Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kadar Pb dan Cu pada Kerang Hijau Budidaya di Tambak Lorok serta Analisis Risiko Kesehatan Konsumsi untuk Manusia Nada Salsabila; Jusup Suprijanto; Ali Ridlo
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.38865

Abstract

Kota Semarang termasuk wilayah di Jawa Tengah yang memiliki aktivitas industri yang padat dan meningkat setiap tahun, aktivitas ini menyebabkan pencemaran oleh logam berat semakin meningkat. Tambak Lorok termasuk kedalam wilayah Kota Semarang yang dikelilingi oleh aktivitas industri dan sebagai wilayah untuk melakukan budidaya kerang hijau. Kerang hijau adalah komoditas makanan laut yang diminati oleh masyarakat karena mempunyai kandungan gizi serta bernilai ekonomis yang tinggi. Kerang hijau hasil budidaya dari Tambak Lorok diketahui mengandung logam berat dan tidak layak untuk dimakan oleh manusia. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui kadar timbal dan tembaga yang terakumulasi pada kerang hijau hasil panen budidaya dari Tambak Lorok dan mengetahui jumlah aman konsumsi kerang hijau berdasarkan analisis risiko kesehatan lingkungan. Metode yang dilakukan pada penelitian yaitu menggunakan metode ICP-OES dan perhitungan analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL). Logam berat yang terkandung dalam sampel yang diambil berdasarkan hasil penelitian yaitu untuk kadar logam berat timbal pada stasiun 1 dan 2 untuk kerang hijau yang berukuran kecil dan berukuran besar yaitu < 0,04 mg/kg sedangkan kadar tembaga stasiun 1 untuk kerang ukuran kecil yaitu 2,35 mg/kg, ukuran besar yaitu 2,85 mg/kg sementara stasiun 2 kerang ukuran kecil memiliki kadar 2,07 mg/kg, kerang ukuran besar yaitu 2,51 mg/kg. Jumlah aman konsumsi kerang berdasarkan perhitungan rata-rata berat badan orang dewasa 58 kg jumlah aman konsumsi kerang ukuran kecil yaitu 0,54 mg/kg/hari sedangkan kerang ukuran besar yaitu 0,45 mg/kg/hari. Semarang City is a region in Central Java which has dense and increasing industrial activity every year, this activity causes pollution by heavy metals to increase. Tambak Lorok are the areas in Semarang City that are near and surrounded by industrial activities and as an area for cultivating green mussels. Green mussels are a seafood commodity that is in high demand by the public because of its health nutritional and high economic value. Green mussels cultivated from Tambak Lorok are known to contain heavy metals and are unhealthy for consumption. Therefore this study aims to know the contents of heavy metals found in green mussels cultivated from Tambak Lorok and determine the safe amount of green mussels consumption based on an analysis of environmental health risks. The method of this research is used the ICP-OES method and the calculation of Environmental Health Risk Analysis (ARKL). The research results showed that the heavy metal lead content at stations 1 and 2 for small and large green mussels was <0.04 mg/kg while the heavy metal content of copper at station 1 for small shells was 2.35 mg/kg, for large shells was 2.85 mg/kg and station 2 small shells is 2.07 mg/kg, large shells are 2.51 mg/kg. The safe amount of shellfish consumption is based on the calculation of an average adult body weight of 58 kg. The safe amount of small green mussels consumption is 0,54 mg/kg/day while that of large green mussels is 0,45 mg/kg/day.  
Karakteristik Edible Straw dari Karagenan Setelah Penambahan Sorbitol Nadiah Humairoh Mufidah Savitri; Sri Sedjati; Ali Ridlo
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.39637

Abstract

: Pemakaian sedotan plastik tidak hanya mencemari lingkungan namun juga dapat menyebabkan kematian pada hewan laut. Pemecahan masalah sedotan plastik telah dilakukan dengan mengganti bahan sedotan agar mudah terurai atau dapat dimakan (edible). Bahan yang telah digunakan untuk membuat edible straw misalnya karagenan yang diekstraksi dari rumput laut. Karagenan yang diekstraksi dari rumput laut Kappaphycus alvarezii paling banyak diproduksi dibandingkan jenis rumput laut lainnya. Kappa karagenan merupakan jenis karagenan hasil ekstraksi K. alvarezii dengan tingkat kemurnian tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan plasticizer sorbitol terhadap karakteristik edible straw yang meliputi kuat tarik, kelarutan, dan ketebalan. Metode penelitian mengacu pada eksperimental laboratoris dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 kelompok perlakuan yaitu sorbitol 0% (ESS0), sorbitol 2% (ESS2), sorbitol 4% (ESS4), dan sorbitol 6% (ESS6). Konsentrasi karagenan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 1,5% pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan sorbitol, maka kuat tarik semakin rendah namun kelarutan dan ketebalan meningkat. Formulasi terbaik didapatkan pada penambahan sorbitol 2% (ESS2) dengan kuat tarik 6,364 Mpa, kelarutan 41%, dan ketebalan 749,6 µm.
Monitoring Konsentrasi Timbal pada Kerang Hijau (Perna viridis) Budidaya Di Perairan Tambak Lorok Rhima Rismiyati Rachman; Subagiyo Subagiyo; Ali Ridlo
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.40045

Abstract

Tambak Lorok termasuk perairan yang dikelilingi dengan banyak aktifitas manusia seperti industri, pemukiman, pelabuhan, serta dijadikan sebagai lokasi untuk melakukan budidaya kerang hijau. Kegiatan tersebut menghasilkan limbah padat, gas, dan cair yang diduga menjadi sumberpencemaran logam berat di perairan. Budidaya kerang hijau di Tambak Lorok menggunakan metode bagan dan bambu tancap dengan spat yang dibiarkan menempel alami. Kerang hijau hasil budidaya di Perairan Tambak Lorok banyak diminati oleh masyarakat karena harganya murah dan memiliki konsentrasi gizi yang tinggi. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui kondisi budidaya dan mengevaluasi kerang hijau hasil budidaya di Tambak Lorok berdasarkan konsentrasi timbal. Uji konsentrasi timbal dilakukan menggunakan alat AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) dan analisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan pola sebaran kerang hijau merata dengan kepadatan yang tinggi. Konsentrasi timbal dalam kerang hijau berdasarkan hasil penelitian yaitu kurang dari 0,340 mg/kg. Nilai ini berada dibawah nilai – nilai pada tahun sebelumnya. Tambak Lorok includes waters surrounded by many human activities such as industry, settlements, ports, as well as being used as a location for cultivating green mussels. These activities produce solid, gas and liquid waste which are suspected to be the source of heavy metal pollution in the waters. Cultivating green mussels in Tambak Lorok uses the bagan method and sticking bamboo with spat which is left to stick naturally. Green mussels cultivated in Tambak Lorok waters are in great demand by the public because they are cheap and have a high concentration of nutrients. This study aims to determine the conditions of cultivation and evaluate green mussels cultivated in Tambak Lorok based on lead concentrations. Lead concentration test was carried out using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) and descriptive analysis. The results of the analysis show that the green mussel distribution pattern is evenly distributed with high density. Based on research results, the concentration of lead in green mussels is less than 0.340 mg/kg. This value is below the values in the previous year.
Pengaruh Fleksibilitas Pelayanan dan Optimalisasi Aset pada Badan Layanan Umum di Ladokgi TNI AL Yos Sudarso Terhadap Pelaksanaan Tugas Prajurit TNI AL di Wilayah Makassar Kurniawan, Iwan; Achnaf, Mochamad; Hutagalung, Indriani; Ridlo, Ali
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i4.10889

Abstract

Pembangunan sistem pertahanan negara yang tangguh tidak hanya bertumpu pada modernisasi alutsista, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia yang profesional dan sehat. LADOKGI TNI AL Yos Sudarso, sebagai institusi kesehatan militer dengan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU), memegang peran strategis dalam menjaga kesiapan fisik prajurit melalui layanan kesehatan gigi dan mulut. Namun, data kinerja tahun 2022–2023 menunjukkan tantangan operasional yang signifikan, seperti waktu tunggu pelayanan selama 60–90 menit, tingkat kunjungan ulang sebesar 50%, serta utilisasi aset medis yang hanya mencapai 60–68%. Kondisi ini berkontribusi pada keterlambatan sekitar 12% prajurit untuk kembali bertugas secara tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fleksibilitas pelayanan dan optimalisasi aset terhadap pelaksanaan tugas prajurit di LADOKGI TNI AL Yos Sudarso. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini menguji bagaimana kemampuan organisasi dalam menyesuaikan jadwal dan prosedur (fleksibilitas) serta efektivitas penggunaan fasilitas medis (optimalisasi aset) mampu mengurangi hambatan operasional prajurit. Variabel pelaksanaan tugas diukur melalui indikator kesiapan operasional, ketepatan waktu kembali bertugas, dan produktivitas kerja pasca-pelayanan. Hasil observasi awal menunjukkan adanya gap antara kapasitas layanan dan kebutuhan operasional yang berdampak pada efektivitas waktu dinas. Penelitian ini diharapkan memberikan bukti empiris bahwa penerapan tata kelola BLU yang lebih adaptif, responsif, dan terintegrasi secara digital dapat meningkatkan mutu layanan kesehatan militer. Kesimpulan dan rekomendasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi perumusan kebijakan strategis dalam optimalisasi sumber daya kesehatan guna mendukung kesiapan tempur dan pelaksanaan tugas pokok TNI Angkatan Laut secara berkelanjutan.
Co-Authors A. Budi Susanto A.B. Susanto A.B. Susanto Achnaf, Mochamad Adi Santosa Agus Sabdono Agus Trianto Agustin, Nurul Ahmad Saddam Habibi Akbar, Muhamad Rahadian Alfin Anggraeni Ali Djunaedi Ambariyanto , Ambariyanto Ambariyanto Amtoni Caesario Nainggolan Anggi Setiabudi Anisah Harahap Anita Dwi Kartika Annisa Afifah Nugroho Anthony D Arnanda Antonius Budi Susanto Arif Maa’ruf Al Ayyub Arifah, Dewi Arifin, Muhammad Sholeh Arvianto Wibowo Azizah, Pramita Bahry, Muhammad Syaifudien Bambang Yulianto Bara Yanwar Hadi Nugroho, Bara Yanwar Beladini, Septi Chrisna Adhi Suryono Christtenson Purba Christtenson Purba Clara Vania Cornelia Widya Seprandita Dafit Ariyanto Delianis Pringgenies Dewi Kartika Sari Dewi, Lutfianna Fatma Dinda Ayuniar Zanjabila Dion Ragil Saputra Dion Ragil Saputra Dodik S. Wicaksono Dwi Haryo Ismunarti Edi Wibowo Efendi, Muhammad Luthfi Eka Mulya Eko Sasmaya Eko Sasmaya Endang Supriyantini Endang Supriyantini Erma Nurmalitasari Ervia Yudiati Esayani Rosadi Faishal Islami Faishal Islami, Faishal Faiz Naida Salimah Ghofari, Miftahul Akhyar Gunawan Widi Santosa Gunawan Widi Santosa Gunawan Widi Santoso Hafida Salma Hakim, M Sabron Sukmanul Harahap, Akbar Hutagalung, Indriani Ibnu Pratikto Ibnu Wardani Iin Putriyani Irwani Irwani Ita Widowati Ivend Umbu Jawa Ivend Umbu Jawa, Ivend Umbu Iwan Kurniawan Jelita Rahma Hidayati Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Juwita Lesly Senduk Khusnul Khotimah Kirana Fatika Brilianti Koesoemadji Koesoemadji Laksono, Ollivia Brylliant Langit, Novita Thea Puspita Lilik Maslukah Linggar Dirgantara Prasetyo Lutfianna Fatma Dewi Mahadika Fanindhita Sany Manggola, Alen Mardani Mardani Masri, Mohammed Sharin Haji McCauley, Erin Miftahul Akhyar Ghofari Mohamad Mirza Mohamad Mirza Muhamad Rahadian Akbar Muhamad Rahadian Akbar Muhammad Abdul Zaky Muhammad S. Bahry Muhammad Zainuddin Nada Kristiani Ginting Nada Salsabila Nadiah Humairoh Mufidah Savitri Nadya Oktavia Nerva Sembiring Nirwani Soenardjo Novita Thea Puspita Langit Nur Arif Kurniawan Nur Indah Febriani Nur Indah Febriani Ocky Karna Radjasa Oetari Kusuma Putri Ollivia Brylliant Laksono Pramastuti, Fransisca Ria Pramita Azizah Pratiwi, Siswantar Putri, Dhiya Aflah Luswanto Rachman, Rhima Rismiyati Raden Ario Raditya Ahmad Rifandi Radityo Haris Ratna Ibrahim Refi Sekarwardhani Retno Hartati Revo Raprika Kurniawan Rhima Rismiyati Rachman Ribka Anindita Br Perangin-angin Rifa’i, Akhmad Rini Pramesti RINI PRAMESTI Rizky Rifatma Jezzi Rizqi Umi Arifah Roestiawan, Dwi Bagus Salma, Hafida Salsabila, Nada Santoso, Gunawan Widi Savitri, Nadiah Humairoh Mufidah Sedjati, Sri Sedjati Septi Beladini Setia Devi Kurniasih Setia Devi Kurniasih, Setia Devi Setiyorini, Alin Sri Sedjati Sri Sedjati Sri Yulina Wulandari Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Sulistiana, Zalsabila Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Suryono Suryono Tri Aji Pamungkas Utomo, Wahyu Laurentius Pria Victorina Yulina Santi Wahyu Laurentius Pria Utomo Wardani, Ibnu Widianingsih Widianingsih Wilis A Setyati Wilis A Setyati Wilis A Setyati Wilis Ari Setyati Wilis Ari Setyati Wismayanti, Gita Yohanes Oktaviaris Zaenal Arifin Zahari, Abdul Kadir Mulku Zaky, Muhammad Abdul Zalsabila Sulistiana