Claim Missing Document
Check
Articles

Exploration of Sound Wave Concept in the Making and Playing of Yogyakarta Gamelan: STEM Learning Approach Lestari, Rika Tri Intan; Aji, Sudi Dul; Jufriadi, Akhmad
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 9, No 3 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v9i3.15638

Abstract

This study explores the concept of sound waves in the making and playing of Yogyakarta gamelan through a STEM (science, technology, engineering, and mathematics) learning approach, addressing the urgent need for scientific documentation amid the declining sustainability of this cultural heritage. Using a descriptive qualitative method with a case study design, the research examines the material composition, forging techniques, and acoustic properties of gamelan, incorporating insights from four experienced gamelan craftsmen and a gamelan practitioner (wiyaga) in Yogyakarta. Findings reveal that the optimal bronze composition (a 77:23 copper-tin ratio) and traditional manufacturing processes significantly influence sound characteristics, such as sustain, harmonic richness, and tonal depth, aligning with principles of material physics (Young's modulus, density, and damping coefficient) and vibration mechanics. Despite practitioners' reliance on empirical knowledge, their techniques demonstrate an implicit understanding of STEM concepts, particularly in tuning and sound optimization. However, a disconnect remains between scientific terminology and traditional practice, highlighting the need for culturally sensitive STEM integration in gamelan education. The study concludes that a holistic STEM approach can bridge scientific and cultural perspectives, supporting both the preservation of Yogyakarta gamelan and innovative educational models. Recommendations include STEM-based training for artisans and further research on alternative materials while preserving traditional sound aesthetics.
Revitalisasi Taman Baca untuk Meningkatkan Literasi Masyarakat Akhmad Jufriadi; Hena Dian Ayu; Nurul Ain; Solikhan Solikhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan literasi masyarakat RT. 09 RW. 06 Kelurahan Karang Besuki dengan merevitalisasi Taman baca. Revatilasi dilakukan dengan pendekatan Focus Group Discussion, brain storming dan pemberian beberapa bantuan sarana prasarana. Salah satu permasalahan yang dihadapi Taman Baca RT. 09 RW. 06 Kelurahan Karang Besuki adalah masih sedikitnya jumlah buku yang tersedia di Taman baca, ruang Taman baca kurang nyaman dan tidak memadai, keterampilan pengurus Taman baca masih kurang terutama dalam manajemen buku, dan minimnya kunjungan dari masyarakat. Berdasarkan permasalahan tersebut maka solusi yang dapat dilaksanakan dan target luarannya adalah sebagai berikut: memberikan bantuan pengadaan buku teks pelajaran dan luarannya adalah tersedianya buku-buku teks diseluruh Taman baca, perancangan sarana promosi untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat dengan membuat pengumuman ke masyarakat dan adanya kegiatan private gratis disetiap Taman baca, memberikan bimbingan dan pendampingan secara intensif dan berkala terhadap pengurus Taman baca mulai dari proses pengelolaan Taman baca, pelayanan Taman baca, dan pengembangan sistem Taman baca sehingga pengurus Taman baca mengalami peningkatan kapasitas dalam bidang pengelolaan dan pelayanan serta terbangunnya pelayanan prima.
Program Open Laboratory Fisika untuk Mendukung Pembelajaran Praktikum di Sekolah Menengah Nurul Ain; Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Muhammad Sayyadi; Akhmad Jufriadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jdimas.v3i2.13810

Abstract

The limited physics laboratory facilities and infrastructure in high schools remains a major obstacle to meaningful physics learning. Trimurti High School is one of the schools that does not yet have a physics laboratory, so the learning process tends to be conducted through lectures and minimal practical activities. This community service activity aims to provide a practical-based learning experience through an open physics laboratory program involving lecturers and students. The practicals implemented include the formation of images on convex and concave lenses, the use of a simple microscope, and experiments with straight-line motion. The community service method is carried out through the stages of planning, implementation of the practical, and evaluation of the activity. The results of the activity showed a very enthusiastic response from teachers and students, increased learning motivation, and a better understanding of physics concepts through direct experience. This open laboratory activity is expected to be an alternative solution for schools with limited laboratory facilities and encourage the implementation of more contextual and active physics learning.
PENINGKATAN KAPASITAS PETERNAK LELE TRADISIONAL MELALUI PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT Winarko, Wignyo; Jufriadi, Akhmad; Ayu, Hena Dian
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2017): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.037 KB) | DOI: 10.21067/jpm.v2i2.2062

Abstract

Secara umum tujuan dari program kemitraan masyarakat adalah untuk meningkatkan kapasitas dalam pengetahuan, keterampilan dan ekonomi peternak lele tradisional yang merupakan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi, antara lain: pengetahuan dan ketrampilan masih rendah dalam budidaya lele dan pengolahannya, Proses budidaya masih dilakukan secara tradisional yang berbasiskan plankton yang membutuhkan air melimpah dan lahan yang luas, hasil lele saat panen sedikit karena kematian ikan masih tinggi. Peningkatan kapasitas dilakukan dengan melakukan alih pengetahuan sistem budidaya lele sistem akuaponik dan pengolahan hasilnya. Dalam program kemitraan masyarakat ini dilakukan alih pengetahuan dan teknologi budidaya lele sistem akuaponik melalui demonstrasi dan plotting, pendampingan serta pemberdayaan kelompok mitra. Membantu menyediakan alat dan bahan dalam pelaksanaan budidaya serta melaksanakan pelatihan untuk diversifikasikasi produk. Dari kegiatan yang telah dilaksanakan, peternak lele tradisional mengalami peningkatan pemahaman dan pendapatan serta mampu mengolah lele menjadi produk yang lebih memiliki nilai jual lebih tinggi antara lain abon, nugget dan bakso.