Claim Missing Document
Check
Articles

Mengembangkan Aktivitas dan Aspek Motorik Halus Menggunakan Model Project Based Learning, Direct Instruction dan Media Bahan Alam Pada Anak Usia Dini Ervina Yuwinda; Ahmad Suriansyah; Ratna Purwanti
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i2.2296

Abstract

Permasalahan penelitian ini yaitu rendahnya kemampuan motorik halus anak.. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak dan menganalisis hasil perkembangan motorik halus anak dalam kegiatan menggunting dan menempel. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif. setting penelitian pada anak kelompok B TK Islam Bakti 1 Banjarmasin yang berjumlah 16 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, wawancara dan penilaian pada kegiatan menggunting dan menempel. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan cross tab dan train analisis berdasarkan data-data kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 mendapatkan skor 32 kategori “Baik” dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mendapatkan skor 37 kategori “Sangat Baik”. Aktivitas anak pada pertemuan 1 mendapat persentase 25% kategori “Kurang Aktif” dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mencapai 94% kategori “Sangat Aktif”. Hasil perkembangan motorik halus pada pertemuan 1 mendapat persentase 25% dan terus meningkat hingga pertemuan 4 mencapai 94% anak berhasil berkembang kategori “Berkembang Sangat Baik”. hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Project Based Learning, Direct Instruction dan Media Bahan Alam dapat mengembangkan aktivitas guru, aktivitas anak dan hasil perkembangan motorik halus. Disarankan bagi kepala sekolah, guru dan penelitian berikutnya dapat menjadi bahan informasi untuk memperbaiki pembelajaran pada anak.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Menggunakan Model Bambu Pada Muatan Matematika di Kelas V SDN Kuin Selatan 1 Rahmad Khairinor; Ratna Purwanti
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 2 No. 2 (2024): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v2i2.1430

Abstract

The problem that occurred in this research was the less than optimal level of activity, critical thinking skills, and learning outcomes that students had when participating in mathematics learning. Things that cause these problems include teachers who do not apply learning models that are capable of developing students' understanding of the material when learning is carried out, teachers rarely use learning media when teaching, lack of student involvement in the learning process which means students are not trained to think critically. Efforts to deal with the problems that occur are by implementing the BAMBU model in learning. This research aims to describe changes that occur in teacher activities and student activities in learning, as well as analyzing changes in critical thinking skills and student learning outcomes which are the impact of learning activities on mathematics content building material. The research used is Classroom Action Research which consists of 3 meetings. The research subjects taken were 22 students in class V of SDN Kuin Selatan 1, which was carried out in the second semester of the 2023/2024 academic year. From the results of this research, it was found that the implementation of the teacher's activities succeeded in getting a score of 40 or the criteria "Very Good". Classical student activity achieved 86% or the "Very Active" criteria. Student learning outcomes reached 91% in the classical cognitive domain, reached 91% in the classical affective domain, and reached 86% in the classical psychomotor domain.
Strategi Pembelajaran IPAS dengan Model PANUTAN; Meningkatkan Partisipasi, Keterampilan Kritis dan Kerja Sama Siswa Mahmudah .; Ahmad Suriansyah; Ratna Purwanti
Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpst.v4i3.3239

Abstract

In the era of Society 5.0, students are required to master critical thinking and collaboration skills in order to be able to face the challenges in this era. However, in reality, fourth grade students of SDN Telaga Sili-Sili have not mastered these two skills, this is proven by the test results which show that students are not optimal in understanding the material and are not yet competent in completing the challenges given by the teacher, students have not been able to apply collaboration skills well because some students prefer to learn individually and only 4 out of 10 students reach the KKTP limit. This study aims to use the PANUTAN model to test student learning outcomes, critical thinking skills, collaboration skills, and activities. PTK is the method used in this study which was carried out in 4 meetings. Based on the results of the study, student activity increased from 40% at meeting 1 to 80% at meeting 4. At meeting 1 the percentage of critical thinking skills was 30%, at meeting 4 it increased to 90%. At meeting 1 collaboration skills were 40%, and at meeting 4 it increased to 90%. From meeting 1 to meeting 4, it increases student learning outcomes from 30% to 100%. The results of the study indicate that the application of the PAMUTAN model is effective in improving learning outcomes, critical skills, cooperation and student activity.
Improving Kindergarten Children's Exploratory Ability through Project-Based Learning, Experimental Activities, and Loose Parts Media: A Classroom Action Research Study Nor Anisa; Ahmad Suriansyah; Ratna Purwanti
Gawi: Journal of Action Research Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Borneo Research and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59329/gawi.v5i2.170

Abstract

Exploratory ability is a central indicator of cognitive development in early childhood because it enables children to observe, question, manipulate objects, test ideas, and construct explanations from direct experience. The preliminary condition in a kindergarten class in Banjarmasin showed that only 4 of 12 children (33%) demonstrated developing exploratory ability, while 8 children (67%) remained in the not-yet-developed category. This classroom action research aimed to improve teacher activity, children's learning activity, and children's exploratory ability by integrating Project-Based Learning, experimental activities, and loose parts media. The participants were 12 kindergarten children aged 5-6 years (5 boys and 7 girls). The intervention was implemented in four meetings through planning, action, observation, and reflection. Data were collected through observation sheets, documentation, interviews, and an exploratory ability assessment rubric. The data were analyzed descriptively using percentages, cross-tabulation, and trend interpretation. The results showed consistent improvement across meetings. Teacher activity increased from a score of 25 (61%, fairly good) in Meeting 1 to 38 (93%, very good) in Meeting 4. Children's classical activity increased from 25% to 100%, and the proportion of children who achieved successful exploratory development increased from 16.7% to 100%. The findings indicate that the integration of project work, simple experiments, and open-ended loose parts materials can create a concrete, playful, and inquiry-oriented learning environment that supports children's exploratory behavior. The study contributes practical evidence for early childhood teachers who seek to transform monotonous worksheet-based instruction into active, child-centered, and developmentally appropriate learning.
Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak melalui Project-Based Learning, Metode Demonstrasi, dan Media Bahan Alam Rabi’ah Rabi’ah; Ratna Purwanti
Gawi: Journal of Action Research Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Borneo Research and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59329/gawi.v5i2.192

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan komponen penting kesiapan sekolah karena mendukung koordinasi visual-motorik, kesiapan pra-menulis, pengendalian perhatian, serta kemandirian anak dalam aktivitas kelas. Hasil observasi awal pada anak kelompok B TK Harapan Bunda menunjukkan bahwa sebagian anak masih mengalami kesulitan menggunting sesuai pola dan mengoordinasikan gerakan mata-tangan selama kegiatan pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak, dan capaian perkembangan motorik halus anak melalui rancangan pembelajaran terpadu yang mengombinasikan model project-based learning (PjBL), metode demonstrasi, dan media bahan alam. Subjek penelitian adalah 16 anak usia 5-6 tahun. Tindakan dilaksanakan dalam empat pertemuan melalui siklus perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, dokumentasi, wawancara, dan penilaian unjuk kerja indikator motorik halus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan bertahap pada seluruh aspek. Aktivitas guru meningkat dari skor 19 (59%; cukup aktif) pada pertemuan pertama menjadi skor 32 (100%; sangat aktif) pada pertemuan keempat. Aktivitas anak meningkat dari 6% (kurang aktif) menjadi 100% (sangat aktif). Capaian perkembangan motorik halus anak meningkat dari 31% pada kategori berkembang sesuai harapan/berkembang sangat baik pada pertemuan pertama menjadi 100% pada pertemuan keempat. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi PjBL, demonstrasi langsung, dan kegiatan kolase berbahan alam menyediakan stimulasi yang bermakna, multisensori, dan sesuai perkembangan untuk meningkatkan ketepatan menggunting, kontrol jari, konsentrasi, serta koordinasi mata-tangan anak.
Technical Guidance On Management Strategies For Holistic-Integrative Early Childhood Education : Bimbingan Teknis Strategi Manajemen Program Layanan Paud Holistik Integratif Maimunah Maimunah; Aslamiah Aslamiah; Ratna Purwanti; Celia Cinantya; Chresty Anggreani
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 5 No. 2 (2025): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v5i2.2313

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) adalah pendekatan penyelenggaraan layanan pendidikan untuk anak usia dini (0–6 tahun) yang dilakukan secara menyeluruh mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan, dan pengasuhan. Tujuan utama dari bimbingan teknis ini adalah agar pengelola dan pendidik PAUD mampu menyusun dan menerapkan program PAUD HI yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. Kegiatan dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarat ini dilaksanakan di TK At-Tibyan pada tanggal 19 Juli 2025. Kegiatan PKM ini diikuti sebanyak 11 orang guru. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan menggunakan ceramah, diskusi, dan praktik langsung menyusun program PAUD HI. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan kemampuan peserta melalui rata skor pretest sebesar 62 dan skor posttest sebesar 100. Dengan demikian, bimbingan teknis strategi Manajemen Program Layanan PAUD Holistik Integratif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru di TK At-Tibyan dalam menerapkan pendidikan anak usia dini yang holistik integratif.
The Role Of Strategic Management In Strengthening Students' Character And Digital Literacy Puji Nurwidayati Widayati; Ratna Purwanti; Ahmad Suriansyah
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 15 No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jip.v15i2.12321

Abstract

Abstract: Twenty-first-century education requires educational institutions to focus not only on academic achievement but also on character development and the enhancement of students' digital literacy. This study aims to analyze the role of strategic management in systematically and sustainably integrating these two crucial aspects within the environment of State Vocational High School 1 Kapuas Murung. The author employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings indicate that strategic management at the school is implemented through vision-based program planning, the synergistic execution of character and digital learning activities, and periodic program evaluation. These strategies foster a school culture that supports the development of students who are not only technically proficient but also possess integrity, digital ethics, and critical thinking skills. This study recommends strengthening school managerial capacities in formulating and implementing integrated policies on character education and digital literacy.
Implementasi Kebijakan Program Layanan Internet Desa terhadap Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar Wilayah Blankspot Shafa' Muthi'ah; Ahmad Suriansyah; Ratna Purwanti
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 1 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i1.7033

Abstract

Program LINDA (Layanan Internet Desa) merupakan program Diskominfo yang membuka akses pendidikan digital di wilayah blankspot khususnya di SDN pedesaan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman para pemangku kepentingan pendidikan, termasuk guru dalam penyelesaian tugas dan siswa dalam pembelajaran. Subjek penelitian dipilih secara purposive, meliputi pihak desa (kepala desa dan guru wilayah blankspot) dan pihak Diskominfo yang terlibat langsung dalam implementasi program dengan masing-masing satu orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan metode analisis tematik dengan mengidentifikasi, menganalisis, dan melaporkan pola atau tema dalam data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program LINDA bermanfaat bagi guru-guru untuk mulai mengintegrasikan media digital dalam proses mengajar, mengunduh buku pembelajaran serta penggunaan video pembelajaran dan kuis daring yang meningkatkan partisipasi siswa. Tantangan yang ada seperti seperti sinyal tidak stabil saat hujan, akses jalan untuk perbaikan alat, listrik yang belum full 24 jam dan keterbatasan perangkat di sekolah menunjukkan masih banyak solusi lain yang bisa diterapkan serta harus disertai dengan pelatihan, infrastruktur pendukung, dan pemahaman pedagogi digital.
Implikasi Kebijakan Pendidikan terhadap Penguasaan Literasi dan Numerasi Dasar Siswa Aulia Rahmah; Nurdohiyah Nurdohiyah; Indah Puspita Sari; Ulfia Nurul Annisa; Ahmad Suriansyah; Ratna Purwanti
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 2 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i2.7145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak kebijakan nasional terhadap peningkatan literasi dan numerasi dasar di sekolah dasar. Metode penelitian merupkan penelitian studi kasus dengan subjek penelitian guru kelas, kepala sekolah, dan siswa/i  tingkat rendah dan tinggi dengan teknik wawancara mendalam dan analisis data dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam proses pembelajaran, dari kegiatan membaca yang bersifat dasar menuju aktivitas literasi yang lebih kontekstual dan aplikatif, seperti mendongeng, memahami pokok pikiran, dan menyelesaikan soal numerasi berbasis konteks. Implementasi kebijakan seperti Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan Asesmen Nasional mendorong sekolah untuk menyesuaikan strategi pembelajaran, dengan dukungan kuat dari kepala sekolah dan guru. Kegiatan literasi kini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana pengembangan potensi siswa yang berorientasi pada prestasi dan kesiapan menghadapi tantangan asesmen nasional. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan akses masih perlu diatasi agar kebijakan dapat berdampak merata. Dengan demikian, kebijakan literasi dan numerasi perlu terus diperkuat melalui pelatihan guru, penyediaan sarana belajar yang memadai, dan pengawasan pelaksanaan secara konsisten.
MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI DAN PERCAYA DIRI ANAK MENGGUNAKAN PROJECT BASED AND STORY LEARNING RECYCLE KELOMPOK B2 TK ISLAM MADINATURRAMLAH Nurhalisa Khatami; ahmad suriansyah; ratna purwanti
Jurnal Inovasi, Kreatifitas Anak Usia Dini (JIKAD) Vol 6, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jikad.v6i1.18121

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah hasil perkembangan percaya diri anak pada kelompok B2 dan keterampilan komunikasi. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas, dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, setting penelitian pada anak kelompok B TK Islam Madinaturramlah Banjarmasin yang berjumlah 14 anak (8 laki-laki dan 6 perempuan). Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif yang dijabarkan melalui cross tabulasi dan grafik serta disajikan dengan indikator keberhasilan perkembangan yang ditetapkan. Hasil pada pertemuan 1 mendapat kategori “Cukup Baik”, pada pertemuan 2 mendapat “Baik”, kemudian pada pertemuan 3 meningkat kategori “Baik”, dan pada pertemuan 4 meningkat lebih baik lagi menjadi kategori “Sangat Baik”. Berdasarkan hasil penelitian, Penggunaan kombinasi model Project Based And Story Learning Recycle pada anak Kelompok B2 TK Madinaturramlah Banjarmasin dalam mengembangkan keterampilan komunikasi dan percaya diri mampu mencapai indikator presentase 100% keberhasilan yang telah ditetapkan, baik ketuntasan secara individual maupun klasikal. Disarankan bagi kepala sekolah, guru dan peneliti selanjutnya dapat menjadi bahan masukan untuk memperbaiki pembelajaran selanjutnya.
Co-Authors Ahmad Alim Bachri Ahmad Suriansyah Ahmad Suriansyah Ahmad Suriansyah Ahmad Suriansyah Ahmad Suriansyah Ahmad Suriansyah Aldi Aliza Rifka Zuhairiah Anugrah Mitria Sari Aslamiah Aslamiah Asmi Rusmanayanti Aulia Rahmah Celia Cinantya Chresty Anggreani Daniela Irena Rumintang Simangunsong Desyandri Desyandri Dwi Septian Erma Marhamah Erma Marhamah Ervina Yuwinda Hadani Hadani Hafidzatun Nisa Herti Prastitasari Herti Prastitasari Husnul Khotimah Indah Puspita Sari Irma Irma Irma Irma Ismi Khairun Nisa Jumadi Jumadi Jumadi Khairati Olfah Khairunnisa Khairunnisa Kristesia Elda Laila Mubarakah Latifatunnisa M. Irham Mahmudah . Maimunah Maimunah maisyati mukaramah Miftha Huljannah Muhamad Hasby Munawar MUHAMMAD DONI Muhammad Fitriadi Muhammad Hafiz Anshari Muhammad Rijali Hadi Muhammad Rindi Nabila Rahimah Nadya Febrina Noorhapizah Noppy Ridhani Nor Anisa Nora Vitriati norazmi sari Nova Khoirunnisa Witanti Novitawati Novitawati Nur Anisa Khadijah Nurdohiyah Nurdohiyah Nurhalisa Khatami Nurul Mulpiani Puji Nurwidayati Widayati Qurota Ayun Rabi’ah Rabi’ah Rahma Tia Nirhahim Rahmad Khairinor Rahmaniah Rahmaniah Rahmat Alfian Madani Raihanah Sari Raihanah Sari Rakhmat Afriza Ria Aprianti Rika Yuliani Risma Widia Safitri Sakerani Sakerani Shafa' Muthi'ah Sri Indah Utary Suhaimi Suhaimi Sulaiman Sulaiman Syifa Layli Zubaidah Tanti Apriani Tasya Amelia Ramadhani Tri Muthoharoh Ulfia Nurul Annisa Wafa Nur Azizah Wanda Azizah Wiwik Handayani Wiwik Indrasari Yusi Mardatila Zulfa Fardhinah