Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Reproductive Health Education on the Knowledge Level of Adolescent Pre-Marriage Sex in Riau Province, Indonesia Putri Ramadanti Setiawati; Tyas Aisyah Putri; Khoiriyah Isni
Jurnal Cakrawala Promkes Vol. 5 No. 1 (2023): February
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/promkes.v5i1.6159

Abstract

Background: Adolescence is a stage of growth and development in humans that occurs after childhood and before adulthood. Adolescent will experience emotional changes and want to know new things that tend to be at risk of falling into promiscuity that leads to pre-marital sexual behavior. Lack of knowledge of adolescents about reproductive health is one of the contributing factors. Therefore, it is necessary to conduct research on the effect of reproductive health education on the level of knowledge on preventing adolescent premarital sex in students of Junior High School Dwipa Abadi Kateman. Methods: This research method uses a one group pretest-posttest design. Respondents used were students in grades 7, 8, 9 Junior High School Dwipa Abadi Kateman as many as 50 students. The intervention provided was in the form of health education in one meeting for 1 hour. The Wilcoxon Sign Rank Test was performed to analyze the data. Results: Before being given the reproductive health education intervention, 31 people (62%) had high knowledge and after being given the reproductive health education intervention there were 44 people (88%) had high knowledge. From the results of the Wilcoxon Sign Rank test, a p-value of <0.001 was obtained, indicating that there was a difference in knowledge before and after the intervention. Conclusion: There was an increase in adolescent knowledge about health after being given education regarding the importance of maintaining reproductive health in adolescents at SMP Dwipa Abadi Kateman.
UPAYA PENCEGAHAN DINI PENYAKIT TUBERCULOSIS MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN Khoiriyah Isni; Fadhil Alfan Yudanto; Nur Apriliyanti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v3i2.16326

Abstract

Tuberculosis paru (TB Paru) menjadi salah satu penyakit yang ditemukan di Desa Wanarejan Selatan, Kabupaten Pemalang. Terdapat tiga kasus TB paru yang terlaporkan. Walaupun angka kasus kecil namun dapat menyebabkan dampak yang besar bila tidak ditangani dengan tepat. Salah satu faktor penyebabnya adalah masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai TB Paru, sehingga diperlukan intervensi Kesehatan. Kebaruan kegiatan ini karena melakukan pencegahan dini penyakit Tuberculosis melalui Pendidikan Kesehatan. Tujuan kegiatan ini melakukan upaya pencegahan dini penyakit TB paru melalui Pendidikan Kesehatan di Desa Wanarejan Selatan, Kabupaten Pemalang. Tahapan kegiatan dibagi menjadi tiga yaitu pra pelaksanaan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan. Metode Kegiatan dilakukan selama satu hari dengan sasaran utama kegiatan yaitu anggota posyandu balita, yang terdiri dari ibu hamil dan ibu yang memiliki balita sebanyak 11 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sasaran dapat memahami mengenai penyakit Tuberculosis Paru. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melakukan tanya jawab secara langsung kepada peserta. Peserta cukup antusias dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, sehingga diharapkan Pendidikan Kesehatan dapat diberikan ketika pelaksanaan posyandu mengenai isu-isu kesehatan terkini. Kesimpulan kegiatan ini memberikan peningkatan pengetahuan pencegahan dini penyakit Tuberculosis.Kata Kunci: Tuberculosis; Poster; Leaflet; Pendidikan Kesehatan  
Peran Remaja dalam Kegiatan Kampung Tangguh Bencana Ledoksari, Kota Yogyakarta Khoiriyah Isni; Farikhah Nur Laila; Tri Mustanginah; Ayu Saidah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i04.2181

Abstract

Kampung Tangguh Bencana (KTB) Ledoksari merupakan salah satu program upaya mitigasi bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta. Program ini menggunakan prinsip pelibatan semua pihak dengan mengakomodasikan sumber daya dari berbagai kelompok, termasuk pemuda. Keikutsertaan pemuda dalam kegiatan KTB masih minim. Penelitian ini bertujuan mengetahui niat partisipasi sosial remaja dalam kegiatan KTB Ledoksari dan hubungannya dengan faktor norma subyektif, sikap, dan Perceived Behavioural Control. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 31 remaja di Kampung Jagalan Ledoksari yang dipilih secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang merujuk pada Planned Behaviour Theory. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja (83,9%) tidak pernah ikut atau terlibat dalam kegiatan KTB. Hasil penelitian ini juga menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara norma subjektif (nilai p = 0,001) dan Perceived Behavioural Control (nilai p = 0,006) dengan niat pemuda dalam Kegiatan KTB. Sedangkan sikap remaja tidak berhubungan dengan niat pemuda dalam Kegiatan KTB, nilai p > 0,05. Mayoritas remaja sangat setuju untuk mengikuti tahapan kegiatan penyusunan profil dan penyusunan peta. Ijin orang tua dan kendala waktu menjadi faktor yang paling mempengaruhi remaja untuk berpartisipasi aktif dalam KTB. Orang tua dan Pengurus KTB dapat mendorong remaja agar dapat berperan aktif, sehingga remaja juga merasa memiliki KTB ini.
STIMULASI KEPEDULIAN TERHADAP PENCEGAHAN HIPERTENSI MELALUI EDUKASI KESEHATAN DI KAMPUNG PUNGKUR, KABUPATEN GARUT, JAWA BARAT Khoiriyah Isni; Dea Nurrizza Allafia; Amalia Ulfa Oktavianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15962

Abstract

ABSTRAKSelama masa pandemi COVID-19 mengakibatkan peningkatan prevalensi dan jumlah kasus hipertensi di kampung Pungkur, desa Pamekarsari, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pemicunya adalah terhentinya kegiatan Posbindu sejak awal pandemi. Kondisi ini membuat masyarakat kurang peduli untuk mengukur tekanan darah dan melakukan screening hipertensi. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan yang bertujuan untuk mendorong niat kesadaran masyarakat untuk mencari layanan Kesehatan dalam rangka upaya pencegahan hipertensi. Metode pelaksanaan kegiatan melalui edukasi kesehatan dengan proses ceramah dan diskusi yang dilaksanakan secara daring dan luring. Sasaran pelatihan difokuskan pada masyarakat usia produktif (15-49 tahun), terdiri dari 25 remaja dan 20 orang tua (ayah dan ibu). Hasil kegiatan menunjukkan adanya niat kesadaran masyarakat untuk mengukur tekanan darah dan pemeriksaan kesehatan di Posbindu (62%), di Puskesmas terdekat (33%), dan rumah sakit (5%). Sehingga dapat dikatakan bahwa tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini telah tercapai dengan baik. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi perubahan perilaku hidup sehat bagi masyarakat setempat. Kata kunci: edukasi kesehatan; hipertensi; pencegahan; stimulasi. ABSTRACTDuring the COVID-19 pandemic, the prevalence and number of cases of hypertension increased in Kampung Pungkur, desa Pamekarsari, Garut Regency, West Java Province. The trigger was the cessation of Posbindu activities since the beginning of the pandemic. This condition makes people less concerned about measuring blood pressure and screening for hypertension. Therefore, it is necessary to carry out activities aimed at encouraging public awareness to seek health services in the context of efforts to prevent hypertension. Activities are carried out through health education, with lectures and discussions online and offline. The training target is people of productive age (15-49 years), consisting of 25 adolescents and 20 parents (fathers and mothers). The results of the activity show that there is an intention of public awareness to measure blood pressure and health checks at Posbindu (62%), at the nearest Health Center (33%), and hospital (5%). So it can be said that the purpose of this community service activity has been well achieved. The hope is that this activity can positively impact changing healthy lifestyle behaviours for the local community. Keywords: health education; hypertension; prevention; stimulation.
Adolescent Girl Perceptions About Maintaining Mental Health During The COVID-19 Pandemic at Cipta Bhakti Husada Health Vocational School Yogyakarta Rifka Alya Fatiyyah; Marsiana Wibowo; Khoiriyah Isni
Journal of Health Education Vol 8 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v8i1.64058

Abstract

Background: Adolescents who are a vulnerable group, experience mental health problems during the COVID-19 pandemic. From that, girls experience more mental health problems than boys. The aim of this study was to determine Adolescent girl perceptions about maintaining mental health during the COVID-19 pandemic at SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta. Methods: This study uses qualitative research with a phenomenological approach. The selection of informants was carried out using a purposive sampling technique with the support of Guidance Counseling teachers in selecting informants. The criteria for this research informant, namely class XI students, female and active in non-academic activities (extra-curricular or organizational). Data collection was carried out by in-depth interview method. Data analysis used in this study is thematic analysis. Results: All informants felt vulnerable and felt serious about mental health problems during the pandemic for various reasons. All informants have the perception that maintaining mental health has benefits and barriers during the pandemic. Cues to take action or stimulus informants to maintain mental health during the COVID-19 pandemic, one of which is from social media in the form of motivation. Health behavior in maintaining mental health from doing hobbies to venting to Allah SWT. Conclusion: It is known that all informants have perceptions of the susceptibility and severity of mental health problems during a pandemic and have perceptions of benefits, barriers and cues to action in maintaining their mental health during the COVID-19 pandemic that can shape their mental health behavior. Schools can carry out mental health promotion programs in the form of education related to mental health.
Implementasi Hygiene Sanitasi Pada Pedagang Makanan Di Pasar Beringharjo Khoiriyah Isni; Naura Salzabila; Fadhil Alfan Yudanto; Muhammad Herdin Paldin; Andi Syahrani Nur Syahbani; Jihan Ananda; Siti Pramesthi Sani
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i3.498

Abstract

Latar Belakang: Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Indonesia memiliki 34 provinsi yang masing-masing memiliki destinasi wisata yang beragam, salah satunya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu tujuan wisata di Yogyakarta adalah pasar Beringharjo yang memiliki beragam makanan tradisional sehingga perilaku hygiene dan sanitasi pedagang perlu diterapkan. Pengelola pasar perlu memperhatikan keamanan dan kesehatan pangan serta perilaku pedagang pangan dalam mengelola dan menyiapkan pangannya. Tujuan: untuk mengetahui higiene dan sanitasi pedagang makanan di pasar Beringharjo. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian yaitu pedagang makanan dan pengelola pasar. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi terstruktur dan observasi terstruktur. Hasil: tiga dari lima informan tidak memahami pengertian makanan sehat, observasi yang dilakukan mengungkapkan bahwa kelima informan telah menerapkan kebersihan di lapak dagangannya. Kesimpulan: Perilaku hygiene dan sanitasi pedagang makanan sudah cukup baik, namun dari segi pemahaman terkait kebersihan dan keamanan masih kurang. Sehingga pengelola pasar perlu melakukan intervensi untuk mengatasi masalah tersebut
SOCIAL SUPPORT IN ACCESSING ADOLESCENTS MENTAL HEALTH SERVICES Khoiriyah Isni; Winda Yulia Nurfatona; Nurul Qomariyah
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 18 No. 3 (2023): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijph.v18i3.2023.493-504

Abstract

Introduction: The survey reported that adolescents experienced severe depression (15.6%) and extreme stress (6.3%) in Warungboto, Yogyakarta, Indonesia. In fact, with this condition, they are reluctant to access mental health services. Adolescents' skills still lacking in problem-solving and inadequate social support are thought to be the triggering factors for low access to health services. Aims: to determine the social support for adolescents in accessing mental health services. Methods: This type of research is quantitative research with a cross-sectional approach. The unit of analysis is adolescents (15-24 years) who are identified as having stress and depression based on the results of early detection of mental health. The sample size is 36 teenagers, with a total sampling technique. The variables are family support, peer support, mental health status, problem-solving, and self-control measured in the questionnaire. Meanwhile, mental health status was assessed using DASS-21 and PSS-10. Results: There was a significant relationship between social support from family (p-value 0.001, 95% CI 1.581-76.551) and peers (p-value 0.018, 95% CI 1.108 – 2.608) with adolescent mental health status. Adolescents with depression and stress are very few who get good social support from their families in accessing mental health services. This study proves that family social support is a significant factor in accessing mental health services. Conclusion: Family involvement in overcoming adolescent mental health problems is crucial. However, health providers can also provide community-based mental health services with a peer approach.
Association Between Adolescents Perceived for Behaviour In Accessing Mental Health Services Isni, Khoiriyah; Nisa, Khairan; Nurfatona, Winda Yulia; Santri, Ichtiarini Nurullita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v19i4.44758

Abstract

 The government of Indonesia provides programs to make it easier for adolescents to access mental health services. Adolescents are very vulnerable to mental and emotional health disorders, but there is low coverage of mental health services in primary health care. This study uses the theory of health belief models to examine how adolescents perceive having access to mental health services. This study used a cross-sectional design for 55 unmarried adolescents (15-24 years old) in Yogyakarta with a total sampling technique. Most adolescents (83.6%) perceive many barriers to accessing mental health services, so their self-efficacy becomes low (53.7%). Nevertheless, they have cues to act reasonably well (58.2%). Adolescents who perceive barriers (p-value = 0.007) and cues to action (p-value = 0.031) have a significant relationship with the behaviour of accessing mental health services. Meanwhile, perceived susceptibility (p-value = 0.909), perceived severity (p-value = 0.420), perceived benefits (p-value = 0.980), and self-efficacy (p-value = 1,000) did not have a significant relationship. The findings demonstrated that adolescents have sound cues to action in accessing mental health services, but low self-efficacy is thought to be the barrier.
EVALUASI PERILAKU KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJA EKOWISATA Isni, Khoiriyah; Yougiftira, Prisna Harry; Mustanginah, Tri; Rifai, Muchamad; Agustin, Helfi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 19 No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v19i4.38172

Abstract

Adanya tempat wisata tidak terlepas dari para pekerja didalamnya. Suatu pekerjaan pasti memiliki risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dapat berupa fatigue, terjepit, terpeleset, tergores, kepanasan, terlindas, terjepit, terpapar debu, tertabrak wisatawan/pengemudi kendaraan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, masa kerja, sikap dan pengaruh pengetahuan terhadap perilaku K3 di Ekowisata, serta pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan pekerja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode action research, didahului dengan rancangan cross-sectional dan dilanjutkan dengan pelatihan untuk peningkatan pengetahuan. Sampel adalah seluruh pekerja ekowisata yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling berjumlah 50 pekerja. Pengumpulan data mengenai perilaku K3 pekerja, usia, masa kerja, tingkat pengetahuan, dan sikap pekerja diperoleh melalui pengisian kuesioner sebagai instrumen penelitian. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa masih terdapat pekerja dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku K3 yang kurang baik. Usia, masa kerja, tingkat pengetahuan, dan sikap pekerja menunjukkan tidak ada hubungan bermakna dengan perilaku K3 diantara para pekerja (nilai p>0,05). Tidak ada pengaruh pemberian pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan pekerja (nilai p=0,840). Perilaku kesehatan dan keselamatan kerja diantara pekerja di Ekowisata Kabupaten Sleman tidak dipengaruhi oleh faktor usia, masa kerja, pengetahuan, dan sikap serta upaya pelatihan.
How Can Adolescents Get Mental Health Services Without the Availability of Professionals? A Lesson Learned from Rural Primary Health Care Isni, Khoiriyah; Lugiana, Namira Aisyah; Trisnowati, Heni; Santri, Ichtiarini Nurullita; Qomariyah, Nurul
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 12 No. SI1 (2024): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V12.ISI1.2024.133-145

Abstract

Background: The existence of a 'treatment gap' is indicated by the high frequency of individuals with mental health disorders and the low number of individuals obtaining formal treatment. It refers to the prevalence of mental problems and the proportion of people who are treated or the percentage of people who need but do not receive treatment. Aims: The study is aimed to determine the utilisation of mental health services (MHS). Methods: This study is qualitative, using a case study approach. The primary informants were six mental health workers and youth health program holders from three Primary Health Care (PHC) with the most significant number of mental health cases. Meanwhile, five youths receiving or actively undergoing treatment at the PHC served as supporting or triangulation informants. An in-depth interview guide is used in the instrument. Results: Health insurance, waiting time and duration of services, and accessibility to services play a supportive role in MHS utilization, while family and health worker support, facilities, and infrastructure do not. Adolescent and family ignorance, the presence of community stigma, the availability of human and financial resources, and health promotion media are all barriers to the utilization of MHS. Conclusion: The PHC in the Kulon Progo area is responsible for acquiring human resources, fostering collaboration across sectors, and creating health promotion media to fulfil its obligations.
Co-Authors Alfi Syahri Ramadhan Amalia Ulfa Oktavianti Amalia, Hanna Amalia, Jihan Oktaviani Andi Syahrani Nur Syahbani Andrei Phamuji Anindya Pramesty Sekar Amarilis Ardarina Delfiona Kekasi Arini Zela Khumaeda Auliya, Iffah Ayu Saidah Ayu Saidah Azra, Shafiana Barmawi Barmawi, Barmawi De Leon, Jardene Marie Gensaya Dea Nurrizza Allafia Desty Pratiwi Devi Yanti, Devi Dianty, Shabrina Amalia Diany Fitiar Hapsari Putri Dinda Khairunnisa, Dinda Ernia, Febri ESTI KURNIASIH Eva Lestari Eva Lestari Fadhil Alfan Yudanto Fairuz Fantika Fajeria Fantika, Fairuz Farika, Siti Farikhah Nur Laila Farikhah Nur Laila Fatma Nuraisyah, Fatma Febri Ernia Ferry Nandito Dela Vega Fikri Wahyudi, Muhamad Fitri, Mellyana Fitriana Putri Utami Harri Santoso Helfi Agustin Imelda Editasari Irin Azzahra Iyulen Pebry Zuanny Jihan Ananda Juli Andriyani Juwita Sari Khafidhoh Khafidhoh, Khafidhoh Khairan Nisa Kintoko, Kintoko Kusyogo Cahyo Lina Handayani Lovandri Dwanda Putra, Lovandri Dwanda Lugiana, Namira Aisyah Mahartira Ademelia Putri Mailia Zulfa Hasan Mala, Nunky Eltanin Mala Marsiana Wibowo Maulidya, Rusda Melati Kusuma Wardhani Muchamad Rifai, Muchamad Muchsin Maulana, Muchsin mufida, nada Muhammad Herdin Paldin Mupidah Musfirah Musfirah Mustanginah, Tri Mutia, Cut Risa Nafila, Ukhtika Zulfa Nasir, Ardiansyah Jumaedi Naura Salzabila Nida Adila Ninis Karlina Nisa, Khairan Novia Anggrahini Saputri Nunky Eltanin Mala Mala Nur Apriliyanti Nur Aziziah, Erviana Nur Hasmalawati, Nur Nur Laily, Silvia Nur Safani Indriani Nurfatona, Winda Yulia Nuril Anwar, Nuril Nurul Qomariyah Nurul Qomariyah Nurul Qomariyah Oktomi Wijaya Phamuji, Andrei Pratiwi, Desty Pratiwi, Firdha Yovianti Prima Suci Rohmadheny Purnamasari, Dwi Putri Putri Ramadanti Setiawati Putri, Riva Nadia Ramadhan, Alfi Syahri Rangkuti, Ahmad Faizal Ratu Matahari Ratu Matahari Rifka Alya Fatiyyah Riris Diana Rachmayanti Sabrina Salsabila Agustiningrum Saidah, Ayu Santri, Ichtiarini Nurulita Santri, Ichtiarini Nurullita Saputri, Melly Eka Saputri, Novia Anggrahini Sari, Silvi Fatmala Selian, Sri Nurhayati Septian Emma Dwi Jatmika Septian Emma Dwi Jatmika, Septian Emma Dwi Shabrina Amalia Dianty Siti Muthia Dinni Siti Pramesthi Sani Sofianingrum, Arnita Solikhin, Mukhamat Sulistyawati Sulistyawati Tri Mustanginah Tri Mustanginah Trisnowati, Heni Tukiyo, Intan Wahyuni Tyas Aisyah Putri Ukhtika Zulfa Nafila Utami, Nurul Putrie Vega, Ferry Nandito Dela Vonna, Rizka Dara Wardhani, Melati Kusuma Widyapuspita, Tiara Winda Yulia Nurfatona Winda Yulia Nurfatona Yougiftira, Prisna Harry Zahra, Aini Zahroh Shaluhiyah Zahrotul Aini Zahrotul Aini, Zahrotul Zainal Abidin Daeng Matally