Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Elektronik (E-Waste) dan Tingkat Kesadaran Masyarakat dalam Mengelola Limbah di Wilayah Daerah Khusus Jakarta Tarigan, Bayu Pratama; Kusnoputranto, Haryoto
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i3.3318

Abstract

Latar belakang: Limbah elektronik (e-waste) merupakan salah satu limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang terus mengalami peningkatan jumlah setiap tahunnya. Provinsi Daerah Khusus Jakarta merupakan provinsi dengan data timbulan sampah tertinggi di Indonesia dengan timbulan tertinggi berada di Kota Administrasi Jakarta Timur sebesar 844.252,43 ton per tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kegiatan pengelolaan limbah elektronik (e-waste) berdasarkan aspek manajemen pengelolaan limbah B3 serta menganalisis tingkat kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah elektronik (e-waste) di wilayah Daerah Khusus Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kombinasi dengan desain mix method. Hasil: Analisis mengenai tingkat kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah elektronik di tingkat rumah tangga Provinsi DKI Jakarta didapatkan hasil bahwa tingkat kesadaran tertinggi masyarakat di wilayah DKI Jakarta berada pada wilayah Kota Administrasi Jakarta Utara dengan persentase sebesar 82,95%, sedangkan tingkat kesadaran masyarakat terendah berada pada wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan persentase sebesar 76%. Kesimpulan: Berdasarkan aspek manajemen pengelolaan limbah elektronik yang berlaku di wilayah Daerah Khusus Jakarta, pengelolaan limbah elektronik sudah cukup baik. Pemerintah mampu menginisiasi program tersebut dimana daerah lain belum ada yang mencanangkan program pengelolaan limbah elektronik tersebut. Saran: Perlu adanya upaya pengkategorian lebih lanjut terhadap limbah elektronik yang dikumpulkan agar pada saat proses pemisahan dapat terurai dengan lebih sistematis.
Understanding Knowledge, Attitude, Behavior, and Dynamic Transmission of Dengue Haemorrhagic Fever in South Tangerang and Bekasi City Nurusysyarifah Aliyyah; Haryoto Kusnoputranto; Margareta Maria Sintorini; Suyud Warno Utomo; Okky Assetya Pratiwi; Epi Ria Kristina Sinaga
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 18 No. 2 (2026): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v18i2.2026.112-122

Abstract

Introduction: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a viral infection prevalent in tropical and subtropical climates worldwide, primarily in urban and semi-urban areas. The World Health Organization has documented that Indonesia ranks among the nations with the highest incidence of DHF in Southeast Asia and is classified as one of the most dengue-endemic territories globally. Climate factors leading to an increase in the spread of the dengue epidemic, including the changing distribution of the responsible vectors to DHF. This study aims to encourages urban resident’s knowledge, attitudes, and behavior towards DHF prevention and to investigates the dynamic transmission of DHF affected by climate factors in South Tangerang and Bekasi City. Methods: A cross-sectional study design was used, along with a chi-square test, modeling, simulation, and intervention. Interviews with respondents include knowledge, attitudes, and community behavior. Climate factor measurements include rainfall, temperature, humidity, and CO2 level in the ambient environment. Results and Discussion: The results show that urban resident’s knowledge, attitudes, and behavior regarding the DHF prevention were in good categories. Climate variability patterns affect the dynamic transmission of DHF in South Tangerang and Bekasi City. Conclusion: The government and community need to play a vital role in increasing residents' knowledge, attitudes, and behavior regarding dengue fever through information media, and also implement proper preventive measures.
Korelasi Penyebaran Emisi SO2 Industri Pengilangan Migas dengan Kualitas Lingkungan Udara di Sekitarnya Agustini Agustini; Haryoto Kusnoputranto; Djoko M Hartono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 48 No 1 (2014)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.48.1.227

Abstract

Keberadaan industri pengilangan minyak bumi berperan penting dalam penyediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional. Aktivitas yang berlangsung dalam proses pengolahan minyak bumi menjadi BBM membutuhkan bahan bakar fosil yang pada akhirnya akan mengemisikan pencemar udara ke udara ambien, salah satunya yaitu SO2. Saat ini semua kegiatan kilang migas telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan guna menjaga keberlangsungan fungsi lingkungan, termasuk lingkungan udara, namun pada kenyataannya masyarakat masih merasakan dampak dari keberadaan polutan di udara ambien. Mengingat konsentrasi SO2 ambien di suatu tempat tergantung dari penyebaran emisi SO2 dari sumbernya, maka perlu diketahui korelasi penyebaran emisi SO2 dari industri pengilangan migas dengan kualitas lingkungan udara di sekitarnya. Tujuan studi ini adalah mengetahui korelasi penyebaran emisi SO2 dari industri pengilangan migas dengan kualitas lingkungan udara di sekitarnya, khususnya konsentrasi SO2 udara ambien. Lokasi studi ini adalah wilayah sekitar RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu. Metode yang digunakan adalah metode potong lintang (cross sectional study). Interpretasi hasil perhitungan korelasi memberikan nilai ”r” sebesar satu. Hal ini bermakna adanya korelasi yang sangat kuat. Pernyataan ini konsisten dengan nilai p sebesar 0,021 yang berarti korelasi di antara dua variabel tersebut bermakna dengan arah korelasi positif yang menunjukkan nilainya searah. The existence of petroleum rening industry plays an important role in the supply of fuel oil nationwide. Activities that take place in the processing of petroleum into fuel require fossil fuels that will eventually emit air pollutants into the ambient air, one of which is SO2. Currently all of the activities of oil and gas reneries have been making efforts in order to safeguard environmental management environmental functions, including air environment, but in reality people are still feeling the effects of the presence of pollutants in ambient air. Given the ambient SO2 concentration at a point depends on the spread of SO2 emissions from the source, it is necessary to know the correlation spread of SO2 emissions from oil rening industry with the quality of the air in the surrounding environment. The objective of this study was to determine the correlation spread of SO2 emissions from oil rening industry with the quality of the air in the surrounding environment, particularly the ambient air concentrations of SO2. The study area is the area around RU VI Balongan, Indramayu district. The method used is the method of cross- sectional. Interpretation of the results of the correlation calculations gives a value of “r" for one. This means that a very strong correlation. This statement is consistent with the p value of 0.021, which means the correlation between the two variables signicantly positive correlation with the direction that shows its value in the same direction.
Co-Authors Agrayanto, Bagus Ferry Agustini Agustini Agustini Agustini Agustini, Agustini Ahmad Safrudin Aliyyah, Nurusysyarifah Aria Kusuma Asih, Puji B S Bagus Ferry Agrayanto Bambang Wispriyono Budi Hartono Budi Hartono Budiawan Budiawan Budiawan Budiawan Dewayanti, Farahana Kresno Din Syafruddin Djarot S Wisnubroto Djoko M Hartono Djoko M Hartono Djoko M. Hartono Dwiyitno Dwiyitno Eko Handoyo Ela Laelasari Ema Hermawati Epi Ria Kristina Sinaga Ezra Ganesha Prihardanu Febriyana Mustika Dewi S Gilang Anugerah Munggaran H.M.H. Bintoro Djoefrie H.M.H. Bintoro Djoefrie, H.M.H. Bintoro Hayati Sari Hasibuan Herdis Herdiansyah Hery Unita Versitaria Hisyam Musthafa, Hisyam I Made Djaja Imelda Gernauli Purba, Imelda Imelda Masni Juniaty Sianipar Ira Ayu Hastiaty Ira Ayu Hastiaty Irawati, Yana Isnatami Nurul Azni, Isnatami Nurul Ita Junita Januar Ariyanto Jatna Supriatna Kario, Asrit Jessica Laila Fitria Margareta Maria Sintorini Marulak Bonaparte Manurung Misri Gozan Murdahayu Makmur Murdahayu Makmur Nova Amalia Sakina Nurusysyarifah Aliyyah Okky Assetya Pratiwi Ony Rosalia Oscar leonard Manaloe Permana, Dendi Hadi Pradnya Rahmani Prasetyadi, Prasetyadi Prima Gita Pradapaningrum Primanti, Afthina Puri Wulandari, Puri Rachmadhi Purwana Ratna Maya Paramita Risandi, Rifqi Rizal Syarief Saptarining Wulan Saptarining Wulan, Saptarining Sembiring, Eva Kasih Setyo Moersidik Setyo S Moersidik Sitorus, Alfred Sodri, Ahyahudin Suryawan, I Wayan Koko Suyud Warno Utomo Suyud Warno Utomo Suyud Warno Utomo Syahrani, Lepa Tarigan, Bayu Pratama Tri Edhi Budhi Soesilo Umar Fahmi Achmadi Umar Fahmi Achmadi Wangsamuda, Suradi Wardani, Laras Andria Wulandari, Puri Wulandari, Ririn Arminsih