Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA EVAKUASI BENCANA DI SD MUHAMMADIYAH SE-KECAMATAN BANGUNTAPAN, BANTUL, DIY Oktomi Wijaya; Khoiriyah Isni
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v1i2.344

Abstract

Tingginya risiko bencana yang ada di Provinsi Yogyakarta khususnya Kabupaten Bantul, maka mutlak diperlukan suatu upaya pengurangan risiko bencana, terutama di sekolah yang  merupakan komunitas anak-anak sebagai kelompok rentan. Sekolah dasar tentu harus mendapatkan perhatian yang lebih dikarenakan anak-anak SD memiliki kerentanan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu perhatian khusus kepada siswa sekolah dasar terkait dengan kemampuan menghadapi bencana. Upaya kesiapsiagaan sekolah dapat dimulai dengan analisis risiko bencana di sekolah, pembuatan prosedur kedaruratan bencana dan berlatih menyelamatkan diri saat terjadi bencana.  Metode yang digunakan dalam pelatihan ini antara lain: (1) pendidikan masyarakat atau penyuluhan, (2) pelatihan atau praktik, (3) simulasi. Tujuannya adalah peserta mendapatkan keterampilan tidak hanya berdasarkan pelatihan atau praktik, namun juga secara teori atau pengetahuan. Output kegiatan pelatihan ini antara lain: (1) peningkatan pengetahuan siswa dan guru sekolah dasar terkait perencanaan evakuasi bencana, (2) peningkatan keterampilan siswa dan guru sekolah dasar dalam mengevakuasi ketika terjadi bencana, (3) diseminasi hasil kegiatan berupa produk publikasi dan modul pelatihan. Outcome yang diperoleh dari kegiatan ini adalah pembuatan peta dan jalur evakuasi yang dicetak ukuran besar dan ditempel di dinding sekolah, sehingga dapat diketahui dan dipahami setiap warga sekolah. Secara umum, kegiatan pelatihan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dan guru sekolah dasar mengenai perencanaan evakuasi bencana di sekolah. Disamping itu, tersusunnya peta, jalur, dan rambu evakuasi bencana sesuai situasi dan kondisi sekolah masingmasing
UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI KECAMATAN JETIS, YOGYAKARTA Khoiriyah Isni; Fairuz Fantika; Novia Anggrahini Saputri; Eva Lestari
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v4i1.1520

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi remaja masih menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat, tidak terkecuali pada remaja di Kelurahan Cokrodiningratan, Jetis, Yogyakarta. Tingginya aktivitas dan mobilitas remaja di daerah perkotaan membuat remaja kurang mendapatkan informasi kesehatan reproduksi remaja dengan tepat. Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan remaja terkait masalah kesehatan reproduksi remaja. Metode yang digunakan adalah pemberian edukasi kesehatan reproduksi remaja, bermain peran (role play), dan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan selama dua bulan dengan melibatkan 56 remaja di Kelurahan Cokrodiningratan. Partisipasi aktif para remaja sangat jelas terlihat selama pelaksanaan kegiatan. Harapannya kegiatan ini dapat berkelanjutan sehingga dapat berkontribusi dalam menekan angka kasus permasalahan kesehatan reproduksi remaja.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM AKTIVITAS FISIK DAN KELUARGA SADAR GIZI GUNA MEWUJUDKAN GERAKAN MAYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) Khoiriyah Isni; Zahrotul Aini; Andrei Phamuji; Ukhtika Zulfa Nafila; Desty Pratiwi; Nunky Eltanin Mala Mala; Alfi Syahri Ramadhan; Ferry Nandito Dela Vega
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v4i2.1971

Abstract

Di daerah dusun Pelemwulung banyak masyarakat yang belum melakukan aktivitas fisik dan masih banyak masyarakatnya yang belum mengonsumsi suplemen gizi karena masyarakat kurang tahu fungsi dari aktivitas fisik dan mengonsumsi suplemen gizi bagi keluarga.Tujuan kegiatan ini untuk pemberdayaan masyarakat ini adalah untuk menginisiasi dan  memberdayakan  masyarakat dalam mewujudkan PHBS dan kadarzi melalui kegiatan aktivitas fisik. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan masyarakat ini dengan adanya MMD dan dilanjutkan dengan melakukan intervensi berupa senam pagi. Pada hasil intervensi didapatkan hasil yaitu: masyarakat yang masih belum sadar pentingnya melakukan aktifitas fisik. Hasil yang didapat dari aktivitas fisik bahwa tidak terdapat korelasi atau nilai p-value 0,52 (p > 0,05) yang bermakna antara pengetahuan dan perilaku artinya semakin tinggi pengetahuan maka perilaku dalam melakukan aktifitas fisik rendah. Sedangkan untuk KADARZI bahwa terdapat korelasi dengan nilai p-value 0,032 (p < 0,05) yang bermakna antara pengetahuan dan perilaku tentang KADARZI artinya semakin tinggi pengetahuan tentang KADARZI maka semakin tinggi pula perilaku KADARZI. Kesimpulan kegiatan yang dilakukan di Dusun Pelemwulung yaitu terkait dengan melakukan aktivitas fisik, dengan mengadakan kegiatan senam sehat bagi seluruh masyarakat di Dusun Pelemwulung guna tercapainya penerapan PHBS dan KADARZI dan sarannya yaitu menanamkan tingkat kesadaran dalam melakukan aktifitas fisik dan KADARZI.
EDUKASI PHBS DAN GERMAS SEBAGAI UPAYA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT LEPTOSPIROSIS Khoiriyah Isni; Melati Kusuma Wardhani; Febri Ernia; Shabrina Amalia Dianty
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jp.v4i1.1973

Abstract

International Leptospirosis Society menyatakan bahwa Indonesia sebagai negara yang memiliki insiden leptospirosis tertinggi. Kasus leptospirosis terjadi di daerah Gunungkidul selama lima tahun berturut-turut. Pada awal tahun 2019 terdapat 2 kasus leptospirosis, terdapat satu orang yang mengalami keterlambatan dalam memperoleh tindakan medis yang pada akhirnya meninggal dunia. Penyakit leptospirosis sudah sering terjadi namun masih banyak warga yang kurang memperhatikan gejala dan faktor-faktor resiko terjadinya penyakit ini. Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahua dan kesadaran masyarakat terkait dengan upaya pencegahan penyakit leptospirosis, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah pemberian edukasi terkait dengan penyakit leptospirosis dan GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat), tanya jawab, dan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan selama satu bulan dengan melibatkan warga dari tiga dusun di Kelurahan Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, Yogyakarta. Secara umum, dalam kegiatan ini warga sangat berpartisipasi aktif melalui tanya jawab dan studi kasus. Harapannya dari kegiatan ini pengetahuan dan kesadaran masyarakat semakin meningkat mengenai penyakit leptospirosis dan dapat menerapkan PHBS serta GERMAS di kehidupan sehari-hari, sehingga dapat berkontribusi dalam menekan angka penyakit leptospirosis dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Peningkatan Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Mental Masyarakat Kalurahan Timbulharjo, Sewon, Bantul di Era New Reality Covid-19 Khoiriyah Isni; Ardarina Delfiona Kekasi; Nur Safani Indriani; Juwita Sari
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 6 (2021): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v6i6.2179

Abstract

The low level of public awareness in Balong Hamlet, Bibis Hamlet, and Kowen 2 Hamlet, Timbulharjo Village, Sewon, Bantul regarding clean and healthy living habits, both before and during the COVID-19 pandemic. The purpose of this community empowerment activity is to provide education about clean and healthy living habits and mental health so that there is an increase in public knowledge and awareness. This activity is carried out using the lecture, question and answer method, and case studies. This activity is carried out in three stages: the preparation stage, the implementation stage, and the reporting stage. The activities were carried out on 15, 16, and 17 February 2021, involving 70 people and three students. The results of this empowerment activity are evidenced by the existence of community empowerment which is shown through increasing knowledge about clean and mentally healthy living behaviors (p-value = 0.000). Education with the theme of clean and mentally healthy living habits needs to be carried out regularly to remind people of preventing Covid-19. Besides, it can also prevent public boredom in implementing clean and mentally healthy living behaviors.
Peningkatan Keterampilan Kader Posyandu dalam Memantau Pertumbuhan Anak Balita pada Masa Pandemi Covid 19 Nurul Putrie Utami; Khoiriyah Isni; Prima Suci Rohmadheny
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No Special-1 (2022): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v7iSpecial-1.2358

Abstract

The Covid-19 pandemic has resulted in the cessation of implementing the Integrated Healthcare Center (Posyandu) program in Wonokromo 1, Wonokromo, Pleret Bantul. In contrast, the early period of life, including infancy and children, is a critical period of body and brain growth. Any nutritional problems could lead to serious nutritional problems and low intelligence. Therefore, this service program aims to optimize posyandu activities by arranging the training for cadres to support toddlers’ growth in the Covid-19 pandemic era. The training included anthropometric measurements and analysis of growth charts for children under five for posyandu’s cadres. This activity was attended by 15 posyandu cadres and delivered by using discussion, simulation, and demonstration methods. It was found that the cadres still made some mistakes in measuring weight, body length, height, and head circumference, so they were given a demonstration of the correct measurement methods. The cadres are also trained to interpret the data in growth charts and explain their follow-up. The result of this activity is the enhancement in knowledge and skills in anthropometric measurements and growth charts interpretation by Posyandu’s cadres obtained from written tests and direct observations of the anthropometric measurements process and growth charts interpretation. It is expected that this activity will assist cadres in getting the correct measurement results to detect nutritional problems in toddlers quickly and accurately. Thus, they can be handled immediately and not cause severe dietary issues.
Pencegahan Stunting melalui Pelatihan Pemberian ASI Eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MP ASI) Khoiriyah Isni; Siti Muthia Dinni
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202051.266

Abstract

PREVENTION OF STUNTING THROUGH EXCLUSIVE BREASTFEEDING TRAINING AND ASI COMPLEMENTARY FOOD (MP ASI). Randugunting Hamlet is one of the hamlets that have the highest number of children under five in the area of Tamanmartani Village, Kalasan, Sleman, DIY. Meanwhile, parenting patterns that are less responsive and supportive in breastfeeding and breastfeeding are suspected to be factors that trigger nutritional health problems of children under five. It is due to the ignorance of parents and caregivers in providing exclusive breastfeeding and complementary feeding according to WHO standards. This situation is very high-risk accounts for the number of stunting cases in Indonesia. Especially in Sleman Regency, so that the Community Partnership Program Proposal Team conducts community empowerment activities. It is the form of training in the context of stunting prevention. The targets of this activity are pregnant women, mothers who have toddlers, and health cadres. The method of activities used includes the provision of health education, simulations, and training or practice through the MP ASI cooking competition and process evaluation. Increased knowledge and target skills in exclusive breastfeeding and MP ASI standard WHO is the output of this empowerment activity. Besides, the dissemination of events in the form of scientific publication products and training modules. In general, this empowerment activity can increase target knowledge and skills. The evaluation of the process shows the enthusiasm of the target in implementing the knowledge that the Proponent Team provided through health education and simulations. It hoped that this activity could be continue in other hamlets located in the Tamanmartani village area. It can contribute to preventing and reducing the number of stunting cases in Indonesia.
Pengaruh Pelatihan Kesehatan Reproduksi Remaja terhadap Pengetahuan dan Sikap Orang Tua Fatma Nuraisyah; Ratu Matahari; Khoiriyah Isni; Fitriana Putri Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 20 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Maret Volume 20 Nomor 01 Tahun 2021
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikes.v20i1.869

Abstract

Salah satu permasalahan remaja adalah kesehatan reproduksi. Namun hal tersebut masih dianggap tabu dibicarakan antara orang tua dengan remaja. Dengan adanya komunikasi antara orang tua dengan remaja diharapkan adanya ruang diskusi tentang dampak positif dan negatif terkait kesehatan reproduksi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelatihan komunikasi terkait kesehatan reproduksi remaja terhadap pengetahuan dan sikap orang tua. Penelitian eksperimental dengan desain quasi experiment. Sedangkan bentuk rancangan pra-eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 23 responden yang merupakan ibu pengurus Bina Keluarga Remaja yang memiliki anak usia remaja di Dusun Mertosanan Kulon, Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Bantul, yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner pre-post test. Data dianalisis dengan uji t berpasangan. Hampir sebagian besar responden termasuk dalam kategori usia dewasa akhir yaitu 36-45 tahun (65%). Hasil uji t berpasangan menyatakan terdapat pengaruh pelatihan komunikasi terkait kesehatan reproduksi remaja terhadap pengetahuan dan sikap orang tua (p-value=0,01). Terdapat perbedaan rerata skor responden sebelum dan setelah diberikan pelatihan komunikasi kesehatan reproduksi remaja. Terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap orang tua setelah diberikan pelatihan komunikasi mengenai kesehatan reproduksi remaja. Seyogyanya orang tua harus mengikuti perkembangan zaman sehingga mampu menjadi tempat berdiskusi yang nyaman pada remaja. Menyaring informasi kesehatan berdasarkan kebenaran dan menyaring pergaulan sangat penting dilakukan oleh remaja, terlebih di era digital. Sementara itu, pemerintah dapat mengembangkan sistem layanan kesehatan remaja yang dapat diakses secara online oleh remaja.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI PENYULUHAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA ANAK-ANAK DI KAMPUNG SUNGAI BARU, BANGKA BARAT, KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Mahartira Ademelia Putri; Khoiriyah Isni
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Mei : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v2i2.12483

Abstract

Salah satu indikator dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang merupakan cara cuci tangan dengan sabun untuk mencegah berbagai penyakit. CTPS dilakukan untuk memutus mata rantai penularan penyakit. Masyarakat menganggap CTPS tidak penting, mereka cuci tangan pakai sabun ketika tangan berbau, berminyak dan kotor. Melihat masalah tersebut maka diperlukannya suatu intervensi kesehatan. Kebaruan pengabdian ini adalah untuk peningkatan pengetahuan mengenai penyuluhan cuci tangan pakai sabun pada anak-anak di Kampung Sungai Baru, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak mengenai CTPS. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah rancangan one group pretest-posttest design. Subjek kegiatan ini adalah anak-anak usia 6-12 tahun sebanyak 21 orang yang dilakukan pada tanggal 9 November 2021 di Muntok. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada pra pelaksanaanya yaitu mendapati hasil analisis situasi dan perizinan kemudian membuat media berupa poster langkah cuci tangan pakai sabun dengan benar. Kemudian di pelaksanaannya dilakukan pengisian kuesioner pretest, lalu memberikan edukasi berupa tata cara cuci tangan pakai sabun dengan benar. Hasil evaluasinya melalui hasil kuesioner pretest dan post-test menunjukkan bahwa ada perbedaan antara pengetahuan responden penyuluhan tentang CTPS sebelum penyuluhan dengan pengetahuan responden tentang punyuluhan CTPS setelah penyuluhan. Kesimpulan penyuluhan tentang CTPS pada anak dapat memutus mata rantai penmularan penyakit. Kata Kunci: CTPS; Promosi kesehatan; Edukasi kesehatan 
Pemberdayaan Remaja Guna Meningkatkan Minat Literasi Kesehatan Mental di Era Digital: Adolescent Empowering to Increase Mental Health Literacy Interest in the Digital Era Khoiriyah Isni; Farikhah Nur Laila
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 6 (2022): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v7i6.2395

Abstract

WHO data in 2017 shows that there are still high cases of depression in Indonesia among children, adolescents, and early adults. This is due to the limited knowledge of adolescents related to mental health literacy. This training aim is to increase adolescent expertise about mental health literacy to help adolescents. The methods used in this service activity include education, training, case studies, simulations, and role-playing. Activities are carried out in compliance with health protocols. The training activity involved 25 youth of the Warungboto Village, held for two days at the Pendopo Umbulharjo District, Yogyakarta. The results obtained from this dedication are differences in adolescents' knowledge before and after giving education about mental health literacy. Participants can analyze mental health problems and provide solutions to these problems. The importance of mental health literacy helps adolescents recognize the issues in themselves to seek help/assistance appropriately.
Co-Authors Alfi Syahri Ramadhan Amalia Ulfa Oktavianti Amalia, Hanna Amalia, Jihan Oktaviani Andi Syahrani Nur Syahbani Andrei Phamuji Anindya Pramesty Sekar Amarilis Ardarina Delfiona Kekasi Arini Zela Khumaeda Auliya, Iffah Ayu Saidah Ayu Saidah Azra, Shafiana Barmawi Barmawi, Barmawi De Leon, Jardene Marie Gensaya Dea Nurrizza Allafia Desty Pratiwi Devi Yanti, Devi Dianty, Shabrina Amalia Diany Fitiar Hapsari Putri Dinda Khairunnisa, Dinda Ernia, Febri ESTI KURNIASIH Eva Lestari Eva Lestari Fadhil Alfan Yudanto Fairuz Fantika Fajeria Fantika, Fairuz Farika, Siti Farikhah Nur Laila Farikhah Nur Laila Fatma Nuraisyah, Fatma Febri Ernia Ferry Nandito Dela Vega Fikri Wahyudi, Muhamad Fitri, Mellyana Fitriana Putri Utami Harri Santoso Helfi Agustin Imelda Editasari Irin Azzahra Iyulen Pebry Zuanny Jihan Ananda Juli Andriyani Juwita Sari Khafidhoh Khafidhoh, Khafidhoh Khairan Nisa Kintoko, Kintoko Kusyogo Cahyo Lina Handayani Lovandri Dwanda Putra, Lovandri Dwanda Lugiana, Namira Aisyah Mahartira Ademelia Putri Mailia Zulfa Hasan Mala, Nunky Eltanin Mala Marsiana Wibowo Maulidya, Rusda Melati Kusuma Wardhani Muchamad Rifai, Muchamad Muchsin Maulana, Muchsin mufida, nada Muhammad Herdin Paldin Mupidah Musfirah Musfirah Mustanginah, Tri Mutia, Cut Risa Nafila, Ukhtika Zulfa Nasir, Ardiansyah Jumaedi Naura Salzabila Nida Adila Ninis Karlina Nisa, Khairan Novia Anggrahini Saputri Nunky Eltanin Mala Mala Nur Apriliyanti Nur Aziziah, Erviana Nur Hasmalawati, Nur Nur Laily, Silvia Nur Safani Indriani Nurfatona, Winda Yulia Nuril Anwar, Nuril Nurul Qomariyah Nurul Qomariyah Nurul Qomariyah Oktomi Wijaya Phamuji, Andrei Pratiwi, Desty Pratiwi, Firdha Yovianti Prima Suci Rohmadheny Purnamasari, Dwi Putri Putri Ramadanti Setiawati Putri, Riva Nadia Ramadhan, Alfi Syahri Rangkuti, Ahmad Faizal Ratu Matahari Ratu Matahari Rifka Alya Fatiyyah Riris Diana Rachmayanti Sabrina Salsabila Agustiningrum Saidah, Ayu Santri, Ichtiarini Nurulita Santri, Ichtiarini Nurullita Saputri, Melly Eka Saputri, Novia Anggrahini Sari, Silvi Fatmala Selian, Sri Nurhayati Septian Emma Dwi Jatmika Septian Emma Dwi Jatmika, Septian Emma Dwi Shabrina Amalia Dianty Siti Muthia Dinni Siti Pramesthi Sani Sofianingrum, Arnita Solikhin, Mukhamat Sulistyawati Sulistyawati Tri Mustanginah Tri Mustanginah Trisnowati, Heni Tukiyo, Intan Wahyuni Tyas Aisyah Putri Ukhtika Zulfa Nafila Utami, Nurul Putrie Vega, Ferry Nandito Dela Vonna, Rizka Dara Wardhani, Melati Kusuma Widyapuspita, Tiara Winda Yulia Nurfatona Winda Yulia Nurfatona Yougiftira, Prisna Harry Zahra, Aini Zahroh Shaluhiyah Zahrotul Aini Zahrotul Aini, Zahrotul Zainal Abidin Daeng Matally