul Ulum Jatisari Tajinan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Peniliaian motivasi belajar siswa dilakukan melalui observasi sedangkan untuk prestasi belajar siswa dilakukan melalui test. Data yang diperoleh akan di gunakan untuk mengetahui presentase setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran pada siklus I sebesar 69,64 % sedangkan pada siklus II sebesar 94,64 %. Motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 70,58 % sedangkan pada siklus II sebesar 95,69 %. Sedangkan nilai rata-rata prestasi belajar siklus I adalah sebesar 63 dan siklus II sebesar 79, dengan tingkat keberhasilan belajar pada siklus I sebesar 41,67 % sedangkan pada siklus II sebesar 83,33 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa.