Claim Missing Document
Check
Articles

The Properties and Activity of TiO2-based Nanorods as an Anti-Fouling Agent and a Photocatalyst Wahyuni, Sri; Kartini, Indriana; Kadarwati, Sri
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2024: BCREC Volume 19 Issue 1 Year 2024 (April 2024)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.20074

Abstract

The properties and activity of TiO2-based nanorods as an antifouling agent and a photocatalyst for the catalytic degradation of methylene blue (MB) have been investigated. A modification of TiO2 with SiO2 was first carried out to enlarge the surface area. In order to enhance the TiO­2 photo response to the visible light region, a further modification of TiO2-SiO2 (TS) composites with polyaniline (PANI) was also conducted. The nanorod TiO2 exhibited an anatase structure based on the diffraction patterns. The TEM images showed that some TiO2 molecules were attached around SiO2 with a random orientation. The TiO2-SiO2-PANI (TS-PANI) exhibited the largest specific surface area (SBET) of about 256.85 m2/g. The profile on the AFM images of the composites showed that the nano-roughness of the coatings was confirmed. The photocatalytic activity was evaluated through the decomposition of MB both on the powder and the coated composites. The photocatalytic activity on the coatings was verified due to further application as anti-fouling coatings involving photocatalytic mechanism. The decomposition of MB using TS-PANI powder and TS-PANI coating composites was 89.5% and 90.2 %, respectively, with the irradiation time on the coatings was 20 min longer. The anti-fouling activity through the photocatalytic mechanism and nano-roughness surface was confirmed by the inhibition of barnacle growth on the teakwood surface immersed for two months in the sea.
MICROBIAL EOR STUDY TO IMPROVE SWEEP EFFICIENCY IN CALTEX FIELDS PHASE 1 – NUTRIENT SELECTION Sri Kadarwati; M. Udiharto; Noegroho Hadi Hs; Joseph P. Brinkman; Bangun Yulianto
Scientific Contributions Oil and Gas Vol. 25 No. 2 (2002): SCOG
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/scog.25.2.147

Abstract

The objective of this research is to find a cost effective nutrient that will stimulate the growth of in-situ microbes in Caltex Pacific Indonesia (CPI) oil fields to create sufficient biological products to plug high-permeability reservoir thief zones. If successful, injection fluids may be diverted into unswept regions of the reservoir, increasing the sweep efficiency und extending the production life of watered- out oil fields. This paper describes how a wide range of nutrients were researched and tested in the laboratory to achieve the objective. The primary findings of this study show that several primary nutrients were successful at creating bioproducts at high temperature, low salinity, reservoir conditions, and that molasses may be the most cost effective nutrient for all three CPI waterflooded reservoirs tested: Balam South, Bangko, and Minas fields. As a result of this work, laboratory studies were started to see to if the microbial growth created in laboratory test tubes can be recreated within reservoir core plugs to achieve sufficient permeability reduction to justify field trial (s). The core flood process and techniques will be presented in a separate paper.
STUDY ON THE EFFECT OF BIOCIDE ON MORPHOLOGY AND STRUCTURE OF PAECILOMYCES SP. BY USING TEM AND SEM Sri Kadarwati; Evita H. Legowo
Scientific Contributions Oil and Gas Vol. 26 No. 2 (2003): SCOG
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/scog.26.2.198

Abstract

Fungi is one of the types of microbe that can grow in avtur and can give a serious effect, causing fatal accident due to fuel system clogging.
Effect Of Biosurfactant Produced B Y Bacillus In Oily Wastewater Degradation Sri Kadarwati; Leni Herlina
Scientific Contributions Oil and Gas Vol. 31 No. 3 (2008): SCOG
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liquid waste from oil industry activities has potential cause environmental pollution.These liquid wastes, containing hydrocarbon and heavy metals, are mostly toxic. There-fore, biotechnology by means of biological treatment can be applied for decomposing thetoxic liquid wastes. The biosurfactant production frorn some microorganisms can supporthydrocarbon degradation. The objective of this study is to examine the crude biosurfactantthat is extracted frorn the selected Bacillus which was precipitated by using methanol onacid moiety. The crude biosurfactant extract were tested to support hydrocarbon degrada-tion. Three species of Bacillus used in this experiment were compared based on their re-spective biosurfactant production. The results showed that the percentage of hydrocarbondegradation on liquid waste frorn refinery by the three Bacillus species were 90.23% (Ba-cillus subtilis), 88.72% (Bacillus licheniformis), and 73.43%> (Bacillus laterosporus). Theconcentration of remaining oil after 28days was 20.44 mg/L, 23.38 mg/L, and 54.87 mg/L,respectively. The decrease of COD were 84.90%, 84.04%, and 80.68%, respectively, andthe COD value after 28days treatment were 165 mg/L, 174 mg/L, and 211 mg/L.
Seleksi Bakteri Penghasil Biosurfaktan dari Reservoir Minyak Sri Kadarwati
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 42 No. 2 (2008): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR) bersaing secara ekonomis dan ramah lingkungan dibandingkan dengan teknologi perolehan minyak lainnya, karena MEOR tidak membutuhkan pengeluaran energi yang tinggi seperti pada pendorongan dengan uap, juga bahan kimia. Keberhasilan teknologi MEOR tergan-tung pada berbagai parameter antara lain mikroba dan bioproduknya. Kondisi temperatur di Indonesia memberikan efek pada aktivitas mikroba dalam reservoir. Bakteri dapat berkembang biak dengan sendirinya tanpa membutuhkan proses produksi yang mahal. Dalam penelitian ini diperoleh 82 isolat bakteri hasil isolasi dari sampel-sampel di reservoir minyak bumi, dan 10 isolat di antaranya mampu menghasilkan biosurfaktan. Dua isolat yang terpilih yaitu P106O15 dan P106T4 diidentifikasi berdasarkan sekuen gen 16S rRNA, diketahui bahwa P106O15 adalah Providencia rettgeri, dan P106T4 adalah Bacillus subtilis. Isolat P106O15 menghasilkan biosurfaktan mulai awal pertumbuhan hingga fase kematian sel, nilai tegangan antarmuka dapat mencapai 0,00 mN/m pada jam inkubasi ke 80. Sedang isolat P106T4 hasilnya sama, akan tetapi nilai tegangan antarmuka terendah sebesar 0,02 mN/m.
Karakterisasi Biosurfaktan yang Dihasilkan Bakteri Providencia rettgeri dan Bacillus subtilis dari Reservoir Minyak di Indonesia Sri Kadarwati
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biosurfaktan merupakan suatu surfaktan yang disintesis oleh organisme. Zat ini mempunyai kemampuan antara lain menurunkan tegangan antarmuka antara minyak-air, yang berpotensi untuk meningkatkan perolehan minyak. Penelitian ini mempelajari karakterisik biosurfaktan yang mencakup kinetika pembentukan, jenis, dan komposisi senyawa penyusun biosurfaktan yang dihasilkan oleh bakteri Providencia rettgeri dan Bacillus subtilis dari reservoir minyak di Indonesia. Peningkatan produksi biosurfaktan baik dari Providencia rettgeri maupun Bacillus subtilis sesuai dengan kurva pertumbuhannya, ditandai dengan semakin banyaknya jumlah populasi sel semakin meningkat juga produksi biosurfaktannya. Pada percobaan ini, sebagai sumber karbon digunakan glukosa dan minyak mentah (hidrokarbon). Pada awal pertumbuhan, glukosa dimanfaatkan terlebih dahulu, sehingga kandungan glukosa akan menurun dan habis pada jam ke60. Produksi biosurfaktan meningkat kembali, karena kedua bakteri menggunakan sumber karbon lain yaitu hidrokarbon yang ada di dalam media. Biosurfaktan yang dihasilkan kedua jenis bakteri tersebut mempunyai struktur yang sama dengan surfaktin, dengan kandungan masing-masing sebesar 22,09 ppm dan 27,54 ppm. Selain itu didapat 17 macam kandungan asam amino, sesuai dengan yang terkandung di dalam surfaktin, sebagai kontrol, kecuali prolin dan sistin.
Biosida Asam Anakardat Penghambat Aktivitas Paecilomyces sp. dalam Mendegradasi Avtur Sri Kadarwati
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 39 No. 2 (2005): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Avtur sebagai bahan bakar penerbangan kandungan utamanya adalah hidrokarbon, sedikit senyawa pengotor yang berupa garam anorganik dan air. Komposisi hidrokarbon avtur ini terdiri atas parafin, olefin, naftena, dan aromat. Di daerah tropis seperti Indonesia, avtur tidak dapat bebas 100% dari air, karena adanya kondensasi dan keterlarutan air dalam avtur. Adanya air dalam avtur walaupun sedikit sekali akan membantu pertumbuhan mikroba, karena air merupakan bahan utama yang dibutuhkan bagi pertumbuhannya. Bahan-bahan lain yang mem- pengaruhi pertumbuhan mikroba adalah unsur-unsur C, H. O, N, S, P, dan mineral. Unsur-unsur ini semuanya kemungkinan terdapat dalam avtur, sehingga besar kemungkinannya mikroba dapat tumbuh dalam avtur. Hal-hal lain yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba tersebut adalah kondisi fisik yang meliputi suhu, kelembapan, dan pH. Hasil penelitian PPPTMGB"LEMIGAS" (1983) menunjukkan adanya mikroba dalam bahan bakar penerbangan, yaitu bakteri, kapang, aktinomisetes, dan khamir, antara lain Bacillus, Pseudomonas, Micro- coccus, Nisseria, dan Cladosporium resinae. Paecilomyces sp. merupakan kapang yang dominan di Indonesia (Sri Kadarwati, 1989). Avtur dalam penggunaannya memerlukan penanganan dan pengawasan yang ketat, mengingat pemakaiannya sebagai bahan bakar pesawat udara, mempunyai risiko tinggi apabila terkontaminasi oleh mikroba sehingga terjadi degradasi avtur, merusak pompa bahan bakar, penyumbatan pada filter dan berakibat fatal. Dalam menunjang pengawasan yang ketat ini, perlu meningkatkan pengawasan kualitas avtur tidak hanya dari sifat fisik saja, tetapi juga mempelajari masalah pengrusakan kualitas yang disebabkan oleh aktivitas mikroba. Oleh karena itu maksud dan tujuan penelitian ini adalah mencari biosida yang dapat menghambat pertumbuhan/aktivitas mikroba dalam avtur dan tidak merusak mutu avtur.
Transportasi Melalui Biomembran Sri Kadarwati
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses transportasi zat melalui biomembran adalah suatu proses fisika-kimia untuk mempertahankan integritas suatu sel. Banyak proses kehidupan yang pada dasarnya berkaitan dengan proses transpor biomembran dan masih belum seluruhnya dipahami.Studi kinetika transpor biomembran berguna untuk menerangkan jalan yang ditempuh suatu zat masuk ke dalam sel dan membantu menjelaskan mekanisme kerjanya. Selain itu dapat diketahui berapa jumlah nutrien yang dibutuhkan oleh mikroba bagipertumbuhannya.
Studi Aktivitas Mikroba untuk proses MEOR Skala labolatorium Sri Kadarwati; Sri Astusi Rahayu; Sugihardjo Sugihardjo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 38 No. 2 (2004): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cadangan minyak Indonesia yang dapat dieksploitasi sudah menurun, sehingga diperlukan suatu usaha untuk meningkatkan perolehan minyak. Hal ini telah dilakukan baik dengan injeksi air, uap air (steam), gas maupun injeksi kimia. Namun demikian dewasa ini sedang dikembangkan teknologi peningkatan perolehan minyak dengan memanfaatkan aktivitas mikroba. Studi peningkatan perolehan minyak dengan menggunakan mikroba yang disebut dengan microbial enhanced oil recovery (MEOR) telah mencapai kemajuan yang pesat. Selain itu MEOR merupakan teknologi ramah lingkungan. Teknologi ini mempunyai prospek untuk dikembangkan đan diterapkan di lapangan minyak guna meningkatkan produksi minyak. Maksud dan tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mempelajari aktivitas mikroba dalam menghasilkan bioproduk untuk meningkatkan perolehan minyak dalam skala laboratorium. Melalui uji laboratorium diharapkan dapat diperoleh suatu formulasi nutrisi yang tepat bagi pertumbuhan mikroba sehingga dalam aktivitasnya akan menghasilkan bioproduk yang dapat membantu meningkatkan perolehan minyak. Simulasi proses MEOR dilaksanakan pada skala laboratorium melalui uji microbial core flooding sebelum diterapkan di lapangan.
Biodegradasi Naftena dalam Avtur oleh Kapang Paecilomyces sp. Sri Kadarwati
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Avtur adalah bahan bakar minyak (BBM) untuk pesawat terbang yang menggunakan mesin jet dan turbo jet. Kandungan utama avtur ialah senyawa hidrokarbon seperti parafin (alkana jenuh), olefin (alkana tidak jenuh), naftena (sikloalkana), dan aromatik. Di samping itu terdapat senyawa ikutan dalam jumlah sangat kecil berupa air, garam, dan senyawa lainnya (Smith, 1970, Hobson dan Pohl, 1972). Indonesia terletak di daerah tropis dengan curah hujan yang tinggi dan kelembaban di sekitar ambang kritis. Kelembaban udara ini berpengaruh pada keterlarutan air dalam avtur. Adanya air dalam avtur walaupun sedikit sekali (30 ppm) akan membantu pertumbuhan mikroba, karena air merupakan bahan utama yang dibutuhkan bagi pertumbuhannya. Bahan-bahan lain adalah diperlukan untuk tumbuh terdapat dalam avtur, seperti karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, fosfor, dan mineral. Dalam keadaan lembab dan kehadiran unsur-unsur itu, besar kemungkinan mikroba dapat tumbuh dalam avtur. Hasil penelitian LEMIGAS, (1983), menunjukkan bahwa mikroba yang dapat tumbuh dalam avtur adalah bakteri, kapang, aktinomisetes, dan khamir. Paecilomyces sp. merupakan kapang yang paling banyak ditemukan dalam avtur di Indonesia (Sri Kadarwati, 1989). Menurut Domsch (1993) ada beberapa spesies dari Paecilomyces yang selain termotoleran dan dapat tumbuh dalam hidrokarbon juga dapat hidup di berbagai macam sumber karbon termasuk yang tidak lazim ditumbuhi mikroba. Atas dasar pertimbangan sifat-sifat Paecilomyces sp. tersebut yang juga merupakan kapang tropik, adalah menarik untuk dilakukan penelitian lebih lanjut, baik mengenai mekanisme maupun pengaruhnya. Maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan pengaruh mikroba khususnya kapang Paecilomyces sp. pada kualitas avtur di Indonesia dan mempelajari hasil biodegradasi. Di samping itu akan dikaji pula kemungkinan mekanisme biodegradasi tersebut.
Co-Authors - Jumaeri A Tri Widodo A Tri Widodo Adinda Hapsari Aditia Nur Bakti Agung Feinnudin Amalina, Nur Dina Anggreani, Ina Annisa, Riska Nurfirda Aprillia Findayani Arma Yoga Astutik, Kasni Atika Wijaya Ayu Nugrahantia, Ayu Azzahra, Elvara Siti Azzahra, Yasmin Bahij, Aida Tika Biluthfil Bakti, Prayoga Bangun Yulianto Cepi Kurniawan Damayanti, Kristina Damayanti, Lutfia Damayanti, Yosephine Debbie Dewi, Silmi Dalila Millatina Dhian Ekowati Dian Sri Asmorowati Edi Prayitno, Edi Edy Cahyono Eko Budi Susatyo Elsa Ari Astuti Endang Susilaningsih Evalisa Apriliani, Evalisa Evita H. Legowo Fitri Rahmawati Fitri Rahmawati Harjito - Harjito Harjito Hidayah, Aida Nur Hutomo Wahyu Nugroho I Ketut Suada Imam Khabib Imam Kusmaryono Indriana Kartini Isti Hidayah Iswanto, Haifa Firyal Joseph P. Brinkman Junaid Sadrach Kartikasari, Reny Kasmadi Imam Supardi Kasmui -, Kasmui Khaerur Rifqi, Khaerur Khafidhotun Naimah Kolilah, Liluk Lailatul Badriyah Latifah Latifah LENI HERLINA Luluk Amnah Fitriyana, Luluk Amnah M Rafi Antoni M. Udiharto Malik, Septina Praditia Marcelino, Richie Mohammad Alauhdin, Mohammad Mubarak, Dinda Halimah Agrifani Muflikah, Binti Murbangun Nuswowati Nila Ubaidah Noegroho Hadi NOEGROHO HADI HS Noegroho Hadi HS. Nuhyal Ulya Nurhikmah Nurhikmah Nuril Huda Nurul Fadhilah Pertiwi Ayu Pamuji Kurniatun, Pertiwi Ayu Pamuji Pramestia, Rena Aliya Prima Astuti Handayani Puji Eka Rahayu Puji Eka Rahayu Putriana Dewi Rahayu, Sri Astusi Rani, Devitra Saka Rida Farida, Rida Risna Anggraeni Rohmah, Rojaa Maysa Rudiyanto, Aris Rudiyanto, Aris Sadrach, Junaid Saptorini Saptorini Saptorini Saptorini, Saptorini Siddiq Wahyu Hidayat Sigit Priatmoko Soeprodio Soeprodio, Soeprodio Soeprodjo Soeprodjo, Soeprodjo Sri Astusi Rahayu Sri Susilogati Sumarti Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni SRI WARDANI Subiyanto Hadi Saputro Sugihardjo Sugihardjo Sugihardjo Sugihardjo Sulistyaningsih, Nining Sulistyarini, Ika Teguh Budiyanto, Teguh Triyono Triyono Try Astuti Wandah Wibawanto Wara Dyah Pita Rengga Wega Trisunaryanti Witono Basuki, Witono Woro Sumarni Wuwus Ardiatna Zahro, Ainu Ilmiatuz