Claim Missing Document
Check
Articles

AKSEPTABILITAS, UTILISASI DAN ADOPSI UPAYA PENANGGULANGAN HIV MELALUI KADER DESA PEDULI AIDS DARI PERSPEKTIF MASYARAKAT DI KOTA DENPASAR Ni Made Sri Nopiyani; Desak Putu Yuli Kurniati; Putu Ayu Indrayathi; Rina Listryowati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 2 No 2 (2013): Desember (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2988.501 KB)

Abstract

Village AIDS Cadres (KDPA) Program has been conducted in Denpasar district since 2010. Despite the importance of community participation for a successful community based program, no research has been conducted to explore community perception regarding KDPA program.This research is aimed to explore community perceptions regarding acceptability, utilization, and adoption of the KDPA program from community perspective.The design used in this research is descriptive with qualitative data collection method through six focus group discussions in six villages in Denpasar. Data was analysed using thematic analysis.KDPA is well-accepted as it is perceived as an important issue to be tackled in the community. However, many opinions arise concerning who should be given the role "cadre". Lack of program introduction to the community, also high stigma and discrimination resulted in low utilization of the program. Villages with active KDPA have conducted a variety of HIV-related activities rarely carried out by the less active villages. There is Lack of community participation on HIV-related activities. Inequity of access to HIV information exists between adults and teenagers, between men and women, and between the member of traditional and non-traditional hamlets. Program adoption is hampered by the lack of commitment of village authorities and limited resources of KDPA program.The utilization and adoption of KDPA program are sub-optimal. Introduction of KDPA program to the community and provision of program resources should be improved.
PERILAKU PENYALAHGUNAAN SUBOXONE PADA KALANGAN PENGGUNA NAPZA SUNTIK DI WILAYAH KOTA DENPASAR DAN BADUNG Ni Nengah Wida Yasmari; Luh Putu Lila Wulandari; Desak Putu Yuli Kurniati; I Nyoman Gunarta; Ni Wayan Septarini
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 3 No 2 (2016): Desember (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.406 KB)

Abstract

Penyediaan suboxone adalah salah satu upaya untuk mengobati dan mencegah dampak bahaya dari narkoba suntik di kalangan penasun,  dan juga mengurangi ketergantungan mereka pada obat-obatan. Namun, menurut data dasar dan observasi awal, ada indikasi bahwa suboxone  juga disalahgunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penyalahgunaan suboxone kalangan penasun dan mengidentifikasi faktor penentunya. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan mewawancarai 11 penasun di Denpasar dan Badung. Peserta dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Panduan wawancara digunakan selama wawancara. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis tematik. Penelitian ini mengungkapkan bahwa peserta memiliki pengetahuan sedang terkait suboxone. Ada beberapa yang bersikap positif terhadap suboxone di mana peserta menganggap bahwa suboxone efektif dalam mengurangi ketergantungan obat, terutama bila digunakan dengan benar. Sikap mereka positif  terhadap suboxone, namun bertentangan dengan perilaku mereka. Suboxone disalahgunakan dengan menyuntikkan, dan kadang-kadang digabungkan dengan obat lain. Faktor-faktor penentu penyalahgunaan suboxone,  adalah kurangnya kontrol dari penyedia layanan kesehatan dan regulasi yang kurang  pada peresepan suboxon, keamanan dan legalitas, pendekatan ekonomi, dorongan individu, kurangnya akses informasi yang akurat, dan juga konteks sosial dan lingkungan. Dukungan dan program pemberdayaan bagi penasun sangat penting  untuk mengganti keinginan mereka menyuntikkan suboxone selama terapi. Penguatan pemantauan intensif untuk mengendalikan penyalahgunaan suboxone, dengan mengkombinasikan dukungan dari pihak lain termasuk keluarga juga penting untuk keberhasilan pelaksanaan terapi suboxone.
PERSEPSI PESERTA BPJS KESEHATAN TERHADAP PROGLAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS DI PUSKESMAS I DENPASAR BARAT DAN PUSKESMAS II DENPASAR TIMUR Putu Inok Puspaeni; Desak Putu Yuli Kurniati; Putu Ayu Indrayathi
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.855 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i01.p04

Abstract

ABSTRAK Pada era Jaminan Kesehatan Nasional salah satu upaya yang dilaksanakan untuk menanggulangi penyakit kronis adalah Prolanis. Puskesmas se-Kota Denpasar telah melaksanakan program prolanis tetapi terdapat perbedaan rasio kunjungan peserta prolanis tertinggi dan terendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran persepsi peserta BPJS Kesehatan terhadap program pengelolaan penyakit kronis di Puskesmas I Denpasar Barat dan Puskesmas II Denpasar Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan purposive sampling menggunakan metode wawancara mendalam dan focus group discusion. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas I Denpasar Barat dan Puskesmas II Denpasar Timur dari bulan Mei-Juni 2017. Informan penelitian berjumlah sembilan belas orang yang terdiri dari kepala puskesmas, pemegang program prolanis dan peserta BPJS Kesehatan yang tergabung dalam kelompok prolanis. Hasil penelitian menunjukkan peserta prolanis di Puskesmas I Denpasar Barat merasa rentan terkena penyakit diabetes/ hipertensi dan dampak penyakit tersebut menimbulkan ketakutan dan kecemasan pada peserta karena efek keseriusan penyakit sudah dilihat/ dirasakan. Besarnya manfaat yang dirasakan mampu menutupi hambatan yang dialami, selain itu dukungan teman dan rasa kekeluargaan meningkatkan partisipasi peserta prolanis. Maka dari itu puskesmas yang rasio kunjungan prolanis rendah perlu mengundang keluarga yang menderita diabetes/ hipertensi untuk memberikan testimoni. Kata Kunci : Prolanis, Persepsi, Puskesmas ABSTRACT In the era of National Health Insurance, one of the efforts undertaken to tackle chronic illness is Prolanis. Health centers throughout Denpasar have implemented prolanis programs but there are differences in the ratio of visits of the highest and lowest prolanis participants. The purpose of this study was to determine the description of BPJS Health participants' perceptions of chronic disease management programs in Puskesmas I Denpasar Barat and Puskesmas II Denpasar Timur. This research is a qualitative descriptive study with purposive sampling using in-depth interviews and focus group discussion methods. The research was conducted at the Health Center I of West Denpasar and Health Center II of East Denpasar from May-June 2017. The informants of the study consisted of nineteen people consisting of the head of the puskesmas, the prolanist program holder and BPJS Health participants who were members of the prolanist group. The results showed prolanis participants in Puskesmas I Denpasar Barat felt vulnerable to diabetes / hypertension and the impact of the disease caused fear and anxiety in participants because the seriousness of the disease had been seen / felt. The amount of benefits felt is able to cover the obstacles experienced, in addition to the support of friends and a sense of family to increase participation of prolanist participants. Therefore a puskesmas with a low prolanis visit ratio needs to invite families suffering from diabetes / hypertension to provide testimonials. Keywords: Prolanis, Perception, Puskesmas
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN TOKSOPLASMOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLAHBATUH I TAHUN 2017 Ni Made Oka Anggreni; Desak Putu Yulita Kurniati; I Made Subrata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.776 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i01.p05

Abstract

ABSTRAK Seroprevalensi toksoplasmosis pada wanita di Bali tahun 2013 sebesar 63,9% dan seroprevalensi tertinggi wanita terinfeksi T. gondii berada di Kabupaten Gianyar sebesar 82,5%. Pada tahun 2016 Puskesmas Blahbatuh I memiliki kasus abortus yang paling tinggi di antara 13 Puskesmas yang ada di Kabupaten Gianyar yaitu sekitar 15,58%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap perilaku pencegahan toksoplasmosis di wilayah kerja Puskesmas Blahbatuh I tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional analitik. Sampel 75 ibu hamil yang dipilih dengan teknik probability sampling. Pengumpulan data meliputi pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan program komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20,0% responden memiliki perilaku pencegahan kurang, 52,0% responden memiliki pengetahuan kurang, dan 37,3% responden memiliki sikap kurang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku pencegahan dengan nilai PR=2,167, dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap perilaku pencegahan dengan nilai PR=8,34. Jadi, di wilayah kerja Puskesmas Blahbatuh I dari 75 ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan kurang, sikap kurang, dan perilaku pencegahan kurang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku pencegahan dan terdapat hubungan yang siginfikan antara sikap terhadap perilaku pencegahan. Oleh karena itu Puskesmas Blahbatuh I harus meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang toksoplasmosis dengan cara memberikan KIE pada saat pemeriksaan antenatal agar ibu hamil dapat melakukan pencegahan dengan baik. Kata kunci: Kehamilan, Toksoplasmosis, Pengetahuan, Sikap, Perilaku Pencegahan ABSTRACT Toxoplasmosis seroprevalence of women in Bali in 2013 was 63.9% and the highest seroprevalence of women infected with T. gondii was in Gianyar Regency by 82.5%. In 2016 Blahbatuh I Public Health Center had the highest abortion cases among 13 Community Health Centers in Gianyar Regency, which was around 15.58%. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of knowledge and attitudes of pregnant women to the prevention of toxoplasmosis in the work area of ??Blahbatuh I Public Health Center in 2017. The type of research used was cross sectional analytic. Sample 75 pregnant women selected with probability sampling technique. Data collection includes knowledge, attitudes, and preventative behavior using a questionnaire and analyzed using a computer program. The results showed that as many as 20.0% of respondents had less preventive behavior, 52.0% of respondents had less knowledge, and 37.3% of respondents had less attitude. There is no significant relationship between the level of knowledge of preventive behavior with a PR value = 2.167, and there is a significant relationship between attitudes towards preventive behavior with a PR value of 8.34. So, in the working area of ??Blahbatuh I Public Health Center out of 75 pregnant women have less knowledge, less attitudes, and less preventive behavior. There is no significant relationship between the level of knowledge of preventive behavior and there is a significant relationship between attitudes towards preventive behavior. Therefore Puskesmas Blahbatuh I must improve the knowledge and attitudes of pregnant women about toxoplasmosis by providing IEC during antenatal examinations so that pregnant women can take preventative measures properly. Keywords: Pregnancy, Toxoplasmosis, Knowledge, Attitude, Preventive Behavior
INISIASI KADER DESA PEDULI KESEHATAN REPRODUKSI (KDPKR) SERTA DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DI DESA PENGOTAN KABUPATEN BANGLI BALI N.W. Septarini; D.P.Y. Kurniati; I.A.D. Wiryanthini; I.W.G.A.E. Putra; I.M. Sutarga
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 3 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.69 KB)

Abstract

Desa Pengotan berada di wilayah Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli yang terdiri dari 8 dusun. Pada tahun 2009 memiliki proporsi rumah tangga miskin (RTM) terbanyak di Kecamatan Bangli. Berdasarkan data terbaru dari kantor Kepala Desa terdapat 1.026 KK miskin. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan reproduksi serta pembentukan kader desa peduli kesehatan reproduksi pada wanita usia subur (WUS) di Desa Pengotan, Kabupaten Bangli. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan 2 metode. Metode pertama teknik pelatihan kepada anggota masyarakat yang kemudian menjadi kader kesehatan reproduksi di banjar. Kedua, metode pemeriksaan /deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA. Pengabdian berlangsung pada Bulan Juli-september 2016. Terbentuk kader kesehatan reproduksi di Desa Pengotan (24 Kader). Hasil post test yang dilaksanakan 2 minggu setelah pelaksanaan didapatkan hasil 100% kader (N=20) mempunyai pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi. Delapan belas (18) WUS ikut serta dalam pemeriksaan IVA, 3 diantaranya mendapatkan hasil positif IVA. Ketiganya kemudian dirujuk ke puskesmas setempat untuk mendapatkan pengobatan selanjutnya (crytherapi). Kegiatan ini disambut baik oleh warga Desa Pengotan. Para kader kesehatan reproduksi yang terbentuk (KDPR) sepakat untuk melanjutkan informasi yang didapatkan selama pelatihan kepada warga di banjar. Puskesmas Bangli menyatakan pemeriksaan IVA ini akan diagendakan secara rutin.
PELATIHAN DAN PENDIDIKAN KESEHATAN MASYARAKAT TENTANG UPAYA PENCEGAHAN FLU BURUNG DI DESA TARO GIANYAR Suariyani NLP; M. Subrata; I M . Sutarga; DPY, Kurniati; MP. Kardiwinata; MS. Nopiyani
Buletin Udayana Mengabdi Vol 11 No 2 (2012): Volume 11 No.2 – September 2012
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.088 KB)

Abstract

Bali as the world tourism destination will face huge impacts (economic, health and social) if there was avian influence outbreak, because tourism is a sensitive sector to the public health problems. It is therefore, an action that could increase the knowledge of community in order to prevent from the disease especially avian influences is badly in need. Taro village, Tegallalang is one of tourism destinations in Bali. In order to maintain other countries feel comfortable and secure for their citizens to visit Bali, Taro’s community in preventing diseases especially at avian influences is very crucial. Cooperation with other sectors such as education, health and others to conduct such health education is important to be able to produce good quality of program. The health education was conducted for students (SMPKerta Wisata) on 18 September 2010. The responds toward the health education program was very good, while many students ask questions about avian influences, they also could answer the entire questions already asked to the students after the programs. The questions were not asked only from the students but also from the teachers. It showed that the program was interesting for the audience. This program would improve the knowledge of community and in the future, it could be conducted in other cities in Bali.
Program Pelalianan “Kedas” (Kegiatan Sehat Diare Tuntas) sebagai Sarana Edukasi Anak Dalam Upaya Penanggulangan Penyakit Diare di SD Negeri 1 Ubud P.K.P. Wirtarandita; P.P.T. Saraswati; C.I.D.Y. Dewi; T.B.A.A. Prawira; A.I.Y.D. Putra; D.P.Y. Kurniati
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 3 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.073 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i03.p20

Abstract

Anak-anak memiliki risiko tinggi terkena diare. Terdapat 1.102 kasus diare di Puskesmas Ubud I pada tahun 2017 dan merupakan jumlah kasus tertinggi di Kabupaten Gianyar. Faktor risiko diare antara lain adalah sanitasi lingkungan yang kurang baik dan makanan serta minuman yang tidak higienis. Sebuah program edukasi dengan mengkombinasikan dengan budaya bali berupa “Pelalianan KEDAS” dibuat untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa-siswi SD Negeri 1 Ubud tentang pentingnya menjaga kebersihan diri guna mencegah penyakit diare. Kegiatan ini juga sekaligus digunakan untuk melestarikan lagu dan permainan tradisional Bali. Metode yang diterapkan yaitu: 1) Wacana (berbicara); 2) Ngurukin (mencontohkan); 3) Masolah (mempraktekkan); 4) Uning (mengerti). Hasil menunjukkan bahwa pada setiap tahap pelaksanaan anak-anak mampu mengikuti, antusias, dan mengerti terhadap program yang telah dilaksanakan. Keaktifan program KEDAS di media sosial youtube ditunjukkan dengan total 100 kali telah dilihat dan 40 orang menyukai. Program ini juga telah direkomendasikan kepada sekolah untuk dimasukkan ke dalam muatan lokal. Kata kunci : Diare, Edukasi, Anak, Tradisional, Budaya.
Sistem Monitoring Detak Jantung dan Lokasi Pasien I Ketut Resika Arthana; I Made Ardwi Pradnyana; Desak Putu Yuli Kurniati
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 15 No. 1 (2018): Edisi Januari 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.886 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v15i1.13115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem monitoring detak jantung dan lokasi pasien untuk memantau kesehatan manusia. Salah satu aspek penting dalam kesehatan manusia adalah mendeteksi detak jantung. Penderita penyakit jantung seringkali mengalami gangguan secara tiba-tiba dan perlu penanganan yang cepat. Oleh karena itu diperlukan suatu teknologi untuk bisa mendeteksi detak jantung pasien serta bisa memberikan pemberitahuan ketika terjadi permasalahan pada jantung pasien. Pemberitahuan tersebut berupa ukuran detak jantung pasien yang akan dikirimkan ke keluarga atau dokter keluarga dari pasien sehingga bisa mendapatkan penanganan yang cepat. Selain itu,  lokasi pasien  i perlu diketahui agar bisa segera mendapatkan pertolongan. Pada penelitian ini dikembangan  sistem untuk mendeteksi detak jantung dan pemberian notifikasi berupa lokasi pasien saat ini. Tahapan penelitian ini meliputi Analisa teknologi dan analisa aspek-aspek yang perlu diperhatikan pada pasien, Desain arsitektur sistem, Pengembangan aplikasi pendukung dan sensor, Implementasi aplikasi pada sensor serta Evaluasi sistem.  Pada tahap analisa dilakukan identifikasi kebutuhan teknologi baik berupa perangkat keras maupun perangkat lunak untuk mendeteksi detak jantung dan lokasi pasien yang kemudian dirancang arsitektur pada tahapan design. Pengembangan dilakukan dengan merangkai perangkat-perangkat tersebut sehingga menjadi peralatan untuk mendeteksi detak jantung dan lokasi pasien.  Uji coba dilakukan dengan membandingkan dengan perangkat sejenis. Berdasarkan hasil pengujian terhadap 5 responden, diperoleh rata-rata perbedaan antara alat yang dikembangkan dengan tensimeter manual yaitu 1.5 BPM, sedangkan rata-rata perbedaan antara alat yang dikembangkan dengan pengukuran manual sebesar 2.8 BPM. Akurasi posisi pasien sekitar 20 meter, tergantung posisi pasien saat ini apakah didalam ruangan ataupun diluar ruangan.  Sedangkan respon terhadap request ukuran detak jantung berkisar 1.5 menitKata kunci: Sensor Detak Jantung, Arduino, GPS
Hambatan Keberhasilan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada Ibu Bersalin di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Ni Nyoman Sukarti; I Gusti Ayu Trisna Windiani; Desak Yuli Kurniati
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v8i1.1197

Abstract

The problem of neonatal mortality is still a priority in Indonesia because 59% has contributed to infant mortality. Early breastfeeding (IMD) and exclusive breastfeeding is one of the intervention programs to reduce neonatal and infant mortality. This study aims to explore the implementation of early breastfeeding initiation at the Sanglah Central General Hospital Denpasar using qualitative methods. Data were obtained through in-depth interviews with 5 specialist doctors, 3 mothers giving birth and 5 focus group disscusion activities with 22 midwives. Data collection was carried out from October 2018 to January 2019. Data were analyzed thematically and presented using a narrative approach. The main themes that emerged in this study were 3, namely the knowledge of health workers related to the IMD program, supporting infrastructure facilities from hospitals for the implementation of IMD, and the implementation of the IMD program at Sanglah Hospital. The results of this study indicate that the implementation of IMD has not been carried out properly and correctly. The low knowledge of officers about IMD regulation and the motivation of officers in implementing IMD in mothers. The implementation has also not been supported by information media such as posters, photos, leaflets, booklets and counseling books. Implementation needs to be further enhanced by campaigning for early breastfeeding initiation to increase knowledge both of health workers and the wider community.
The Effectiveness of Edu-Entertainment in Improving The Knowledge, Attitude, And Behaviour Brushing Teeth in Students Of Elementary School Sukawati Gianyar Regency Ni Nyoman Widiari; Desak Putu Yuli Kurniati
Jurnal Kesehatan Gigi (Dental Health Journal) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6554.738 KB) | DOI: 10.33992/jkg.v3i1.532

Abstract

The objetctive of this study is to identify the ffictivenesl of edu-entertainment to improving the knowlwdge, attitude,  and  behavour brushing teeth in students of elimentary school in Sukswati Gianyar.The study is a quasy  esperiment with one school as case group  which edu-entertainment methodo and the other school as control group with regular method.The result analyzed with General Linier  model shows that  there is an improvement of        knowledge, attitude, and behavior in brushing teeth of student in 6th grades of elementary school in Sukawat, it is found that the value of  p0.005.The average score of knowledge in pre test is 5.04, post test-1 is 6.21, post test-2 is 6.19. The average score of behavior in brushing teeth in pre test iis 5.66, post-1 is6.48 and post test-2 is 6.58. This results shos that there are significant defference from knowledge, attitude, and behaviorur in berushing teeth in students of grade 6th elementary school in Sukawati, Gianyar, with significance value of less than 0.05.The conclusion of this study that the conselliong using edu –entertainment is effective in improving the knowledge, attitude, and behavior in brushing teeth among students at grade VI of elementary schools in Sukawati Gianyar.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W A.I.Y.D. Putra Ali Khomsan Baiq Rizka Herliana Benny Tjahjono C.I.D.Y. Dewi DA Mirah Ardrini Desak Nyoman Ari Susanti Dewa Nyoman Wirawan Dewa Nyoman Wirawan, Dewa Nyoman Dewi Aprelia Meriyani Dewi, Ni Made Ayu Kemala Dinar Lubis Dyah Pradnyaparmita Duarsa Faisal Anwar Giri Inayah Gusti Ayu Ikha Adyastuty Sanatha Gusti Ngurah Ade Sorolawe Hadi Riyadi Herliana, Baiq Rizka I Dewa Ayu Bintang Pradnya Dewi I Gusti Agung Trisna Windiani I Gusti Ayu Agung Putri Krismayanthi I Ketut Resika Arthana I Made Ady Wirawan I Made Ardwi Pradnyana I Made Kerta Duana I Made Subrata I MADE SUTARGA I Nyoman Gunarta I Wayan Gede Artawan Eka Putra I.A.D. Wiryanthini I.W.G.A.E. Putra Ifa Nurhasanah Ifa Nurhasanah Kadek Adi Wibawa Karina Samaria Ketut Sri Astuti Komang Ayu Kartika Sari Komang Srititin Agustina Krismayanthi, I Gusti Ayu Agung Putri Kumalasari, Heni Kurniasih Widayati Laszlo Robert Koloszvari Luh Erlanggita Narta Santi Luh Pitriyanti Luh Pitriyanti Luh Putu Lila Wulandari Luh Putu Sinthya Ulandari Luh Putu Widiastri Luh Wayan Ayu Rahaswanti Made Pasek Kardiwinata Meriyani, Dewi Aprelia Monika Sri Yuliarti Ni Kadek Fiora Rena Pertiwi Ni Ketut Sutiari Ni Komang Ekawati Ni Luh Made Rare Ayu Sawitri Ni Luh Putu Suariyani Ni Luh Yukti Trisnalanjani Ni Made Ayu Kemala Dewi Ni Made Kadek Artini Ni Made Oka Anggreni Ni Made Putri Meiliawati Ni Made Rahayu Pradnyasari Ni Made Sri Nopiyani Ni Nengah Wida Yasmari Ni Nyoman Ayuk Widiani Ni Nyoman Feby Wulandari Ni Nyoman Sukarti Ni Nyoman Widiari Ni Putu Chandra Parama Jyoti Ni Wayan Arya Utami, Ni Wayan Arya Ni Wayan Septarini Ni Wayan Sutarmi Nyoman Sri Ariantini Nyoman Sri Ariantini P.K.P. Wirtarandita P.P.T. Saraswati Pande Putu Januraga Putu Ayu Indrayathi Putu Candra Semara Putri Putu Erma Pradnyani Putu Ika Anggaraeni Putu Inok Puspaeni Putu Lestari Sudirman Putu Ratna Kusumadewi Giri Putu Suarniti Noviantari Rina Listryowati Rini Winangsih Rini Winangsih, Rini Sari, Komang Ayu Kartika Shuka Oyagi Steffano Aditya Handoko Susi Widjajani T.B.A.A. Prawira Widayati, Kurniasih Widiani, Ni Nyoman Ayuk widya astuti Widya Astuti