Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPSIAGAAN PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN LALU LINTAS PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DI KOTA DENPASAR Kadek Aldo; I Made Suindrayasa; I Gusti Ngurah Juniartha; Made Oka Ari Kamayani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p10

Abstract

Pengemudi ojek online, yang sebagian besar waktunya dihabiskan di jalan raya, memiliki kemungkinan tinggi untuk mengalami maupun menyaksikan kecelakaan lalu lintas. Pengetahuan tentang pertolongan pertama sangat diperlukan bagi pengemudi ojek online untuk membantu mengurangi risiko yang timbul akibat kecelakaan lalu lintas. Selain itu, kesiapsiagaan juga penting dalam mendukung tindakan pertolongan pertama agar dapat dilaksanakan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kesiapsiagaan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas pada pengemudi ojek online di Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analitik korelatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yang dilibatkan sebanyak 100 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan jenis teknik consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup akan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas sebanyak  57% dan mayoritas responden memiliki kesiapsiagaan dalam kategori hampir siap sebanyak 50%. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dan didapatkan p-value = 0,001, yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan dengan nilai r = 0,470 yang memiliki kekuatan hubungan sedang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan yang sedang antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas pada pengemudi ojek online di Kota Denpasar dengan arah hubungan positif. Tingginya tingkat pengetahuan pertolongan pertama diikuti juga oleh tingginya tingkat kesiapsiagaan seseorang dalam memberikan pertolongan pertama begitupun sebaliknya. Peran aktif tenaga kesehatan sebagai edukator diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama terkait kecelakaan lalu lintas di kalangan pengemudi ojek online, sehingga kesiapsiagaan pertolongan pertama dalam menghadapi insiden kecelakaan lalu lintas dapat ditingkatkan secara efektif.
TANTANGAN SOSIOKULTURAL DALAM IMPLEMENTASI PSC 119: TINJAUAN LITERATUR KONSEPTUAL PADA MASYARAKAT DI WILAYAH PANDALUNGAN Retno Tri Astuti Ramadhana; Arista Maisyaroh; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i03.p05

Abstract

Ketersediaan layanan Public Safety Center (PSC) 119 belum berbanding lurus dengan tingginya angka pemanfaatan di masyarakat. Berbagai evaluasi sebelumnya terlalu berfokus pada infrastruktur fisik dan mengabaikan dinamika kultural pengguna, khususnya pada entitas masyarakat hibrida seperti di wilayah Pandalungan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan sosiokultural dalam implementasi layanan kedaruratan medis PSC 119 pada masyarakat di wilayah Pandalungan (kawasan Tapal Kuda). Penelitian ini menggunakan desain Conceptual Literature Review. Pencarian data dilakukan melalui basis data Google Scholar dan Garuda, dengan menyeleksi 12 artikel utama (core articles) yang diterbitkan dalam rentang tahun 2021–2025 yang memenuhi kriteria inklusi terkait perilaku kedaruratan, hambatan komunikasi, dan karakteristik budaya Pandalungan. Data diekstraksi dan disintesis secara naratif-konseptual. Hasil tinjauan menunjukkan adanya benturan antara rasionalitas prosedur medis formal dengan perilaku kultural masyarakat. Rigiditas Standar Operasional Prosedur (SOP) call center 119 berlawanan dengan kepanikan psikologis dan nilai komunal (taretan serta gotong royong) masyarakat Pandalungan. Hal ini memicu kecenderungan masyarakat untuk melakukan evakuasi pasien secara mandiri dan spontan dibandingkan dengan mengandalkan birokrasi kedaruratan. Kesenjangan literasi masyarakat mengenai prosedur layanan juga memperkuat resistensi ini. Tantangan implementasi PSC 119 di wilayah Pandalungan berakar pada hambatan sosiokultural. Diperlukan strategi sosialisasi berbasis kearifan lokal dengan melibatkan tokoh agama (kiai) sebagai cultural broker, serta adaptasi protokol komunikasi darurat yang lebih fleksibel.
PENERAPAN FAMILY CENTER CARE DALAM KEGAWATDARURATAN ANAK DI FASE PRA RUMAH SAKIT: TINJAUAN LITERATUR Riris Chintya Helieniastuti; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i03.p06

Abstract

Family Centered Care (FCC) merupakan pendekatan yang menempatkan keluarga sebagai mitra dalam perawatan anak, termasuk dalam situasi kegawatdaruratan. Penerapan FCC pada fase pra rumah sakit penting karena anak dalam kondisis kritis membutuhkan penanganan cepat sekaligus dukungan emosional melalui keterlibatan keluarga. Peneitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi FCC pada pelayanan kegawatdaruratan pediatrik fase pra rumah sakit serta mengidentifikasi manfaat dan hambatannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan penelusuran artikel melalui database ilmiah menggunakan kata kunci terkait FCC, Prehospital, emergency medical services, dan pediatric. Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa inggris, tersedia dalam teks lengkap, dan dipublikasikan tahun 2016-2026. Hasil menunjukan bahwa FCC memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan pediatrik, seperti menurunkan kecemasan anak dan keluarga, meningkatkan kepuasan, serta memperbaiki komunikasi dan pengambilan keputusan. Namun penerapan FCC pada fase pra rumah sakit belum optimal. Hambatan utama meliputi keterbatasan waktu, kurangnya tenaga kesehatan, situasi kegawatdaruratan yang dinamis, serta belum terintegrasinya prinsip FCC dalam sistem pelayanan. Kesimpulannya, FCC efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kegawatdaruratan pediatrik, namun implementasinya pada fase pra rumah sakit masih memerlukan penguatan melalui pelatihan tenaga kesehatan dan pengembangan sistem layanan yang mendukung.
HAMBATAN BYSTANDER DAN PENGASUH DALAM PENANGANAN PERTAMA KEGAWATDARURATAN PRA-RUMAH SAKIT PADA ANAK DAN BALITA: LITERATURE REVIEW I Gusti Ngurah Juniartha; Riris Chintya Helieniastuti; Retno Tri Astuti Ramadhana; Arista Maisyaroh
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i03.p02

Abstract

Anak-anak dan balita merupakan kelompok populasi yang sangat rentan mengalami kondisi kegawatdaruratan. Masa perkembangan ini ditandai dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan aktivitas eksplorasi motorik yang aktif, namun belum diimbangi dengan kemampuan kognitif yang memadai untuk mengenali dan menghindari bahaya. Hal ini menempatkan anak pada risiko tinggi terhadap berbagai insiden, seperti tersedak (benda asing di jalan napas), tenggelam, luka bakar, keracunan, trauma jatuh, hingga kondisi medis akut seperti kejang demam dan henti napas. Artikel ini merupakan Literature review dengan analisis artikel pada database Sciencedirect, PubMed, dan Ebsco dengan database 2021 hingga April 2026. Penapisan artikel mengikuti diagram alur PRISMA 2020 dan kerangka kerja PICOST untuk mengidentifikasi studi terkait hambatan penanganan kegawatdaruratan pediatrik pra-rumah sakit. Hambatan utama penanganan kegawatdaruratan pra-rumah sakit pada anak dan balita diklasifikasikan ke dalam empat kategori utama: 1) Hambatan pengetahuan dan keterampilan praktis, yang memicu kepasifan atau tindakan salah yang membahayakan; 2) Hambatan psikologis, berupa kepanikan pengasuh serta respons emosional anak; 3) Hambatan sosiodemografis dan pendidikan, mencakup tingkat pendidikan pengasuh serta disparitas ras/etnis korban; dan 4) Hambatan sistem dan komunikasi, berupa kegagalan koordinasi respons gawat darurat. Penanganan kegawatdaruratan pediatrik fase pra-rumah sakit dipengaruhi oleh hambatan kompetensi, psikologis, sosiodemografis, dan sistem. Diperlukan program pelatihan resusitasi dan pertolongan pertama berbasis komunitas yang lebih terarah, inklusif, serta mempertimbangkan pendekatan budaya guna meningkatkan luaran keselamatan anak.
Co-Authors Agastiya, I Made Cahyadi Alit Suardani, I Gusti Agung Ayu Arista Maisyaroh Aulia Zahra Desak Made Widyanthari Dewa Ayu Diah Budi Utami Dwija, Ida Bagus Nyoman Putra Erviani, Novita Ayu Gandari, NK. Matalia Govinda Vittala Gusti Ayu Ary Antari I Kadek Saputra I Kadek Saputra, I Kadek I Made Dyanta Anwar I Made Suindrayasa Ida Bagus Nyoman Putra Dwija Ika Widi Astuti, Ika Widi Indriana Noor Istiqomah Kadek Aldo Kadek Cahya Utami Kadek Shinta Pradnyandari Kartikawatiningsih, Dewi Kerti, Kadek Puspa Komang Menik Sri Krisnawati Laksmi, Ida Ayu Agung LUH MERTASARI . Luh Seri Ani Luh Seri Ani Luh Sudarsani Made Agus Hendrayana Made Kurnia Widiastuti Giri Made Oka Ari Kamayani Made Oka Ari Kamayani Made Oka Ari kamayani, Made Oka Ari Made Rini Damayanti Saputra Meril Valentine Manangkot Meril Valentine Manangkot Ni Kadek Ayu Suarningsih Ni Kadek Desi Ayani Ni Kadek Dewi Yani Ni Kadek Sri Darmayanti Ni Komang Suastini Asih Ni Komang Sulyastini Ni Luh Made Citraning Hadi Pertiwi Ni Luh Putu Shinta Devi Ni Luh Putu Shinta Devi Ni Made Ayu Trisna Wardani Ni Putu Ayu Ratih Pinarisraya Ni Putu Ayu Ratih Pinarisraya Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Juliantari Ni Putu Nesia Santika Dewi Pande Ebin Anisa Putri Putu Agus Sugiartha Putu Aristya Putri Putu Oka Yuli Nurhesti Putu Rapita Dewi Rapmauli Tambunan Retno Tri Astuti Ramadhana Riris Chintya Helieniastuti Sang Putu Sipo Adnyana Sanjiwani, Ida Arimurti Silpia Utami, Sang Ayu Putu Sisilia Sipangkar Teguh Wahju Sardjono Vittala, Govinda Widhi, Rai Sekar Widyasari, Putu Rossi Yanti, Emy Darma Yuli Sartikah