Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis implementasi green hotel di sarinbuana eco lodge Dewi, Ni Putu Intan Putri Saraswati; Jayendra, Putu Sabda; Muliadiasa, I Ketut
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i1.302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari dimensi green hotel dan manajemen pengelolaannya.di Sarinbuana Eco Lodge. Penelitian ini penting guna mendorong industri perhotelan untuk mengadaptasi langkah-langkah ramah lingkungan untuk keberlanjutan. Jenis dari ini penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan kuesioner yang mengacu pada Pedoman Pelaksanaan Green Hotel di Indonesia yang diterbitkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2016. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik analisis data dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase implementasi green hotel sebesar 83,73 % dari dimensi green hotel serta manajemen pengelolaan yang mana menunjukkan bahwa implementasi green hotel di Sarinbuana Eco Lodge sudah berjalan dengan cukup baik dan sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Green Hotel di Indonesia. Sebagai suatu akomodasi, Sarinbuana Eco Lodge mampu menciptakan kesimbangan antara lingkungan, sosial serta ekonomi melalui penerapan dimensi-dimensi green hotel pada seluruh operasionalnya. This study aims to determine the implementation of the green hotel dimension and its management at Sarinbuana Eco Lodge. This research is important to encourage the hotel industry to adopt environmentally friendly measures for sustainability. The type of this research is descriptive qualitative. The data collection techniques used in this study were interviews, observations and questionnaire referring to Guidelines for the Implementation of Green Hotels in Indonesia published by the Ministry of Tourism and Creative Economy in 2016. The data analysis technique used in this study is the analysis technique by Miles and Huberman. The results of this study indicate that the percentage of green hotel implementation is 83, 73 % of the green hotel dimension and green management which shows that the implementation of green hotel at Sarinbuana Eco Lodge has been going quite well and in accordance with the Guidelines for the Implementation of Green Hotels in Indonesia. As an accommodation, Sarinbuana Eco Lodge is able to create a balance between the environment, social and economy through the application of green hotel dimensions in all its operations.
Efisiensi Penggunaan Teknik Hybrid Terhadap Pembuatan Roti Sourdough Budiman , Yulius; Jayendra , Putu Sabda
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i4.408

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil akhir dan karakteristik dari penerapan teknik hybrid dan yang menggunakan teknik konvensional terhadap pembuatan roti sourdough, dan pendapat dari responden, terhadap hasil roti Sour dough yang menggunakan tekik hybrid, dan yang mengguakan metode konvensional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen, wawancara, kuisioner. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis terapan, analisis deskriptif kuantitatif, dan analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil eksperimen didapati bahwa karakteristik yang dihasilkan dari roti sourdough yang menggunakan teknik hybrid mendekati karakteristik dari roti sourdough yang menggunakan teknik konvensional, namun terdapat sedikit kekurangan yaitu rasa dan aroma khas dari roti sourdough yang kurang maksimal. The purpose of this study was to compare the final results and characteristics of the application of hybrid techniques and those using conventional techniques to sourdough bread making, and the opinions of respondents, on the results of sourdough bread using hybrid techniques, and those using conventional methods. The approach used in this research is quantitative and qualitative. Data collection techniques used in this study were experiments, interviews, and questionnaires. The analytical techniques used in this research are applied analysis, quantitative descriptive analysis, and qualitative descriptive analysis. From the experimental results, it was found that the characteristics produced from sourdough bread using a hybrid technique were close to the characteristics of sourdough bread using conventional techniques, but there were a few drawbacks, namely the taste and distinctive aroma of sourdough bread that were less than optimal.
Pengaruh Substitusi Tepung Mocaf pada Pembuatan Soft Cookies Ayuningtyas , Dorothea Sekar; Jayendra , Putu Sabda
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i8.513

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik dari soft cookies yang telah di substitusi dengan tepung mocaf yang terdiri atas warna, rasa, aroma, dan tekstur serta mengetahui respon dan tanggapan masyarakat mengenai soft cookies substitusi tepung mocaf. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, teknik pengumpulan data yang berupa melakukan eksperimen murni dan kuesioner, serta teknik analisis data yang digunakan berupa analisis deskriptif kuantitatif dan uji organoleptik. Perlakuan T1 memiliki rata-rata skor sebesar 3,9 dengan hasil tekstur yang lebih lembut namun warna yang cenderung lebih pucat dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Sementara perlakuan T3 memiliki skor sebesar 3,8 dengan warna yang lebih gelap dibandingkan kedua perlakuan lainnya serta tekstur yang lebih renyah pada bagian luarnya. Sementara perlakuan T2 unggul dengan skor 4,1 dengan tekstur lembut serta warnanya yang menarik yaitu coklat. The study was meant to knowing the characteristic of soft cookies that has been substituted with mocaf flour that consist of color, flavor, scent, and texture also for knowing the response of public about soft cookies that substituted with mocaf flour. This research was using quantitative methods, with true experiment and questionnaire, also quantitative descriptive analysis and organoleptic test as data analysis technique. T1 had an average score of 3,9 with softer texture but has a pale color instead the other treatments. While T3 had 3,8 for the score with a darker color and crispier texture on the outside. T2 was a superior with 4,1 as the score with soft texture and attractive color that was brown.
Brownies Kukus dengan Substitusi Tepung Cantel Putri , Maria Helena Prasetya; Jayendra , Putu Sabda
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i8.515

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas dari brownies kukus yang telah disubstitusi dengan tepung cantel. Akan dilihat dari kualitas warna, rasa, aroma, dan tekstur serta mengetahui respon masyarakat mengenai produk ini. Selain itu untuk menguji daya tahan produk dan menghitung biaya produksi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Maka dari itu digunakan teknik pengumpulan data yang berupa ekperimen murni dan memberikan kuisioner dan observasi untuk melihat daya tahan produk. Analisis deskriptif kuantitatif dan uji organoleptik kepada 20 panelis terpilih digunakan sebagai teknik analisis data. Eksperimen dilakukan dengan 3 perlakuan yaitu Perlakuan Kontrol (P0) yang terdiri dari 100% dari tepung terigu, P1 yang terdiri dari 50%, serta P2 yang terdiri dari 100% tepung cantel. Untuk P0 hanya sebagai pembanding dari resep asli agar panelis dapat membandingkan resep asli dan resep yang sudah di substitusi oleh tepung cantel. Terdapat perbedaan dari Perlakuan P1 dan P2. Tekstur yang dimiliki P0 lebih lembut dibandingkan P2 karena memilki butiran yang lebih kasar daripada tepung terigu. Sementara perlakuan P1 memiliki warna coklat yang paling terang dibanding dengan P2. Respon masyarakat terhadap brownies substitusi tepung cantel juga disambut dengan baik untuk gaya memulai gaya hidup sehat dan ide untuk berjualan. Skor rata-rata tertinggi yang jatuh kepada perlakuan P2 dengan nilai sebesar 307. Ketiga sampel memiliki daya tahan 3 hari. Untuk harga jual dan keuntungannya berkisar Rp 63.000. Melalui pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa eksperimen brownies yang di substitusi dengan tepung cantel dapat menjadi penemuan yang menarik dan bermanfaat. The purpose of this study was to determine the quality of steamed brownies that have been substituted with cantel flour. It will be seen from the quality of color, taste, aroma, and texture. To know the public's response to this product. In addition to testing product durability and calculating production costs. The approach used is quantitative and qualitative. Data collection techniques are used in the form of pure experiments and provide questionnaires and observations to see the durability of the product. Quantitative descriptive analysis and organoleptic test to 20 selected panellists were used as data analysis techniques. Experiments were carried out with 3 treatments, namely Control Treatment (P0) which consisted of 100% of wheat flour, P1 which consisted of 50%, and P2 which consisted of 100% of cantel flour. For P0 only as a comparison from the original recipe. There are differences from Treatment P1 and P2. The texture of P0 is softer than P2 because it has coarser grains than wheat flour. Meanwhile, treatment P1 had the lightest brown color compared to P2. The public's response to brownies substituted with cantel flour is also well received for starting a healthy lifestyle and ideas for selling. The highest average score fell to the P2 treatment with a value of 307. The three samples had a 3-day endurance. The selling price and profit ranges from Rp. 63,000. Through this statement, it can be concluded that the brownie experiment which is substituted with cantel flour can be an interesting and useful.
Penggunaan Tepung Mocaf dalam Pembuatan Glutenfree Pasta Setiawan , Jeremy Natanael; Jayendra , Putu Sabda
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.656

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahhui karakteristik dari gluten free pasta dengan menggunakan tepung mocaf yang terdiri dari wama, rasa, aroma, dan tekstur serta mengetahui respon masyarakat mengenai gluten free pasta menggunakan tepung mocaf Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang berupa eksperimen mumi dan kuisioner, serta teknik analisis data yang digunakan berupa analisis deskriptif kuantitatif dan uji. Hasil karakteristik gluten free pasta menggunakan tepung mocaf menunjukan bahwa rasa dan aroma yang dimiliki hampir tidak memiliki perbedaan dengan pasta yang menggunakan tepung terigu, wama yang dihasilkan lebih pucat, dan tekstur yang dihasilkan terasa kurang elastis karena tidak memiliki gluten yang menyebabkan pasta elastis. The purpose of this study was to find out the characteristics of gluten free pasta using mocaf flour which consists of color, taste, aroma, and texture and to find out the response of the community regarding gluten free pasta using mocaf flour. This research was conducted using a quantitative approach. Data collection techniques in the form of pure experiments and questionnaires, as well as data analysis techniques used in the form of quantitative descriptive analysis and tests. The results of the characteristics of gluten free pasta using mocaf flour show that the taste and aroma are almost no different from pasta using wheat flour, the resulting color is paler, and the resulting texture feels less elastic because it does not have gluten which causes elastic pasta.
Tepung Talas sebagai Subtitusi Tepung Terigu dalam Pengolahan Kulit Pangsit Adnyana, I Gede Yogi; Jayendra, Putu Sabda
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i4.769

Abstract

Dalam penelitian ini, tujuan utamanya adalah untuk melakukan evaluasi terhadap kualitas dan analisis biaya produksi. Metode penelitian yang diterapkan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif dikumpulkan melalui penggunaan kuisioner yang diisi oleh 4 panelis ahli dan 26 responden dari masyarakat umum atau mahasiswa. Setelah itu, data ini diolah dan disajikan dalam bentuk tabel. Sementara itu, data kuantitatif diperoleh melalui perhitungan biaya produksi kulit pangsit yang menggunakan tepung talas sebagai bahan utama. Hasil dari uji organoleptik menunjukkan bahwa kulit pangsit yang menggunakan tepung talas memiliki skor 124 untuk tekstur dengan tingkat kekerasan yang renyah, 113 untuk warna dengan penampilan yang menarik, 110 untuk aroma dengan cita rasa yang sedap, dan 128 untuk rasa dengan rasa yang sangat enak. Analisis biaya produksi menunjukkan bahwa biaya tetap dan biaya variabel untuk pembuatan 1 bungkus produk kulit pangsit dengan isi 50 lembar adalah Rp. 9.000, dan produk tersebut dijual dengan harga Rp. 12.500 per bungkus. Sementara itu, untuk pangsit goreng, biaya tetap dan biaya variabel untuk pembuatan 5 kotak produk pangsit goreng adalah Rp. 28.290, dan produk tersebut dijual dengan harga Rp. 16.000 per kotak dengan isi 10 buah pangsit goreng. This research aims to evaluate the quality and analyze the production cost. The research method used is a combination of quantitative and qualitative approaches. Qualitative data was obtained through the use of questionnaires filled out by 4 expert panelists and 26 individuals from the general public/students. This data was then processed and presented in the form of tables. Quantitative data was obtained through the calculation of production costs for dumpling wrappers using taro flour as the main ingredient. The results of the organoleptic test showed that dumpling wrappers made from taro flour scored 124 for texture with the criteria of crispiness, 113 for color with the criteria of attractiveness, 110 for aroma with the criteria of deliciousness, and 128 for taste with the criteria of very tasty. The analysis of production costs revealed that the fixed and variable costs for producing 1 package of dumpling wrappers with 50 sheets amounted to Rp. 9,000, and the product is sold at a price of Rp. 12,500 per package. Meanwhile, for fried dumplings, the fixed and variable costs for producing 5 boxes amounted to Rp. 28,290, and the product is sold at a price of Rp. 16,000 per box with 10 pieces of fried dumplings inside.
Pengaruh Motivasi dan Persepsi Wisatawan dalam Pembentukan Keputusan Kunjungan di Destinasi Wisata Goa Gajah Sari, Luh Citra; Jayendra, Putu Sabda; Widhyandanta, I Gede Surya Arya
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.852

Abstract

Goa Gajah berada di Desa Bedulu termasuk Pura tertua yang terletak di Bali. Goa Gajah memiliki daya tarik wisata berupa Sejarah dan Spritual, dengan menggabungkan dua Agama, yakni Agama Hindu dan Agama Buddha. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi apa saja yang memengaruhi motivasi dan persepsi wisatawan untuk mengunjungi destinasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyajikan data seperti angka dan menginterpretasikan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, penyebarakan kuesioner, dan studi Pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah motivasi dan persepsi wisatawan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung. Jadi setiap peningkatan motivasi dan persepsi terjadi, maka mengakibatkan Keputusan berkunjung juga ikut meningkat. Goa Gajah is located in Bedulu Village and is one of the oldest temples in Bali. Goa Gajah has a historical and spiritual tourist attraction, combining two religions, namely Hinduism and Buddhism. This research aims to find out and identify what influences tourists' motivation and perceptions to visit this destination. This research uses quantitative methods by presenting data such as numbers and interpreting them. Data was collected through observation, documentation, distributing questionnaires, and literature study. The results of this research are that tourists' motivation and perceptions have a positive and significant influence on the decision to visit. So every time an increase in motivation and perception occurs, the decision to visit also increases.
Peran Generasi Z Dalam Pelestarian Kesenian Genggong Sebagai Upaya Pengembangan Culture Tourism Pratiwi, Ni Luh Putu Dita; Jayendra, Putu Sabda; Aditya, I Wayan Putra
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.860

Abstract

Generasi Z merupakan generasi yang memiliki karakteristik cerdas, kreatif, terampil menggunakan teknologi serta peka terhadap isu-isu sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran generasi Z dalam pelestarian kesenian genggong sebagai upaya pengembangan culture tourism Desa Batuan dan bertujuan untuk menganalisis hubungan implikasi dari adanya peran generasi Z dalam pelestarian kesenian genggong terhadap pengembangan culture tourism di Desa Batuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa generasi Z di Desa Batuan memiliki empat peran penting dalam pelestarian kesenian genggong yaitu berperan dalam pendidikan, berperan dalam promosi, berperan dalam industri pariwisata dan berperan dalam pemberdayaan komunitas lokal. Sedangkan, hasil dari implikasi yang ditimbulkan dari adanya peran tersebut yaitu implikasi positif yang berpengaruh terhadap perkembangan culture tourism di Desa Batuan mulai dari segi ekonomi, sosial hingga budaya. Generation Z is a generation that has the characteristics of being smart, creative, skilled in using technology and sensitive to social issues. The purpose of this study is to determine the role of generation Z in the preservation of genggong art as an effort to develop culture tourism in Batuan Village and aims to analyze the relationship between the implications of the role of generation Z in preserving genggong art on the development of culture tourism in Batuan Village. This research uses descriptive qualitative research methods. The data in this study were obtained using observation techniques, interviews, literature studies and documentation studies. The results of this study state that generation Z in Batuan Village has four important roles in the preservation of genggong art, namely a role in education, a role in promotion, a role in the tourism industry and a role in empowering local communities. Meanwhile, the results of the implications arising from this role are positive implications that affect the development of culture tourism in Batuan Village ranging from economic, social to cultural aspects.
Penerapan Hygiene dan Sanitasi Kitchen Noviyanti, Anak Agung Manik; Jayendra, Putu Sabda
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i10.893

Abstract

Penerapan hygiene dan sanitasi sebenarnya mencakup banyak hal seperti kebersihan dan standar kesehatan para penjamah makanan (personal hygiene), hal itu perlu diperhatikan karena para penjamah makanan terlibat langsung dalam proses pembuatan produk makanan untuk tamu, bila penjamah makanan tidak memenuhi standar kesehatan yang ada maka tidak menutup kemungkinan makanan akan terkontaminasi oleh penjamah makanan itu sendiri. Studi ini bertujuan agar mengetahui penerapan hygiene dan sanitasi Kitchen di COMO Uma Ubud. Studi ini dilakukan di Kitchen Hotel COMO Uma Ubud. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu executive chef dan chef de partie di hotel COMO Uma Ubud. Studi ini menghasilkan penerapan hygiene serta sanitasi kitchen di hotel COMO Uma Ubud sudah memenuhi persyaratan menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096/MENKES/Per/VI/2011 Tentang higiene Sanitasi Jasaboga. Hal tersebut dapat digambarkan melalui aspek bangunan, fasilitas sanitasi, peralatan, ketenagaan, dan makanan. The implementation of hygiene and sanitation actually covers many things such as cleanliness and health standards of food handlers (personal hygiene). It needs to be considered because food handlers are directly involved in the process of making food products for guests. If food handlers do not meet existing health standards, it is possible that food will be contaminated by the food handlers themselves. This study aims to determine the implementation of kitchen hygiene and sanitation at COMO Uma Ubud. This research was conducted at the kitchen of Hotel COMO Uma Ubud. This study uses a qualitative method with data collection techniques, namely interviews, observation, and documentation. The informants in this study were the executive chef and chef de partie at the COMO Uma Ubud hotel. The results of the study indicate that the implementation of kitchen hygiene and sanitation at the COMO Uma Ubud hotel has met the requirements according to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 1096/MENKES/Per/VI/2011 concerning Hygiene Sanitation of Catering Services. This can be described through aspects of buildings, sanitation facilities, equipment, manpower, and food.
Pengaruh Fasilitas dan Kualitas Layanan terhadap Kepuasan Tamu Candra, Kelvin; Jayendra, Putu Sabda; Astuti, Ni Luh Gde Sari Dewi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i2.930

Abstract

Perusahaan berusaha keras untuk memuaskan pelanggan agar dapat bersaing dengan bisnis saingannya. Bisnis juga harus menawarkan fasilitas dan layanan terbaik kepada para tamu untuk memuaskan mereka. Namun, biasanya bisnis terus mengalami beberapa masalah dalam hal ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengklarifikasi bagaimana fasilitas dan tingkat layanan di Restoran Mercure Hotel Pontianak mempengaruhi kepuasan tamu. Pada bulan Febuari hingga April 2023, penelitian dilakukan di Restoran Merucre Hotel Pontianak. Metode penelitian kuantitatif adalah metodologi penelitian yang digunakan. Dengan memilih sampel sebanyak 68 responden, metode sampling kuota digunakan dalam penelitian ini. Analisis instrumen penelitian dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji analisis regresi linier berganda, dan uji asumsi klasik merupakan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa fasilitas dan kualitas layanan memiliki dampak positif yang substansial terhadap kepuasan pengunjung pada saat yang sama, bahwa fasilitas memiliki dampak positif yang signifikan pada sebagian dan kualitas layanan memiliki dampak positif yang signifikan pada sebagian. Kepuasan tamu dipengaruhi oleh fasilitas dan kualitas layanan hingga mencapai 63,6%. Penelitian ini menyarankan bahwa untuk meningkatkan kebahagiaan pengunjung, sebaiknya lebih memperhatikan fasilitas yang ditawarkan dan sering memeriksanya sehingga pengunjung kedepannya akan senang menggunakannya. Selain itu, Restoran di Mercure Hotel Pontianak harus selalu memberikan pelayanan yang berkualitas tinggi kepada tamu dengan melakukan pelatihan yang diperlukan untuk semua trainee dan anggota staf. The aim of the business is to satisfy customers in order to outcompete rival businesses. Companies must also offer guests high-quality facilities and services if they want to attain customer happiness. However, businesses still run into a lot of issues with this on a regular basis. The purpose of this study is to clarify how the amenities and level of service at the restaurant of the Mercure Hotel Pontianak affect patron satisfaction. The study, which took place in the restaurant at the Mercure Hotel Pontianak, went from February to April 2023. Quantitative research methodology was applied for the study. By selecting a sample of 68 participants, the quota sampling method was used in this study. The analysis of research instruments using tests for validity, reliability, multiple linear regression, and the classical assumption test was the data analysis technique used in this study. The findings revealed that facilities and service quality had a substantial positive impact on guest satisfaction concurrently, that facilities had a large positive impact on guest satisfaction but only partially, and that service quality had a significant positive impact on guest satisfaction but only partially. Guest satisfaction is influenced by amenities and service quality to a degree of 63.6%. The results of this study imply that improving guest satisfaction requires paying more attention to the facilities offered and inspecting them frequently to ensure future customers are happy using them. Additionally, the restaurant at the Mercure Hotel Pontianak should always deliver top-notch service to customers by holding regular training sessions for all trainees and staff members.