Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pelatihan Pengolahan Limbah Peternakan Babi menjadi Pupuk Bokashi di Desa Ponain, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Nguru, David A.; Suryani, Ni N.; Mulik, Simon E.; Ndun, Alberth N.; Lawa, Alvrado B.; Bette, Yustiani Y; Manafe, Nitty C.; Uly, Kirenius; Ernawati, Luh S.; Sogen, Yohanes G.; Kune, Petrus; Yunus, Marthen; Suryani, Ni Putu F.; Jalaluddin, Jalaluddin; Riwu, Agus R.; Theedens, Jonas F.; Malik, Agus K.
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): JIPPM - Juni 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.788

Abstract

Perkembangan usaha ternak babi di Nusa Tenggara Timur tidak di imbangi dengan pengolahan limbah peternakan yang baik. Pengelolaan limbah peternakan yang kurang baik dapat mencemari lingkungan, menjadi sarang penyakit dan berpotensi menicu konflik sosial. Kegiatan pelatihan bertujuan untuk mengatasi permasalah limbah peternakan babi yang di hadapi para peternak dengan pengelolaan menjadi pupuk bokashi untuk meningkatkan nilai guna, serta meningkatkan keterampilan lunak dan keterampilan teknis di Desa Ponain, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah serta ekperimen langsung yang melibatkan peternak. Kegiatan ini dihadiri oleh 25 peternak babi. Evaluasi terhadap kegiatan ini dilakukan dengan menerapkan pre-test terdiri dari 15 soal, yang dilaksanakan sebelum kegiatan dimulai, dan post-test yang dilaksanakan setelah kegiatan selesai. Pelatihan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang dampak buruk dari limbah peternakan yang tidak dikelola dengan baik dan pentingnya pengolahan limbah peternakan babi menajdi pupuk bokashi, sehingga dapat meningkatkan keterampilan dan ekonomi peternak. Hasil evaluasi yang dilakukan pada 25 peternak menunjukkan bahwa peningkatan tertinggi terdapat pada kemampuan menilai kualitas pupuk bokashi (88%), yang menunjukkan pemahaman peserta dalam mengenali ciri-ciri pupuk yang berhasil.
PENGARUH PENAMBAHAN BOVINE SERUM ALBUMIN (BSA) DAN FRUKTOSA DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI LANDRACE: Effect of Addition of Bovine Serum Albumin and Fructose in Citrate-Egg Yolk Diluent on the Quality of Liquid Semen in Landrace Boars Agustina Anjeli Iba; Petrus Kune; Alvrado Bire Lawa; Agustinus Rudlof Riwu
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2971

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penambahan bovine serum albumin dan fruktosa dalam pengencer sitrar-kuning telur terhadap kualitas semen cair babi Landrace. Materi penelitian yang digunakan adalah semen segar dari babi jantan yang telah dewasa kelamin 2,5 tahun dan ternak dalam keadaan sehat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri atas P0= S-KT, P1= S-KT + BSA 0,1% + FRUC 1,0%, P2= S-KT + BSA 0,2% + FRUC 1,0%, P3= S-KT + BSA 0,1% + FRUC 1,5%, P4= S-KT + BSA 0,2 + FRUC 1,5%. Variabel penelitian meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa P2 menghasilkan kualitas spermatozoa yang lebih tinggi secara statistic (P>0,05%) dibandingkan perlakuan lainnya dengan motilitas: 40,00±0,00%, viabilitas 45,10± 0,55%, abnormalitas 9,80 ±0,45%, dan daya tahan hidup spermatozoa 60,00± 0,00%. Simpulan dari penelitian ini penambahan BSA 0,2% dan fruktosa 0,1% dalam pengencer sitrat-kuning telur memberikan respon baik dan cukup efektif dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi Landrace hingga 60 jam penyimpanan.   Kata kunci: Bovine serum albumin, fruktosa, kuning telur, sitrat, spermatozoa
PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH ANGGUR (Vitis Vinifera L) DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI PERSILANGAN LANDRECE X DUROC Boimau, Juanttri; Kune, Petrus; Lawa, Alvrado Bire; Uly, Kirenius
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan level sari buah anggur (SBA) dalam pengencer Sitrat-kuning telur (S-KT) guna mempertahankan kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan semen segar yang berasal dari seekor babi persilangan landrace x duroc yang berumur 1,5 tahun dalam kondisi yang sehat dan sudah terlatih dalam penampungan semen. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan yakni: P0 = S-KT, P1: S-KT + SBA 3%, P2: S-KT + SBA 6%, P3: S-KT + SBA 9%, P4: S-KT + SBA 12%. Semen yang telah diencerkan disimpan dalam styrofom box pada suhu 18-20oC.Variabel yang diuji meliputi: motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan Analisis of Variance dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 pada jam pengamatan ke-60 menghasilkan kualitas spermatozoa dengan perbedaan nilai yang signifikan (P0,05) dibandingkan perlakuan lainnya dengan nilai motilitas: 57,00%, viabilitas: 66,50%, abnormalitas: 5,10%, dan daya tahan hidup spermatozoa: 56,28 jam. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan sari buah anggur dengan level 9% dalam pengencer Sitrat-kuning telur memberikan respon yang terbaik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc.
Penerapan Inseminasi Buatan Ternak Babi pada Kelompok Harapan Baru di Desa Payola Umbu, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya Lole, Ulrikus Romsen; Kune, Petrus; Amalo, Daud; Bulu, Bernardus Andi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 19 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v19i2.25023

Abstract

Abstrak Penurunan populasi ternak babi sebagai akibat terserang virus ASF dan pemotongan ternak babi dalam jumlah besar pada berbagai kebutuhan sosial-budaya dan ekonomi, telah berakibat langsung pada kelangkaan pasokan ternak babi sekaligus peningkatan harga ternak yang sangat tinggi di Kabupaten SBD. Pemeliharaan ternak babi secara tradisional sulit untuk melakukan peningkatan populasi secara masif dan signifikan. Selain meningkatkan upaya biosekuriti, penerapan teknologi reproduksi berupa inseminasi buatan (IB) pada ternak babi di SBD sangat urgen untuk peningkatan populasi secara mudah dan murah. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah penyuluhan dan pelatihan IB kepada kelompok peternak Harapan Baru sebanyak 25 peserta (mencakup peternak babi, pemuda dan mahasiswa setempat) untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait dengan penerapan IB. Materi penyuluhan mencakup pemeliharaan induk dan pejantan, pengamatan berahi, penampungan semen, aplikasi teknologi IB, membantu kelahiran dan pemeliharaan anak babi secara baik. IB dilakukan pada 2 induk babi yang diketahui sedang berahi. Aplikasi berjalan lancar dan disaksikan oleh seluruh peserta dengan motivasi yang kuat dan antusiasme yang tinggi. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, ternak babi yang di-IB dalam kegiatan PKM tersebut telah berhasil bunting dan melahirkan dengan normal anak babi yang sehat dengan jumlah anak masing 4 ekor (dari induk bunting pertama kali) dan 9 ekor (dari induk yang sudah pernah bunting sebelumnya). Kata kunci: babi, pelatihan, inseminasi buatan Abstract The decline in the pig population due to the ASF virus and the large-scale slaughter of pigs for various socio-cultural and economic needs has directly resulted in a shortage of pig supplies and a very high increase in livestock prices in SBD Regency. Traditional pig farming makes it difficult to increase the population massively and significantly. In addition to improving biosecurity efforts, the application of reproductive technology in the form of artificial insemination (AI) in pigs in SBD is very urgent for easy and affordable population increase. The method used in this PKM was AI counseling and training for the Harapan Baru farmer group of 25 participants (including pig farmers, local youth and students) to increase knowledge and skills related to the application of AI. The extension materials included the maintenance of sows and bulls, monitoring estrus, semen collection, application of AI technology, assisting in the birth and proper care of piglets. AI was performed on two sows known to be in estrus. The application went smoothly and was witnessed by all participants with strong motivation and high enthusiasm. Based on monitoring and evaluation results, the pigs in the PKM program successfully became pregnant and gave birth to healthy piglets, with four piglets (from the first-time sow) and nine piglets (from the previously pregnant sow). Keywords: pigs, training, artificial insemination
Correlation Between Chest Girth, Body Length, and Body Height on Wither Weight of Rote Sheep Ewes Setyani, Ni Made Paramita; Nalley, Wilmientje Marlene; Hine, Thomas Mata; Riwu, Agustinus Ridlof; Uly, Kirenius; Kune, Petrus; Bette, Yustiany Yuliana; Lawa, Alvrado Bire; Mulik, Simon Edison; Banamtuan, Adyanto Nessy; Riwu, Roni Markus Jami; Zulfa, Yanna Nailla; Listyadi, Rut
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, Timor University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jtast.v8i1.10617

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between linear body measurements including chest girth (CG), body length (BL), and wither height (WH) and body weight (BW) in Rote sheep ewes across different age groups to determine the most reliable predictor of body weight. The research employed a quantitative method through direct field measurements and weighing. Data collected including vital statistics (CG, BL, WH) and BW from Rote sheep ewes categorized into three age groups (I0, I2, and I4). The data were analyzed statistically using correlation coefficient (r), the coefficient of determination (R²), and bias analysis to evaluate the accuracy of weight estimation. The results revealed that chest girth exhibited the highest correlation with body weight, particularly in the I0 group (r = 0.93; R² = 86.05%), indicating a strong positive relationship and high predictive accuracy. Body length showed a moderate relationship (r = 0.87; R² = 76.11%) in the same group, while wither height demonstrated a relatively weaker correlation (r = 0.73; R² = 53.94%). Across all age groups, the predictive strength of body measurements decreased with increasing age, suggesting that skeletal growth contributes less to body weight variation in mature sheep. In conclusion, chest girth was identified as the most accurate and reliable linear measurement for predicting body weight in Rote sheep ewes, particularly in younger age groups, and can therefore be used as a practical and non-invasive tool for estimating livestock weight.
Kualitas Semen Beku Babi Landrace dalam Pengencer Vitasem dengan Level Kuning Telur yang Berbeda Nana, Arinda E.; Kune, Petrus; Riwu, Agustinus Ridlof; Hine, Thomas M.
Jurnal Sains Peternakan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Sains Peternakan Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v13i2.12177

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji kualitas semen beku babi landrace dalam pengencer vitasem dengan level kuning telur yang berbeda. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap. Dengan lima perlakuan dan empat ulangan, dengan perlakuan terdiri atas (P1) vitasem + 5% kuning telur, (P2) vitasem + 10% kuning telur, (P3) vitasem + 15% kuning telur, (P4) vitasem + 20% kuning telur, (P5) vitasem + 25% kuning telur. Semen diencerkan, dikemas dalam straw 0,5 ml, lalu diekuilibrasi pada 3-5℃ selama dua jam sebelum dibekukan di atas nitrogen cair         (-110℃) selama 10 menit. Selanjutnya, straw dicelupkan ke dalam nitrogen cair dan disimpan dalam wadah khusus (goblet, kanister, kontainer) pada -196℃.Variabel yang diamati meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan recovery rate spermatozoa. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan DMRT. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan tidak signifikan pada tahap pra-pembekuan, namun signifikan setelah thawing (P<0,05). Perlakuan P5 menghasilkan rata-rata tertinggi untuk motilitas (32,38%), viabilitas (58,51%), dan recovery rate (40,54%), sedangkan abnormalitas terendah (10,27%) ada pada P3. Penelitian ini menyimpulkan bahwa level kuning telur yang berbeda efektif mempertahankan motilitas spermatozoa pasca-thawing, dengan P5 memberikan hasil terbaik dengan motilitas ≥30%
Kualitas Semen Beku Babi Landrace dalam Pengencer Sitrat Kuning Telur dengan Waktu Pre Freezing yang Berbeda Nduang, Helena Reslina; Riwu, Agustinus Ridlof; Kune, Petrus; Hine, Thomas Mata
Jurnal Sains Peternakan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Sains Peternakan Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v13i2.12178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan lama waktu pre freezing sperma dalam pengencer sitrat kuning telur (S-KT). Penelitian ini menggunakan semen segar dari 4 ekor ternak babi jantan landrace yang telah mencapai dewasa kelamin dengan umur ternak babi adalah 2-3 tahun dan dalam keadaan sehat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan dengan waktu pre freezing yakni: P1 = Sitrat kuning telur + gliserol 6% (3 menit), P2 = S-KT 6% (6 menit), P3 = S-KT 6% (9 menit), P4 = S-KT 6% (12 menit). Semen yang telah diencerkan dalam pengencer sitrat kuning telur disimpan pada sushu ruang 27-28℃ selama 2 jam (holding time). Selanjutnya disentrifugasi selama 15 menit dengan kecepatan 3000 RPM, supernatan dibuang dan pelet diencerkan kembali menggunakan pengencer S-KT. Kemudian semen dikemas dalam straw 0,5 ml dilanjutkan dengan packing dan disusun dalam rak pembekuan dan diekuilibrasi dalam suhu 3-5℃ selama 2 jam. Setelah itu pembekuan semen di atas permukaan uap N2 cair dengan waktu pre freezing 3, 6, 9, dan 12 menit dan disimpan dalam kontainer N2 cair (-196℃). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama waktu pre freezing tidak berpengaruh nyata (P> 0,05) terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas dan recovery rate (RR). Dapat disimpulkan bahwa waktu pre freezing yang dilakukan selama 3 hingga 12 menit tidak memberikan dampak terhadap kualitas semen beku babi landrace
Optimasi Kualitas Semen Babi Persilangan Landrace X Duroc Dengan Suplementasi Sari Buah Nanas Dalam Pengencer Berbasis Sitrat - Kuning Telur Mboti, Agustinus Karel; Hine, Thomas Mata; Kune, Petrus
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i2.508

Abstract

Tujuan dari Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sari buah nanas (SBN) dalam pengencer Sitart-kuning telur (S-KT) terhadap kualitas semen babi persilangan landrace x duroc. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen babi persilangan landrace x duroc berumur 1,5 tahun dan dalam keadaan sehat. Penelitian ini mengunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan yaitu: P0= S-KT, P1= S-KT+SBN 2%, P2= S-KT+SBN 4%, P3= S-KT+SBN 6%, P4= S-KT+SBN 8%, P5= S-KT+SBN 10%. Semen yang telah diencerkan disimpan dalam styrofom box pada suhu 15- 20ºC. Evaluasi semen dilakukan setiap 12 jam yang meliputi: motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis of variance dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penambahan SBN 8% (P4) dalam pengencer S-KT menghasilkan kualitas semen yang lebih tinggi dan secara signifikan berbeda nyata dengan perlakuan lain (P≤0,05) yakni motilitas, 61,00%, viabilitas 73,70%, abnormoalitas 5,40% dan daya tahan hidup 57,06 jam. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan SBN 8% dalam pengencer S-KT memberikan respon yang terbaik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc selama penyimpanan 57,06.