Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Media Pembelajaran E-Modul Fisika Berbasis STEAM Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kusuma Wardani, Silvi; Jufriadi, Akhmad; Kurniawati, Maris
RAINSTEK: Jurnal Terapan Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 3 (2023): September
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v5i3.9447

Abstract

Penelitian ini dilakakun karena kurangnya media pembelajaran pada sebuah sekolah sehingga kurang bisa mengembangkan potensi berpikir kritisnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan e - modul fisika berbasis STEAM dalam meningkatkan berpikir kritis siswa dengan materi bunyi, menguji kelayakan e - modul fisika berbasis STEAM untuk meningkatkan berpikir kritis siswa dengan materi bunyi serta menguji kelayakan e - modul fisika berbasis STEAM untuk meningkatkan berpikir kritis siswa. E- Modul yang dikembangkan yaitu materi bunyi kelas VIII. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari tahap define, design, develop, dan disseminate. Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan menganalisis respon siswa terhadap e-modul dalam pembelajaran serta angket guru mengenai efektivitas penggunaan e-modul berbasis STEAM pada pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis validasi dari para ahli mendapatkan hasil cukup baik, berdasarkan uji efektivitas mendapatkan skor presentase sebesar 58,26% yang memiliki arti cukup efektif. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa pengembangan e-modul berbasis STEAM untuk meningkatkan ketrampilan berpikir kritis pada pokok bahasan bunyi dapat diimplemetasikan dalam pembelajaran
Maximizing Problem-Solving Abilities through Hybrid Problem-Based Learning with Formative Assessment Jufriadi, Akhmad; Ayu, Hena Dian; Kumalasari, Tutut; Kusumawati, Astrini Dewi; Alatas, Fathiah; Budiyono, Agus
Journal of Teaching and Learning Physics Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Teaching and Learning Physics (September 2024)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jotalp.v9i2.34395

Abstract

Problem-solving is one of the abilities students must master when learning physics. Teachers must try to find solutions to improve their students' problem-solving abilities. This research aims to explore students' problem-solving abilities regarding work and energy concepts and determine improvements and differences in students' problem-solving abilities regarding work and energy material by applying the Hybrid Problem-Based Learning model with formative assessments. This research method uses a mixed-method approach with an embedded experimental design. The research sample consisted of 35 high school students. Qualitative and quantitative data were analyzed simultaneously. Qualitative data was analyzed using open coding and generalization, while quantitative data was analyzed using the n-gain score test. The results of the quantitative analysis show that students' problem-solving abilities increased from an average of 38.74 to 80.65. Calculating the n-gain value obtained a score of 0.68, which indicates that hybrid problem-based learning with formative assessment effectively improves students' problem-solving abilities regarding the concepts of work and energy. The results of the qualitative analysis revealed students' difficulties in solving problems. Some of the challenges found include 1) students needing help translating test items into graphic representation, 2) students needing help determining the specific application of physics, and 3) some students still needing help carrying out mathematical procedures. Teachers can use the findings of this research as a basis for designing and planning learning in the classroom to improve student's problem-solving abilities
Guided Inquiry with Formative Assessment to Reduce Naive Impetus in Learning Newton’s First Law Jufriadi, Akhmad; Ayu, Hena Dian; Huda, Choirul; Pratama, Ogi Danika
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 10 No 2 (2025): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v10i1.28135

Abstract

This study investigates common misconceptions among students regarding Newton's First Law, specifically their naive impetus, a term used to describe incorrect or incomplete understandings of force. These misconceptions can significantly hinder students' comprehension of key physics concepts. The research explores the various beliefs that contribute to students' naive impetus and examines how their understanding changes before and after the implementation of guided inquiry learning combined with formative assessment. A mixed-methods approach was employed, integrating both quantitative and qualitative data from 30 high school students. The findings revealed four primary misconceptions: the notion of impetus in circular motion, the concept of impetus generated by pulling, the idea of the loss of impetus, and the belief that impetus fades over time. An additional misconception related to the influence of centrifugal force in circular motion was also identified. Following the intervention, students' misconceptions about naive impetus decreased from 76.7% to 33.4%. These results suggest that formative assessments can significantly enhance students' understanding of Newton's laws, particularly in reducing naive impetus and improving academic achievement. The study demonstrates that guided inquiry, combined with formative assessment, is an effective tool for improving students' conceptual understanding. Future research should explore students' misconceptions regarding Newton's Second and Third Laws and examine their relationship with the First Law.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ranah Kognitif IPA Siswa di SMP Kristen Karuni Bora, Fandi; Sundaygara, Chandra; Jufriadi, Akhmad
RAINSTEK: Jurnal Terapan Sains dan Teknologi Vol. 7 No. 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v7i3.13219

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kognitif siswa pada mata pelajaran IPA, yang salah satunya dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang masih berfokus pada peran guru. Kondisi tersebut membuat siswa kurang memiliki kesempatan untuk aktif dalam proses belajar, sehingga perkembangan kemampuan berpikir mereka belum berkembang secara optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar kognitif siswa melalui penerapan model pembelajaran Inkuiri. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas yang berlangsung dalam dua tahap. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pelaksanaan pembelajaran serta penilaian terhadap hasil belajar kognitif siswa. Setiap tahap penelitian mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan model Inkuiri terbimbing mampu meningkatkan keaktifan siswa selama proses pembelajaran dan memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan kognitif mereka.
Revitalisasi Taman Baca untuk Meningkatkan Literasi Masyarakat Akhmad Jufriadi; Hena Dian Ayu; Nurul Ain; Solikhan Solikhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan literasi masyarakat RT. 09 RW. 06 Kelurahan Karang Besuki dengan merevitalisasi Taman baca. Revatilasi dilakukan dengan pendekatan Focus Group Discussion, brain storming dan pemberian beberapa bantuan sarana prasarana. Salah satu permasalahan yang dihadapi Taman Baca RT. 09 RW. 06 Kelurahan Karang Besuki adalah masih sedikitnya jumlah buku yang tersedia di Taman baca, ruang Taman baca kurang nyaman dan tidak memadai, keterampilan pengurus Taman baca masih kurang terutama dalam manajemen buku, dan minimnya kunjungan dari masyarakat. Berdasarkan permasalahan tersebut maka solusi yang dapat dilaksanakan dan target luarannya adalah sebagai berikut: memberikan bantuan pengadaan buku teks pelajaran dan luarannya adalah tersedianya buku-buku teks diseluruh Taman baca, perancangan sarana promosi untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat dengan membuat pengumuman ke masyarakat dan adanya kegiatan private gratis disetiap Taman baca, memberikan bimbingan dan pendampingan secara intensif dan berkala terhadap pengurus Taman baca mulai dari proses pengelolaan Taman baca, pelayanan Taman baca, dan pengembangan sistem Taman baca sehingga pengurus Taman baca mengalami peningkatan kapasitas dalam bidang pengelolaan dan pelayanan serta terbangunnya pelayanan prima.
Program Open Laboratory Fisika untuk Mendukung Pembelajaran Praktikum di Sekolah Menengah Nurul Ain; Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Muhammad Sayyadi; Akhmad Jufriadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jdimas.v3i2.13810

Abstract

The limited physics laboratory facilities and infrastructure in high schools remains a major obstacle to meaningful physics learning. Trimurti High School is one of the schools that does not yet have a physics laboratory, so the learning process tends to be conducted through lectures and minimal practical activities. This community service activity aims to provide a practical-based learning experience through an open physics laboratory program involving lecturers and students. The practicals implemented include the formation of images on convex and concave lenses, the use of a simple microscope, and experiments with straight-line motion. The community service method is carried out through the stages of planning, implementation of the practical, and evaluation of the activity. The results of the activity showed a very enthusiastic response from teachers and students, increased learning motivation, and a better understanding of physics concepts through direct experience. This open laboratory activity is expected to be an alternative solution for schools with limited laboratory facilities and encourage the implementation of more contextual and active physics learning.
PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY DENGAN PENILAIAN FORMATIF DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG SISTEM PENCERNAAN MANUSIA Pratama, Nanda; Akhmad Jufriadi; Qomariyah, Qomariyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46870

Abstract

The low level of students’ understanding of the Human Digestive System material in IPAS learning motivated this study. The use of Augmented Reality (AR) as a learning medium was selected as an alternative to help students understand concepts in a more concrete and engaging way. This study aims to improve students’ understanding through the implementation of AR in learning the human digestive system at the elementary school level. This research employed Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this study were 22 fifth-grade students. Data were collected through pre-tests, post-tests, observations, and documentation.The results showed an improvement in students’ understanding after the implementation of AR. The average score increased from 39,95 in the pre-test to 66,13 in Cycle I and further improved to 88,09 in Cycle II. These findings indicate that the use of AR media is effective in enhancing students’ understanding of the human digestive system in IPAS learning at the elementary school level.Keywords: Augmented Reality, Learning Outcomes, Human Digestive System, IPAS (Integrated Science), Elementary School. ABSTRAKRendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi Sistem Pencernaan Manusia pada pembelajaran IPAS melatarbelakangi penelitian ini. Pemanfaatan media pembelajaran Augmented Reality (AR) dipilih sebagai alternatif untuk membantu siswa memahami konsep yang lebih konkret dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui penerapan AR pada materi sistem pencernaan pada manusia di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan Tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 22 Siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pretest, post-test, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa setelah penggunaan AR. Nilai rata-rata siswa sebelum tindakan sebesar 39,95 meningkat pada siklus I menjadi 66,13 dan kembali meningkat pada siklus II menjadi 84,09. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media AR efektif dalam membantu siswa memahami materi sistem pencernaan manusia pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Kata Kunci: Augmented Reality, hasil belajar, Sistem Pencernaan Manusia, IPAS, sekolah dasar.
Transformation of Critical Thinking in Environmental Education: Integration of Project-Based Learning and Technology Hena Dian Ayu; Akhmad Jufriadi; Hestiningtyas Yuli Pratiwi
Online Learning In Educational Research (OLER) Vol. 5 No. 1 (2025): Online Learning in Educational Research
Publisher : CV FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/oler.v5i1.598

Abstract

Critical thinking is essential in environmental education, helping students address ecological and sustainability challenges. However, current learning models often lack a structured framework for developing critical thinking in environmental science courses. The advancement of digital technology offers both opportunities and challenges. This research aims to develop critical thinking dimensions for environmental science courses using a project-based learning (PjBL) approach, integrated with digital technology (AI-assisted data analysis, GIS for mapping, and cloud-based tools for collaboration). The Delphi method was used to create critical thinking indicators, involving 15 experts from various fields. Data was collected via interviews, Focus Group Discussions (FGD), and a Likert scale-based validation questionnaire. Results show that the developed dimensions Inference, Clarifying and Interpretation, Analyze and Evaluate Arguments, and Explanation met validity and reliability criteria through Rasch analysis and Confirmatory Factor Analysis (CFA). Technology integration in PjBL enhances data-driven analysis and predictive modeling but may reduce critical reflection due to AI reliance. A hybrid learning approach is recommended to balance hands-on interaction with technology use. This study contributes to designing more effective strategies for improving students' critical thinking skills in environmental education
Pemecahan Masalah Gelombang Bunyi dan Cahaya melalui Problem Based Learning Terintegrasi Pembelajaran TaRL (Teaching at The Right Level) Firda Ulya Nur Rosyidah; Akhmad Jufriadi; Firda Ulya Nur Rosyidah; Akhmad Jufriadi; Mokhammad Ikhsan Muhibudin
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i62023p463-472

Abstract

Penyelesaian masalah gelombang bunyi dan cahaya memerlukan kemampuan yang harus dilatih dengan kontinyu. Pemecahan masalah merupakan salah satu keterampilan yang penting di abad ke-21. Upaya dalam meingkatkan kemampuan tersut yaitu melalui pembelajaran. Pembelajaran yang efektif dilaksanakan berdasarkan kebutuhan belajar. Upaya memenuhi kebutuhan belajar dengan karakteristik peserta didik yang berbeda beda yaitu dengan cara pembelajaran yang sesuai atau TeaRL. Salah satu penerapan TaRL yaitu dengan pembelajaran berdiferensiasi. Paper ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah pada siswa SMA terkait materi gelombang bunyi dan cahaya. Indikator keterampilan pemecahan masalah yang dikembangkan oleh Doctor dan Heller yaitu visualisasi/deskripsi masalah, pendekatan fisika, prosedur matematika, dan kesimpulan logis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain plan, do dan see. Subjek penelitian sebanyak 36 peserta didik. Implementasi pembelajaran berdiferensiasi memberi dampak perubahan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan kategori tinggi. Pada penelitian selanjutnya sebaiknya pembelajaran berdiferensiasi diterapkan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan adanya motivasi belajar, kemampuan apapun akan mudah dilatihkan.
Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik SMA Fitriatus Sabrina; Akhmad Jufriadi; Hena Dian Ayu; Hari Budianto; Fitriatus Sabrina; Akhmad Jufriadi; Hena Dian Ayu; Hari Budianto
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i82023p662-671

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the implementation of problem-based learning model to improve student learning outcomes in class X-6 at SMAN 2 Pare. The research conducted was a type of classroom action research (PTK) which was conducted during the second cycle. PTK has stages including: planning, implementing actions, observation, evaluation, and reflection. Data collection techniques obtained through tests. The tests carried out function to find out the learning outcomes of students on global warming material, the greenhouse effect sub-material and activities and solutions related to global warming. The test technique used in this study is the test at the end of learning in both cycles I and II. The data collection instrument in this research was in the form of a cognitive aspect test where this test was in the form of multiple choice questions. The analysis technique used is qualitative analysis techniques related to learning outcomes. Based on the results of the research, the data obtained in the pre-cycle obtained the results of the class average score of 50 and classical learning mastery of 13.89 percent, cycle I obtained the average value of 73 and classical learning mastery of 44.44 percent, and cycle II the class average score was 87 and the classical learning mastery was 94.44 percent. From these data it can be seen that the learning outcomes of students have increased in each cycle. In this research cycle III was not carried out, this was because the classical learning mastery score obtained in cycle II was greater than equal to 75 percent, which was 94.44 percent. From these results it can be concluded that the implementation of problem-based learning models can improve student learning outcomes. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X-6 di SMAN 2 Pare. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan selama II siklus. PTK ini memiliki tahapan diantaranya: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, serta refleksi. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui tes. Tes yang dilakukan berfungsi untuk mengetahui hasil belajar peserta didik pada materi pemanasan global sub materi efek rumah kaca dan aktivitas serta solusi terkait dengan pemanasan global. Teknik tes yang digunakan pada penelitian ini yakni tes diakhir pembelajaran baik pada siklus I maupun II. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini berupa tes aspek kognitif dimana tes ini berupa soal pilihan ganda. Teknik analisis yang digunakan yakni teknik analisis kualitatif terkait dengan hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data pada pra siklus didapatkan hasil nilai rata-rata kelas yakni 50 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 13,89 persen, siklus I didapatkan hasil nilai rata-rata yakni 73 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 44,44 persen, serta siklus II didapatkan hasil nilai rata-rata kelas yakni 87 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 94,44 persen. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan pada setiap siklus. Dalam penelitian ini siklus III tidak dilakukan, hal ini dikarenakan nilai ketuntasan belajar klasikal yang didapatkan pada siklus II lebih dari sama dengan 75 persen yakni sebesar 94,44 persen. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Co-Authors Achmad Jufriadi Adi Susilo Agus Budiyono Agus Budiyono Agus Budiyono Akhmad Afandi Albertus Pati Molan Alvina Barikhlana Amel, Bernadeta Ana Lailatul Fitriyah Arin Wildani B. Heri Purwanto Boi, Oliviana Monik Bora, Fandi Choirul Huda Choirul Huda Dina Asmaul Chusniyah Dwi Wahyuningsih, Dwi Elisabeth Tai Endarko Endarko Fathiah Alatas Fatma, Ayun Faidah Firda Ulya Nur Rosyidah Firda Ulya Nur Rosyidah Fitriatus Sabrina Fitriatus Sabrina Hari Budianto Hari Budianto Hena Dian Ayu Henni Anggraini Hestiningtyas Yuli Pratiwi Ika Karlina Laila Nur Suciningtyas Jaya, Paskalina Kingkin Pindialesta Kumalasari, Tutut Kurriawan Budi Pranata Kurriawan Budi Pranata, Kurriawan Budi Kusuma Wardani, Silvi Kusumawati, Astrini Dewi Luh Sukariasih Lukas Hali Betan M Rahman Maris Kurniawati Maryanto - Moh Ahsan Mokhammad Ikhsan Muhibudi Mokhammad Ikhsan Muhibudi Mokhammad Ikhsan Muhibudin Mufaricha Ulia Anjani Muhammad Hendrasto Muhammad Nur Hudha Muthmainnah, Melania Suweni Muntini NANDA PRATAMA Nur Rohmah Utami Nurul Ain Nurul Ain, Nurul Odilla Fransiska Manehat Ogi Danika Pranata Oktavianus Ama Ki’i Oliviana Monik Boi Open, Rogasianus Subangweu Paskalina Jaya Putri Festiana Purwanti Putri Festiana Purwanti QOMARIYAH Qomariyah Qomariyah Qomariyah Raehanayati Raehanayati Ratri Andinisari Rika Tri Intan Lestari Sagita, Ulfa Sandy Vikki Ariyanto Sayyadi, Muhammad Sentot Kusairi Shofitri Zuhannisa’ Shofitri Zuhannisa’ Sholikhan Sholikhan Sholikhan Solikhan Solikhan Sudi Dul Aji Sunaryono Sunaryono Sunaryono Sundaygara, Chandra Susanti Maryeni Putri Ledi Sutopo Sutopo Sutopo Sutopo Tiu, Natalia Vemita Arielia Wignyo Winarko Wignyo Winarko Winarko, Wignyo Winda Agustina Rahayu Wunga, Daud Rudiman