Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi tentang deteksi dini kunci selamatkan penderita tuberkulosis di desa Sungai Kakap Sri Wahdaningsih; Shoma Rizkifani; Meri Ropica; Muhammad Rafly Agustriangga; Risa Indriyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25969

Abstract

AbstrakPenyakit Tuberkulosis (TBC) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan Global TB Report 2023, Indonesia masih menempati posisi kedua setelah India dan diikuti oleh China di posisi ketiga dengan kasus sebanyak 1.060.000. TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dengan gejala yang umum seperti penyakit lainnya sehingga orang dapat terinfeksi tanpa menyadarinya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda dan gejala TBC pada tubuh. Pengobatan TBC dilakukan setiap hari dan dalam jangka waktu yang relatif lama, yaitu 6 bulan yang menjadikan hal tersebut merupakan salah satu tantangan dalam pengobatan TBC. Hal ini dibuktikan dengan angka keberhasilan pengobatan TBC pada tahun 2022 yang baru mencapai 74% sedangkan targetnya adalah 90% angka keberhasilan pengobatan. Kunci keberhasilan pengobatan TBC adalah 3T, yaitu Tepat Waktu (disiplin dalam meminum obat sesuai waktu yang telah ditentukan), Tepat Cara (minum obat sekaligus, atau jika satu-persatu maka jarak waktu diminumnya tidak lebih dari 2 jam), dan Tepat Dosis (sesuai dosis yang dianjurkan dokter). Oleh karena itu, penting untuk membekali kader tersebut dengan informasi, dan edukasi terkait terkait deteksi dini pasien tuberkulosis. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Desa Sungai Kakap pada tanggal 13 Juni 2024 dan melibatkan kader PKK sebanyak 29 peserta. Rangkaian dari kegiatan ini diantaranya yaitu perancangan metode edukasi dan pembuatan media edukasi, pemberian pre-test, peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini tentang tuberkulosis, post-test serta evaluasi pelaksanaan kegiatan dan tingkat pemahaman para kader. Hasil nilai pre-test dan post-test dari kader Desa Sungai Kakap terdapat kenaikan rata-rata skor sebesar 32,42. Hal ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan pemahaman terkait deteksi dini pasien tuberkulosis. Kata kunci: sungai kakap; edukasi; tuberculosis; deteksi dini. Abstract Tuberculosis (TB) is still a public health problem in Indonesia. Based on the Global TB Report 2023, Indonesia is still in second place after India and followed by China in third place with 1,060,000 cases. TB is an infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis with symptoms that are common like other diseases so people can be infected without realizing it. Therefore, it is important to recognize the signs and symptoms of TB in the body. TB treatment is carried out every day and for a relatively long period of time, namely 6 months, which makes it one of the challenges in TB treatment. This is evidenced by the TB treatment success rate in 2022 which only reached 74% while the target is 90% treatment success rate. The key to successful TB treatment is the 3Ts, namely the Right Time (discipline in taking medicine according to a predetermined time), the Right Way (taking medicine at once, or if one by one then the time interval for taking it is no more than 2 hours), and the Right Dose (according to the dose recommended by the doctor). Therefore, it is important to equip these cadres with information and education related to early detection of tuberculosis patients. This PKM activity was carried out in Sungai Kakap Village on June 13, 2024 and involved 29 PKK cadres. The series of activities include designing educational methods and making educational media, giving pre-test, increasing knowledge about early detection of tuberculosis, post-test and evaluating the implementation of activities and the level of understanding of cadres. The results of the pre-test and post-test scores of Desa Sungai Kakap PKK cadres showed an increase in the average score of 32.42. This shows that there is an increase in understanding related to early detection of tuberculosis patients. Keywords: sungai kakap; education; tuberculosis; early detection.
Edukasi pemanfaatan tanaman obat tradisional dalam rangka self-medication Shoma Rizkifani; Sri Wahdaningsih; Robby Najini; Meri Ropiqa; Alifa Rapaella Fadia Tito Putri; Ayu Aulia Uly Fahmi; Samuel Crishanzen Chang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.28929

Abstract

AbstrakSelf-medication atau pengobatan mandiri merupakan praktik umum di kalangan pelajar, namun pemanfaatan obat tradisional masih terbatas akibat kurangnya edukasi terkait manfaat dan penggunaannya. Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas dan pengetahuan tradisional yang melimpah, yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber obat tradisional. Meskipun regulasi terkait obat tradisional di Indonesia sudah baik, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaannya dalam pengobatan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMK Kesehatan mengenai manfaat, jenis, dan penggunaan tanaman obat tradisional dalam praktik self-medication. Metode yang digunakan meliputi pre-test, edukasi melalui presentasi, video, flyer, diskusi, dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil pre-test menunjukkan distribusi nilai dengan skor tertinggi 90 dan terendah 50, sedangkan hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan skor tertinggi mencapai 100. Rata-rata skor pre-test adalah 70,4 dan rata-rata skor post-test meningkat menjadi 96,8; mencerminkan peningkatan pengetahuan sebesar 27,4%. Evaluasi kegiatan menunjukkan kepuasan tinggi dari peserta terkait metode penyampaian dan relevansi materi. Hasil menunjukkan bahwa edukasi tentang tanaman obat tradisional efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa dan diharapkan dapat mendorong praktik self-medication yang bijak dan bertanggung jawab di kalangan siswa SMK Kesehatan. Kata kunci: pengobatan mandiri; obat tradisional; edukasi; pelajar; SMK AbstractSelf-medication is a common practice among students, but the utilization of traditional medicine is still limited due to lack of education regarding its benefits and uses. Indonesia has an abundance of biodiversity and traditional knowledge, which has great potential to be developed as a source of traditional medicine. Although regulations related to traditional medicine in Indonesia are good, further research is needed to ensure the effectiveness and safety of its use in self-medication. This study aims to improve the knowledge of vocational health students regarding the benefits, types, and uses of traditional medicinal plants in self-medication practices. The methods used include pre-test, education through presentations, videos, flyers, discussions, and post-test to measure the improvement of students' understanding. The pre-test results showed a distribution of values with the highest score of 90 and the lowest score of 50, while the post-test results showed significant improvement with the highest score reaching 100. The average pre-test score was 70.4 and the average post-test score increased to 96.8, reflecting a 27.4% increase in knowledge. Evaluation of the activity showed high satisfaction from participants regarding the delivery method and relevance of the material. The results show that education about traditional medicinal plants is effective in improving students' knowledge and is expected to encourage wise and responsible self-medication practices among vocational health students. Keywords: self-medication; traditional medicine; education; students; vocational schools
Peningkatan pengetahuan siswa SMK Bina Dharma tentang manfaat teh nutrasetika kulit buah naga merah sebagai alternatif dalam mengatasi penyakit kronis Najini, Robby; Rizkifani, Shoma; Wahdaningsih, Sri; Fahmi, Ayu Aulia Uly; Chang, Samuel Crishanzen
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36677

Abstract

AbstrakProgram Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SMK Bina Dharma Pontianak mengenai pemanfaatan teh nutrasetika dari kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai alternatif pencegahan penyakit kronis dan degeneratif. Penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan hiperlipidemia berkaitan dengan pola hidup tidak sehat, sementara pemahaman remaja tentang pangan fungsional dan nutrasetika masih terbatas. Kegiatan dilakukan secara edukatif melalui pendekatan saintifik populer tanpa praktik langsung. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, seleksi peserta, pengembangan media edukatif (slide, video, flyer), pelaksanaan edukasi, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Sebanyak 53 siswa mengikuti kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan distribusi nilai setelah edukasi, ditandai tidak adanya peserta dengan nilai 0 pada posttest. Mayoritas peserta memperoleh nilai 80 sebanyak 21 orang, nilai 60 sebanyak 12 orang, nilai 40 sebanyak 10 orang, nilai 20 sebanyak 6 orang, serta peningkatan jumlah peserta yang memperoleh nilai 100 menjadi 4 orang. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Program ini memperkuat literasi kesehatan berbasis potensi lokal serta mendorong siswa menjadi agen penyebaran informasi kesehatan di lingkungan sekitarnya. Kata kunci: nutrasetika; kulit buah naga; literasi kesehatan; penyakit degeneratif; edukasi siswa. AbstractThis Community Service Program aimed to improve students’ knowledge at SMK Bina Dharma Pontianak regarding the utilization of nutraceutical tea made from red dragon fruit peel (Hylocereus polyrhizus) as an alternative for preventing chronic and degenerative diseases. Non-communicable diseases such as diabetes, hypertension, and hyperlipidemia are closely related to unhealthy lifestyles, while adolescents’ understanding of functional foods and nutraceuticals remains limited. The activity was conducted through an educational approach using popular scientific methods without hands-on practice. Implementation stages included preparation, participant selection, development of educational media (slides, videos, and flyers), educational delivery, and evaluation using pretest and posttest assessments. A total of 53 students participated. Evaluation results showed an improvement in score distribution after the educational intervention, indicated by the absence of students scoring 0 in the posttest. Most participants achieved a score of 80 (21 students), followed by scores of 60 (12 students), 40 (10 students), and 20 (6 students), with the number of students scoring 100 increasing to four. These findings indicate enhanced student understanding of the material presented. This program strengthens health literacy based on local potential and encourages students to become health information disseminators in their communities. Keywords: nutraceuticals; dragon fruit peel; health literacy; degenerative diseases; student education.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abang Raffli Ade Ferdinan Agustriangga, Muhammad Rafly Agvina Felicia Esperanza Ajeng, Melia Alifa Rapaella Fadia Tito Putri Anas Putri Maria Natasya Panamuan Anindia, Winda Ardini, Citra Ayu Aulia Uly Fahmi Bambang WIJIANTO Chang, Samuel Crishanzen Defiga Kasrin Dhenaya Pradina Dwi Wulan Anggraini Eka K. Untari Eka Kartika Untari Eka Kartika Untari Eka Kartika Untari Eka Kartika Untari Elisabeth indah Mulatsih Fahmi, Ayu Aulia Uly Fajar Nugraha Felisitas Feli Filomina Dila Putri Gamayanti, Tasiana Gisela Ghea Egikania Sutanto Hadi Kurniawan Hafrizal Riza Hariyanto IH Husnatika Indriyani, Risa Intan Khairunnisa Khairunnisa, Intan Lestari, Eka Rizki Liza Pratiwi Lusi Ariska Triani M Rafly Agustriangga M. Akib Yuswar Mariani, Luluk Meri Ropica Muhammad Akib Yuswar Muhammad Akib Yuswar Muhammad Akib Yuswar Muhammad Akib Yuswar Muhammad Akib Yuswar Muhammad Rafly Agustriangga Mulatsih, Elisabeth indah Najini, Robby Nera Umilia Purwanti Nera Umilia Purwanti, Nera Umilia Nia Resseda ningsih, yetiutari Nurmainah Nurmainah Nurmainah Nurmainah Nurmainah Oi, San Putra, Berlian Rizky Putri, Arsalna Daersa Rikalia, Rikalia Risa Indriyani Robby Najini Robby Najini Robiyanto, Robiyanto Ronaldo, Ronaldo Ropiqa, Meri Rupiani, Aprias Samuel Crishanzen Chang Saputra, Pinsensius Boni Sarah M. Sasfi Shinta Misdariani Nur Shinta Nia Putri Siti Nani Nurbaeti Sri Wahdaningsih Susanti, Ressi Sutanto, Ghea Egikania Tri Febiani Ulfa Sri Mandasari Utari, Eka Kartika Vanie, Vanie William Rinaldi Yeni Utari Ningsih Yulnalia Mariella Delavega Yuswar, Akib Yuswar, Muhammad Akib