Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH PEMBELAJARAN, HABITUASI DAN EKSTRAKURIKULER TERHADAP PEMBENTUKAN CIVIC DISPOSITION SISWA SMA NEGERI SE-KOTA BANDAR LAMPUNG Erwin Susanto; Kokom Komalasari
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 15 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 15 No. 1 Oktober 2015
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v15i1.9111

Abstract

This study purposed to describe how’s the influence of Civics learning, habituation and extracurricular towards civic disposition formation of students as the city of Bandar Lampung. This research used in this research is a quantitative approach with survey methods and correlational. The results showed that the learning Civics is positively significant affect on student’s civic dispositions at Senior High School in Bandar Lampung City. Habituation is positively significant affect on student’s civic dispositions at Senior High School in Bandar Lampung City. Extracurricular is positively significant affect on student’s civic dispositions at Senior High School in Bandar Lampung City. Simultaneously, learning Civics, habituations and extracurricular are positively significant affect on student’s civic dispositions at Senior High School in Bandar Lampung City.
POLA PENDIDIKAN DEMOKRASI PANCASILA MELALUI ORGANISASI KEMAHASISWAAN Febri Saefulloh; Kokom Komalasari; Prayoga Bestari
JIPIS Vol 29 No 1: April 2020
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Secara filosofis founding father berpandangan bahwa demokrasi yang dibangun Indonesia berbeda dengan demokrasi Barat. Sistem musyawarah/mufakat adalah nilai asli demokrasi Pancasila yang menghasilkan nilai-nilai tertentu berdasarkan prinsip musyawarah dan mufakat, serta gotong-royong dalam memajukan kehidupan bersama. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana pola pendidikan demokrasi Pancasila yang dilakukan oleh BEM, HMI, GMNI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif komparatif. Berbagai teknik pengumpulan data digunakan dalam menghimpun data yang dibutuhkan, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun subjek dalam penelitian ini terdiri atas para ketua organisasi, anggota pengurus organisasi, dan alumni organisasi dari berbagai organisasi BEM, HMI, GMNI di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pola Pendidikan Demokrasi Pancasila merupakan salah satu cara yang digunakan untuk membentuk jiwa kepemimpinan dalam mengelola organisasi mahasiswa. Bentuk pola pendidikan demokrasi Pancasila yang diterapkan adalah bentuk pendidikan kaderisasi sebagai bagian dari menyiapkan kader bagi perkembangan dan keberlangsungan organisasi mahasiswa BEM, HMI, GMNI demi membentuk kepemimpinan yang berbasis pada nilai-nilai karakter pancasila melalui program yang dilakukan di organisasi dengan ciri khas masing-masing. Kata kunci: Pedidikan, Demokrasi Pancasila, Organisasi Kemahasiswaan. 
HABITUASI UNTUK MENGUATKAN KARAKTER NASIONALISME PESERTA DIDIK WILAYAH PERBATASAN PADA ABAD 21 Fransiskus Markus Pereto Keraf; Kokom Komalasari
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 10, No. 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.84 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v9i2.25627

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh perilaku peserta didik di wilayah perbatasan yang cenderung bersikap, berbahasa, berbudaya hingga menyukai penggunaan produk dari Timor Leste dibandingkan Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan penguatan karakter nasionalisme melalui pembiasaan (habituasi) di SMPN Silawan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Proses penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik, guru, dan tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis keabsahan data terdiri dari reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Teknik yang digunakan oleh sekolah dalam menguatkan karakter nasionalisme peserta didik adalah melalui pembiasaan (habituasi). Melalui pembiasaaan ini, sekolah menyelenggarakan  best practice yang meliputi upacara bendera, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, menyanyikan lagu kebangsaan sebelum dan mengakiri pembelajaran, penyambutan tamu kenegaraan di wilayah perbatasan, penggunaan yel – yel kebangsaan, hingga keteladanan guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui program pembiasaan (habituasi) yang diselenggarakan oleh sekolah, mampu untuk menguatkan karakter nasionalisme peserta didik. Hal tersebut dibuktikan oleh perilaku dan juga aktivitas sehari  -hari peserta didik yang sudah mencintai produk dalam negeri, berbahasa Indonesia dengan baik, dan benar hingga merasa sangat mencitai Indonesia.Kata kunci : habituasi, karakter nasionalisme, peserta didik, wilayah perbatasan, abad 21 ABSTRACTThis research is motivated by students’ behavior in Indonesian border region who prefer to behave, speak, cultured even use products from Timor Lestecompared to Indonesia. The purpose of this research was to describe the process of strengthening the character of nationalism through habituation in SMPN Silawan, Belu Regency, East Nusa Tenggara Province. The research process used qualitative approach with descriptive methods. The subjects in this research were students, teachers, and community leaders. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The validity analysis of the data consists of data reduction, display, and conclusion drawing. The technique used by schools in strengthening the character of students' nationalism was through habituation. Through this practice, the school organized best practices in program included flag ceremonies, the use of good and appropriate Indonesian language, singing national anthem before and end the learning, welcoming state guests in the border region, and using national yells. The results of the study showed that through habituation programs organized by schools, it was able to strengthen the character of nationalism of students. This was proven by the behavior and daily activities of the students who have loved domestic products, speak Indonesian well and appropriate, even feel very fond of Indonesia.Key words: border area, habituation, nationalism character, student, the 21st century
The Roots of Young Generation Radicalism: A Study of Citizenship Sociology Sri Wahyuni Tanshzil; Karim Suryadi; Kokom Komalasari; Leni Anggraeni
Jurnal Civicus Vol 22, No 1 (2022): JURNAL CIVICUS, JUNE 2022
Publisher : Department of Civic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/civicus.v22i1.47913

Abstract

The emergence of radicalism in Indonesia is based on two factors, namely the macro level and the micro level. At the macro level, radicalism occurs due to the presence of injustice, and socio-economic inequality, which ends in the perception of the failure of the state in guaranteeing the rights of its citizens to welfare. At the micro level, radicalism arises from within a particular individual or group. This paper aims to examine the roots of youth radicalism and examine it from the perspective of the sociology of citizenship. The type of research used is descriptive qualitative with a systematic review method, namely a research method that summarizes the main research results to be analysed and presented in order to provide accurate, comprehensive, and balanced information. The results of the study show 1) Radicalism is an understanding that wants change and renewal to its roots in social and political ways in an extreme way. 2) The roots of radicalism in the younger generation are indicated by 4 main things, namely mental health, economic inequality, socio-political conditions, and religious commitment, 3) in the perspective of the sociology of citizenship, radicalism is a picture of the failure of a country to prosper its citizens.
Membentuk Kewarganegaraan Ekologis melalui Pendidikan Lingkungan berbasis Kegiatan Masyarakat Edwin Nurdiansyah; Kokom Komalasari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Vol 24 No 01 (2023): PLPB: Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, Volume 24 Nom
Publisher : Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/plpb.v24i01.31844

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the formation of the concept of ecological citizenship through community activity-based environmental education. This research was conducted in Talang Bubuk Village, Plaju District, Palembang City, South Sumatra Province. Data collection techniques were carried out through documentation and observation. Data analysis was performed using the Miles, Huberman & Saldana qualitative data analysis technique. Data analysis includes data reduction, data presentation and conclusion. The results of the study show that environmental education which is carried out on the basis of community activities is able to make people care more about the environment in which they live so that indirectly they have been able to form ecological citizenship in the community.
The Digital Literacy Instruments for University Students Ismaul Fitroh; Disman; Kokom Komalasari; Mamat Ruhimat
Journal of Education Technology Vol. 7 No. 4 (2023): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v7i4.67099

Abstract

Nowadays in the digital era, obtaining information is a very easy task, however, critical thinking from many university students in reality are still lacking and they have a high plagiarism level. This problem can be solved if the students have a digital literacy ability. The purpose of this research is creating a digital literacy instrument for students. The method applied in this research was R&D (Research and Development) research method with RDR (Research, Development, and Research) model. Subject of this study were two (2) expert lecturers in their field and collaborated with 30 students as test subjects. The method of data collection was questionnaires and interview, whereas the data analysis technique applied in this research was qualitative analysis with product moment correlation technique. The result of this research showed the content validity from the digital literacy coefficient of the students was 1, 00 which interpreted as a very high validity value. While the result of reliability test calculation showed r11 value was 0.88 which means the instrument is reliable since reliability coefficient value obtained a number greater than 0.60. Therefore, it can be concluded the digital literacy instrument from this research can be used to evaluate the students’ digital literacy ability. The implication of digital literacy instrument usage hopefully can help students to improve the quality of their learning process.
Analisis Bibliometrik Tentang Tren Studi Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Berdasarkan Data Scopus Cipta, Eliva Sukma; Kokom Komalasari; Budi Rohdiyana; Dede Nurlaela; Nur Badiyah
SHIBYAN: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Islam Nusantara, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tren arah penelitian yang berkembang di bidang pembelajaran matematika sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan analisis pencarian scopus dan perangkat lunak VOSviewer. Berdasarkan 55.051 dokumen (367 dokumen terpilih) yang dipilih dari jurnal terindeks Scopus, dilakukan co-authorship, co-citation, co-occurrence, cluster, dan content analysis. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa publikasi yang sangat penting pada pembelajaran matematika di sekolah dasar, yaitu pembelajaran matematika dan matematika dasar. Literatur tentang pembelajaran matematika di sekolah dasar telah mengeksplorasi beberapa tema hangat selama lima tahun terakhir, diantaranya: matematika dasar, pendidikan dasar, penalaran spasial, berpikir fungsional, kepemimpinan guru, kecemasan matematika, representasi, pemikiran aljabar, e-learning, covid 19, proses pembelajaran, geometri, robotik. Studi bibliometrik yang dilakukan memberikan gambaran menyeluruh dan lengkap tentang penelitian pembelajaran matematika di sekolah dasar yang mungkin berharga bagi para peneliti yang tertarik untuk pengembangan penelitian pembelajaran matematika sekolah dasar di masa depan. Sehingga peneliti menyarankan untuk mengeksplorasi topik penelitian yang sedang trend ini.
Wawasan dan Tren Penelitian Pendidikan Kewarganegaraan dalam Satu Dekade Terakhir: Sebuah Reviu Literatur Sistematis Sulkipani, Sulkipani; Kokom Komalasari; Sapriya; Susan Fitriasari
Integralistik Vol. 36 No. 1 (2025): Januari : 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/q0a2hy88

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran strategis dalam membentuk warga negara yang terinformasi dan bertanggung jawab. Berbagai penelitian telah banyak dilakukan dalam rangka mengembangkan warga negara yang aktif, efektif, dan cerdas dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kewarganegaraan yang mumpuni. Namun, kajian literatur sistematis terhadap riset Pendidikan Kewarganegaraan masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menyelidiki 25 publikasi penelitian empiris yang diterbitkan antara tahun 2014 dan 2024 dari database scopus menggunakan metode Reviu Literatur Sistematis/Systematic Literature Review (SLR) dan berpanduan pada model PRISMA. Hasil penelitian menunjukkan tren penelitian berkisar pada topik analisis buku ajar, keyakinan dan proses mengajar guru, isi/konten, pengukuran, dan topik lainnya dengan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan campuran. Beragam kerangka teori yang ditemukan dalam kelompok teori Keyakinan dan Tujuan PKn, Teori dan Konsep dalam Pendidikan Kewarganegaraan, Pendekatan dan Pedagogi dalam Pendidikan, Tradisi Budaya, Identitas, dan Ketidaksetaraan, Sikap dan Perilaku Kewarganegaraan, dan teori lainnya berupa teori framing. Analisis artikel juga menunjukkan penggunaan varibal yang didominasi oleh keyakinan dan persepsi guru serta variable lainnya yang berkontribusi pada optimalisasi kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan kewarganegaraan. Dapat disimpulkan, penelitian dalam satu dekade terakhir cukup beragam ditinjau dari kerangka teori, pendekatan metodologi, fokus penelitian, dan variabel independen. Penelitian ini mengeksplorasi substansi artikel penelitian untuk memberikan informasi kepada peneliti dan lembaga sebagai bahan pertimbangan penelitian yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.
Persepsi Mahasiswa Generasi Z Terhadap Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Di Universitas Negeri Semarang Wiratomo, Giri Harto; Kokom Komalasari; Rahmat; Iim Siti Masyitoh
Integralistik Vol. 36 No. 1 (2025): Januari : 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/1f31t248

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan berperan penting dalam membentuk warga negara yang memahami hak dan kewajibannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa generasi Z terhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Semarang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara terstruktur dilakukan terhadap 487 responden mahasiswa yang terdiri atas 114 laki-laki dan 373 perempuan berasal dari 9 fakultas di Universitas Negeri Semarang angkatan masuk 2022, 2023, dan 2024. Dokumentasi dengan menggunakan kajian studi pustaka yang relevan. Indikator yang diteliti yaitu 1) permasalahan yang dihadapi mahasiswa, 2) materi pembelajaran, 3) metode pembelajaran, dan 4) efektivitas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) permasalahan yang dihadapi responden sekarang ini yaitu sifat individualis, pelanggaran terhadap tata tertib, kurangnya penghormatan terhadap nilai-nilai moral, dan sosial. Sementara itu, 2) materi pembelajaran yang penting menurut persepsi responden yaitu materi bela negara, hak asasi manusia, dan demokrasi., 3) persepsi resonden terhadap metode/model pembelajaran yang disukai yaitu diskusi berbasis opini dalam bentuk esai, metode tatap muka (luring), pembelajaran kooperatif, dan pendekatan aktif yang mendorong mahasiswa menjadi kritis, 4) persepsi responden terhadap efektifitas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan memiliki skor cukup positif berada pada interval 7-9. Kesimpulan penelitian ini yaitu persepsi responden terhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaran cukup positif dengan keinginan responden untuk memberikan pelatihan pendidikan karakter dan kurikulum kewarganegaraan global.  
Analisis Konsep Demokrasi Semu dalam OSIS : Tinjauan Pendidikan Kewarganegaraan Ali Wafa Rabbani; Kokom Komalasari; Nisrina Nurul Insani
Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/yudistira.v3i3.2049

Abstract

The concept of selecting the student council president in schools that implements democratic values ​​is still often found to be misunderstood in practice. The continuity of the student council president election which should be carried out freely, honestly, and fairly but often there are still influences from irresponsible parties. Democratic values ​​that should uphold the rights of every human being are tarnished by dirty practices that often occur in the election of the student council president in schools. This study uses a research method with data collection through library studies from various literature such as articles, websites, the internet, news and others that are credible and trusted.