Claim Missing Document
Check
Articles

The Effectiveness of Hybrid Guided Inquiry for Optimizing HOTS and Communication Skills in Circular Motion Concepts Akhmad Jufriadi; Winda Agustina Rahayu; Hena Dian Ayu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i2.4134

Abstract

This research was conducted to analyze the effectiveness of Hybrid Guided Inquiry on HOTS and students' communication skills in Circular Motion material. The method used in this research is quantitative research with a quasi-experimental. 10th-grade students of MIPA in SMA Negeri 1 Malang were used as the observed population; the samples taken were students 10 MIPA 2 and 10 MIPA 4. The MANOVA test is a technique used to test hypotheses and then analyze the effectiveness of H-GI in optimizing HOTS and students' communication skills. Analysis of the results of this study found that the HOTS score for the experimental class was 78.4 while for the control class was 71.1. Meanwhile, the communication skills results between the experimental class and the control class were 78 for the experimental class and 72 for the control class. Thus, H-GI is effective in optimizing HOTS and communication skills of students compared to direct learning, which uses PBL. The research results could be the basis for making learning more effective in physics material, especially the Circular Motion concepts.
ANALISIS KETERAMPILAN ABAD 21 MELALUI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA Akhmad Jufriadi; Choirul Huda; Sudi Dul Aji; Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Hena Dian Ayu
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i1.2482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang telah dikembangkan berdasar kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dan efeknya terhadapketerampilan abad 21 mahasiswa. Penelitian ini menerapkan rancangan penelitian mixed method, yang melibatkan seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Datakuantitatif dikumpulkan dari data pengisian angket sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil deep interview yang dilakukan selama pelaksanaan kegiatan pembelajaran di luar kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka telah mampu meningkatkan keterampilan komunikasi siswa, kreativitas siswa, berpikir kritis, dan peningkatan keterampilan kolaborasi siswa. Dari tiga bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus yang telah diterapkan, Kuliah Kerja Nyata Tematik merupakan bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus palingefektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus lainnya yaitu Asistensi Mengajar dan Kampus Mengajar efektif meningkatkan kreativitas dan berpikir kritis. Peningkatan keterampilan abad 21, dapat dilakukan dengan mengikutsertakan mahasiswa pada dua bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus dengan karakteristik lingkungan belajar berbeda.
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Dan Prestasi Belajar IPA Lukas Hali Betan; Kurriawan Budi Pranata; Akhmad Jufriadi
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 4 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v4i1.6315

Abstract

Tujuan penelitian untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan prestasi belajar IPA siswa kelas VIII SMP PGRI 6 Malang melalui model pembelajaran Discovery Learning. Peneliti memakai metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan dilaksanakan dalam dua siklus. Merujuk pada hasil analisis penelitian, keterlaksanaan/pembelajaran siklus/I adalah 75% dan memiliki kualifikasi baik sedangkan siklus II adalah 84,89% berkualifikasi baik. Dari persentase keterampilan proses sains siswa siklus I adalah 73% berkualifikasi cukup baik dan siklus II adalah 83% berkualifikasi baik. Model pembelajaran Discovery Learning mampu mendongkrak prestasi belajar IPA terlihat pada perbandingan rata-rata prestasi belajar pra siklus sebesar 66,89% dengan kualifikasi cukup baik, mengalami peningkatan disiklus I menjadi 70,81% yang berkualifikasi cukup baik, pada siklus II senilai 73,11% yang berkualifikasi cukup baik. Pada ketuntasan belajar, prestasi belajar pra siklus adalah 48,65% memiliki kualifikasi kurang baik, siklus I adalah 62,16% berkualifikasi cukup baik sedangkan siklus II meningkat menjadi 81,08% yang berkualifikasi baik. Merujuk pada hasil penelitian ini, maka bisa disimpulkan bahwa penelitian Model pembelajaran Discovery Learninag mampuh meningkatkan keterampilan proses sains dan presrasi belajar IPA siswa SMP PGRI 6 Malang
Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Produk Keripik Talas dan Singkong pada Kelompok Industri Rumah Tangga Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Hena Dian Ayu; Wignyo Winarko; Akhmad Jufriadi
IMPOWERMENT SOCIETY Vol 1 No 02 (2018): Agustus
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30741/eps.v1i02.303

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kripik umbi singkong dan umbi talas melalui alih tekhnologi dan pelatihan management produksi hingga pemasaran. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menggunakan demostrasi, ploting dan evaluasi ketercapain Program Kemitraan Masyarakat (PKM) kepada mitra yaitu kelompok industri rumah tangga. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa alih tekhnologi berupa penggunaan perajang otomatis mampu menghemat tenaga, waktu dan selisih umbi rajang yang dihasilkan yaitu 35 kg/jam. Penggunaan spinner peniris minyak mampu meniriskan tiga kali lipat dibanding menggunakan peniris tradisional. Secara umum dapat disimpulkan bahwa program pengabdian ini mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi keripik, sehingga omset mitra pengabdian dapat meningkat.
WEBTOON-BASED PHYSICS E-MODULE AS ALTERNATIVE MEDIA TO IMPROVE STUDENT'S CRITICAL THINKING ABILITY ON OPTICAL EQUIPMENT MATERIALS Hena Dian Ayu; Paskalina Jaya; Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Akhmad Jufriadi
Journal of Teaching and Learning Physics Vol 7, No 2 (2022): Journal of Teaching and Learning Physics (Agustus 2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jotalp.v7i2.17827

Abstract

This research focuses on developing and analyzing the qualifications, effectiveness, and reactions of e-module users on optical devices to improve critical thinking skills. The advantage of this e-module is that it contains material descriptions, videos, webtoons, and evaluation questions that can be accessed online. The research method uses research and development of the ADDIE model, with five stages: investigating student needs, designing learning media using pixton.com, canva.com, and the Flip PDF Professional application, and developing e-modules that are validated by media expert validators and material, amounting to two people. , product implementation to users, and evaluation of e-modules by teachers and students. Indicators of critical thinking skills tested include interpreting, analyzing, evaluating, and inferring skills. The feasibility of the e-module turned out to be valid by experts in the media and material obtained from the validation questionnaire. The results of the effectiveness of the e-module in improving critical thinking skills showed that the effectiveness was tested on 26 class X SMK students and user responses, namely teachers and students, were very positive.
Terapi Disabilitas Anak Berkebutuhan Khusus Pendidikan Anak Usia Dini dengan Eksperimen Berbasis Sains Hena Dian Ayu; Henni Anggraini; Akhmad Jufriadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 3, No 2 (2023): Abdira, April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v3i2.333

Abstract

This community service program aims to provide knowledge and prepare people with disabilities to have cognitive and social provisions and independence. The implementation method of this service program is by transferring technology and knowledge, through workshops, mentoring, monitoring and socializing books and demonstrating science experimental therapy. Monitoring and evaluation will also be carried out to find out the feedback and achievements of this activity. The method of this program is to use science experiment-based therapy with the concept of my environment is my experimental space.  The results of this program have proven to have an impact on improving the social and motor skills of partners. With experimentation, there will be social communication between the companion and the disability of ECE (Early Childhood Education)) crew so that the transfer of strengthening their social abilities and character can also be well established. Science experiments can be an easy, practical, precise and fun solution for them.
Pemecahan Masalah Gelombang Bunyi dan Cahaya melalui Problem Based Learning Terintegrasi Pembelajaran TaRL (Teaching at The Right Level) Firda Ulya Nur Rosyidah; Akhmad Jufriadi; Mokhammad Ikhsan Muhibudin
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i62023p463-472

Abstract

Penyelesaian masalah gelombang bunyi dan cahaya memerlukan kemampuan yang harus dilatih dengan kontinyu. Pemecahan masalah merupakan salah satu keterampilan yang penting di abad ke-21. Upaya dalam meingkatkan kemampuan tersut yaitu melalui pembelajaran. Pembelajaran yang efektif dilaksanakan berdasarkan kebutuhan belajar. Upaya memenuhi kebutuhan belajar dengan karakteristik peserta didik yang berbeda beda yaitu dengan cara pembelajaran yang sesuai atau TeaRL. Salah satu penerapan TaRL yaitu dengan pembelajaran berdiferensiasi. Paper ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah pada siswa SMA terkait materi gelombang bunyi dan cahaya. Indikator keterampilan pemecahan masalah yang dikembangkan oleh Doctor dan Heller yaitu visualisasi/deskripsi masalah, pendekatan fisika, prosedur matematika, dan kesimpulan logis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain plan, do dan see. Subjek penelitian sebanyak 36 peserta didik. Implementasi pembelajaran berdiferensiasi memberi dampak perubahan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan kategori tinggi. Pada penelitian selanjutnya sebaiknya pembelajaran berdiferensiasi diterapkan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan adanya motivasi belajar, kemampuan apapun akan mudah dilatihkan.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantu Video untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Materi Pemanasan Global Shofitri Zuhannisa’; Achmad Jufriadi; Hari Budianto
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i62023p473-483

Abstract

Abstract: This study aims to see whether the Problem Based Learning (PBL) learning model using video assistance as a learning media can improve students' critical thinking skills in class X with global warming material at SMAN 2 Pare. This study used the Classroom Action Research (CAR) method using the Kemmis and Taggart spiral scheme models which is conducted in two cycles where each cycle consisted of 4 stages, planning, action, observation and reflection. Data collection was carried out by the test method. Data analysis techniques in this study used quantitative data analysis. The results of the study show that the application of Problem Based Learning (PBL) with video can improve students' critical thinking skills. This can be proven by the acquisition of an average critical thinking indicator score, which initially in cycle 1 was only 71 percent in the good category, increasing in cycle 2 to 83 percent in the very good category. Judging from the learning completeness of students, students' critical thinking skills also increased from cycle 1 by 81 percent to 94 percent in cycle 2. The percentage of students' classical learning completeness from cycle 1 to cycle 2 increased by 13 percent. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan menggunakan bantuan video sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi pemanasan global kelas X di SMAN 2 Pare. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model skema spiral Kemmis dan Taggart yang dilakukan dalam dua siklus dimana setiap siklusnya terdiri yang terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan ata dilakukan dengan metode tes. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dengan bantuan video dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan nilai rata-rata indikator berpikir kritis yang awalnya pada siklus 1 hanya sebesar 71 persen dengan kategori baik meningkat pada siklus 2 menjadi 83 persen dengan kategori sangat baik. Dilihat dari ketuntasan belajar peserta didik, kemampuan berpikir kritis peserta didik juga meningkat dari dari siklus 1 sebesar 81 persen meningkat menjadi 94 persen pada siklus 2. Persentase Ketuntasan belajar klasikal peserta didik dari siklus 1 ke siklus 2 tersebut meningkat sebesar 13 persen.
Pemanfaatan Model Problem Based Learning dalam Upaya Melatih Penguasaan Konsep dan Keaktifan Siswa Materi Gelombang Bunyi dan Cahaya Putri Festiana Purwanti; Achmad Jufriadi; Hena Dian Ayu; Mokhammad Ikhsan Muhibudi
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to enhance the students' comprehension and engagement on the Sound Waves and Light Waves, using the Problem-based Learning (PBL) method combined with the learning style-integrated worksheet. This research applies Classroom Action Reaearch (CAR) as the method, in line with Kemmis and Mc Taggart in two cycles in which are planning, action I, observing I, reflecting I, planning, action II, observing II, and reflecting II. The subject of this study are 35 students, 13 male and 22 female. The data were obtained by using observation, two tiers test, and documentation. The result shows as follows: 1) The students' physics comprehension increases. The average percentage of the students comprehension from the cycle I and cycle II are 84.1 percent and 84.3 percent, the misconception are 11.3 percent and 11.6 percent, while the incomprehensive are 4.4 percent and 4.1 percent. The students' comprehension development are picturized in the Comprehend category, where they have obtained 84 percent (more than the minimum criteria 80.2). The students' engagement from cycle I and cycle II are 83.9 percent (very active) and 91.8 percent (very active). This shows that there is the increase of the students' comprehension and engagement. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan konsep dan keaktifan siswa materi gelombang bunyi dan cahaya, dengan menggunakan model PBL dan lkpd terintegrasi gaya belajar. Jenis penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang mengikuti model Kemmis dan Mc Taggart dalam dua siklus dengan tahap perencanann awal, pelaksanaan I. Pengamatan I, refleksi I, perencanaan hasil refleksi, pelaksanaan II, pengamatan II dan refleksi II. Subjek penelitian sebanyak 35 siswa terdiri 13 laki-laki dan 22 perempuan. Pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, tes pilihan ganda beralasan (two tiers), dan dokumentasi. Hasil pelaksanaan tindakan pembelajaran fisika dengan model PBL berbantuan lkpd terintegrasi gaya belajar bahwa: 1) Penguasaan konsep fisika siswa mengalami meningkat. Persentaseata-rata penguasaan konsep fisika siswa dengan pembelajaran PBL dari siklus I dan siklus II kategori paham berturut- turut adalah 84,1 persen dan 84,3 persen, kategori miskonsepsi berturut-turut adalah 11,3 persen dan 11,6 dan kategori tidak paham sebesar 4,4 persen dan 4,1 persen. Penguasaan konsep siswa mengalami peningkatan ditunjukkan pada kategori paham dimana mencapai 84 persen sudah diatas nilai minimum 80. 2) Persentase kekatifan siswa pada siklus I s.d. siklus II berturut-turut 83,9 persen (sangat aktif) dan 91,8 persen (sangat aktif). Hasil ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan penguasaan konsep dan keaktifan saat siklus I dan II.
Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik SMA Fitriatus Sabrina; Akhmad Jufriadi; Hena Dian Ayu; Hari Budianto
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the implementation of problem-based learning model to improve student learning outcomes in class X-6 at SMAN 2 Pare. The research conducted was a type of classroom action research (PTK) which was conducted during the second cycle. PTK has stages including: planning, implementing actions, observation, evaluation, and reflection. Data collection techniques obtained through tests. The tests carried out function to find out the learning outcomes of students on global warming material, the greenhouse effect sub-material and activities and solutions related to global warming. The test technique used in this study is the test at the end of learning in both cycles I and II. The data collection instrument in this research was in the form of a cognitive aspect test where this test was in the form of multiple choice questions. The analysis technique used is qualitative analysis techniques related to learning outcomes. Based on the results of the research, the data obtained in the pre-cycle obtained the results of the class average score of 50 and classical learning mastery of 13.89 percent, cycle I obtained the average value of 73 and classical learning mastery of 44.44 percent, and cycle II the class average score was 87 and the classical learning mastery was 94.44 percent. From these data it can be seen that the learning outcomes of students have increased in each cycle. In this research cycle III was not carried out, this was because the classical learning mastery score obtained in cycle II was greater than equal to 75 percent, which was 94.44 percent. From these results it can be concluded that the implementation of problem-based learning models can improve student learning outcomes. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X-6 di SMAN 2 Pare. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan selama II siklus. PTK ini memiliki tahapan diantaranya: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, serta refleksi. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui tes. Tes yang dilakukan berfungsi untuk mengetahui hasil belajar peserta didik pada materi pemanasan global sub materi efek rumah kaca dan aktivitas serta solusi terkait dengan pemanasan global. Teknik tes yang digunakan pada penelitian ini yakni tes diakhir pembelajaran baik pada siklus I maupun II. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini berupa tes aspek kognitif dimana tes ini berupa soal pilihan ganda. Teknik analisis yang digunakan yakni teknik analisis kualitatif terkait dengan hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data pada pra siklus didapatkan hasil nilai rata-rata kelas yakni 50 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 13,89 persen, siklus I didapatkan hasil nilai rata-rata yakni 73 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 44,44 persen, serta siklus II didapatkan hasil nilai rata-rata kelas yakni 87 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 94,44 persen. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan pada setiap siklus. Dalam penelitian ini siklus III tidak dilakukan, hal ini dikarenakan nilai ketuntasan belajar klasikal yang didapatkan pada siklus II lebih dari sama dengan 75 persen yakni sebesar 94,44 persen. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.