Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : Majalah Ilmiah MOMENTUM

PEKTIN SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU BIOSORBEN LOGAM BERAT Kurniasari, L.; Riwayati, I.; Suwardiyono, .
MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai kegiatan manusia sangat berpotensi menghasilkan limbah logam berat. Limbah ini bila tidak diolah dengan baik akan menimbulkan pencemaran lingkungan serta meracuni makhluk hidup termasuk manusia. Diantara berbagai alternatif pengolahan limbah yang mengandung logam berat, penggunaan biosorben memiliki beberapa keunggulan, diantaranya biaya yang relatif murah, efisiensi yang tinggi pada larutan encer serta kemudahan proses regenerasinya. Diantara berbagai bahan baku biosorben, pektin merupakan salah satu komponen tumbuhan yang banyak mengandung gugus aktif, yaitu komponen yang berperan penting dalam proses biosorpsi. Pektin banyak terdapat pada daun, kulit dan buah pada berbagai tanaman. Pektin yang dapat diaplikasikan sebagai biosorben logam berat adalah pektin jenis LMP (Low Methoxyl Pectin) yang dapat langsung diambil dari tanaman yang mengandung LMP atau dari HMP (High Methoxyl Pectin) yang mengalami proses demetilasi atau modifikasi. Kinetika proses biosorpsi logam berat dengan biosorben pektin dapat mengikuti model kinetika tingkat dua semu, sedangkan kesetimbangan isothermnya dapat mengikuti model Langmuir atau Freunlich. Beberapa penelitian penggunaan pektin sebagai biosorben logam berat diantaranya adalah penggunaan pektin dari pulpa gula beet dan pektin dari kulit buah durian. Kata kunci : biosorben, logam berat, pektin
POTENSI PRODUKSI ANDROGRAPHOLIDE DARI SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees) MELALUI PROSES EKSTRAKSI HIDROTROPI Ratnani, R. D.; Hartati, I.; Kurniasari, L.
MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Andrographolide merupakan senyawa fitokimia yang memiliki berbagai fungsi kesehatan. Salah satunya, andrographolide memiliki sifat sebagai anti malaria. Andrographolide dapat dengan mudah larut dalam methanol, ethanol, pyridine, asam asetat, dan aceton, tetapi sedikit larut dalam ether dan air. Ekstraksi andrographolide yang telah banyak diterapkan adalah ekstraksi menggunakan alkohol. Proses tersebut menyebabkan terjadinya degradasi andrographolide. Larutan hidrotrop dapat meningkatkan kelarutan senyawa yang tidak larut dalam air. Ekstraksi andrographolide menggunakan larutan hidrotrop dapat diterapkan karena andrographolide merupakan senyawa yang tidak larut dalam air. Ekstraksi andrographolide menggunakan larutan hidrotrop berupa larutan sodium salisilat dan sodium asetat mampu menghasilkan ekstrak dengan berat masing-masing 0,57 g dan 0,18 g. Kata Kunci: andrographolide, hidrotop, ekstraksi, sambilotio
EFFECT OF pH AND MANGANESE KATION ON THE ACTIVITY OF COW RUMEN FLUID CELLULASE ENTRAPPED IN CALCIUM ALGINATE BEADS I. Hartati; L. Kurniasari; I. Riwayati; A. Budiarti
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i2.423

Abstract

Enzyme entrapment in calcium alginate beads is considered as one of the important methods of immobilization. In order to utilize cow rumen fluids as source of cellulase and in order to increase the cellulase activity, we were isolated cellulase of cow rumen fluid and investigated the influence of pH (5-9) and concentration of Mn2+ (25-100 mM) towards the activity of the cellulase that is entrapped in calcium alginate beads. The research showed that the immobilization of cow rumen fluid cellulase in alginate beads is lead to a higher optimum pH. Free cellulase exhibit the highest activity at pH 4 while the entrapped cellulase exhibit the highest activity of 145 U/ml at pH 6. Mn2+ is significantly stimulate the activity of entrapped cow rumen fluid cellulase.Keywords: alginate beads, cow rumen fluids cellulase, immobilization, pH, Mn
POTENSI XANTHATE PULPA KOPI SEBAGAI ADSORBEN PADA PEMISAHAN ION TIMBAL DARI LIMBAH INDUSTRI BATIK Indah Hartati; Indah Riwayati; Laeli kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i2.102

Abstract

Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya industri batik, semakin besar pula volume limbah cair yang dihasilkannya. Limbah cair industri batik dilaporkan mengandung logam berat. Keberadaan logam berat khususnya timbal dalam limbah cair industri batik dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Proses  pemisahan logam berat dari suatu larutan dapat dilakukan melalui proses adsorpsi menggunakan adsorben yang berbasis biomassa. Namun demikian, adsorben tersebut memerlukan proses modifikasi guna meningkatkan kapasitas adsorpsi dan performa adsorpsi. Proses modifikasi adsorben melalui pengikatan gugus pembawa sulfur, khususnya xanthate merupakan proses yang paling menonjol karena adsorben terxantasi merupakan: senyawa yang sangat tidak larut, mudah dibuat dengan reagen yang relatif tidak mahal, serta memiliki  kestabilan yang tinggi saat membentuk kompleks dengan logam. Adsorben terxanthasi dapat dibuat dari adsorben yang kaya akan gugus hidroksil, seperti pulpa kopi. Pulpa kopi merupakan limbah proses pengolahan kopi secara basah. Pemanfaatan pulpa kopi sebagai adsorben terxanthasi sebagai adsorben logam berat dapat menyelesaikan setidaknya dua permasalahan sekaligus yakni pemisahan logam berat dari limbah cair serta mengurangi dampak pencemaran industri pengolahan kopi. Guna proses desain sistem adsorpsi timbal dari limbah cair menggunakan senyawa xanthate pulpa kopi, data-data fundamental yang perlu dikaji dan ditentukan antara lain: kajian kesetimbangan adsorpsi isoterm, kinetika adsorpsi, dan termodinamika adsorpsi. Kata Kunci: pulpa kopi, adsorpsi, timbal, xanthate, batik
EKSTRAKSI ANDROGRAPHOLID SAMBILOTO MENGGUNAKAN LARUTAN HIDROTROP NATRIUM ASETAT DAN ETHANOL DENGAN PROSES GELOMBANG MIKRO Chandra Pribadi; Indah Hartati; Laeli Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.963

Abstract

Metode  ekstraksi  baru  menggunakan  ekstraksi  gelombang mikro  dengan  larutan  hidrotropi digunakan  untuk  ekstraksi Andrografolide  dari  Andrographis  Paniculata  yang  juga  dikenal sebagai “King of Bitter”. Metode ini diharapkan mampu menjadi alternatif ekstraksi zat aktif. Konsentrasi  hidrotrop  minimum perlu  dikaji  untuk  melihat  pada  konsentrasi  berapa  larutan hidrotrop  mulai  dapat  melarutkan  Andrografolid  dengan  air.  Konstanta  setchenow  adalah konstanta yang menunjukkan keefektifan larutan hidrotrop dan perlu dikaji untuk melihat pada konsentrasi  berapa  larutan  hidrotrop  bekerja  optimum.  Variabel  tetap  pada  penelitian  ini adalah:  serbuk  sambiloto  20  gram,  waktu  ekstraksi  15  menit  dan  volume  larutan  1:10. Sedangkan  variabel  berubah  adalah  konsentrasi  larutan  0M-4M,  daya  microwave  10%  dan 30%.  Hasil  terbesar  dari ekstraksi  ini  didapatkan  pada  larutan  hidrotrop  inatrium  asetat dengan menggunakan daya 30% menghasilkan andrografolid sebesar 7,5%Kata Kunci: Sambiloto, Andrograpolide, Hidrotrop, MAE
Potensi Zeolit Alam sebagai Adsorben Air pada Alat Pengering L. Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v6i1.128

Abstract

Proses pengeringan merupakan salah satu proses yang banyak digunakan di industri. Proses ini membutuhkan energi yang cukup tinggi dan dapat menyebabkan kerusakan pada produk akibat penggunaan suhu tinggi. Salah satu alternatif pengembangan proses pengeringan adalah pengering dengan sistem adsorpsi. Proses ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi energi serta menghindari pemakaian suhu tinggi. Adapun adsorben yang dapat digunakan adalah silika gel, alumina aktif serta zeolit. Zeolit merupakan senyawa aluminosilikat terhidrasi yang terdiri dari ikatan SiO4 dan AlO4 tetrahidra yang dihubungkan oleh atom oksigen untuk membentuk kerangka. Ada dua jenis zeolit jika dilihat dari asalnya, yaitu zeolit alam dan zeolit sintetis. Zeolit alam banyak terdapat dialam dengan harga yang lebih murah bila dibandingkan dengan zeolit sintetis. Namun sebelum digunakan zeolit alam harus diaktivasi untuk meningkatkan sifat-sifat khususnya sebagai adsorben serta menghilangkan pengotor. Ada tiga proses aktivasi pada zeolit alam, yaitu aktivasi dengan asam, basa dan panas. Bila akan digunakan sebagai adsorben air, maka pilihan proses aktivasi yang dapat digunakan adalah aktivasi dengan basa atau panas. Kata kunci : adsorpsi, aktivasi, zeolit alam
KAJIAN HIDROLISA STARCH SAGU OLEH ENZIM GLUCOAMYLASE DAN PULLULANASE UNTUK PRODUKSI ASAM ORGANIK I. Hartati; M. E. Yulianto; L. Kurniasari; I. Riwayati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.627

Abstract

Sagu merupakan sumber pati dan karbohidrat yang bisa dikembangkan menjadi aneka produk bernilai ekonomi tinggi. Meskipun Indonesia merupakan negara penghasil sagu terbesar di dunia, namun teknologi pemanfaatan sagu di Indonesia masih sangat sederhana. Salah satu potensi pengembangan starch sagu adalah sebagai bahan baku produksi asam-asam organik seperti asam sitrat maupun asam glukonat. Starch sagu memiliki kadar starch (pati) yang cukup tinggi yaitu mencapai 98.2%. Proses konversi glukosa starch sagu menjadi asam-asam organik didahului proses hidrolisa. Hidrolisa starch secara enzymatic dengan menggunakan enzyme Glucoamylase dan Pullulanase dapat mengatasi permasalahan yang timbul pada proses hidrolisa starch asam. Kelebihan dari hidrolisa enzimatis antara lain konversi glukosa menjadi D glukosa lebih tinggi, biaya produksi yang lebih rendah, tidak mempengaruhi warna produk dan tidak dihasilkan endapan garam. Proses konversi starch menjadi glukosa dibagi menjadi tiga tahapan yakni gelatinisasi, liquefaction dan saccharification. Terdapat beberapa jenis enzyme yang digunakan dalam proses hidrolisa enzimatis, diantarana adalah enzyme glucoamylase dan pullulanase. Sumber dari enzim glucoamylase adalah Aspergillus niger sedangkan sumber dari enzim pullulanase adalah Basillus acidopullulyticus. Glucoamylase bekerja memecah ikatan α -1,4 α -1,6- untuk menghasilkan α –glucose dan enzim pullulanase bekerja memecah ikatan α-1,6-links untuk menghasilkan maltodextrins rantai lurus. Key words : glucoamylase, hidrolisa, pullulanase, starch sagu
PENGEMBANGAN MICROWAVE ASSISTED EXTRACTOR (MAE) PADA PRODUKSI MINYAK JAHE DENGAN KADAR ZINGIBERENE TINGGI H. Purwanto; I. Hartati; L. Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v6i2.114

Abstract

Minyak jahe diketahui memiliki berbagai fungsi dan mempunyai nilai jual yang cukup tinggi. Permasalahan utama yang dihadapi industri minyak jahe di Indonesia adalah bahwa minyak jahe dari Indonesia tidak dapat memenuhi persyaratan karakteristik mutu yang ditentukan pada standar internasional yakni putar optik yang bernilai negatif akibat dari rendahnya kadar zingiberene minyak jahe. Kecilnya komposisi zingiberene pada minyak jahe Indonesia dikarenakan pada proses destilasi konvensional, zingiberene mengalami degradasi thermal. Alternatif proses produksi minyak jahe yang ditawarkan adalah proses produksi minyak jahe menggunakan teknologi Microwave Assisted Extraction (MAE). Penelitian ini bertujuan menentukan kondisi optimum proses ekstraksi minyak jahe menggunakan teknologi MAE. Penelitian dilakukan melalui tahapan yang meliputi perancangan dan pabrikasi ekstraktor berbasis gelombang mikro, studi produktivitas, penentuan variabel berpengaruh dan optimasi parameter proses. Variabel pada penelitian ini meliputi daya, rasio pelarut bahan baku dan waktu ekstraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut yang sesuai bagi ekstraksi minyak jahe adalah etanol. Variabel berpengaruh pada proses ekstraksi minyak jahe menggunakan proses MAE adalah daya dan rasio pelarut-bahan baku. Hasil terbaik diperoleh pada ekstraksi menggunakan etanol pada daya 100W dan rasio pelarut-bahan baku 8:1 selama 1 jam. Minyak jahe hasil ekstraksi menggunakan proses MAE memiliki kadar zingiberene yang lebih besar dari kadar zingiberene yang dihasilkan dari proses ekstraksi dengan pemanasan konvesional. Namun demikian kadar zingiberene masih lebih rendah dari minyak jahe komersial. Nilai putar optik minyak jahe hasil ekstraksi menggunakan proses MAE masih bernilai positif. Kata kunci : ekstraksi, MAE, minyak jahe, zingiberene
PENENTUAN DOSIS OPTIMUM KHLORIN UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN BESI PADA AIR SUNGAI GARANG, SUNGAI KREO DAN SUNGAI DI TUGU SOEHARTO Lukman Eka Prasaja; Rudi Firyanto; Laeli Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v11i2.1386

Abstract

Abstrak Air merupakan kebutuhan utama bagi kelangsungan hidup manusia. Air yang aman dikonsumsi adalah air yang memenuhi standar kualitas sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No. 907 Tahun 2002 tentang syarat – syarat dan pengawasan kualitas air minum. Fe merupakan unsur yang banyak terkandung dalam air. Oleh karenanya diperlukan pengolahan air agar menjadi layak untuk dikonsumsi, diantaranya dengan menurunkan kandungan Fe menggunakan khlorin yang biasa disebut khlorinasi.Penelitian ini bertujuan menentukan dosis optimum khlorin untuk menurunkan kadar zat besi dalam air permukaan di Sungai Garang, Sungai Kreo dan Sungai di Tugu Soeharto. Selain itu akan dihitung juga  efisiensi penurunan kadar besi pada tiap – tiap penambahan khlorin.Pada penelitian ini digunakan natrium hipokhlorit 10 %. Penelitian diawali dengan menyiapkan sampel air permukaan di Sungai Garang, Sungai Kreo dan Sungai di Tugu Soeharto. Kemudian menambahkan Natrium Hipokhlorit dengan dosis 5 mg/L, 10 mg/L, 15 mg/L, 20 mg/L, 25 mg/L, 30 mg/L, 35 mg/L dan 40 mg/L. Setelah itu dilakukan pengadukan dengan kecepatan 50 rpm selama 30 menit. Kandungan sisa Fe total dan free khlorin diukur dengan menggunakan Spektrofotometer seri Hach DR 2500. Dari hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan bahwa khlorin dapat digunakan untuk menurunkan kandungan Fe dalam air. Semakin besar penambahan dosis khlorin maka kandungan Fe total semakin menurun sehingga efektivitas penghilangan Fe semakin tinggi. Dosis optimum khlorin untuk sampel air Sungai Garang sebesar 25 mg /L, sampel air Sungai Kreo sebesar 35 mg/L, dan sampel air Sungai di Tugu Soehartosebesar 30 mg/L. Kata Kunci :besi, dosis, khlorin
PEMANFAATAN ECENG GONDOK (EICHORNIA CRASSIPES) UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN COD(CHEMICAL OXYGEN DEMOND), pH, BAU, DAN WARNA PADA LIMBAH CAIR TAHU R. D. Ratnani; I. Hartati; L. Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i1.296

Abstract

Di Indonesia banyak terdapat industri tahu mulai dari industri kecil sampai ke industri besar. Dari kegiatan industri tersebut, timbul limbah yang mengandung zat organik sangat tinggi. Kandungan zat organik dalam limbah cair tahu berpotensi mencemari lingkungan, sehingga perlu adanya pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk melakukan penanganan terhadap limbah yang timbul tersebut. Salah satu upaya awal untuk menangani hal tersebut adalah melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan eceng gondok untuk menurunkan kandungan COD, meningkatkan/ menormalkan pH, menjernihkan limbah, dan mengurangi bau yang timbul. Penelitian ini dilakukan di pabrik pengolahan tahu Desa Cangkiran Kota Semarang. Penelitian ini memanfaatkan eceng gondok untuk menyerap limbah organik yang menyebabkan limbah cair menjadi COD tinggi, pH rendah, warna keruh dan berbau sangat menyengat. Proses penanaman dilakukan dalam bak beton dengan ukuran panjang 150 cm, lebar 145 cm, dan tinggi 120 cm. Dalam penelitian ini diamati penurunan kandungan COD, peningkatan pH, perubahan warna, dan perubahan bau yang timbul setiap hari selama 8 hari dengan menggunakan media eceng gondok. Hasil percobaan Terjadi penurunan COD sampai ambang batas yang diperbolehkan yaitu terjadi penurunan dari 768 ppm menjadi 208 ppm dan pada ulangan yang dilakukan dari 672 ppm menjadi 160 ppm dimana sudah di bawah baku mutu bedasakan Perda Jateng No. 10 tahu 2004. Terjadi peningkatan nilai pH. Diawal proses, pH dari limbah cair tahu adalah 4.2 dan naik sampai 7.4 demikian juga setelah diulang mulai 4.6 naik menjadi 7.3. Perubahan warna pada penelitian ini kurang memuaskan karena tidak terjadi perubahan warna tetapi hanya berubah tingkat kejernihan di awal, warna limbah cair tahu adalah kuning keruh bahkan ada busanya dan setelah diolah berwarna kuning jenih. Dalam pengamatan perubahan bau, pada hari ke 4 bau sudah berkurang. Akan beda kalau tidak diolah semakin lama maka akan semakin bau Kata kunci : penyerapan, limbah cair tahu, eceng gondok .
Co-Authors ., Salsabila Ahadta Anindya Rahmah Ajeng Ajeng Ajeng Wijareni Alin, Tanzil Aliyatul Farida Amaranti, Ratna Bernika Andri Cahyo Kumoro Andrian Adhi Susila Aniq, Nur Aprianto Aprianto Aprilina Purbasari Aqnes Budiarti Ardianto, Sandi Dimas Arif Andrianto Asmanto Asmanto Cahyana, Iga Cahyanto, Yodhi Chandra Pribadi Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Dewi, Cindy Aurellia Ratna Dien Iffa Hidayatin Dyah Puspa Arum Erma Sulistyaningsih Ernawati Budi Astuti F Widhi Mahatmanti Faizin, Safaah Nur Faria, Rani Aish Farikha Maharani Fatnawati Nur Hidayah Fifi Kurniasari H. Purwanto Hasan, Hasan Hayani, Alfitra I Hartati I. Hartati I. Hartati I. Hartati I. Hartati I. Hartati I. Hartati I. Riwayati Imam Sujarwo Imam Syafaat Indah Hartati Indah Nurdiani Indarwati, Dewi Irma Sulistyo Ismiyatul Kholisoh Ismiyatun Ismiyatun Jati, Isnanto Prasetyo Khornia Dwi Lestari Lailatul Firdaus Kun Ma'adella Nafisawati Laksono, F. W. Lukman Eka Prasaja lula atsila tabriza Luqman Buchori M. Djaeni M. E. Yulianto M. E. Yulianto Maulana, Yafi S. Mauluddin, M. Subchan Mauludin, Mochamad Subchan Mey Sulistiyaningsih Mia Dinnis A Moh Djaeni Muhamad Farid Aminudin Muhammad Dzulfikar Muhammad Farid Aminudin Muhammad Ivan Nurohman Nanik Andar Miningsih Nayyifatus Sa’diyah Ninik Indah Hartati Ninik Indah Hartati Nugroho Widiasmadi Nugroho, Agung Nugroho, Ardi Tio Ageng Nurhayani, Mira Nurrijal, Kolul Nurul Fatkhiyah Prasetyo Jati, Isnanto Prianto, Riska Putri Prihastuti Ramadhanti, Novia Renan Subantoro Revy Andar Raesta Rita Dwi Ratnani Rita Dwi Ratnani Rohmawati, Alfi Rudi Firyanto Sabila Ameliya Safaah Nurfaizin Safaah Nurfaizin Saiful Huda Saiful Huda Sari, N. L. S. Setia Budi Sasongko Setia Budi Sasongko Setiyanto Setiyanto Sinta Ariyani Siti Indana Isdiyanti Siti Indana Isdiyanti Siti Iqlima Layudha Siti Sudarmiseh Sri Mulyo Bondan Respati Sufrotun Khasanah Sumayah Sumayah Suwardiyono Suwardiyono Suwardiyono Suwardiyono Tabah Priangkoso Titin Titin Tristiyanti, Alvia Sefie Tsaniyatul Fitriyah Via Utami Putri Vivi Nurin Shofiyana Wulan Budi Astuti Yance Anas Yuni Susanti, Devi Yuni Wulandari