Claim Missing Document
Check
Articles

UJI TOKSISITAS AKUT PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lam.) PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus L.) Ardini, Citra; Wahdaningsih, Sri; Rizkifani, Shoma
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 3, No 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren penggunaan obat herbal semakin meningkat, sehingga penting untuk disertai pemantauan terhadap potensi toksisitasnya. Tujuan dari studi ini adalah mengevaluasi toksisitas akut pemberian ekstrak etanol daun nangka (Artocarpus heterophyllus) dengan mengamati nilai LDâ‚…â‚€, perubahan berat organ, perilaku, aktivitas motorik, serta indeks organ pada tikus putih (Rattus norvegicus L.) galur Wistar. Penelitian ini menggunakan metode Up and Down Procedure, melibatkan kelompok kontrol serta dua kelompok perlakuan dengan dosis 2000 mg/kgBB dan 5000 mg/kgBB. Ekstrak diberikan secara oral dan diamati selama 14 hari. Evaluasi toksisitas akut dilakukan menggunakan perangkat lunak AOT425StatPgm, dan penilaian indeks organ berdasarkan sistem Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun nangka memiliki LDâ‚…â‚€ > 5000 mg/kgBB, yang menempatkannya dalam kategori tidak toksik secara praktis. Tidak ditemukan perbedaan signifikan (p>0,05) pada berat organ, perilaku, dan aktivitas motorik antar kelompok. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun nangka tidak menunjukkan efek toksik dalam pengujian toksisitas akut.
A study of hemodynamic medicine use in intensive cardiac care unit of dr. Soedarso regional public hospital, Pontianak Rizkifani, Shoma; Khairunnisa, Intan; Untari, Eka Kartika
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 19 No. 1: March 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v19i1.21538

Abstract

Hemodynamic medicines are important to recover patients with a critical period in the ICCU. Hemodynamic medicines have a small range of dose so that it has a large effect on the therapy. Therefore, a study on the use of hemodynamic medicines and doses is necessarily conducted. This study aims to investigate the use and doses of hemodynamic medicines administered to patients in the ICCU of dr. Soedarso Hospital Pontianak. This study is observational research with a descriptive cross-sectional design. The research sample was 49 patients who had met the inclusion criteria. The data were analyzed descriptively to describe the frequency and percentage. The results show that a single hemodynamic medicine is administered to 65% of the patients and a combination of hemodynamic medicines is administered to 35% of the patients. The single medicine refers to dobutamine administered to 84.4% of the patients. Meanwhile, the combination of hemodynamic medicines consists of dobutamine and norepinephrine that are administered to 52.9% of the patients. The doses of hemodynamic medicines frequently administered to patients are 3-5 μg/kg/min dobutamine, 3-10 μg/kg/min dopamine, 0.01-2-2 μg/kg/min norepinephrine, and 1 mg/ml epinephrine. This study concludes that dobutamine (inotropic) is the most frequently used single hemodynamic medicine, and norepinephrine (vasopressor) is the most frequently used combined hemodynamic medicine for the ICCU patients at dr. Soedarso Regional Public Hospital, Pontianak.
Pengukuran Kualitas Hidup Pasien ISPA Menggunakan Instrumen SGRQ di Puskesmas Ngabang Landak Lestari, Eka Rizki; Rizkifani, Shoma; Susanti, Ressi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32784

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama kematian pada bayi, anak, dan lanjut usia. ISPA merupakan salah satu penyakit yang kualitas hidupnya dapat diukur dengan menggunakan instrumen St George’s Respiratory Questionnaire (SGRQ). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hidup dan terapi obat pasien ISPA di Puskesmas Ngabang Kabupaten Landak. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Proses pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non-probability sampling termasuk teknik purposive sampling, sebanyak 43 sampel dikumpulkan. Berdasarkan hasil survei, rasio karakteristik responden adalah 51% perempuan dan 49% laki-laki. Proporsi karakteristik adalah 18% untuk responden berusia 18–25 tahun, 70% untuk responden berusia 26–45 tahun, dan 12% untuk responden berusia 46–65 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31 pasien ISPA memiliki kualitas hidup baik dan 12 pasien ISPA memiliki kualitas hidup buruk. Rata-rata kualitas hidup pasien ISPA baik yaitu sebesar 42,2%. Amoksisilin biasanya digunakan untuk terapi obat antibiotik pada pasien ISPA, dan parasetamol biasanya digunakan untuk terapi obat suportif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pasien ISPA di Puskesmas Ngabang Kabupaten Landak memiliki kualitas hidup yang baik, dan terapi obat pada pasien ISPA adalah terapi obat antibiotik yang sebagian besar menggunakan amoksisilin dan terapi supositoria terutama menggunakan parasetamol.
Pengukuran Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadri Pontianak Menggunakan Instrumen Diabetic Quality Of Life Clinical Trial Questionnare (DQLCTQ) Sutanto, Ghea Egikania; Yuswar, Akib; Rizkifani, Shoma
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss1.art3

Abstract

Latar Belakang:Diabetes Melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis yang ditandai oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi atau menggunakan insulin secara efektif, menyebabkan resistensi insulin. Jika komplikasi tidak ditangani dengan baik, DMT2 dapat memperpendek harapan hidup seseorang dan secara signifikan menurunkan kualitas hidup pasien. Kualitas hidup pasien DMT2 mencakup delapan domain utama, yaitu keterbatasan peran karena kesehatan fisik, kemampuan fisik, kesehatan umum, kepuasan pengobatan, frekuensi gejala, masalah keuangan, kesehatan psikologis, dan kepuasan diet. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas hidup pasien DMT2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional deskriptif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Diabetes Quality of Life Clinical Trial Questionnaire (DQLCTQ) yang didukung oleh data rekam medis pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling, melibatkan 62 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner, serta analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi kualitas hidup pasien DMT2. Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas hidup yang baik, yaitu sebesar 54,8%, sementara sisanya memiliki kualitas hidup yang tergolong buruk. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun DMT2 adalah penyakit kronis, penanganan yang tepat dapat mendukung kualitas hidup pasien. Kesimpulan:Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas hidup penderita DMT2 di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak secara umum tergolong baik. Data ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan intervensi yang lebih terfokus guna meningkatkan aspek-aspek tertentu dari kualitas hidup pasien. Kata Kunci:Kualitas hidup, Diabetes Melitus tipe 2, instrument DQLCTQ, resistensi insulin, Pontianak.
PENGGUNAAN GOOGLE FORM SEBAGAI ALAT SURVEI EVALUASI KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN PNEUMONIA DI WILAYAH KOTA PONTIANAK ningsih, yetiutari; Rizkifani, Shoma; Yuswar, Muhammad Akib
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 1, No 1 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi akut dengan lini pertama pengobatannya adalah antibiotik, sehingga perlu dikaji kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan menggunakan kuesioner Medication Adherence Rating Scale (MARS). Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase regimen terapi dan besar persentase tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, serta mengetahui perbedaan signifikan antara kelompok monoterapi dan kombinasi terapi pada kepatuhan pengobatan pasien Pneumonia balita di Wilayah Kota Pontianak. Metode yang digunakan adalah metode observasional dengan rancangan penelitian Cross Sectional (potong lintang) yang bersifat analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi kuesioner MARS dan data dianalisis menggunakan metode uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan pasien menggunakan monoterapi (70,2%), dan tingkat kepatuhan tinggi (80,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok monoterapi dan kombinasi terapi terhadap kepatuhan pasien pneumonia, dengan nilai (RR = 0,354; 95% CI = 0,125-1,004). Kesimpulan penelitian ini adalah persentase regimen terapi yang banyak diresepkan adalah monoterapi, dan kepatuhan pasien masuk dalam kategori kepatuhan tinggi. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok monoterapi dan kombinasi terapi terhadap kepatuhan pasien pneumonia di Wilayah kota Pontianak
Kajian Interaksi Obat Antihipertensi pada Pasien Gagal Jantung Kongestif di Ruang ICCU RSUD dr. Soedarso Pontianak: Antihypertensive Drug Interaction Study in Congestive Heart Failure Patients in the ICCU Room of RSUD dr. Soedarso Pontianak Mulatsih, Elisabeth indah; Rizkifani, Shoma; Nurbaeti, Siti Nani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i2.1970

Abstract

Treatment therapy that uses various types of drugs is known as polypharmacy. Patients with congestive heart failure are at risk of experiencing interactions between drugs that can have beneficial or detrimental effects on patients. This study aims to describe the number of interaction events in patients with congestive heart failure who are treated in the ICCU room at RSUD dr. Soedarso for the period from January to December 2021. Retrospective data collection and purposive sampling technique. 130 data met the inclusion criteria. Data were analyzed using Microsoft Excel, chi square test, Stockley's Drug Interaction E-book edition 8, the Drug Interaction Checker application, accessed through Medscape.com and drugs.com. The results showed that the potential for drug interactions of 130 patients on the use of antihypertensive drugs had 634 interactions, 458 pharmacodynamic interactions (72.23%), 35 pharmacokinetic interactions (5.52%), and 141 unknown interactions. (22.23%), The chi square test showed a p-value <0.001. This study concludes the percentage of drug interactions that occur in GJK patients in the ICCU room at RSUD dr. Soedarso in pharmacodynamics.   Keywords:          Antihypertensive, Pharmacodynamics, Congestive Heart Failure, Interaction   Abstrak Terapi pengobatan yang menggunakan berbagai jenis obat dikenal dengan nama polifarmasi. Penderita gagal jantung kongestif memiliki risiko mengalami interaksi antar obat yang dapat memberikan efek menguntungkan atau merugikan bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jumlah kejadian interaksi pada pasien gagal jantung kongestif yang dirawat di ruang ICCU RSUD dr. Soedarso periode Januari hingga Desember 2021. Pengambilan data secara retrospektif dan teknik purposive sampling. Data yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 130. Data melalui  analisis dengan menggunakan Microsoft Excel, uji chi squareE-book Stockley’s Drug Interaction edisi 8, aplikasi Drug Interaction Checker yang dapat diakses melalui Medscape.com dan drugs.com. Hasil penelitian menunjukkan potensi interaksi obat dari 130 pasien pada penggunaan obat  antihipertensi memiliki total kejadian sebanyak 634 interaksi, dan interaksi farmakodinamik sebanyak 458 kejadian (72,23%), farmakokinetik sebanyak 35 kejadian (5,52%), dan tidak diketahui sebanyak 141 kejadian (22,23%), uji chi square memberikan hasil p-value <0,001. Kesimpulan dari penelitian ini adalah persentase interaksi obat yang banyak terjadi pada pasien GJK di ruang ICCU RSUD dr. Soedarso secara farmakodinamik.   Kata Kunci:         Antihipertensi, Farmakodinamik, Gagal Jantung Kongestif, Interaksi
EDUKASI KEAMANAN DALAM PENGGUNAAN OBAT SIRUP BAGI KADER PUSKESMAS ALIANYANG DI KOTA PONTIANAK Rizkifani, Shoma; Nurbaeti, Siti Nani; Wahdaningsih, Sri; Ropiqa, Meri; Indriyani, Risa; Agustriangga, Muhammad Rafly
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19282

Abstract

ABSTRAKCemaran etilen glikol pada obat sirup disinyalir sebagai salah satu penyebab gangguan ginjal akut yang berujung kematian pada anak. Gangguan ginjal akut progresif atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney) merupakan gangguan yang gempar dibicarakan sebab menewaskan seratus lebih anak di Indonesia. Gangguan ginjal akut yang menyebabkan kematian tersebut diduga kuat terjadi karena adanya kandungan senyawa ethyleme glycol (EG), diethylene glycol (DEG) dan ethylene glycol butyl ether (EGBE) pada obat sirup. BPOM mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, menjadi konsumen cerdas, dan memperoleh obat melalui sarana resmi, yaitu di apotek, toko obat berizin, puskesmas atau rumah sakit terdekat. Masalah tersebut tidak saja dipandang sebagai masalah kesehatan, tetapi telah menjadi tanggung jawab bersama diantaranya dari institusi pendidikan seperti Fakultas Kedokteran. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk membekali kader Puskesmas Alianyang dengan informasi, edukasi dan keterampilan terkait informasi penggunaan obat sirup yang aman. Dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini terdiri dari beberapa kegiatan diantaranya adalah perancangan metode edukasi, pembuatan media edukasi penggunaan obat sirup yang aman, dan pemberian pre-test, post-tes. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman kader dengan indikator nilai rata-rata pre-test adalah 56,67 dan nilai rata-rata post-test adalah 58,75. Kesimpulannya trerjadi peningkatan pemahaman kader Puskesmas Alianyang Kata Kunci: sirup; edukasi; puskesmas; kemanan ABSTRACTEthylene glycol contamination in drug syrup is suspected as one of the causes of acute kidney failure which leads to death in children. Atypical Progressive Acute Kidney Disorder (Atypical Progressive Acute Kidney) is a disorder that is being talked about because it kills more than one hundred children in Indonesia. The acute kidney disorder that caused the death is strongly suspected to have occurred because of the compounds ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG) and ethylene glycol butyl ether (EGBE) in the syrup. BPOM urges the public to be more vigilant, to be smart consumers, and to obtain medicines through official means, namely at pharmacies, licensed drugstores, health centers or the nearest hospital. This problem is not only seen as a health problem, but has become a shared responsibility, including from educational institutions such as the Faculty of Medicine. Community Service Activities (PKM) aim to equip Alianyang Health Center cadres with information, education and skills related to information on the safe use of syrup drugs. In carrying out this PKM activity, it consists of several activities including designing educational methods, making educational media on the safe use of syrup drugs, and administering pre-test, post-test. The results showed an increase in understanding of cadres with an indicator of the average pre-test score of 56.67 and the average post-test score of 58.75. In conclusion, there has been an increase in the understanding of Alianyang Health Center cadres. Keywords: syrup; education; public health center
Analisis Efektivitas dan Rasionalitas Penggunaan Digoxin pada Pasien Gagal Jantung Kongestif di Instalasi ICCU RSUD DR.Soedarso Pontianak Ajeng, Melia; Rizkifani, Shoma; Wijianto, Bambang
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v12i2.48438

Abstract

Terapi glikosida jantung yaitu obat digoksin dapat digunakan untuk mengatasi gagal jantung kongestif. Namun, digoksin merupakan obat dengan indeks terapeutik sempit yang memungkinkan terjadinya keracunan digitalis. Sehubungan dengan penggunaan digoksin, perhatian harus diberikan untuk memastikan bahwa golongan obat ini digunakan secara rasional dan efektif.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas dan rasionalitas penggunaan digoksin pada pasien gagal jantung. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis ketepatan obat, indikasi, dosis, dan frekuensi serta efektivitas digoksin terhadap pasien gagal jantung kongestif. Hasil penelitian ini terdapat 19 pasien yang menerima digoksin, 19 (100%) pasien tepat obat, 7 (36,8%) pasien menerima digoksin sesuai indikasi, 19 (100%) pasien mendapatkan dosis yang sesuai dan 19 (100%) pasien diberikan frekuensi pemberian yang tepat. Efektivitas digoksin ditunjukan berdasarkan tanda vital pasien dengan rata-rata HR normal 88,2x/menit, RR normal 20x/menit, SPO2 normal 97,5% dan TD pasien 105/66 mmHg. Kesimpulan penelitian ini bahwa evaluasi ketepatan obat pasien rata-rata sesuai dan tanda-tanda vital pada pasien gagal jantung kongestif berada dalam rentang normal.
Edukasi tentang deteksi dini kunci selamatkan penderita tuberkulosis di desa Sungai Kakap Sri Wahdaningsih; Shoma Rizkifani; Meri Ropica; Muhammad Rafly Agustriangga; Risa Indriyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25969

Abstract

AbstrakPenyakit Tuberkulosis (TBC) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan Global TB Report 2023, Indonesia masih menempati posisi kedua setelah India dan diikuti oleh China di posisi ketiga dengan kasus sebanyak 1.060.000. TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dengan gejala yang umum seperti penyakit lainnya sehingga orang dapat terinfeksi tanpa menyadarinya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda dan gejala TBC pada tubuh. Pengobatan TBC dilakukan setiap hari dan dalam jangka waktu yang relatif lama, yaitu 6 bulan yang menjadikan hal tersebut merupakan salah satu tantangan dalam pengobatan TBC. Hal ini dibuktikan dengan angka keberhasilan pengobatan TBC pada tahun 2022 yang baru mencapai 74% sedangkan targetnya adalah 90% angka keberhasilan pengobatan. Kunci keberhasilan pengobatan TBC adalah 3T, yaitu Tepat Waktu (disiplin dalam meminum obat sesuai waktu yang telah ditentukan), Tepat Cara (minum obat sekaligus, atau jika satu-persatu maka jarak waktu diminumnya tidak lebih dari 2 jam), dan Tepat Dosis (sesuai dosis yang dianjurkan dokter). Oleh karena itu, penting untuk membekali kader tersebut dengan informasi, dan edukasi terkait terkait deteksi dini pasien tuberkulosis. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Desa Sungai Kakap pada tanggal 13 Juni 2024 dan melibatkan kader PKK sebanyak 29 peserta. Rangkaian dari kegiatan ini diantaranya yaitu perancangan metode edukasi dan pembuatan media edukasi, pemberian pre-test, peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini tentang tuberkulosis, post-test serta evaluasi pelaksanaan kegiatan dan tingkat pemahaman para kader. Hasil nilai pre-test dan post-test dari kader Desa Sungai Kakap terdapat kenaikan rata-rata skor sebesar 32,42. Hal ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan pemahaman terkait deteksi dini pasien tuberkulosis. Kata kunci: sungai kakap; edukasi; tuberculosis; deteksi dini. Abstract Tuberculosis (TB) is still a public health problem in Indonesia. Based on the Global TB Report 2023, Indonesia is still in second place after India and followed by China in third place with 1,060,000 cases. TB is an infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis with symptoms that are common like other diseases so people can be infected without realizing it. Therefore, it is important to recognize the signs and symptoms of TB in the body. TB treatment is carried out every day and for a relatively long period of time, namely 6 months, which makes it one of the challenges in TB treatment. This is evidenced by the TB treatment success rate in 2022 which only reached 74% while the target is 90% treatment success rate. The key to successful TB treatment is the 3Ts, namely the Right Time (discipline in taking medicine according to a predetermined time), the Right Way (taking medicine at once, or if one by one then the time interval for taking it is no more than 2 hours), and the Right Dose (according to the dose recommended by the doctor). Therefore, it is important to equip these cadres with information and education related to early detection of tuberculosis patients. This PKM activity was carried out in Sungai Kakap Village on June 13, 2024 and involved 29 PKK cadres. The series of activities include designing educational methods and making educational media, giving pre-test, increasing knowledge about early detection of tuberculosis, post-test and evaluating the implementation of activities and the level of understanding of cadres. The results of the pre-test and post-test scores of Desa Sungai Kakap PKK cadres showed an increase in the average score of 32.42. This shows that there is an increase in understanding related to early detection of tuberculosis patients. Keywords: sungai kakap; education; tuberculosis; early detection.
Edukasi pemanfaatan tanaman obat tradisional dalam rangka self-medication Shoma Rizkifani; Sri Wahdaningsih; Robby Najini; Meri Ropiqa; Alifa Rapaella Fadia Tito Putri; Ayu Aulia Uly Fahmi; Samuel Crishanzen Chang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.28929

Abstract

AbstrakSelf-medication atau pengobatan mandiri merupakan praktik umum di kalangan pelajar, namun pemanfaatan obat tradisional masih terbatas akibat kurangnya edukasi terkait manfaat dan penggunaannya. Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas dan pengetahuan tradisional yang melimpah, yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber obat tradisional. Meskipun regulasi terkait obat tradisional di Indonesia sudah baik, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaannya dalam pengobatan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMK Kesehatan mengenai manfaat, jenis, dan penggunaan tanaman obat tradisional dalam praktik self-medication. Metode yang digunakan meliputi pre-test, edukasi melalui presentasi, video, flyer, diskusi, dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil pre-test menunjukkan distribusi nilai dengan skor tertinggi 90 dan terendah 50, sedangkan hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan skor tertinggi mencapai 100. Rata-rata skor pre-test adalah 70,4 dan rata-rata skor post-test meningkat menjadi 96,8; mencerminkan peningkatan pengetahuan sebesar 27,4%. Evaluasi kegiatan menunjukkan kepuasan tinggi dari peserta terkait metode penyampaian dan relevansi materi. Hasil menunjukkan bahwa edukasi tentang tanaman obat tradisional efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa dan diharapkan dapat mendorong praktik self-medication yang bijak dan bertanggung jawab di kalangan siswa SMK Kesehatan. Kata kunci: pengobatan mandiri; obat tradisional; edukasi; pelajar; SMK AbstractSelf-medication is a common practice among students, but the utilization of traditional medicine is still limited due to lack of education regarding its benefits and uses. Indonesia has an abundance of biodiversity and traditional knowledge, which has great potential to be developed as a source of traditional medicine. Although regulations related to traditional medicine in Indonesia are good, further research is needed to ensure the effectiveness and safety of its use in self-medication. This study aims to improve the knowledge of vocational health students regarding the benefits, types, and uses of traditional medicinal plants in self-medication practices. The methods used include pre-test, education through presentations, videos, flyers, discussions, and post-test to measure the improvement of students' understanding. The pre-test results showed a distribution of values with the highest score of 90 and the lowest score of 50, while the post-test results showed significant improvement with the highest score reaching 100. The average pre-test score was 70.4 and the average post-test score increased to 96.8, reflecting a 27.4% increase in knowledge. Evaluation of the activity showed high satisfaction from participants regarding the delivery method and relevance of the material. The results show that education about traditional medicinal plants is effective in improving students' knowledge and is expected to encourage wise and responsible self-medication practices among vocational health students. Keywords: self-medication; traditional medicine; education; students; vocational schools
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abang Raffli Ade Ferdinan Agustriangga, Muhammad Rafly Agvina Felicia Esperanza Ajeng, Melia Alifa Rapaella Fadia Tito Putri Anas Putri Maria Natasya Panamuan Anindia, Winda Ardini, Citra Ayu Aulia Uly Fahmi Bambang WIJIANTO Chang, Samuel Crishanzen Defiga Kasrin Dhenaya Pradina Dwi Wulan Anggraini Eka K. Untari Eka Kartika Untari Eka Kartika Untari Eka Kartika Untari Eka Kartika Untari Elisabeth indah Mulatsih Fahmi, Ayu Aulia Uly Fajar Nugraha Felisitas Feli Filomina Dila Putri Gamayanti, Tasiana Gisela Ghea Egikania Sutanto Hadi Kurniawan Hafrizal Riza Hariyanto IH Husnatika Indriyani, Risa Intan Khairunnisa Khairunnisa, Intan Lestari, Eka Rizki Liza Pratiwi Luluk Mariani Lusi Ariska Triani M Rafly Agustriangga M. Akib Yuswar Mariani, Luluk Meri Ropica Muhammad Akib Yuswar Muhammad Akib Yuswar Muhammad Akib Yuswar Muhammad Akib Yuswar Muhammad Akib Yuswar Muhammad Rafly Agustriangga Mulatsih, Elisabeth indah Najini, Robby Nera Umilia Purwanti Nera Umilia Purwanti, Nera Umilia Nia Resseda ningsih, yetiutari Nurmainah Nurmainah Nurmainah Nurmainah Nurmainah Nurmainah Nurmainah Oi, San Putra, Berlian Rizky Putri, Arsalna Daersa Rikalia, Rikalia Risa Indriyani Robby Najini Robby Najini Robiyanto, Robiyanto Ronaldo, Ronaldo Ropiqa, Meri Rupiani, Aprias Samuel Crishanzen Chang Saputra, Pinsensius Boni Sarah M. Sasfi Shinta Misdariani Nur Shinta Nia Putri Siti Nani Nurbaeti Sri Wahdaningsih Susanti, Ressi Sutanto, Ghea Egikania Tri Febiani Ulfa Sri Mandasari Utari, Eka Kartika Vanie, Vanie William Rinaldi Yeni Utari Ningsih Yulnalia Mariella Delavega Yuswar, Akib Yuswar, Muhammad Akib