Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ARSEN (As) SEBAGAI UNSUR PENUNJUK MINERALISASI EMAS TIPE EPITERMAL DI DAERAH CISOLOK KABUPATEN SUKABUMI JAWA BARAT Kisman, Kisman
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 6 No 1 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v6i1.98

Abstract

Mineralisasi emas yang terdapat di zona alterasi biasanya ditandai dengan adanya mineral sulfida sebagai mineral penunjuk. Unsur As dalam bentuk mineral arsenopyrite penyelidikan. Korelasi antara unsur Au dan As memiliki angka positif 0,1375 hal ini berarti bahwa keduanya memiliki hubungan keterjadian sehingga arsen dapat dijadikan sebagai unsur penunjuk mineralisasi tipe epitermal karena pembentukan unsur arsen pada suhu rendah.Alterasi yang terdapat pada lingkungan batuan vulkanik yang diterobos oleh batuan intrusi yang lebih muda akan menghasilkan mineralisasi endapan emas primer yang ideal.
KETERDAPATAN EMAS YANG BERASOSIASI DENGAN SINABAR DI KABUPATEN BOMBANA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA Kisman, Kisman
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 6 No 3 (2011): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v6i3.120

Abstract

Kegiatan prospeksi dilakukan untuk mengentahui tipe genesa emas di daerah Kecamatan Rarowatu dan  Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, dengan metode pemercontoan geokimia dan konsentrat mineral berat serta analisis mineralogi butir pada 73 conto konsentrat dulang. Hasil penyelidikan menunjukan bahwa di daerah ini terdapat 2 tipe genesa emas yaitu primer pada satuan batuan sekis dan emas sekunder pada satuan aluvial yang berasosiasi dengan sinabar.
KARAKTERISTIK GEOKIMIA UNSUR TANAH JARANG DALAM ENDAPAN BAUKSIT DI DAERAH SANDAI, KABUPATEN KETAPANG, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Kisman, Kisman; Pardiarto, Bambang
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 9 No 3 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v9i3.131

Abstract

Keberadaan unsur tanah jarang (UTJ) atau rare earth element (REE) di Indonesia belum diketahui secara menyeluruh. Salah satu lokasi keterdapatan UTJ berada di wilayah  pertambangan timah aluvial sebagai mineral ikutan. Mineral monasit merupakan salah satu mineral yang mengandung UTJ. Kebutuhan UTJ sebagai bahan baku pada industri berteknologi tinggi semakin meningkat sehingga perlu upaya pencarian sumbernya selain pada lokasi penambangan timah. Pendekatan pencarian sumber dilakukan pada wilayahterdapatnya batuan granit, diorit serta endapan bauksit.  Satuan batuan Granit Sukadana yang memiliki wilayah cukup luas di daerah Sandai, Kabupaten Ketapang sebagian mengalami lateritisasi menjadi bauksit yang diduga mengandung UTJ. Karakteristik geokimia UTJ yang terkandung dalam conto lapisan tanah laterit horison B dan dalam tanah dengan fragmen bauksit saprolit pada sumur uji menunjukkan bahwa peningkatan kandungan gadolinium (Gd) dan praseodymium (Pr) terdapat dalam conto tanah dengan fragmen bauksit saprolit. Sumber UTJ di daerah ini berhubungan dengan batuan granit tipe-S yang berasosiasi dengan cebakan timah. 
TIPE CEBAKAN MINERAL BERDASARKAN DATA GEOKIMIA TANAH DI GUNUNG RAWAN PERBATASAN SARAWAK - KABUPATEN SANGGAU, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Kisman, Kisman; Pardiarto, Bambang
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10 No 1 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v10i1.138

Abstract

Gunung Rawan merupakan salah satu titik tapal batas daerah perbatasan antara Malaysia dan Indonesia di Pulau Kalimantan (Borneo). Sebagian daripada gunung tersebut yaitu daerah KedupSarawak sudah diketahui mengandung cebakan emas primer. Zona pemineralan ini diperkirakan menerus ke wilayah Kabupaten Sanggau. Dalam kerangka kerjasama penyelidikan dengan MGMalaysia, Pusat Sumber Daya Geologi melakukan penyelidikan di daerah Gunung Rawan untuk mengetahui penyebaran zona pemineralan tersebut. Litologi di daerah penyelidikan berupa breksi tufa yang umumnya sudah mengalami ubahan silisifikasi, propilitisasi dan argilitisasi dengan jenis mineral ubahan kaolinit, halloysit dan muskovit, mengandung pirit dan kalkopirit. Analisis koefisien korelasi terhadap unsur-unsur Au, As, Sb dan Hg dari geokimia tanah menunjukkan kekerabatan positif yang mencerminkan genesa dalam satu sistim. Terdapat empat kluster anomali unsur yaitu Cu-Hg, Au-SbAs,Hg-Sb dan Cu-Au-As-Ag yang tersebar dominan dalam satuan batuan gunung api. Klaster anomali unsur Cu-Hg dengan pemineralan kalkopirit dan Au-Sb-As dengan pemineralan pirit terkonsentrasi di sekitar puncak Gunung Rawan yang diduga masih berhubungan dengan proses pemineralan yang terjadi di wilayah Kedup, Sarawak. Pemineralan tersebut diduga merupakan tipe epithermal volcanic - hosted.
Pengolahan Jagung Sebagai Upaya Peningkatan Penghasilan Masyarakat Melalui Keripik Sebagai Ide Kreatif Alam, Syamsul; Sjahruddin, Herman; Kisman, Kisman; Jamali, Hisnol; Djaharuddin, Darmawati; Inriani, Novi; Ikram, Zul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan dengan memperhatikan potensi sumber daya yang dimiliki, melimpahnya tanaman jagung yang pada saat panen hanya sebahagian yang laku dibeli oleh pengumpul dan sebagian lagi digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga dan sebagai pakan ternak sehingga pada beberapa kesempatan ditemukan di rumah warga adanya jagung yang tidak dimanfaatkan warga (membusuk). Kondisi tersebut menginspirasi dilakukannya PkM pada Desa Sanrobone, Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan, selain itu aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ekonomi (pendapatan) warga melalui pemanfaatan sumberdaya alam desa.  Penanganan keripik berbahan dasar jagung dengan menambahkan beberapa varian rasa (balado, keju dan original) berorientasi tidak hanya terbatas pada pemanfaatan jagung secara maksimal, namun juga berorientasi pada peningkatan penghasilan warga desa. Aktivitas ini dilaksanakan kurang lebih sebulan dimulai dengan tahapan observasi, sosialisasi, pendampingan, pengemasan hingga pelaksanaan uji coba pemasaran. Keripik jagung ditawarkan ke kios/toko dan pasar terdekat, dari beberapa percobaan pemasaran yang dilakukan, keseluruhan mendapat respon positif dari konsumen. Terbukti dengan adanya pemesanan kembali yang dilakukan oleh pasar sasaran. PkM ini menjadi sangat penting karena selain menambah pengetahuan dan wawasan warga tentang pemanfaatan sumber daya alam, aktivitas ini juga membantu meningkatkan penghasilan warga desa.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN SEKOLAH DI SDN 15 AMPENAN, NUSA TENGGARA BARAT Dewi, Suprayanti; Kisman, Kisman; Wahidah, Ananda; Zubaidi, Fitriannisa F; Maryanti, Sri
Jurnal Pepadu Vol 5 No 2 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i2.4830

Abstract

Tim pengabdian melakukan kegiatan pengabdian bertempat di SDN 15 Ampenan, sebuah sekolah dasar negeri di Pulau Lombok, dengan tema pemanfaatan lahan tidak termanfaatkan di pekarangan sekolah. Kegiatan ini meliputi empat kegiatan yaitu observasi, koordinasi, sosialisasi dan pendampingan penanaman tanaman hortikultura dan tanaman obat. Tahap pertama yaitu observasi dan koordinasi yang dilakukan pada bulan Maret 2024. Permasalahan yang mendasar dalam pengembangan budidaya pekarangan adalah lokasi lahan sebagai calon lokasi penanaman sedikit ternaungi oleh bangunan kelas dan tembok. Tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan yang telah dibersihkan secara bergotong royong setelah survey pendahuluan adalah tanaman kangkung darat, tomat, cabai, terung bulat dan terung Panjang, lengkuas, lidah buaya serta jahe. Setelah tim pelaksana menginisiasi pemanfaatan lahan dalam budidaya tanaman hortikultura, diperoleh hasil berupa pendampingan pemanfaatan lahan pekarangan sekolah berjalan dengan baik. Selain sebagai wadah pembelajaran proses tumbuh kembang tanaman, kegiatan ini jika diterapkan di rumah-rumah siswa diharapkan lebih lanjut dapat menjamin ketahanan pangan bagi keluarganya. Dukungan berkala ini harus dilakukan secara berkesinambungan sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk memberikan dukungan, menumbuhkan komitmen, dan meningkatkan sumber daya manusia di bidang terkait.
PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN KOTORAN TERNAK SAPI DI DUSUN MONGGE-2 MENJADI PUPUK ORGANIK PADAT Nikmatullah, Aluh; Sarjan, Muhammad; Kisman, Kisman; Haryanto, Hery; Jihadi, Amrul; Dewi, Suprayanti Martia
Jurnal Pepadu Vol 5 No 2 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i2.4926

Abstract

Mongge-2 Hamlet, one of the hamlets in the Penyangga Village area. Services activity accompanied by assistance in processing livestock manure to produce organic fertilizer to support sustainable integrated farming system in this hamlet. The aim is to empower the community with productive activities through optimizing the potential of natural resources and human resources by involving relevant stakeholders. This service activity will be carried out in 2023, starting with a location survey activity. The next activity is coordinated to determine target communities to be given regular counseling and assistance to produce solid organic fertilizer and how to apply it in the field. After the outreach and mentoring activities are carried out, monitoring, reporting and publication are carried out. The organic fertilizer produced is applied to garden and agricultural cultivation around Mongge-2 Hamlet. This organic fertilizer is expected to play a role in improving the soil and is expected to reduce the use of synthetic fertilizers and increase the fertility of the media used. so that agricultural products are healthier for consumption. Further research needs to be carried out to determine the content of the organic fertilizer produced and its effect on the growth of agricultural cultivation of certain commodities.
PELATIHAN UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI JAMBU KRISTAL DI AGROWISATA DESA LABUAPI Dewi, Suprayanti Martia; Kisman, Kisman; Maryanti, Sri; Sukmana, Febrian Humaidi
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.6084

Abstract

Keberadaan pembangunan Agrowisata yang mengusung konsep pertanian berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan desa, membuka lowongan bagi warga setempat serta mampu memanfaatkan limbah olahan ternak dan pertanian sehingga dapat secara mandiri dan bersama meningkatkan kesejahteraan warga desa Labuapi. Metode Pelaksanaan Pengabdian skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang dilakukan pada bidang peningkatan kualitas produksi ini dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan pada kegiatan peningkatan kualitas produksi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menyasar tidak hanya karang taruna, melainkan juga BUMDes, dan pengelola Desa Labuapi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September tahun 2024. Alat dan bahan yang disediakan adalah dengan menyediakan sarana dan prasana alat serta bahan penunjang budidaya pertanian sesuai kaidah yang benar, pembungkus buah jambu kristal, antraktan, perangkap lalat buah, dan . sebagainya. Pada kegiatan pelatihan, informasi mengenai masalah utama penyebab penurunan kualitas hasil buah jambu kristal didiskusikan terlebih dahulu. Antusiasme peserta dalam menumbuhkan pemahaman, kesadaran, ketrampilan dan kemandirian dalam peningkatan kualitas produksi jambu kristal di areal budidaya Jambu Kristal Agrowisata Desa Labuapi terlihat dalam kegiatan sosialisasi dan pendampingan. Kegiatan monitoring dilakukan setelah 2 minggu pemasangan perangkap yang telah dibuat pada kegiatan sebelumnya, kegiatan ini dilakukan untuk melihat bagaimana perangkap ini bekerja di pohon jambu kristal di agrowisata Desa Labuapi.
Introduction of Superior Varieties and Seeds Quality in Shallot Cultivation in "Sumber Hidup" the Farmer Group Sigerongan Village Hemon, A. Farid; Kisman, Kisman; Sudarmawan, AA Ketut; Ujito, Lestari
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 1 (2024): March
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i1.481

Abstract

Members of the "Sumber Hidup" farmer group mostly carry out farming on narrow fields of land with very low yields. One alternative for developing farming businesses on limited land was the use of superior varieties and quality seeds of shallot. To achieve this goal, activities have been carried out to apply science and technology, both in the training/counseling and plot demonstrations (action research) for farmers. The method used in training was adult education with participatory techniques. The resulting output was an increase in the skills and knowledge of partner farmers. The demonstration plot that has been carried out was action research based on the results of research that has been carried out previously. The demonstration plot that has been done was to compare the planting of superior varieties of shallots with shallot seeds originating from farmers. The results of the activity showed that members of the "Sumber Hidup" farmer group who participated in the extension were very responsive to community service activities. Farmers heard and asked several questions related to planting superior varieties and quality shallot seeds on limited land. Participants were very active in every activity such as selecting seeds, making demonstration plots, planting, hilling, weeding and harvesting activities. The process of technological transformation of the use of superior varieties and quality seeds of shallots on limited land has occurred in the "Sumber Hidup" farmer group. The results of the demonstration plot showed that superior varieties produced 5-7 tons per hectare of shallot
Training and Educating of Pineapple Farmers in Producing Organic Fertilizer Using The Bio-EM4 Application Technology in Lendang Nangka Utara Village, Masbagik, East Lombok Kisman, Kisman; Ngawit, I Ketut; Dewi, Suprayanti Martia
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 2 (2024): June
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i2.649

Abstract

The aim of this community service activity is to train and mentor farmers to produce organic fertilizer from cattle pen waste to create a village community that is self-sufficient in meeting the fertilizer needs for its pineapple farming business. The activity used a participatory action method, which was carried out for 19 months. The results of the activities show that the implementation of the activities ran smoothly and successfully. Farmers' participation and enthusiasm, which was previously moderate, turned out to be increased to high after implementing direct assistance in the field. Farmers' knowledge and skills are increasing as evidenced by the fertilizer produced based on SNI standards which is classified as good quality. Organic fertilizer produced by farmers can be used as a substitute for Urea, ZK and TSP fertilizer because application of a dose of 25 tons ha-1 plus NPK Ponska dose of 100 kg ha-1 can balance the growth and yield of pineapple in plots fertilized with NPK dose of 500 kg ha-1 . So the recommended application dose for organic fertilizer produced by this program is 25 tons ha-1 plus NPK Ponska 100 kg ha-1 with the application time after soil processing.