Claim Missing Document
Check
Articles

KONSTRUKSI HUKUM PERLINDUNGAN ADHERED PARTY DALAM KONTRAK ADHESI YANG DIGUNAKAN DALAM TRANSAKSI BISNIS Faizal Kurniawan; Ayik Parameswary
Perspektif Vol. 19 No. 3 (2014): Edisi September
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of Wijaya Kusuma Surabaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/perspektif.v19i3.17

Abstract

Prinsip kebebasan berkontrak membawa para pihak dalam suatu kontrak untuk menandatangani suatu persetujuan, termasuk diantaranya adalah kontrak baku. Kontrak baku dibuat oleh satu pihak, biasanya oleh suatu perusahaan dengan tujuan adanya efisiensi. Kontrak tersebut bagaimanapun berpotensi adanya penyalahgunaan kedudukan yang lebih mendominasi dalam penerapannya, kontrak seperti ini dikenal dengan nama kontrak adhesi. Dalam kaitannya dengan kontrak adhesi terdapat batasan dan/atau pengalihan tanggung jawab dari resiko bisnis kepada mitra berkontraknya (adhered party). Maka dari itu prinsip itikad baik tentu memainkan peranan yang cukup penting untuk mengevaluasi implementasi dari kontrak adhesi. Penulisan ini membahas kontrak adhesi dalam kaitannya dengan prinsip dasar hukum kontrak dan juga menganalisa payung hukum untuk mitra berkontraknya (adhered party) dalam pencarian hak-hak kontraktualnya terkait implementasi dari kontrak adhesi. Dalam tulisan ini juga akan dibandingkan implementasi dari kontrak adhesi dalam prakteknya baik di Indonesia dan di luar Indonesia dengan cara menganalisa hukum nasional dan aturan yang berlaku secara internasional seperti Prinsip-prinsip Kontrak Perdagangan Internasional (The Principles of International Comercil Contracts-PICC).Freedom of contract principle brings the contracting parties to sign into an agreement in such forms, including a standard contract. The standard contracts are made by one party, usually by business entities in the aim of doing efficiency. The contracts, however, potentially contains abuse of power in its application, known as adhesion contract. In term of adhesion contract, it contains prompt restrictions and/or transfer of responsibilities of the business risks to the adhered party. Therefore, good faith principle plays an important role to evaluate the implementation of the adhesion contract. This article discusses the adhesion contract in the light of the basic principles in contract law and explores the legal frameworks for adhered party to seek their contractual rights in conjunction with the implementation of the adhesion contract. We also compare the implementation of the adhesion contract, practically, both in Indonesia and international practices by examining the national laws and the model law e.g. Principles of International Commercial Contracts (PICC).
BENTUK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KEKAYAAN MINYAK DAN GAS BUMI SEBAGAI ASET NEGARA MELALUI INSTRUMEN KONTRAK Faizal Kurniawan
Perspektif Vol. 18 No. 2 (2013): Edisi Mei
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of Wijaya Kusuma Surabaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/perspektif.v18i2.116

Abstract

Negara mempunyai kekuasaan untuk mengelola sumber daya alam demi mewujudkan keadilan sosial, kesejahteraan umum dan untuk kemakmuran rakyat. Instrumen hukum kontrak menjadi payung hukum sebagai upaya perlindungan hukum terhadap aset negara yang berupa minyak dan gas bumi. Kontrak Bagi Hasil menjadi pilar dasar dalam upaya pengelolaan dan pemanfaatan kegiatan usaha minyak dan gas bumi. Kontrak Bagi Hasil merupakan kontrak publik yang tidak sepenuhnya tunduk pada hukum privat. Dalam melakukan hubungan kontraktualnya, negara tidak boleh dirugikan (imunitas negara) dan harus memperhatikan klausula-klausula yang menitikberatkan pada perlindungan aset negara.State has the power to manage natural resources for the sake of social justice, the general welfare and are used as much as possible the greatest benefit for the greatest welfare of people. Contract law is the main instrument used to protect the state assets including oil and gas. Production Sharing Contract as a legal safeguard for oil and gas, is a fundamental pillar in the effort and utilization management activities of oil and gas. In this Production Sharing Contract, which the contracts also involve the government and called government contract, has a unique characteristic which is not entirely subject to private law. In principle, the state should not be harmed, called as state immunity. This principle also applies universally in the interest of protecting the state assets.
THE APPLICATION OF QURANIC INTERPRETATION, THE SUNNA AND IJTIHAD AS THE SOURCE OF ISLAMIC LAW Prawitra Thalib; Faizal Kurniawan; Mohamad Nur Kholiq
RechtIdee Vol 15, No 2 (2020): Desember
Publisher : Trunojoyo Madura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ri.v15i2.7261

Abstract

The understanding of Islamic law can not be separated from the interpretation sourced from the Quran, Sunnah and Ijtihad, which later evolved into a flexible and dynamic source of Islamic law following the demands of the times. Although it has flexible and dynamic properties but the interpretation must still maintain the basic principles that remain will never change. This is very important because misunderstand the intent expressed in the Quran and Sunnah will affect the error of understanding the Islamic law itself, therefore it is important to realize that the effort of understanding is not separated from The true interpretation of the will of Allah and the Prophet Muhammad that is contained in the Quran and Sunnah. This paper seeks to introduce the foundation of the pursuits that come from the Quran, Sunnah and Ijtihad, which is done using the method of normative assessment of various references discussing the source of Islamic law. Therefore, it is expected to find the meeting point between the understanding of the Qur'an, Sunnah and Ijtihad with the effort to interpret the source of Islamic law aimed at realizing the benefit of the people.
Empowering Tawangmangu Community in Digital Economy: Legal Literacy regarding Peer-to-Peer Lending in the Perspectives of Criminal Law and Private Law Maradona; Faizal Kurniawan; Sapta Aprilianto; Erni Agustin; Rizky Amalia; Darryl Evan Brouwer
Jurnal Dedikasi Hukum Vol. 3 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jdh.v3i2.29767

Abstract

Financial technology has become an inseparable part of people’s life activities. As technology advances, financial technology makes it easy for people to get instant cash loans to fulfil their needs in life, known as the peer-to-peer lending concept. In Indonesia, this concept is known as Information Technology-Based Joint Funding Services. In practice, the implementation of peer-to-peer lending is often confused by the implementation of online loans that are not registered and do not have any permission from the Financial Services Authority. Various problems arise from the existence of illegal online loans, for example, very high interest rates and collections with pressure and intimidation, which can bring losses to the debtor. This encourages the need for community empowerment activities in Tawangmangu Subdistrict, Karanganyar Regency, Central Java Province regarding the legal aspects of information technology-based joint funding services so as to avoid legal problems related to such lending and borrowing methods. This community service aims to provide insight and increase community literacy to increase the community’s ability to understand the various risks and efforts that can be taken regarding problems arising from online loans. The method used is socialisation and consultation on the problems faced. The results obtained from this activity include increased public knowledge and solutions to the problems faced.   Abstrak Pemberdayaan Masyarakat Tawangmangu dalam Ekonomi Digital: Literasi Hukum tentang Peer-to-Peer Lending dalam Perspektif Hukum Pidana dan Hukum Perdata. Financial technology telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kehidupan masyarakat. Sebagai teknologi, financial technology memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan pinjaman dana instan dalam rangka memenuhi kepentingan dalam kehidupannya yang dikenal dengan konsep peer to peer lending. Di Indonesia, konsep ini dikenal dengan nama Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi. Dalam praktiknya, penyelenggaraan peer to peer landing seringkali menjadi rancu dengan adanya penyelenggaraan pinjaman online yang tidak terdaftar dan tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan. Berbagai masalah yang timbul dari adanya Pinjaman Online illegal misalnya bunga sangat tinggi maupun penagihan yang disertai tekanan danintimidasi yang dapat membawa kerugian bagi masyarakat. Hal ini mendorong diperlukannya kegiatan pemberdayaan masyarakat Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Propinsi Jawa Tengah mengenai aspek hukum Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi sehingga terhindar dari masalah hukum yang berkaitan dengan metode pinjam meminjam seperti itu. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan peningkatan literasi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan masyarakat memahami berbagai risiko dan upaya yang dapat dilakukan terkait permasalahan yang timbul dari pinjaman online. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan konsultasi permasalahan yang dihadapi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat dan solusi atas permasalahan yang dihadapi.
Digitalization of the Public Procurement System in Indonesia: Challenges and Problems Rizky Amalia; Muhammad Amirul Alfan; Maghfirah Aliefia; Mohd Sharil Nizam bin Md Radzi; Faizal Kurniawan
Yuridika Vol. 38 No. 3 (2023): Volume 38 No 3 September 2023
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ydk.v38i3.51874

Abstract

The Indonesian government carries out goods/services procurement activities in the framework of the welfare of its people. From time to time the procurement of goods/services has developed and, in the current digital era, it has begun to switch to electronic-based procurement. To answer the challenges of these developments, as well as to prevent fraud or violations of the law, a solid system is needed that can accommodate all of this. The blockchain concept can be an alternative to answer this issue because the blockchain system has advantages in terms of security and transparency. The research method used in this article is legal research with a statute and conceptual approach. The purpose of this article is to become a reference regarding the probability of using the blockchain system in the law of procurement of goods and services in Indonesia. The findings of this study are that no country has yet implemented a blockchain system for the procurement of goods/services. Blockchain technology has been implemented by the private sector, namely by Walmart, Nestle, and Unilever who use blockchain technology as the basis of their supply chain management which, with this system, can increase effectiveness and efficiency as well as afford a good level of security. Thus the blockchain system for procuring goods/services in Indonesia can be a method that can be applied to increase efficiency and aspects of transparency to reduce misuse in the procurement of goods/services.
STUNTING , COVID-19, DAN LOCAL KNOWLEDGE STUDI KASUS PADA MASYARAKAT ARJOWINANGUN KOTA MALANG. Faizal Kurniawan
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 2 No. 12 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v2i12.1977

Abstract

Stunting atau yang biasa dikatakan dengan balita kurang gizi dan cenderung pendek merupakan permasalahan serius di Indonesia. Dalam masa modern yang serba berkecukupan ini kasus stunting akan menjadi permasalahan berlanjut jika tidak segera ditangani. Apalagi pada masa pandemi covid-19 sejak maret 2020 yang lalu terbukti bahwa angka stunting di Kota Malang khususnya di Arjowinangun terus bertambah. Dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Sumber data terbagi menjadi dua yaitu wawancara dan dokumen. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa pola asuh terutama pada asupan gizi dan tingkat pemahaman orang tua dalam mengasuh putra putrinya dan juga pada tingkat pengetahuan orang tua soal perilaku menjaga hidup sehat. Mayoritas masyarakat Desa Tutut Arjowinangun tidak memahami apa itu stunting dan bagaimana pencegahannya. Ditunjukkan dalam hasil analisis data bahwa 47% masyarakat Desa tutut Arjowinangun masih belum mengenal apa itu stunting. Petugas kesehatan maupun elit masyarakat masih kurang optimal dalam memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya di Arjowinangun. Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam para pemangku kebijakan untuk memperhatikan kasus stunting yang berkembang di Kota Malang
The Urgency of Stunting Policy Management Based on Local Knowledge in Malang Regency Kurniawan, Faizal; Maksum, Ali; Anas, Muhammad; Yusainy, Cleoputri
Journal of Local Government Issues Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/logos.v7i1.25669

Abstract

In the Malang Regency region, the issue of stunting is pressing. According to statistics showing the high rate of stunting in Malang Regency, a stunting management strategy must be put into place right away. To date, the issue has been whether policies at the upstream level address all the factors necessary to combat stunting. This study talks about how urgent municipal policies are, particularly for managing stunting. It should be mentioned that government policies currently in place are focused on improving and regulating food security, food quality, and program socialization. Additionally, both targeted and delicate treatments are a manifestation of the prevention of stunting. The heath industry performs specific interventions. The phenomenology of Malang Regency's stunting prevention strategies is revealed by this study. According to the study's findings, there are a number of issues that require immediate attention, particularly those that are local in nature, like local education on the marriage readiness index, particularly in areas with a high incidence of young marriage, like Tajinan sub-district. The health sector, as well as other connected sectors, must be involved in the regional follow-up to the village level of policies and regulations that are in place at the federal level. Due to the community's increased knowledge of the value of a balanced diet and the readiness of parents at marriageable age, the community-based coping system needs to be improved once more. Localized coping strategies will undoubtedly.
Mental Health at the Workplace: Rights of Employees Siti Hafsyah Idris; Ramesh Nair; Faizal Kurniawan
Human Rights in the Global South (HRGS) Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Serikat Pengajar Hak Asasi Manusia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56784/hrgs.v2i1.40

Abstract

In several ways, the Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pandemic has profoundly altered social and working environments. Social distancing policies, mandatory lockdowns, isolation periods, and the fear of becoming ill, in addition to the suspension of productive activity, loss of income, and fear of the future, all have an impact on citizens' and workers' mental health. Workplace factors can have a significant effect on whether people's mental health improves or deteriorates due to the pandemic. This article discusses Malaysian law's position on mental health and whether employers can be held liable for their employees' mental health. The goal of this article is to examine the legal aspects of workplace mental health issues. We conducted doctrinal research on existing laws and policies focusing on workers' rights issues related to mental health in the workplace during the pandemic. It is discovered that, anxiety, depression, post-traumatic stress disorder (PTSD), and sleep disorders are more likely to affect healthcare workers, particularly those on the frontlines, migrant workers, and workers in contact with the public. Job insecurity, long periods of isolation, and uncertainty about the future exacerbate the psychological condition, particularly among younger people and higher educational backgrounds. Therefore, numerous organisational and job-related interventions can help mitigate this scenario, but the regulatory mechanisms governing this matter must be clearly defined.
SOSIALISASI PERAN ORANG TUA MENJAGA ANAK DARI PENGARUH MEDIA SOSIAL DI PAUD NUSA INDAH RW 02 KELURAHAN ARJOWINANGUN KOTA MALANG Fatmawati; Faizal kurniawan; Dany Miftahul Ula; Arif Wahyu Hidayat
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 11 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v2i11.4552

Abstract

Tujuan dari kegiatan Pengabdian Masayrakat ini adalah untuk memberikan sosialisasi tentang peran orang tua dalam menjaga anak di Paud Nusa indah RW 02 Arjowinangun. dari pengaruh media sosial. Peran orang tua di era yang semakin pesat nya kemajuan teknologi digital sangat di perlukan untuk membangun karakter anak usia dini, karena rumah adalah tempat sosialisasi pertama anak, Orang tua yang paham dan bijak menggunakan media sosial, dengan membatasipenggunaaan media sosial pada anak, Patuhi pedoman yang ditawarkan oleh media sosial, Ajarkan etikat digital. Oleh karena itu, pola asuh orang tua hendaknya dipilih sesuai dengan karakter dan juga budaya kebiasaan yang ada tetap di pertahankan didalam keluarga.
SOSIALISASI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING MELALUI KETAN IJO PENTING (KELOMPOK TANI IBU-IBU GREJO PEDULI STANTING) RW 02 ARJOWINANGUN KOTA MALANG Fatmawati, Fatmawati; Setiawati, Debi; Kurniawan, Faizal; Tobing, Sari Mellina; Amanah Agustin
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 12 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v3i12.9159

Abstract

stunting dengan presentase 6,9 %. Untuk itu masalah penanganan dan percepatan penurunan stunting menjadi program prioritas di Kelurahan Arjowinangun. Berdasarkan hal tersebut maka Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberikan sosialisasi tentang Percepatan penurunan Stanting melalui kelompok tani yang ada di RW 02 Kelurahan Arjowinangun. Kegiatan tersebut tergabung dalam kelompok KETAN IJO PENTING yaitu kelompok tani ibu – ibu yang memiliki kepedulian terhadap stunting. Selain melakukan sosialisai percepatan penurunan stunting juga dilakukan pendampingan melalui program urban faming yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ibu – ibu dalam menanam sayuran bergizi yang dapat dikonsumsi sehari – hari sehingga dapat meningkatkan gizi buruk anak balita di lingkungan RW 02 Kelurahan Arjowinangun Kota Malang. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan yaitu persiapan, sosialisasi, pelksanaan program urban faming, monitoring dan evaluasi program. Hasil dari sosialisasi percepatan penurunan Stunting menunjukkan bahwa jumlah balita yang mengalami gizi buruk tidak ada lagi serta sangat sehat dan lincah
Co-Authors Abdullah, Nurhidayah Adinda Prisca Anugerah Puteri Adiwinata, Gianina Elizabeth Agung Triayudi Agus Sekarmadji Agus Yudha Hernoko Aldiansyah, Komari Ali Maksum Aliansa, Wahyu Amanah Agustin Angelica Milano Ardhana Christian Noventri Arif Wahyu Hidayat Aristyawan, Patricia Anais Ave Maria Frisa Katherina Awayakuane, Revolino Robarto Ayik Parameswary Bagus Oktafian Abrianto Bart Jansen Bryan Owen Soeprapto Christian Yulianto Rusli Cleoputri Yusainy Dany Miftahul Ula Darryl Evan Brouwer Debi Setiawati, Debi Dwi Ratna Indri Hapsari Dyah Devina Maya Ganindra Eddy Chandra Erni Agustin Fatmawati Fatmawati Ghansham Anand Gianina Elizabeth Adiwinata Hilda Yunita Sabrie Huzni Murad, Muhammad Syariqul Ilhami Ginang Pratidina Isdian Anggraeny Jusoff, Kamaruzaman Koko Srimulyo Komari Aldiansyah Lorenzo Nieuwenburg M. Hadi Subhan Maghfirah Aliefia Makhfudli Makhfudli Maradona Maradona Maradona, Maradona Maulani, Atiqoh Farhah Maulida, Vetty Silvana Moch. Marsa Taufiqurrohman Mohamad Nur Kholiq Mohamad Nur Kholiq Mohd Ismail, Maria Mohd Sharil Nizam bin Md Radzi Muhammad Amirul Alfan Muhammad Anas Nala Astari Pramesti Newa, Erni Rambu Novariyanto, Rizki Agung Nugraha, Xavier Ode Mohamad Man Arfa Ladamay Patricia Anais Aristyawan Patricia Inge Felany Peter Mahmud Marzuki Pradana Zaky Prastuti Sulistyorini Prastuti Sulistyorini Prawitra Thalib Prawitra Thalib Qona’aha Noor Maajid Radian Salman Ramadhanti, Syifa Ramesh Nair Rizky Amalia Rizky Amalia Romadhon, Pradana Zaky Romadhona, Mochamad Kevin Salah, Mohammed Sapta Aprilianto Satriyo Dwi Suryantoro Satriyo Dwi Suryantoro Shintarini Kristine Setyobudi Simamora, Yohanes Sogar Siti Hafsyah Idris Sri Hajati Sri Hajati Sri Winarsi Suryantoro, Satriyo Dwi Syauqina Maghfirah Salsabila Syifa Ramadhanti Thabib, Prawitra Tobing, Sari Mellina Vetty Silvana Maulida Vetty Silvana Maulida Vincentius Gegap Widyantoro Wahid, Deny Noer Wewi, Krisna Rambu Kaita Winda Pitriani Wisudanto Wisudanto Yohanes Sogar Simamora Yula Anggriani Yulianto Rusli, Christian Yuniarti Yuniarti Zaky, Pradana Zuhairah Ariff Binti Abd Ghadas